Pasar Otomotif Indonesia yang Tidak Rasional

December 11th, 2006 | Automotive

Menurut Anda, apa mobil yang paling nggak worth it untuk dibeli dalam kondisi bekas? Menurut saya: Toyota Kijang. Karena harga jual sekundernya bagus, maka membeli bekas mobil ini sangat nggak worth it. Sebelum Innova, mesin yang diusung hanya merupakan tambal sulam dari 5K, 7K, hingga 7K-E, yang minim inovasi. Dan sudah jadi rahasia umum bahwa mobil ini adalah incaran utama maling.

Mobil ini juga termasuk boros — dengan rasio bensin 1:6-7 (2.000 cc) sebenarnya adalah rasio yang lebih pas untuk mesin 3.000 cc. Meski begitu, tenaga yang dihasilkan letoy karena Kijang Kapsul hanya menghasilkan 80 hp. Mobil-mobil sekarang dengan 1.000 cc sebenarnya bisa menghasilkan sampai 100 hp. Bicara soal suspensi, kijang juga masih memakai per daun untuk kaki belakang yang sebenarnya merupakan teknologi jaman batu.

Ambil contoh sampel lain: Toyota Corolla tahun 1995-2000. Harga barunya jelas ada di bawah Toyota Corona dan Camry pada tahun yang sama. Namun harga bekasnya lebih tinggi — padahal value barangnya lebih rendah.

Kalau Anda berada di posisi cockpit, cuma ada dua mobil yang paling mantap ditunggangi: BMW dan Mitsubishi (saya belum pernah coba Ferrari, Porsche, McLaren:D). Kata teman saya, BMW itu bisa dibilang bring more women dan buy me wife. Sebagai salah satu pemimpin pasar mobil premium, BMW dilengkapi dengan teknologi kontemporer, semisal RFT, adaptive headlight, i-Drive, dan OBC yang canggih.

Sementara Mitsubishi adalah salah satu mobil yang identik dengan performa tinggi. Untuk urusan kebut-kebutan, Mitsubishi Eterna dan Galant adalah pemimpin di kelasnya. Lancer Evolution VI — yang biasa digeber di arena reli — dilengkapi dengan mesin titanium turbo bertenaga 280-300 hp dan bisa berakselerasi 0-100 km/jam hanya dalam waktu 4,4 detik.

Sebagai nenek moyangnya mobil, mesin Mercedes adalah salah satu yang tidak mungkin nggerung sekalipun ada di RPM tinggi. Kendati sejak beberapa tahun terakhir, fabrikasi Mercedes mengalami penurunan kualitas karena mengalihkan engineering focus mereka menjadi low-costs luxury auto manufacturer dan gagal, brand image merk ini terbilang masih cukup kuat. Sama seperti BMW dan mobil premium lainnya, kalau Anda mengendarai mobil ini, setiap masuk lobi selalu ditawari park space dekat lobi, diberi hormat dan valet parking.

Faktanya, di Indonesia, mobil-mobil tersebut jatuh di pasaran sekundernya — kecuali mungkin gerobak-gerobak antik collector item/vintage yang harganya justru makin meningkat dari waktu ke waktu karena modelnya yang timeless. Walau terdengar menantang dan mengasyikkan bagi para pehobi, merestorasi mobil antik semacam ini jelas bukan hal yang mudah dan murah.

Lalu, mobil apa yang paling pas bagi konsumen Indonesia, bisa muat banyak orang, dan murah meriah?

Barangkali cuma Daihatsu Xenia.

Harga barunya cukup murah, kurang dari 90 juta, cocok sebagai first car — dengan mesin yang lebih bagus dari mobil-mobil sekelasnya (1.000-1.300 cc). Karena kondisinya baru, jelas minim perawatan, tidak rewel, cukup bergengsi yang membuat tetangga kiri-kanan iri. Mobil bekas, betapapun juga, kondisinya tidak akan bisa menyaingi kondisi mobil baru yang kita tahu persis sejarah maintenancenya.

Sesuai tipikal orang Indonesia yang senang mudik dan jalan berombongan, mobil ini muat banyak orang. Dukungan jaringan Astra juga dijamin kuat di hampir seluruh pelosok negeri. Sparepart orisinil maupun imitasi tersedia dalam berbagai range harga yang terjangkau. Dengan ground clearance yang tinggi, mobil ini jelas tak kuatir banjir dan kualitas jalanan Indonesia yang amburadul. Ditambah dengan persepsi orang Indonesia yang mengidentikkan kapasitas mesin kecil sama dengan irit, mobil ini jelas “menguntungkan”.

