Bisnis dan Metroseksual?
April 22nd, 2005 | PersonalBicara tentang para pebisnis muda saat sekarang, atau yang lazim disebut eksekutif muda, umumnya mereka senantiasa menjaga penampilan dan pembawaannya. Baik pria maupun wanita. Tapi tulisan ini nampaknya akan saya batasi saja khusus pria. Kenapa? Karena saya 100% pria. Saya lebih confortable membahas agak dalam tentang pria daripada mengulas terlalu jauh tentang wanita. Oke? :)
Pria-pria bisnis yang berdandan modis, penampilan yang trendy dan wangi, lazim juga disebut sebagai pria metroseksual. Menurut Askmen, ukuran 70kg/180cm adalah ukuran ideal bagi para pria tersebut. Umumnya mereka punya sifat romantis, realistis, loyal, open minded, dan easy going. Mereka adalah pekerja keras, tetapi juga tidak melupakan kesenangan hidup. Work hard, play hard. Mereka terkenal chic, wangi, dandy, confident, good looking, dan mature, baik secara ekonomi, mental, perilaku, maupun secara penampilan. Mereka bisa dijumpai dengan mudah di tempat-tempat seperti café, resto, coffee shop, night club, dan terkadang bioskop. Di Indonesia, figur pria semacam itu mungkin bisa dimisalkan seperti Ferry Salim atau Tantowi Yahya. Tapi buat saya, mungkin lebih cocok dengan sosok seperti Adrian Maulana atau Tora Sudiro.
Pertanyaan selanjutnya, apa saja yang biasa dikenakan dan digunakan pria-pria metroseksual tersebut? Jeans, kemeja, atau polo shirt biasanya lazim digunakan untuk situasi santai, atau setelan jas untuk acara yang lebih formal. Kelengkapannya antara lain tas Salvatore Ferragamo, kemeja Cerrutti atau Hugo Boss, serta baju-baju Mark Jacobs, Helmut Lank, Gucci (yang agak konservatif), Guess, Next (lebih kontemporer).
Untuk dasi, biasanya Bvlgari, Boss, Alfred Dunhill, atau Versace menjadi pilihan dipadu dengan jas atau jaket Giorgio Armani, Ermenegildo Zegna, Hugo Boss, Cerrutti, dan Next. Untuk bawahan, bisa pakai celana Prada atau G2000. Tantowi Yahya malah menggunakan pantalon yang dijahit sendiri seharga Rp 35 juta. Sedangkan untuk bagian dalam (underwear) umumnya menggunakan jenis boxer/long lasting merek Next, Jockey, Homme, atau Calvin Klein, dengan pakaian tidur Jockey. Kalau untuk wanita, mungkin bisa disetarakan dengan Victoria Secret (panties, lingerie, bra), atau Sicilia (dari Dolce & Gabbana).
Masih soal fashion, diluar merk-merk tersebut, masih banyak pilihan merk seperti Jil Sander, Ralph Lauren, Prada, Neil Barret, Dolce & Gabbana, Etro Pringle, Gucci, Giorgio Armani, Donatella Versace, Valention, Esprit, atau Alexander McQueen. Tiga brand terakhir ini dulunya mengkhususkan diri untuk woman only. Sementara untuk level young fashion, S&K bisa menjadi pilihan. Kadang ditambah pula produk-produk dari Baleno, Bassini, atau Giordano (fashion designer, tas dan assesoris).
Sepatu yang biasa mereka kenakan mulai dari kelas Yongki Komaladi (seharga Rp 245 ribu), Beetle Bug (Rp 435 ribu), hingga Patrick Cox (Rp 2,3 juta). Bisa juga membeli produk Italian-made di Cinea seperti Gucci, Prada, atau Bruno Mugli. Untuk yang lebih kasual bisa pilih Next atau Adidas untuk jenis sport.
Untuk urusan kosmetik, jelas tidak serumit milik kaum wanita. Parfum (eau de parfume) yang lazim digunakan oleh mereka antara lain Armand Basi, Lalique, Dolce & Gabbana (agak sulit dicari di Indonesia), Hugo Boss, Issey Miyake, Christian Dior (Fahrenheit), Calvin Kelin, dan Giorgio Armani. Sementara eau de toilette menggunakan produk Lanvin, Joop, Versace, atau Aramis. Untuk deodoran, Tommy Hilfiger dan Marks & Spencer boleh jadi pilihan dengan aftershave dari Bvlgari atau Calvin Klein.
