Apa Ruginya Mencoba Tidak Membajak?

September 3rd, 2005 | Technology

Di samping komputer desktop untuk pekerjaan harian, saya ada notebook mungil Toshiba Portege A200 yang memang digunakan untuk keperluan tertentu yang sifatnya mobile atau situasional. Di dalamnya sudah terinstal sistem operasi Windows XP dan paket Microsoft Office.

Karena memang iseng, timbul pertanyaan, “Bisa nggak ya notebook ini bebas dari barang bajakan?”. Setelah surfing dan cari info sana-sini, akhirnya memang terbukti bisa! Kecuali aplikasi bawaaan vendor (Windows XP dan Microsoft Office), notebook tersebut diisi dengan aplikasi-aplikasi yang sifatnya free atau open source.

Untuk melengkapi (dan bersiap mengganti) Microsoft Office, saya gunakan OpenOffice.org versi 2.0 beta. Guna keperluan office dasar, aplikasi ini boleh dibilang mumpuni. Namun, karena saya sering juga menggunakan macro atau formula matematis di Excel, entah mengapa proses integrasinya masih sering bermasalah. Tapi selebihnya, OpenOffice.org boleh dibilang jagoan yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Sementara dua produk dari Mozilla, Firefox dan Thunderbird, saya gunakan untuk browsing dan email client. Selain itu, saya juga menginstal Filezilla untuk keperluan FTP dan Leechget sebagai download manager. Kalau perlu instant messaging, saya pakai Trillian atau Yahoo! Messenger.

Untuk keperluan membaca file PDF, saya gunakan Adobe Acrobat Reader atau Foxit Reader yang jauh lebih ringan. Untuk membuat file PDF, saya gunakan PDF Creator yang saya temukan dari Sourceforge. Sedangkan untuk archiving, saya gunakan IZArc dan WinRAR.

Selain itu, Paint.Net saya pilih sebagai pengganti Adobe Photoshop. Memang, fitur, plugin, filter, dan semacamnya masih kalah jauh dengan Photoshop. Namun untuk keperluan “biasa-biasa” saja, Paint.Net sudah lebih dari cukup. Ada pula software alternatif lain seperti PhotoPlus, tapi karena belum sempat saya coba, jadi saya belum bisa kasih komentar. Sayang, saya belum sempat coba Gimp for Windows. Untuk mengganti ACDSee, saya gunakan XNView atau Picasa.

Saya juga menginstal AVG, Avast, Free Antivirus, atau BitDefender untuk melindungi notebook ini. Tak lupa juga saya pasang Trojan Remover dan Rootkit Scanner sebagai pelengkap. Empty Temp Folders dan CC Cleaner juga saya instal sebagai ”cleaning service” untuk notebook ini.

Oke, mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan. Kebutuhan saya dalam komputasi juga tak terlalu njlimet-njlimet amat. Jadi, program-program yang saya tulis di atas juga program yang “aneh-aneh”. Monggo sekiranya ada yang mau menambahkan. Tapi sekedar untuk referensi, mungkin ada baiknya kunjungi beberapa link berikut ini:

Mungkin muncul pertanyaan, kenapa nggak pakai Linux saja? Hmm.. Maaf, tapi mungkin GNU/Linux belum bisa cukup memuaskan saya. No, don’t get me wrong. Sejak 3-4 tahun yang lalu, saya sudah bermain-main dengan Linux dan BSD. Percobaan saya dimulai dengan RedHat 6.2, lalu naik ke RedHat 7.3, kemudian sempat juga Mandrake 8.1, FreeBSD 4.8, hingga SuSE 9.3, FreeBSD 5.2. Itu belum termasuk distro-distro “iseng” seperti Knoppix, Xandros, Lycoris, FreeSBIE, SimplyMEPIS, Games Knoppix, dan semacamnya.

Linux memang bagus, tapi rasanya belum pas saja buat saya. Kita belum bisa cut-copy-paste seenaknya di Linux. Kita juga perlu compile kernel agar Linux bekerja dengan lebih “pas”. Kompatibilitas dengan hardware juga belum sempurna (meski sekarang memang sudah menuju ke arah itu). Selain itu, saya juga belum mendapatkan pengganti Excel yang betul-betul mumpuni. Subyektif memang. Tapi setelah rilis kernel versi 3.X atau SuSE versi 12.X, I’ll give it a try. :)

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

    Comments

  1. blurbb

    Bagus mas tipsnya. Sayang baru ketemu sekarang. Padahal lagi marak2nya soal pembajakan dan sweeping. repotnya lagi, tak cuma kantoran, orang rumahan juga suka kena razia.

Looking forward to hear your thoughts.