Kultus dan Penghambaan

June 18th, 2005 | Islam

Rasulullah pernah mewanti-wanti agar penampilan beliau secara fisik tidak usah dilukiskan. Hanya perilaku beliau saja yang boleh disebarluaskan. Di buku-buku cerita anak-anak sosok beliau digambarkan oleh sebuah lingkaran putih bertuliskan “Muhammad” dalam abjad Arab. Masuk akal memang. Penggambaran fisik hanya akan menimbulkan hal-hal seperti penyembahan pada manusia yang menjurus pada pemribadian Tuhan ataupun penghambaan dalam bentuk lain yang sangat tidak perlu sebenarnya.

Tapi toh dengan wanti-wanti itu pun tetap saja (sebagian) umatnya meniru beliau secara fisik. Janggut yang dipanjangkan, penutup kepala yang selalu menemani, serta celana yang kecongklangan. Betul-betul mislokasi. Bukan itu. Bukan bentuk badan beliau, bukan penampilan beliau, bukan pula gaya berpakaian beliau. Tirulah akhlaknya, santunnya, arif dan bijaksananya, juga senyumnya yang hangat dan menyejukkan hati. Itulah yang diharapkan oleh Rasul sebetulnya.

Possibly Related:

  • No related posts

Trackbacks/Pings

    Comments

  1. Aldi

    CMIIW, Bukannya jangut yang dipanjangkan itu ada dalam hadist ya?

  2. alarix

    memang benar Man meniru akhlak dan aqidahnya lebih penting daripada penampilan, tapi nggak salah kalo meniru penampilan juga :), seorang penggemar pasti akan sedikit atau banyak meniru idolanya, bukan begitu? :)

    #1 iya ada dalam hadits, kalo nggak salah dulu ceritanya untuk membedakan antara kafir sama muslim waktu perang.

  3. Nofie

    Sekarang udah bukan jaman perang lagi kan? :D Kalau saya sih alasan pragmatis saja. Jenggot yang terlalu panjang justru kurang rapi. Dan bukankah menjaga kebersihan (dan kerapihan) adalah sebagian dari iman?

  4. Hendri S

    Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh
    Mas Iman, saya sepakat dengan sebagian pendapat mas Iman pada tulisan ini. Hanya saja ada beberapa poin yang perlu dikoreksi. Begini mas, kita sebagai muslim meyakini bahwa Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam adalah sebaik-sebaik teladan, oleh karena itu semua yang terdapat pada diri Rasulullah adalah teladan bagi kita. Dan mencontoh Rasulullah adalah salah satu pengaplikasian rasa cinta kita kepada beliau. Selain itu, pengaplikasian rasa cinta kita adalah dengan menjalankan semua yang telah disyariatkan oleh beliau. Janggut dan memendekkan celana sehingga di atas mata kaki (tidak ISBAL) adalah bagian dari syari’at beliau. Dan ini telah jelas dalil-dalilnya dalam nash Al-Qur’an dan Hadits. Penjelasan tentang isbal dapat dibaca di :

    http://muslim.or.id/?p=64

    dan

    http://tumpah.blogsome.com/2005/08/23/hari-gini-masih-isbal/

    Begitupun tentang janggut atau jenggot, telah jelas dalil-dalil perintahnya dari Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam. Dalam penerapannya tentu saja harus sesuai dengan proporsinya dan tidak boleh berlebihan. Misal, memendekkan celana maka cukup pas di atas mata kaki (bagi yang berat untuk setengah betis), dan begitu juga dengan jenggot jika telah lewat dari 1 genggaman maka boleh dipotong kelebihannya (dalam hal ini para ulama berbeda pendapat). Ingat mas Iman bahwa Rasulullah kita memiliki jenggot yang panjang (dan banyak hadits yang menunjukkan hal ini - Insya Allah akan saya bahas jika memiliki waktu). Demikian, mohon maaf jika ada kata-kata yang salah. Salam kenal dari saya…

  5. Nofie

    Hendri S

    Please bear in mind bahwa saya tidak menyalahkan atau mendukung mereka yang memanjangkan janggutnya dan memotong celananya di atas mata kaki. Saya menghormati pilihan masing-masing individu, selama niatnya tersebut adalah untuk mencari sujud di hadapan Allah ta’ala.

    Hanya saja, mempermasalahkan soal fisik dan appearance beliau punya beberapa “disadvantages“. Dengan menggolong-golongkan mereka yang memanjangkan janggot dan mereka yang tidak memanjangkan janggut, dengan mengelompokkan antara mereka yang memotong celananya dengan mereka yang tidak, pada akhirnya malah akan menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam.

