Blogging itu Tidak Menguntungkan

May 30th, 2006 | Technology

Iseng-iseng saya coba kunjungi peringkat blog Indonesia ini. Surprisingly, situs saya ada di peringkat ke 7 (per 30 Mei 2006). Jujur saja, saya tidak pernah melakukan trik-trik optimasi tertentu agar situs ini nampak menarik di mata Google, Technorati, Alexa, atau mesin pencari (crawler) lainnya. Saya memang sempat belajar tentang search engine optimization (SEO) untuk mempromosikan sebuah bisnis dan mengerjakan proyek affiliate marketing. Tapi percayalah, dibandingkan website 10 besar lainnya, situs saya adalah nothing.

Well, boleh jadi ini adalah “prestasi” yang cukup membanggakan. Secara saya jarang merawat situs ini secara benar-benar maksimal, peringkat ke 7 adalah sangat bagus. Sayangnya, “prestasi” tersebut harus dibayar dengan banyaknya kerugian yang harus ditebus di sisi yang lain. Kerugian-kerugian itulah yang memaksa saya untuk menarik hipotesis bahwa blogging itu tidak menguntungkan. Apa saja kerugian-kerugian tersebut?

PR? Yes. ROI? No.

Situs web, termasuk blog, dalam ilmu marketing memang dapat digolongkan sebagai salah satu piranti untuk aktivitas public relations (PR) yang cukup ampuh dan jitu. Situs web terbukti dapat meningkatkan visibilitas dan public exposure apa yang ditampilkan/dipasarkan oleh situs tersebut. Sayangnya, return on investment (ROI) untuk blog masih sangat sulit untuk dikuantifikasi. Kalau digunakan hitung-hitungan ekonomis, membuat situs web/blog bisa dipastikan rugi dan tidak feasibel.

Opportunity Cost

Masih terkait dengan alasan tersebut di atas, aktivitas blogging memiliki opportunity cost yang relatif tinggi. Alih-alih menyibukkan diri dengan blog, melakukan aktivitas lain seperti bekerja, belajar, atau bersosialisasi dengan lingkungan, jelas memberikan keuntungan oportunitas yang lebih baik. Dengan mengorbankan diri untuk melakukan blogging, Anda akan “membayar” kerugian atas keuntungan yang sedianya bisa Anda peroleh jika Anda melakukan aktivitas lain yang jauh lebih produktif.

Pertanyaan yang Aneh

Bersiaplah untuk menghadapi pertanyaan tidak terduga dan terkesan kurang wajar. Ketika saya masih menggunakan Blogger dan forwarder dot.tk, seorang pengunjung dari Malaysia menanyakan saya secara bertubi-tubi tentang Ladya Cheryll dan profil lengkapnya. Gara-garanya, saya menulis sepotong tulisan pendek tentang film Ada Apa dengan Cinta? yang sempat booming waktu itu. Saat sekarang pun saya masih sering menerima pertanyaan “aneh” seperti, “Selamat pagi, pak. Apakah perbedaan antara quote price dan closing price dalam saham?”

Spam

Sejak memulai aktivitas blogging sekitar 2 tahun lalu di situs ini, saya baru menulis sekitar 190 posting dengan 650 lebih komentar yang terbagi dalam 13 kategori yang berbeda. Sementara itu, sejak saya mengaktifkan Akismet 2 bulan lalu, plugin tersebut mencatat telah melakukan proteksi terhadap 420 komentar spam. Sebelum Akismet saya aktifkan, setiap hari tercatat rata-rata 15 komentar dalam daftar moderasi dan 3 komentar spam yang lolos masuk. Dan yakinlah bahwa makin hari, spammer akan semakin pintar dalam menyiasati proteksi tersebut.

Competitive Advantage

Mari kita perjelas dalam bahasa yang mudah. Asumsikan Anda menjual pisang goreng. Dengan semakin banyak orang-orang di sekeliling Anda yang ikut berjualan pisang goreng, Anda dituntut untuk terus berinovasi agar tidak ditinggalkan pelanggan Anda. Apalagi target market (pasar yang membeli pisang goreng Anda) bertumbuh jauh lebih lambat dari pertumbuhan penjual pisang goreng. Hal yang sama juga berlaku dalam blog. Kalau blog Anda tidak memiliki sesuatu yang bernilai bagi pengunjung, atau tidak memiliki keunikan spesifik yang membedakan dari pemilik blog yang lain, lebih baik Anda menyerah.

