Peluang Investasi di Tahun 2009
December 23rd, 2008 | InvestmentTak terasa tahun 2008 hampir berakhir. Ada beberapa program yang berjalan sesuai harapan, namun ada juga yang meleset dari target. Krisis keuangan global yang dipicu oleh kasus subprime mortgage barangkali hampir tak pernah terlintas dari pikiran kita semua. Apa mau dikata, gelombang krisis melanda hampir seluruh penjuru dunia. Banyak yang gugur berjatuhan tapi tak sedikit juga yang bisa memanfaatkan momentum untuk meraih keuntungan.
Di Amerika, sesaat lagi Barack Obama akan dilantik menjadi presiden. Beliau memang sosok yang dicintai terutama dari sisi perdamaian, persamaan hak, dan antiperang. Namun bukan berarti hal yang mudah untuk memperbaiki perekonomian Amerika yang telanjur carut marut. Sementara di Indonesia, pemilihan umum hanya tinggal menghitung hari. Orang bilang Indonesia sudah jauh lebih mantap dan dewasa dalam hal demokrasi. Ada yang bilang tahun 2009-2010 mungkin akan menjadi titik terparah resesi ini.
Lalu, strategi investasi apa yang manjur untuk tahun depan?
Ubah Mindset Anda
Kekayaan, sekali lagi, bukan soal seberapa besar penghasilan Anda—-melainkan seberapa besar Anda bisa menabung dan menyisihkannya untuk berinvestasi. Seseorang dengan gaji Rp 10 juta dengan pengeluaran Rp 9 juta per bulan tak lebih baik dari mereka yang bergaji hanya Rp 3 juta tapi bisa menyisihkan Rp 1,5 juta per bulannya untuk berinvestasi. Karenanya, sebelum merencanakan investasi Anda di tahun 2009, cek kembali cashflow Anda tiap bulannya.
Tentu saja ada banyak yang bisa dihemat demi menambah pundi investasi Anda. Salah satunya adalah kurangi konsumsi dan belanja kartu kredit (yang berbunga sangat tinggi). Saya misalnya, lebih suka membayar tunai daripada secara gesek karena ada rasa “sayang” ketika harus mengeluarkan uang. Hal ini bisa membuat saya lebih hati-hati ketika berbelanja. Di sisi lain, Anda juga perlu menyisihkan sebagian dana untuk cadangan (emergency fund) di tempat yang aman dan likuid. Tentu kita tidak mengharapkan hal buruk terjadi, namun tidak ada salahnya sedia payung sebelum hujan.
Kencangkan Ikat Pinggang
Di Amerika sedang ngetren One Dollar Diet Project, tentang sepasang guru sekolah yang mencoba untuk hidup (makan) hanya dengan US$1 per hari. Beritanya sudah dimuat di media terkemuka seperti New York Times dan majalah People hingga ditayangkan di Fox dan Oprah Winfrey show. Ide ini menarik karena ternyata menghabiskan uang lebih sedikit tidak selalu berarti mengorbankan citarasa dan kesehatan sebuah menu.
Sekitar 200 tahun lalu Benjamin Franklin berujar, “If you would be wealthy, think of saving as well as getting.” When you earn a dollar, try to save a minimum of 20 cents—-barangkali itulah salah satu nasihat terbaik untuk meraih kebebasan finansial. Sederhana diucapkan tapi tak pernah mudah dipraktekkan. Mengabaikan ponsel baru yang gencar diiklankan atau teman yang pamer gonta-ganti kendaraan, jelas bukan pekerjaan yang gampang. Itulah mengapa persentase orang kaya jauh lebih kecil daripada mereka yang biasa-biasa saja.
Lebih Rasional
Tahun 2009 nanti selayaknya dimulai dengan perencanaan keuangan yang lebih hati-hati. Program di tahun ini yang terbukti sukses, bisa terus dilanjutkan. Tentu ada baiknya untuk tidak melulu fokus pada jangka pendek, tetapi lebih diarahkan untuk jangka panjang. Leonardo da Vinci bilang, “Simplicity is the ultimate sophistication.” Saya rasa hal ini berlaku juga di bidang investasi. Sederhanakan segalanya sehingga mudah bagi Anda untuk mengendalikannya karena semua masih berada dalam jangkauan.
