Apakah Islam Agama Teroris?
June 20th, 2007 | IslamLupakan sejenak argumentasi soal negara lain yang “lebih teroris” daripada “Islam.” Lupakan juga soal “ketakutan yang sengaja dipelihara dan diciptakan” serta teori konspirasi lainnya. Saat sekarang memang banyak yang mengatasnamakan Islam dan bahkan atas nama Allah untuk melakukan tindak terorisme. Itu fakta yang tak bisa ditolak.
Beberapa waktu lalu, Abu Dujana didor Densus 88 di Banyumas. Tak cuma itu, Densus 88 juga menciduk pucuk pimpinan JI, Zarkasih alias Mbah dan “Roy Suryo” nya Abu Dujana, Arif Syaifudin, juga Aris Widodo, Isa Ansyori Muchairom, Nur Fauzan Ade Setiawan, Nur Afifudin alias Suharto alias Haryanto, dan Azis Mustofa alias Api. Walau banyak politisi koar-koar karena merasa dianaktirikan, saya mengucapkan selamat buat Polri, BIN, dan pihak terkait lainnya untuk kerja kerasnya selama ini.
Memang benar, Indonesia belum 100% aman, apalagi Abu Dujana mengaku pernah memiliki 500 kg peledak dan senjata api. Penangkapan ini mungkin membuat struktur JI goyah, namun dengan sel organisasi yang kuat, bisa dipastikan JI akan segera memasang pimpinan dan staf anyar di organisasinya. Tapi, apa memang Islam tukang bikin teror?
Kalau dibaca seksama, lebih dari 3/4 isi Al-Qur’an mengulas soal akhlakul karimah. Soal sifat dan perilaku mulia yang harus dilakukan, bagaimana anak berbakti dengan orang tua, keluarga yang sakinah, adab dalam berkehidupan sosial, dan hal-hal terkait lainnya. Apalagi kalau dirunut ke belakang, kitab ini memang diturunkan untuk menyempurnakan akhlak manusia yang carut marut. Rasulullah sendiri juga merupakan figur yang sangat baik dalam kelemahlembutan dan sopan santun di setiap tutur lakunya. Tak heran kalau sejak masa mudanya, beliau sudah disegani banyak orang.
Al-Qur’an dan As-sunah sebenarnya lebih banyak mengulas soal “kita”. Sangat jarang ditulis tentang “mereka” atau “mereka” yang tidak seiman dengan “kita.” Toh, beragama adalah sebuah pilihan yang tak bisa dipaksakan. Sebagaimana tertulis dalam QS Al Baqarah 256, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam).” Itu artinya bahwa kita tak boleh memaksakan orang lain untuk masuk agama kita. Kita juga tak boleh memaksa orang lain untuk serta merta mengikuti apa mau kita.
Pun di QS Al An’am 108, Allah berfirman, “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.”Jadi sebenarnya juga tidak masuk akal kalau kita mengutuk Amerika atau Israel, apalagi menyebut mereka (maaf) kafir. It’s definitely wrong.
Kalau boleh jujur, Islam di Indonesia memang unik. Walau merupakan penduduk muslim terbesar di dunia, mereka terpecah dalam sekian banyak golongan, partai, klan, kelompok, dan garis pembatas lainnya. Typically, antara yang satu dengan yang lain susah untuk saling menghargai dan merasa bahwa dirinyalah yang paling baik dan paling benar.
Tentu ini terlalu lucu untuk disebut lelucon. Islam bertuhankan satu, nabinya juga sama, punya kitab yang sama. Jaman Rasulullah, Islam juga satu. Tapi kenapa sekarang umat Islam malah membuat garis pembeda sendiri-sendiri? Garis pembeda yang sebenarnya malah rentan pada perpecahan. Ada yang adem ayem, ada yang justru bikin bom. Ada yang sibuk ngurus pendidikan dan kesehatan, yang lain malah bikin rusak kafe dan bar.
Sampai sejauh ini, dunia barat memang unggul dalam iptek maupun ekonopolitik. Sangatlah bodoh kalau kita melawan senjata dengan senjata. Jelas kalahnya. Kalau memang ingin Islam diunggulkan, tentu harus dengan hati yang bersih dan otak yang cemerlang. Dengan cara-cara yang lebih cerdas dan taktis. Bukan dengan pengeboman dan penebaran teror di sana-sini.
Soal-soal demikian memang tak dapat dihindari sebagai sebuah tantangan jaman yang harus dihadapi manusia. Dinamika jaman yang terus berubah bisa membuat siapapun kian jauh dari agamanya. Masalahnya sekarang adalah bagaimana cara kita supaya selalu update terhadap perkembangan jaman tanpa mengabaikan rambu-rambu yang ada.
Agama dan kitab suci diturunkan oleh Tuhan yang maha tahu segalanya. Bukan agama yang musti berubah. Tapi kita sebagai manusianya.
June 30th, 2008 at 2:52 pm
Comments
June 20th, 2007 at 12:43 pm
Jadi inget analisa Kedaulatan Rakyat
June 20th, 2007 at 3:35 pm
Islam is the best religion, with the worst followers?
June 20th, 2007 at 6:10 pm
judulnya kok ngeri tenan
June 20th, 2007 at 7:52 pm
Sia-sia saja muslim berteriak bahwa ISLAM AGAMA DAMAI, ISLAM BUKAN AGAMA TERORIS, sementara kita diam dan bersikap tidak mau tahu (bahkan seakan cenderung memaafkan dengan dalih se-iman) ketika ada yang mengaku muslim melakukan tindakan kasar, teror dan ancaman…
Tapi sebagai muslim, aku sendiri tidak pernah merasa malu dengan agama ini. Orang-orang tolol yang membawa-bawa agama Islam sebagai dalih pembenar itu yang seharusnya malu. Mencatut nama Allah untuk menghalalkan darah dan menebar keresahan dimana-mana…
June 20th, 2007 at 7:57 pm
Perbedaan dalam Islam itu suatu hal yang wajar. Bahkan di masa nabipun juga ada perbedaan dikalangan para sahabat. Hal ini karena Islam sangatlah demokratis dan mampu mencakup semua golongan.
Tentang Jihad saja, ada yang beranggapan bahwa saat ini sudah masa perang. Tapi bagi yang lain ini masa damai (walau ribuan nyawa kaum muslimin sudah melayang). Jika anda heran kenapa ada perbedaan, maka anda masih belum paham betapa menariknya agama ini.
June 20th, 2007 at 7:57 pm
Islam adalah agama yang bersahaja.
June 20th, 2007 at 8:43 pm
mengingat saya (sama sekali) tidak religius, tapi saya setuju dengan tulisan ini. Agama itu bukan untuk menjustifikasi gerakan-gerakan yang anarkis, terutama Islam yg selalu mengingatkan pemeluknya untuk menjaga silaturahmi dan hubungan antar sesama.
Bukan agama, tapi orangnya
June 20th, 2007 at 9:22 pm
Kebetulan saya penganut Kristiani, ga pernah punya pemikiran seperti judul di atas, termasuk terhadap agama yang lain. Buat saya, garis keras suatu umat beragama (entar benar atau salah) selalu ada. Di Kristen pun juga ada, salah satu contohnya pertikaian IRA (Irlandia Utara) dan Inggris.
Ini semua sebenernya cuma pemikiran sempit sekelompok orang/umat dan malangnya diperparah menjadi bahan politik. Saya setuju dengan komentar di atas. Agama ga salah, tapi pengikutnya.
June 21st, 2007 at 7:11 am
terus terang saya sedih dengan keadaan umat islam mostly ditanah air sekarang ini, islam selalu diidentikkan dengan yang buruk2, kemiskinan, pendidikan yang rendah bahkan teroris…apa yang bisa kita perbuat?
June 21st, 2007 at 7:34 am
plus saat ini di beberapa kalangan ormas/partai dkk, menginginkan mengganti pancasila menjadi syariat islam. katanya mau meningkatkan yang baik-baik dengan tidak menghapus pluralisme… weleh..weleh..
June 22nd, 2007 at 8:45 pm
Prilaku seorang budak lebih dominan dari pada prilaku seorang yang beragama ISlam, kasus bulog sudah cukup menggambarkan, seseorang yang ketakutan akan masa depan nya….memperkaya diri sendiri dengan membabi monyet,
June 24th, 2007 at 12:26 am
Dari kaca mata subjektif, saya melihat tidak ada kaitannya antara agama dengan perilaku atau pandangan seseorang. Saya kok lebih condong pada kepribadian yang dibentuk oleh lingkungan masing-masing orang. Bagaimana orang menjadi fanatik atau moderat kan bergantung pada kepribadian atau karakter seseorang. Kalau masalah terorisme di negara kita menurut saya lebih disebabkan faktor kemiskinan, pendidikan dan politik. Lihat saja Malaysia, kenapa sih Dr Azhari dan Noordin M. Top musti jauh-jauh ke negara kita mencari pengikut?Kenapa tidak mencari orang di negaranya sendiri? Kalau saja banyak saudara-saudara kita mendapatkan pekerjaan dan ekonomi yang layak serta pendidikan yang cukup, saya rasa tidak akan ada orang yang bersedia menjadi teroris. Dan satu lagi, faktor pemimpin. Sebagai orang Asia pada umumnya, masyarakat kita cenderung mengikuti setiap pandangan atau perintah pemimpinnya. Jadi kalau di negara kita-entah itu pemimpin agama atau pemerintahan-yang kredibel, berintegritas tinggi serta bermoral, maka cenderung mereka akan mengikutinya. Lha sekarang ini siapa sih yang bisa kita jadikan panutan?
June 26th, 2007 at 10:22 am
Beberapa hal:
1. Mari berdoa untuk keselamatan kita.
2. Mari mendukung hukuman mati untuk teroris. Mereka toh mau ‘jihad,’ kita bantu saja usahanya.
3. Jadilah orang yang arif dan juga open minded, Insya Allah semua lancar.
June 29th, 2007 at 1:28 pm
Membunuh atas nama agama. Kekerasan juga atas nama agama. Poligami atas nama Alloh dan nafsu, membuat para kyai, ulama dan tokoh-tokoh muslim lainnya berulah nakal dan cabul. Padahal jelas sekali bahwa poligami merendahkan derajat wanita.
Kenapa menjadi begini?
Waktu jaman Majapahit, nusantara makmur dan jaya. Orang kita berkebudayaan tinggi, kreatif dan toleran.
Setelah Islam masuk di Jawa, negara kita hancur korban dari penajahan Belanda, Jepang, dsb. Korban dari korupsi, kekerasan/teror, malapetaka. Dan korban dari imperialisme Arab (Indonesia adalah negara pemasok jemaah haji yang terbesar di dunia). Bangsa Arab ini memang hebat sekali karena telah berhasil menemukan cara untuk memasukkan devisa untuk mereka sendiri. Sedangkan situasi ekonomi negara kita dalam keadaan yang sangat parah. Imperialisme Arab ini memang sangat kejam. Turun-temurun sampai anak-cucu, tidak tahu sampai kapan, nusantara diharuskan membayar “pajak” kepada Imperialisme Arab ini dengan alasan: kewajiban menjalankan rukun Islam.
Kenapa kebudayaan kita yang luhur ini sedang dibarter dengan sistim hidup Arab? Padahal peradaban Jawa jauh lebih tinggi dari pada yang di Arab.
Bagaimana caranya supaya kita kembali bisa memakmurkan negara kita yang tercinta ini?
June 29th, 2007 at 1:29 pm
KRISIS BESAR MELANDA NEGARA IRAN
Iran adalah salah satu negara terkaya di dunia dilihat dari tambang minyak.
Tapi sejak para mollah memerintah di negara ini dengan sistim agama yang mencampuri setiap segi kehidupan orang Iran, maka sekarang negara persia ini mengalami krisis besar. Kehidudapan di Iran saat ini sangat susah. Jauh lebih susah dari pada kehidupan waktu di Rusia komunis (USSR). Anak-anak muda sekarang berontak. Jangan-jangan negara ini menjadi seperti Afganistan.
Gara-gara agama, suatu negara bisa hancur.
Sayang sekali!
