Jatuhnya Mandala Airlines di Medan
September 5th, 2005 | News
Pagi tadi, 5 September 2005, Boeing 737-230 berkode PK-RIM/22136 dengan mesin JT8D-15, gagal melakukan take-off dengan mulus. Tak sampai satu kilometer sejak lepas landas, pesawat secara tiba-tiba oleng, lalu jatuh di pemukiman dan jalan tak jauh dari bandara Polonia. Dari berita, yang tersirat adalah pesawat tidak mampu mengangkat ke atas dan akhirnya jatuh. Mungkin prosesnya mirip dengan A340 yang melakukan demo flight itu. Sampai saat ini berita tentang berapa banyak korban yang jatuh masih simpang siur. Tapi dari berita yang saya amati, musibah ini jelas sungguh luar biasa hebatnya.
Memang belum ada konfirmasi resmi dari pihak Mandala Airlines tentang penyebab utama kecelakaan ini. Saya pribadi menduga akibat engine failed. Kecurigaan saya kedua ada pada kelebihan muatan dengan adanya muatan “tersembunyi” sehingga titik yang terhitung bukan bobot aktual di pesawat. Apalagi pesawat dalam keadaan full house, dengan penumpang 112 dari maksimal 120. Konon katanya, pesawat ini bisa mendarat mulus di MES dengan baik, tetapi ketika take-off kembali bermasalah. Padahal pesawat ini baru keluar C-check dan dilakukan pengerjaan modifikasi lap joint sesuai FAA AD.
Well, saya memang belum berani berasumsi dan berpendapat yang aneh-aneh. Baiknya mungkin kita tunggu saja kesimpulan resmi dari observasi tim KNKT. Mudah-mudahan black-box pesawat bisa segera ditemukan. Jangan sampai justru dijarah masyarakat karena dikira souvenir.
Tapi memang benar bahwa deregulasi penerbangan Indonesia membawa industri ini menuju red ocean yang sengit dan berdarah. Apa yang saya takutkan adalah apablia harga tiket yang murah harus dikorbankan dengan airworthiness. Barusan saya baca di BBC News, tertulis bahwa, “Mandala is largely owned by Indonesia’s military, and has been forced to cut prices in recent years to stave off losses.” Mengerikan memang.
Sebagai gambaran, dari situs www.disaster.com, pada tahun 2005 ini telah terjadi 20 kecelakaan pesawat komersial, belum terhitung helikopter dan pesawat pribadi yang jatuh. Data tersebut memang belum diupdate dengan kejadian Mandala ini. Di dalam data tersebut hanya 3 pesawat 737 (hanya dua 737-200). Sementara di tahun 2004, hanya 2 kejadian untuk 737 (satu 737-200 dan satu 737-300).
Bicara soal bisnis, sebenarnya tidak ada masalah dengan ide low-cost carrier atau budget airlines. Di Eropa atau Amerika, EasyJet, Ryan Air, Southwest, dan semacamnya terbukti handal dari segi safety. Namun, beberapa kecelakaan major dan minor yang terjadi di Indonesia belakangan ini justru menimpa pesawat yang dioperasikan low-cost airlines. Orang kemudian membentuk opini bahwa harga tidak menipu, meski musibah sebenarnya bisa menimpa siapa saja.
Oh iya, pesawat ini pertama kali dimiliki Lufthansa dengan nomer REG D-ABHK sejak tanggal 11 Agustus 1981, kemudian diambil alih Tunisair dengan nomer REG TF-ABHK pada tanggal 29 April 1994, namun dikembalikan lagi ke Lufthansa pada tanggal 21 Oktober 1994. Satu bulan kemudian, 24 November 1994, Mandala Airlines mengambil alih pesawat ini dengan label REG PK-RIM. Total jam terbang pesawat ini terhitung mencapai lebih dari 50.000 jam. Foto diatas diambil di Soekarno-Hatta, 7 September 2003 lampau.
Akhir kata, mudah-mudahan saja insan dirgantara khususnya, dan kita semua pada umumnya, bisa banyak belajar dari musibah ini. Amin.



September 7th, 2005 at 5:00 pm
January 3rd, 2007 at 3:47 pm
Comments
December 3rd, 2006 at 9:33 pm
:twisted:Bagaimana tidak pesawatnya jatuh. Pilotnya aja terbang sambil kawin sama pramugarinya, Terus pilotnya lupa pake kondom. Dianya cepat-cepat mau turun kayak penisnya lho. Tapi jatuh juga deh penisnya kayak pesawatnya. Kasihan banyak yang mati. Harapan pilotnya sih mau memenuhi keluarga berencana cukup 2 anak eh malah mengurangi penduduknya. Kayaknya, kalau mau terbang, pilot harus ditanyai dulu: Sudah selesai kawin belum?, kalau dia jawab,”iya”. Boleh menerbangkan pesawatnya. Kalau Belum ya, suruh kawin dulu didarat, jangan diudara. Kalau di udara, jangan lupa bawa kondomnya ya. Pake rasa stawberi aja. Biar vaginanya ngak ngerasain urinnya pilot.