John D Rockefeller

April 16th, 2005 | Personal

Salah satu filantrofis yang cukup terkenal adalah John D. Rockefeller. Dialah industriawan terkaya yang memiliki pengaruh cukup besar di masanya hingga sekarang. Jika dibandingkan dengan tingkat inflasi dan daya beli, kekayaan yang dimiliki Bill Gates hanya berada tiga tingkat dibawahnya.

Tanpa kontribusinya melalui Rockefeller Foundation yang ia dirikan bersama keluarganya, mungkin PBB akan sulit terwujud. Dana awal operasional dan lahan tempat berdirinya Markas Besar PBB tak lain tak bukan adalah hasil sumbangsih Rockefeller Foundation.

Berbicara tentang PBB, rasanya sulit membayangkan adanya perdamaian dunia tanpa keberadaan organisasi tersebut. Dunia nampaknya akan sulit melewati perang dingin Amerika versus Rusia tanpa mengakibatkan pertumpahan darah. Ancaman perang nuklir yang menebar ketakutan di seantero dunia akhirnya dapat diganti dengan diplomasi.

Masih tentang PBB, terlepas dari integritas dan independensinya saat ini, tetap merupakan organisasi dunia yang banyak memberikan kontribusi bagi kesejahteraan umat manusia melalui program-programnya. Pemberantasan penyakit cacar, yang menjadi salah satu bukti kemenangan manusia terhadap penyakit, adalah produk dari program kerja PBB. Pengiriman pasukan perdamaian, restorasi Candi Borobudur, hingga restorasi Angkor Watt, juga tak lepas dari peran PBB.

UNESCO, UNICEF, dan WHO, terbukti juga banyak berperan dalam peningkatan kualitas hidup umat manusia, terutama di negara-negara dunia ketiga. Dan mungkin saja, orang-orang penerima bantuan itu, tak akan pernah mengetahui dan mengenal siapa itu John D. Rockefeller. Sampai akhir hidupnya, Rockefeller “hanya” menyisakan sekitar US$ 25 juta saja untuk dirinya sendiri.

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

  1. Dugaan Korupsi Yayasan Soeharto » Nofie Iman
  2. Comments

  3. P&D

    Usaha apa saja sih yang dilakoni oleh om Rockefeller ini? Kok bisa sampai tajir gitu loh..

  4. Nofie

    John Rockefeller ini pengusaha minyak (dan kereta api juga kalo gak salah) terbesar di Amerika. Beliau dulu membangun imperium bisnis kilang minyak bernama Standard Oil. Standard Oil Company didirikan tahun 1870. Tetapi masyarakat kemudian menuntut agar Standard dipecah agar tidak ada monopoli harga BBM. Tahun 1890 keluar Sherman Antitrust Act yang memecah Standard menjadi 135 perusahaan baru dan pengelolaannya diserahkan pada masing-masing negara bagian.

    Namun yang terjadi justru harga niak menjadi 40% akibat perusahaan pecahan tersebut tidak mampu menahan tingginya biaya operasional. Untuk menutup kerugian, pada tahun 1911 keluar Clayton Federal Trade Commision Act yang menghapus kebijakan memecah Standard. Inilah yang kemudian menjadi awal mula merger dan akuisisi di dunia bisnis perminyakan. Jersey Standard Oil bergabung dengan Vacuum Oil membentuk Exxon Oil. Socony Oil juga membeli beberapa anak perusahaan Vacuum dan mengubah nama menjadi Mobil Oil. Exxon Oil dan Mobil Oil kemudian merger dan menjadi pemain terbesar di bisnis ini.

    Saat ini, perusahaan minyak besar dunia adalah Exxon Mobile (Amerika, yang merupakan gabungan dari pecahan Standard Oil tadi), BP/British Petroleum (patungan Amerika dan Kanada), Shell (Belanda), Chevron Texaco (yang barusan membeli Unocal), dan Totalfina Elf (Perancis).

    Pertamina? Wah, maaf, masih jauh dari daftar, tuh. :D

  5. Helix

    Hanya mau menambahkan info. Awalnya, Rockefeller memiliki hak paten sekaligus bisnis tanki untuk mengangkut minyak dari kilang ke tempat pengolahan dan dari tempat pengolahan ke jalur distribusi. Karena hanya dia yang memiliki hak paten tanki tersebut, maka hanya dia yang memiliki bisnis tersebut dan praktis seluruh usaha pertambangan minyak di AS kala itu menggunakan jasa perusahaannya. Lalu Rockefeller menaikkan biaya jasa sehingga banyak perusahaan tambang minyak yang bangkrut/tidak mampu memenuhi biaya pengangkutan. Akhirnya hampir seluruh usaha pertambangan minyak di AS dimiliki oleh Rockefeller. Maklum pada masa itu belum ada UU Anti Monopoli di AS. Selanjutnya untuk mendukung seluruh usahanya itu, Rockefeller mendirikan bank yang kemudian diakuisi oleh pemerintah AS dan menjadi Bank Sentral pemerintah AS. Jadi tidak heran kalau dia memiliki kekayaan yang sangat besar. Memang pada abad 19 hingga awal 20, negara AS belum banyak aturan yang mengikat seperti sekarang ini.

Looking forward to hear your thoughts.