Bagaimana Menjadi Konglomerat (2)

March 15th, 2005 | Investment

Kali ini saya akan mengulas tentang struktur organisasi yang rumit. Konglomerat umumnya punya banyak perusahaan. Saking banyaknya, bos kadang tak bisa mengingat satu per satu usahanya sendiri. Saking rumitnya, orang dalam pun terkadang sulit memahami struktur organisasinya. Apalagi bidang industrinya pun beragam. Dari hulu sampai hilir ada semua. Seluruh bahan tidak ada yang beli dari pihak luar. Semuanya, kalau bisa, dibuat sendiri. Alasannya? Agar pasokan selalu terjamin. Yang buntutnya kalau perlu dana, sewaktu-waktu bisa diambil. Maka dari itu, umumnya semua konglomerat mempunyai bank sendiri. Grup Lippo, Salim, Djarum, dan konglomerasi lainnya punya bank sendiri. Bahkan bisa lebih dari satu.

Di dalam satu perusahaan sendiri, biasanya ada sekitar 10-15 tingkat jabatan. Tingkat teratas adalah CEO, disusul kemudian direktur utama, direktur, general manager, dan manager. Di bawah manager, biasanya juga masih terdapat setidaknya 5 tingkat lagi sampai ke lapis terbawah. Yang memusingkan, CEO di A bisa jadi dirut di B atau direktur di C. Begitu pula sebaliknya. CEO di B merangkap jadi dirut di A atau direktur di D dan E. Begitu seterusnya. Dan untuk mengelola seluruh perusahaan, bos biasanya membuat satu perusahaan lagi yang menjadi holding. Di banyak kasus, nama perusahaan induk ini biasanya diberi tambahan “international“. Di perusahaan inilah seluruh CEO di anak perusahaan duduk bersama dengan dikepalai bos langsung.

Struktur permodalan usaha ini pun juga tak kalah rumitnya. Perusahaan A misalnya, sebagian sahamnya dimiliki B, C, dan D. Begitu pula saham perusahaan B, C, D, dan seterusnya. Saham bos di dalamnya (sengaja dibuat) cuma sedikit. Jadi kepemilikan saham ini senantiasa berputar. Orang dalam terkadang sulit mengetahui kepemilikan perusahaan itu. Apalagi orang luar. Yang mereka ketahui paling sebatas grup X atau grup Y saja. Tak lebih.

Seperti ditulis sebelumnya, saham bos di perusahaan-perusahaan tersebut memang sedikit. Penyertaan saham terbesarnya hanya di beberapa perusahaan utama saja. Tapi tentu saja sahamnya akan selalu berputar antar perusahaan. Lalu, bagaimana kalau perusahaannya nggak punya duit? Biasanya si bos dengan mudah ngutang ke bank-bank BUMN yang sudah tahu-sama-tahu dengan si bos. Kalau nggak, ngutang saja ke bank milik sendiri. Buntutnya, duit yang ada, akan selalu berputar-putar di situ-situ aja.

Oh iya, di dalam perusahaan itu ada sebagian kecil saham hopeng-hopengnya boss. Inipun asalnya dari modal dengkul juga. Saham ini bukan karena bos kekurangan duit, tapi saham ini diperlukan untuk membangun oligopoli, yaitu semacam monopoli terselubung yang dibentuk oleh beberapa perusahaan yang menguasai pasar. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa hopeng-hopeng ini biasanya anak Jendral K, Menteri L, Deputi M, atau adiknya Gubernur N. Tentu saja mereka-mereka yang nggak faham urusan konglomerat nggak akan mengerti soal ini. Apalagi pejabat-pejabat atau petugas pajak yang masih gampang dikibulin.

Lalu, apa keuntungan dari struktur yang rumit ini? Keuntungan pertama adalah menghindari pajak ganda. Jadi begini, kalau saham di tiap perusahaan milik pribadi, keuntungan yang diperoleh akan kena pajak dua kali. Ia akan terkena PPh badan pasal 25 dan PPh pasal 23 kalau perusahaan itu membagi dividen. Beda kalau perusahaan itu sahamnya dimiliki perusahaan lain. Pajak yang dikenakan cuma PPh badan pasal 25, sebab dividen yang diterima perusahaan tidak terkena PPh pasal 23 lagi.

