Egoisme Menara Pencakar Langit

August 2nd, 2007 | News

Burj Dubai

Mungkin tak ada yang lebih gila dari Dubai. Dubai adalah fenomena. Dubai adalah perjuangan — kota kecil yang kehabisan cadangan minyaknya bertahan dengan menjual jasa turisme, komersialisasi properti, dan pusat belanja. Padahal, Dubai hanya seukuran Jawa Barat dan obyek wisatanya artifisial. Namun Dubai tengah berbenah menjadi Singapura ala timur tengah.

Dubai sedang membangun menara tertinggi di dunia yang dinamai Burj Dubai (Dubai Tower). Tingginya 512 meter (atau 807 meter bila dihitung sampai spire-nya) dengan 160 lantai dan diharapkan selesai tahun depan. Dilihat dari bentuknya, menara ini sangat menarik. Sepintas mirip twin tower di Lord of the Rings. Kabarnya, setelah proyek ini, masih ada serangkaian mega proyek fenomenal lainnya.

Bandingkan dengan Indonesia. Menara tertinggi di Indonesia adalah Wisma 46 (BNI Tower) yang tingginya 228 meter atau 250 meter bila dihitung sampai spire-nya. Beberapa tahun ke depan, kalau jadi, Mega Kuningan Town Park akan menggusur Wisma 46 dengan tinggi 330 meter dengan 63 lantai. Sutiyoso dulu pernah menyebut Jakarta Tower yang tingginya 558 meter. Dari maketnya menara ini berbentuk seperti honey dipper yang dulunya digagas Surjadi Soedirdja dan Moerdiono tahun 1997. Entah sejauh mana perkembangannya, namun kalau tak meleset tahun 2009 proyek ini kelar dan akan menjadi sentra telekomunikasi, wisata, belanja, dan perkantoran elit di Kemayoran.

Peradaban manusia memang tak henti membuat bangunan tinggi. Diawali Piramida Giza dan Taman Gantung Babilonia ribuan tahun lalu, Menara Eiffel di akhir abad 19, sampai Empire State Building di awal abad 20. Sejak itu muncullah menara-menara jangkung di dunia seperti CN Tower, Sears Tower, dan masih banyak lagi. Belakangan predikat tertinggi diambil Asia lewat Petronas Tower (452 meter) lalu disalip Taipei 101 (508 meter) sejak tahun 2004 lalu — kemudian Burj Dubai ini.

Bicara bangunan supertinggi berarti bicara gengsi, prestis, pride, dan tourism. Bayangkan menara pencakar langit di Indonesia yang pastinya akan membuat bangga setiap warganegara sekaligus menyerap banyak devisa. Menara pencakar langit juga merefleksikan kekuatan politik dan ekonomi suatu negara.

Walau sesungguhnya, secara teknis tak banyak orang yang mau tinggal atau bekerja di lantai yang terlalu tinggi. Bagi para tenant, ongkos sewa di lantai-lantai tinggi juga sangat mahal. Sementara bagi pengembang, membangun bangunan supertinggi terkadang tak ekonomis dan efisien. Apalagi untuk membangunnya diperlukan perhitungan yang rumit dan teknologi mutakhir terkini. Bukan pekerjaan mudah untuk mengukur struktur tanah, arah dan besaran gempa, kekuatan angin, struktur tulang dan beton, sampai distribusi aliran listrik dan air hingga evakuasi para penghuni bila terjadi keadaan emergency.

Malaysia, Taiwan, dan Dubai barangkali tak ubahnya cewek ABG yang berusaha grab attention and prestige. Apa Kuala Lumpur memang membutuhkan tower dengan 88 lantai? Apakah memang Taipei memerlukan 101 lantai? Apa Jakarta perlu tower setinggi 558 meter? Bicara pencakar langit berarti juga bicara ego. Ego yang barangkali tak lebih dari sekadar broken the record books.

Faktanya, manusia ternyata juga sering terjerembab akibat egonya sendiri.

