Sampai Sini Saja, Obama

June 5th, 2008 | Politics

Barack Obama dan Hillary Clinton

Barack Hussein Obama akhirnya memeroleh dukungan 2.132 delegasi (371 delegasi super) mengungguli Hillary Rodham Clinton yang hanya mengantongi 1.925 delegasi, termasuk 289 delegasi super. Partai berlambang keledai ini memang baru akan memutuskan secara resmi saat konvensi Agustus nanti, namun Clinton menyatakan mendukung Obama untuk mengalahkan McCain dan membuka diri bagi jabatan wakil presiden.

Perang yang sesungguhnya mungkin baru akan terjadi antara Obama dan John McCain. Bukannya bermaksud rasis, namun saya sendiri sulit membayangkan Amerika dipimpin oleh perempuan atau kulit hitam. Apalagi, Obama mengusung tema perdamaian, kesejahteraan, persamaan—-yang menurut saya nggak-Amerika-banget. Seorang malah teman berkomentar sinis bahwa ini hanya upaya agar Amerika dianggap negara yang penuh demokrasi.

Menurut saya, Amerika jauh lebih tidak demokratis daripada Indonesia. Bayangkan, ratusan tahun berdiri belum pernah memiliki presiden perempuan atau kulit hitam. Padahal, merekalah pencetus emansipasi wanita dan penghapus perbudakan kulit hitam. Mereka yang katanya menjunjung perbedaan dan demokrasi hanya punya dua partai. Masih lebih baik Indonesia. Kita pernah dipimpin presiden perempuan. Semua orang bebas menyuarakan pendapatnya. Kita bahkan punya banyak partai untuk mengakomodasi perbedaan tersebut.

Oleh karena itu, biarpun mendukung Obama, saya menilai justru McCain yang akan melaju ke Gedung Putih. Selain bukan berasal dari “trah” Amerika (baca: kulit hitam, Obama juga tidak membawa “tradisi” Amerika (baca: perang). Padahal, dilihat dari sejarahnya Amerika sangat dekat dengan desingan senjata dan bau mesiu.

Tak percaya? Mari kita tarik sekitar satu abad ke belakang. Tahun 1898-1901 Amerika sudah terlibat perang dengan Spanyol untuk merebut Kuba, Puerto Rico, Filipina, Guam, hingga Caroline Islands. Saat itu Amerika dipimpin oleh William McKinley yang berasal dari Partai Republik. Perang itu melambungkan nama Kolonel Theodore Roosevelt yang kemudian menjadi Presiden ke-26 menggantikan McKinley.

Setelah Roosevelt, naiklah William Howard Taft yang juga dari Partai Republik. Di masanya, Amerika menginvasi Nikaragua gara-gara Terusan Panama yang memicu lahirnya civil war di bulan Oktober 1909. Setelah Taft, Woodrow Wilson (Demokrat) diangkat sebagai presiden ke-28 dan meletuslah Perang Dunia I. Buku sejarah menuliskan Amerika terlibat PD I karena RMS Lusitania ditenggelamkan U-boat U-20 Jerman. Faktanya, kapal tersebut “sengaja” dikirim kendati sudah diingatkan Pemerintah Jerman jauh hari.

Selesai PD I, Warren G. Harding dari Partai Republik naik sebagai presiden ke-29. Di tahun 1920 terjadi penembakan sadis di pertambangan batubara Matewan, West Virginia—-kemudian dikenal dengan insiden Battle of Matewan atau Matewan Massacre. Lucunya, detektif yang terlibat tidak pernah didenda atau ditahan atas tindakan kriminal tersebut. Setelah Harding, Partai Republik masih mendominasi dengan naiknya John Calvin Coolidge dan Herbert Hoover. Di masa Hoover terjadi penembakan terhadap ribuan veteran perang di Washington.

Partai Demokrat berbalik menguasai setelah naiknya Franklin D. Roosevelt dan Harry S. Truman. Di masa Roosevelt meletus PD II, sementara Truman adalah orang yang memberi komando untuk menjatuhkan Little Boy dan Fat Man di Hiroshima dan Nagasaki. Pemboman itu sendiri penuh kontroversi karena tanpa bom atom tersebut, Jepang sudah menyatakan akan menyerah.