Memang, mobil ini tak bisa digeber habis. Untuk keluar kota dan memakan tanjakan tajam, kelihatannya akan kekurangan tenaga. Tapi bagi kaum urban, kelas ekonomi menengah bawah, mobil serbaguna yang muat banyak, irit perawatan, dan tidak nyusahin adalah lebih dari cukup. Mereka akan senang dengan mobil baru yang terjangkau, bisa antar jemput anak istri, bisa plesir bersama sekeluarga — tanpa memusingkan top speed 200 km/jam, tenaga 250 hp, interior lux, dan lainnya.

Bisa dibilang mobil ini best bang for the buck. Ini mobil rakyat Indonesia. Bukan mobil impor CBU yang “diklaim” sebagai mobil rakyat beberapa waktu lalu itu. Tapi faktanya, mobil ini juga tidak sukses-sukses amat dalam penjualan — walaupun juga tidak bisa dikatakan gagal.

Memang fenomena hancurnya harga-harga mobil (terutama bermesin besar) dan anomali harga yang tidak wajar tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga hampir di seluruh negara di dunia. Mungkin penyebabnya ialah kepercayaan bahwa mobil bermesin besar biaya perawatannya pasti lebih tinggi dan boros konsumsi bahan bakar daripada yang mesinnya kecil.

Padahal belum tentu.

High pressure hose untuk power steering Corona ternyata lebih murah daripada Corolla. Spare part Toyota original dan biaya perawatan Corona secara keseluruhan hampir sama dengan Corolla. Onderdil untuk Mercy Boxer (300E W124) ternyata sangat murah — untuk ukuran mobil sekelasnya. Some parts are more expensive, some are cheaper.

Jadi memang tidak bisa digeneralisir begitu saja.

Dan definisi worth it atau tidak dalam membeli suatu mobil baru/bekas mungkin perlu didefinisikan ulang.

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

    Comments

  1. Hedi

    Ya, orang kita beli kendaraan kan kadang motivasinya adalah gengsi, maka pilihannya bisa jadi tak rasional.

    Bicara soal Toyota Kijang, saya merasa kualitas mereka makin turun ya, asal bikin kesannya. Ini ibarat Nokia, dibuat model bagaimanapun, di Indonesia tetap laku.

  2. Priyadi

    tergantung, ada yang beli mobil sebagai produk kendaraan dan ada yang beli mobil sebagai produk fashion :). ini sebabnya di jaman modern ini masih ada yang mau beli harley-davidson :)

    kalau mau beli mobil saya setuju xenia (atau apv atau avanza). tapi kalau punya duit, mobil kelas diatasnya juga bisa diperhitungkan: jazz, city, vios. lebih kecil, lebih nyaman dan yang paling penting lebih irit.

    kalau seken, mungkin asiknya beli baleno atau soluna.

  3. snydez

    eterna, mobil impian, dari dulu, sampe sekarang … belom kebeli :D :D

  4. cahyo

    Penjualan Mercedes lebih tinggi dari BMW mas untuk pasar Indonesia. :wink:Data resmi dari Gaikindo.

    Buat, sebagian orang, Xenia/Avanza juga gak bagus2 amat mas. Pada gigi 1 atau RPM rendah, gejala ndut-ndutan sering terjadi. Coba cek kemilis groups.yahoo.com/group/axic. Banyak keluhan tentang mobil ini. Saya pikir, sesuailah dengan harganya. Murah-meriah :lol:

  5. fahmi jelek

    yg paling pas kok cuman xenia? avanza nggak disebut? padahal kan sodara kembar. tapi btw kalo saya suka jazz.

  6. Budi

    Saat ini, Toyota no.2 manufactur setelah Ford. 2010 diramalkan akan menjadi nomor 1. Tentunya tidak mudah untuk mencapai posisi tersebut bukan? Efesiensi, Mutu dan dll

    bagaimana dengan BMW, Mitsubishi, daihatsu.. berada diperingkat berapa mereka? Yes, sama seperti anda saya jg juga tidak tahu.. karena mereka cuma menang di evo yg bisa ngebut, BMW yg elegan dan mahal, namun faktanya Toyota adalah merk mobil yang mendapat nilai tertinggi di Amerika untuk kepuasan pelanggan..

