Playboy Indonesia dan Uncontested Market Space
February 11th, 2006 | NewsSejak SIUPP tahun 1999 dicabut, dunia penerbitan Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat luar biasa. Sebagai gambaran, total tiras koran nasional melejit hingga di atas angka 16 juta. Beberapa di antara pemainnya menuai sukses dan meraih keuntungan yang cukup signifikan. Akan tetapi beberapa yang lain terpaksa “membredel” dirinya sendiri karena gagal memetik peluang dan memanfaatkan momentum yang ada.
Di Indonesia, wacana tentang penerbitan Majalah Playboy edisi Indonesia baru-baru ini mengemuka. Kendati belum benar-benar terbit dan beredar, wacana tersebut telah menuai protes kalangan agamawan, mahasiswa, cendekiawan, serta LSM. Pihak penerbit tetap bersikukuh akan membawa majalah setebal 180-200 halaman tersebut ke pasaran pada tahun ini. Tentunya dengan beberapa “penyesuaian” agar tetap sejalan dengan budaya Indonesia. Pihak penerbit juga mengklaim tidak akan memuat foto (maaf) bugil dan akan lebih mengedepankan kualitas editorial.
Di negeri asalnya, Playboy memang memiliki reputasi yang cukup lumayan. Selain menguasai pasar khusus pria dewasa, brand Playboy merupakan jaminan untuk mendapatkan sumber berita yang sulit diperoleh media penerbitan lain. Konon, dengan nama besar tersebut, Playboy bisa menembus akses terhadap tokoh-tokoh seperti Osama bin Laden –yang bahkan untouchable bagi media sekelas Time atau New York Times.
Bicara soal bisnis, dunia penerbitan Indonesia merupakan red ocean yang penuh sesak oleh pesaing dengan tingkat kompetisi yang sangat tinggi. Majalah non-porno telah dikuasai oleh pemain-pemain lama seperti Tempo dan Gatra. Sementara bidang-bidang seperti hukum, politik, ekonomi/bisnis, pertanian, keluarga, hingga kesehatan telah disesaki oleh berbagai merek yang lain. Majalah “semi-porno” pun juga telah dikuasai banyak pemain, baik lokal maupun franchise dari luar negeri.
Membaca peta persaingan yang sedemikian overcrowded, sulit bagi Playboy untuk menempatkan diri sebagai majalah yang “sarat dengan sopan santun.” Dengan memasuki pasar non-porno atau “semi-porno”, Playboy akan menghadapi persaingan yang berdarah-darah. Kendati telah memiliki nama besar di bidangnya, Playboy tetap akan sulit meraih keuntungan yang optimal sembari tetap menjaga pertumbuhan.
Akan tetapi, dengan memasuki pasar majalah porno, Playboy akan memasuki blue ocean dan membentuk pasar yang uncontested dengan persaingan yang tidak lagi relevan. Dengan memasuki wilayah tersebut, Playboy akan bisa menyikapi persaingan melalui cara-cara yang lebih smart dan “responsible.” Imbasnya, opportunity maximizing maupun risk minimizing tetap bisa berjalan secara beriringan.
Pada pasar persaingan yang (hampir) sempurna, kompetisi adalah hal yang lumrah dan memicu adanya kreativitas untuk penciptaan produk maupun jasa yang lebih baik (murah) bagi konsumen. Sayangnya, tekanan kompetisi yang sangat kuat seringkali mendorong pebisnis untuk menembus koridor-koridor moral dan etika. Jika sudah demikian, isu yang relevan bukan lagi soal hitung-hitungan bisnis, melainkan soal moral dan pendidikan. Bagi sebagian kalangan, isu demikian memang kuno, konservatif, dan tradisional. Akan tetapi bagi mereka yang berprofesi sebagai orang tua, wacana tersebut akan menimbulkan kekuatiran yang mahabesar.
Kompetisi memang mendorong kreativitas. Pada akhirnya, konsumen akan selalu diuntungkan. Hanya saja, batasan etika dan moral selayaknya tetap dicamkan agar tidak hanya menguntungkan sebagian kalangan (pebisnis) dan menghancurkan sebagian besar yang lain (masyarakat).



Comments
February 11th, 2006 at 3:45 pm
dan kita lihat saja bagaimana kiprah majalah itu nantinya karena hanya respon bagus dari pasar yg bisa membuat dia bertahan :wink:
February 11th, 2006 at 4:02 pm
menurut ane, bagaimanapun playboy hidup dengan uang dan dibuat untuk menghasilkan uang. Dengan begitu mereka kuat.
namun ane harap pemerintah dan para ulama tegas terhadap media seperti ini, bukan untuk apa , yg jelas media ini lebih banyak mudharatnya di banding manfaatnya.
kemudian juga saya berharap( sekali lagi) agar RUU pornoaksi dan pornografi segera kelar dan jelas serta tegas!