Mulai saat ini Anda juga harus lebih peduli terhadap hal-hal remeh yang sering terlupakan. Misalnya, kalau Anda berinvestasi dalam reksadana, perhatikan baik-baik operating expenses, komisi penjualan, turnover costs yang tersembunyi, hingga soal pajak. Kalau Anda berinvestasi dalam saham, ada baiknya untuk memperhatikan tingkat turnover Anda termasuk komisi broker dan pajak (capital gain) yang harus dibayar. Siapa tahu masih ada banyak pos-pos yang sebetulnya bisa Anda perbaiki lagi.
Lebih Hati-hati
Situasi krisis di satu sisi membuat orang jadi buta dan kalap—-peluang apapun langsung disambar. Di sisi lain, greed ini seringkali dimanfaatkan oleh sebagian orang yang oportunis dan mencoba mengambil kesempatan. Saya berani bertaruh bahwa tahun depan pasti lebih banyak lagi berita-berita tentang penipuan berkedok investasi dan sejenisnya. Oleh karenanya, berhati-hatilah sebelum Anda menempatkan investasi Anda.
Jangan malas untuk membaca prospektus suatu investasi atau mencari informasi yang diperlukan bila ada hal-hal yang Anda kurang paham. Hal ini memang melelahkan (dan membosankan). Tapi percayalah, jauh lebih baik menghabiskan sedikit waktu untuk belajar daripada kehilangan uang gara-gara kecerobohan Anda sendiri. Lagipula, belajar sesuatu yang baru (seperti soal investasi dan keuangan) tak pernah ada ruginya, bukan?
Saham, Obligasi, Reksadana?
Kemana harus menaruh dana di tahun 2009? Ini jelas bukan pertanyaan mudah. Deposito masih dijamin pemerintah (LPS) hanya sebesar suku bunga 10%. Artinya, deposito hanya tempat untuk memarkir uang sementara, bukan untuk mengharap return. Kalau Anda tertarik, Obligasi Ritel Indonesia (ORI) juga boleh dilirik. Return yang ditawarkan mungkin hanya berkisar 12-14% namun risiko gagal bayarnya (nyaris) tidak ada. Namun return sebesar itu bagi sebagian orang kurang menarik karena belum mengkompensasi risiko inflasi.
Pilihan saya (disclaimer) ada di saham. Saat ini banyak emiten bagus yang harga sahamnya terdiskon cukup lumayan. Ada beberapa jagoan sektor perbankan, infrastruktur, consumer goods, manufaktur, dan telekomunikasi yang bisa dilirik. Kalau Anda punya amunisi lebih, tak ada salahnya mengambil saham-saham berbasis komoditas untuk jangka panjang selagi harganya masih relatif murah. Kalau diparingi (diberi) rejeki berlebih, saya ingin masuk ke properti di tahun depan.
Diversifikasi (Lagi)
Aturannya sederhana: makin “soft” suatu aset, maka akan makin mudah harganya dipermainkan; begitu juga sebaliknya. Inilah yang terjadi saat ini. Harga saham bisa diputarbalikkan dengan mudah, kurs mata uang naik turun seenaknya sendiri, reksadana dibanting harganya hingga tak lebih dari separonya. Di tengah situasi yang tak menentu, ada baiknya Anda mendiversifikasikan sebagian kekayaan Anda dalam bentuk hard asset seperti tanah (properti), logam mulia, atau barang-barang koleksi.
Jaman serba susah seperti ini juga bukan berarti haram bila Anda tertarik untuk terjun ke bisnis (sektor riil). Risiko tentu saja ada, namun bisa diminimalkan dengan masuk ke sektor-sektor usaha yang kebal krisis seperti makanan atau kelontong misalnya. Keuntungan lainnya, bank-bank sedang menurunkan suku bunga kreditnya. Ini bisa jadi kesempatan bagus untuk mendapatkan pinjaman produktif yang berbiaya (relatif) rendah.
Sound Financial Lifestyle
John Bogle, pakar investasi terkemuka, berpesan, “Choose a sound financial lifestyle. Start early and invest regularly. Know what you’re buying. Preserve your buying power. Keep costs and taxes low. Diversify your portfolio.” Investor yang mengikuti nasihat tersebut terbukti bisa mendapatkan return yang lumayan kendati situasi pasar begitu turbulen. Kebiasaan-kebiasaan kecil semacam itulah yang kelak akan menyumbang kesuksesan investasi kita.
Lagi-lagi, investasi membutuhkan perencanaan yang matang, komitmen yang kuat, kesabaran, serta wawasan yang berorientasi jangka panjang. Tapi itu semua juga belum tentu menjamin kesuksesan investasi Anda. Yang bisa kita perbuat hanya berencana dan berusaha sebaik kita mampu sembari tetap rendah hati dan bijak dalam melangkah. Selebihnya, serahkan pada yang di atas. Dan jangan lupa, dermakan sebagian keuntungan investasi Anda bagi mereka yang membutuhkan.