    Jadi memang benar bahwa “definisi worth it atau tidak dalam membeli suatu mobil baru/bekas mungkin perlu didefinisikan ulang”

  7. dodi

    swift mana nih?

  8. Jan

    Kalau saya bandingkan Tarikan Kijang kapsul ama Karimun kalah lo Kapsul, tapi kalo dah jalan ditas 100 kapsul bosa nyusul si ~Bonsai.
    Kalo Kijang Kapsul ama Mitsubishi Kuda, Mitsubishi masih jau lebih Top, Bisa di geber ampe180.
    Kalo ada yang mau nawarin tesdrive Ferari, Proche, atawa Bentley kasih kabar ya mas Novie.

  9. anak ganteng

    mana nih mobil blazer?:mad:
    mesinnya bandel,tanjakan gak pernah ngelitik,yang LT interiornya juga bagus!
    Harga bekasnya juga murah,harga spare parts juga gak lebih mahal dibanding kijang!!!

  10. huhuhu

    worth it ato ga? Y itu si tergantung org yg mau beli la,, tergantung kebutuhan masing2, mungkin beli harley kliatannya ga worth it dr sisi org awam(bkn penghobi), tp bagi para penghobi lebih dr skedar worth it!!! kepuasan batin yg ngalahin apa pun.Buat yg suka fashion n gengsi itu beli mobil yg harga ny selangit tp secara teknologi ato fasilitas mungkin seadanya(bagi org awam) itu malah worth it,kayak beli hummer walaupun nyaris dr segala sisi lemah tp tetep aja pelanggan puas… Kondisi jalan, lingkungan,kondisi n fasilitas d setiap negara beda2 jd kalo memuaskan n top leader d suatu negara blom tentu memuaskan d negara ato d daerah laen, cb aja tu ente bawa bmw, mercy ente k sumatra tetep aja bunyi2 n guncanganny keras lha jalannya aja udh kayak bulan,disana lubang,disini lubang,dimana2 lubang:smile:. Kalo mau kebut2an n ga kerasa, kebut2annya d jln tol wktu tengah malem, pake ferrari klo ga ada ferrari rx-8 jg ok. Kata “worth it” pd artikel d atas kayaknya ga tepat,klo maksud worth it seperti yg anda kemukakan….
    ———————————————————————
    Mungkin bagi sebagian org bayar setinggi langit buat masuk PTN (apa lg yg top 100 dunia ato ga PTN yg terkeren dalam hal teknik se-indo) itu worth it.. Tp buat gw kursus hipnotis ama bang romy lebih worth it…kalo mau daftar kerja gw tinggal hipnotis aja tu HRD ny:grin: malah multifungsi klo mau jualan bs gw pake, buat pdkt ma cewe jg ok:grin: ato ga pas makan k warteg bs dapet diskon:lol:…hayo worth it ga?!!!:wink:

  11. hadi

    soalnya waktu pake corona atau camry awalnya nyaman….eh blakangan bensinnya kok boros banget yak…..akhirnya orang milih corolla (demandnya naik), ya otomatis harganya juga naik mas….

  12. dian

    Susah memang buat didefinisikan…
    tetapi apabila secara logika kalau saya ingin beli mobil baru saya akan beli xenia
    worth it untuk keluarga tentunya
    tapi kalau beli second saya masih belum tahu mesti pilih yang mana…

  13. fitri mohan

    saya paling suka honda jazz (atau fit). bensinnya irit, menurut saya. meskipun orang-orang bilang boros (ctt: orang-orang= saudara-saudara dan teman saya). sebelum honda jazz, saya pakai starlet keluaran toyota. yang ini mobil second. barangkali karena pengguna sebelumnya cukup rajin merawat, sampai dua tahun saya pakai tidak ada keluhan berarti.

    malah baru tahu kalau toyota sekarang menurun terus. maklum, cuma pengguna. tidak tahu sama sekali soal dalem-dalemnya.

