Outliers: The Story of Success

December 7th, 2008 | Personal

Outliers: The Story of Success

Tulisan Malcolm Gladwell selalu menarik buat saya. Di Outliers: The Story of Success, Gladwell mengulas tentang bagaimana orang-orang dengan pencapaian luar biasa merajai bidangnya. Jangan kuatir, buku ini tak seperti buku motivasi yang populer di pasaran, tetapi lebih merupakan analisis yang logis.

Di bukunya, Gladwell tidak percaya pada talenta dan “self-made man.” Sebaliknya, Gladwell lebih percaya pada konsep accumulating knowledge. Ada semacam cut-off time setiap tahun. Misalnya, seorang bocah yang lahir di awal tahun punya kekuatan dan kecerdasan lebih baik dari mereka yang lahir 11 bulan kemudian. Hal ini membuat perbedaan signifikan.

Misalnya si bocah tersebut masuk tim sepakbola, maka kemungkinan ia 3% lebih kuat daripada teman-temannya. Ia akan mendapatkan training lebih dan jadi 5% lebih baik. Pelatihnya akan memberi perhatian lebih dan ia akan menjadi 10% lebih kuat. Ia masuk tim inti dan jadi 15% lebih baik. Makin sering ia bermain, ia akan jadi 20% lebih baik dari teman-temannya. Inilah yang dimaksud Gladwell sebagai accumulating advantage: a small advantage in the beginning that got bigger and bigger.

Gladwell juga percaya bahwa setidaknya perlu 10 ribu jam untuk menjadi seorang master—-tak peduli apa talenta Anda, seberapa hebat Anda, atau apa profesi/minat/skill yang Anda tekuni. The Beatles bermain lebih dari 10 ribu jam sebelum menjadi terkenal. Cristiano Ronaldo juga sudah bermain bola lebih dari 10 ribu jam sebelumnya. Kalau Anda sudah berlatih lebih dari 10 ribu jam maka Anda akan menjadi master di bidang Anda. Dan 10 ribu jam itu kira-kira setara dengan 3 jam per hari selama 10 tahun.

Kedua, Gladwell berpendapat bahwa IQ mungkin tidak ada gunanya. Ada sejumlah penelitian terhadap anak-anak dengan IQ di atas 140 ketika mereka masuk bangku kuliah. Hasilnya cukup menarik karena mereka tidak selalu lebih baik daripada teman-temannya dengan IQ 105-115. Lebih parah lagi, ada yang punya IQ hampir 200 tetapi malah tidak lulus kuliah. Tentu ini jadi berita bagus buat saya yang ber-IQ kurang dari 100. :)

Tapi kecerdasan di atas kertas juga tak cukup karena “practical intelligence” juga diperlukan. Gladwell mencontohkan Robert Oppenheimer yang sengaja mencoba meracuni tutor fisikanya di Cambridge supaya mendapatkan probation dan PR. Dengan demikian ia bisa menunjukkan kecerdasan dan pengetahuannya di bidang fisika. Well, kadang-kadang kita memang perlu menyiasati hidup dengan lebih “cerdas.”

Di bagian selanjutnya, Gladwell menjelaskan tentang bagaimana kultur dan adat bisa membuat perbedaan signifikan. Ia mencontohkan orang-orang Asia terkenal rajin mengurusi pertanian mereka sepanjang tahun—-dibandingkan orang-orang barat yang hanya bertani sekali setahun. Ia juga menjelaskan mengapa orang-orang Asia biasanya bagus dalam hal matematika. Sistem penomeran dan bahasa kita memungkinkan kita lebih mudah menghafal dan menghitung angka.

In essence, tidak ada hal yang ajaib tentang talenta. Kerja keras—-apalagi bila dilakukan sejak dini—-akan membuahkan hasil di kemudian hari. Sama seperti nenek moyang kita bilang, “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.”

Share on Facebook

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

    Comments

  1. boyin

    buku yang menarik mas..hanya saja belum dijelaskan ama mas…berapa tahun sudah penelitian ini di buat sehingga si gladwell ini mempunyai kesimpulan tersebut. anyway saya tunggu deh bukunya di gramedia.

  2. biro jasa

    hehehe..berarti aku belom bisa jadi master SEO..karena masih jauh dari 10.000 jam online nya…

  3. ikhsanpk

    Artikel yang bagus, jadi inget kalimat yang sering dilontarkan dosen lulusan jepang, kerja lebih keras, kalo mau menyalip teknologi/pengetahuan/kesuksesan orang musti meluangkan waktu lebih banyak dari yang lainnya. =)

  4. ali

    wah , jadi semangat belajar lagi nih…

  5. Zulqarnain

    Sudahkan buku ini masuk ke Indonesia Mas Nofie?
    thx

  6. aditya

    dari penjelasan mas Nofie, sepertinya buku ini sangat menarik, sudah diriliskah versi indonesianya ?