Salam dan semoga sukses!
Share on Facebook
January 3rd, 2009 at 6:42 pm
February 5th, 2009 at 11:37 pm
March 24th, 2009 at 9:47 pm
Comments
December 23rd, 2008 at 6:50 am
Selesai menulis posting ini, seorang teman menyarankan untuk membuat buku bertemakan tentang perencanaan keuangan untuk pribadi atau keluarga, termasuk soal bagaimana mengelola belanja, membayar cicilan kredit, sampai soal menabung dan investasi.
Bagaimana menurut pendapat rekan-rekan sekalian?
December 23rd, 2008 at 8:28 am
Seperti biasa, tulisan mas emang berkualitas, hehe. Saya tertarik dengan pengencangan ikat pinggang. Mo invest blom ada yg bisa diinvestasikan. Mo nabung, kayaknya ya cuman kencangin ikat pinggang itu biar bisa nabung. Saya nabung di tempat yg paling mudah. Celengan.
December 23rd, 2008 at 9:02 am
Wah tulisannya bagus sekali, mestinya bisa jadi buku Pak..
salam kenal
December 23rd, 2008 at 12:16 pm
saya setuju mas. tapi menurut pendapat pribadi mas nih..kira2 posisi rupaiah kedepannya bagaimana? apakah terkait juga dengan pemilu tahun depan..
December 23rd, 2008 at 1:38 pm
terimakasih buat tulisannya pak Nofie, iya pak sebaiknya dibikin buku pak dengan disertai template perhitungan yang bisa diubah2 ubah sehingga bisa membantu pembaca yang mau merencanakan keuangannya.
December 23rd, 2008 at 4:24 pm
Saya setuju banget kalo Om Nofie mo bikin buku ttg Perencanaan keuangan khususnya buat rumah tangga. Pasti yang baru berumahtangga (kayak saya) dan yg udah lama pun akan sangat terbantu merancang anggaran & belanja rumahtangga yang pas. Ditunggu lho bukunya… gracias
December 23rd, 2008 at 7:43 pm
duh mas nofie.. tambah keren aja blognya. hm.. bikin buku baru lagi ya?? kayaknya oke-oke aja namun rada dibedain dengan kebanyakan buku financial planning yang dah ada dipasaran ya… kebanyakan yang dibahas kan hanya (setau saya) merupakan saran investasi, saran asuransi, saran untuk planning ini dan itu. namun kayaknya jarang yang bahas bagaimana penerapan secara langsungnya misalnya kaya postingan anda diatas, menegncangkan pinggang dan pengeluaran tanpa mendetil menurut anda mana yang merupakan kebutuhan dan keinginan (mengutip kalimatnya safir senduk). tapi itu sih cuma my two cents aja lho… apapun jadinya.. ditunggu deh bukunya. :)
December 23rd, 2008 at 8:47 pm
Menurut Mas Nofie berapa persen sebaiknya share antara Menabung dan konsumsi? selama ini saya selalu menabungkan sekitar 40% dari penghasilan saya apakah itu cukup?
December 23rd, 2008 at 10:35 pm
gak tahu bisa nyasar kesini, tapi setelah baca tulisan mang bagus Mas! gak salah kok jika mas berniat menulis buku.
December 23rd, 2008 at 11:37 pm
buat buku deh mas, kalo bisa ya kertasnya tipis, kertas koran juga boleh.. gak perlu mahal2 yg penting bsia dibaca, sehingga harganya bisa ditekan. Males lihat harga buku-buku mahal…
December 24th, 2008 at 1:29 am
Saya pribadi dari awal selalu berpedoman – It’s Not How Much You Make, It’s How Much You Save. Jadi sudah biasa untuk belanja mikir 10x, terutama kebutuhan tertier. Meskipun rasa kepingin masih aja menang ujung2nya :)
Banyak orang berpikir kencangkan ikat pinggang hanya untuk krisis, tapi sebenarnya itulah mindset dari awal yang perlu dilakukan untuk maju. Selangkah demi selangkah menuju kebebasan finansial.
Diversifikasi itu penting dalam hal investasi. Berkaitan dengan GREED, banyak kejadian orang tidak melakukan diversifikasi lalu saham anjlok semua, dan akhirnya bunuh diri. kasihan deh.
