Penerimaan CPNS dan Google

August 31st, 2007 | Politics

Penerimaan CPNS

Ada berapa banyak gas stations di seantero Amerika? Ini bukan pertayaan kuis berhadiah jutaan rupiah, melainkan salah satu pertanyaan yang diajukan Amazon.com ketika menyeleksi calon karyawannya. Kandidat diminta menjawab dengan argumen yang sound logic dan analitis dalam waktu yang sangat singkat.

Warren Ashton, recruitment manager Microsoft, juga punya pertanyaan favorit: “Why manhole covers are round, and say, not square?” Juga, ada pertanyaan lain seperti, “How many golf balls can fit inside a school bus?” dan sederet pertanyaan sulit lainnya. Yang diharapkan tentu bukan exact answers, melainkan bagaimana kandidat making estimation, making educated guess, dan taking conclusion.

Perusahaan-perusahaan belakangan memang merasa perlu memikirkan ulang sistem perekrutan karyawan yang baik namun praktis. Apalagi biaya untuk menemukan dan membesarkan SDM berlian sangat mahal. Awalnya, pertanyaan semacam itu memang hanya diperuntukkan buat programmer, think tank, atau R&D; namun belakangan meluas ke bidang yang lain.

Sepanjang yang saya tahu, penerimaan karyawan di Indonesia masih menggunakan cara-cara konvensional—-untuk tidak menyebut (maaf) kuno. Apalagi pemerintahan, departemen teknis, atau BUMN. Tiap organisasi memang punya cara tersendiri, namun cenderung bisa ditebak dan disiasati dengan mudah. Kalaupun tak mau repot, kabarnya selalu ada “jalur khusus” buat Anda.

Tengok Deplu misalnya. Sejak beberapa tahun yang lalu, seleksi untuk calon konsuler dan diplomatik selalu serupa: seleksi administrasi, psikotes, uji kemampuan pengetahuan umum, kemampuan berbahasa asing, dan seterusnya. Bentuk rekruitmen yang cenderung sama dan berulang, membuat pelamar mudah mencari shortcut.

Buku-buku trik untuk menghadapi psikotes tentu mudah didapat di toko buku terdekat. Materi untuk pengetahuan umum biasanya diambil dari situs Deplu dan bisa dipelajari dengan cepat. Tips untuk menguji kemampuan berbahasa asing juga mudah diperoleh di toko buku maupun di internet.

Seleksi PNS? Saya yakin hampir semua fresh graduate (atau mereka yang punya pekerjaan tapi merasa kurang mapan) punya buku berisi jurus pamungkas tembus CPNS dan kumpulan soal dari tahun-tahun terdahulu.

Coba bandingkan dengan pertanyaan yang diajukan buat pelamar di eBay berikut ini:

You have 5 pirates, ranked from 5 to 1 in descending order. The top pirate has the right to propose how 100 gold coins should be divided among them. But the others get to vote on his plan, and if fewer than half gagree with him, he gets killed. How should he allocate the gold in order to maximize his share but live to enjoy it?

Terasa bedanya, bukan?

Saya bukan pakar dalam bidang SDM. Namun, bentuk perekrutan semacam ini barangkali bisa memberikan input yang kurang baik. Calon karyawan yang diterima bukan melulu kandidat yang terbaik, melainkan mereka yang “pintar” menyiasati soal ujian.

Apakah ini salah? Tidak. Tapi tambahkan variabel tersebut dengan manajemen organisasi yang (umumnya) buruk, maka kita sudah menyumbang satu poin bagi kemunduran sistem birokrasi di Indonesia.

Barangkali sudah saatnya penerimaan pegawai di Indonesia diubah total untuk memutus mata rantai ini. Kita bisa meniru cara Google misalnya.

Google Billboard Highway 101

Google memajang iklan di sejumlah tempat seperti Highway 101 di Silicon Valley dan Harvard Square T Station. Isinya cuma sebuah soal matematika singkat; dan peminat yang tertarik diminta untuk memasukkan URL situs yang tersembunyi dalam jawaban pertanyaan tersebut (Gambar di atas diambil September 2004, namun kebiasaan aneh tersebut terus berlanjut sampai kini).

Kalau Anda lolos, Anda akan diminta untuk mengerjakan pertanyaan serupa dengan tingkat kesulitan yang berlipat ganda. Kalau Anda lolos lagi, Anda baru diminta untuk submit resume ke Google. Kalau lagi-lagi Anda lolos administrasi, baru Anda diundang datang ke Googleplex di Mountain View, California.

