Soal Ngutang
June 18th, 2005 | InvestmentDalam skala ekonomi makro, utang suatu negara tidak sama dengan utang ibu-ibu arisan yang ngebon di warung tetangganya. Utang dalam konteks pemerintah adalah kekuasaan atau kedaulatan yang disebut sovereignty. Therefore, utang pemerintah akan selalu ada dan dipelihara. Yang penting, bagaimana pengendalian atas instrumen utang tersebut dan bagaimana kualitas pemerintah dalam menangani utang itu.
Hampir seluruh bangsa di dalam atmosfir bumi ini menggunakan mata uang flat. Untuk memback-up mata uang flat bisa diukur dari komitmen pemerintah dalam membayar senilai tertentu pada pemegang surat utangnya. Sebagai contoh, Federal Reserve dalam tempo satu hari setelah WTC langsung menyediakan $45 milyar untuk menjaga agar perbankan mereka tetap likuid.
Utang pemerintah adalah alat kedali moneter yang efisien. Utang akan selalu dipelihara karena memang perlu untuk menstimulasi atau merestrain ekonominya. Hampir semua negara modern punya komponen pembayaran bunga utang dalam budgetnya. Tak peduli apakah itu Amerika, Inggris, Jerman, Jepang, Cina, Korea, atau bahkan Indonesia.
Once again, yang terpenting adalah kendali.



Comments
June 18th, 2005 at 9:36 pm
Wihh serasa membaca Kompas euiii…..Btw….layoutnya keren nih….
June 18th, 2005 at 9:50 pm
jadi nggak ada negara yang nggak punya utang nof? baru tau aku :)
June 19th, 2005 at 9:05 am
sistem yang bisa lebih baik buat ngurangin hutang itu yang gimana, nof?
aku jadi kepikiran bahwa negara yang mandiri kayak China dengan kebijakan tirai bambu dan rusia dengan tirai besinya (duluuuu), itu kok kayaknya nggak terlalu rentan utk terlibat hutang dengan negara lain.
jangan dilihat pada sistem komunis yang dipakainya. tapi pada niatan untuk membatasi diri agar tidak menjadi negara pengemis.
*jadi ingat kalo sekarang di aceh malah gencar pelatihan proposal buat merengek bantuan luar :( *
June 20th, 2005 at 2:27 pm
Nanti insya Allah saya nulis lagi tentang utang dan Uni Sovyet. Mungkin menarik juga diangkat jadi topik baru.
March 3rd, 2007 at 6:41 pm
Mas Nof…
Kalau enggak salah Indo waktu jaman ORLA khan enggak punya utang ?
Benar enggak yah ?