-salam kenal-
December 24th, 2008 at 10:21 am
Mas Nofie bahas tentang investasi LOCO donk! Bagaimana Prospeknya tahun depan?
December 24th, 2008 at 1:14 pm
bagus nof, as always =). nof, saya punya saran nih, kita bisa mengalokasikan pendapatan kita menggunakan rasio yang kita buat sendiri. sebagai contoh, dari 100%, kita bisa buat 50 : 30 : 20. 50% untuk konsumsi, 30% untuk saving, 20% untuk investasi. tapi sebelum di alokasikan, tidak ada salahnya kita sisihkan dulu 2,5% untuk sedekah. selamat mencoba!
December 25th, 2008 at 7:16 am
Thanx tips nya mas…penghasilan sy 9 juta sebulan…sisa akhir bulan cuma 500 rb..heheh ga ada yang bisa di investasikan mas..
December 25th, 2008 at 10:08 pm
kayanya lebih enak liat blog. dari pada liat buku.
adanya kenikmatan tersendiri.
yah itu tergantung akang deh sekarang
dukungan dari saya pasti ada
emang apa yang dituangkan (tulisannya) sangat menarik terus
December 26th, 2008 at 5:33 pm
pak Nofie Iman…,
bagus sekali tulisannya. Ringan tapi JELAS…
luar biasa.
terutama mengenai “ubah mindset anda”…. dimana lebih baik memahami “selisih Income dan Expenses” daripada hanya memahami “banyaknya Income”.
sejalan dengan pemahaman saya.
salam,
BUDI Rachmat
- http://www.WealthStrategyAlaKIYOSAKI.com
- “KAYA ala KIYOSAKI” di http://budirachmat.wordpress.com
- Forum Richdad.com di http://www.richdad.com/Forum/forum.aspx?g=posts&t=213770
December 26th, 2008 at 6:42 pm
Thank buat tips2nya Mas Nofie. Saya selalu mengikuti tulisan2 Mas di blog ini, amat inspiratif dan membuka wawasan saya.
Sukses selalu buat Mas dan tak lupa saya ingin mengucapkan Selamat Hari Natal bagi yang merayakan dan Selamat Tahun baru 2009 untuk semuanya.
December 26th, 2008 at 11:15 pm
Selamat “Tahun Baru 1430 H” and “Tahun Baru 2009 M” buat mas Nofie sekeluarga, smoga tahun depan kita dan semua anak bangsa ini terlepas dari badai krisis ekonomi global. Tulisannya di atas sangat menarik, terutama mengingatkan kita2 untuk lebih waspada dlm menghadapi tahun depan yg diprediksikan oleh pakar adalah tahun yg sangat sulit untuk dilalui bangsa kita. Kalau perekonomian bangsa kita sih sdh ada yg mengatur (baca: Pemerintah dan para ahlinya) dan kelihatannya bangsa kita sdh ambil ancang2 jauh sebelumnya untuk siap menghadapi krisis ekonomi yg akan datang, lagian bangsa kita sdh pengalaman menghadapinya di era tahun 1998 s/d 2005. Yg susah kan menghadapi krisis ekonomi pribadi msg2, baik rumah tangga maupun person. Dgn tulisan di atas, saya akan lebih waspada lagi terhadap perekonomian rumah tangga dan pribadi saya walaupun sdh sejak lama gaji bulanan saya selalu saja setiap bula saya bagi menjadi 35 bagian. Yg 30 bagian adalah utk keperluan sehari-hari selama 1 bulan dan yg 5 bagian adalah utk tabungan masa depan keluarga saya. Sedangkan penghasilan lain dari investasi Saham dan Options saya gunakan utk sosial dan refresing keluarga, sehingga saya merasakan hidup ini selalu enjoy dan tak lupa sll bersyukur kpd YM Kuasa .
Mengenai keinginan mas Nofie membuat buku ttg hal di atas, itu ide yg berilliyan agar bisa dibaca banyak orang dan merupakan amalan yg baik serta tabungan epos (energi positif) bagi mas Nofie. Agar bs dibaca banyak org, usul saya harganya yg wajar2 aja deh ! Okey, thanks. Salam Sukses Mulia !
December 27th, 2008 at 2:55 am
Tulisan yang sangat bagus pak.
Mengenai rencana buku “perencanaan keuangan untuk pribadi atau keluarga” cukup bagus juga, walaupun beberapa tahun yang lalu Pak Safir Senduk sudah merilisnya.