Useful Tips

Dari beberapa alasan tersebut di atas, saya menyimpulkan bahwa blogging adalah proyek yang sangat tidak feasibel. Kalau pun Anda tetap ngotot mau nge-blog, maka selayaknya Anda tegaskan dulu beberapa hal berikut:

Tetapkan apa tujuan Anda melakukan blogging. Rumuskan/tuliskan dalam sebuah “blogging plan” yang jelas. Jadikan “blogging plan” tersebut sebagai acuan yang Anda pegang teguh. Siapa target audience Anda, berapa posting yang harus Anda buat per minggu, berapa biaya yang dialokasikan, dan seterusnya harus dipaparkan secara rinci.

Siapkan initial investment dan estimasi budget yang jelas. Memang benar, biaya domain dan hosting sudah sedemikian murahnya. Begitu pula dengan biaya akses internet. Akan tetapi, biaya dan opportunity cost yang harus Anda bayar itu selalu ada. Dan ketika blog Anda kian populer, ingatlah bahwa Anda harus menyiapkan dana tambahan untuk menambah bandwidth atau upgrade fitur hosting Anda.

Imbangi dengan aktivitas yang menambah nilai dan menguntungkan. Jangan melulu jadikan blog sebagai cost center semata. Misalnya, cara yang paling banyak ditempuh adalah melalui Google Adsense dan sponsorship. Cara lain, misalnya, bisa ditempuh dengan berjualan atau menawarkan jasa tertentu. Saya pernah melakukannya dan lumayan bisa meng-cover hosting fee itu sendiri.

Lakukan subsidi silang. Saya yakin banyak dari Anda yang memiliki lebih dari 1 situs/blog. Pastinya ada satu blog yang Anda fokuskan untuk tujuan tertentu dan blog yang lain difokuskan untuk tujuan yang lain. Bisa jadi satu blog hanya digunakan secara personal/sosial/non-profit, tetapi blog yang lain bisa dikelola sebagai profit center atau investment center yang menguntungkan.

Tanpa menyiasati dengan hal-hal semacam ini, blogging tetap merupakan aktivitas yang tidak menguntungkan.

Percayalah. :P

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

  1. mysyam’s day » Blogging
  2. matriphe! personal weblog
  3. Comments

  4. Oskar Syahbana

    Wuah udah lama ga kesini. Banyak juga yang berubah ya :D. Hihihi, menarik juga nih tulisan tentang untung-rugi blogging. Kalo saya sendiri sih ya untuk memfasilitasi hobi. Hobinya memang kebetulan menulis dan membaca (kok kayak anak SD yah hehehe)

  5. Koen

    Satu lagi. Apakah membaca weblog juga tidak menguntungkan?
    Dijawab yaa.

  6. Nofie

    Koen
    Kalau sekedar membaca blog, saya rasa masih menguntungkan.
    Walaupun, tergantung blog macam apa yang dibaca. :wink:
    Tapi, blog Anda salah satu blog yang wajib untuk dibaca kok. :lol:

  7. cindymon

    saya kira ada hal yang tidak selalu bisa dianalisis secara empiris pak nofie, bagi sebagian orang ngeblog itu sama dengan nge-release kentut, dan itu akan sangat melegakan *waks

  8. snydez

    yang ada,…penyedia layanan free blog lumayan dapet untung dari banyaknya user untuk memancing pemasang iklan :)

  9. hericz

    kasih komen juga tidak menguntungkan ya.

    gak jadi komen deh

  10. Desi_Romauli

    Kalo ga salah sekali itu lego database LAPORAN KEUANGAN perusahaan yang terdaftar di BEJ 10 tahun terakhir, saya benar-benar butuh nih, semalam saya da kirim ke contact nya Nofie, tapi kok belum dibalas ya ? tolonglah saya butuh untuk skripsi, tolong kirim keterangan selengkap-lengkapnya mengenai database tersebut, pengirimannya kalo bisa via teman kamu di medan ya pake flash disk, soalnya saya tinggal diMedan. kalo bisa jangan mahal-mahal kali ya …trims banget5,