Tapi jangan keburu gembira, karena Anda musti menjawab pertanyaan semacam ini terlebih dahulu:

You are shrunk to the height of a nickel and your mass is proportionally reduced so as to maintain your original density. You are then thrown into an empty glass blender. The blades will start moving in 60 seconds. What do you do?

Kalau bisa menjawab pertanyaan di atas, apakah langsung diterima? Ternyata tidak.

Kabarnya, Google masih akan melakukan “pekerjaan detektif” untuk mengetahui siapa Anda sebenarnya. Penyelidikan dimulai dari mengkroscek resume/transkrip sampai melacak network LinkedIn atau MySpace Anda untuk melihat off-balance references.

Apakah cara-cara semacam ini terbukti ampuh dalam memilih SDM sampai membentuk kultur organisasi yang produktif? Saya kurang tahu.

Namun, fakta berbicara bahwa harga saham Google kini naik 550% sejak IPO tiga tahun lalu. Dana yang dulu cuma $1.67 milyar, kini bernilai lebih dari $23 milyar. Revenue Google tahun lalu sebesar $10,6 milyar dengan pendapatan bersih $3 milyar lebih. Produktivitas di Google juga terkenal sangat tinggi dengan kultur kerja yang bagus. Walau punya 13 ribu karyawan, tingkat turnover Google cukup rendah.

Kapan penerimaan PNS di Indonesia bisa seperti itu?

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

  1. Prediksi Soal Test Tahap I PCPM XXVIII dan MLE Bank Indonesia « Kopidangdut: Antara Idea dan Realita Kehidupan …
  2. Comments

  3. tukang ketik

    kalau penerimaan cpns kayak begitu, otomatis ga ada yang lolos. hihihi…

    ya, bapak tahu lah kondisi pendidikan kita gimana… kopi paste catatan ke kertas ujian.

  4. Mr. Strategy

    Serangkaian studi yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa alat tes seleksi yang paling valid, paling reliabel, dan sekaligus paling efisien adalah tes intelegensi. Pertanyaan yang diajukan Ebay, Google, dan Micsoft adalah versi kreatif dari menguji intelegensi individu. Kalau kita amati, mirip dengan tes GMAT dan GRE.

    Benar kata Anda, proses rekrutmen yang solid sesungguhnya merupakan elemen vital untuk merajut kejayaan perusahaan. Dan pasti, ini juga merupakan sebab mengapa Google tetap bisa mempertahankan keunggulannya.

  5. rian wahyudi

    “Seleksi PNS? Saya yakin hampir semua fresh graduate (atau mereka yang punya pekerjaan tapi merasa kurang mapan) punya buku berisi jurus pamungkas tembus CPNS dan kumpulan soal dari tahun-tahun terdahulu.”

    Answer :
    Saya bukan termasuk golongan yang diatas!
    brarti termasuk golongan yang di cari google dwonk!?
    hehe,,,,

  6. endonesia aseli

    google gitu lho, masa dibandingkan dengan instansi kita. selain kalo prosedur gitu diterapkan gak ada yang bakal lulus, yang kreatif pake otak sendiri bikin soal begitu kan gak ada??

  7. Ragil Turyanto

    Ayo..ayo!mana nih perusahaan yg mau mencoba merubah sistem rekrutmen nya seperti google?

  8. Rudyland

    Bagaimana dengan seleksi penerimaan dosen, punya ide?

  9. Amir Karimuddin

    Kapan penerimaan PNS di Indonesia bisa seperti itu?

    Jika PNS Indonesia sudah membutuhkan orang dengan kualifikasi seperti itu. Kita harus menyadari bahwa nature kerjaan PNS tidak sebegitu rumitnya, dengan demikian untuk apa mencari orang yang dare to be challenged with sort of tough questions?

    Lagian, salary-nya jg ga tinggi-tinggi amat. Buat apa susah2 tesnya? :D

  10. Hedi

    Waduh mas, saya ga yakin penerimaan PNS bisa pake metode di atas itu. Recruiternya aja belum tentu paham. Pengalaman saya jadi tukang interview calon karyawan, karakter dan wahana berpikir calon paling diutamakan (lebih ke arah psikologis). Kadang transkrip dan ijazah dilihat di nomer seribu.

    Dan saya pikir cara-cara google, amazon dsb-nya itu juga untuk mengetahui sisi psikologis pelamar.

  11. gerry

    semoga aja saya besok diterima kerja ga perlu ditanyain yang seperti itu. haha bisa ga kerja-kerja saya.

  12. -tom-

    Soal si boleh susah, compensation and benefitnya juga musti setimpal. No one can beat Google on that. Don’t you know that Google is the most admired place to work in the world? Do you think there is Indonesian company (government) can beat that? Well, you should re-think about your question Nofie.