Sebagian pengamat malah menilai alasan pemboman tersebut adalah “alive population to test the bomb” sekaligus mengintimidasi Stalin dan menunjukkan kehebatan Amerika kepada dunia. Nyatanya, pemboman itu tidak benar-benar mengakhiri PD II dan justru memicu perang dingin berkepanjangan. Seorang veteran Jepang yang diwawancara BBC mengatakan, “if the purpose was to end the war quickly (so that many lives are saved,) why America made Japan harder to surrender?

Setelah PD II berakhir, Dwight D. Eisenhower kemudian naik sebagai presiden ke-34 dari Partai Republik, dilanjutkan John F. Kennedy dari Partai Demokrat. Di masa Eisenhower meletuslah Perang Korea dan di masa Kennedy Perang Vietnam lahir berlanjut hingga pemerintahan Lyndon B. Johnson (Demokrat) dan Richard M. Nixon (Republik).

Perang Vietnam sendiri juga penuh kontroversi. Konon, hal ini disebabkan oleh armada perusak Amerika (USS Maddox dan Turner Joy) yang ditembaki tentara Vietnam di Teluk Tonkin (Beibu Wan). Nyatanya, hal itu merupakan alasan yang dianggap mengada-ada. Di masa Gerald R. Ford (Republik), perang usai namun tentara Amerika masih menduduki Vietnam hingga 1975. Presiden Ford berdalih bahwa Perang Vietnam merupakan, “a war that is finished as far as America is concerned.” Setelah itu, di masa presiden Jimmy Carter, Amerika memang tidak terlibat perang langsung—-namun mereka memasok senjata ke Afghanistan untuk melawan Soviet (1979).

Mungkin inilah awal mula benang kusut Amerika di Timur Tengah dirajut, karena sejak itu terjadilah Perang Iran-Iraq (Ronald Reagan, Republik) dan Perang Teluk (George H. W. Bush, Republik). William J. Clinton (Demokrat) kemudian naik sebagai presiden ke-41 dan Perang Teluk berakhir. Namun, mereka menyerang Yugoslavia secara tidak langsung melalui NATO (1999). Selain menjadi ajang latihan stealth bomber dan F-117 Nighthawk, Amerika juga membuka akses menuju wilayah Balkan. Insiden Black Hawk Dawn yang menunjukkan blunder Amerika di Mogadishu juga terjadi di masa pemerintahan Clinton.

Setelah Clinton, George W. Bush membangkitkan kembali romantika ayahnya dengan mengobak-abik Afghanistan dan Iraq. “Hanya” bermodal dua gedung WTC dan 3.000 korban tak berdosa, Bush sukses menguasai sumber daya alam di kedua negeri tersebut. Keluarga Bush memang menggambar sejarah Amerika dengan begitu unik. Selain Bush Jr. dan Bush Sr., ada satu nama yang tak terjangkau radar kita, yaitu Prescott Bush, kakek dari presiden Amerika saat ini.

Senator Prescott Bush adalah salah satu direktur Union Banking Corp., sebuah investment banking di New York yang dimiliki oleh keluarga Thyssen melalui Bank voor Handel en Scheepvaardt N.V.. Fritz Thyssen sendiri merupakan orang yang mendanai Hitler melalui konglomerasi United Steel Works yang terafiliasi dengan Bank voor Handel. Bersama E. Roland Harriman, komisaris Union Banking Corp, Bush menangani segala bentuk transaksi untuk “membiayai” PD II. Union Banking sendiri kemudian diambil alih Amerika tahun 1942 melalui Trading with the Enemy Act—-namun direksinya tidak pernah dihukum dengan alasan mereka terlalu sibuk mengurusi perang.

Dari uraian di atas terlihat jelas adanya pola yang menunjukkan bahwa Amerika memang doyan dengan peperangan dan pertumpahan darah. Bedanya, bila Partai Republik menang, peperangan terjadi secara terbuka dan blak-blakan, sementara bila Partai Demokrat yang berkuasa, perang yang terjadi relatif terselubung. Situasi ini sangat menguntungkan bagi Amerika, terutama bisnis senjatanya. Tanpa perang, bisnis mereka kolaps. Oleh karenanya mereka sengaja ngomporin negara-negara tentang musuh potensial yang belum tentu ada.