February 16th, 2006 at 8:45 am
mungkin juga ini cuma cara untuk mengalihkan perhatian mahasiswa khususnya untuk tidak mengungkit masalah BBM atau naiknya TDL,mending nuntut harga BBM atau TDL turun yg lebih kerasa buat masyarakat:cool:
February 19th, 2006 at 10:54 am
Wah..dalam rangka menguatkan wacana orang Indonesia, mengapa sih yang tampil Play Boy? Mereka kan udah punya Goodwill yang tidak cocok bagi bangsa Indonesia (lepas dari klan agama). Itu yang setuju Play Boy, di kasih buku sekolahan/ kuliahan aja. Klo bosen, mumet and bludreq tandanya (dari sekian tanda2) mereka emang suka yang gituan. Kasihan para orang tua, ulama semua agama, polisi dan “LSM” anti kemesuman. Kita ini calon Orang tua. wajar klo ikut anti Play Boy (klo iseng, liat aja di internet sampai muntah karena muak saking banyaknya). Bener gak coi?
February 25th, 2006 at 11:25 am
:grin::grin::grin:
positif and negative pada penempatannya saja,,,,
March 9th, 2006 at 1:42 pm
:shock:
skrg bnyk bocoran2 di milis, ttg gmana playboy indonesia bakal tampil
dan se jauh ini isinya ya sama aja kayak playboy edisi luar
mo bilang disesuaiin ma budaya timur kek
ato apalah kilah org2 playboy
selamanya gua ga percaya klo majalah porno ga ngeluarin pornografi…
ya banyak org indonesia dah rusak akhlaknya gara2 porna-porni
apa skrg mo dibikin legal perusak akhlak bangsa ini???
:mad:
March 10th, 2006 at 10:38 pm
ada banyak orang yang mengatakan bahwa kebudayaan yang merusak akhlak seperti ornop itu di bilang sebuahseni,bugil dibilang sebuah seni bahkan goyangan yang memperaktekan BBO juga dibilang seni kini majalah playboy pun dibilang seni apa tidak sadar bahwa itu tidak lebih dari sekedar air seni dasar dah rusak tambah rusak azeeeeeeeeeeeee… sadar enggak sih bahwa kita ada pada zaman yang seperti lautan kebudayaan apa mau ditambah lagi dengan kotoran biar airnya keruh dan bau. bagaimana Rahmat Allah akan datang pada negeri kita kalo kita sebagai Umat muslim tidak selalu berbuat aniaya pada diri sendiri selalu berbuat maksiat bangga lagi dengan kemaksiannya, CAUUUUUUUUUR.
March 14th, 2006 at 3:28 am
humm bung nofie sebenarnya sedang membahas majalah playboy dari segi penetrasi bisnis dan bagaimana kehebohan yang ditimbulkan majalah ini malah akan menjadi iklan gratis buat mereka, bener ngga tuh bung? lah kenapa ini komentarnya nyangkut ke moral, agama, dsb:neutral:. Satu pertanyaan buat anda semua, berapa banyak sih dari anda yang ga akan tergoda barang secuil pun untuk ngintip isi majalah itu? marilah kita bercermin..:wink:
March 15th, 2006 at 1:57 pm
sekarang kita lihat dulu diamerka majalah playboy saja dijual secara agen resmi n tertutuptaoi mengapa ko di indonesia malah terbuka begitu saja harusnya kita ermati dulu dong
March 15th, 2006 at 2:06 pm
:twisted::roll::sad::neutral::twisted::shock:
April 3rd, 2006 at 4:16 am
belinya dimana buruan keluarin dong….gw pasti jd pelanggan pertama
April 8th, 2006 at 11:08 am
wah…. saya kurang setuju tu….
soalnya ntar watak warga indonesia ………..g kebayang!
