Vista, Gates, Jobs, dan Apple
February 15th, 2007 | TechnologyDi suatu mall di San Francisco, ada seorang pria berpakaian lusuh masuk ke Louis Vuitton. Pria itu bercelana jeans lusuh dengan t-shirt santai. Ia menanyakan jas yang dipajang di salah satu manequinnya. Sales pertama cuek, trus dilempar ke temannya. Sales kedua (temannya) meladeni pria itu dengan santai, ngobrol soal model dan harga, bahkan membantu si pria menelepon ke store lain untuk mendapatkan ukuran yang pas buat si pria itu. Setelah menemukan di Luis Vuitton New York, pria lusuh tadi minta dikirim ke kantornya sambil menyodorkan kartu nama.
Sewaktu sales itu menunjukkan kartu nama tadi ke temannya, sales pertama itu cuma bisa bengong melihat namanya: Steve Jobs.
There’s an old saying, don’t judge a book by it’s cover. Penampilan fisik Jobs memang mendistorsi karya-karyanya yang spektakuler. Tipikal geek, penampilan biasanya urusan kesekian. Jobs awalnya adalah hippie; di kantor cuma bercelana pendek dan telanjang kaki. Untuk mengusir stress dia biasa menyiram kakinya dengan flush di toilet. Bill Gates juga dikenal suka berpenampilan nyentrik. Kalau menghadiri acara resmi hanya mengenakan polo shirt. Gates juga punya kebiasaan aneh: duduk sambil menggoyangkan badannya maju mundur.
Pada 9 Januari kemarin, Jobs berbicara di Macworld Expo di San Francisco. Jobs mengenalkan iPhone, ponsel canggih dengan sensor control yang unik, touch screen, browser “baby” Safari, bisa switch EDGE ke WiFi, 4GB dan 8GB Flash memory, dan bahkan dilengkapi Google Maps di dalamnya. Jobs juga mengumumkan balik nama Apple Computer, Inc. menjadi Apple Inc. Katanya, “Now we have the Mac, the iPod and the AppleTV, the Mac is the only one you’d think of as a computer and we think that our name should reflect this.”
Menariknya, selesai Jobs presentasi, saham Apple naik $7 sampai sekitar $92,57. Sementara saham produsen Smartphone lain seperti Treo turun 5,7%, Research in Motion (Blackberry) turun 7,9%, dan Motorola turun 1,8%.
Pada waktu yang hampir bersamaan, Gates “balas” merilis Vista di New York City. Vista Home Basic dilabeli $199 atau $99,95 untuk versi upgrade. Vista Home Premium dibanderol $239 atau $159 untuk versi upgrade. Sementara Vista Ultimate dijual $399 atau $259 versi upgrade. Untuk bisa menjalankan Vista dengan lancar, disarankan punya CPU 1GHz, 1GB RAM, DirectX9, dan 128MB dedicated video RAM dengan 40GB hardisk kosong.
Ketika ditanya Steve Hamm, apakah Gates mau membeli Apple iPhone seharga $499 atau $599, ia menjawab sederhana, “I like to dial numbers with one hand, and maybe I’m the only one. The phone is one where we think software will be the critical element. If there’s anything about the iPhone, it’s software. How many companies in the world can do really great software? So the key trend to look at is the importance of software and then say who really has shown the ability to do strong software? In some ways, just we have.”
Tapi soal “kebut-kebutan” antara Jobs dan Gates sebenarnya adalah lagu lama. Di film Pirates of the Silicon Valley diceritakan awal “kemesraan” keduanya, sampai GUI Apple dicontek Microsoft. Apple kemudian hancur-hancuran. Jobs ditendang dari perusahaannya. Kita tahu kemudian Apple di-knockout oleh kesaktian duet Windows-Intel dan Windows-AMD. Motorola-IBM yang berjanji akan mengimbangi Intel dan AMD ternyata gagal total. G3 berbau, G4 dilibas Pentium, dan G5 panasnya luar biasa. Praktis Apple cuma menang di desain.
Di buku iCon Steve Jobs: The Greatest Second Act in the History of Business juga diceritakan kisah yang hampir serupa. Duel sengit Apple dan Microsoft, sampai kebangkitan Apple lewat iPod dan menyusul inovasi-inovasi khas Jobs lainnya dipaparkan gamblang. Di akhir cerita Jobs mulai bergandeng tangan lagi dengan Gates.