Siapa tahu ada ide-ide baru dan lebih baik. Selamat Berkarya Pak.
December 27th, 2008 at 5:36 pm
keren sekali tulisannya pak. thanks for sharing. bener-bener bisa dijadiin bahan untuk menyambut tahun 2009.
diersivikasi bisnis… hmmm, sepertinya memang harus begitu.
December 27th, 2008 at 5:40 pm
Salam kenal pak. Tulisan yg ok. Buku perencanaan keuangan? Ide yg bagus juga sih pak, tapi ada baiknya berbeda dg buku2 sejenis yg telah banyak beredar. Ada baiknya buku tsb memuat konsep2nya pak Novie sendiri, bukan konsep yang telah established.
December 28th, 2008 at 11:29 am
Saya senang membaca tulisan 2 mas novie. Saya tertarik untuk investasi. Tapi sebagaimana pemula lainnya terus terang saya masih bingung instrumen yang cocok untuk investasi Ada saran ?
Saya setuju kalau mas novie menulis buku “mengatur keuangan pribadi & keluarga”. Kalau bisa bukunaya jangan terlalu banyak teoritis. Kasih contoh realnya dan bisa diaplikasikan.
December 29th, 2008 at 2:50 pm
Selamat tahun baru islam 1430 Hijriyah..
senang sekali mendapat pencerahan mengenai “seberapa besar Anda bisa menabung dan menyisihkannya untuk berinvestasi”..
December 29th, 2008 at 11:26 pm
btw mas novie backgroundnya apa mas?pengusaha?penulis?akademisi?model? :P
December 30th, 2008 at 4:33 am
mengatur keuangan pribadi dan keluarga?
duuuh…itu yang sangat membantu khususnya ibu ibu
mau bikin buku?
ayo dong bikin….ditunggu ya
December 30th, 2008 at 10:59 am
Saya juga sering mendengar orang yg bertanya tentang peluang investasi apa yg bagus terutama ketika mendekati pergantian tahun. Sayangnya kebanyakan dari mereka lupa bahwa betapapun bagusnya sebuah peluang kalau kita tidak dapat melihatnya (apalagi memanfaatkannya) tentu akan menjadi suatu yg percuma. Untuk dapat melihatnya dan mengoptimalkannya tentu kita harus memiliki pola pikir (mindset) yg benar terlebih dahulu. Seperti yg bro Edison sebutkan bahwa modal utama seorang investor adalah mindset (yg benar) dan disiplin.
Selain mindset tentang kekayaan yg sudah disebutkan bro Nofie, banyak orang yg masih menganggap bahwa investasi adalah tujuan dan investasi pasti untung. Investasi adalah hanya salah satu cara untuk mencapai tujuan yg sebenarnya. Orang yg berinvestasi tentu mengharapkan apa yg diinvestasikannya akan bertambah nilainya sejalan dengan waktu. Persoalan untuk apa nantinya jika apa yg diinvestasikan itu sudah bertambah nilainya, itu tergantung tujuannya masing-masing.
Dalam investasi hanya mengenal peluang (untuk untung) dan resiko (peluang buruk/rugi). Apapun instrumen investasinya, tidak ada kepastian hasil. Ini sejalan dengan pernyataan bahwa investasi dapat tumbuh sejalan dengan waktu. Jika berhubungan dengan waktu yg akan datang maka tentu kita tidak dapat memastikannya, meski dengan instrumen investasi paling aman sekalipun.
Salah satu yg menyebabkan kita mengalami krisis finansial saat ini adalah adanya mindset yg menganggap bahwa berinvestasi di properti pasti untung.
December 30th, 2008 at 11:58 am
setuju jika investasi ke hard asset, lbh aman kayaknya :)
December 30th, 2008 at 8:52 pm
bagaimana kalau kita
lebih berfokus pada peningkatan pendapatan daripada pengelolaan biaya.
karena yang kita fokuskan akan terus tumbuh. Saat ini biaya kehidupan kita sudah terpenuhi, kalau pendapatan kita meningkat, maka biaya sudah tidak menjadi masalah lagi
-jarene pak Mario Teguh lhoh-
December 31st, 2008 at 12:58 am
mas novie sharing info emas donk..soalnya ane tertarik juga mo invest ke situ
December 31st, 2008 at 9:41 am
Investasi emas sudah pernah dibahas di sini. Insya Allah dalam waktu dekat saya akan mempublikasikan buku tentang investasi emas.