Adapun perusahaan yang diuntungkan dari adanya perang antara lain Blackwater Worldwide, Raytheon, Lockheed Martin, Northrop Grumman, Arinc Inc., dan sebagainya. Mereka mendapat kontrak lebih dari $15 milliar dari Departemen Pertahanan Amerika. Blackwater misalnya, adalah perusahaan jasa tentara bayaran dan persenjataan swasta terbesar dengan 20 ribu tentara dan 20 pesawat tempur yang bisa dikirim kapan saja. Blackwater mendapat kontrak dari Departemen Luar Negeri sebesar $300 juta di tahun 2003 tanpa tender untuk melindungi Paul Bremer. Dari perang Iraq sendiri, mereka konon mendapat lebih dari $500 juta dan menjadikan mereka semacam kekuatan kedua di Iraq.

Selain Blackwater, ada pula General Dynamics yang sedang mengembangkan senapan mesin A-10 Warthog berukuran 22 kaki berbahan bakar uranium. Konon, ia bisa melontarkan 1.700 tembakan dalam satu menit dengan efek radiasi 130 ribu kali bom Hiroshima. Ada pula Lockheed Martin dan Boeing Co. yang sedang bersama mengerjakan kontrak membangun F-35 dan bomber taktis jarak jauh next generation. Sebelumnya mereka bersama sukses membangun F-22 Raptor yang digadang-gadang mengimbangi Sukhoi SU-37 buatan Russia. Sejak Oktober 1998, Boeing sendiri menerima 19 dari 28 kontrak yang dikeluarkan Angkatan Udara Amerika dengan nilai kontrak konon lebih dari $1,2 milliar.

Sebagai balas jasa (kick back) dari kontrak tersebut, Erik Prince, pendiri dan pemimpin Blackwater konon telah mendonasikan lebih dari $200 ribu kepada kandidat Partai Republik sejak tahun 1998. Perusahaan lain seperti Carlyle Group, BAE Systems North America, Northrop Grumman, Lockheed Martin, Boeing Co. dan sebagainya juga sering memberikan amplop kepada pemerintah maupun senat—-seperti terungkap dalam Whitewash conspiracy.

Tentu saja, selain urusan senjata, apalagi yang diuntungkan kalau bukan perusahaan minyak. Halliburton, melalui anak perusahaannya, KBR, memasok air minum dan logistik kepada tentara Amerika di Iraq. Namun perusahaan yang dikomandoi Dick Cheney ini ditengarai juga mendapat keuntungan sangat besar dari invasi Amerika di Iraq. Selain itu, tentu masih ada sejumlah perusahaan lain yang diuntungkan dari situasi ini.

Apabila Obama terpilih menjadi presiden, maka pola-pola yang telah terbentuk selama ini akan jatuh tak beraturan. Hal ini bagus bagi negara-negara lain—-terutama yang merasa terintimidasi oleh Amerika—-tapi bukan berita baik bagi politisi dan teknokrat Amerika. Tentu ada pihak-pihak yang tidak menginginkan hal itu terjadi. Betapapun, kekuatan status quo tersebut nampaknya masih terlalu besar untuk ditandingi Obama maupun pendukungnya yang mendambakan pembaruan di Amerika (dan dunia).

Saya mendukung Anda, namun nampaknya perjalanan Anda mungkin hanya sampai di sini saja, Obama. :)

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

  1. Amerika: Mbahnya Korupsi « Andrea Lee’s Weblog
  2. Sampai Sini Saja, Obama « Alquran & Sunnah
  3. Comments

  4. didi

    menyatakan dukungannya kepada israel secara terbuka yang membuat bisa bertahan sejauh ini. kalo nggak mah, dah dari kemaren2 dibunuh ato mundur tanpa alasan jelas. negara dagelan juga mereka itu

  5. Kopdang

    Bukankah rakyat AS masih kental dengan prasyarat “WAP” untuk calon presiden pilihannya?

    White, Anglosaxon & Protestan..

  6. satria

    waow..ulasan yang sangat bagus, data yang cukup detail, mas Nofie, peminat sejarah amerika??

