Indonesia Mengungguli Amerika

January 18th, 2008 | Uncategorized

Indonesia Mengungguli Amerika

Josh Parsons, dosen filsafat merangkap pengembang software dan musisi amatir, membuat perangkingan bendera negara-negara di dunia. Kita tahu bendera-bendera tersebut memang sangat beragam dan belum pernah dilakukan kategorisasi sebelumnya. Parsons juga menyebutkan beberapa bendera yang dibuat dengan sembrono, mencuri dari negara lain, atau kombinasi warnanya menyakitkan mata.

Dalam sistem grading-nya, Parsons juga menyebutkan hal-hal yang haram dilakukan seperti seperti tidak boleh ada tulisan atau slogan dalam bendera, tidak boleh ada peta atau gambar, juga tak boleh menggunakan kombinasi tiga warna selain untuk negara-negara Eropa.

Hasilnya, Indonesia ternyata menempati urutan ke-55 dengan skor 70 dari total 100 dengan grade B. Hasil ini jauh lebih baik daripada Jerman (urutan ke-74), Belanda (78), Russia (100), Singapura (102), dan bahkan Amerika (128). Menurut Parsons, bendera Amerika terlalu ramai, banyak menggunakan bintang, dan cuma mendapat skor 60 (grade C+).

Sementara itu, di urutan pertama Parsons menempatkan Gambia sebagai pimpinan puncak karena menggunakan pilihan warna dan desain yang baik serta menggambarkan geografi negaranya. Sedangkan di urutan terakhir ada Mozambique yang memadukan cangkul, AK-47, dan buku, dalam kombinasi warna yang aneh.

Tentu saja, metode ini tak benar-benar akurat. Ada beberapa bendera yang identik namun mendapatkan skor yang jauh berbeda, misalnya Chad dan Romania atau Indonesia dan Monaco. Dan terlepas dari serius atau cuma candaan, favorit saya Turki. Kalau Anda?

Share on Facebook

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

    Comments

  1. dickhead

    Pertamax nich !!!

    Banyak orang suka Union Jack , tapi saya tetep demen jenang abang putih (bubur merah putih)

  2. pudakonline

    setelah baca ini, tidak tahu kenapa, kok tiba tiba ingat apa yang dilakukan bangsa ini terhadap soekarno.

  3. yahya

    kalo desain bendera, turki keren juga… simple & tegas.. sayang kok sekuler gitu. orang bilang, pemerintahan turki sampai saat ini masih yang tersekuler (orthodok), nggak sama kayak lambang benderanya…

  4. Totok Sugianto

    semoga bukan hanya benderanya saja yang lebih baik dari bangsa lain :D

  5. Fadli Reza

    Warisan leluhur kita memang hebat.. Sang Merah Putih kan sudah dipakai beberapa kerajaan seperti Majapahit dan lainnya..

    Semoga kedepannya tidak hanya benderanya yang mengungguli AS, tapi yang lainnya juga (dalam hal positif tentunya)

  6. edratna

    Mudah2an situasi ekonomi Indonesia makin baik, agar tak hanya benderanya saja yang rankingnya baik, tapi juga Sumber Daya Manusianya yang makin berkualitas.

  7. dendi

    saya suka libya.. ijo!!

  8. ~Mas Kopdang~

    Saya gak suka bendera, saya lebih suka Dancow… :D

  9. Budi

    Skor Indonesia sebetulnya sama dengan Monaco, hanya kebetulan letaknya lebih di bawah saja.

    Dari Wikipedia: “Expert references (such as the Album des Pavillons (2000) book) state that the Romanian flag and the Flag of Chad differ slightly in the shade of the blue colour, with the Romanian colour being lighter: Pantone 280c instead of the Chadian 281c.”

    Anyway, walaupun katanya beda, saya nggak bisa lihat bedanya.