  14. moko

    Terios akan menggantikan Xenia, body nya lebih yahud dan tampangnya lebih keren…

  15. tian arief

    benar mas novie. harga kijang nggak rasional bangets. apalagi jenis super kijang (tipe sebelum kijang kapsul). tapi faktanya, orang-orang tetap menyukainya. ciri-ciri orang indonesia yang nggak rasional?

    saya sendiri kalau mengendarai kijang (yang bermesin 7 K, bukan EFI), sering kesal dengan suara ngelitik dari mesin. saya pikir, “beginikah kondisi mesin mobil terlaris di indonesia?” *no offense. bokap dan abangku pemilik kijang kapsul*

  16. Rap

    I want to read but i don’t now youre language… Greetings for You - great side

  17. dimas

    wah mas nofie ini makin oke aja tulisannya, pantesan bisa jawab macem2 waktu tanyain langsung, lha ulasannya aja selengkap ini..
    masalah worth it atau engga.. lha hati ini sudah tertambat pada mistsubishi evo je.. mau gimana lagi..

  18. Michael

    Sudah lah, worth it itu relatif. Percuma mengeluarkan statement-2 meninggikan atau merendahkan suatu merk kendaraan karena tidak akan mempengaruhi pasar (opini pasar) secara signifikan.

  19. Antok

    Ya ini lah sebuah fenomena ketidak rasionalan pasar… jika konsuman hanya mementingkan selera yang akibatnya mempengaruhi permintaan jenis mobil tertentu? Budaya masyarakat kila kali

  20. kelik

    Rasional dan tidak rasional pasar itu udah ada sejak jaman dulu mas… jaman kolo bendu.. Jadi benar-benar pasar yang menentukan harga, la apa mas e mau nentukan harga. (kalo bisa ya gpp)
    Setiap orang punya selera dan kemampuan yang berbeda-beda, jadi nurut aku mau beli apapun ya terserah selera dan kemampuan yang mau beli mobil aja.. Katanya udah merdekaa…
    Salam

  21. rauf

    wah kalo menurut gw si penulis melihat worth it dari segi teknisnya aja seharusnya melihat dari segi lain yang sangat menentukan laku atau tidak. mengapa masyarakat indonesia lebih memilih kijang. karena mempunyai dukungan kuat dari auto 2000 diseluruh indonesia, mempunyai layanan purna jual yang prima, selain itu penjualan sparepartnya murah dan sangat mudah ditemukan di bengkel kaki 5 pun mereka menjual sparepart kijang. kalo gw mogok di daerah kota kecil tidak perlu sulit untuk mencari sparepart dibanding dengan merk mobil lain. masyarakat tidak melihat teknologi mesinnya… toh untuk apa kalo sparepartnya rusak susah mencarinya dan harus ke bengkel resmi tertentu dan harganya selangit. menurut gw itu tidak worth. karena semakin tinggi teknologi mobil semakin tinggi harga sparepartnya dan semakin tinggi pula harga partnya dan semakin susah dicari…. akhirnya jadi barang bekas yang ngga worth dan akhirnya barang bekasnya jadi murah…

  22. Hendra

    Saya sependapat dengan apa yang dikatakan oleh Mas Imam di atas. Orang Indonesia dalam memilih mobil lebih kepada citra yang melekat di mobil itu. Toyota Kijang identik dengan mobil yg spare part nya mudah dicari dan murah, bisa angkut orang banyak dan relatif irit (untuk Kijang yg masih 1500cc ya, kalo yg 1800cc ke atas ya lumayan boros). Sebaliknya, orang kita cenderung menjauhi mobil2 2000cc ke atas dan mobil Eropa karena citra mobil2 tersebut yg boros, mahal perawatan; walau dalam kenyataannya belum tentu benar.

    Gak heran kalo bapak saya, dari jaman saya SD dulu sampe skrg selalu beli mobil Kijang. Saya berkali-kali membujuk Bapak supaya beli sedan, tapi beliau tetap pengen Kijang dan Panther. Bapak sudah beberapa kali ganti kijang, dri mulai super keluaran awal yg tahun 87, SSX Special Edition tahun 90 (karoseri AStra lowh..), Grand Extra sampe terakhir LGX tahun 2000. Karena merasa boros, bapak akhirnya beli mobil lagi Isuzu Panther HI-Grade tahun 99. Sama aja ini mah.. he..he..

    Saya sendiri kalau punya rejeki, pengen beli Peugeot 406 LeMans tahun 98. Murah juga tuh, harganya skitar 44-48 juta. Saya pengennya sih yg masih bagus. Rencana nya mobil ini nggak akan dipakai harian. Cuma buat pergi arisan n kondangan aja. he..he.. sehari2 mah teteup pake motor. gak peduli kata orang perawatannya susah. Ya dirawat aja… Gitu aja koq repot…

Looking forward to hear your thoughts.