Masih Soal BBM
October 26th, 2005 | EconomicsBeberapa waktu lalu, Presiden Burundi menyerukan pejabat di jajaran pemerintahannya untuk mengurangi pengeluaran negara yang bukan merupakan kebutuhan pokok. Mobil-mobil mewah sekelas Toyota Land Cruiser Prados akan dihentikan. Kalaupun telanjur memesan, mobil-mobil tersebut akan dilelang kembali.
Mereka berasumsi, sebuah Prados menghabiskan 118 liter jika diisi penuh. Dua mobil dengan tangki penuh akan sama dengan gaji satu orang menteri sebesar US$ 313 (setara Rp 3,2 juta). Pengeluaran yang sia-sia itu rencananya akan dialokasikan ke bidang-bidang yang lebih tepat sasaran.
Jika sebelumnya pemerintah Burundi mengalokasikan US$47.000 - US$70.000 (Rp 486 juta - Rp 724 juta) untuk mobil yang digunakan para pejabat negaranya, kini mereka memotong hingga US$8.000 - US$10.000 (setara Rp 82 juta - Rp 103 juta) per mobil. Itu belum termasuk pembatasan kunjungan kenegaraan yang tidak penting, kecuali yang benar-benar mendesak dan menghasilkan keuntungan bagi negara saja.
Itu hanya sepotong cerita dari Burundi, negara somewhere di benua Afrika, yang baru sembuh dari perang saudara dan melumpuhkan perdagangan kopi yang menjadi komoditas utama mereka.
Kalau Anda pernah main-main ke buildingnya Microsoft, mereka juga punya tempat parkir yang diberikan khusus buat mobil-mobil yang mau car pool. Biasanya space tersebut sangat mudah didapatkan dibandingkan parkir biasa dimana kita harus bertempur karena siapa yang duluan dia yang akan mendapatkan. Dengan adanya parkir car pool semacam ini, kalau kita butuh tebengan, tinggal tunggu di sana dan tanyakan mereka mau lewat mana.
Pada banyak perusahaan di Amerika, juga turut aktif dalam membantu penghematan energi. Mereka memberi bantuan dalam membayar karcis bulanan angkutan umum. Kita bisa mendapatkan diskon kalau mau naik kendaraan umum alih-alih menggunakan mobil pribadi.
Yang juga tidak kalah pentingnya, mereka juga mulai menggalakkan penggunaan sepeda. Misalnya, beberapa kali dalam sebulan mereka menggelar gerakan kampanye untuk memakai sepeda ke kantor. Lucunya, di antara mereka banyak teknokrat India dengan penghasilan di atas US$ 100 ribu tetapi masih mau menggunakan sepeda. Salut. Sementara di Indonesia, gaji separuhnya saja mungkin sudah pakai Mercedes atau BMW.



April 26th, 2007 at 7:24 am
Comments
October 26th, 2005 at 7:13 pm
Rakyat kecil di iming-imingin Dana Konpensasi BBM sebesar 300rb bagi yang tidak mampu, tapi DPR nya mendapat 10juta … wahahaha ..
Kalo istilah wong jowo (orang jawa) “Menthung mburi” !!