Bagi yang belum tahu, eau de perfume (EDP) adalah biangnya wangi. EDP hanya memiliki sedikit kandungan alkohol sehingga konsentratnya cukup pekat dan tahan lama. Sementara eau de toilette (EDT) lebih banyak kandungan alkoholnya dan tidak sekuat EDP. Biasanya, EDP digunakan untuk pesta atau acara tertentu, sementara EDT lebih untuk keperluan sehari-hari. Selain EDP dan EDT, ada pula aftershave (biasa digunakan setelah cukur sebagai antiseptik plus pewangi) juga deodoran (yang biasanya untuk menghilangkan bau badan, bisa berbentuk roll-on atau spray).
Untuk sabun atau shampoo bisa menggunakan produk yang lazim dijumpai di pasaran seperti Dove, atau menggunakan produk perawatan khusus semisal shampoo Intergreen. Untuk scrub, bisa pakai Biore, Clinique, atau yang agak mahalan Simple (Australia). Kadang perlu juga sun block dan face moisturizer. Tantowi Yahya memakai produk ROC dari Swiss untuk kebutuhan ini. Termasuk pula hair spray L’oreal (moisturizer juga) dan pewarna rambut dari merk yang sama.
Treatment yang mereka lakukan juga umumnya tidak terlalu rumit dibandingkan wanita. Cukup dengan creambath, spa (sauna, pijat, refleksi, massage, aroma terapi), pedicure, dan hair cut. Seringkali sekedar berendam di bathub selama 30 menit dengan aroma terapi dan sabun cair sudah lebih dari cukup untuk relaksasi. Selain treatment, mereka juga rajin berolahraga seperti jogging, aerobik, renang, golf, bowling, billiard, fitness, tenis, squash, arung jeram, atau sekedar push-up/sit-up.
Untuk urusan bacaan, Swa, Warta Ekonomi, Men’s Health, Cosmopolitan, Dewi, Business Week, Popular, Male Emporium, FHM Indonesia, A+, Matra, Soccer, Bola, buku-buku psikologi populer, atau buku-buku bisnis sudah pasti jadi langganan. Selain itu, mereka juga umumnya menggemari musik seperti jazz, klasik, atau rock kontemporer. Beberapa malah piawai memainkan alat musik seperti gitar atau piano. Gadget yang mereka bawa juga cukup lengkap, mulai dari jam (sekelas DKNY, Guess, Next, Nike, Casio), ponsel berkamera, PDA/smartphone, iPod, dan terkadang notebook atau sub-notebook yang portabel.
Anda bisa menjumpai mereka di salon-salon seperti Peter Saerang, Skin Tech, Lu Vaze, Green Door, atau barbershop Pax di Grand Wijaya, Citicuts Sarinah Bandung, di fitness center di Hotel Shangri-La, Executive Club Hotel Hilton, Celebrity Fitness, ex building sebelah Plaza Kuningan, atau di café/coffee shop semacam Cinnabar dan Burgundy (winebar) di kawasan segitiga emas, Hotel Mulia (untuk urusan bisnis), Bugs Café di Pondok Indah (sekedar untuk refreshing), Starbucks, Blowfish (Mega Kuningan), Coffee Bean, Pasir Putih, dan News Café (untuk urusan keluarga). Untuk urusan meeting, mereka biasa melakukannya di tempat-tempat seperti lobby lounge Hotel Shangri-La, JW Marriot, Hotel Mulia, atau malah di whirlpool sembari melakukan massage.
Soal makanan, mereka jelas sangat memperhatikan gizi. Umumnya mereka lebih prefer ke salad, sayur, ikan, tahu/tempe, dan cenderung menghindari daging atau jeroan dan makanan yang berlemak serta berminyak. Sarapan dengan yoghurt, telor mata sapi, dan pan cake juga sudah lebih dari cukup. Chinesse food atau Italian food bisa juga. Tapi junk food? Hmm.. nampaknya nggak deh.