    Apalagi, dasar yang digunakan adalah hadist, dan sebagian besar adalah dari riwayat. Kita tentu tahu bahwa ada sebagian hadist yang sahih. Tapi ada juga sebagian yang dhoif, atau bahkan palsu. Begitu pula dengan riwayat. Ada sebagian golongan yang menganggap hadist/riwayat X “lebih utama” daripada hadist/riwayat Y. Pada akhirnya, lagi-lagi soal ini akan menimbulkan pengkotak-kotakan dan perpecahan di kalangan umat Islam.

    Oleh karenanya, saya menyerukan agar (lebih baik) kita selalu meniru akhlak beliau. Anda tentu tahu bahwa Rasul adalah diibaratkan sebagai Al-Qur’an yang berjalan. Segala perilaku dan tindakan beliau adalah didasarkan pada Al-Qur’an. Dan Al-Qur’an itu sendiri (karena langsung dari Allah ta’ala), sifatnya un-debatable. Golongan A maupun golongan B akan sama-sama menganggap Al-Qur’an adalah utama. Beda halnya dengan hadist atau riwayat.

    Kalau semuanya didasarkan pada akhlak yang mulia, dan landasan hukumnya adalah Al-Qur’an yang dimaknai dan difahami secara komprehensif, saya percaya kok umat Islam akan menjadi umat yang terpandang, dimuliakan, dan tidak melulu tertindas serta terpuruk seperti sekarang.

    Saya sefaham bahwa setiap apa yang dilakukan Rasul selayaknya juga kita ikuti –walaupun tidak harus selalu dijiplak secara mentah-mentah. Perlu dilihat juga asbabul nuzul maupun situasi dan kondisi saat itu serta bagaimana korelasinya dengan masa kini. Kalau diambil mentah-mentah, ngapain Anda sekarang buka internet? Ngapain Anda naik motor/mobil? Kenapa nggak pakai unta saja? Jaman dulu belum ada internet dan kendaraan bermotor kan? :D

    Sekali lagi, adalah jauh lebih penting dan make sense untuk membiasakan diri berakhlak mulia, bersikap selalu arif dan bijaksana, daripada sekadar (maaf) meniru dan mengurusi hal-hal remeh seperti penampilan fisik.

    Anda faham kan maksud saya? :lol:

  6. hankuk

    “Hadits-Hadits Yang Mewajibkan Memelihara Janggut Atau Jambang

    Antara hadith-hadith sahih dari Nabi s.a.w yang menunjukkan wajibnya memelihara janggut dan jambang kemudian mewajibkan orang-orang lelaki beriman supaya memotong atau menipiskan misai mereka serta pengharaman dari mencukur atau memotong janggut mereka ialah:

    Abdullah bin Umar berkata : Bersabda Rasulullah s.a.w : Janganlah kamu menyerupai orang-orang Musyrikin, peliharalah janggut kamu dan tipiskanlah misai (kumis) kamu. H/R al Bukhari, Muslim dan al Baihaqi.

    Dari Abi Imamah : Bersabda Rasulullah s.a.w : Potonglah misai kamu dan peliharalah janggut kamu, tinggalkan (jangan meniru) Ahl al-Kitab. Hadith sahih, H/R Ahmad dan at Tabrani.

    Dari Aisyah berkata : Bersabda Rasulullah s.a.w : Sepuluh perkara dari fitrah (dari sunnah nabi-nabi) di antaranya ialah mencukur misai dan memelihara janggut.
    H/R Ahmad, Muslim, Abu Daud, at Turmizi, an Nasaii dan Ibn Majah.

    Apakah rapih, apakah bersih, nilai universal ini yang kadang saya juga mempertanyakan. Rapih menurut orang barat, sepertinya beda dengan orang timur, debu atau tanah memang tidak bersih namun suci. ……….., Jadi kalo kita kaitkan dengan budaya, berjanggut bukan berarti tidak rapih, atau tidak bersih. Dan toh ada baiknya kalau kita memang menunjukkan bahwa kita adalah orang islam, dengan menunjukkan nilai-nilai islam yang selalu positif bahkan jika dipandang secara universal.

  7. YtO

    Rasulullah mengajarkan kita menjadi orang ISLAM bukan orang ARAB.
    Lagipula bersihkan JIWA yang lebih penting dibanding FISIK (bukannya tidak penting) toh yang akan berpulang JIWA kita, FISIK sih masuk lubang tanah.
    Kalau bahas hadis, coba di Periksa dulu Tuh Hadis Sejalan dengan Al-Quran atau Tidak? jangan mentah mentah di terima saja. kalau Tidak patut dipertanyakan tuh.