  7. toim

    berarti ekonomi AS dibangun dr sebagian besar hasil peperangan ke negara lain ya? :)

  8. gde

    syarat untuk menjadi presiden amerika serikat adalah mudah yaitu siapa yang dapat dukungan penuh oleh lobi AS-Israel (AIPAC)- bisa dipastikan dia kelak akan menduduki jabatan presiden. Barrack, nampaknya punya kans untuk bisa jadi presiden. Didepan AIPAC, sikribo item berkomitmen untuk melindungi semua kepentingan Y-A-H-U-D-I. Betul gak mas nofie???

  9. edratna

    Jangan-jangan rakyat Amerika ingin figur baru, karena udah bosen…siapa tahu?

  10. adi

    setau saya, amerika serikat bukan pencetus penghapusan perbudakan kaum kulit hitam. bahkan inggris melakukannya lbh dulu

  11. joko

    Saya nggak suka dengan Obama. Soalnya, nanti bakalan banyak orang kita yang ngaku2 kenal dan teman karibnya Obama. Dasar orang Indonesia. mental penjilat. Kalo ada orang beken yang berprestasi diaku-aku, tapi kalo jelek pura-pura nggak tahu. Payah betul. :)

  12. herman saksono

    apakah akan berbeda seandainya yang maju sebagai capres adalah hillary?

  13. didats

    gila ya, maenannya udah ratusan juga dolar.
    pantes aja, gag ada damai-damainya ini dunia.

  14. Tanto

    Obama menjadi tidak populer di Pakistan, setelah ia berpendapat bahwa AS harus bertindak sendiri atas informasi tentang sasaran teroris di dalam batas wilayah nasional. Itu memicu munculnya pendapat bahwa Obama tidak berbeda dengan George W Bush.

    Saya setuju, Amerika memang penuh kontroversi. kalau ditarik sejak jaman George Washington mungkin daftarnya bisa lebih panjang. lebih konyol lagi di sini waktu ditanyain “What did Iraq have to do with 9/11?” Bush menjawab “Nothin” Dasar orang sableng.

  15. Ferdi

    Menurut penilaian aye, waduh gile bener tuh Amerika doyan banget ma perang. Pantesan aje Amerika suka ngomporin negare2 laen dianggepnye teroris padahal teroris kan doyan perang mestinye lah Amerika sendiri dong nyang teroris. Strateginye manteb juge, tapi bisa bikin rusak namenye sendiri alias “Senjate Makan Tuan”. Tapi orang Amerika ga pernah mikirin Jiwa Sosial Musuh2nye nyang penting baginye Perusahan Senjatenye en Perusahan Minyaknye laku keras trus dapet untung gede.

    Kalo gitu kudu pasang strategi jitu coy dari Musuh2 Amerika (OPEC), yaitu :
    1. Stop produksi Minyak Mentah (OPEC) buat Amerika biar Perusahaan Pengolahan Minyak Amerika (Halliburton, Exxon, Caltex, dll) ancur en innalilahi deh…

    2. Blokade distribusi Minyak Mentah ke (OPEC) buat Amerika biar Perusahaan Senjata Amerika (Lockheed Martin, Boeing Co, dll) mati ga bisa produksi lage…

    3. Tahan Minyak buat Amerika biar tunggu dulu hargenye melambung tinggi supaye Amerika suseh beli Minyak lagi ampe Amerika ngutang nantinye ke OPEC trus Ekonomi Amerika bakalan ancur total trus Rakyat Amerika melarat…

  16. roi

    thanks a lot,
    saya jadi lebih tahu Amerika….

  17. oon

    ya benar, emang kliatannya tetep aja kulit pink yang menang ya om…

  18. Jauhari

    Mungkin aja akan ada PERUBAHAN mas ;) segala sesuatu khan ada AWAL dan AKHIRnya ;)

    Semoga…….