  10. orisonmarden

    kalo gak salah dulu pernah dapet pelajaran sejarah kalo awalnya bendera merah putih itu adlah bendera kerajaan majapahit..,,yg setiap peperangan selalu diikat dalam kereta kuda…jadi selain dari warnanya,dari historisnya sendiri merah putih sudah punya banyak arti penting..mudah2an bisa mengairi rasa bangga yg mulai mengering pada indonesia..thanx mas nofie,artikel yg cukup inspiring.

  11. Radon

    Saya jadi kepikiran melakukan hal yang serupa untuk lambang Parpol kita. Atau lambang klub2 sepakbola kita? Kayaknya cukup menarik. Ada yang mau memulai? :)

  12. Rosyidi

    Kalo aku pilih libya.

    Enak benderanya cuma hijau doank. Jadi kalo mau ngibarin bendera tinggal cari kain hijau aja. Gak perlu jahit, ngewarnai, dll.
    Setelah itu baru jepang. tinggal kasih titik ditengahnya :)

  13. Rosyidi

    Sedangkan di urutan terakhir ada Mozambique yang memadukan cangkul, AK-47, dan buku, dalam kombinasi warna yang aneh.

    Lho koq urutan terakhirnya Mozambique??
    Aku liat Northern Mariana Islands.

  14. radit tsu

    Terakhir…Yo ben.

    Analisis yg dangkal dr seorang dosen filsafat. Bendera adlh pengejawantahan falsafah n pandangan hidup suatu bangsa, trmsk pemilihan fisik dan desainnya…(Semua jg tau)

    Dan..terlepas ini candaan ato beneran, tdklah pantas bagi qt seolah-olah mengajak utk menilai baik tdknya bentuk fisik dan desain bendera suatu negara, krn ini menyangkut penghormatan qt terhadap falsafah hidup suatu negara…
    Alangkah baikny jk beliau membuat kategorisasi yg lebih ‘dalem’, seperti sejarah n perjalanan suatu negara beserta falsafah yg mendasari pemilihan bendera tsb jd qt bs bljr dr situ…(Walaupun mmg sdh bnyk ada)

    (Saran buat yg ingn buat negara baru, perhatikan dg seksama metode grading ini,agar men4i posisi puncak!)

    Buat mas nofie, smg ttp n tmbh berbobot.

  15. Surya

    Kalau saya mah bendera indonesia yang paling bagus karena mempunyai arti yang jelas…..!!!, MERAH melambangkan Keberanian bangsa indonesia saat itu sedangkan PUTIH melambangkan Suci atau ketulusan….!!!
    Hidup indonesia…..MAJU TERUS…….!!!

  16. dj

    perdagangan wanita kita unggul

  17. asyafrane

    Indonesia tanah-airku…
    :-)

  18. Sumahan

    Yg pasti korupsi,plagiat kita sangat bisa dibanggakan :D

  19. Derva

    well, i’ve seen many Indonesian products in many parts of the world, but it’s something different. Indomie has been known as Nigerian daily meal, just like rice in Indonesia. People usually serve the noodle with banana (yuhuuuuu).
    Orang Nigeria ternyata memang menganggap Indomie sebagai makanan pokok mereka. Ini gara-gara saya menemukan sebuah group diskusi di Facebook yang bertajuk Indomie Noodles Appreciation Society dengan anggota -sampai saat saya tulis artikel ini- mencapai lebih dari 7 ribu orang. Awalnya saya pikir ini pasti ‘ulah’ orang Indonesia. Ternyata salah besar! Orang yang pertama memulai group diskusi ini namanya berbau Afrika. Di dalamnya juga saya menemukan banyak nama-nama Afrika yang usut punya usut ternyata banyak orang Nigeria. Sebagai pencinta Indomie, saya penasaran dan kemudian encoba mengusut lebih jauh. Hasilnya? Gila.. Menarik banget!

