Pengusaha Indonesia

June 2nd, 2005 | Uncategorized

Alkisah, tiga orang pengusaha dari Indonesia, Amerika Serikat dan Jepang datang bersamaan di gerbang akhirat. Malaikat penjaga mendatangi mereka dan berkata bahwa gerbang surga butuh perbaikan.

Sang malaikat menanyakan pada masing-masing kontraktor, sehingga Tuhan bisa memilih seorang kontraktor.

Kontraktor pertama, dari Amerika Serikat, memperkirakan biaya perbaikan gerbang surga berkisar $300. Sang malaikat menanyakan perinciannya. Si kontraktor bilang, $100 untuk bahan material, $100 untuk buruh dan $100 untuk keuntungannya.

Kontraktor kedua, dari Jepang, bilang butuh biaya $600. Dengan perincian, masing-masing $200 untuk material, buruh dan keuntungan.

Ketika si kontraktor ketiga, dari Indonesia ditanya, berapa biaya perbaikan gerbang surga, si kontraktor Indonesia berkata $5600. Sang malaikat langsung kaget dan minta perinciannya.

Si kontraktor dengan tenang mendekati malaikat dan berbisik, “Pssst.. $2.500 buat kamu, $2.500 buat aku, sisanya suruh si Jepang yang ngerjain“.

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

    Comments

  1. Zeus

    Weleh….. 5600 US dollar kedikitan :D
    Sekalian aja..10.000 :p

    Eh webnya daj aku link…

    BTW..nice website you got here :) , love the theme.

  2. fisto

    tipikal banget ya….kalo orang indonesia pasti identik dengan yang gini2…hehehe

  3. prayogo

    ANDA MAU BELI HOTEL DI BANDUNG ?
    YA,JIKA ANDA MAU INVEST HOTEL DI BANDUNG , ANDA BISA SEGERA HUBUNGI KAMI.
    TERSEDIA 6 HOTEL YANG MAU DILEPAS DI BANDUNG DENGAN HARGA PARIATIF & KOMPETITIF MULAI KISARAN 31 – 300 MiLYAR !
    TANPA PERANTARA !
    PEMINAT SERIUS HUB : 081322804338 ATAU EMAIL : info2@plasa.com

  4. meylisa

    hahaha
    ok banget ni cerita,,,
    hahaha

  5. adin

    anda mau tau kenapa org Indonesia bisa seperti itu?
    soalnya ada Biangnya…walo dah meninggal januari kemarin?
    kira2 dia nyuap Malaikat gak ya?ya jelas gak tho..walo dia punya uang Triliunan kan gak dibawa mati…seratus rupiah pun tidak..wah kasihan yach..
    (semoga kisahnya bisa jadi pelajaran bagi kita semua. Keserakahan tidak mendatangkan kebahagiaan..justru semangat memberi kepada orang lain itu yang membawa kebahagiaan..)

  6. pramafitri

    Lucu sih ceritanya hehe..emang udah sgitu jeleknya stigma org indonesia bukan cuma dihadapan bangsa lain bahkan di mata bangsa sendiri, jangankan anggota DPR, menyuap malaikat aja berani!!! gile bener.. Berat jd KPK,,, Yah kt Aa gym mulailah dari diri sendiri..

  7. armin

    “Bodoh vs Pintar” ala Om Bob Sadino

    Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan
    perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang
    bermakna.

    Demikian pula dengan sosok Bob Sadino yang ber-azzam untuk tidak membawa
    ilmu yang dimilikinya keliang kubur sebelum di ajarkan kepada anak bangsa
    ini.

    Berikut tulisan-tulisan Beliau, semoga bermanfaat.

    1. Terlalu Banyak Ide – Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin
    telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan
    orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi
    pilihan usahanya

    2. Miskin Keberanian untuk memulai – Orang “bodoh” biasanya lebih berani
    dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak
    berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya,
    orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.

    3. Telalu Pandai Menganalisis – Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar
    menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap,
    mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak
    pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

    4. Ingin Cepat Sukses – Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal
    dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya,
    orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum
    mendapatkan hasil.

    5. Tidak Berani Mimpi Besar – Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi
    sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan
    logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang
    tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

    6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi – Orang “Pintar” menganggap, untuk
    berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun
    bisa berbisnis.

    7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai – Orang “Pintar” yang hebat dalam
    analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena
    informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang
    “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

    8. Maunya Dikerjakan Sendiri – Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa
    mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya
    banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

    9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan – Orang “Pintar” menganggap
    sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang
    “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.

    10. Tidak Fokus – Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat
    dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak
    punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

    11. Tidak Peduli Konsumen – Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan
    kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga
    mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ?. Dia tahu konsumen seringkali
    lebih pintar darinya.

    12. Abaikan Kualitas -Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas
    karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan
    kualitas keliru. Sednagnkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas,
    karena sok tahu.

    13. Tidak Tuntas – Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke
    bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh”
    mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

    14. Tidak Tahu Pioritas – Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan
    dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas
    terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan
    dijadikan pioritas

    15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas – Banyak orang “Bodoh” yang hanya
    mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas,
    menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar”
    malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

    16. Menacampuradukan Keuangan – Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku
    bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

    17. Mudah Menyerah – Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu
    bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan.
    Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan
    tersebut.

    18. Melupakan Tuhan – Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih
    payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah
    sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

    19. Melupakan Keluarga – Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter
    pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin
    meguras waktu dan tenaga

    20. Berperilaku Buruk – Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang
    akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi
    membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.

Looking forward to hear your thoughts.