Misal, ketika Empire State Building dibangun, beberapa tahun kemudian Great Depression malah melanda Amerika dan pengaruhnya menyebar ke seantero dunia. Setelah Sears Tower dan World Trade Center kelar, ekonomi Amerika tersungkur dan pengangguran meningkat tajam dekade itu. Ketika Petronas Tower dibangun, krisis moneter meluluhlantakkan Asia. Dan bahkan ketika BNI Tower dibangun, setahun kemudian kita dihajar krisis moneter.

Ada baiknya kita sedikit hati-hati dan tak melulu mengejar ego pribadi. Jangan-jangan setelah Burj Dubai dibangun akan terjadi krisis mahabesar? Jangan-jangan setelah dibangun Mega Kuningan Town Park atau Jakarta Tower malah mengundang datangnya krisis di Indonesia?

Atau, barangkali menara-menara tinggi dibangun sebagai jalan pintas buat orang-orang yang bangkrut atau frustasi akibat krisis dan ingin mengakhiri hidupnya dengan cepat?

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

  1. Sepakbola, Duit, dan Masa Depan Kita » Nofie Iman
  2. Sepakbola, Duit, dan Masa Depan Kita | BOLANOVA.COM
  3. Comments

  4. earth scientist

    kota Dubai belakangan giat dalam ciptain berbagai rekor sensasional…
    dengan di bangunnya Burj Al Arab (hotel tertinggi, tercantik, bintang 7, di bangun di atas pulau buatan manusia)…, bikin Palm Island, pulau keren…..trus bikin zona ekonomi perdagangan bebas yang katanya terbesar di dunia (Jebel Ali), trus bikin Burj Dubai, n denger denger mau bikin airport baru, yang bakal punya luas ruangan terbesar di dunia (saat ini yang terluas Suvarnabhumi n HK)…Oh Dubai, apa kata dunia

  5. Resta

    untuk apa sih bangunan tinggi2 gini?
    waktu itu gw nonton acara di trans tv yg ngeliput menara petronas, katanya ga semua orang bisa ke puncak tertingginya, katanya hanya orang2 tertentu atau undangan yg boleh kesana, trus klo ga boleh kesana buat apa dibangun? mana klo kena angin goyang lagi?

    tanda2 dunia mau kiamat: salah satunya orang2 berlomba2 membangun gedung2

  6. Putra Daerah

    Jaman sekarang prestise suatu kota metropolitan kayaknya terletak pada bangunan tinggi seperti itu. Kalo saja gengsi2an macam ini terus2an terjadi, mungkin nanti (entah kapan) akan ada bangunan yang tingginya 1km menjulang ke langit!. Mungkinkah?

  7. Agus

    Semula saya mengira Mega Kuningan Town Park, Wisma 46, Empire State Building, Petronas, Burj Dubai dll dibuat makin jangkung semata untuk menyiasati makin mahalnya lahan. Kalau ternyata dibangun dg alasan seperti yang ditulis Mas Nofie, betap mahalnya harga sebuah ego….

  8. trian

    ego, priceless!

    di dunia yang makin rasional, masih ada sangat banyak hal yang tidak didasari rasio ternyata, tapi ego (means emotion).
    dan sebagai orang (bangsa) ‘kecil’, masih pantaskah kita mengangkat tinggi-tinggi ego itu? buat saya pribadi, ego tidak penting, asal kita bisa melangkah terus maju ke depan.

    tapi untuk pride, koq malah bangsa kita ’seakan-akan’ tidak punya?padahal pride sebagai bangsa berdaulat, …, etc seharusnya selalu dijaga.

  9. Agam

    IYa mirip ama yang di LOTR. TInggal ngasih lampu merah aja :)

  10. Hedi

    Saya menyoroti evakuasi saat emergency case di gedung-gedung tinggi. Saya ga pingin Indonesia punya yang tinggi-tinggi banget deh. Kita tahu sendiri kualitas penanganan bencana di sini masih lemah. Terlalu mengerikan.