December 31st, 2008 at 2:20 pm
tulisan yang menarik dan informatif sekali.. makasih ulasannya.. Salam IYE !
January 3rd, 2009 at 9:30 am
Setoojoo.. bikin bukunya. Sekalian dengan contoh kasus plus halaman index (bukan cuma daftar isi).
Minta izin dicuri buat blogku.
January 3rd, 2009 at 12:50 pm
Mas, saya lebih setuju kalau menulis buku yang lebih spesifik. Misalnya investasi emas, kolektor barang antik, atau tips kencangkan ikat pinggang (berhemat tanpa mengorbankan kualitas hidup). Buku perencanaan keuangan sudah banyak sekali kayanya.
January 5th, 2009 at 3:08 am
Penutupan Bursa Desember 2009 berakhir dengan tenang.
Sekarang sudah sepatutnya kita mempersiapkan diri menghadapi tahun 2009. Melakukan instropeksi sekaligus proyeksi…
Baik proyeksi moderat, pesimis maupun optimis…
BEARISH MODE : ON
Disclaimer mode : ON
PROYEKSI MODERAT
IHSG rentang 1000 – 1500.
IDR 10.5K – 12K
Pasar bearish cenderung stagnan. Hanya switching portfolio.
Pertimbangan:
* January effect terjadi. Paling tidak, situasinya lebih ramai dibandingkan minggu terakhir desember 2008. Fund manager tetap ‘harus’ pergi bekerja, melakukan akumulasi ataupun switcing atas portfolionya.
Momentum: pelantikan presiden Obama pada 20 Januari 2009.
Tiap awal bulan… data inflasi dan keberanian BI untuk menurunkan tingkat suku bunga secara bertahap.
* Sirkulasi modal para pengusaha, investor lokal dan para fund lokal untuk mempertahankan kinerja masing-masing (akan ada switching sektoral).
* Proses pemilu berjalan cukup lancar, meskipun ada sedikit kericuhan di sana-sini tapi masih dalam batas wajar.
* Berita jelek laporan keuangan’08 emiten di Dow diimbangi dengan laporan keuangan’08 emiten IDX yang mayoritas masih membukukan laba —> peluang dividen.
* Nilai mata uang Dollar yang melemah —> ‘menguntungkan’ nilai mata uang Rupiah.
* Harga komoditas turun, minyak turun akan mengurangi ongkos produksi yang pada gilirannya mempertahankan margin keuntungan emiten, dan mempertahankan daya beli [konsumsi] masyarakat.
PROYEKSI PESIMIS
IHSG rentang 700 – 1300
IDR 12K – 15K
Pasar bearish cenderung membentuk titik terendah baru!
Pertimbangan:
* January effect bergerak pelan. Setiap posisi beli fund lokal menjadi kesempatan bagi foreign investor yang tersisa untuk hengkang dari Indonesia.
* Tiada hari tanpa bail-out di Amerika. Ini bisa menular ke seluruh dunia termasuk emiten di Indonesia [bakrie sudah coba-coba minta...]
* Diikuti laporan-laporan keuangan yang hancur-hancuran, maka Anjloknya bursa Dow dan dunia… kita ikut dong! Kagak ngaruh emiten bagus. Kalau namanya lagi perang diskon.. semua harus ikut di-diskon. Respon yang jamak di pasar saham.
* Stagflasi. Cash is king.
* Pemilu berlangsung ricuh… cenderung anarkis…
* Penurunan harga komoditas yang berkepanjangan berdampak buruk atas kinerja emiten di sektor ini, yang selama ini menjadi penunjang indeks!
PROYEKSI OPTIMIS
IHSG rentang 1200 – 1600
IDR 9.5K – 11.5K
Pasar bearish sebagai awal bullish untuk tahun berikutnya
Pertimbangan:
* Laporan Keuangan’08 Amerika memang jelek tapi semua sudah tahu dan SUDAH DIDISKON sejak akhir 2008. Program bail out berjalan baik.
* Obamanomics bekerja. Tidak seperti di Indonesia, janji-janji proyek infrastruktur USA berjalan sesuai rencana. Pasar saham [seperti biasa] merespon secara berlebihan. Booming di sektor ini. Maka seluruh dunia akan ikut, tak terkecuali Indonesia.
* Kelas bawah dan menengah dapat tetap survive sebagai motor penggerak baru perekonomian USA… consumer goods tetap solid dan [biasanya] direspon secara berlebihan di pasar saham.
* Rendahnya harga komoditas akan memacu peningkatan permintaan dan daya beli masyarakat.
