Korupsi dan Beban Kerja
January 29th, 2008 | PoliticsTeman saya cuma bisa menggerutu mendengar kasus aliran dana BI yang menguncur ke kantong anggota Komisi Keuangan DPR periode 1999-2004. Dia tak habis pikir karena petinggi Bank Indonesia adalah orang-orang dengan gelar sekaligus gaji yang tinggi—-tapi masih juga tersangkut korupsi.
Ngomong-ngomong soal gelar, beda dengan di Indonesia, orang Amerika cenderung lebih menghargai kompetensi daripada gelar yang melekat pada orang tersebut. Banyak pekerjaan yang cukup menjanjikan namun tidak membutuhkan gelar sarjana, seperti pilot, talent director, detektif, terapis, sampai pemadam kebakaran. Bidangnya juga beragam, dari sales, pendidikan, hukum, konstruksi, administrasi, transportasi, sampai kepolisian.
Michael Farr dan Laurence Shatkin dalam bukunya, The 300 Best Jobs That Don’t Require a Four-Year Degree, menyebutkan beberapa pekerjaan yang cukup menggiurkan seperti air traffic controller (dengan gaji tahunan $102,030), storage and distribution manager ($66,600), transportation manager ($66,600), police and detectives supervisor ($64,430), broker real estate ($58,720), dan masih banyak lagi.
Sementara itu, Harlow Unger, penulis buku But What If I Don’t Want to Go to College? A Guide to Success Through Alternative Education, memaparkan juga sejumlah pekerjaan yang tidak membutuhkan gelar—-tapi permintaannya sangat tinggi. Misalnya vocational education teachers dengan gaji $40.740 dan permintaan sebanyak 216 ribu lowongan setiap tahunnya, registered nurses dengan gaji $52.330 dan permintaan 215 ribu per tahun, sampai sopir truk dengan gaji $33.520 dengan kebutuhan 300 ribu tenaga per tahun. Departmen Tenaga Kerja Amerika bahkan juga menyatakan sekitar 2/3 pekerjaan pada tahun 2010 nanti hanya membutuhkan on-the-job training.
Sebaliknya, di Amerika sendiri ada pekerjaan yang berat, tanggung jawabnya besar, penuh tekanan—-namun bayarannya kecil. Contoh paling gampang adalah chairman The Fed. Gaji Ben Bernarke kurang dari $200 ribu per tahun (belum termasuk pajak yang bisa mencapai 1/3-nya). Gaji itu hanya 17 kali dari UMR di Amerika. Bandingkan dengan gaji Gubernur Bank Indonesia yang sekitar Rp 2,7 milyar atau 225 kali dari UMR di Indonesia. Padahal batas garis kemiskinan untuk keluarga dengan dua anak di Amerika sekitar US$ 1.800 per bulan sementara di Indonesia cuma US$ 70/bulan. Bandingkan juga dengan gaji SBY dan JK yang masing-masing “cuma” Rp 30 juta dan Rp 26 juta per bulan.
Bagusnya di Amerika, jenis pekerjaan sudah sedemikian tersegmentasi sehingga memberikan peluang bagi orang-orang yang tepat untuk menduduki pekerjaan yang tepat pula. Dengan gaji yang “rendah” itu, membuat orang-orang yang ingin menjadi pimpinan The Fed bukan orang yang gila uang dan kekuasaan—-melainkan untuk berbakti kepada bangsa dan negaranya. Buktinya toh sudah nampak. Pimpinan The Fed setidaknya jauh lebih piawai membuat nilai mata uang mereka lebih bergairah daripada nilai rupiah kita.
Hal lainnya yang juga menarik, di negara-negara maju semua jurusan boleh dibilang “favorit.” Orang rela mengambil jurusan sejarah atau filsafat demi mengejar aspirasi hidupnya. Bukannya dicibir, orang-orang tersebut malah seringkali dianggap punya gengsi dan prestis berlebih. Setelah lulus, mereka pun juga jadi “orang.” Banyak lulusan liberal arts yang malah bekerja di Goldman Sachs atau McKinsey dan gajinya cukup tinggi. Bandingkan dengan di Indonesia—-jurusan favorit kelebihan pasokan, sementara jurusan kelas dua-kelas tiga kekurangan peminat.
Yah, memang enak kalau cuma komentar doang. :)



January 31st, 2008 at 1:22 pm
Comments
January 30th, 2008 at 8:45 am
Salut buat Bung Nofie, tetap berkarya yah… BTW bikin blog yang beginian dibayar brp ya?
January 30th, 2008 at 10:28 am
kalo disini banyakan orang gak tepat di tempat yang gak tepat ;)
udah orangnya gak tepat, tempatnya pun engga :D
January 30th, 2008 at 4:19 pm
emang enak jadi komentator mas.
tapi blog kan emang untuk menjadi komentator? :-D
btw, inquiry saya dijawab mas ya.
plus, request yg dulu juga belum ada-ada
tks mas :-)
January 30th, 2008 at 8:03 pm
Nggak dibayar. Malah tombok. :)
Maaf, inquiry yang mana ya? Ada banyak banget yang masuk. Mungkin terselip. Kalau memang urgent silakan dikirim ulang.
January 31st, 2008 at 8:07 am
Coba kalau kita bisa mengaplikasikannya pada BI..