July 8th, 2007 at 11:13 am
Uhm, mau ikut urun pendapat niy…
Saya sih setuju banget dengan tulisan blog ini. Bahwa isi Al Qur’an 3/4 lebih merupakan ajaran berakhlak mulia memang benar. Mulai dari ajaran menjadi pemaaf, berlaku sabar, tidak bercerai berai, tidak berbuat aniaya, dan masih banyak lagi.
Masalah perbedaan pendapat, perbedaan golongan dalam Islam, saya sama sekali tidak mempermasalahkan itu. Hanya saja, kenapa antara satu golongan dengan yang lain musti sering berantem sendiri? Tuhannya sama, Rasul-nya sama, Kitabnya sama…bukannya seharusnya saling menghargai ya? Semisal ada perbedaan kan bisa dibicarakan. Secara juga menurut Al An’am 108 di atas, Allah meminta kita tidak memaki umat agama lain. Masak iya, sama yang seagama kita malah berantem sendiri-sendiri…
Salut untuk om Nofie. Terus nulis ya.
July 8th, 2007 at 4:15 pm
kalo islam mau maju jg lagi korupsi,jg mentingin diri sendiri,jg anarkis,jg egois,jg dikit2 slalu bawa nama allah-dikit2 allah kapan mau maju kalo gitu?
July 14th, 2007 at 11:12 pm
Kesimpulan saya, mayoritas yang comment di blog ini mengatakan bahwa aksi teror yang dilakukan oleh orang-orang yang sangat religius itu “bukan ajaran islam”. Yakin?
Coba tanya sama mereka, dan mereka akan jawab dengan setumpuk dalil yang mendukung tindakan mereka. Menurut mereka, apa yang mereka lakukan sama sekali tidak melanggar hukum islam manapun, bahkan disahkan dan didorong islam. Mereka adalah orang-orang religius dengan pengetahuan agama yang dalam.
Tentu anda semua tau ayat-ayat yang bertema “perangilah orang kafir”, “bunuhlah dimanapun kau jumpai mereka”, “tegakkan agama dan hukum Allah”, “orang kafir tidak akan senang sebelum kamu memasuki agama mereka”, hadis “penggallah kepala yang tidak salat”, dsb, dsb.
Menurut saya: salah kalo dikatakan “yang salah orangnya bukan agamanya”, karena mereka meyakini sepenuhnya bahwa yang mereka lakukan diridhoi Allah. Mereka mengamalkan ajaran agama. Mereka pengikut, bukan ngarang-ngarang aturan atau ajaran sendiri. Yang bener menurut saya: bahwa agama islam tidak lepas dari pengaruh keadaan saat islam berkembang, yaitu abad ke-7, saat budaya orang masih “savage”. Tanpa sisi yang keras, islam akan sulit (atau tidak mungkin) berkembang di tengah-tengah bangsa Arab yang jahiliyah itu. Dan bahwa cara keras abad ke-7 itu sudah tidak lagi relevan di abad 21 ini. Tidak semua ajaran islam, atau ajaran agama lain, masih relevan seluruhnya sampai zaman modern ini. Agama lekang dimakan zaman.
Dan menurut saya, tulisan “teori konspirasi” ala dosen Fisipol UMY itu, sangat menyedihkan dan sangat simple minded. Dia ga berani mengakui bahwa teroris2 itu adalah orang yang menjalankan perintah agamanya, dan malah cari-cari kambing hitam.
July 16th, 2007 at 8:50 am
“lebih dari 3/4 isi Al-Qur’an mengulas soal akhlakul karimah”
Pertanyaan: ” udah dicek yang 1/4 nya?”
Islam akan maju kalau mau JUJUR pada diri sendiri.
Osama & Abu Dujana GAK BAKALAN JAHAT KALO GAK ADA AYAT-AYAT SETAN
AA Gym gak bakal kawin lagi kalo DILARANG berselingkuh
July 20th, 2007 at 12:33 am
Moreover,
“…Cukup dengan memberi iming-iming kepada mereka yang miskin dan kurang berpendidikan, berpikiran jangka pendek dan sempit, serta menganggap bisa melawan AS dan teman-temannya dengan bom kecil…”
Fakta: Osama dari keluarga konglomerat saudi, cerdas, sarjana teknik.
Untuk menjalankan operasi yang sangat sulit seperti 9/11, butuh perencanaan yang matang dan otak jenius. Dr. Azhari orang pintar, ahli strategi, saya yakin lebih pintar dari dosen yang nulis ini….
July 20th, 2007 at 12:39 am
“…dan oleh idealisme menandingi nuklir dengan mercon. ”
Jadi mas, maunya menandingi nuklir dengan nuklir lagi? hebat…
July 20th, 2007 at 10:42 am
POLIGAMI = PELECEHAN WANITA
Dalam al-Qur’an, ada ayat yang secara eksplisit membolehkan poligami: dua, tiga atau empat orang isteri. Ayat inilah yang selalu menjadi senjata pendukung poligami untuk membenarkannya menurut optik Islam.
Potongan pertama “ayat poligami” di Qur’an, seakan menyusun tangga jumlah keutamaan pernikahan. Di mulai dari dua, tiga, lantas empat. Yang paling reflek ditangkap logika biasa: cobalah dua dulu; kalau masih berminat, bisa tiga; jika masih ada kemauan dan kemampuan, boleh nambah menjadi genap empat. Bahkan, sementara umat Islam, ada yang sampai hati menjumlahkan bilangan-bilangan yang disebut Tuhan di al-Quran tersebut. Dua plus tiga, plus empat, sehingga menghasilkan jumlah yang fantastis dan menguntungkan kecenderungan pernikahan seseorang. Perbedanaan pemahaman ini tidak lepas dari permasalah hermeneutika (cara tafsir) atas ayat al-Qur’an. Masalahnya adalah, apakah penyebutan dua, tiga, empat, lantas kemudian satu, menunjukkan yang disebut pertama lebih utama (afdlal) dari yang kemudian? Kalau itu dilihat sebagai urutan keutamaan, ya poligami menjadi pilihan.
Yang sering terlupakan adalah kelanjutan “ayat poligami” ini. Justru, yang terlupakan inilah sebetulnya ruh ayat itu. Yaitu: masalah keadilan. Keadilan atas siapa? Tentu yang dimadu (perempuan). Dari sudut pandang siapa keadilan itu? Ya, jelas sudut pandang perempuan. Sebab, yang menjadi objek poligami adalah perempuan; yang makan hati dan tahu takaran keadilan poligomos adalah perempuan itu sendiri, utamanya yang dimadu (yang terlecehkan).
July 20th, 2007 at 10:43 am
PERLAKUAN KASAR DIBENARKAN OLEH AL-QUR’AN
Bacalah kutipan surah an-Nisa ayat 34: “…Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur dan pukullah mereka…”
Ini jelas sekali bahwa, di lingkungan muslim, wanita adalah korban dari kekerasan fisik, penghinaan, pelecehan seksual. Semuanya itu dihalalkan oleh Al-Qur’an.
July 20th, 2007 at 11:22 pm
Really??
Saya bukan dosen. :)
July 21st, 2007 at 11:14 am
Apakah Islam agama teroris? Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.
Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.
Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10 atau 25? Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak, maka orang muslim hanya menurutinya saja secara taken for granted.
Banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Jadi umat muslim terjebak.
July 25th, 2007 at 5:05 pm
Sudah waktunya kita belajar Islam lebih menyeluruh. Sehingga tidak ada prasangka yg buruk2 tentang Islam. Mungkin butuh puluhan tahun agar memahami seperti apa Islam sesungguhnya. Tapi ada cara yg simple. Yaitu berkumpul bersama orang2 shalih (baca : yg kita tuduh fundamentaslis, anarkis, merendahkan wanita, dsb). Disana kita akan tau, luar biasanya Islam ketika diterapkan dengan totalitas dan pemahaman yg benar. Kita akan dibuat takjub dengan akhlak yg sangat mulia yg belum pernah terlintas di kepala kita sebelumnya. Perlakuan orang2 shalih ini kepada istrinya bisa jadi beribu kali lebih baik daripada cara kita bergaul dengan istri kita. Kasih sayang mereka terhadap anaknya akan membuat mata kita terbelalak kagum. Jangan terlalu percaya media sebelum kita mengenal mereka secara pribadi. Pikiran negatif tentang Islam sebenarnya muncul lantaran kita tidak pernah bersentuhan secara langsung dengan orang2 shalih ini. Sy ingin bertanya kepada Anda para penghujat Islam, adakah orang shalih yg Anda kenal secara pribadi? Sy berani jamin, Anda tidak mengenal pribadi mereka. Anda hanya mengenal mereka lewat media. Maka carilah mereka, kenali mereka, bersahabatlah dengan mereka.. selami kepribadian mereka yg unik.. Anda akan terkagum2 dibuatnya.
Kita akan kaget karena orang2 shalih yg kita anggap fundamentalis, anarkis, jahat kepada wanita ternyata beribu kali lebih baik dari kita, beribu kali lebih lembut dari kita, dan beribu kali lebih menghargai wanita daripada kita. Percayalah atau buktikan sendiri. Singkatnya totalitas keislaman menjadikan seseorang diliputi seribu satu kebaikan.
July 27th, 2007 at 9:57 am
duh topik nya swensitif banget
jangan ngomongin agama ah
takutnya ada fracture gitu
July 27th, 2007 at 11:37 am
ASS WW. SAYA HANYA MENGINGATKAN KEMBALI ” BAHWA AGAMA ISLAM ITU ADALAH AGAMA YANG CERDIK DAN CERDAS ” CINTA KASIH SAYANG SESAMA UMAD. YG DIBILANG DIATAS ITU GAK ADA AYATNYA.
July 30th, 2007 at 1:36 pm
SUDAH YA… UDAH MENGARAH KE SARA NIKH KOMENTARNYA…..
ANY WAY KITA TIDAK BERHAK MENGHAKIMI ORANG LAIN…..
COBA BERKACA PADA DIRI KITA SENDIRI ….
PEACE….
August 1st, 2007 at 12:35 am
Zorion annas kurang berdasar baca cuma terjemahannya. Kalau baca quran apalagi terjemahan saklek…..leter lek itu yaa sama saja dengan para teroris itu. Podo wae ah namanya manusia itu subjektif dan cenderung mengikuti udelnya sendiri.
August 1st, 2007 at 12:41 am
Bang Ali, kalau mau dan tidak puas dengan agama sampeyan sendiri yaa buat aja formula agama baru. Kalau perlu yaa gak usah pakai agama. Buat aja agama yang paling Anda anggap ideal buat saja dengan teman-teman sampeyan bersama-sama. Yaa silahkan agama yang dibuat diinovasi terus menerus…inopasi tanpa henti getoh sampai agama anda ideal. Kalau tidak bisa yaa jadi ateis saja…enak tuh tidak ada ikatan.
Agama itu dengan kerendahan hati dan mendahulukan hati bukan akal apalagi okol.
Namanya agama itu tidak pernah sama dengan kemuuan akal apalagi hawa nafsu.
August 1st, 2007 at 12:43 am
Bang ALi, kalau melihat sesuatu itu jangan subjektif dan emosional gitu. Ati-ati kalau diteruskan bikin tersesat hidup sampeyan lho !
August 1st, 2007 at 9:27 am
SAya setuju dengan saudara heri…
semua yang telah menjustifikasi orang-orang yang terlibat berbagai macam aksi pengeboman,poligamiers,atau anda yang menyebut “orang-orang shalih” ,semua itu terlalu banyak dibiaskan oleh media,pengamat agama,or else..kalo kita sebenrnya mau menyelami dan berusaha mengenali dari dekat pribadi orang yang telah terjustfkasi tersebut, mungkin akan memberikan sebuah pandangan baru atau setidak-tidaknya kita bisa melihat sisi lain betapa holistik dan kaffahnya mereka dalam mendalami ajaran yang dia yakini…selalu ada harga yang harus dibayar ketika kita menggenggam erat keyakinan kita.Nabi Muhammadpun 1300 tahun yang lalu pernah bersabda :”…ada masanya kelak ketika orang-orang yang memurnikan dan menjalankan ajaran Islam dengan baik seperti menggenggam sebuah bara api.” .Seperti itulah rekan-rekan keadaan kita sekarang…semua masih terkungkung dalam zona nyaman kita sendiri…semua seperti melihat sesuatu dengan lensanya sendiri..lepas lensa itu dan Jujurlah betapa mulia dan indahnya Islam.