Dibanding spend more untuk upgrade ke Vista (dan spend more lagi untuk belanja RAM dan video card), saya lebih prefer untuk switch ke Mac. Apalagi untuk laptop, dimana low-end Apple sebenarnya setara dengan mid-end laptop Windows. Dengan asumsi zero-piracy, cuma Mac produk yang buka dari kardus langsung bisa jalan ini-itu tanpa perlu install macam-macam. Bisa ngetik dokumen layaknya desainer, bikin presentasi yang cakep, networking yang komplit, sampai bikin album foto atau dvd movie dengan sangat mudah.
Mau perlu apa-apa tinggal command+space pakai Spotlight. Dijamin ketemu. Mau bikin web tinggal pakai iWeb. Gampang dan layoutnya bagus. Mac juga tak perlu “maintenance” ala Windows. Lupakan defrag, registry edit, dan semacamnya. Ada sih bersih-bersih file atau program dan perawatan hardisk. Tapi itupun cuma klik-klik sederhana.
Dibanding Mac OSX, User Account Control milik Vista ribet karena tiap buka program ditanya hak aksesnya. Flip3D Vista juga kalah fungsi dan kegunaannya dibanding Expose milik Mac. Mac juga tak perlu anti virus. Aplikasi program juga nggak seribet di Windows. Asal ada Adobe dan Macromedia, Mac sudah lebih dari cukup. Cuma saya masih pusing nyari pengganti SPSS dan Amos di Mac. :)
Saat sekarang, kerja keras dan kreativitas Jobs terbayar sudah. Pria bahagia dengan 4 anak, kehidupan yang mapan, pendapatan dividen tahun lalu $43 juta, dan bebas keluar masuk Disneyland. Kurang apa lagi? Jobs adalah pemegang saham individu terbesar di Walt Disney dengan kepemilikan sekitar 6,7% atau $4,9 milyar — terhitung sejak Pixar Animation Studios dilego ke Disney. Walau begitu, sebagai orang pertama di Apple, Jobs hanya makan gaji $1 per tahun dan menolak stock options sejak 2001. Hidupnya juga tetap bersahaja dan jauh dari glamor.
Afterall, Apple’s PC share is still tiny, no more than 5% to 6%. They do the hardware and software together, which is sometimes useful and sometimes not. But still Apple does good stuff.
Kudos to Steve Jobs!



June 14th, 2007 at 12:12 am
Comments
February 16th, 2007 at 3:04 pm
I think he did a really great job, dan saya masih bingung mau beli PC atau Mac :|
February 16th, 2007 at 3:27 pm
SPSS dan Amos , dengan maraknya aplikasi berbasis web, mungkin ada yang niat membuat versi webnya, atau si empunya memport ke aplikasi web ;)
atau java, mac bisa ga?
February 20th, 2007 at 5:26 am
Puyeng…Enggak ngerti…Yg saya tahu cuma windows…
Paling mau belajar linux kalau emang windows yg aspal dilarang juga dipakai dirumah.
Btw…Apa memang ” orang pinter” banyak yg sakit yah ? seperti jobs,gates,morison atau di indo mungkin dani dewa…:-)
February 20th, 2007 at 11:30 am
Kayanya Steve Jobs juga pengidap skizophrenia….. dg dua kepribadian…. biasanya tampil sederhana… tp di tengah “kesederhanaan” itu dia masih sempet2nya berburu barang mewah berlabel “Made by Louis Vuitton” .
Orang yang aneh……….. or “in a way”….. plin-plan
February 28th, 2007 at 7:59 am
Hello mas Nofie,
Tulisannya menarik, kalo soal SPSS, saya dengar justru software itu pertama kali untuk apple. Saya mengundang Anda untuk gabung di id-mac@yahoogroups.com atau please visit http://wiki.id-mac.org
Melalui forum groups, siapa tahu mas Nofie bisa tahu lebih lanjut ttg SPSS for mac. Have a good day!
tom
February 28th, 2007 at 11:08 am
heh? bandingin jobs sama dani dewa? LOL!
February 28th, 2007 at 11:12 am
heh? bandingin jobs sama dani dewa? LOL!
keluarlah dari tempurungmu nak … :p
February 28th, 2007 at 2:47 pm
tom
Terima kasih atas informasinya. Situsnya sudah saya bookmark.
