How to Boost Your Business

Tips Masuk ke Harvard (MBA)

September 6th, 2008 | Education

Harvard Business School

Sekitar tiga tahun lalu saya pernah menulis tentang Harvard dan terus mendapat tanggapan hingga sekarang. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih detil tentang Harvard, berikut adalah interview dengan Mr. Junaidi, alumni Harvard Business School (HBS) yang kini bekerja di Boston Consulting Group (BCG). Beliau pernah melakukan internship di kantor pusat Microsoft (Redmond, Washington) dan makan malam bersama Bill Gates.

Sebagai catatan, Harvard Business School (HBS) hanya memberikan gelar MBA, PhD, dan executive program. Gelar setara S1 hanya diberikan oleh Harvard College yang dianggap orang-orang lebih prestisius daripada HBS karena acceptance rate-nya jauh lebih rendah. Kendati demikian, HBS merupakan salah satu sekolah bisnis terbaik yang pertama kali memberikan gelar MBA. Jelas tak mudah untuk diterima di Harvard College maupun Harvard Business School.

Interview Transcript

Berikut adalah kutipan interview dengan Mr. Junaidi. Apa yang tertulis merupakan pengalaman selama berada di Harvard Business School, bukan di Harvard College.

How did you choose Harvard? What preparation did you take to successfully be admitted to Harvard?

Honestly, I didn’t plan to apply to HBS for couple of reasons: I think my chance was slim, I don’t think I will like the people despite haven’t visited and talked to their students and alumni, and I don’t think I will grow further in HBS environment. I think I could grow further in a more collegial and teamwork environment like Kellogg (Northwestern University).

However, as you may already know, I ended up applying to HBS, and become its alumni now. Two primary drivers persuaded me to apply: first, I said to myself that time that I wouldn’t apply to b-schools anymore if I failed again that time. I believe life must go on, and an MBA is only one of many means to reach my goals. HBS is the world’s most reknown business school. Hence, I feel I would be sad if I didn’t give myself a shot since it was my final attempt to get into a b-school; second, my bosses asked me to apply to HBS. They believed I could get in. Thus, I decided to apply (otherwise they will not write their recommendation for me).

In terms of preparation, there is nothing different in process and document-wise if you are applying to other top b-schools. You need to prepare GMAT, TOEFL, and essays.

In your opinion, what makes Harvard so special? What makes Harvard different from many other top schools? E.g Stanford, Wharton, Oxford, Cambridge, etc.

IMHO, it is driven by many factors. First mover, continuous investment in brand, alumni, and Harvard College. HBS is the first business school that gave out an MBA degree. As a first mover, definitely HBS incurred advantages in terms of brand awareness, publicity, and human resources. HBS also put their best efforts to preserve its legacy and brand; they have strict rules, thus all disturbing and damaging behavior are treated seriously. Strong alumni network also seems to be a strength. With alumni spread across the globe, and most of them hold exceptional position, it benefited HBS in terms of brand name, image, access to knowledge, and credential. Harvard College also helped build HBS credibility. Reknown as the oldest college, Harvard brand awareness and perception definitely help HBS a lot.

How would you describe your experience here at Harvard? What they teach you at Harvard? What did you learn at Harvard?

A transformational experience. They (mean the whole ecosystem consists of profs, students, alum, speakers, neighborhood) taught me a lot of things, not only business acumen, but also leadership, communication, social responsibilities, understanding yourself, and life in general.

What is the academic environment at Harvard? Will I still have time to network or other business activities if I attend Harvard?

You can find a lot of info from HBS website. Basically you can do a lot of things while you are there, but you just need to manage your time carefully. Understanding yourself better to know what you really need, what you really want to help you prioritize what you should do while you were there

What is the social life like at Harvard?

Not exactly sure what you are trying to get out of this question. But simple answer is fun, collegial, depressing sometimes, but overall it could be a good social life.

People behave as though an Ivy league degree is a golden ticket to lifelong wealth and satisfaction. Is it true that an Ivy league degree can open many doors for me?

It is really relative. With greater name, comes greater responsibilities. It is true that it could open more doors, but it could also close many doors. People expect you to be perform better, people also think you would have higher expectation thus tend to be not loyal and need to be pleased all the time.

There is no question that studying at Harvard as well as living in Boston is very expensive. Is an Harvard degrees worth the sacrifices?

Worth or not? Couldn’t speak on behalf of others. At the end, it depends on what you are trying to get out of a school. There are things that money could not buy.

