Mari Berbisnis Ritel
June 14th, 2005 | BusinessUsaha ritel, sedari dulu hingga kini, tetap merupakan usaha yang menarik dan gampang-gampang susah. Gampang karena barang-barang yang dijual (umumnya) merupakan barang yang menjadi kebutuhan primer masyarakat. Susah karena persaingan yang ada sudah sedemikian luar biasa kompetitifnya.
Jujur saja, kalau Anda ingin membuka outlet kelas kecil, maka Anda bersaing dengan Indomaret, Alfa Mart, toko kelontong, dan warung-warung lain. Kalau Anda ingin bermain di kelas menengah-besar, maka Anda harus berani menahan gempuran Alfa, Makro, Hero, Giants, Carrefour, dan semacamnya.
Menurut saya pribadi, peluang yang lebih bagus justru di kelas jenis convenience store semacam Circle K dan sebangsanya. Anda hanya perlu mencari lokasi strategis di pinggir jalan raya. Pastikan lokasi Anda dekat dengan cafe, tempat billiard, diskotik, atau tempat-tempat yang lazim menjadi base camp nongkrong anak muda.
Anda tinggal memilih tempat yang tepat, lalu lakukan renovasi sedikit. Usahakan agar outlet Anda menarik dengan pencahayaan yang terang. Buka toko Anda selama 24 jam non stop. Anda mungkin hanya memerlukan dua-tiga karyawan yang bisa dibagi dalam beberapa shift. Barang yang Anda sediakan juga tak perlu terlalu banyak. Cukup siapkan minuman berenergi (misal Kratingdaeng atau Extra Joss), soft drink, cokelat, roti atau makanan ringan (bisa kering atau basah, tetapi baiknya lebih banyak jenis kering).
Kalau Anda memang berniat membuka usaha di bidang ritel, tentunya perlu dirumuskan terlebih dahulu planning yang matang. Apalagi, usaha ritel semacam ini punya banyak hal yang dapat “dimainkan”. Tentu saja dalam koridor yang benar dan legal. Misalnya, ada kecenderungan ketika memasuki outlet, orang akan selalu belok ke kanan. Hal ini bisa disiasati dengan menempatkan barang-barang yang kurang laku di barisan kanan depan. Sementara barang-barang yang laku, meski diletakkan di sudut pun tetap akan dicari.
Dan satu hal lagi, sejatinya, rahasia sukses berbisnis ritel terletak pada dua hal: manajemen persediaan dan hubungan dengan pemasok. Manajemen persediaan menjadi penting karena persediaan yang terlalu banyak menjadikan kelebihan working capital karena over-stock. Over-stock tersebut lama kelamaan akan menjadi dead-stock karena usang, kadaluwarsa, perubahan selera, atau sebab lainnya. Sementara persediaan yang terlalu sedikit justru mengakibatkan lost of opportunity atau lost of sales.
Hubungan yang baik dengan pemasok juga menjadi faktor kesuksesan usaha ritel Anda. Setidaknya mereka bisa menjamin product availability Anda. Ini terkait erat dengan manajemen persediaan seperti sudah ditulis dimuka. Selain itu, jika Anda mempunyai track record yang baik, para pemasok biasanya bersedia memberikan potongan, bonus, atau kelonggaran dalam pelunasan barang.
Comments
June 15th, 2005 at 4:43 pm
hmmm.. menarik :), tapi skr justru makin banyak cafe2 pinggir jalan
October 16th, 2006 at 2:07 pm
wah idenya menarik tuh.
btw sekarang lagi ngembangin usaha apa?
May 5th, 2008 at 7:13 pm
hmm… :)
saya baru aja belajar ritel di skulaan.. kaenya asik ya ritel? walopun pyusink.. XDXD
maybe kapan2 kita bisa sharing,, saya dah penah observ ke giant sih… :)
June 15th, 2008 at 8:27 pm
minta saran nech…………..gmn caranya ritel tradisional tetap bisa bersaing ditengah maraknya ritel modern…………….???????
post to hilmy_andonesy@yahoo.com
October 10th, 2008 at 9:36 pm
yup, bener banget. ritel merupakan dunia yang menarik. karena disana banyak variasi yang bisa kita pelajari”. hal yang penting menurut saya adalah place..place…and place.. karena tempat adalah kunci sukses dalam usaha ritel. apabila place sudah kita pegang, lalu service kita kepada pelanggan/customer kita. baik itu yang bersifat langsung dan tidak langsung. persediaan juga memegang peranan penting karena menurut saya, tanpa ada nya persediaan, kita tidak bisa berjualan. pokoknya asik dech dunia ritel itu, walaupun margin nya relatif kecil , tapi yang penting perputarannya.
November 7th, 2008 at 5:01 pm
Ritel is detail…itu kuncinya
saya tambahkan , pengelolaan ritel tidak hanya pada pengadaan barang saja tetapi berbagai aspek yang berkaitan dengan laju peningkatan sales, yaitu aspek tersebut meliputi pengelolaan sumber daya yang ada distore secara efektif dan efesien. ( sumber daya manusia, aset, marketing, operational, finance dan relationship baik external maupun internal). dan harus juga memperhatikan ” penampilan store, standar pelayanan ,kemudahan chek out dan aktivitas promosi.
January 1st, 2009 at 11:23 pm
ritel dunia yg sangat rumit banyak variabel yg mesti kelola tapi ritel tetap bisnis yg menjanjikan dengan toko kecil saja asal “paham” ngelolanya bisa jalan..selain membuat toko2 kecil kita juga bisa coba untuk distributor or supplier di daerah(luar jawa).contoh anda bisa jadi distributor untuk supermarket kelas gede or middle untuk “fresh product”(sayuran,daging,ikan,telur,buah,dll).kesempatan sangat terbuka karena biasanya supermarket gede kesulitan untuk cari supplier di daerah(luar jawa)..kebetulan saya kerja di ritel di salah satu kota di sumatera dan nanganin fresh product kita kesulitan cari supplier klo andalin barang dari pusat(jakarta)..susah karena brg biasanya fresh nya berkurang dan kena di masalah lead time nya..so bagi anda yg punya product fresh khususnya di daerah sumbar bisa kontek saya :) harga kompetitif ya …:))