How to Boost Your Business

Bermain Deposito Saham

July 1st, 2008 | Investment

Setelah digoyang berbagai kritik, Bapepam-LK akhirnya merevisi aturan tentang tender offer (TO). Seringkali ketika TO terjadi, investor-investor kecil seperti kita bisa ikut-ikutan mencicipi potential gain yang cukup lumayan. Hal ini disebabkan karena adanya adjustment harga saham yang terjadi di pasar terhadap TO yang akan dilakukan.

Kebetulan pagi tadi ada salah seorang analis sekuritas yang mengomentari TO PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) oleh PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA). Seperti diberitakan di media, APEX akan dipinang oleh MIRA di harga Rp 2.450,00 September nanti dan telah disetujui oleh RUPS-LB Senin kemarin. Setelah bikin corat-coret, saya berpikir TO ini bisa menjadi peluang untuk “mendepositokan” saham dengan keuntungan yang cukup menarik.

Prinsipnya sederhana saja. Anda bisa membeli saham APEX pada harga saat ini dan menahannya (hold) dengan keyakinan bahwa harganya akan menjadi Rp 2.450,00 pada bulan September nanti ketika TO dieksekusi. Tentu saja, makin murah Anda bisa membeli APEX saat ini, maka keuntungan yang Anda peroleh dari capital gain hingga bulan September nanti juga akan makin tinggi.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan ilustrasi berikut. Misalnya harga APEX saat ini Rp 2.200,00 per lembar. Anda membeli saat ini dengan fee beli 0,25% sehingga harga beli yang harus Anda bayar menjadi Rp 2.205,50 per lembar. Dalam 3 bulan mendatang harganya naik menjadi Rp 2.450,00; dengan demikian capital gain yang Anda peroleh Rp 244,50 per lembar saham.

Deposito Saham APEX

Jika dibandingkan dengan harga ketika Anda membelinya (Rp 2.205,50) maka keuntungan bersih yang Anda peroleh sebesar 11,09% dalam tempo 3 bulan. (TO biasanya tak dikenakan fee jual dan pajak penghasilan.) Angka tersebut tentunya lebih menarik dibandingkan bunga deposito sekitar 8-9% per tahun sebelum pajak. Apalagi bila Anda bisa membeli di harga Rp 2.050,00; keuntungan bersihnya bisa hampir 20%.

Secara fundamental, APEX sendiri merupakan perusahaan yang cukup lumayan. APEX adalah pemain utama di bisnis penyewaan rig untuk pengeboran minyak. Ia baru saja mendapat kontrak pengeboran dari VICO di Kaltim dengan nilai US$ 2,8 juta. Selain punya pondasi yang tak buruk, APEX juga diuntungkan oleh naiknya harga sewa harian dan tentu saja membumbungnya harga minyak dunia.

Tapi tentu saja seperti halnya setiap investasi, “deposito” saham ini ada risikonya juga. Misalnya, TO tersebut sempat bermasalah karena Pertamina yang menawarkan harga Rp 2.625 atau 7,14% lebih tinggi dari MIRA tidak diloloskan. Andaikata Pertamina mengajukan tuntutan hukum atau Pemerintah melakukan intervensi, bukan tidak mungkin TO gagal dan harga sahamnya ambruk. Risiko lainnya adalah “opportunity cost” yang timbul karena bisa saja ada saham lain yang naik signifikan (lebih dari 20%) dalam 3 bulan ini.

Jadi, pilihan kembali ke tangan Anda. :)

Disclaimer: Tulisan ini bukan merupakan rekomendasi beli/jual. Keputusan investasi ada di tangan Anda dan penulis tidak bertanggung jawab atas apapun yang akan terjadi. Penulis tidak terafiliasi dengan APEX, MIRA, MEDC, Pertamina, atau institusi terkait lainnya. Penulis juga tidak mengambil posisi terhadap APEX. Saat tulisan ini diturunkan, harga saham APEX Rp 2.100,00 per lembar.

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

    Comments

  1. Mas Kopdang

    tak kasih tau temen2 ah…

  2. Margaretta

    Hai, saya Margaretta dari majalah Investor. Mau minta tolong dikit nih soal reksa dana.

    Saya sekarang lagi bikin artikel mengenai kasus-kasus penipuan reksa dana. Pusing euy karena ternyata kasusnya pada rumit. Mana neliti kasus dari 1998-2008. Tahu deh sumbernya bagusnya dari mana.

    Bisa bantu kasih tahu, kalau menurut Pak Nofie kasus-kasus apa saja yang bagus buat diangkat? Tolong yang lain kasih comment ya.