How does one get into Harvard? What kind of people get accepted to Harvard? Straight As, top in the class, people that will work for the CIA?

You need to apply. Just read the admission criteria in the website. Everything stated there is correct.

How important is leadership and organizational experience for Harvard?

Very important to demonstrate that you have leadership potential, but again everyone has his/her own definition of leadership. Having organizational experience is not equal to leadership potential. Being a manager does not mean you have leadership potential as well.

Catatan Tentang Harvard Business School

Berdasarkan statistik, Harvard (MBA) menerima 908 orang dari 8.661 aplikasi atau sekitar 12% saja yang diterima. Mereka yang diterima punya IPK (GPA) S1 rata-rata 3,66 dan median skor GMAT 700-750. Harvard juga menolak pelamar non-native yang memiliki skor TOEFL (iBT) kurang dari 109. Tentu saja tak menutup kemungkinan misalnya skor GMAT di bawah 700 lantas tidak diterima atau skor GMAT 800 otomatis langsung diterima.

Sebagian orang juga mengatakan bahwa application essays juga memegang peranan sangat penting terutama untuk mengungkap diri Anda yang tak terekam dalam IPK, GMAT, atau TOEFL. Ada juga yang memandang bahwa rekomendasi dari student, professor, atau alumni dari Harvard juga merupakan poin plus karena mereka bisa memberikan assessment terhadap diri Anda sesuai “standar” Harvard.

Seperti yang tertulis pada situs mereka, HBS menginginkan calon mahasiswanya memiliki kriteria: a habit of leadership, capacity for intellectual growth, dan engaged community citizenship. HBS ingin mendidik calon pemimpin masa depan yang kelak akan membawa nama Harvard. Mereka juga mengharapkan Anda cukup cerdas dan mampu menangani kegiatan perkuliahan yang padat. Dan terakhir, Anda diharapkan tak cuma brilian, tetapi juga peduli dengan lingkungan Anda.

Kalau Anda benar-benar ingin diterima di Harvard maka siapkan diri Anda agar memenuhi minimum requirement yang mereka berikan dan tonjolkan kelebihan Anda sehingga terlihat stand out daripada ribuan applicants lainnya. Persiapan yang ideal bisa dilakukan sejak 8-12 bulan sebelumnya. Bagi sebagian kita mungkin mencari skor TOEFL 110 atau GMAT 700 terasa sulit, namun tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha.

Looser always says, “It’s possible, but it’s difficult.” Winner always says, “It’s difficult, but it’s possible.”

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

  1. Tips Masuk ke Harvard (MBA) | Today's Bargain Electronics Store
  2. Comments

  3. Dino

    Ketemu orang lulusan Harvard aja belum pernah aku, apalagi bermimpi ke Harvard Business School hehe..

  4. ditya rizky yudistira

    Semoga anakku nanti bisa ke Harvard , , , , ;)

  5. mcupert

    Looser always says, “It’s possible, but it’s difficult.” Winner always says, “It’s difficult, but it’s possible.”

    Closing notes yang mencerahkan, sekaligus viagra untuk melanjutkan hidup menjadi lebih baik (sekolah lagi, maksudnya).

  6. Joko

    Terima kasih buat pak Junaidi dan mas Nofie atas sharingnya. Bermanfaat sekali karena kami juga sangat berminat (sekaligus penasaran) gimana caranya biar bisa masuk Harvard.

  7. G.Aris Buntarman

    Beban biaya administrasi yang dipikul oleh para penerbit untuk membayar nomor ISBN itu nanti bisa mencapai Rp.16 Milyard dengan asumsi semua nomor ISBN yang jumlahnya 1.000.000 buah itu terpakai habis. Silahkan baca` di http://www.edu2000.org artikel : Industri Buku. Saya nulis 25 artikel ttg ISBN di Indonesia. Memalukan!

  8. Blog Strategi + Manajemen

    Barusan terbit buku memikat tentang HBS, berjudul Ahead of the Curve: Two Years at Harvard Business School.

    Ditulis oleh salah satu mahasiswa MBA Harvard…..dan isinya sangat satiris. Sebuah buku yang sangat inspiring dan penuh dengan wisdom.