Segala pertimbangan di atas bisa terjadi di segala proyeksi [optimis, moderat maupun pesimis] dengan skala dan intensitas yang berbeda-beda.
Tahun 2009 akan menjadi tahun yang baik bagi para spekulan, mengingat begitu banyak momen penting yang bakal terjadi… sehingga diharapkan pasarpun akan lebih berfluktuasi.
Happy New Prosperous Year!
January 5th, 2009 at 7:38 am
tulisan yang bagus pak….
January 5th, 2009 at 8:06 am
ayo gabung bersama saya.
affiliasi yang sangat menjanjikan di era 2009 ini.
hanya dengan mencari member, kita dapat meraup dollar dengan mudah.
member cowok : 1$
member cewek : 2$
kunjungi blog saya…trims
January 5th, 2009 at 9:13 pm
dear all…
prediksi saya untuk tahun 2009
di bursa saham akan naik turun.
untuk awal tahun saya prediksikan market akan bullish.
pertimbangan untuk awal beli saham pertambangan dan komoditas
dikarenakan serangan oleh israel akan membuat harga minyak naik berkisar 40 s/d 60.
sekian dulu.
best regards
ricky oey
January 7th, 2009 at 1:12 pm
bikin deh bukunya mas nofie, tp kalau bisa modelnya spt tulisan diatas, kira2 konkritnya spt apa, berhemat tanpa mengorbankan life style or kualitas hidup. jangan lupa juga bagaimana caranya mendisiplinkan diri untuk saving. terus, apa bener kita perlu juga uang cash sebesar 12 bulan biaya hidup sebelum mulai investasi? tks ya mas… ditungguin deh bukunya…
January 7th, 2009 at 3:57 pm
Wah Mas ini memang hebat..selalu menjadi inspirasi semua umat…hehehe..akan aku susul mas kamu..tunggu aku..
January 8th, 2009 at 11:38 am
saya rasa saran yang bapak buat sudah cukup untuk membantu dalam menyikapi dan menjalani hidup dalam sehari – hari. dengan demikian saya sudah tahu bagaimana cara yang terbaik dalam mangambil peluang yang lebih baik khususnya dalam krisis global yang terjadi sekarang ini.
January 9th, 2009 at 1:24 am
Tulis yg bagus. Jadi saya terpacu utk mencari peluang investasi yg bagus di tahun 2009 ini
January 19th, 2009 at 3:36 pm
Adakalanya kita juga perlu membaca artikel-artikel yang menyegarkan tentang kehidupan.
Oke….
Buka situs ini :
January 19th, 2009 at 3:37 pm
Adakalanya kita juga perlu membaca artikel-artikel yang menyegarkan tentang kehidupan.
Oke….
Buka situs ini : go-impact.blogspot.com
January 20th, 2009 at 2:27 pm
Wah Mas ini bebat eh ulasannya, .. Mas saya tanya kira-kira kalau kita punya duit 15 jt Rp investasi apa yg paling cocok ? Maklum mas kita cuma karyawan perusahaan swasta yg lagi naik turun ,..nggak punya tabungan lebih..
January 22nd, 2009 at 12:07 pm
Dear Mas Nofie Iman,
Artikel ini sangat menarik. Agar artikel ini semakin banyak bermanfaat bagi banyak orang, saya minta izin untuk memuatnya dan me-link-an artikel ini di blog media online, vivanews.com.
Terima kasih ya mas Nofie.
Salam,
heri susanto
January 22nd, 2009 at 12:09 pm
Dear Mas Nofie Iman,
Artikel ini sangat menarik. Agar artikel ini semakin banyak bermanfaat bagi banyak orang, saya minta izin untuk memuatnya dan me-link-an artikel ini di blog media online, vivanews.com.
http://bisnis.vivanews.com/news/read/18780-pilihan_investasi_pada_2009
Terima kasih ya mas Nofie.
Salam,
heri susanto
February 20th, 2009 at 1:32 pm
Terus berkarya pak Nofie Iman, I really like & enjoy your article. Anda amat pandai menerangkan sesuatu yang rumit dengan bahasa sederhana dan mudah dimengerti. Ditunggu karya-karya selanjutnya.