    O ya saya juga lagi cari narasumber dari para Investor yang pernah jadi korban kasus penipuan reksa dana seperti kasus Bank Global, Wahana Bersama Globalindo ataupun DUIT. Buat yang bersedia ceritanya didengar. Bisa kirim e-mail ke margaretta@investor.co.id

    Saya pikir betul juga belum ada lembaga perlindungan konsumen investasi. Saya pikir sih bagus juga kalau para mantan korban berkumpul dan bikin lembag independen untuk itu. Walaupun tidak semua, setahu saya kebanyakan korban penipuan reksa dana yang tertipu sekian milyar pastinya punya penghasilan tinggi juga. Bukannya mau menambah beban yang udah jadi korban. Tapi cuma beri saran. Lama nungguin Pemerintah jadi mending gerak sendiri aja. Bagus kalau ada semacam lembaga yang sustain memperjuangkan ini. Nggak nunggu cuma ada kasus aja.

  3. Nofie Iman

    Saya pernah menulis soal kasus Wahana Bersama Globalindo di sini.

  4. dudi

    berita di detik gak nyebutin kalo MIRA membeli saham APEX di bulan september 2008 tuh nof?

  5. Forum Investor

    Tender offer memang bisa menaikkan harga saham tapi bisa juga sebaliknya, bila tidak jadi.

  6. Nofie Iman

    dudi
    Bulan Septembernya ada di Bisnis Indonesia dan Harian Kontan seperti sudah disepakati di RUPS-LB.

  7. Ferdi

    Menurut aye, bagus tidaknya sebuah SAHAM tergantung orang yg melihatnye masing-masing. BAGUS menurut ente, belum tentu BAGUS menurut aye. JELEK menurut ente, belum tentu JELEK menurut aye. Tapi kalo BAGUS menurut ente dan aye, nah itu die yg bener-bener BAGUS, coy…

    Seperti halnya CANTIK tidaknye seorang WANITA itu tergantung PRIA yg melihatnye.

    * Kalo yg melihat WANITA cantik tsb adalah PRIA yg jelek banget, pasti WANITA itu dinilainya SANGAT CANTIK…
    * Kalo yg melihat WANITA cantik tsb adalah PRIA yg biasa, pasti WANITA itu dinilainya CANTIK…
    * Kalo yg melihat WANITA cantik tsb adalah PRIA yg ganteng, pasti WANITA itu dinilainya BIASA saja…

    Trus

    * Kalo yg melihat WANITA jelek tsb adalah PRIA yg jelek banget, pasti WANITA itu dinilainya CANTIK…
    * Kalo yg melihat WANITA jelek tsb adalah PRIA yg jelek juga, pasti WANITA itu dinilainya BIASA aja…
    * Kalo yg melihat WANITA jelek tsb adalah PRIA yg ganteng, pasti WANITA itu nilainya JELEK BANGET…

    Kalo ente2 pade pengen bermaen SAHAM, jgn hanya berharap pengen RETURN yg tinggi aje sebab bermaen SAHAM hanya utk orang yg udah kebanyakan DUIT dan banyak WAKTU luangnye buat kontrol DUIT-nye sehingga kalo RUGI, tidak jadi masalah buat die sebab DUIT-nye masih banyak dan die masih banyak WAKTU untuk mengembalikan RUGI-nye menjadi UNTUNG.

    Lagipula kalo ente2 pade yg waktunye tidak cukup untuk kontrol DUIT ente2 karena terlalu sibuk di tempat kerja, siap2 aje DUIT ente melayang ke tangan orang laen.

  8. -tikabanget-™

    sayah pengangguran sekarang, om.. :(
    ndak punya duwit buat nanem saham..

  9. Fildy

    reviewnya menarik juga :)

  10. Tigis

    jadi pengen belajar tentang dunia saham. Kira2x bahan yg rada mudah dipahami dan lengkap dimana yah….

    btw, ada jmlh minimum pembelian saham ga sih…

  11. joko

    Trims mas, keren nih triknya. menarik dan menantang buat dicoba. apalagi returnnya lumayan…. :)

  12. sapimoto

    Mantap banget nih tipsnya untuk bermain saham….

  13. brondonk34

    bagaimana yach caranya memulai bermain saham?
    jadi pngn saya tuk mencobanya….

    tapi amankah bermain saham?

    34

Looking forward to hear your thoughts.


If you like my writing and don't have a business you're totally satisfied with, check out my full course on how to boost your business here.