Valerina Daniel Menolak Cinta Saya
May 14th, 2006 | IslamKalau sebelumnya tayangan berbau mistis dan kompetisi idola merajai prime-time di televisi Anda, sekarang giliran sinetron-sinetron yang rutin menyentil rasa keimanan kita. Jujur saja, tidak ada yang salah dengan tayangan semacam itu. Hanya saja, kemasannya sering terasa kurang pas sehingga pesan moral yang ingin disampaikan menjadi bias.
Misalnya, beberapa waktu lalu dikisahkan tentang seorang guru muda, sebut saja bernama Budi, yang merupakan maniak (maaf) seks. Dari segi penampilan, Budi memang tampak sangat sopan, ramah, santun, dan membumi. Akan tetapi, sifat aslinya tidak seperti penampilannya. Beberapa kali Budi ketahuan memerkosa murid-murid di SMP tempat ia mengajar.
To make a long story short, Budi kemudian mati dibunuh seorang waria yang merasa disakiti Budi. Mayat Budi lalu digantung di halaman SMP dimana ia mengajar. Tidak pernah dijelaskan apakah Budi sebelumnya ditahan/diproses oleh pihak sekolah atau pihak kepolisian. Tidak juga diceritakan kisah waria tersebut sesudahnya.
Cerita selesai.
Sepintas memang tidak ada yang salah dengan cerita itu. Semua berjalan ”wajar” dan ”apa adanya.” Tapi, kalau kita mau sedikit ”going the extra mile,” sebenarnya ada beberapa hal yang perlu kita kritisi bersama.
- Pertama. Pesan moral yang ingin disampaikan seringkali adalah ”balas dendam” dan bukan ”pendidikan” atau ”penanaman akhlak yang mulia.” Akibatnya, lambat laun kita akan terbiasa bersikap fanatis dan radikal yang memudarkan penalaran logika kita. Kita akan terbiasa menyebut ”pemerkosa itu harus dienyahkan” atau ”orang-orang non Muslim itu kafir dan harus dihancurkan.”
- Kedua. Musibah, peringatan, atau hukuman, sesungguhnya tidak melulu datang ketika kita mati atau mengalami sakaratul maut. Kenapa begitu? Karena dalam As Sajdah (32): 21 disebutkan bahwa ”Dan Sesungguhnya kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).”
- Ketiga. Sakit, kecelakaan, kesulitan keuangan, atau musibah lainnya, pada dasarnya disebabkan oleh sikap dan perilaku kita sendiri. Hanya saja, kita cenderung menyalahkan orang lain, mengkambinghitamkan makanan sebagai penyebab penyakit, dan seterusnya. Dalam Asy Syuura (42): 30, Allah berfirman, ”Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.”
- Terakhir. Setiap masalah yang kita hadapi, sebetulnya bisa diselesaikan dengan meminta ampun dan bertaubat secara tulus dan sungguh-sungguh. Masih dari Asy Syuura (42): 30, ”dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” Jadi, dalam sinetron-sinetron itu tidak perlu diceritakan bagaimana pelaku menderita sakit yang tak tersembuhkan, ditipu orang dan mengalami kebangkrutan, tertimpa kecelakaan, atau yang lainnya. Karena sesungguhnya setiap penyebab masalah ada di diri kita sendiri dan Allah hanya meminta permohonan ampun dari kita. Masalah selesai.
Loh, tunggu.
Apa hubungannya posting ini dengan Valerina Daniel?
Tidak ada.
Jadi silakan tertawa dan kirimkan umpatan Anda buat saya.
Hahaha..



February 22nd, 2008 at 3:46 pm
Comments
May 14th, 2006 at 9:07 pm
saya setuju apa yang saudara kemukakan mengenai tayangan sinetron religi,tanyangan itu diperuntukan untuk orang awan yang belum paham tentang agama.dididik untuk takut azab tuhan dan mengenal rahmat tuhan,tentunya saya anda dan valerina daniel setuju,
May 15th, 2006 at 7:47 am
kehekhke.. gagal sama valerina, coba sama prita laura ;) .. kalo virgie baker kaya’nya udah occupied :)
May 17th, 2006 at 5:41 pm
wah.. udah lama saya mo nyampah soal sinetron di indo ini..
ceritanya layak sebuah cerita kacangan karena yang dicari cuma rating dan uang. tidak ada unsur mendidik sama sekali.
sinetron religi yg marak malah justru menyesatkan..
walau begitu masih ada sinetron religi yg tanpa bumbu-bumbu mistis tetapi mengena, bermanfaat, serta menghibur. yah.. macam sinetron yg dibikin kang Dedi Mizwar itu, Kiamat Sudah Dekat dan Lorong Waktu.. penuh dengan muhasabah..
btw, soal Valerina Daniel, kok penyiar favorit saya, mbak Virgie baker gak pernah nongol lagi ya… miss u mbak Virgie..