Mari kita bangun agama kita dengan sebuah kerendahan hati!
August 11th, 2007 at 2:38 am
Di Forum Religiositas Agama, saya menemukan artikel yang menarik sekali. Ini situsnya: http://hatinurani21.wordpress.com/
MENGAPA KEBUDAYAAN JAWA MENGALAMI KEMUNDURAN YANG SIGNIFIKAN?
Pengantar
Manusia Jawa adalah mayoritas di Indonesia. Nasib bangsa Indonesia sangat tergantung kepada kemampuan penalaran, skill, dan manajemen manusia Jawa (MJ). Sayang sekali s/d saat ini, MJ mengalami krisis kebudayaan; hal ini disebabkan Kebudayaan Jawa (KJ) dibiarkan merana, tidak terawat, dan tidak dikembangkan oleh pihak2 yang berkompeten (TERUTAMA OLEH POLITISI). Bahkan KJ terkesan dibiarkan mati merana digerilya oleh kebudayaan asing (terutama dari timur tengah/Arab). Mochtar Lubis dalam bukunya: Manusia Indonesia Baru, juga mengkritisi watak2 negatip manusia Jawa seperti munafik, feodal, malas, tidak suka bertanggung jawab, suka gengsi dan prestis, dan tidak suka bisnis (lebih aman jadi pegawai).
Kemunduran kebudayaan Jawa tidak lepas dari dosa regim Orde Baru. Strategi regim Soeharto untuk melepaskan diri dari tuannya (USA dkk.) dan tekanan kaum reformis melalui politisasi agama Islam menjadikan Indonesia mengarah ke ideologi Timur Tengah (Arab). Indonesia saat ini (2007) adalah kembali menjadi ajang pertempuran antara: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. (mohon dibaca artikel yang lain dulu, sebaiknya sesuai no. urut)
Boleh diibaratkan bahwa manusia Jawa terusmenerus mengalami penjajahan, misalnya penjajahan oleh:
- Bs. Belanda selama 300 tahunan
- Bs. Jepang selama hampir 3 tahunan
- Regim Soeharto/ORBA selama hampir 32 tahun (Londo Ireng).
- Negara Adidaya/perusahaan multi nasioanal selama ORBA s/d saat ini.
- Sekarang dan dimasa dekat, bila tidak hati2, diramalkan bahwa Indonesia akan menjadi negara boneka Timur Tengah/Arab Saudi (melalui kendaraan utama politisasi agama).
Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah terpaan berbagai krisis yang tak pernah selesai dialami oleh bangsa Indonesia. Politisasi uang dan agama mengakibatkan percepatan krisis kebudayaan Jawa, seperti analisa dibawah ini.
Gerilya Kebudayaan
Negara2 TIMTENG/ARAB harus berjuang sekuat tenaga dengan cara apapun untuk mendapat devisa selain dari kekayaan minyak (petro dollar), hal ini mengingat tambang minyak di Timur Tengah (TIMTENG/Arab) adalah terbatas umurnya; diperkirakan oleh para ahli bahwa umur tambang minyak sekitar 15 tahun lagi, disamping itu, penemuan energi alternatip akan dapat membuat minyak turun harganya. Begitu negara Timur Tengah mendapat angin dari regim Orde Baru, Indonesia lalu bagaikan diterpa badai gurun Sahara yang panas! Pemanfaatan agama (politisasi agama) oleh negara asing (negara2 Arab) untuk mendominasi dan menipiskan kebudayaan setempat (Indonesia) mendapatkan angin bagus, ini berlangsung dengan begitu kuat dan begitu vulgarnya. Gerilya kebudayaan asing lewat politisasi agama begitu gencarnya, terutama lewat media televisi, majalah, buku dan radio. Gerilya kebudayaan melalui TV ini sungguh secara halus-nylamur-tak kentara, orang awam pasti sulit mencernanya! Berikut ini adalah gerilya kebudayaan yang sedang berlangsung:
- Dalam sinetron, hal-hal yang berbau mistik, dukun, santet dan yang negatip sering dikonotasikan dengan manusia yang mengenakan pakaian adat Jawa seperti surjan, batik, blangkon kebaya dan keris; kemudian hal-hal yang berkenaan dengan kebaikan dan kesucian dihubungkan dengan pakaian keagamaan dari Timur Tengah/Arab. Kebudayaan yang Jawa dikalahkan oleh yang Timur Tengah.
- Artis2 film dan sinetron digarap duluan mengingat mereka adalah banyak menjadi idola masyarakat muda (yang nalarnya kurang jalan). Para artis, yang blo’oon politik ini, bagaikan di masukan ke salon rias Timur Tengah/Arab, untuk kemudian ditampilkan di layar televisi, koran, dan majalah demi membentuk mind set (seting pikiran) yang berkiblat ke Arab.
- Bahasa Jawa beserta ungkapannya yang sangat luas, luhur, dalam, dan fleksibel juga digerilya. Dimulai dengan salam pertemuan yang memakai assalam…dan wassalam…. Dulu kita bangga dengan ungkapan: Tut wuri handayani, menang tanpo ngasorake, gotong royong, dsb.; sekarang kita dibiasakan oleh para gerilyawan kebudayaan dengan istilah2 asing dari Arab, misalnya: amal maruh nahi mungkar, saleh dan soleha, dst. Untuk memperkuat gerilya, dikonotasikan bahwa bhs. Arab itu membuat manusia dekat dengan surga! Sungguh cerdik dan licik.
- Kebaya, modolan dan surjan diganti dengan jilbab, celana congkrang, dan jenggot ala orang Arab. Nama2 Jawa dengan Ki dan Nyi (misal Ki Hajar …) mulai dihilangkan, nama ke Arab2an dipopulerkan. Dalam wayang kulit, juga dilakukan gerilya kebudayaan: senjata pamungkas raja Pandawa yaitu Puntadewa menjadi disebut Kalimat Syahadat (jimat Kalimo Sodo), padahal wayang kulit berasal dari agama Hindu (banyak dewa-dewinya yang tidak Islami), jadi bukan Islam; bukankah ini sangat memalukan? Gending2 Jawa yang indah, gending2 dolanan anak2 yang bagus semisal: jamuran, cublak2 suweng, soyang2, dst., sedikit demi sedikit digerilya dan digeser dengan musik qasidahan dari Arab. Dibeberapa tempat (Padang, Aceh, Jawa Barat) usaha menetapkan hukum syariah Islam terus digulirkan, dimulai dengan kewajiban berjilbab! Kemudian, mereka lebih dalam lagi mulai mengusik ke bhinekaan Indonesia, dengan berbagai larangan dan usikan bangunan2 ibadah dan sekolah non Islam.
- Gerilya lewat pendidikan juga gencar, perguruan berbasis Taman Siswa yang nasionalis, pluralis dan menjujung tinggi kebudayaan Jawa secara lambat namun pasti juga digerilya, mereka ini digeser oleh madrasah2/pesantren2. Padahal Taman Siswa adalah asli produk perjuangan dan merupakan kebanggaan manusia Jawa. UU Sisdiknas juga merupakan gerilya yang luar biasa berhasilnya. Sekolah swasta berciri keagamaan non Islam dipaksa menyediakan guru beragama Islam, sehingga ciri mereka lenyap.
- Demikian pula dengan perbankan, mereka ingin eksklusif dengan bank syariah, dengan menghindari kata bunga/rente/riba; istilah ke Arab2an pun diada-adakan, walau nampak kurang logis! Seperti USA memakai IMF, dan orang Yahudi menguasai finansial, maka manusia Arab ingin mendominasi Indonesia memakai strategi halal-haramnya pinjaman, misalnya lewat bank syariah.
- Keberhasilan perempuan dalam menduduki jabatan tinggi di pegawai negeri (eselon 1 s/d 3) dikonotasikan/dipotretkan dengan penampilan berjilbab dan naik mobil yang baik. Para pejabat eselon ini lalu memberikan pengarahan untuk arabisasi pakaian dinas di kantor masing2.
- Di hampir pelosok P. Jawa kita dapat menyaksikan bangunan2 masjid yang megah, dana pembangunan dari Arab luar biasa besarnya. Bahkan organisasi preman bentukan militer di jaman ORBA, yaitu Pemuda Pancasila, pun mendapatkan grojogan dana dari Timur Tengah untuk membangun pesantren2 di Kalimantan, luar biasa!
- Fatwa MUI pada bulan Agustus 2005 tentang larangan2 yang tidak berdasar nalar dan tidak menjaga keharmonisan masyarakat sungguh menyakitkan manusia Jawa yang suka damai dan harmoni. Bila ulama hanya menjadi sekedar alat politik, maka panglima agama adalah ulama politikus yang mementingkan uang, kekuasaan dan jabatan saja; efek keputusan tidak mereka hiraukan. Sejarah ORBA membuktikan bahwa MUI dan ICMI adalah alat regim ORBA yang sangat canggih. Saat ini, MUI boleh dikata telah menjadi alat negara asing (Arab) untuk menguasai
- Dimasa lalu, banyak orang cerdas mengatakan bahwa Wali Songo adalah bagaikan MUI sekarang ini, dakwah mereka penuh gerilya kebudayaan dan politik. Manusia Majapahit digerilya, sehingga terdesak ke Bromo (suku Tengger) dan pulau Bali. Mengingat negara baru memerangi KKN, mestinya fatwa MUI adalah tentang KKN (yang relevan), misal pejabat tinggi negara yang PNS yang mempunyai tabungan diatas 3 milyar rupiah diharuskan mengembalikan uang haram itu (sebab hasil KKN), namun karena memang ditujukan untuk membelokan pemberantasan KKN, yang terjadi justru sebaliknya, fatwanya justru yang aneh2 dan merusak keharmonisan kebhinekaan Indonesia!
- Buku2 yang sulit diterima nalar, dan secara ngawur dan membabi buta ditulis hanya untuk melawan dominasi ilmuwan Barat saat ini membanjiri pasaran di Indonesia. Rupanya ilmuwan Timur Tengah ingin melawan ilmuwan Barat, semua teori Barat yang rasional-empiris dilawan dengan teori Timur Tengah yang berbasis intuisi-agamis (berbasis Al-Quran), misal teori kebutuhan Maslow yang sangat populer dilawankan teori kebutuhan spiritual Nabi Ibrahim, teori EQ ditandingi dengan ESQ, dst. Masyarakat Indonesia harus selalu siap dan waspada dalam memilih buku yang ingin dibacanya.
- Dengan halus, licik tapi mengena, mass media, terutama TV dan radio, telah digunakan untuk membunuh karakater (character assasination) budaya Jawa dan meninggikan karakter budaya Arab (lewat agama)! Para gerilyawan juga menyelipkan filosofis yang amat sangat cerdik, yaitu: kebudayaan Arab itu bagian dari kebudayaan pribumi, kebudayaan Barat (dan Cina) itu kebudayaan asing; jadi harus ditentang karena tidak sesuai! Padahal kebudayaan Arab adalah sangat asing!
- Gerilya yang cerdik dan rapi sekali adalah melalui peraturan negara seperti undang-undang, misalnya hukum Syariah yang mulai diterapkan di sementara daerah, U.U. SISDIKNAS, dan rencana UU Anti Pornografi dan Pornoaksi (yang sangat bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika dan sangat menjahati/menjaili kaum wanita dan pekerja seni). Menurut Gus Dur, RUU APP telah melanggar Undang-Undang Dasar 1945 karena tidak memberikan tempat terhadap perbedaan. Padahal, UUD 1945 telah memberi ruang seluas-luasnya bagi keragaman di Indonesia. RUU APP juga mengancam demokrasi bangsa yang mensyaratkan kedaulatan hukum dan perlakuan sama terhadap setiap warga negara di depan hukum. Gus Dur menolak RUU APP dan meminta pemerintah mengoptimalkan penegakan undang-undang lain yang telah mengakomodir pornografi dan pornoaksi. “Telah terjadi formalisasi dan arabisasi saat ini. Kalau sikap Nahdlatul Ulama sangat jelas bahwa untuk menjalankan syariat Islam tidak perlu negara Islam,” ungkapnya. (Kompas, 3 Maret 2006).