  9. Luluk

    Halo Mas nofie, Makasih artikelnya informatif sekali. Saya minta tolong, adakah informasi mengenai MBA di Yale Uni? Saya buka websitenya namun saya tidak menemukan ranking sekolah tersebut. Terima kasih banyak :-)

  10. ajeng

    blognya aku link ya.. thanks

  11. toim

    adoh, IP-ku gak sampe 3,6
    alamat ditolak deh :D

  12. Ferdi

    Menurut aye, kenape mesti pusing2 mikirin pengen masuk ke Harvard Business School ? Nyang bikin pusing gimane caranye abis lulus dari kampus X trus bisa menang / bertahan di Market / Pasar yg Tidak Stabil ?

  13. Rizli

    Wah Jun, senior gw pas di ITB… emang hebat nih orang!!!

  14. dimas mukhlas

    mas nofie kalau bisniss school di MIT tu bagus juga ndak??

  15. Andre

    ^^ MIT Sloan School of Management bagus kok. Sering bikin joint program dengan Harvard, secara keduanya tetanggaan — sama-sama di Cambridge, Massachusetts. Tapi MIT lebih terkenal di IT nya, sementara Harvard lebih terkenal di general management.

  16. Ghiland

    Walupun saya msih smp dan ga ngerti apa”,saya punya cita” masuk Harvard…
    Mungkin ga siyh???
    tpi saya mo ikutin prinsip yang winner bukan yang looser,it’s difficult, but it’s possible…
    hehehehehe…………..
    just keep dreaming!
    just keep dreaming!
    just keep dreaming!
    just keep dreaming!

  17. jayadi

    Terima kasih tipsnya. Saya juga pengen sekali bisa ke Harvard. :)

  18. oerwahfm

    Thank for sharing Mr. Nofie. Your blog is really encouraging. I found some very useful information here to boost up my spirit. You help me in some ways.

  19. Ron

    Harvard oh Harvard…
    Tempat berkumpulnya para anak konglomerat…

    GRATIS Rahasia Pria Memikat Wanita Idaman…

  20. Kunto

    Aku punya temen kerja lulusan MIT, bule amerika. Secara brain dia memang sangat bright. Secara kelakuan juga santun, tidak neko-neko. Memang sekolah menentukan prestasi juga.

    uups satu lagi…ternyata mahasiswa MIT dan Harvard itu sama sekali tidak rukun. menurut cerita temenku tadi, ada aja kejahilan-kejahilan yang terkadang keterlaluan antara dua top class university ini. Tapi betapapun begitu, kayaknya belum pernah kita mendengar MIT - Harvard tawuran adu fisik, kayaknya untuk soal beginian mereka masih kalah dari kita.

  21. abaL

    waduh,,
    harvard yah,,

    klo tmend2 semua mo pada tw harvard liyat aja noh di pilm korea yg judulna tuh love stoty in harvard..

    noh kehidupan,,cara belajar,,survive idup,,ma lingkungannya ada disitu,,
    tuh pilm juga ceritain ttg pemuda korea mengadu nasib di harvard,,
    awalnya bego,,srg diketawain rekan2nya..

    tapi dia malah jadi the best noh,,
    wah penuh inspirasi bgt dah buwat ke harvard,,
    jadi pgen ksna,,

    emak,,doain aye ye,,
    amien..

  22. abaL

    maap salah ketik,,

    maksudku judul pilmna tuh LOVE STORY IN HARVARD..
    eh bagi2 info bwat ksana yah,,,

    bisa komen disini ato ke emailku,,di sharingan_eagle@yahoo.com

    makasih banget,,
    makasih banget,,

  23. Brian

    Wong Junaidi, Informatika ITB 97?

    Wow.. memang luar biasa orang ini..

    Ayo.. ditunggu Jun Jun yang lain..

    Semangat!! :)

  24. tohir

    wah bagus banget infonya…. :) Thanks telah sharing

  25. Yasinta

    Postingan yg menarik. thanx infonya..

  26. azanita brilliani

    permisi.. assalamualaikum..
    saya azanita,, saya sangat suka dengan harvard
    saya ingin masuk harvard medical school tapi bagaimana tes nya ya om?
    saya masih anak smp ( hehehe )
    tujuan hidupku hanyalah ingin masuk harvard saja
    gak kurang gak lebih
    orang tua saya ingin saya jadi dokter hebat
    selama 12 tahun ini saya merasa tidak pernah membanggakaan orang tua
    dengan saya masuk harvard saya bisa tahu banyak hal tentang medical
    dan aku bisa jadi anak terpintar dari indonesia ( harvard gitu loh)

    tolong om..
    aku pinghin msk harvard medical school

  27. cd-an

    Masuk ke harvard? Gila……….manajemen waktu dan keseriusannya.
    Tp IPku ga nyampe 3,66 om, so ga di harvard insyaallah ga mati gaya……..
    Banyak jalan lainkan?
    Tp tetep sih, lulusan Harvard mana ada yang ga keren?
    Mungkin leadershipnya yang paling terjamin dari lulusan ini…….
    Salut buat yang pengen masuk harvard. Buktikan kerja keras kita buat memperbaiki nasib bangsa, ga buat bangga-banggaan nohhhhh