May 18th, 2006 at 12:16 am
*MENGUMPAT*
:twisted:
May 20th, 2006 at 2:30 pm
HAHAHAHAHAHA.. sangat menghibur..:mrgreen:
May 20th, 2006 at 4:37 pm
Ooo… mau cerita tentang sinetron yang menyesatkan dengan membuat judul yang menyesatkan ya?
setidaknya nama Valerina Daniel disebut di akhir tulisan. coba kalo ngga? kan lebih menyesatkan.
May 24th, 2006 at 9:46 am
enak aja,pacar gw main rebut aja….heuehuehueheuehuehuehue
June 4th, 2006 at 4:10 pm
:lol: pasti valerina nolaknya sambil senyum nich……. (wah gw ketipu nich masuk situs ini)
June 4th, 2006 at 4:14 pm
kalo news presenter tv lama gak nongol artinya ada 2 kemungkinan: pertama, dia married. kedua, dia melahirkan…. tul gak mbak2 presenter:roll:
June 10th, 2006 at 11:03 pm
Jadi apa kiRanya sinetron yang pas di televisi Indonesia? Mungkin kisanak sekalian musti melihat sinetron yang menampilkan model Indonesia di anteve. Gak sok-sok bawa-bawa nama agama, cakep pula. lumayan zinah mata (padahal gw sendiRi blom nonton)….
‘iR’
http://www.jadul.org/
June 14th, 2006 at 10:36 am
valerina ………valerina…………
bikin konsentrasi buyar aja
July 28th, 2006 at 11:01 am
hahaha kirain beneran, ya ampyuunnnn, ampe abis gwe baca, ampe bulak balik halaman ga ketemu hubungannya ini postingan ama judulnya wedehhhh…
jadi ikutan *menumpat* :p
September 27th, 2006 at 4:35 pm
wakakakaka
bener2 judul yg eye catching!!!!
sampe byk yg ketipu termasuk gue…
plok..plok..plok.. s.a.l.u.t
January 23rd, 2007 at 1:18 pm
-baca judulnya-
halahhhh….
he3..klo saya lebih suka Najwa Shihab
-serasa aa gitu ya koq suka nya ma cewe-
January 25th, 2007 at 2:53 am
Dian Krishna juga lucu tuh
January 30th, 2007 at 6:07 am
hahaha
April 22nd, 2007 at 12:55 pm
hehehe 4+6=10…prevent spamer
=========
Satu lagi,…sinetron ABG berlatar sekolahan SMP/SMU, diceritakan anak2 usia tersebut pikirannya cuma Cinta-Pacaran, berpakaian seperti preman (pake gelang berlebihan, rambut gondrong, kaya luar biasa, kerjanya cuma Hura-hura…dll.
Klo orang luar menontonnya maka dipikiran mereka..”hmmm, pantes Indonesia gak maju2, generasi mudanya kerjanya cuma Hura-hura, Pacaran, Hedon dll”.
Dan ironisnya, hal yg ada disinetron itulah yang terkadang dijadikan patokan anak2 ABG untuk bagaimana mereka bergaul.
F*** sinetron lah
July 5th, 2007 at 5:15 pm
bener-bener tertipu, tapi tertolong oleh postingannya, tak pikir bakal punya temen yang sama-sama ditolak Valeria Daniel, hehehe.. ngarep!
July 24th, 2007 at 4:43 pm
sempet ge er gue
October 19th, 2007 at 4:33 pm
wekekekekkk…….
korban penipuan juga nih *nyengir kecut*
Sinetron Indonesia?? NO WAY!!
January 28th, 2008 at 1:29 pm
Good..very good! sangat menipu tapi cukup untuk membuat saya tertawa sendiri. very creative, 2 jempol.
btw soal artikel Pak Budi, saya belum pernah denger. hal-hal seperti itu menurut saya seperti ‘buah simalakama’ (bener gak tulisannya?) kalo ngak di eskpose koq, bangsa ini gak maju and gak bisa melihat masalah secara dalam. tapi kalo di ekspose koq masyarakat ini belum mampu menghadapinya.
