Lukman dan Anaknya

June 8th, 2005 | Islam

Suatu hari Lukman mengambil keledai dan keluar bersama anaknya. Lukman menaiki keledai. Tak lama terdengar seseorang berkomentar, “Orang tua tak tahu diri, membiarkan anaknya berjalan sementara ia enak-enak naik keledai.”

Maka Lukman turun dan mengangkat anaknya ke atas keledai. Mereka meneruskan perjalanan. Tak lama terdengar komentar lain, “Anak tak tahu diri, membiarkan orang tuanya berjalan sementara ia enak-enak naik keledai.”

Lalu Lukman ikut naik keledai, dan meneruskan perjalanan. Namun terdengar komentar lain lagi, “Orang-orang kejam, menaiki keledai malang itu berdua, padahal mereka tidak sakit dan tidak lemah.”

Akhirnya Lukman turun, dan menurunkan anaknya, dan berjalan pulang. Masih juga orang berkomentar, “Orang-orang bodoh, mereka berjalan kali padahal memiliki keledai, dan keledai itu tidak sakit dan tidak lemah.”

Moral of the story: Teruskanlah bekerja demi kepentingan mulia itu hingga selesai. Janganlah hiraukan orang lain. Janganlah dengarkan tanggapan-tanggapan mereka, tapi maafkanlah mereka. Tidak ada jalan untuk memuaskan mereka semua.

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

    Comments

  1. cengoh

    saya link ya web nya

  2. alarix

    wah kisah berhikmah nih :D

Looking forward to hear your thoughts.