- Puncak gerilya kebudayaan adalah tidak diberikannya tempat untuk kepercayaan asli, misalnya Kejawen, dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan urusan pernikahan/perceraian bagi kaum kepercayaan asli ditiadakan. Kejawen, harta warisan nenek moyang, yang kaya akan nilai: pluralisme, humanisme, harmoni, religius, anti kekerasan dan nasionalisme, ternyata tidak hanya digerilya, melainkan akan dibunuh dan dimatikan secara perlahan! Sungguh sangat disayangkan! Urusan perkawinan dan kematian untuk MJ penganut Kejawen dipersulit sedemikian rupa, urusan ini harus dikembalikan ke agama masing2! Sementara itu aliran setingkat Kejawen yang disebut Kong Hu Chu yang berasal dari RRC justru disyahkan keberadaannya. Sungguh sangat sadis para gerilyawan kebudayaan ini!
- Gerilya kebudayaan juga telah mempengaruhi perilaku manusia Jawa, orang Jawa yang dahulu dikenal lemah-lembut, andap asor, cerdas, dan harmoni; namun sekarang sudah terbalik: suka kerusuhan dan kekerasan, suka menentang harmoni. Bayangkan saja, kota Solo yang dulu terkenal putri nya yang lemah lembut (putri Solo, lakune koyo macan luwe) digerilya menjadi kota yang suka kekerasan, ulama Arab (Basyir) mendirikan pesantren Ngruki untuk mencuci otak anak2 muda. Akhir2 ini kota Solo kesulitan mendatangkan turis manca negara, karena kota Solo sudah diidentikan dengan kekerasan sektarian. Untuk diketahui, di Pakistan, banyak madrasah disinyalir dijadikan tempat brain washing dan baiat. Banyak intelektual muda kita di universitas2 yang kena baiat (sumpah secara agama Islam, setelah di brain wahing) untuk mendirikan NII (negara Islam Indonesia) dengan cara menghalalkan segala cara. Berapa banyak madrasah/pesantren di Indonesia yang dijadikan tempat2 cuci otak anti pluralisme dan anti harmoni? Banyak! Berapa jam pelajaran dihabiskan untuk belajar agama (ngaji) dan bahasa Arab? Banyak, diperkirakan sampai hampir 50% nya! Tentu saja ini akan sangat mempengaruhi turunnya perilaku dan turunnya kualitas SDM bgs. Indonesia secara keseluruhan! Maraknya kerusuhan dan kekerasan di Indonesia bagaikan berbanding langsung dengan maraknya madrasah dan pesantren2. Berbagai fatwa MUI yang menjungkirbalikan harmoni dan gotong royong manusia Jawa gencar dilancarkan!
- Sejarah membuktikan bagaimana kerajaan Majapahit, yang luarbiasa jaya, juga terdesak melalui gerilya kebudayaan Arab sehingga manusianya terpojok ke Gn. Bromo (suku Tengger) dan P. Bali (suku Bali). Mereka tetap menjaga kepercayaannya yaitu Hindu. Peranan wali Songo saat itu sebagai alat politis (mirip MUI dan ICMI saat ini) adalah besar sekali! Semenjak saat itu kemunduran kebudayaan Jawa sungguh luar biasa!
Tanda-tanda Kemunduran Budaya Jawa
Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah:
- Orang2 hitam dari Afrika (yang budayanya dianggap lebih tertinggal) ternyata dengan mudah mempedayakan masyarakat kita dengan manipulasi penggandaan uang dan jual-beli narkoba.
- Orang Barat mempedayakan kita dengan kurs nilai mata uang. Dengan $ 1 = k.l Rp. 10000, ini sama saja penjajahan baru. Mereka dapat bahan mentah hasil alam dari Indonesia murah sekali, setelah diproses di L.N menjadi barang hitech, maka harganya jadi selangit. Nilai tambah pemrosesan/produksi barang mentah menjadi barang jadi diambil mereka (disamping membuka lapangan kerja). Indonesia terus dengan mudah dikibulin dan dinina bobokan untuk menjadi negara peng export dan sekaligus pengimport terbesar didunia, sungguh suatu kebodohan yang maha luar biasa.
- Orang Jepang terus membuat kita tidak pernah bisa bikin mobil sendiri, walau industri Jepang sudah lebih 30 tahun ada di Indonesia. Semestinya bangsa ini mampu mendikte Jepang dan negara lain untuk mendirikan pabrik di Indonesia, misalnya pabrik: Honda di Sumatra, Suzuki di Jawa, Yamaha di Sulawesi, dst. Ternyata kita sekedar menjadi bangsa konsumen dan perakit.
- Orang Timur Tengah/Arab dengan mudah menggerilya kebudayaan kita seperti cerita diatas; disamping itu, Indonesia adalah termasuk pemasok devisa haji terbesar! Kemudian, dengan hanya Asahari, Abu Bakar Baasyir dan Habib Riziq (FPI), cukup beberapa gelintir manusia saja, Indonesia sudah dapat dibuat kalang kabut oleh negara asing! Sungguh keterlaluan dan memalukan!
- Kalau dulu banyak mahasiswa Malaysia studi ke Indonesia, sekarang posisinya terbalik: banyak mahasiswa Indonesia belajar ke Malaysia (bahkan ke S’pore, Thailand, Pilipina, dst.). Konyol bukan?
- Banyak manusia Jawa yang ingin kaya secara instant, misalnya mengikuti berbagai arisan/multi level marketing seperti pohon emas, dst., yang tidak masuk akal!
- Dalam beragamapun terkesan jauh dari nalar, bijak dan jauh dari cerdas, terkesan hanya ikut2an saja. Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama, dan tidak perlu mengorbankan budaya lokal.
- Sampai dengan saat ini, Indonesia tidak dapat melepaskan diri dari berbagai krisis (krisis multi dimensi), kemiskinan dan pengangguran justru semakin meningkat, padahal negara tetangga yang sama2 mengalami krisis sudah kembali sehat walafiat! Peran manusia Jawa berserta kebudayaannya, sebagai mayoritas, sangat dominan dalam berbagai krisis yang dialami bangsa ini.
Penutup
Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama. Gus Dur mensinyalir telah terjadi arabisasi kebudayaan. Kepentingan negara asing untuk menguasai bumi dan alam Indonesia yang kaya raya dan indah sekali sungguh riil dan kuat sekali, kalau negara modern memakai teknologi tinggi dan jasa keuangan, sedangkan negara lain memakai politisasi agama beserta kebudayaannya. Indonesia saat ini (2007) adalah sedang menjadi ajang pertempuran antara dua ideologi besar dunia: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. CLASH OF CIVILIZATION antar dua ideologi besar di dunia ini, yang sudah diramalkan oleh sejarahwan kelas dunia – Samuel Hutington dan Francis Fukuyama.
Tanpa harus menirukan/menjiplak kebudayaan Arab, Indonesia diperkirakan dapat menjadi pusat Islam (center of excellence) yang modern bagi dunia. Seperti pusat agama Kristen modern, yang tidak lagi di Israel, melainkan di Itali dan Amerika. Beragama tanpa nalar disertai menjiplak budaya asal agama tersebut secara membabi buta hanya akan mengakibatkan kemunduran budaya lokal sendiri! Maka bijaksana, kritis, dan cerdik sangat diperlukan dalam beragama.
August 11th, 2007 at 4:04 am
komennya panjang2 bener..
August 13th, 2007 at 10:32 am
ass .wr.wb
Coba untuk semuanya jangan mengartikan al-quran per ayat.coba artikan al-quran per surat.telusuri dengan baik kapan surat itu diturunkan,waktu dan keadaanya.karena Al-quran diturunkan saat jaman jahiliyah yang carut marut.dan disetiap surat kalo ada anjuran untuk memerangi kaum kafir pasti ada alasanya dan penjelasanya kenpa kita harus memerangi mereka.seperti ketika nabi hijrah dan mendapat perintah untuk masuk kembali ke mekkah.atau ketika terjadi peperangan antara nabi dan kaum kafir.
August 13th, 2007 at 1:14 pm
Hanya saja, waktu jaman tribal (waktu dibuatnya Al-Qur’an), orang tidak memikirkan nantinya ada internet …..
August 20th, 2007 at 1:09 am
Artikel ini menarik sekali. Ini situsnya: http://religi.wordpress.com/2007/03/16/agama-langit-dan-agama-bumi/
AGAMA LANGIT DAN AGAMA BUMI
Ada berbagai cara menggolongkan agama-agama dunia. Ernst Trults seorang teolog Kristen menggolongkan agama-agama secara vertikal: pada lapisan paling bawah adalah agama-agama suku, pada lapisan kedua adalah agama hukum seperti agama Yahudi dan Islam; pada lapisan ketiga, paling atas adalah agama-agama pembebasan, yaitu Hindu, Buddha dan karena Ernst Trults adalah seorang Kristen, maka agama Kristen adalah puncak dari agama-agama pembebasan ini.
Ram Swarup, seorang intelektual Hindu dalam bukunya; “Hindu View of Christianity and Islam” menggolongkan agama menjadi agama-agama kenabian (Yahudi, Kristen dan Islam) dan agama-agama spiritualitas Yoga (Hindu dan Buddha) dan mengatakan bahwa agama-agama kenabian bersifat legal dan dogmatik dan dangkal secara spiritual, penuh klaim kebenaran dan yang membawa konflik sepanjang sejarah. Sebaliknya agama-agama Spiritualitas Yoga kaya dan dalam secara spiritualitas dan membawa kedamaian.
Ada yang menggolongkan agama-agama berdasarkan wilayah dimana agama-agama itu lahir, seperti agama Semitik atau rumpun Yahudi sekarang disebut juga Abrahamik (Yahudi, Kristen, dan Islam) dan agama-agama Timur (Hindu, Buddha, Jain, Sikh, Tao, Kong Hu Cu, Sinto).
Ada pula yang menggolongkan agama sebagai agama langit (Yahudi, Kristen, dan Islam) dan agama bumi (Hindu, Buddha, dll.) Penggolongan ini paling disukai oleh orang-orang Kristen dan Islam, karena secara implisit mengandung makna tinggi rendah, yang satu datang dari langit, agama wahyu, buatan Tuhan, yang lain lahir di bumi, buatan manusia. Penggolongan ini akan dibahas secara singkat di bawah ini.
Agama bumi dan agama langit.
Dr. H.M. Rasjidi, dalam bab Ketiga bukunya “Empat Kuliyah Agama Islam Untuk Perguruan tinggi” membagi agama-agama ke dalam dua kategori besar, yaitu agama-agama alamiah dan agama-agama samawi. Agama alamiah adalah agama budaya, agama buatan manusia. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah agama Hindu dan Budha. Mengenai agama Hindu Rasjidi mengutip seorang teolog Kristen, Dr. Harun Hadiwiyono, Rektor Sekolah Tinggi Theologia “Duta Wacana” di Yogyakarta sebagai berikut:
“Sebenarnya agama Hindu itu bukan agama dalam arti yang biasa. Agama Hindu sebenarnya adalah satu bidang keagamaan dan kebudayaan, yang meliputi jaman sejak kira-kira 1500 S.M hingga jaman sekarang. Dalam perjalanannya sepanjang abad-abad itu, agama Hindu berkembang sambil berobah dan terbagi-bagi, sehingga agama ini memiliki ciri yang bermacam-macam, yang oleh penganutnya kadang-kadang diutamakan, tetapi kadang-kadang tidak diindahkan sama sekali. Berhubung karena itu maka Govinda Das mengatakan bahwa agama Hindu itu sesungguhnya adalah satu proses antropologis, yang hanya karena nasib baik yang ironis saja diberi nama agama.” 1)
Samawi artinya langit. Agama samawi adalah agama yang berasal dari Tuhan (yang duduk di kursinya di langit ketujuh, Sky god, kata Gore Vidal). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Dalam bab Keempat dengan judul “Agama Islam adalah Agama Samawi Terakhir” Rasjidi dengan jelas menunjukkan atau menempatkan Islam sebagai puncak dari agama langit. Hal ini dapat dipahami karena Rasjidi bukan saja seorang guru besar tentang Islam, tetapi juga seorang Muslim yang saleh.