  11. ripai

    @desi : wakakaka SEPAM :p

    btw pantes kok bang kalo dapet posisi 7, walopun sering down :( , tapi tulisan2 anda asik di baca (bikin cerdas :p )

  12. mysyam

    hmm.. analisis yang bagus pak nofie, tapi ada sisi lain yang belum anda ungkapkan. Jika kita ngeblog adalah sebagai hiburan, maka hipotesis anda tidak berlaku. jika yang kita cari hanya kesenangan, maka faktor rugi-rugi yang Anda ungkapkan tidak berlaku. Kalau yang penting senang.. tentu tidak memperhatikan itu smua hehehe..

  13. Nofie

    Terima kasih atas inputnya. Iya. Memang semua itu saya kembalikan lagi pada pemiliknya masing-masing. :smile:

  14. idewinar

    Pak nofie…
    menarik sekali tulisannya…
    mengkaitkan antara blogging dan ekonomi hehe..:mrgreen:
    salute…

    walaupun saya bukan blogger,tapi saya yakin,kegiatan blogging emang tidak menguntungkan..hehe..

    peace…:roll:

  15. maspur

    wah wah waaah kok yaa bisa saja analisisnya,
    ok saya setuju dengan opini bapak
    tapi ngomong2 sudah ada yang punya istri 4 lhoooooo,
    he he he

  16. rovicky

    walah ngeblok itu ternyata tujuane macem2 ta.
    Lah kalo ngeblok cari duwik ya sulit lah yaw. Tapi kalau menjari kesenengan barangkali masih mungkin. Tapi ada yg seneng kalau terkenal, trus nomer satu masuk the best blog. Dimana akhirnya “ngakali” penilaian dengan membuat link sebanyak-banyaknya.
    Btw blogger yg usia 30 an kebanyakan kok orang2 IT ya ? Kalau yg muda2 sudah mulai beragam, karena bagi anak muda 30 th kebawah ini blogger sebagai kegiatan.
    Bagi yg usia diatas 40 … wah blogging malah jadi lucu …. mau nyari apa sih ?

    rdp

  17. ardicikalmart

    nah ini yang menarik lagi mas nofie , kalo aktivitas blog untuk kebutuhan sosial, men-sharing ilmu yang bermanfaat (salahsatu amal yang tak terputus), saya pikir tidak ada ruginya mas, termasuk blognya mas nofie ini, yang banyak ilmu bermanfaatnya insya Alloh menambah timbangan amal baik-nya :-)

    ===> keep on blogging!

  18. dian

    TOTALLY DISAGREE ….

  19. agus

    Saya tadi baru saja buka w**d***ss buat mulai bikin blog. Setelah baca tulisan Bung Nofie, terutama soal opportunity cost, sementara saya tunda dulu.

  20. igun

    Wah.. kurang lengkap analisisnya pak..

    Misalnya, Intangible asset/profit belum dimasukkan dalam perhitungan. Seperti nambah teman/relasi, dapat feedback, ataupun dapat referensi (kerja).

    Memang sih, namanya intangible tidak bisa diukur secara eksak. Tapi tetep aja harus diperhitungkan juga macam goodwill di perusahaan. He..he..he..

  21. Christodoulos

    Cool.

  22. hendro

    Betul, mas. Ngeblog tidak menguntungkan. Pemasukan tidak ada pengeluaran (paling tidak waktu) sudah pasti. Memang sudah mulai yang mendapat masukan dari adsense dll, tapi mereka pengecualian. Namun, manfaat lain selain materi pasti ada. Setidaknya bisa berbagi ide dan menambah teman.

    BTW. Gaya tulisan anda menarik, membuat orang tidak ingin berhenti membaca sampai akhir, meskipun panjang. salam kenal.