  19. ashar shabry

    para pemimpin dunia baik yang di barat maupun yang ada di dunia muslim belum mampu keluar dari trauma perang salib dan sampai hari ini masih mempengaruhi setiap kebijakan terkait hubungan luar negeri negara mereka. saya melihat ada harpan baru bahwa obama mampu membawa pencerahan baru bagi dunia yang lebih damai dengan syarat lebih mengedepankan pendekatan dialogis dan diplomasi dalam urusan luar negeri dan beliau juga mampu membebaskan dirinya dan kebijakannya dari nilai2 salibisitas serta yang lebih penting adalah konsistensinya dalam membawa kebijakan yang lebih humanis untuk dunia yang lebih damai dengan cara membebaskan dirinya dari tekanan kelompok kepentingan kaum kapitalis yang lebih mengedepankan keuntungan daripada penghormatan yang tinggi pada martabat kemanusiaan. Ingat wajah damai dunia sangat dipengaruhi oleh kebijakan politik Amerika……….

  20. Dino

    Mungkin Obama lebih banyak harapan kalo VP-nya Hillary.
    I just hope that Obama will be America’s next president. I’ve never seen a candidate as great as he is. People said Kennedy was also great, but I wasn’t born yet when he was president.

  21. snydez

    kalo ngeliat pelem hollywood tentang politik.
    dalam politik, (sekumpulan) orang bisa berbuat macem macem untuk menghadang lawan politik nya ..
    itu di pelem, di realita nya bisa lebih ’sadis’ kali ya? ..

  22. ario

    mau presidennya siapa aja juga gak ada untungnya buat dunia, apalagi indonesia, selagi gak mau berjuang untuk mandiri, tetep bakalan jadi budak USA.

    Mohon bro nofie bisa mengulas tentang keterlibatan CIA dalam penjatuhan bung karno 1965, krismon 98 dan masa depan hubungan indonesia-USA. Makasih.

  23. tamie

    Namanya juga negara besar dan berkuasa, jadi pasti selalu ambil bagian dalam perang manapun. Kalau sampai nantinya McCain yang maju ke gedung putih, saya malah jadi bersikap sinis sama masyarakat Amerika, ternyata yang menginginkan diskriminasi thd negara lain bukan cuma pemimpinnya tapi juga masyarakatnya sendiri.
    Jadi jangan terlalu pesimis kalau Amerika bisa berubah.

  24. tamie

    @ario:
    Mengutip commentnya Mas Enda di blognya:
    ”Orang Irak juga nanya gitu waktu Bush jadi kandidat, emang ngaruh siapa yang jadi presiden amerika, ternyata eh ternyata hehehe
    Dunia makin global, siapa yang jadi presiden US pasti ngaruh banget ke siapapun di planet ini.”

  25. fisto

    ulasan yg bagus…i agree with it.
    it would be always the same whoever the president is

  26. Ferdi

    Step-step menuju Kiamat Kubra :
    1. Kejadian yg sudah kita alami sebelumnya.
    .
    .
    .
    6. Kejatuhan Amerika.
    7. Kebangkitan Asia.
    8. Timbulnya cahaya di Eropa.
    9. Eropa mengkhianati Asia.
    10. Timbulnya Perang Besar unjuk Kekuatan.
    .
    .
    .
    100. Hancurnya Bumi beserta isinya.

  27. ario saja

    wah wis emboh.. mikir dalam negeri aja udah puyeng mau mikir luar negeri

  28. sphinx

    Bagaimanakah dengan negeri kita sendiri OM? Lain waktu ceritain yach!?
    Republik berkedok Kesultanan…

  29. Blog Strategi + Manajemen

    Dari sejumlah analisa mutakhir yang saya baca dari sejumlah majalah dan blog politik berpengaruh di Amerika, kesimpulan saya : OBAMA akan MENANG MUTLAK atas McCain.

    Time will tell……

  30. ilham

    cerita yang cukup seru mas plus detil banget ,kalau ada yang kayak gini lagi tulis lagi ya mas saya tunggu.
    mudah-mudahan obama bisa menang.

  31. aaqq

    tulisannya menarik.. :) thanks buat info2 ikutannya..