Bahkan dengan doktrin mansukh, pembatalan, para teolog dan ahli fikih Islam mengklaim, Qur’an sebagai wahyu terakhir telah membatalkan kitab-kitab suci agama-agama sebelumnya (Torah dan Injil).
Bila Tuhan yang diyakini oleh ketiga agama bersaudara ini adalah satu dan sama, pandangan para teolog Islam adalah logis. Tetapi disini timbul pertanyaan, apakah Tuhan menulis bukunya seperti seorang mahasiswa menulis thesis? Sedikit demi sedikit sesuai dengan informasi yang dikumpulkannya, melalui percobaan dan kesalahan, perbaikan, penambahan pengurangan, buku itu disusun dan disempurnakan secara perlahan-lahan?
Tetapi ketiga agama ini tidak memuja Tuhan yang satu dan sama. Masing-masing Tuhan ketiga agama ini memiliki asal-usul yang berbeda dan karakter yang berbeda. Yahweh berasal dan ajudan dewa perang, yang kemungkinan berasal dari suku Midian, dan dijadikan satu-satunya Tuhan orang Israel oleh Musa. Jesus salah seorang dari Trinitas, adalah seorang pembaharu agama Yahudi yang diangkat menjadi Tuhan oleh para pendiri Kristen awal. Allah adalah dewa hujan yang setelah digabung dengan dewa-dewa lain orang Arab dijadikan satu-satunya tuhan orang Islam oleh Muhammad. Jadi Yahweh, Trinitas dan Allah adalah tuhan-tuhan yang dibuat manusia. 2) (Lihat Karen Amstrong: A History of God).
Dan karakter dari masing-masing Tuhan itu sangat berbeda. Ketiganya memang Tuhan pencemburu, tetapi tingkat cemburu mereka berbeda. Yahweh adalah Tuhan pencemburu keras, gampang marah, dan suka menghukumi pengikutnya dengan kejam, tetapi juga suka ikut berperang bersama pengikutnya melawan orang-orang lain, seperti orang Mesir, Philistin dan Canaan. Jesus juga Tuhan pencemburu, tapi berpribadi lembut, ia memiliki banyak rasa kasih, tetapi juga mempunyai neraka yang kejam bagi orang-orang yang tidak percaya padanya. Allah lebih dekat karakternya dengan Yahweh, tetapi bila Yahweh tidak memiliki neraka yang kejam, Allah memilikinya. Di samping itu, bila Yahweh menganggap orang-orang Yahudi sebagai bangsa pilihannya, Allah menganggap orang-orang Yahudi adalah musuh yang paling dibencinya.
Jadi jelaslah di langit-langit suci agama-agama rumpun Yahudi ini terdapat lima oknum Tuhan yang berbeda-beda, yaitu Yahweh, Trinitas (Roh Kudus, Allah Bapa dan Tuhan Anak atau Jesus) dan Allah Islam. Masing-masing dengan ribuan malaikat dan jinnya.
Pengakuan terhadap Tuhan yang berbeda-beda tampaknya bisa menyelesaikan masalah soal pembatalan kitab-kitab atau agama-agama sebelumnya oleh agama-agama kemudian atau agama terakhir. Masing-masing Tuhan ini memang menurunkan wahyu yang berbeda, yang hanya berlaku bagi para pengikutnya saja. Satu ajaran atau satu kitab suci tidak perlu membatalkan kitab suci yang lain.
Tetapi disini timbul masalah lagi. Bagaimana kedudukan bagian-bagian dari Perjanjian Lama yang diterima atau diambil oleh Perjanjian Baru? Bagaimana kedudukan bagian-bagian Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang terdapat di dalam Al-Qur’an? Apakah bagian-bagian itu dipinjam dari Tuhan yang satu oleh Tuhan yang lain, yang ada belakangan? Atau persamaan itu hanya kebetulan? Ataukah para penulis kitab-kitab yang belakangan meminjamnya dari penulis kitab-kitab terdahulu?
Pembagian agama menjadi agama bumi dan agama langit, dari sudut pandang Hindu sebenarnya tidak menjadi masalah. Ini terkait dengan konsep ketuhanan dari masing-masing agama. Agama-agama Abrahamik atau Rumpun Yahudi (nama yang lebih tepat daripada “agama langit”) memandang Tuhan sebagai sosok berpribadi, seperti manusia, yang berdiam di langit (ke tujuh) duduk di atas kursinya, yang dipikul oleh para malaikat. Dari kursinya di langit itu Dia melakukan segala urusan, termasuk antara lain, tetapi tidak terbatas pada, mengatur terbit dan tenggelannya matahari, “menurunkan” wahyu dan lain sebagainya. Dari segi ini benarlah sebutan “agama langit” itu, karena ajarannya diturunkan oleh Tuhannya yang bermukim nun jauh di langit.
Dalam pandangan agama Hindu, Tuhan bersifat panteistik, yang melingkupi ciptaan (imanen) dan sekaligus di luar ciptaannya (transenden). Menurut pandangan Hindu Tuhan tidak saja lebih besar dari ciptaannya, tetapi juga dekat dengan ciptaannya. Kalau Tuhan hanya ada di satu tempat di langit ketujuh, berarti Ia ada di satu noktah kecil di dalam ciptaannya. Oleh karena itu Dia tidak Mahabesar. Agak mirip dengan pengertian ini, di dalam agama Hindu, dikenal ajaran tentang Avatara, yaitu Tuhan yang menjelma menjadi mahluk, yang lahir dan hidup di bumi – seperti Rama dan Krishna – menyampaikan ajarannya di bumi langsung kepada manusia tanpa perantara.
Dari segi ini, dikotomi agama langit dan agama bumi tidak ada masalah. Baru menjadi masalah ketika “truth claim” yang menyertai dikotomi ini. Bahwa agama langit lebih tinggi kedudukannya dari agama bumi; karena agama-agama langit sepenuhnya merupakan bikinan Tuhan, yang tentu saja lebih mulia, lebih benar dari agama-agama bumi yang hanya buatan manusia dan bahwa oleh karenanya kebenaran dan keselamatan hanya ada pada mereka. Sedangkan agama-agama lain di luar mereka adalah palsu dan sesat.
Pandangan “supremasis” ini membawa serta sikap “triumpalis”, yaitu bahwa agama-agama yang memonopoli kebenaran Tuhan ini harus menjadikan setiap orang sebagai pengikutnya, menjadikan agamanya satu-satunya agama bagi seluruh umat manusia, dengan cara apapun. Di masa lalu “cara apapun” itu berarti kekerasan, perang, penaklukkan, penjarahan, pemerkosaan dan perbudakan atas nama agama.
Masalah wahyu
Apakah wahyu? Wahyu adalah kata-kata Tuhan yang disampaikan kepada umat manusia melalui perantara yang disebut nabi, rasul, prophet. Bagaimana proses penyampaian itu? Bisa disampaikan secara langsung, Tuhan langsung berbicara kepada para perantara itu, atau satu perantara lain, seorang malaikat menyampaikan kepada para nabi; atau melalui inspirasi kepada para penulis kitab suci. Demikian pendapat para pengikut agama-agama rumpun Yahudi.
Benarkah kitab-kitab agama Yahudi, Kristen dan Islam, sepenuhnya merupakan wahyu Tuhan? Bila benar bahwa kitab-kitab ini sepenuhnya wahyu Tuhan, karena Tuhan Maha Tahu dan Maha Sempurna, maka kitab-kitab ini sepenuhnya sempurna bebas dari kesalahan sekecil apapun. Tetapi Studi kritis terhadap kitab-kitab suci agama-agama Abrahamik menemukan berbagai kesalahan, baik mengenai fakta yang diungkapkan, yang kemudian disebut ilmu pengetahun maupun tata bahasa. Berikut adalah beberapa contoh.
Pertama, kesalahan mengenai fakta.
Kitab-suci kitab-suci agama ini, menyatakan bumi ini datar seperti tikar, dan tidak stabil. Supaya bumi tidak goyang atau pergi ke sana kemari, Tuhan memasang tujuh gunung sebagai pasak. Kenyataannya bumi ini bulat seperti bola. Dan sekalipun ada banyak gunung, lebih dari tujuh, bumi tetap saja bergoyang, karena gempat.
Kedua, kontradiksi-kontradiksi.
Banyak terdapat kontradiksi-kontradiksi intra maupun antar kitab suci-kitab suci agama-agama ini. Satu contoh tentang anak Abraham yang dikorbankan sebagai bukti ketaatannya kepada Tuhan (Yahweh atau Allah). Bible mengatakan yang hendak dikorbankan adalah Isak, anak Abraham dengan Sarah, istrinya yang sesama Yahudi. Sedangkan Qur’an mengatakan bukan Isak, tetapi Ismail, anak Ibrahamin dengan Hagar, budak Ibrahim yang asal Mesir
Contoh lain. Bible menganggap Jesus sebagai Tuhan (Putra), sedangkan Al-Qur’an menganggap Jesus (Isa) hanya sebagai nabi, dan bukan pula nabi terakhir yang menyempurnakan wahyu Tuhan.
Ketiga, kesalahan struktur kalimat atau tata bahasa.
Di dalam kitab-kitab suci ini terdapat doa-doa, kisah-kisah, berita-berita tentang kegiatan Tuhan, mirip seperti berita surat kabar, yang ditulis oleh seseorang (wartawan) atas seseorang yang lain (dari obyek berita, dalam hal ini Tuhan). Lalu ada kalimat yang merujuk Tuhan sebagai “Aku, Kami, Dia, atau nama-namanya sendiri, seperti Allah, Yahweh, dll”. Mengapa Tuhan menunjukkan diriNya dengan Dia, kata ganti ketiga? Kata-kata atau kalimat-kalimat pejoratif seperti Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui ini pastilah dibuat oleh manusia, sebab mustahil rasanya Tuhan memuji-muji dirinya sendiri.
Keempat, ajaran tentang kekerasan dan kebencian.
Di dalam kitab-suci kitab-suci agama-agama langit ini banyak terdapat ajaran-ajaran tentang kebencian terhadap komunitas lain, baik karena kebangsaan maupun keyakinan. Di dalam Perjanjian Lama terdapat kebencian terhadap orang Mesir, Philistin, Canaan dll. Di dalam Perjanjian Baru terdapat ajaran kebencian terhadap orang Yahudi dan Roma. Di dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat kebencian terhadap orang-orang Yahudi, Kristen dan pemeluk agama-agama lain yang dicap kafir secara sepihak. Pertanyaan atas soal ini, betulkah Tuhan menurunkan wahyu kebencian terhadap sekelompok orang yang memujanya dengan cara berbeda-beda, yang mungkin sama baiknya atau bahkan lebih baik secara spiritual? Bukankah akhirnya ajaran-ajaran kebencian ini menjadi sumber kekerasan sepanjang massa?
Bagaimana mungkin Tuhan yang Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Penyayang menurunkan wahyu kebencian dan kekerasan semacam itu? Di dalam agama Hindu kebencian dan kekerasan adalah sifat-sifat para raksasa, asura dan daitya (demon, devil, atau syaitan).
Di samping hal-hal tersebut di atas, agama-agama rumpun Yahudi banyak meminjam dogma dari agama-agama lain, bahkan dari komunitas yang mereka sebut penyembah berhala atau kafir. Dogma utama mereka tentang eskatologi seperti hari kiamat, kebangkitan tubuh dan pengadilan terakhir dipinjam oleh agama Yahudi dari agama Zoroaster Persia, lalu diteruskan kepada agama Kristen dan Islam. Legenda tentang penciptaan Adam dipinjam dari leganda tentang penciptaan Promotheus dalam agama Yunani kuno. Bagaimana mungkin tuhan agama langit meminjam ajaran dari agama-agama atau tradisi buatan manusia?