  23. martin chandra

    Beberapa tips dari saya (mungkin berguna)
    1. karena Teliad selalu menseleksi Domain yang di daftarkan maka perhatikan tips berikut :
    - Pastikan Isi domain berbahasa inggris
    - Bukan Domain Baru (maksud saya benar-benar baru di daftar/ konten domain sedikit)
    - Page Sudah banyak ke indeks google (sekitar 20-an halaman lah) cek google site:domain.com
    - Harga, Kalau harga tidak sebanding dengan kualitas maka bisanya akan di tolak
    - PR (Pagerank) tidak penting tapi kalau ada lebih bagus

    2. Biar cepat laku tentu kita harus punya taktik juga biar dilirik advertiser. Sebenarnya point 1 diatas sudah termasuk hal-hal yang digemari advertiser/pengiklan jadi saya tambahkan yang penting saja, berikut ini:
    - Jenis link, teliad punya tiga jenis link yang ditawarkan (text link, inlink, content link) satu domain diperbolehkan didaftarkan ulang dengan tipe link yang beda jadi daftarkan saja blog/domain kamu untuk tiga jenis link ini.
    - Harga, Penentuan harga tentunya harga yang murah menjadi daya tarik (minimal settingan harga 4 euro)
    - Ranking di search engine, makin tinggi rank di search engine makin bagus (optimasi keyword)
    - konten, ini juga perlu diperhatikan semakin unik (unik = bukan copy paste setidaknya rewrite artikel)
    - Number of booking, semakin kecil semakin bagus jadi saran saya setting antara 5-10 saja
    - Sub-page, kalau link muncul di semua subpage maka akan lebih dilirik
    - Lainnya yang penting seperti : Alexa Ranking, External LInk, Internal Link, dmoz.

    3. Keterangan / istilah di teliad :
    - ada 3 jenis iklan yang ditawarkan, yaitu
    Simple text links, sebagaimana link pada umumnya, text links berisikan link dan informasi links seperti contoh : http://www.domain.com - keterangannya bla bla bla… (panjang keterangan tergantung settingan kamu)
    Content-Link, sejenis text links tetapi dilengkapi deskripsi yang dibuat oleh pengiklan. pembeli/pengiklan dapat menempatkan iklannya di satu area/halaman full di website kamu, tergantung penawaran, bisa berupa teks singkat, artikel panjang atau postingan di blog.
    InLink, kalau yang ini sama halnya dengan inlink milik TLA. Link akan ditempatkan pada kata yang kamu jual di antara konten situs kamu, cth : kalau kamu menjual kata “uang” maka kata uang yang muncul di situs kamu ubah jadi link
    - Booking, berarti berapa banyak kamu ingin menjual link di domain yang kamu daftarkan
    - Sub-pages, contoh : domain.com/page1 nah ini yang dinamakan subpage
    - Text link length, panjang teks pada link

  24. desa

    kalo takut banyak penjual pisang goreng di sekitar anda ya tulis “jual pisang goreng tidak menguntungkan”

  25. kurnia

    ngeblog terus…. kapan kuliahnya :D
    temen saya sempet ada yang komen seperti itu lho saking
    ada temen yang terlalu asyik ngeblog.

    saya sendiri setuju dengan pendapat cindymon
    bagi saya pribadi, ngeblog adalah saran ekspresi
    yang paling mudah. Semudah ngentut :D
    memang perlu dikendalikan juga. jangan sampe
    terlalu asyik ngeblog sampe mengorbankan aktifitas
    sosial.

    nice post, maybe sometimes saya ijin ya… ngulas
    soal bahasan ini di blog saya :)

    salam.

  26. Zairysah azziti

    Wah klu smua hal dipandang dari untung-rugi sbelum mlangkah g ada yg mju dunk..klu smua org untung,ga ada pembelajaran dr sbuah kerugian..Tp btw postingannya nice,untungny bs blogging ke blog ini,trutama krn dpat sharing ilmu dr blog berpengalman.. Blog sy msh bkan apa2 jk dbandingkan.. Brkunjung jg jk brkenan ^_^

  27. s4kti

    Hmmm,,,,,saya setuju dengan ardicikalmart , bayangkan saja ketika blogger beranggapan tidak berguna, orang akan malas berbagi ilmu yang sebenarnya dibutuhkan. seperti yg dirasakan Desi_Romauli.
    selama masih dalam jalur yang tepat saya kira tidak ada salahnya. kl tentang sosialisasi dan ekonomi kembali ke masing2 individu yang mensiasatinya.
    tapi ulasannya bagus, ada warna lain.

  28. Regi

    makasih atas infonya…akan saya pertimbangkan lagi untuk aktif ngeblog…

Looking forward to hear your thoughts.