  8. Fauzan

    Mau tau ciri2 orang islam?ada pada Rasulullah,mau tau akhlak Rasulullah,ada pada Al Qur’an,mau tau tingkah laku Rasulullah ada pada sunnahnya.
    jika memang muslim contohilah beliau, dari akhlak,tingkah laku beliau,semuanya lah!termasuk cara berpakaian(sesungguhnya itu yang membedakan Islam dengan kaum yang lain),dan jangan mengikuti hanya setengah2.kalau memang belum mampu melakukan,janganlah dijelek2kan,sesungguhnya beliau adalah sebaik2nya contoh untuk diikuti.apa yang beliau ajarkan tidak akan hilang dimakan zaman,kecuali umat islam sendiri yang menghilangkannya,naudzubillahimin dzalik!

  9. soliloqui

    sepertinya saya paham akan maksud tulisan ini..
    di sini unsur subyektifitas penulis terlalu dikepedankan, sementara anjuran untuk memelihara jenggot, tidak berisbal, yang notabene Rasulullah juga yang memerintahkan..Lalu apa kita milih2 terhadap perintah Nabi, mana yang lebih cocok buat kita mana yang tidak?
    mungkin dalam benak penulis, bisa jadi karena melihat gejala orang2 yang pake jenggot dan celana congklang yang kebetulan jarang senyum dan kurang bersosial, maka penulis mencoba menyangkal eksistensi perintah Nabi untuk berjenggot dan tidak berisbal tersebut..
    Semoga maklum adanya.

  10. Santri Abadi

    Terima kasih Tuhan,
    masih kau bangunkan aku pagi ini,
    masih kau lincahkan jariku tuk menulis.

    Siang ini aku pengin nulis, Tuhan,
    tentang tulisan orang lain,
    tentang pendapat banyak orang,
    hindarkan aku dari mencemooh, menggurui, menghujat.

    Tapi aku tdk berani, Tuhan,
    takut salah dan dikucilkan.
    aku menilai rumah dari dalam,
    aku tak tahu bentuk luarnya,
    apalagi membandingkan dengan rumah lain.

    jadi ….,
    kuputuskan untuk …….
    ndak jadi nulis.

  11. Hamba Allah

    Saya faham dengan maksud tulisan penulis. Tidak ada maksud penulis untuk milih2 perintah Rasul. Saya paham maksud penulis bahwa mengutamakan akhlak adalah lebih didahulukan dari penampilan fisik. Saya faham bahwa penulis hanya ingin mengemukakan pendapatnya, bukan menggurui.
    Namun apadaya, diantara kita umat muslim masih banyak yg terjangkiti penyakit SU’UDZON. Masih banyak diantara kita yg tidak (susah) menerima perbedaan pendapat dan ngotot pendapatnyalah yg paling benar. Masih banyak diantara kita yg emosional.
    Astaghfirrullah, semoga Engkau memaafkan hambaMu ini atas curahan hati ini.

  12. belum begitu paham dengan ISLAM:)

    Assalam….

    Teman2ku semua…(jika boleh saya menganggap anda semua teman2 saya… “amien”)…
    sebenarnya, semua yang anda ungkapkan tidaklah salah…. dan tidaklah semua juga benar…

    Perbedaan itu sangat baik sekali koq… utnuk membuat qta lebih dewasa dalam segalanya:) mungkin saya hanya menambahkan saja….. “kalau bisa d’zaman pembodohan seperti ini, teman2 semua tetap membantu DIENNULLOH utk kembali seperti d’zaman Rosullulloh SAW… masalah jenggot ataupun akhlak jangan menjadikan it sebagai suatu yang d’besar2kan dan d’perdebatkan dengan berlebihan, karena sesuatu yang terlalu berlebih itu tidaklah baik….

    Ingat teman2ku!!!! mempertahankan DIEN Islam sangatlah sulit daripada mendirikan-Nya, jadi saat inipun dan sampai akhir zaman nanti tetap saja qta harus/dan terus berjuang !!!! berjuang untuk mempertahankan DIENNULLOH ini, berjuang untuk kehidupan anak cucu qta, berjuang untuk keadilan, dan berjuang untuk melawan hawa nafsu qta….

    Jadi ap yang sudah qta lakukan untuk DIENNULLOH ini??????
    ap yang sudah teman2 korbankan untuk DIENNULLOH selain memperdebatkan antara jenggot, pakaian, dan Akhlak Rosullulloh ????
    Kembalikan saja smua kepada 4JJI dan lakukan smua untuk membesarkan nama-NYA tanpa qta terpecah belah seperti sekarang ini!!!!!
    4JJI AKBAR,,,,, 4JJI AKBAR,,,,, 4JJI AKBAR,,,,,

    Semoga qta meninggalkan dunia ini dalam keadaan seperti Nabi dan Rosul qta….
    MUHAMMAD S.A.W. “Insya4JJI” amien Ya RABB….

    Salam maaf dan cinta untuk teman2 semua….
    Wassalam…

Looking forward to hear your thoughts.