February 16th, 2008 at 8:59 pm
kupret daku korban berikutnya ahahahh
February 24th, 2008 at 5:33 am
For Indonesian nasty (or broken hearth) people only, this . . .
He guards all his bones;
Not one of them is broken.
A righteous man who falters before the wicked
Is like a murky spring and a polluted well.
Don’t give up.
End of Feb-2008
February 26th, 2008 at 7:28 pm
*tertipu*
iya tu.. mbok ya sinetron tu g isinya nangis”, teriak”, n yg aneh” smua kayak gitu.
tp kayaknya skrg mah udah lumayan berkurang y sinetron yg isinya azab” smua gt, mayan lah. walopun g trlalu ngaruh jg krn saya jarang nonton sinetron ;p
anw, baru nemu blognya ni.. salam kenal y ^^
tulisan”nya bagus ^^
February 28th, 2008 at 1:54 am
SPP WORLD NEWS
Focus on the power center on earth that’s capitol city of Indonesia.
For we cannot do anything against the truth, but only for the truth. We are glad whenever we are weak but you are strong; and our prayer is for your perfection. This is why I write these things when I am absent, that when I come I may not have to be harsh in my use of authority—the authority the Lord gave me for building you up, not for tearing you down.
For the word of God is living and active. Sharper than any double-edged sword, it penetrates even to dividing soul and spirit, joints and marrow; it judges the thoughts and attitudes of the heart. Nothing in all creation is hidden from God’s sight. Everything is uncovered and laid bare before the eyes of him to whom we must give account.
But someone will say, “You have faith; I have deeds.” Show me your faith without deeds, and I will show you my faith by what I do. You believe that there is one God. Good! Even the demons believe that—and shudder. Who is wise and understanding among you? Let him show it by his good life, by deeds done in the humility that comes from wisdom. But if you harbor bitter envy and selfish ambition in your hearts, do not boast about it or deny the truth. Such “wisdom” does not come down from heaven but is earthly, unspiritual, of the devil. For where you have envy and selfish ambition, there you find disorder and every evil practice. But the wisdom that comes from heaven is first of all pure; then peace-loving, considerate, submissive, full of mercy and good fruit, impartial and sincere. Peacemakers who sow in peace raise a harvest of righteousness.
Command those who are rich in this present world not to be arrogant nor to put their hope in wealth, which is so uncertain, but to put their hope in God, who richly provides us with everything for our enjoyment. Command them to do good, to be rich in good deeds, and to be generous and willing to share. In this way they will lay up treasure for themselves as a firm foundation for the coming age, so that they may take hold of the life that is truly life.
The wrath of God is being revealed from heaven against all the godlessness and wickedness of men who suppress the truth by their wickedness, . . . Therefore God gave them over in the sinful desires of their hearts to sexual impurity for the degrading of their bodies with one another. They exchanged the truth of God for a lie, and worshiped and served created things rather than the Creator—who is forever praised. Amen. — Because of this, God gave them over to shameful lusts. Even their women exchanged natural relations for unnatural ones. In the same way the men also abandoned natural relations with women and were inflamed with lust for one another. Men committed indecent acts with other men, and received in themselves the due penalty for their perversion.
They are wild waves of the sea, foaming up their shame; wandering stars, for whom blackest darkness has been reserved forever. These are the men who divide you, who follow mere natural instincts and do not have the Spirit.
. . .
The fourth angel poured out his bowl on the sun, and the sun was given power to scorch people with fire. The woman you saw is the great city that rules over the kings of the earth. For all the nations have drunk the maddening wine of her adulteries. The kings of the earth committed adultery with her, and the merchants of the earth grew rich from her excessive luxuries.
. . .
Semarang City, Central Java, Republic of Indonesia, 28-27th 2008:
Yours truly, SPP ;Simon Prijo Prajogo ;Simon Priyo Prayogo
About eSex, eSex, eSex, eSex . . . Cinta anda ditolak Valerina Daniel, . . ., Don’t give up, bila dia masih single person, so, don’t give up, oke. Saya tidak ada maksud untuk . . . begitu, hanyalah informasi.
April 10th, 2008 at 11:50 pm
iih… aq juga ketipu ney… :-(
btw, setuju banget soal sinteron indonesia yg ancur abees… (maaf ya) alur ga jelas gitu kalee.. :-p
May 6th, 2008 at 12:23 am
Ternyata mbah google GOBLOK juga. Cuman karena ada tulisan Valerina langsung diindeks. Padahal isinya ANCUR BAH,,,,,,,,,,,