  11. Amir Karimuddin

    Beberapa kali ikut latihan evakuasi, ternyata kesadaran orang Jakarta, khususnya yang bekerja di gedung-gedung tinggi itu, sangat rendah. Nampak ogah-ogahan karena tau ini cuma latihan. Padahal namanya bencana atau musibah kan bisa dateng kapan aja. Walau bukan ditabrak pesawat a’la 9/11, kemungkinan kebakaran itu bisa aja besok terjadi. *sigh*

    Btw, speaking about gedung tinggi, di Wisma BNI kan ada Cilantro. Bisa liat Jakarta dari ketinggian. Somehow nice jg :D

  12. Mr. Strategy

    Sebuah tulisan yang menawan. Perlombaan membentangkan menara tinggi mungkin mengingatkan kita akan legenda Sisyphus dalam Mitologi Yunani Kuno : sebuah parade untuk menegakkan absurditas yang tak akan pernah kunjung usai. Sebuah simbol tentang dominasi, tentang kisah penaklukan, dan tentang ambisi merengkuh langit ketujuh.

    Bumi kian tua, dan peradaban makin letih. Mungkin benar kata Alan Weisman (dalam bukunya yang amat memikat bertajuk The World Withouts Us) : kita mungkin mesti berimajinasi, apa jadinya segenap menara dan bangunan megah itu, ketika seluruh manusia lenyap dari muka bumi.

  13. burayak

    Kalau ditengok - tengok…kok gedung - gedung tinggi saat ini banyak timbul di Asia yah…? Apa negara eropa atau amerika sedikit trauma ama WTC ?
    Atau jangan - jangan orang asia mulai berani Sok !!! ( baca : egonya mulai tinggi ) ? :-)

  14. Berni

    Napsu, ego merupakan salah satu anugerahNya, manusia dengan akalnya yang telah dianugerahkan tersebut manusia mempunya nilai’lebih’ dibanding dg makhluk ciptaan yang lain. Burj Dubai merupakan visualisasi daya cipta akal dan nafsu, keinginan manusia yang terus akan berkembang yang hanya akan dibatasi dengan qiamat! Selama ada tetangganya yang masih susah, miskin, mlarat maka Burj Dubai merupakan suatu nafsu, keinginan yang tidak terkendali! dan tidak akan menguntungkan.

  15. ekSi

    IMHO, kalau menurut gue sih, kalau memang negaranya udah makmur, kebanyakan duit, mau bikin gedung setinggi langit sih terserah :D

    Tapi kalo kaya di Jakarta, yang nengok dikit di Sudirman aja banyak orang minta-minta, makan susah, sekolah ga mampu, jalanan kotor, ngapain buang uang buat bikin gedung tinggi2x yang gak akan ada yg mampu nempatin :P

    Mending mikirin orang-orang yang gak tau mau makan apa esok hari :D hehehe

  16. ndutyke

    pembangunan gedung pencakar langit yang disusul dengan kejatuhan ekonomi.

    menarik juga. apa sudah pernah ada yang pernah melakukan riset mendalam or whatever, tentang fenomena ‘kebetulan’ ini?

  17. fanatiCanz

    Gampang aja ko… kalo orang Indonesia mau gedein gengsi lewat tinggi-tinggian bangunan mah. Kumpulin aja semua cucu mak erot, suruh ngurut semua gedung yang ada di Indonesia. Gua yakin dalam waktu kurang dari sebulan, seluruh gedung udah kekar, tinggi dan bikin istri ga selingkuh!!! Gitu aja kok repot!

  18. Jauhari

    Benar benar menusuk TUlang ;)

  19. rd Limosin

    tingginya…

  20. Ahmad

    What Can I Say? just hmmmmmmm… it could be

  21. Dino

    Wah tinggi bener tuh..

  22. iwan

    Burj Dubai masih kalah tinggi dari Gedung DPR. Orang miskin masih bisa masuk ke menara Burj Dubai, kalo ke gedung DPR…?! eit… jangan harap!!