    Tidak jelas kapan bermula, tapi dari hasil ‘investigasi’ saya menemukan bahwa Indomie di Nigeria memang sudah ibarat makanan pokok. Di negara benua hitam itu, Indomie diproduksi oleh salah satu anak perusahaan Indofood yang bernama De-United yang memiliki dua pabrik besar di Nigeria. Perusahaan itu memiliki 300 distributor, 100 ribu retailer dan lebih dari 38 juta konsumen (bahkan ada yang bilang lebih dari 120 juta konsumen), dan konon merupakan investasi Indonesia terbesar di Afrika Barat. Gila!

    Yang menarik adalah, tidak seperti di Singapura atau di negara lain yang menurut saya kurang menghargai mie instan , orang Nigeria ternyata punya banyak cara menarik untuk mengolah Indomie buatan mereka. Lihat saja apa yang dilakukan oleh Mbak Atoyebi Ajibola yang suka memasang Indomie nya tanpa kuah ditambah telor rebus dan irisan Plaintain goreng yang saya baru tahu ternyata satu saudara dengan pisang, cuma tidak manis. Contoh jadinya lihat di gambar ilustrasi di atas, atau klik untuk memperbesar gambarnya.

    Dari diskusi itu juga para penggila Indomie di seluruh bisa bertemu dan bertukar informasi mulai dari cara memasak sampai ke soal harga dan dimana bisa membeli Indomie di berbagai belahan dunia. Misalnya, ada teknik menyiapkan Indomie yang dijuluki ‘Patient Cold Cooking’, alias merendamnya di air dingin semalaman sampai mekar (males, dasar hehe). Ada yang suka menambahkan daun ketumbar, mayonaise, bahkan madu dan jus apel ke Indomienya dan ada juga yang hanya merendamnya di air panas. Bahkan sampai urusan cabe kering yang ada di dalam paket bumbunya juga didiskusikan di sana.

    Yang menarik buat saya adalah karena ada juga semacam adu pendapat antara mereka yang percaya bahwa Indomie itu asli Nigeria sampai mereka yang ngotot bahwa Indomie itu buatan Indonesia asli. Tak sedikit yang juga memperbandingkan antara Indomie asli Indonesia dengan Indomie Nigeria. Seru! Tapi tidak sampai ganyang-ganyangan kok.. Ini contohnya:

    + WoW.. r u kiddin me? indomie is worldwide now? since when did it happen? but anyway, man, i’m so proud being indonesian!!! Indomie rocks my world!

    - You guys are joking right?? Indomie is Definitely in Africa, At least in NIGERIA. Anyone in Nigeria who hasn’t had indomie at one point or the other, is not living in nigeria. Simple!!!

    + Ohh and if any of y’all paid attention. You would realise that a Nigerian started this group.

    - that’s really amazing that they advertise in africa?!

    + wat u mean they advertise in africa? indomie is our primary food, for any correct child that grew up in the great country of nigeria…

    - Indomie, Indomie selerakuuuu….Indomie dari dan bagi….Indonesiaaaa…. (iklan ala Indonesia)

    + Man, truth to live by “anyone, anytime, anywhere– Indomie (iklan ala Nigeria)

    Ha ha ha.. Menarik sekali! Untung belum ada orang Jepang yang ikut-ikutan protes karena merasa bahwa penemu mie instan adalah Pak Momofuku Ando (alm) yang orang Jepang itu. Well, selamat datang di era globalisasi!!