Sementara untuk urusan travelling, mereka biasanya juga tak lupa menyiapkan seperangkat tas khusus berisi tools perawatan tubuh mulai dari sikat gigi, odol, sabun cair, moisturizer, lipgloss, gel pelemas (ada dari Gillete), sikat badan untuk mandi yang berbentuk sarung tangan, handuk kecil, kaos, underwear (atau yang disposable), dasi cadangan, sisir, permen mint, mouthwash, set gunting kuku, shower gigi dan dental floss, parfum, gel, shaver, sapu tangan, serta sajadah.
Saya pribadi sejujurnya kurang care terhadap perawatan tubuh seperti mereka-mereka diatas. Saya cuma punya beberapa set kemeja Versace, Next, Esprit, Fila, dan Calvin Klein. Ada satu-dua celana dari Boss, cargo pants dari GAP, sepatu Converse dan Adidas. Untuk scrub (wajah dan tubuh) saya pakai Biore, deodoran Axe (Phoenix, Orion, atau Appolo), dan EDP Davidoff Cool Water, Bvlgari Extreme, atau Calvin Klein Eternity. Terkadang pakai juga gel rambut serta sunscreen dan whitening Kirei. Tapi jujur saja, barang-barang itu jarang sekali saya gunakan, kecuali untuk event-event tertentu yang menurut saya cukup penting. Untuk keseharian yang santai, saya malah biasa pakai t-shirt biasa atau kemeja kasual, jaket Adidas atau sweatshirt Reebok, celana straight jeans atau cargo pants, dengan sandal Adidas. Itu sudah lebih dari cukup.
Bagaimana dengan Anda?
Comments
April 22nd, 2005 at 9:06 pm
saya sih biasa2 ajah :D
April 23rd, 2005 at 2:05 am
Aku sih cewek jadi enggak bisa terlalu komentar. Kalo di kota2 besar mungkin udah biasa ya. Cowok aku termasuk metrosexual kayanya, tapi aku sering ditanyain ‘Cowok mu kok hombreng banget sih?’ hehehe. (maklum, di Jogja)
Untuk barang elektronik, segala macam gadget kok kayanya harus punya. Shopping pun, aku yang cewek malah kalah. Malah kalo shopping, dia yang pilihin baju2 dsb untuk aku. Urusan body treatment, kayanya kok dia lebih terawat dibanding aku.
Kalo dugem, doi lebih modis, especially dengan baju yukensi en low-rise pants nya dia yang pamerin band D&G ato CK dari boxer-nya.
Tapi untuk dia makanan apa pun masuk hehehe
April 23rd, 2005 at 11:48 pm
Waaaaa, Nofie tanpa sadar masuk golongan metroseksual juga kayaknya tuh. :D btw nof boleh tau nggak kerja dimana?? **nyari referens** .
April 25th, 2005 at 3:14 am
Saya cenderung villageseksual, bukan metroseksual.
September 16th, 2005 at 12:22 am
profil nofie sendiri kayakna cocok untuk disebut sebagai pria metroseksual…
sesuai dengan kriteria fisik di atas….
Profil Nofie:
Kulit: lumayan putihlah….
Tinggi badan: +/- 180 cm (bawah2 dikit..)
Aktvitas: okelah…
Berat Badan: …? nah ni dia yang diragukan, kayakna gak sampai 70 kg deh
paling banter 50 kg…(he..he..)
September 17th, 2005 at 1:23 pm
Well, salah satu program saya memang sedang ke arah situ. Tenang aja!
December 5th, 2005 at 9:57 pm
gw suka pria metroseksual…cuma bukan yang ke arah gay ya..
metro prlu soalnya gw ga mau malu kalo jalan ma cowo ga mikirin pnampilan..
ya ga?
masa gw rapi cowo gw engga..
tapy asal ga maniak banget..kalo maniak bs gila gw kesaing ama dya..
hehehhehe..
kalo ada yg metro hubungin gw ya…
hehehhee…
May 19th, 2006 at 8:23 am
METROSEKSUAL IT’S OK ASAL GAK TERLALU…:lol:.
