Time Value of Money
March 22nd, 2005 | EconomicsTahun 1975, harga jeans Levis orsinil Amrik cuma Rp 5.500, kursus Inggris Rp 1.700/bulan. Sebuah Philips stereo turntable bekas di jalan Surabaya cuma seharga Rp 16.000. Piringan hitam sebijinya antara 200 hingga 400 rupiah untuk lagu-lagu barat. Kalau lagu-lagu Indonesia gratis dikasihin begitu saja oleh si penjual.
Marants amplifier tipe 1070 bekas cuma Rp 36.000, tube power Dynaco cuma Rp 78.000 yang saat ini lebih dari US$ 4.000, kalau baru, lantas kalau di Harco Glodog, dulu Lender Teffest harga tube electron ex Amrik pre-amp 12ax7 cuma Rp 800. Harga tube 6550 untuk power amp tabung penguat cuma Rp 3.600, EL 84 R cuma Rp 1.700. Mau buatan Russia seperti 5881/6L6 WGC cuma Rp 2.200. Kalau beli rokok pasti korek apinya dikasihin gratis oleh pemilik warung.
Dasar time value of money!



April 10th, 2008 at 10:08 am
April 23rd, 2008 at 10:27 pm
Comments
July 16th, 2006 at 8:55 pm
Maaf pak Nofie, sebelumnya sy minta maaf klo mungkin sedikit merepotkan bapak, sy mahasiswa S1 di univ. trisakti jkt sedang mengerjakan skripsi dgn judul \”Anlisis Dampak Kepemilikan Saham CEO Terhadap Perusahaan Manufaktur Yg Terdaftar Di BEJ\” dgn periode penelitian tahun 2002-2005.
Sy mengalami kesulitan dlm melakukan kajian atau pembahasan yg mengharuskan sy utk mengungkapkan hasil penelitian dgn bhs sy sendiri.
Sy ingin menanyakan mengenai :
1.perbedaan antara kepemilikan saham CEO dgn kepemilikan saham manajerial?
2.apa yg dimaksud dgn CEO itu sendiri, apakah sama dgn manajer kedudukannya?
3.bagaimana sistem pendanaan perusahaan yg sering digunakan oleh perusahaan2 di luar negeri dibandingkan dgn perusahaan dlm negeri, apakah perusahaan2 di luar negeri masih banyak yg menggunakan hutang atau ada sistem pendanaan perusahaan lainnya yg cenderung lebih efektif?
Terima kasih.