    DISCLAIMER:Sebelum anda berpikir macam-macam, saya tidak dibayar sepeserpun oleh Indomie. Bahkan wajib dicatat bahwa Indomie dan saudara-saudaranya itu kebanyakan sarat MSG dan Zat Pengawet. Jadi makannya jangan berlebihan lah.. Seperti lirik lagu dangdut:

    “Yang syedang-syedang sazaaa…”

    ___

    1. SuP3rSt4R juga menemukan informasi berikut di Nigerian Bulletin:

    De-United Foods Plans Xmas Events for Fan Club
    December 7, 2007
    Leading Noodles manufacturers in Nigeria, De-United foods, makers of Indomie Noodles has concluded plans for a fun filled Christmas celebration for all Indomie Fan club members.
    The coordinator, Indomie Fan club, Ogechi Joshua disclosed it that the company will sponsor 1,500 fan club schools and various organizations during this season.
    Apart from the club members, she said that the company has concluded plans to sponsor some of the activities in selected recreational centers, an effort to bring some holiday cheers to families with children.
    One of the recreational centres mentioned is the Rosella Amusement park, along the Idimu /Isheri Igando Road.
    She stated that this was designed to demonstrate the company’s appreciation of the loyality of its consumers.
    Ogechi added that all plans have been concluded in all fans schools by providing branded gifts items, products as well as Indomie mobile kitchen.

    2. Sebuah posting balasan dari Chi Kim, President Nigerian-Indonesian Business Association di forum kaskus.us memberikan sebuah cerita menarik. Salah satunya, orang Nigeria rata-rata kalau makan Indomie sekali 4 bungkus hehe

    thanks untuk memuat berita tentang indomie di nigeria.
    saya sebagai Vice President nigerian-Indonesian Business association di lagos nigeria,yang mana De United food limited perusahaan yang memproduksi indomie di nigeria adalah anggota asosiasi kami, mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan rubriknya tentang indomie di nigeria. Indomie adalah peusahaan yang paling pertama memperkenalkan mie instant kepada orang nigeria dan hasilnya adalah apa yang di tulis dalam rubrik ini sekarang.
    nama indomie sudah sarat dengan kehidupan orang nigeria bahkan sekarang mulai bermunculan merk mie yang baru misalnya chiki mie, OI mie,miccus, mimmee mie dan lain lain tetapi orang menyebutnya indomie. seperi baby diapers di indonesia orang menyebutnya pampers yang sebenarnya bukan nama jenis produk itu tetapi melainkan nama sebuah merk yang paling pertama memperkenalkan baby diapers itu sendiri.
    indomie merupakan makanan yang sering di makan orang di nigeria di berbagai pelosok tetapi indomie masih belum merupakan makanan pokok. jadi indomie masih merupakan secondary meal atau optional meal.cara memasak orang nigeria juga aneh, mereka memasukkan indomie dan air di rebus sampai airnya kering. kalau airnya kebanyakan maka mienya akan seperti cacing. pihak DUFIL sudah menyesuaikan sistim pengolahan agar mie tahan di masak dalam air agar tidak kembang sesuai dengan selera makan dan masak orang setempat. konsumsi indomie disini besar karna mereka sekali makan indomie sampai 4 bungkus. 1 bungkus tidak akan membuat perut mereka terisi. dan anehnya mereka suka makan indomie dengan pisang plantain yang saya gak tau juga gimana rasanya.
    saya sering di suguhkan mie dan pisang tetapi agaknya aneh rasanya.makanan pokok disini adalah fufu dari singkong, akpu dari singkong juga hanya beda pengolahan, semovita dari tepung beras, dan juga kadang nasi.
    thanks alot. bye

    Well, considering how easy Indomie is to prepare relative to our local delicacies, I’m not surprised its the preffered meal for millions of Nigerians, especially those on the go with little time to spend cooking.

    Also considering how popular it is and the failure to make the connection between ‘Indomie’ and ‘Indonesia’, I’m not surprised some think it was started by a Nigerian.

    Point of corrrection though, you wrote ‘Plaintain goreng yang saya baru tahu ternyata satu saudara dengan pisang, cuma tidak manis’

    Actually, plantain or ‘pisang tanduk’ as known in Malaysia, is much sweeter than banana when ripe.

    All in all, nice article!

  20. jojo

    sekali indonesia tetap indonesia
    coz indonesia adalah harga mati MERDEKA………

Looking forward to hear your thoughts.