  13. snydez

    penerimaan PNS?
    silahkan submit fRiENdsTer urL nya ;) hehehee

  14. Martin

    Idenya sebenarnya sederhana, dan amat sangat masuk akal.

    Kalo negara pengen maju, birokratnya musti cerdas dan mumpuni. Kalo birokratnya pengen jempolan, rekrutmennya juga musti susah.

    Ngomongin soal gaji/benefit, departemen macam keuangan, pajak, Deplu, atau BI, kan most admired juga di Indonesia??

    Just my 0.02. :D

  15. kompor

    artikelnya cukup bagus, tapi membandingkan persh spt google dgn kantor pemerintahan di indo keliatannya kurang pas ato mungkin kurang bijak.
    Mungkin mas nofie bisa cari perbandingan dgn persh lain bagus utk kategori indo ato mnc yg ada di indonesia ini………..
    tks.

  16. Domba Garut!

    Well antara google dan departemen atau BUMN macam di negeri tercinta tentunya orientasinya beda termasuk itu strategi SDMnya.. namun sebuah wacana yang perlu di siasati oleh para BUMN disini.. biar nggak telmi (terus) dan bisa bersaing meraup laba dari pasar kompetitif bukan untung karena monopoli :D

    Think big and global and still maintain act - locally :-)

  17. futari

    memang antara PNS ama Google beda benget, mulai manajemen, target, harapan,fasilitas, dll….
    tapi berharap kan boleh aja, bermimpi kapan ya disini bisa diterapkan
    ada perubahan baru ada perbaikan….
    kalau memakai standar yang mudah dicapai, perubahan bakal lambat
    tapi kalau pakai standar Google (yang setinggi langit) kan perubahan dapat terjadi dengan cepat walau sedikit2..

  18. Kardi

    Usul yang menarik. Tapi untuk penerapannya, mungkin masih butuh bbrp generasi lagi kedepan. Karena pada generasiku (90′an) rasanya kita dulu di-didik untuk ‘menghapal’ (kalo perlu sampe titik dan koma ga boleh salah), bukan ‘mengkaji’. Ga tau deh dengan pendidikan jaman sekarang. Menurutku, kita belum siap!

  19. aNdRa

    Whew..mas Nofie.. saya jadi takut nih…sebab baru mo hunting kerjaan baru (lagi).. moga2 blom ada pertanyaan kayak gitu deh..blom siap..hiks..hiks..

  20. brian

    btw, yg google itu jawabnya http://www.7427466391.com ya?

  21. Rizky

    kalo sistem seleksi pegawai disini serumit itu bisa dijamin gue bakal jadi pengangguran seumur idup, huheue.

  22. Dini

    wah.. saya ada teman yang tidak tercantum dalam daftar cpns yang lolos namun beliau telah menjadi pns bersama dengan lainnya dan sekarang jabatannya naik terus.. salut?

  23. ~Mas Kopdang~

    karena gugel dan para em-en-ce kaliber bola dunia itu niatnya ingin jadi makhluk abadi, makanya butuh sel-sel darah merah yang segar dan nyentrik. Nah pe-en-es kita pun bila mau, bisa kok melakukan hal seperti di atas. Bikin pertanyaan kreatif, bikin soal yang bener-bener mumpuni …
    tapi …..
    apakah penguji rela, berjam-jam nyeleksi pertanyaan esai itu? tentunya yang mengoreksi adalah yang membuat soal da tim, bukan pegawe otsorsing yang cuman masukin data ke alat tes komputer, klik sana-klik sini, muncul nilai, lalu kertasnya ditumpuk sedemikian rupa.
    mau tidak mau, masalah sumber daya tergantung locus yang mau memberdayakan..
    sanggupkah?

  24. dee

    ada email lucu dr seorang teman ttg cara menyeleksi pegawai.lucu juga sih:
    HOW TO RECRUIT THE RIGHT PERSON FOR THE JOB?

    Put about 100 bricks in some particular order in a closed room with an open window.

    Then send 2 or 3 candidates in the room and close the door.

    Leave them alone and come back after 6 hours and then analyze the situation.

    If they are counting the bricks.
    Put them in the accounts department.

    If they are recounting them..
    Put them in auditing.

    If they have messed up the whole place with the bricks.
    Put them in engineering.

    If they are arranging the bricks in some strange order.
    Put them in planning.

    If they are throwing the bricks at each other.
    Put them in operations.

    If they are sleeping.
    Put them in security.

    If they have broken the bricks into pieces.
    Put them in information technology.

    If they are sitting idle.
    Put them in human resources.

    If they say they have tried different combinations, yet
    not a brick has been moved. Put them in sales.