Keuntungan kedua adalah untuk mengurangi pajak. Dengan perusahaan yang sebegitu banyaknya, laba perusahaan satu bisa dilempar ke perusahaan lain yang (dibuat) rugi, sehingga pajak yang dikenakan menjadi jauh lebih kecil. Misalkan seseorang punya dua perusahaan, dimana satu rugi Rp 10 M dan lainnya untung Rp 10 M, maka dia perlu bayar pajak dari perusahaan yang untung. Walaupun kalau digabung, sebenarnya ia tidak untung sepeser pun.

Dan, keuntungan ketiga adalah untuk memeras duit. Di Bagaimana Menjadi Konglomerat 1 telah diulas bahwa perusahaan semacam ini pada dasarnya adalah modal dengkul. Kalau bos punya 50 perusahaan, ia bisa mengambil setidaknya Rp 100 juta per bulan dari masing-masing perusahaan. Belum lagi jabatannya sebagai komisaris, CEO, dirut, direktur, atau manajer dari perusahaan lain. Wajar kan kalau dapat gaji? Nah, andaikata gaji tersebut dimark-up, lalu seluruh sanak keluarganya dimasukkan ke dalam susunan manajemen, coba bayangkan berapa yang bisa diperas dari seluruh perusahaan? Belum lagi kalau dibuat karyawan boneka yang secara akuntansi digaji Rp 20 juta tetapi prakteknya dikasih Rp 3 juta aja senengnya minta ampun. Sisanya? Jelas masuk ke kantong si bos lagi. Maka, bisa dibayangkan berapa milyar (atau trilyun) yang bisa diambil dari seluruh perusahaan tadi?

Menarik bukan? Tapi masih ada sedikit trik yang jauh lebih canggih dan kurang beresiko. Trik tersebut adalah transfer pricing dan back-to-back loan. Bagaimana trik itu bekerja? Kita simpan saja untuk minggu depan. Oke? :D

Share on Facebook

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

  1. Orang-orang Terkaya Indonesia dan Masa Depan Kita » Nofie Iman
  2. Bisnis ala Temasek dan Singapura « DTEL NGALAM
  3. Ratna Mahmudah’s Blog » Blog Archive » orang kaya …
  4. Yuk beralih sebentar ke Singapura « The Super Motivator
  5. sekilas JADUL Sandi dan Soerjadjaja « Adaro, saham gw
  6. Orang-orang terkaya di Indonesia | Collection of Bussiness and Information of Technology Articles
  7. Comments

  8. wadiyo

    enak doong jadi konglomerat….aku juga pingin.

  9. Ronald

    very interesting information….
    “Belum lagi kalau dibuat karyawan boneka yang secara akuntansi digaji Rp 20 juta tetapi prakteknya dikasih Rp 3 juta aja senengnya minta ampun”

  10. De Maulana

    Saya punya informasi yang barangkali akan berguna bagi konglomerat, terdapat info jual tanah luas yang cocok buat perkebunan dengan lokasi Purwakarta. Siapa yang perlu ke akurat data tersebut dan sekaligus peminat serius dapat hubungi De Maulana 081809098960. Terimakasih semoga bermanfaat. Amin ya Robbalalamin.

  11. arto

    Diam2 grup Lippo sudah banyak menguasai sebagian saham (kepemilikan) atas banyak Mal…
    Gajah Mada Plaza – Jakarta
    Plaza Semanggi – Jakarta
    Jakarta City Center
    Metropolis Mal – Modernland, Tangerang
    WTC Mall – Serpong, Tangerang
    Cibubur Junction, Bogor
    … and many more !
    BAndung indah plasa Istana plasa ekalokasari bogor.. sun plasa juga udah punya LIPPO dan langsung sudah dijaminin di singapore
    di Medan mal2 besar seperti SUN Plaza kepunyaan Surya Paloh juga telah dijual ke Grup Lippo. Lippo juga membangun Mal sendiri seperti Mal Palladium, Binjai Supermall. Tapi melihat konsep Mal yang dibangun Lippo seperti model WTC Serpong yang kios2nya sempit2 banyak space yang tidak terjual. Mungkin sebentar lagi Mal Medan Fair yang ditempati Carefour Medan juga akan dibeli mereka.
    Semuanya didapat dengan cara2 tuker guling kredit dengan saham