Swami Dayananda Saraswati (1824-1883), pendiri Arya Samaj, sebuah gerakan pembaruan Hindu, dalam bukunya Satyarth Prakash (Cahaya Kebenaran) membahas Al Kitab dan AI-Qur’an masing-masing di dalam bab XI II dan XIV, dan sampai kepada kesimpulan yang negatif mengenai kedua kitab suci ini. Bahwa kedua kitab suci ini mengandung hal-hal yang patut dikutuk karena mengajarkan kekerasan, ketahyulan dan kesalahan. Ia meningkatkan penderitaan ras manusia dengan membuat manusia menjadi binatang buas, dan mengganggu kedamaian dunia dengan mempropagandakan perang dan dengan menanam bibit perselisihan.
Apa yang dilakukan oleh Swami Dayananda Saraswati adalah kounter kritik terhadap agama lain atas penghinaan terhadap Hindu yang dilakukan sejak berabad-abad sebelumnya oleh para teolog dan penyebar agama lainnya.
Kesimpulan.
Tidak ada kriteria yang disepakati bersama di dalam penggolongan agama-agama. Setiap orang membuat kriterianya sendiri secara semena-mena untuk tujuan meninggikan agamanya dan merendahkan agama orang lain. Hal ini sangat kentara di dalam agama-agama missi yang agresif seperti Kristen dan Islam dimana segala sesuatu dimaksudkan sebagai senjata psikologis bagi upaya-upaya konversi dan proselitasi mereka.
Di samping itu tidak ada saksi dan bukti untuk memverifikasi dan memfalsifikasi apakah isi suatu kitab suci betul-betul wahyu dari Tuhan atau bukan? Yang dapat dikaji secara obyektif adalah isi atau ajaran yang dikandung kitab suci-kitab suci itu apakah ia sesuai dengan dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, seperti cinta kasih, kesetiaan, ketabahan, rajin bekerja, kejujuran, kebaikan hati atau mengajarkan kebencian dan kekerasan?
Penggolongan agama-agama menjadi agama langit dan agama bumi, jelas menunjukkan sikap arogansi, sikap merendahkan pihak lain, dan bahkan sikap kebencian yang akhirnya menimbulkan kekerasan bagi pihak yang dipandangnya sesat, menjijikan dan tidak bernilai. Di lain pihak penggolongan ini menimbulkan rasa tersinggung, kemarahan, dan akhirnya kebencian. Bila kebencian bertemu kebencian, hasilnya adalah kekerasan.
Melihat berbagai cacat dari kitab suci-kitab suci mereka, khususnya ajarannya yang penuh kebencian dan kekerasan, maka isi kitab suci itu tidak datang dari Tuhan, tetapi dari manusia yang belum tercerahkan, apalagi Tuhan-Tuhan mereka adalah buatan manusia.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas disarankan agar dikotomi agama langit dan agama bumi ini tidak dipergunakan di dalam baik buku pelajaran, wacana keagamaan maupun ilmiah. Dianjurkan agar dipergunakan istilah yang lebih netral, yaitu agama Abrahamik dan agama Timur.
(Ngakan Putu Putra sebagaian bahan dari SATS ; “Semua Agama Tidak Sama” ).
Catatan kaki:
I). Prof . DR. H.M. Rasjidi : “Empat Kuliyah Agama Islam pada Perguruan Tinggi” penerbit Bulan Bintang, Jakarta, cetakan pertama, 1974. hal 10) H.M Rasjidi hal 53
2). Lihat Karen Amstrong : A History of God
3). Swami Dayananda Saraswati Satyarth Prakash (Light of Truth), hal 648.
4). Ibid hal 720.
September 13th, 2007 at 2:29 pm
beri saya 4-5 ayat / kalimat berturutan dari kitab agama manapun,
mau islam, kristen, katolik, hindu, budha, kejawen, dsb terserah
berikan waktu 2-3 minggu untuk mempermainkan kata-kata
voila …
… jadilah ajaran terorisme baru
nggak percaya ? coba saja bikin sendiri, pasti bisa
IMHO, otak manusia GAMPANG untuk dimanipulasi
semua terserah anda mau pilih yang mana
September 19th, 2007 at 10:36 pm
ISLAM BUKAN PENGGANAS-SIAPAKAH PENGGANAS SEBENARNYA?
SILA KE LAMAN WEB KAMI http://WWW.RASULDAHRI.COM
September 21st, 2007 at 10:25 am
Beruntung mereka, yang tinggal di Jepang, Korea, dan mungkin negera yang lainnya.
Sepertinya aman2 saja dari kejahatan teroris,
Kenapa cenderung: Teroris VS Barat.
Kenapa ya???
Apa pengertian teroris itu ya?
Apa jaman itu berubah atau jaman dirubah?
Apa Agama itu harus disesuaikan dengan akal manusia?
atau Akal Manusia harus disesuaikan dengan Agama?
disamping katanya ada ayat yang “meyesatkan”: ada juga yang ilmiah dan Al Quran dan hadist:
-. Contoh pengobatan Bekam,
Pengobatan yang murah,sehat dan tokcer.
- Nabi pernah membelah bulan dengan telunjuk . (Atas ijin ALLAH),
Terbukti oleh peneliti Amerika, Menurut mereka bahwa bulan pernah terbelah
beberapa ratus yang lalu pernah terbelah.
- Makan sehat ala rasul, dengan menggunakan jari tanpa sendok
lebih sehat karena di jari2 itu mengandung Enzim
- Tidur sehat ala rasul, menurut penelitian bisa mengembalikan susunan saraf dan pencernaan.
- Manfaat dari gerakan sholat dan wudlu
( lihat bukunya dr.Sagiran MKes dalam bukunya; Mukjizat gerakan sholat)
- diJilat anjing, Harus dibersihkan dengan 1 kali dengan tanah tujuh kali dengan Air,
fungsinya tanah untuk membunuh kuman rabies, karena tanah mengandung zat silika, yang bisa membunuh kuman. Pembuktian nya oleh ilmuwan pasteur.
dengan menemukan silika. dialam tanah banyak terkandung zat silika.
- Lautan tidak akan bersatu, karena adanya sekat diantara masing2 lautan tersebut.
sudah ada pembuktian dari peneliti di sono,
- didalam laut ada air tawar, sudah disebutkan Alquran. dan sudah dibuktikan oleh peneliti discovery, bahkan katanya orang ini jadi muallaf.
- dan banyak lagi.
**Monggo semuanya yang mau, yang mau, yang mau.
tinggal pilih,tinggal pilih, anda yakin tinggal ambil anda ragu jangan ganggu**
Cep Otsmar
**Tolong koreksi kalau ada yang salah***
September 25th, 2007 at 1:14 am
ALLAH TUHANKU, MUHAMMAD NABIKU DAN ISLAM AGAMAKU.
October 16th, 2007 at 10:46 am
Yeah………
Kami Umat Islam Beriman Bahwa Al-qur’an……Ia kitab yang membahas segala hal.Semua dari bidang yang dijalani manusia misalnya politik,ekonomi,sosial,ilmu pengetahuan dan lain sebagainya.Islam tidak menghilangkan fitrah manusia,akal dan hati serta semua yang dimiliki manusia.Allah telah berjanji kepada kami bawa kami akan benar-benar diuji keimanan kami dengan pertentangan yang yang berasal dari segala bidang (tanpa ampun) karena pertentangan itu berasal dari dengki kepada kami,………Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.”(Al-Baqarah:147)Kami tidak akan ragu bahwa kebenaran itu berasal dari pencipta kami karena kebenaran itu sendiri diciptakan.“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya
Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan
tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.Sesungguhnya
Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan”(An-Nahl:125-128)Walau orang-orang menyatakan buruk AL-qur’an namun selama 1400 manusia tetap bisa ditemani Al-qur’an tanpa bisa membuktikan bahwa Al-qur’an itu buruk dan keliru…..Tinggal menunggu waktu semakin kalian meragukan Al-qur’an akan semakin Kalian bingung apa tujuan kalian dan semakin kalian tidak akan mendapatkan petunjuk dan kesedihan dalam hati kalian tidak akan sembuh,.Dan semakin kalian menentang AL-qur’an akan semakin tambah keimanan kami karena Al-qur’an akan menjawab apa isi hati kalian dan penentangan kalian .Al-qur’an selain sebagai petunjuk ia adalah hujjah yang benar selamanya.Saksikanlah bahwa kami adala seorang muslim namun seandainya Kalian ingin menjadi Islam kami sangat bersyukur karena saudara kami yang akan masuk syurga dan penegak kebenaran didunia bertambah.Kami akan mengulurkan tangan kami untuk membantu mengenal dunia ini,kita belajar bersama-sama untuk menjadi khalifah/pemimpin dunia.
November 1st, 2007 at 11:14 am
Islam itu udah top banget… hanya saja kita yang nggak mau mempratekkan ajaran Islam tapi kita udah sok Islam udah sok baik… lihatlah Islam secara dunia secara global jangan manggut-manggut aja asal nurut ame ustadz ustadz lokal tanpa mau ikut ngurusin ukhuwah sedunia… ngaku Islam tapi getol ame pornografi..kitalah teroris terhadap Islam itu sendiri.
November 7th, 2007 at 11:02 pm
wew..
kayaknya kita emang harus melihat perubahan zaman. Al-quran memang ditulis pada jaman Jahiliyah,tapi kan Al-quran bersifat sepanjang masa. Karena sekarang adalah zaman globalisasi, sehingga semua yang bersifat terorisme sangat bertentangan dengan keadaan sekarang. Masih banyak cara2 lain untuk memerangi kaum kafir. Lagipula,bukankan Islam bukan agama pemaksa??
Jangan hanya melihat ayat2 yang biasa disebutkan ustadz2 ganteng di tv aja..
November 12th, 2007 at 12:17 pm
Manusia bisa berubah menjadi buas dan biadab karena lingkungan dan ajaran agama tertentu yang didapatkannya. Jelas sekali, dari situasi yang onar dan resah saat ini, yang patut disalahkan adalah agamanya, bukan manusianya.
December 12th, 2007 at 11:21 am
Kitab-kitab dalam Islam memang paling komplet. untuk menunjukkan bahwa islam agama DAMAI, kita bisa menyitir ayat-ayat yang tidak ada kekerasan.
contoh :
QS 2:256 Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)
QS 73:10 Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.
QS 109:6 Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku
QS 20:130 Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu
QS 2:83 ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.
QS 10:99 Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?
QS 50:45 Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka
QS 29:45 Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-
orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri
QS 2:62 Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran
terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka
bersedih hati.
QS 7:199 Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.
QS 15:85 maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik….
QS 6:108 Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.
Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka.
Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan
QS 43:88,89 Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman”. Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: “Salam (selamat tinggal).” Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk)
QS 50:45 Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka
QS 16:90 Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
QS 45.14 Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
mau yang keras juga ada :
QS 9:123 Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu
QS 8:12 Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka
QS 3:85 Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
QS 2:191 Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu
QS 9:5 bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka
QS 2:193 Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah
QS 9:14 Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman
QS 9:29 Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.
QS 9:30 Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
QS 9:28 Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini
QS 14:16 di hadapannya ada Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah.
QS 3:61 Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.
QS 47:4 Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka.
QS 8:65, Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir
QS 3:28 Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi teman atau penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).
QS 8:60 Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu.
Islam disebarkan oleh dua “kaki” :
Satu kaki diwakili oleh Islam Liberal, yang memanggil diri mereka kaum terpelajar, menulis dalam bahasa Inggris yang lancar tentang keindahan Islam dan mengklaimnya sebagai agama yang damai.
Satu kaki lainnya diwakili oleh kaum teroris, yang melaksanakan fase kedua dalam penyebaran Islam. Walau banyak orang menyangka kedua kaki ini berlawanan satu sama lain, pada kenyataannya mereka adalah satu kesatuan dan saling bergantung.
Dan apabila islam atau Muhammad di kritikk kedua aliran ini akan bersatu.
apakah Islam agama Teroris ?
Pelajari SENDIRI dengan saksama (jgn cuma dengan apa kata ustad/kyai) Al quran, Hadis serta sejarah riwayat hidup (sirat) Muhammad yg tertua yg ditulis oleh At Tabari, Ibnu Ishak, Ibnu Ishak, Al Waqidi. Dan engkau akan menemukan siapa sebenarnya Muhammad.
Lihat perbuatan mereka seperti Bin Laden, amrozi, dll mereka melakukan itu ada dasanya dalam kitab yg mereka imani.