EMANG CEWEK AJA YANG BOLEH NGERAWAT DIRI COWOK JUGA PUNYA HAK DONG….(” CEWEK JUGA SENENG KAN???PUNYA COWOK RAPI,MODIS,WANGI,GAK KETINGGALAN JAMAN ….ROMANTIS LAGI” ) YA…GAK???JADI GAK MALU-MALUIN KALAU DIAJAK JALAN.
August 12th, 2006 at 12:50 am
Nof’ gw sih pengennya jd Co Metrosexual,tapi sayangnya ………gak mampu,akhirnya gw cuma jadi Co Metromini…..hehehehe:mrgreen:
June 6th, 2007 at 3:04 pm
Hi every body!
I want to know about : Richmark inerntional LTD.Address: Akara building,24 de castro street,Wickhams cay 1,Road town,tortola,britisth virgin islands.
Could you help me?Please.
Could you tell me that?
Thank you so much.
BestRegard.
June 10th, 2007 at 11:06 am
Jadi cowok metrosex ? No no no no no no no no no no no no no no no…….
yang normal-normal aja lah…..
June 10th, 2007 at 11:10 am
coeok metrosex ? no no no no……
yang normal-normal aja lah……
June 26th, 2007 at 8:49 am
Menurut aku cowok metroseksual itu “nice to see” but not “nice to have”. Karena mereka pasti pasang standard yg tinggi untuk banyak hal.
Kalo cewe-nya “biasa2″ aja bisa cepet “out” krn sport jantung tiap hari he..he..he…. gue sih ngga nahaaan….
July 12th, 2007 at 7:36 pm
Anakku cewek , kuliah di ITB, perbandingan cowok:cewek diangkatan dia 10:1…temen2 cowok itu udah banyak yang metroseksual, dan ini bukan hanya dari kalangan “the have”. Minimal mereka telah mengenal cleansing, astringent dan segala cream ikutannya. Bahkan rajin facial.
Menurut saya ini hal wajar, karena mereka makin sadar kebersihan, kerapihan dan kesehatan…dan yang pasti makin nyaman dipandang.
Dan temen2 cewek jadi malu…jadi ikut memperhatikan penampilan juga.
January 19th, 2008 at 12:44 pm
cowok metrosexsual…..blh2 aja seh tp jng ky wanita dunk heheh..cowok metro tp yg macho dunk hiiikksss……;]
February 23rd, 2008 at 2:58 am
sebenarnya metrosexualism udah merambah ke segala lapisan
aku sebagai pelaku kerja kasar (di proyek gedung) sering perhatikan, kalo anak buahku berpenampilan “lain” ketika datang dan sesudah bekerja kasar.
April 18th, 2008 at 8:29 am
saya membaca blog ini menjadi banyak tahu…..tapi kalau mas nofie sendiri yang memang orang pinter, dapatkah mengendalikan diri sehingga tidak terlalu jauh …. dari ..nilai-nilai keimanan. Bila mungkin mohon diceritakan agar jadi pengalaman buat saya dan orang lain. Karena orang pinter, pasti teknis atau trek-trek tersendiri yang menarik untuk disimak. Mohon maaf bila ada hal-hal yang tidak berkenan,Terima kasih
November 14th, 2008 at 6:47 pm
Pada intinya Metroseksual tergantung dari isi dompetnya…biasanya gaji yahhh paling dikit 10-15 jtperbulan..coba deh, seganteng apapun kalo ndak ada duit dia tidak bisa jadi metro apalagi beli baju merek yang mahal mahal buat makan aja susah beli celana jeans baru di pasar aja udah puas….
April 28th, 2009 at 5:34 pm
Khidupan saya shari2 dJkt bisa dibilang sesuai dgn yg dtulis d atas “Metrosexsual”, fancy clothes, shoes, watch, perfume, body building, dll….tp saya pribadi pikir itu bukan hal yg luarbiasa ato bahan utk djadikan pencapaian….rasanya tdk brbeda dgn yg biasa2 saja…lbh baik wajar2 saja dlm keseharian tp bersih itu dah lbh dr cukup…
September 23rd, 2009 at 12:03 am
There sure are a lot of metrosexual in our society, i think it’s because hetero guys noticed how much women liked well dressed people, like in the gay community. I think it’s the reaction to something they though was a better way to dress, always hungry to look better and be liked. Will it work, ohhh i don’t know, but everyone has it’s style! Great food for though.