    If they have already left for the day.
    Put them in marketing.

    If they are staring out of the window.
    Put them on strategic planning.

    And then last but not least.
    If they are talking to each other and not a single brick
    has been moved.

    Congratulate them and put them in top management.

  25. Saha

    Great article. As always. :)

  26. bintar

    vote nofie for next cnps recruiter. :D

    Caranya ga harus mahal atau serumit yang dipake Google, yang penting sesuai dengan kebutuhan dan selalu dirubah modelnya setiap tahun.
    Satu lagi, Tes Moral (atau hal semacam itu) mesti masuk hitungan mas.. saya kurang yakin, tes Google seperti yang dicantumkan diatas sudah mengakomodasi hal itu (atau itu masuk pas proses “detektif”-nya?).. terutama untuk kondisi di Indonesia. Bagaimanapun, itu penting.

  27. hilman

    Mungkin test semacam ini akan diterapkan di sini bila google sudah menerapkan test berdasarkan brain screening :)

  28. rd Limosin

    Endonesa?? kapan?? hua ha ha ha ha ha

  29. athar

    Menarik sekali memang gimana perusahaan membuat test-test yang sangat kreatif. tapi kalo melihat ke tanah air, sekarang jangan menyalahkan siapa-siapa, tapi mungkin tanya ke diri kita sendiri, “sudah mampu gak untuk bisa menjawab pertanyaan Google dkk tersebut?”

    percuma salahin Depdiknas, toh masa pas ditanya berargumen, “Depdiknasnya yang salah bikin kurikulum sekolah”. bisa pada ketawa nanti orang-orang Google.

  30. yudiwbs

    Kalau mau dibandingkan, lebih tepat membandingkan penerimaan CPNS disini dengan civil servant di sana. Saya kira penerimaan civil servant disana juga tidak akan selevel google. Biar perbandingannya apple to apple gitu :-)

  31. mimi

    penerimaan PNS??? waaah meskipun dah 5 tahun jd PNS, saya lom pernah sekalipun ikutan test PNS apalagi ngisi soal test PNS nya, soal nya dipaksa kudu PNS nih, kalo ga mau jd PNS yaaa bayar 25 juta…… uang segitu kan besar jadi nunut aja jadi PNS, smbil larak lirik kapan kelar kewajiban mengabdi dan bisa keluar PNS hehehe

  32. hakuna

    wah, sy sebagai PNS aja rasanya percuma test dg tuntutan kreatifitas setinggi google, karena pengalaman sy, pekerjaan kita selalu tergantung atasan. meski kita benar tp kalau atasan tdk setuju dan menyalahkan ya harus patuh. bahkan, terlalu kreatif malah dibilang mempersulit orang lain dan bikin pusing atasan, meski udah sesederhana mungkin dan benar hehehe.

    jadi, saya yakin dengan apa yg saya rasakan saat ini, rasanya mindset negara kita belumlah akan bisa seperti google, setidaknya 20 tahun kedepan :)

  33. daniel

    PNS oh PNS…

  34. arya

    pertanyaannya, andaikata ada yang lolos…apa bisa bumn bayar gaji pegawainya segede google bayar pegawai mereka?

    saya rasa ini masalah trade off yang sudah harusnya dicermati sama pemerintah dr dulu

    education…key to the future (with a little bit of morale of course)

    ;) cheers

  35. Arif Rahmat

    Perusahaan kami yang bergerak di bidang pengembangan perangkat lunak akan melakukan rekrutmen tenaga pemasaran, apa ada usul cara kreatif lain dalam menyeleksi calon karyawan? Terima kasih, silakan submit di http://codena.co.id

  36. soul

    Liat juga pendidikannya Jack. Generasi kita mendapat pendidikan formal maupun informal dengan model yg berbeda dengan orang-orang luar negeri. Dari mana bisa menjawab pertanyaan seperti itu sedangkan kita belum terbiasa dengan paradigma kebebasan berpikir. Sejarah membuktikan, para penemu berbagai macam teknologi bukan kita. Jadi, sementara kita bersabar dulu dengan kondisi yang ada sambil kita dan generasi di belakang kita belajar untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa lain. Untuk saat ini bolehlah PNS tidak bisa komputer asal tugas pokoknya terselesaikan dengan baik. Banyak anak bangsa kita yg cerdas, tanggung jawab kita melatih untuk berpikir bagaimana cara membuat Gatotkaca yg jago terbang menjadi kenyataan. Mungkin suatu saat nanti nama anak cucu kita yang sering disebut2 oleh professor Harvard maupun Stanford.

Looking forward to hear your thoughts.