  28. Achmad Yanu

    Lulusan Harvard memang terkenal keren.
    Tapi coba ingat kasus Enron di Amerika tahun 2001 dimana sebagian besar manager-nya adalah lulusan dari Harvard. Arthur Andersen sebagai auditor Enron juga kebanyakan memiliki tenaga auditor dan akuntan bisnis lulusan Harvard.

    Kenyataan ini memang pada akhirnya bertolak belakang dan jauh dari yang diomongkan orang tentang Harvard. Secara intelektual Harvard bisa jadi menawarkan sesuatu yang lebih dibandingkan dengan university lain, namun masalah moral dan etika?

  29. Rafiq

    Agree dengan mas Ahmad Yanu. Memang Harvard jaminan mutu untuk belajar how to do profitable business, which is the essence of business itself. But what about good business? Ethical business? Socially responsible business?
    Coba dibuka2 tulisan mas Nofie yang lain:) Adakah menekankan (atau seenggaknya menyenggol2) betapa bahaya dan menyebalkannya kapitalisme? Saya pribadi sih ga senang dengan kapitalisme, dan sudah pernah (bahkan masih) menjadi korbannya. Mau itu Enron, Arthur Andersen, Deloitte, Accenture, atau Shell sekalipun secara tidak langsung ataupun langsung telah membantu membentuk kecenderungan pada distribusi kemakmuran di masyarakat.
    Yup, they did great business. So did the Body Shop, which turned out to be a downstream when they consider ethics as a bible:) Memang sulit menjalankan bisnis dengan etika tinggi, dan saya rasa gak perlu ke Harvard untuk mengembangkan hal ini menjadi profitable. Justru org Indonesia yang katanya ramah2 yang paling berbakat dalam hal beretika. Tapi kalo mau beli status, yaaaa…monggooo…

  30. reza the great

    Misi semua… Operation HARVARD FREEDOM. Saking obsesif dengan Universitas ini saya yakin kalau John Harvard sudah memanggil saya untuk studi disana. Huahahahahha. Kalo pernah nonton “GOOD WILL HUNTING” yang settingnya di M.I.T dengan pemain Mat Damon gue yakin kalo gue bisa nyampe di Harvard walaupun cuma jadi rangking paling bawah seperti Legally Blonde… Ayo Kawan-kawan.. SEMANGAT dan BERMIMPILAH. Kita semua harus nyampai Harvard.

    MALU DONG SAMA LINTANG (Laskar Pelangi), JIMBRO (SANG PEMIMPI)……

    Well.. saya tunggu di dekat Patung John Harvard. siapa yang lebih dulu sampai sana harus ninggalin tanda kalo dia pernah kemari.. kalo gue dulu, maka gue akan tulis “Reza Was Here”.

    Good Luck dan kita harus saling mendoakan……….

  31. hilal

    hai mas nofie….briliant sekali postingannya…mohon petunjuk dan arahan…2 tahun lagi nama saya ada diHBS.

  32. Andi Sama

    Thanks untuk postingannya
    Sounds memang sekolah di Harvard jadi tantangan tersendiri, rasanya feels good kalau bisa diterima dan berhasil selesai…
    Saya sendiri baru selesai ambil di Binus Business School, 2 tahun belajar dengan case-based method (mostly harvard published cases) udah merasa seneng…
    2 tahun kuliah kayaknya sih bahas about 200 business-cases, di mix dengan kuliah biasa.. so, ngak full case-based method kayak di harvard yang katanya bahas 500+ cases selama 2 tahun…
    case-based method katanya dipercaya menjadi suatu metoda terbaik untuk mempersiapkan future leaders (dipelopori oleh Harvard Law School di tahun 1800-an , dan mulai digunakan di tahun 1911 di HBS). Banyak sekolah bisnis yang mengadopsi metoda pengajaran ini di dunia, termasuk di indonesia…
    Gitu dulu sharingnya…

Looking forward to hear your thoughts.


If you like my writing and don't have a business you're totally satisfied with, check out my full course on how to boost your business here.