  32. rikija

    saya cuma berpikir… apakah bung nofie (kita) tidak terlalu tinggi menaruh harapan pada Obama? bukan tidak mungkin dia akan berlaku seperti presiden2 AS sebelumnya. saya tidak menutup kemungkinan Obama menang. pertanyaan penting selanjutnya, apakah dunia akan menjadi lebih baik?

    lalu mengenai sejarah amerika serikat menurut saya banyak negara yang punya sejarah peperangan seperti ini. cuma mungkin disesuaikan saja dengan kondisi sosial negara bersangkutan. karena Indonesia bukan merupakan negara maju seperti AS, indonesia mencari bentuk peperangan yang lebih “murah”. Indonesia misalnya, selalu saja terdapat konflik internal, dari isu disintegrasi, agama, suku, etc. menurut saya, it’s a very basic of human instinct to look the enemy outside. bukan negaranya.

    oia… saya pribadi juga mendukung Obama. sedikit berharap boleh kan? :)

  33. bocah

    Yang jelas, Obama sudah “mengklarifikasi” bahwa dirinya tidak beragama Islam. Ini untuk menjawab pertanyaan dari kaum Yahudi.
    Dulu, seorang menteri jaman Habibie (lupa namanya) mengklarifikasi apa benar Megawati beragama Hindu? Dan hasilnya adalah demo besar-besaran…

  34. as

    What do you think of this scenario, if Obama wins? Obama becomes president, Hillary becomes VP. Obama gets shot, Hillary steps forward. Hillary wins in the end.
    I agreed with you that even though Obama has many supporters, McCain is most likely to win. Soalnya kalo Obama wins, kebijakan amerika bisa berubah. Politisi2 yg ada sekarang bakal uring2an, n akan berusaha sekuat tenaga buat menggagalkannya, or even menyingkirkannya. Israel needs america led by people like Bush. They will do their best to ensure that.

  35. Syarif Talib

    See everybody?

    Kita dibodoh-bodohin ama pemerintahan AS suruh jd negara damai n demokratis (supaya gampang dikeruk kekayaan alamnya). Padahal disisi lain mereka jd negara brutal dan selalu menciptakan konflik spy bisa ambil untung. Saya jd agak mkir kalo kita beruntung punya FPI yg beraliran keras thd kedhaliman. Itung2 kalo ngadepin orang2 AS yg bermuka dua macam itu harus tegas.

    To my leaders, contoh sedikit dong nyali orang2 FPI spy g dikendalikan lg ama negara yg jelas2 mau nyantap kita itu.

    Cayyo everybody…

    MERDEKA!!!

  36. edoth

    Obama? Janjinya cukup bagus buat Irak, pasukan AS ditarik dari Irak, lalu…. semoga itu membawa angin damai ke seluruh dunia… :)

  37. Pramudita

    Saatnya rakyat AS menunjukan kepribadian yg sesungguhnya.
    BTW, Obama siapanya Osama ya ? :D

  38. Jeger

    Yang jelas Amerika gak berani utak atik negara RRC … Kenapa? Karena China negara yang punya prinsip dalam menjalankan pemerintahannya. Tegas. China gak punya utang tuh sama amrik, China juga gak rese gangguin negara2 laen.

    Amrik pernah menjelek2an china mengenai isu HAM ….. pada saat terjadi pembantaian Tien An Men. Tapi tetap aja Pemerintah China gak ambil pusing ama kritik Amrik. Dan saat ini mata dunia terbuka. Siapa yang lebih kejam. China atau Amrik ? Berapa banyak umat manusia yg sudah terbunuh oleh AS ? Dan siapa yang saat ini betul2 gak mengenal HAM ?

    Saat ini dimana perekonomian AS nyungsep, justru perekonomian China lagi bagus2nya. Saya berharap OBAMA bisa menjadi President. Bgm pun OBAMA pernah menjadi seorang muslim wkt masa kecilnya di Indonesia. Saya yakin OBAMA bisa merasakan kesedihan dari negara2 muslim yang di intervensi AS hanya utk di ambil minyak nya (spt :IRAN).

    Dan pasangan yang cocok mendampingi OBAMA adalah Hillary Rodham Clinton. Cuma itu pasangan yang ideal dan sangat pantas untuk memimpin Amerika.

  39. nita

    @as
    What a great scenario.

  40. sudarto

    aku yakin Obama akan menang.

  41. sudarto

    Aku yakin Obama akan menang dan kemenangan Obama adalah awal kehancuran amerika, ya ,layaknya hancurnya Komunis dibawa Gorbachev. Lihat aja nanti, dan yang akan menjadi adikuasa selanjutnya adalah Islam, kekuatan Islam. Umat Islam akan membangun kembali Imperium dengan misi kalimat Lailaaha Illallah. Selamat menyaksikan dunia damai di bawah panji2 Islam. Yakin seyakin-yakinnya. Amin.