Banyak ayat2 yg bertentangan dalam Quran yg bisa membuat kita pusing. Dua arti ini membuat Muslim mengartikan masing2 petunjuk ilahinya sesuai dg kepentingan mereka sendiri. Muslim yg toleran atau ingin menampilkan islam sebagai agama toleran dapat mengutip bagian2 Quran yg menganjurkan toleransi, sementara Muslim garis keras, fundamentalis dan bahkan teroris dapat mengutip bagian dari Quran yg menimbulkan kebencian dan pembunuhan orang2 kafir. Jadi setiap orang dapat mencari apa yg diinginkannya dalam buku itu. Dan mereka menyebutnya “keajaiban” Quran !
Mari kita bandingkan kedua sisi Quran ini:
Dalam Surat 73:10 tuhan bilang pada Muhammad agar sabar terhadap musuh2nya ? Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. Sementara dalam Surat 2.191 tuhan memerintahkannya utk membunuh musuhnya, ? Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu.
Dalam Surat 2.256 tuhan bilang pada Muhammad agar jangan menyebarkan Islam dg kekerasan; Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). Kemudian dalam ayat 193 ia mengatakan pada rasulnya utk membunuh siapapun yg menolak islam. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah.
Dalam Surat 29:46 tuhan bilang pada Muhammad utk bicara baik2 pada orang2 ahlul kitab (kristen dan yahudi). Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”. Tapi di Surat 9.29, tuhan menyuruh Muhammad utk melawan ahlul2 kitab tsb. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.
Muhammad tidak menjelaskan alasan bentrokan2 dalam Quran ini dan alasan mengapa Allah berubah sikap dari damai ke militan dan dari sikap ‘terserah elu mau peluk Islam, kek’ ke ‘PERANGI kafir’ ! Para pembela muslim di negeri Barat menampilkan ayat2 yg lunak dari Quran atau apa yang disebut sebagai Wahyu awal. Sementara para ulama Islam, kalau berceramah pada hadirin yg eksklusif muslim, mengatakan bahwa ayat2 lembek tersebut telah dibatalkan dan diganti oleh yg lebih keras. Alasan yg diberikan adalah, seperti yg dikatakan oleh Al-Maudoody, Muhammad sudah menjadi cukup kuat utk bergerak dari taraf lemah ke taraf Jihad.
Selama 13 tahun Muhammad berkhutbah di Mekah tapi kurang dari 100 orang yg menerima dia. Orang2 mekah lebih menyukai Al Nadir, tukang cerita yg lain dibandingkan dia. Sikap kurang sopan Muhammad terhadap tuhan2 mereka membuat mereka marah. Jadi dia kabur dan menetap di Medinah. Mereka biasa memberikan sebagian makanannya pada Muhammad, yg sering tidak makan apa2 selain beberapa kurma.
Setelah satu tahun dalam pengasingan, Muhammad tidak tahan lagi dan mulai merampok karavan2 pedagang yg membawa barang2 dari Damaskus ke Mekah. Salah satu sukses besar perampokannya terjadi dekat Badar dan sang nabi mendapat harta yg cukup banyak dari situ. Kemudian dia merencanakan perampokan di jalur2 jalan lain. Dia membagikan barang rampasan, termasuk wanita, kepada mereka yg membantunya dan menyimpan 20% utk dirinya sendiri. Dia bahkan mendapat uang dari penculikan penumpang karavan dan meminta tebusan pada keluarganya. Dia meyakinkan para pengikutnya bahwa jika mereka mati dalam pertempuran, mereka akan mendapat hadiah yg lebih besar lagi di surga.
Secara perlahan keberuntungannya berubah. Dia tidak lagi seorang pengkhotbah lemah yg diabaikan tapi pemimpin sebuah negara yg memerintah dg kekuasaan absolut. Dg perubahan nasib ini, pesan2 Muhammad juga berubah. Dibawah ini adalah perbandingan antara beberapa ayat2 awal yg dia tulis di Mekah ketika masih lemah dan beberapa yg ditulis di Medina setelah menjadi berkuasa.
Ayat Awal di Mekah
Ayat berikutnya di Medinah
2:256 Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)
9:123 Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu
73:10 Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.
8:12 Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka
109:6 Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku
3:85 Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.
20:130 Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu
2:191 Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu
2:83 ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.
9:5 bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka
10:99 Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?
2:193 Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah
50:45 Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka
9:14 Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman
29:45 Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-
orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri
9:29 Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.
2:62 Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran
terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka
bersedih hati.
9:30 Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?
7:199 Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.
9:28 Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini
15:85 maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik….
14:16 di hadapannya ada Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah.
6:108 Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.
Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka.
Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan
3:61 Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.
43:88,89 Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman”. Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: “Salam (selamat tinggal).” Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk)
47:4 Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka.
50:45 Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka
8:65, Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir
16:90 Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
3:28 Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi teman atau penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).
45.14 Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
8:60 Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu.
Dikotomi (pemikiran bercabang) ini dijelaskan oleh beberapa ulama Muslim.
Dr. M. Khan, penerjemah Sahih Bukhari dan Quran kedalam bahasa Inggris menulis:
Allah menunjukkan dalam Surat At Taubah (Ultimatum/Repentance, Surat 9), Perintah utk membuang (semua) kewajiban (perjanjian dll), dan memerintahkan para muslim utk melawan semua kaum berhala, termasuk melawan orang2 yg diberikan alkitab (Yahudi dan kristen) jika mereka tidak memeluk islam, sampai mereka membayar Jizia (sebuah pajak yg diadakan utk orang Yahudi dan Kristen) dan patuh secara sukarela dan merasa diri mereka tunduk (seperti yg dinyatakan dalam 9:29).
Jadi para muslim tidak diijinkan utk mengabaikan pertempuran melawan mereka (Pagan, Yahudi dan Kristen) dan utk rukun dg mereka dan agar tetap bersikap memusuhi mereka hingga perioda waktu tidak terhingga jika mereka masih KUAT dan hingga muslim punya kemampuan utk melawan mereka. Jadi pada awalnya pertempuran dilarang, kemudian diijinkan, dan setelah itu dibuat wajib (Pengenalan utk Terjemahan Inggris dari Sahih Bukhari, halaman xxiv).
Q9.5 : maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka.
Jadi menurut Dr. M. Khan dalam Quran 9:5 Allah memerintahkan Muhammad utk membatalkan semua perjanjian dan melawan kaum Pagan, Yahudi dan bahkan kristen. Ini bertentangan dg apa yg ditulis Muhammad sebelumnya.
Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani” (Q 5.82)
Dr. Khan melanjutkan:
Mujahidin yg bertempur melawan musuh2 Allah dg maksud membuat semua pemujaan hanya utk Allah (saja dan tidak utk tuhan lain) dan bahwa perintahnya adalah Allah (yakni tidak ada yg lain yg berhak utk dipuja kecuali Allah dan agamanya, Islam), harus yang paling ditinggikan.
Jadi pertamanya adalah : Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam) (Q 2:256) dan kemudian :
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.? (Q 61:10-12).
Dr. Sobhy as-Saleh, seorang akademik jaman ini, tidak melihat dalam Q 2:256 dan Q 9:73 kasus penggantian tapi sebuah kasus penundaan atau penangguhan perintah utk melawan para kafir. Utk mendukung pandangannya dia mengutip Imam Suyuti, Penulis Itqan Fi Ulum al-Quran yg menulis:
Perintah utk melawan para kafir DITUNDA HINGGA PARA MUSLIM MENJADI KUAT, tapi dikala mereka lemah mereka diperintahkan utk bertahan dan bersabar. [ Sobhy as_Saleh, Mabaheth Fi 'Ulum al- Qur'an, Dar al-'Ilm Lel-Malayeen, Beirut , 1983, p. 269.]
Dr. Sobhy, dalam catatan kaki, menulis pendapat seorang ulama bernama Zarkashi yg berkata:
Allah yg paling tinggi dan bijaksana menunjukkan pada Muhammad dalam kondisi lemahnya apa yg cocok utk situasi itu, karena rahmat padanya dan para pengikutnya. Karena jika Dia memberi perintah utk melawan ketika mereka lemah akan sangat memalukan dan sangat sulit, tapi ketika kuat dan akan membuat Islam berjaya Dia memerintahkan padanya apa yg cocok dg situasi tersebut, yaitu meminta orang2 yg diberi alkitab utk menjadi muslim atau membayar pajak dan pada para kafir utk menjadi muslim atau mati. Dua pilihan ini, bertempur atau damai dikembalikan menurut kondisi kekuatan atau kelemahan dari para muslim. [ibid p.270].
Dan Nahas menulis;
… para ulama berbeda pendapat mengenai Q 2:256 (Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)) Ada yg bilang: Itu telah digantikan (dibatalkan) karena sang nabi memaksa orang Arab utk memeluk Islam dan melawan mereka dan tidak menerima alternatif lain kecuali menyerah pada islam.
Ayat yg digantikan adalah Q 9.73 : Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Muhammad meminta ijin Allah utk melawan mereka dan dikabulkan.
Ulama lain berkata Q 2.256 tidak digantikan, tapi mendapat penerapan khusus. Ayat ini muncul karena mengenai orang2 ahlul kitab (Yahudi dan kristen); mereka tidak dapat dipaksa utk memeluk Islam jika mereka membayar pajak Jizia (Pajak utk nonmuslim dibawah undang2 muslim). Hanya pemuja patung yg dipaksa utk memeluk agama Islam dan pada merekalah Q 9.73 diterapkan. Ini pendapat dari Ibnu Abbas yg diakui sbg pakar terbaik karena dari kesahihan otoritasnya. [ al-Nahas, An-Nasikh wal-Mansukh, p.80. See also Ibn Hazm al-Andalusi, A-Nnasikh wal-Mansukh, Dar al-Kotob al-'Elmeyah, birute, 1986, p.42.]
Ibnu Hazm al-Andalusi menulis:
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu menyerangnya, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai para penyerang.
Dalam wewenang Gafar ar-Razi dari Rabi Ibnu Ons, dari Abil-Aliyah yg berkata: Ini ayat pertama yg diucapkan dalam Quran mengenai pertempuran di Medinah. Waktu diucapkan, nabi biasa melawan mereka yg melawannya dan menghindari mereka yg menghindarinya, sampai Surat 9 diucapkan. Dan begitu juga dg pendapat Abd ar-Rahman Ibn Zayd Ibn Aslam yg berkata ayat ini dibatalkan oleh 9.5; maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka. [Ibn Hazm al-Andalusi, An-Nasikh wal- Mansukh, Dar al-Kotob al-'Elmeyah, birute, 1986, P.27]
Utk lebih jelas lagi dalam hal subjek ini, lihat http://www.debate.domini.org/newton/tolerance.html,
Muhammad menuntut para pengikutnya utk berperang thd kaum kerabatnya sendiri dan utk membenarkan pesta pembunuhan ini, ia berkata; Penindasan (terhdp Islam) lebih buruk dari pembunuhan. Ayat berikut diucapkan utk menghasut para imigran agar membunuh teman2 Mekahnya karena menolak Islam.
Q 2.191 : Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan penindasan itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.
Kenyataannya kaum Quraish tidaklah bersimpati terhadap kaum muslim. Kaum Quraish mengejek dan menggoda Muslim tapi tidak pernah membunuh seorang Muslimpun karena alasan mereka memeluk islam. Alasan tidak adanya rasa suka ini karena kenyataan bahwa Muhammad melakukan pelanggaran terhadap tuhan2 mereka dan tidak menghormati kepercayaan mereka. Reaksi dari orang2 Mekah ini normal dan dapat dibenarkan.
Tapi apa yg dilakukan Muhamad pada mereka yg mengejeknya? Dia bukan orang yg dgn enteng menghadapi kritik. Abu Afak, yg berumur 120 dan Asma Binti Marwan ibu yg sedang menyusui dan mempunyai 5 anak dibunuh atas perintah Muhammad karena membuat puisi yg isinya dianggap menyerang Muhammad. Cuma karena itu saja, ia mengambil nyawa mereka.
Muhammad bilang penindasan/penekanan lebih buruk dari pembunuhan. Meskipun pernyataannya ini menggelikan, dia sendiri menyuruh para pengikutnya utk bersikap keras dan menekan ketika berurusan dg orang2 kafir.