  7. izzat aziz

    suka membaca tulisan gladwell..
    sdg baca buku blink.. tulisannya juga
    mungkin selepas ini buku itu plak.. :D

  8. Nofie Iman

    Buku ini baru dirilis satu-dua bulan lalu. Mungkin belum ada di toko-toko buku Indonesia.

  9. hamid

    Saya setuju banget.”Pratice makes perfect”.semakin sering kita melakukan suatu pekerjaan,kita akan terasah kemampuan kita.yg penting konsisten ‘bro,thanks.

  10. varda

    hmm.. kayaknya asyik nih bukunya, baru nemu audiobooknya.. saya nunggu ebooknya dulu deh

  11. pandi merdeka

    wahh tambah koleksi buku bagus nih… iya pernah diceritain juga penyair sutardji 10 tahun juga tuh katanya prosesnya

  12. Galih

    Lihat Gladwell pas diwawancara ( di CNN keknya, lupa…). Baca dua buku sebelumnya, Tipping Point dan Blink. Semakin yakin, bahwa setiap fenomena selalu ada penjelasan rasional, hanya variabel yang dipakai sebaiknya memang multi varian dan komprehensif.

    Keknya belum masuk edisi Indonesianya deh….

  13. trimbil

    menurut mas nofie,cocok kah buku itu dengan iklim indonesia?yg menurut saya, indonesia adalah negara dengan banyak anomali..

    oiya mas/pak,klo ada invest di emas,seluk beluk dll teknis bole dong di upload…

    (bhakti vidya ksatriatama….moga2 ini saya bukan salah orang)

  14. Galih

    Oia, blognya Mas Gladwell nih Mas Nofie, sekalian saya informasikan saja ya :
    http://www.gladwell.com

    Selamat membaca…

  15. Perangko

    Pak Iman, artikel tentang 12 gambar karikatur Nabi Muhammad kok ngga ada lagi?
    Maaf sebelumnya………

  16. Nofie Iman

    Mohon maaf, karena diskusinya tidak lagi kondusif sehingga artikel tersebut dinonaktifkan. Salam.

  17. Perangko

    Oh begitu yah……
    makasih atas jawaban nya yah…….
    Sukses pak Iman.

  18. Alamsyah

    Bener juga tuh…mas, tapi kira-kira kita butuh berapa tahun ya untuk ngejar ketertinggalan kita dari negara maju????

  19. Yodhia = Blog Strategi + Manajemen

    Kebetulan saya pernah juga mengulas buku yang sama, sebuah buku yang indah dan inspiring. Review saya ada DISINI.

  20. Yodhia = Blog Strategi + Manajemen

    Kebetulan saya pernah juga mengulas buku yang sama, sebuah buku yang indah dan inspiring. Review saya ada di : http://strategimanajemen.net/2008/12/15/mengapa-orang-lain-lebih-sukses-dibanding-saya/

  21. pratolo

    Buku ini intinya adalah peribahasa yg telah lama kita kenal:
    ‘Rajin Pangkal Pandai’
    :)

  22. jabat

    bagus tuh mas! perlu kita sosialisasikan.

  23. heru

    mas, ceritanya seru… di ceritakan ulangnya juga gampang dimengerti… cuma di bagian mahasiswa yang ngeracun dosennya itu, kurang jelas mas, kata probation dan PR itu mungkin perlu diperjelas buat kita” yang awam ? trus di racun, apa kaga mati? tq banget buat sharingnya

  24. Bujang

    Kerja lebih keras emang bagus, tapi lebih bagus lagi kalau kerja lebih cerdas.
    Petani dulu membajak sawah dengan kerbau, sekarang dengan traktor, dan hasilnya lebih banyak untuk waktu yang lebih sedikit (kecuali efek samping polusi :D)
    Orang jaman dulu bepergian naik andong, sekarang naik kereta api.
    Jadi intinya adalah : cerdas, fokus, dan konsisten.

  25. dani

    sekarang makin dekat jarak penerjemahan buku best seller manajemen di Indonesia. semoga makin banyak buku berkualitas lain yang akan diterjemahkan.

    sedikit menambahkan, ada juga cerita di kehidupan warga Roseto, Pensylvania-AS yang memiliki umur yang lebih panjang daripada warga di daerah sekitarnya karena alasan lebih sering berinteraksi dan mengenal satu sama lain, alasannya?bisa dibaca di buku ini. Jadi teringat juga hadist Rasulullah bahwa silaturahmi membawa rejeki dan memperpanjang umur…..sudahkah kita mengenal tetangga sekitar rumah??….

  26. arni

    wah, artikel ini memberi saya semangat untuk belajar.Jadi inti artikel tersebut mungkin kurang lebih “kita bisa karena biasa”.Saya sedang berjuang untuk masuk PTN favorit sekarang dan mungkin saya harus mulai membiasakan berlatih soal2 SNMPTN.Terima kasih artikelnya!Membuat saya termotivasi :)

Looking forward to hear your thoughts.