  42. aceng!

    Berkunjung ke Blog ini, seperti menemukan permata. Kapan-kapan insya Allah saya kembali lagi…
    teruslah sampaikan informasi berharga…

  43. Dwi Qenthir

    Sebagian besar media AS yang juga dikuasai Jews juga membentuk opini negatif terhadap Obama. CNN, misalnya, selalu menggunakan nama Barrack HUSSEIN Obama dalam berita2nya. Pernah suatu ketika menayangkan keluarga muslimnya di Sudan. Setelah itu, voter Obama menurun!

    Akhirnya, Obama meresponsnya dengan membuka identitas kristennya dan kedekatannya pada Jemaat Gereja.

    Dengan analisa dari Anda dan pengaruh media, tampaknya Anda benar bahwa perjuangan Obama akan segera berakhir.

  44. marvin

    kalaupun gak jadi, setidaknya obama meski black masih bisa jadi calon presiden. dan yang jagoin dia tuh bukan kalangan kulit hitam, tapi both kulit putih dan hitam loh. keturunan asia justru lebih dukung mccain, karena nilai2 yang dibawa republik masih lebih dekat dengan nilai2 keluarga dan tradisional asia, sementara demokrat kan terkenal sangat liberal (pro-aborsi, pro-gay marriage, etc).

    di indonesia? sejarah membuktikan presiden kita selalu dari mayoritas. baik suku maupun agama. (habibie adalah perkecualian dalam hal suku, tapi dikompensasi dalam hal agama).

    sebelum mikirin semut di ujung lautan, lebih baik kita bersihkan dulu kotoran sebesar gajah di pelupuk mata kita.

  45. Agus Mulia

    >wah kali ini prediksi anda tidak pas Mas Nofie,ternyata Obama tdk sampai disini & lancar saja tuh mengalahkan Hillary dan menjadi calon dari demokrat
    >kalau melihat rivalnya dari republik yg lebih gaek / tua + calon wapresnya wanita yg punya puteri hamil belum nikah serta tampilan kurang meyakinkan ( Hillary masih lebih baik ) ,kecuali ada hal yg sangat luar biasa – rasanya tdk terlalu sulit election nanti Obama akan melenggang ke White House

  46. Mr.Nunusaku

    Obama susuk manusia yang berhati Jesus jalan mulus kegedung putih, jika Obama berhati nabi Muhammad pasti dia akan terkandas tidak akan sampai kepintu gedung putih.

    Isu yang mana Obama berhati Muhammad islam, telah dibantah oleh Obama bahwa dia bukan islam. Obama seorng
    politicus yang tinggi kalau dia beragama islam, rakyat Amerika tidak sebodoh itu untuk membawa Barack Obama kegedung
    putih, Dan untung Barack Obama berhati Jesus inilah kemenangan Obama menjadi pemimpin dunia dari agama kresten.

  47. ken

    beh..

    mau obama kek, mccain kek, ato sapa kek…

    amerika tetaplah amerika…

  48. Mr.Nunusaku

    Dunia mau berkata apa lagi….? Barack Obama Yahudi hitam akan menguasi dunia dan dunia ini tetap dalam kekuasaan strategie Yahudi tantangan hebat bagi dunia islam.

    Agenda yang mematikan dalam pemerintahan Barack Obama bahwa
    teroris islam Obama bin Laden tetap diburu oleh tentara Amerika dan harus ditembak mati seperti teroris islam Amrozi cs.
    Obama menguasai dunia islam dalam pemerintahan…nanti 20 Januari 2009.

  49. maskholik

    mas predikse sampean salah.. aq sudah sempet.. yakin dengan analisa sampean teryata.. mleset, yang paling tak benci.. orang indonesia.. kok ngaku2 kenal obama… kwi loh wong cuman 2 tahun.. itupun pas kondisi kere

  50. Nofie Iman

    Namanya juga manusia, wajar kalau meleset. :)

    Yang jelas, keputusan sudah dibuat dan nampaknya everybody happy. Mudah-mudahan Obama bisa membawa angin segar ke negara-negara yang selama ini selalu dianaktirikan.

Looking forward to hear your thoughts.