Q 9.123 Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu.
Tapi bagaimanapun, kenyataannya tetap terbukti bahwa orang2 kafir itu tidak menyerang kaum muslim. Muslimlah yg menyerang Mekah, Khaibar dan tempat2 tinggal orang Yahudi di Medinah. Apakah orang Persia yg merampok Muslim? Apakah India yg mencegah orang2 Arab menyembah Allah ? Apakah Spanyol datang utk berperang dg Muslim ? Jika Allah itu tuhan, kita mestinya dapat mengharap setitik kejujuran dari sang utusan dan pujaannya.
Muhammad bilang siapapun yg tidak percaya padanya harus dibunuh. Tapi dia tidak membunuh kristen dan yahudi kalau mereka membayar pajak hukuman. Di Kaibar dia memeras 50% seluruh produksi panen yahudi dari tanah mereka sendiri yg disita utk diambil olehnya. Apa ini bukan penindasan? Tentu saja ketika Muhammad mati, Omar membasmi semua yahudi malang itu dari seluruh Kaibar. Quran tidak ragu-ragu dalam hal penindasan kafir.
Q 9.29 : Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.
Muslim2 yg menyatakan bahwa Islam adalah agama damai dan mengutip ayat2 Quran–dimana Muhammad terus mengingatkan bahwa Allah maha pengampun dan pemaaf–ketika ditunjukkan ayat2 Quran ini dan warisan berdarah dari perang2 dan penjarahan2 nabinya, mengubah taktik mereka dan berkata : Ya, Islam menyetujui penggunaan kekerasan dlm situasi tertentu, seperti yg ditulis oleh seorang pembela islam pada saya.
Apa yg dimaksud dgn ’situasi tertentu’ ??
Mari kita jelaskan bahwa kita tidak membicarakan tentang penggunaan kekerasan terhadap pelaku kriminal biasa, pembunuh atau pemerkosa. Kita bicara tentang kekerasan terhadap orang2 tak bersalah yg tidak menerima kenabian Muhammad dan lebih memilih utk memuja tuhan mereka sendiri dg cara mereka sendiri.
Hukuman mati telah dihilangkan dari negara2 beradab. Bahkan negara yg masih mempraktekkannya membunuh terdakwa dg suntikan mati atau cara yg tidak menyakitkan dan lebih manusiawi. Si penjahat tidak pernah disiksa atau dibuntungi. Tapi Muhammad menerapkan siksaan keji bagi mereka yg tidak menerima agama omong kosongnya.
Q 5.33 : Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.
Jenis tuhan sadis apakah Allah itu?!
Satu pertanyaan yg tidak pernah saya dapat jawabannya adalah: jika Allah ingin membunuh orang kafir, kenapa dia tidak melakukannya sendiri ? Akan mudah sekali baginya membunuh mereka, membuntungi mereka, membakar mereka dan memukul mereka dg segala macam bencana dan malapetaka utk memuaskan sifat balas dendam dan keinginan haus darahnya. Kenapa dia malah meminta utusannya dan para pengikut fanatiknya utk melakukan pekerjaan kotornya? Apa mungkin karena dia tidak mampu melakukannya sendiri? Atau apakah karena dia bukan tuhan sama sekali melainkan hanya khayalan dalam pikiran Muhammad ??
Muhammad menyatakan bahwa ketidakpercayaan pada Allah adalah kejahatan terbesar yg dapat dihukum dg kematian. Siapa yg mendapat keuntungan dari ini? Dia adalah satu-satunya kontak antara Allah dan para pengikutnya yg dungu. Tidak patuh padanya berarti tidak patuh pada tuhan. Apa tuhan peduli jika manusia percaya dia atau tidak? Apa yg dia dapat dari ini? Apa harga diri tuhan terluka jika primata2 bumi tidak mengenal dan memujinya? Apa dia akan begitu marah hingga dia akan membakar manusia selamanya? Ini betul2 sebuah pemikiran yg takhyul. Tapi ini memberi Muhammad kuasa yg sama seperti tuhan utk melakukan apapun dia inginkan tanpa ada yg bertanya-tanya. Dia punya kuasa utk membunuh siapapun, utk menuntut pengikutnya berperang, bahkan jika itu utk memerangi sekutu mereka sendiri, kerabat dan teman2 dan membawa 20% dari jarahan padanya. Ini memberi dia hak utk meniduri banyak perempuan dan memilih yg termuda dan tercantik dari perempuan2 yg ditangkap.
Semakin dia mengagungkan tuhan semakin bertambah kekuasaannya.
Allah cuma alasan utk memberi kuasa pada seorang yg lapar akan kekuasaan utk bangkit dari kemiskinan menuju kekuasaan absolut dan membuatnya makin bermimpi utk menaklukan kerajaan besar Persia dan Byzantine.
Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. Q 9.24
Muhamad bukan guru bermoral. Kebaikan atau sifat baik tidak punya arti baginya. Keasyikannya hanyalah membuat orang2 tunduk pada kehendak Allahnya, yg siapapun tidak punya akses kecuali dia sendiri. Semakin keji dia lukiskan tuhannya, semakin banyak kendali yg dapat dia lakukan pada pengikutnya. Allah adalah sebuah alter ego utk seorang narsisis gila kuasa yg haus akan kekuasaan dan seks. Obsesinya utk menundukan orang2 agar menerima tuhannya sedemikian hingga dia menjanjikan para pezina dan perampok sebuah tempat disurga jika mereka menerimanya. Sementara bagi mereka yg tidak menerimanya akan dia bakar dineraka meskipun jika mereka hidup bagai orang suci.
Sahih Bukhari Volume 4, Buku 54, Nomor 445
Diceritakan oleh Abu Dhar:
Nabi berkata, Jibril berkata padaku, ‘Siapapun diantara para pengikutmu yg mati tanpa menyembah tuhan lain selain Allah, akan masuk surga (atau tidak akan mesuk neraka).’ Nabi bertanya. ‘Bahkan jika dia telah melakukan hubungan seks tak lazim atau pencurian ?? Jawabnya, ‘Ya, bahkan merekapun.’
Ini bahkan dipastikan oleh Quran:
4.48 : Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
Tentu saja tidak dikatakan bahwa mereka yg membunuh orang2 tak bersalah bagi dia dalam nama allah akan langsung masuk Surga.
Bagaimana bisa orang yg berpikiran normal menerima omong kosong ini ? Bagaimana mungkin orang2 tidak berhenti sejenak utk berpikir tentang semua ini ? Kenapa kita tidak bertanya pada diri sendiri pertanyaan sederhana ini, seperti:
Kenapa tuhan PERLU diketahui?
Jika dia begitu ingin diketahui, kenapa dia tidak menampakkan dirinya pada setiap orang seperti dia menampakan dirinya pada si nabi?
Kenapa dia main petak umpet dan kemudian menghukum mereka yg gagal menemukannya?
Kenapa utusannya bertindak begitu kejam dan hidup begitu tidak bermoral seakan membuat keraguan akan integritas dan kejujurannya?
Kenapa kata2 dalam Quran begitu bertentangan terhadap sains, logika dan akal sehat?
Ini adalah pertanyaan2 yg sederhana tapi penting, setiap muslim harus bertanya pada dirinya sendiri. Kita bukan kambing, Kita manusia yg diberi sebuah otak dan tergantung kita apa akan kita gunakan atau tidak.
December 17th, 2007 at 2:55 am
wah ….saya sampai pusing baca komentar-komentarnya ….
Tapi menambah wawasan lho…. lain waktu saya pasti berkunjung lagi utk baca2, soalnya komentar2 diatas perlu penalaran dan pemikiran mendalam (jadi ingat semasa kuliah euy)
Yang penting menurut saya adalah aksi nyata. Kalau kita “Takut akan Allah” …pasti kita menuruti perintah-NYa utk mengasihi sesama manusia. Sebab semua manusia berasal dari Dia. Dia dalam berbagai Agama di gambarkan atau di lukiskan sebagai “Maha pengasih dan Maha penyayang” …..
Jadi …kita sebisa-bisanya juga harus berusaha mengasihi sesama kita ….entah dia agama A…entah dia agama B atau dia tidak beragama …..
Senyum kita hari ini kepada seseorang, mungkin satu-satunya matahari yang orang itu lihat pada hari ini.
Terbarkan kebaikan dalam aksi kecil kita sehari-hari ….
salam
Partisimon
January 7th, 2008 at 7:36 pm
Saat ini, Indonesia mengalami krisis multi-dimensi. Sedangkan sebagian besar dari krisis ini disebabkan oleh agama.
Agama Islam adalah agama dari rumpun Abrahamik seperti halnya Kristen dan Yahudi. Ketiga agama ini menanamkan kebencian, permusuhan dan kekerasan sepanjang massa.
Penduduk Indonesia adalah 60% berada di Jawa. Jadi kekuatan ada di Jawa. Kalau orang jawa segera meninggalkan agama rumpun abrahamik dan kembali kepada Kepercayaan asli, maka sebagian besar dari krisis ini akan hilang dan Indonesia akan seketika sembuh dari krisis ini.
Indonesia adalah negara besar, kaya dengan sumber alam. Indonesia tidak berhak mempunyai nasib yang sepuruk ini.
January 10th, 2008 at 5:51 pm
Assalaamu’alaikum.
Saya sangat setuju dengan poligami.
Saya mempunyai seorang teman yang sudah mempunyai seorang istri + 2 anak. Dia mau tidur seranjang dengan gadis yang berumur 9 tahun. Gadis ini adalah anak dari seorang teman akrabnya. Teman saya ini mau mencontohi Nabi Muhammad SAW.
Teman saya ini mengetahui bahwa gadis tsb bukan milik ayahnya, melainkan milik Alloh.
Pertanyaan saya: Berhakkah si Ayah menolak permintaan teman saya ini? Apakah si ayah akan masuk neraka karena menolak ajaran Rasulullah?
Terima kasih atas pertolongannya untuk menjawab pertanyaan ini.
Wassalam
January 12th, 2008 at 1:38 am
Assalaamu’alaikum.
Saya menemukan posting yang sangat menarik tentang: Doktrin-Doktrin Yang Kurang Perlu dalam Islam. Ini link-nya: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1312
Selamat membaca dan terima kasih,
Wassalam
January 15th, 2008 at 4:39 pm
Ha ha ha ha.
Bung Solihin, Ya alaika.
Teman anda boleh menikahi gadis tersebut saat umur 9 tahun tapi digauli setelah umur 15 tahun (Kalau di Indonesia umur 17 kalau kurang teman anda bakal ditangkap polis). Namun sebelumnya teman anda harus berjiwa adil, mendapat ijin istri sebelumnya. Dan (yang utama) telah menikahi 2 janda tua berumur 60 tahun lebih. Jangan maunya yang enak saja, tetapi tanggung jawab ke janda2 tua tidak mau. he he. he Jangan kawatir, Islam berbeda dengan agama lain. Islam -> Boleh poligami tapi mengharamkan zinah. kalau agama lain, he he he zinah OK tapi poligami nggak boleh. kebalik kan ?
Indonesia saat ini sudah di test, ternyata Indonesia bergerak ke arah sekuler. Dari kasus AA Gym Vs Maria Eva, terbukti indonesia lebih memilih Zinah (memaafkan dan melupakan Maria Eva) tetapi masih “Meneror” AA Gym. — Semoga saya salah.
Bung / Mbak Jontor.
Saya sangat kagum atas “kutipan” ayat quran yang anda tulis. Hebat. Saya malu sebagai muslim bertahun-tahun tapi harus check buku dulu sebelum komentar. Sekali lagi hebat.
Namun sebagai Non Muslim, mohon untuk tidak memberikan komentar atas kitab suci orang lain apalagi dengan niat yang tidak jelas. Ada hal2 tertentu yang luput / atau sengaja tidak di kutip di tulisan anda. Mempelajari mudah, tapi untuk sampai ke tingkat mengartikan, Ummat Islam hanya mengijinkan setingkat Hafiz untuk mengartikan ayat2 quran. Kalau level saya sih cuma bisa mengartikan yang seperti ini :
“Dia hanya satu. Tidak yang menyerupai lainny