smoga ujian ini menjadikan indonesia tambah maju!!!!!!!:cry: :lol: :twisted: smoga sby memutuskan yg baik:razz::wink:
April 15th, 2006 at 2:25 pm
indonesia emang kalah dan bertekuk lutut diobok2 gaya dan produk amerika yang bikin rusak
- world bank maksa pemerintah untuk ngutang, dan pemerintah oke dan malah ketakutan kalau gak terima
- playboy memaksakan diri terbit dengan edisi promosi ’sopan’ nya, lama2 jualan ‘narkoba’nya keluar juga. indonesia gak sanggup nolak majalah yang bermodalkan kebugilan ini. Masa kita biarkan perusahaan yg jualan narkoba masuk Indonesia, karena di Indonesia mereka ngakunya cuman jualan permen? gampangnya kita dibodohin
- Freeport mengacak2 kekayaan alam orang Papua dengan kontrak yang penuh KKN dan sulit dibuktikan. Lha wong FBI dan Mr Bush aja membunuh ibu2 dan anak tak berdosa di Irak gak ada yang bisa buktiin
- ExxonMobil dan Newmont juga mengacak2 kita
- apalagi? pokoknya indonesia bertekuk lutut dg mereka… silahkan buat daftar produk dan perusahaan2 mereka, kita jelas kalah dan menyerah?!! padahal banyak pilihan lain
- pilihan lain untuk ngutang bisa ke negara lain yang lebih banyak modal seperti arab, beli senjata bisa ke rusia. Kalau maksain beli ke amerika emang canggih tapi satu saat kita diancam2
April 19th, 2006 at 7:27 pm
gak ada playboy indonesia, sekali playboy tetap playboy yg notabene expor kebejatan Amerika, tetap mbahnya pornografi, orang kita gampang aja dibohongi .. dasar masa bodoh dan pengkhianat, gak bermoral malah senang dan bangga, harusnya malu kayak gue
May 6th, 2006 at 2:08 pm
wah, belajar “Blue Ocean Strategy” juga nih mas :)
playboy ga akan bertahan, karena blue ocean yg dia coba tap beririsan dgn hukum. Mau tetep bertahan di red ocean pun jg bakal habis tersayat2 oleh banyaknya pemain yg udah exis du Indonesia. Value innovationnya ga dihargai di Indonesia
July 18th, 2006 at 2:09 pm
:evil::evil::twisted::oops::evil::lol::mrgreen:
Playboy… asyeek euiiiy… mana liatin gue donk! jangan cuma dua gunung diatas yang bisa dilihat, kepalang basah semuanya dech… gue pengen liat semua.
Playboy indonesia kurang hot.. masih ketutup-tutup & gak ada adegan ranjang.
tapi lumayan buat sarapan. woii.. playboy, kasih tahu gue dimane belinye??? gue mau jadi agen neh!!! tapi sediain ceweknya juga yah… gue mau cobain hotnya.
Oke playbuoy… kutunggu responmu!!! seeeeeeeep dah!
July 18th, 2006 at 2:23 pm
Wahai sahabat-sahabatku pejuang kebenaran,
mari bertanya pada hati nurani! sesungguhnya yang baik itu jelas dan yang buruk itu jelas. pertarungan antara kebenaran dan kejahatan akan selalu menghias dunia.
Itulah gunanya Playboy mungkin. Orang-orang yang hidup dan membiayai hidupnya dari hasil pekerjaan membuat mercusuar iblis tersebut dijadikan Tuhan sebagai tentara iblis. yang setia mengikut jalan iblis sampai keneraka.
Tinggal bagaimana orang-orang yang mempersembahkan hidupnya untuk kebenaran, berjuang untuk melawan kejahatan iblis dan tentaranya sekuat tenaga hingga tetes darah terakhiiiiir.
Selamat berjuang tentara Tuhan! Hancurkan, luluhlantakkan, berikan rasa sakit menyayat hati sepanjang hayat para tentara iblis…!
Salam Perjuangan!
July 27th, 2007 at 10:18 am
Atukang bubur
ga cuma itu yang ngacak2 kita, ada chevron, total, dll. dan kita cuma diam sambil berharap suatu saat bisa menjadi karyawannya.,.., dengan gaji yang oleh org indonesia di bilang sangat gede, padahal dia tertawa geli, kok mau orang indo di bayar murah. terkutuk lah mereka, tuhan memberkati kita.
August 1st, 2007 at 9:37 pm
marketing adalah art and science, salah satu nya ya art dalam kamuflase… karena cenderung manusia senang sesuatu yang indah dan sesuai dengan impian, cenderung menghindarii masalah.
apa yang dilakukan oleh playboy bukan lah menjual pornografi, tapi sugesti bagi konsumen yang seneng akan impian dan keindahan, apa pun strategi yang dilakukan oleh play boy pasti telah sesuai dengan kapabilitas mereka, tinggal kita aja memilh … mau atau tidak menerima nya