    BIP bandung …
    dulu ada Yogya supermarket.
    dibeli oleh lippo, masuk hypermart
    ongkos sewa supermarket saingan dinaikkan 2-3x lipat
    yogya setelah mencoba bertahan beberapa waktu, akhirnya … tutup jg.
    di koran katanya dikosongkan paksa loh … carrefour sampai mau ngadu ke pemerintah prancis
    Keluarga riady memang tidak pernah berubah

    Gw gak pernah pro keluarga Riady, tp kali ini Carefour kena batunya juga. Ingat Carefour gede karena dia berhasil nekan para suppliernya sampe diperas habis – habisan. Blm lagi berapa banyak toko dan pasar traidisional yg bangkrut / gulung tikar gara – gara dia Shame On You Loser
    Gw sich senng belanja di Supermarket besar dengan harga murah (such as Carefour, Hypermart atau Giant), tp sudah saatnya Aturan zonasi diperjelas, supaya rakyat kecil bisa berusaha

    Bicara kewenang – wenangan, bicara penindasan, kalo ente (baca : Carefour) gak sewenang – wenang or nindas sich gak pa- pa bro…
    Lihat dan dengar juga keluh kesah para supplier dan pedagang tradisional juga dunks.

    C4 sapa tuh? matahari yg jago lokal aja dicaplok pake sim salabim, Wal Mart yg katanya terbesar n terhebat juga kena tepu ma lippo. apalagi cuma C4 doank, btw kira2 alesan Hypermart boleh buka di ex C4 apa yah? size n jenis usaha kan sama, klo C4 diusir karena langgar UU n perda ttg zonaisasi pasar kok Hypermart boleh buka? hehehhee ada yg brani nulis di koran?

    nice move…. strateginya brilian dan original banget….
    akan jadi kasus legendaris… carrefour harus memikirkan ulang semua strateginya…

    aku gak suka lippo grup… tapi salut sama kecerdasan strateginya

    Duh ada bedanya antara cerdas dan licik loh bung PT, kalau dalam dunia bisnis yg beginian sih namanya kasar, licik dan gak etis at least utk para oldschoolers dimana nama baik dan hubungan baik sangat dijaga. Duit hilang bisa didapat kembali tapi kalau nama jelek dan hubungan jelek wah udah susah deh.

    Terus terang gue gak ada empati buat keduanya, etika bisnis mereka sama jeleknya.

    seru tuh saling claim di kompas, pasang iklan segede2 goblok, padahal semua org juga tau apa yg sebenernya terjadi.

    LIPPO …oh LIPPO lagi dibelakangnya, WAL-MART sudah pernah dibawa masuk LIPPO ke sini, disuruh buka berhadap-hadapan dengan MATAHARI di LIPPO KARAWACI dengan luas lantai gerai yang sama besarnya di Lippo Karawaci yang waktu itu masih sepi, sambil di pelajari bagaimana mereka bersaing sampai akhirnya WAL-MART mati dan hengkang dari sini bagi Lippo yang mana menang tidak urusan karena dua2nya bayar sewa ke Lippo dan MATAHARI yang terseok-seok di TAKE OVER oleh LIPPO, tinggal HARI DARMAWAN founder MATAHARI gigit jari……………………….DEVIDE ET IMPERA = PECAH BELAH DAN JAJAH !!!!! Thinking

    Saham MATAHARI sekarang ditangan MULTIPOLAR yang dulunya distributor AC dan Kulkas merk Mitsubishi yang tidak sukses (Kode BEInya = MLPL dan harga sahamnya sekarang Rp. 67,-) Peace

    Dengan skenario yang sama, jangan heran nanti Hypermart dan Carrefour bisa jatuh ke tangan MLPL………………..BUY MLPL Now ROFL

    Note : Wal-Mart pernah membuka tokonya di Indonesia (di Supermal Karawaci) pada pertengahan tahun 1990-an namun ditutup karena kurang menguntungkan.Wal Mart Swalayan,Alamat Lippo Karawaci 1200 Tangerang,Telepon 021-546686.

    skrg megamal ngak ada carrefour sepi banget
    biasanya cari parkir di mega mall susah bgt, meskipun miu jarang bgt ke situ

  12. niswar

    kya rumit bgi sy jdi konlomrat,,,,,!!!!! memikirkanya ajha susah aplagi mewujudkanya,,,,,!!! tpi klo ada lwongan apa siy yg tidak mungik di dunia ini,,,,

Looking forward to hear your thoughts.