  23. orang dpr

    @iwan

    maksutloh

  24. orang dpr

    @iwan

    maksutlohIsland, inggi dari Gedung DPR. Orang miskin masih bisa masuk ke menara Burj Dubai, kalo ke gedung DPR…?! etingginya…mpang aja ko… kalo orang Indonesia mau gedein gengsi lewat tinggi-tinggian bangunan mah. Kumpulin aja semua cucu mak erot, suruh ngurut semua gedung yang ada di Indonesia. Gua yakin dalam waktu kurang dari sebulan, seluruh gedung udah kekar, tinggi dan bikin istri ga selingkuh!!! Gitu aja kok

  25. tokyoite

    Pernah denger Tokyo’s Sky City? Proposal untuk membangun kota diatas langit di Tokyo. Gila, serem gw ngeliatnya.

  26. Endy

    Atau, barangkali menara-menara tinggi dibangun sebagai jalan pintas buat orang-orang yang bangkrut atau frustasi akibat krisis dan ingin mengakhiri hidupnya dengan cepat? Bisa jadi, dengan dua pilihan yang sama hebat, sukses atau mati :)

  27. tugk

    kalo memang ego, itu ego siapa? berarti kan ego yang memutuskan/membiayai proyek itu. yang membuat/membiayai mega kuningan bukan pemda (atau rakyat) jakarta. semuanya swasta. saya percaya businessman2 itu sudah punya financial modelling sebelum membangun proyek. as long as a project makes good profit, and do not cause negative environmental & social impacts, then its a good project.

  28. anhminh

    Hi every body!
    I want to know about:Richmark international Ltd.Address:Akara building,24 de castro street,Wickhams cay 1,Road Town,Tortola,British Virgin islands.
    Could you help me?
    Could you tell me that?
    Thank you so much.
    BestRegard.

  29. iyad

    Bangunan pencakar langit hanya menunjukkan betapa lebarnya jurang si kaya dan si miskin.

  30. jazuli bin Damin Syahkiyyah

    inilah tanda kerakusan dan kekuasaan,kekuatan manusia tanpa memikirkan efek yang timbul pada Bumi yang dipijak,padahal ada yang lebih Maha Tinggi yaitu yang menciptakan jagat Alam raya ini.kesombongan Manusia yang ditimbulkan akan merusak Tatanan Jagat Raya ini ..Sadarlah kita mempunyai keterbatasan,ketidakmampuan untuk menata Alam ini.ingat Beban Bumi ini semakin berat tinggal menuggu kiamat.

  31. fuji

    indonesia berarti dahsyat juga dong waktu zaman soekarno?? proyek2 mercusuarnya gila lho..

  32. Franz

    ah w kgk pduli,yg pnting w mw KBBK(kota baru bandar kemayoran)bisa menjadi daerah bisnis terbesar di ASEAN.tolong bpk foke wujudkan itu smwa.saya mw agar ochard road n marina bay singapore kalah ama KBBK.jgn mw jg kalah ama KL(kuala lumpur) tae.thxxxx foke

  33. entot oh..yes oh..no

    pd ngomong apaan sich???
    Yuuk marrriiiii…….

  34. muhammadalisastra

    apa betul pencakar langit itu di hancurkan oleh saddam husain

  35. muhammadalisastra

    apakh ada gedung indonesia pencakar langit

  36. Fai

    Dubai stau gw negara bagian yang pertumbuhan ekonominya paling cepat di dunia. setelah di temukanya sumber minyak di wilayah itu. dubai jadi semakin maju.

    apalagi klo liat burj dubai.. keren. 800 m.

    di jakarta cuma 330m (gedung BDNI Center)
    terus menara BCA (320)
    Wisma BNI 46 (305m)

    tapi mnrt gw jakarta udah kaya ibukota negara maju lainya ko.. infra struktur udh bgs.. banyak gedung tinggiya juga.. apalagi sepanjang sudirman-thamrin.. dari tugu pemuda sampe bank Indonesia.. juga banyak dan tinggi2 gdungnya..

    slain dstu.. di mega kuningan juga banyak.. dijalan asia-afrika juga..

    pokonya jakarta udah kaya las vegas dh..

Looking forward to hear your thoughts.