Soal Riba
May 31st, 2005 | BusinessRiba, tidak hanya dilarang dalam Islam, tetapi juga dalam agama-agama samawi seperti Yahudi, Nasrani, dan sebagainya.
Eropa abad pertengahan pernah melarang sistem riba ini. Pelarangan dilakukan oleh gereja. Christianity waktu itu memang mengharamkan riba, istilahnya usury church. Tetapi pelarangan itu akhirnya terhenti saat terjadi peperangan antar kerajaan. Kerajaan-kerajaan di Eropa butuh back-up dana yang lumayan besar berupa loan dari masyarakat. Langkah ini diambil setelah upaya menaikkan pajak gagal dan justru menghancurkan ekonomi masing-masing pihak.
Loan itulah yang kemudian memunculkan sistem perbankan di Italia yang waktu itu masih terpecah menjadi beberapa kerajaan yang saling berperang. Muncullah dinasti de Medici yang kemudian menjadi bankir terbesar di dunia pada masanya. Atas pengaruh politik keluarga ini, riba dan perbankan menjadi hal yang lumrah dan berkembang di Eropa.
Bankir Yahudi yang semula bergerak di bawah tanah dan berbisnis secara sembunyi-sembunyi, muncul ke permukaan dan melakukan usahanya secara terang-terangan. De Medici pernah dua kali diusir dari Florence. Setelah keruntuhannya, muncul kemudian dinasti Rothschild yang menjadi kekuatan bankir terbesar di Eropa.



Comments
June 1st, 2005 at 9:08 pm
hmmm… kemaren barusan ngobrol2 soal riba n bisnis perbankan di dunia ini. ternyata hal macem gini tuh masih jadi kontroversi yang susah dicari titik temunya. Terutama di dunia Islam. Bahkan diantara para “ulama” muslim pun perbedaan pendapat soal ini masih “belum” ada batas2 riil antara riba dan keuntungan halal.
barangkali ada yang tau resource di *net yang jelasin soal ini dengan obyektif dan jujur ???
gimana bang nofie ?
June 2nd, 2005 at 7:37 am
Beres. Insya Allah nanti akan saya tulis deh lebih lengkap tentang itu. Tungguin aja. :D
June 2nd, 2005 at 2:16 pm
Saya tunggu mas ulasanya… ;)