March 1st, 2007 at 10:48 am
louis vuitton yg di union square san francisco?
persis banget kejadiannya, di alami temen gw, salah satu sales di sana, si job dateng lusuh, nanyain jas yg di pajang di manequin….
dicuekin sama temen2 kerjanya, dia sih ladenin aja…
kluarin kartu nama, suruh kirim ke apple loop, cupertino…bengong degh temen2nya yg laen…
March 2nd, 2007 at 8:08 pm
Hasil nyari di http://guide.apple.com dengan keyword “structural equation” nemu substitusi buat AMOS: FEMLAB dan LISREL. Ternyata LISREL ada yang native buat Mac! Cihuy!
March 13th, 2007 at 11:06 pm
Ini saya ambil dari imel saya bulan Januari di milis yg saya ikuti:
Dari majalah BusinessWeek
Katanya Apple menemukan bahwa antara th 1997-2003, sejumlah 6,428 option grants-nya Apple telah diubah tanggalnya (jadi lebih cepat/backdating) sehingga karyawannya mendapat harga rekayasa yg lebih rendah. Hal ini diketahui atau bahkan direkomendasi oleh Jobs.
Yang menarik:
Setelah pengumuman ttg hal ini 27 Dec, saham Apple jatuh 5%.
Jobs menyewa pengacara untuk mewakili dirinya dalam investigasi.
Dalam bbrp jam saja, stock price kembali ke posisi awal.
Dua hari kemudian, 29 Dec, saham Apple naik lagi 5% setelah special committee of directors (salah satunya Al-Gore) mengumumkan bahwa “no misconduct found”.
Two days: we’ve seen that Jobs is worth at least 9% of the value of Apple.
Estimasi dari analyst: his “actual price” is 20%
Kasus yang dibandingkan adalah McAfee.
Oct 11, pengumuman ada misconduct mengenai pengeluaran yg berkaitan dg options tanpa menyebut keterlibatan CEO George Samenuk.
Setelah itu: CEO Samenuk pensiun dan bilang: saya menyesal karena bbrp masalah stock option terjadi dimasa kepemimpinan saya.
Karenanya, judul artikel di BW ini: Is Steve Jobs untouchable?
Penutupnya bernas:
“Steve Jobs is a national treasure, and Apple has to do everything it can to keep him actively enganged. If Martha Steward can stay at her company, there should be no issue -even in the worst case- in designing a structure that keeps Steve Jobs at Apple.” ( J.A. Grundfest, professor at Stanford Law School, former SEC Commisioner).
March 15th, 2007 at 8:53 pm
hmm… kata g seh ada saatnya berpakaian biasa aja and ada saatnya pk baju yg bagus.. lagian kan namanya jg orang ada saatnya sederhana, ada saatnya jg memanjakan diri.. klo g seh noproblem ma Steve Jobs toh duit2 dy.. dy jg kerja keras buat mendapatkan smuanya ini sampe kyk sekarang.. jd yah layak lah dy pk duitnya buat beli barang mahal jg.. i dont care dy mau ngapain.. jgn terlalu care jd org tar sirikan mulu yg ada krn terlalu care.. memperhatikan org pake mobil apa baju apa tas apa.. Cukupkan dengan apa yg ada jgn ngeliat ke atas mulu.. Liat ke atas boleh yaa contoh gmn perjuangannya dy jd org berhasil kyk sekarang tuh gmn..
March 16th, 2007 at 12:49 pm
Baru 2 bulan pake MacBook Pro dengan superdrive bisa dua OS, tapi windowsnya malah jarang dipakai. Vista belum coba, tapi MacOSX tetap lebih unggul dibanding Windows XP. Belum lagi sebentar lagi bakal dirilis versi Leopard.Hmm??
June 22nd, 2007 at 3:26 pm
yach dasar orang indonesia, yang dikomentarin penampilannya jobs bukannya keuletan dan kegigihan dia. Sama ‘kali dengan fenomena Communicator E90, Nokia ngerti kalo orang indo itu tinggi gengsi so Indo negeri ke-2 setelah Finlandia soal launching E90 ini. Mungkin bung Nofie tertarik menulis fenomena ini? Saya tunggu tulisannya. Sorry klw ada yang tersinggung, sy hanya ingin qt tersungging..senyum melihat bayangan cermin diri qta. Piss…