January 31st, 2008 at 1:03 pm
heheheh…
kadang saya mikir ya mas. kapan kita bisa ngga cuma mengomentari negara ini yah? kekekke
susah banget kayaknya ngerubah mind set. dengan tema berbeda, saya sempat menulis di blog, betapa business yg kl pernah dibilang oleh Andrews, 1971; Thompson dan Strickland, 1990, Peteraf, 1993 dengan Resource-Based View - RBV, dimana perspektif resources disini lebih banyak kepada SDM, yang masih dianggap sebagai uncountable value sangat sulit mendapatkan pendanaan perbankan yang masih mengukur dari parameter “aset fisik”.
kita memang sepertinya sudah terbiasa menilai dari apa yang terlihat
belum cukup mampu untuk menghargai apa yang tidak terlihat..
salam,
edo
February 1st, 2008 at 8:40 am
Tren menarik jika banyak lulusan liberal arts yang masuk GS, McK, atau HBS. Mudah-mudahan wajah bisnis global bisa kian humanis - halah.
February 1st, 2008 at 2:37 pm
Masalah apa yang terjadi dengan aliran dana BI, sebaiknya membaca ini:
Di Balik Kelambu Pemilu 2009
Sekadar Politik jenaka belaka…
:D
February 2nd, 2008 at 11:33 pm
Gaji tinggi itu segede berapa tho mas ? Anak pada sekolah di LN, Istri nolak belanja di Mangdu, ngasih ’sangu’ sana sini, belum iuran tetek bengek yg lainnya… “pusiiing” kata mereka
February 4th, 2008 at 12:29 am
Jangan lupa bahwa The Fed adalah satu2nya Bank Sentral swasta di dunia. Juga kontroversi pendirian the fed.
February 4th, 2008 at 11:30 am
karena di Indonesia belum ada segmentasi pekerjaan yang jelas. bisa jadi, yang jadi patokan ya cuma satu, sarjana. itupun gak menjamin setiap pekerjaan diisi oleh sarjana yang memiliki kompetensi ilmu sejalan.
soal korupsi, wah, itu tergantung mental orang masing-2 lah. bergaji besar tapi gak bersyukur, ya korupsi jalan terus.
February 6th, 2008 at 1:36 pm
Di negara2 maju, gap gaji tidak terlalu besar dan paling tidak reasonable. Tukang Ledeng (plumber), tukang listrik, serta mekanik bisa berpendapatan jauh lebih besar dari para clerk yang kerja di kantor2 dan berbaju necis. Supir bis dan truck bergaji lebih besar dari pada pegawai administrasi.
Di negeri kita, ada banyak faktor, salah satunya socio masyarakat, yang lebih menghormati mereka yang berbaju necis.
Tentang korupsi, spertinya sudah mentality, susah! Coba lihat di luar negeri, mahasiswa kita yang nota bene intelek masih aja suka curi-curi ga bayar tiket transport, ketawa2 lagi!
Nice post, salam kenal!
February 8th, 2008 at 9:19 pm
menurut yang sudah pengalaman : duit setan ya habisnya di makan setan
yang pengen pangalaman : tuyul aja doyan duit, apalagi manusia
yang sudah sadar : duit itu nomor kesekian, yang penting kenikmatan perjuangan (yang benar)
hehe,,,,
jangan di klik
February 8th, 2008 at 11:02 pm
Competence Based dan bukan Sarjana Based bisa dilaksanakan di Indonesi asal berkemauan, tapi berani gak dilaksanakan di Kampus? Bisa berabe itu Borang dan Database DIKTI. Coba mata kuliah Linguistik diajar sama Sarjana Hukum, atau komputer diajar Sarjana Agama. Saya pernah lihat sendiri kemampuan kedua sarjana tersebut diatas rata-rata, baik knowledge maupun pengajarannya, dengan hasil (mahasiswa) diatas rata-rata juga, tapi apa boleh? apa etis?
Terakhir apa anda mau?
February 14th, 2008 at 5:42 pm
Hmm……(dari paragraf terakhir),, graduates dari liberal arts bisa kerja di McKinsey/Goldman Sachs/Lehman Brothers ya? lalu top MBA graduatesnya gimana..,,? testnya ke consulting firm nya itu kan bisa sejenis GMAT.
February 28th, 2008 at 7:46 pm
Perlu disadari bahwa semakin banyaknya Mall, Plaza dan Hypermarket, digusurnya Pasar Tradisional, membuat masyarakat kita cenderung menjadi semakin konsumtif. Pegawai yg bergaji hanya cukup untuk 2 minggu, masih juga bergengsi memaksakan diri utk belanja di Mall, Plaza dan Hypermarket yg harganya pasti lebih mahal.
Akibatnya, timbul pikiran mencari kesempatan untuk mencari uang tambahan melalui penyalahgunaan jabatan. Banyak contoh yg terjadi sekarang Pejabat Tinggi, menengah dan rendah yg diajukan ke Pengadilan.
Diharap Pemerintah spy membatasi izin membangun Mall,Plaza dan Hypermarket, lebih baik pinjaman/kredit bank diarahkan kpd perumahan dan angkutan umum yang sekarang semakin parah.
March 14th, 2008 at 3:18 pm
mantap tulisannya….
sangat membangun…btw…….”Michael Farr dan Laurence Shatkin dalam bukunya, The 300 Best Jobs That Don’t Require a Four-Year Degree, menyebutkan beberapa pekerjaan yang cukup menggiurkan seperti air traffic controller (dengan gaji tahunan $102,030), storage and distribution manager ($66,600), transportation manager ($66,600), police and detectives supervisor ($64,430), broker real estate ($58,720), dan masih banyak lagi.”….
saya kebetulan ATC di salah satu bandara di indonesia raya….’ dah 10 tahun lah…’.. dan gaji tahunan saya $5,217………. hehehehe.. SUER!!!!
kalo dibanding dengan atc di eropa…kita mah malu…
padahal..skill,education,pengalaman,bahkan beban kerja kita SAMA …. nah loe.
jadi mau dibawa kemana indonesia tercinta kita ini?…