March 4th, 2009 at 1:25 am
ya ya ya ya…..ini semua hanya perlombaan masing2 individu mengalahkan Inflasi bukan he he he, menurutku diversify is suck if you put in the same egg, it’s not focus….
klo cuman ngetatin biaya sampe kapan? inflasi bung….menurutku karena masalah tiap orang berbeda terhadap profil resiko dan kondisi awalnya, yg kutahu the simple is the best thing ……
seberapapun kecil yg bs dsisihkan itu sangat berarti karena punya peluang besar….
every day is fluctuating…that’s it
March 22nd, 2009 at 1:32 pm
Sangat menarik dan berbobot. Salam kenal….
March 22nd, 2009 at 1:36 pm
Btw, numpang promosi blogQ ya… Thanks… http://pilihaninvestasi.blogspot.com/
March 29th, 2009 at 4:28 pm
Mas, terima kasih ya dengan semua tulisan yang mengandung solusi dan mengundang optimisme di tengah turbulensi pasar – seperti yang Mas bilang – ini satu nilai tambah dari tulisan Mas ini, dan saya bersterima kasih bisa membacanya….tetapi kita sebagai manusia memang hanya bisa berusaha, Allah Swt juga memberi kesempatan kepada kita untuk menentukan “nasib” kita sendiri sebelum Dia memutuskan yang di Kehendaki Nya, tetapi secara manusiawi sesuatu yang direncanakan dan dilakukan dengan kesabaran akan “lebih dekat” dengan terkabulnya doa-doa kita, artinya keberhasilan memang ditentukan oleh faktor manusia dan Allah Swt tinggal mengabulkannya.
inilah tulisan dan ide-ide yang diperlukan orang, solusi yang optimis saya bilang…
Doakan saya untuk segera bangkit kembali dan memulai usaha lagi, dulu saya usaha dagang dan bangkrut kini sedang menjadi karyawan dan ingin berusaha lagi, dan saya bisa meminta masukan dari Mas, tentang langkah apa yang paling baik, saya akan berusaha di bidang service komputer – sekarang saya bekerja sebagai teknisi PC dan Notebook – dan modal uang memang belum banyak (dibawah 10 juta)…. tetapi ada kawan yang akan meminta kerjasama (kerja sama dan modal dari teman saya),… tetapi saya belum putuskan karena ini usaha baru yang saya baru rintis kembali…. takut melibatkan orang lain,…. bukan dilematis tetapi akan lebih tenang dan semangat bila saya membuka usaha “pure” dengan daya dan upaya sendiri, dan kalau sudah punya cabang baru saya mau kerjasama dengan orang lain….. terima kasih, advis dan masukan saya tunggu di blog saya juga bisa, di email saya juga bisa.
Terima kasih sebelumnya
April 8th, 2009 at 11:55 am
saya sebenarnya kepingin investasi di reksa dana tetapi saya ga tau caranya dan dimana saya bisa inves, saya tinggal di Purbalingga JA_TENG mungkin anda bisa membantu saya makasih
April 8th, 2009 at 5:55 pm
Tulisan anda cukup memberi pencerahan. Di tahun 2009 ini investasi menghadapi berbagai peluang dan tantangannya, apalagi di Indonesia yang penuh dengan dinamika politik dan sosial. Tapi kita harus tetap optimis…! :)
April 15th, 2009 at 8:48 pm
Saya pernah mendengar bahwa untuk memulai suatu usaha, seperti suatu pagi kita masuk ke kamar mandi. Masuk saja tanpa banyak berpikir apa yang ada dalam kamar mandi tersebut. Toh misalnya jika ada yang kurang, misalnya odol gak ada, sabun gak ada, bisa kita beli setelah tahu apa yang kurang. Demikian juga bisnis.
April 16th, 2009 at 1:43 pm
@ WISMA
Awalnya saya juga bingung berinvestasi diReksa Dana, namun setelah membaca buku mas Nofie “Panduan singkat dan praktis memulai investasi Reksa Dana” menjadi lebih mudah dan lebih faham. Paktis setahun sudah berinvestasi RD. Caranya gampang sekali tinggal hubungi Manajer Investasinya melalui telp, e-mail kemudian pasti akan direspons. Saya sendiri membuka account tanpa pernah face to face. Happy Investing!
April 17th, 2009 at 8:40 am
salam hormat, saya mau coba belajar di bursa saham ini, gimana sih cara buat account dan memulainya.email:jio_axetr@yahoo.com
May 7th, 2009 at 9:10 am
Mencermati potensi saham emiten CPO
Saat ini harga cpo sekitar 2800 dan AALI 18300. Dulu pada awal Agustus 08, harga cpo juga sekitar 2800 dan harga AALI sekitar 19000. Ini berarti harga saham emiten cpo kurang lebih mengikuti harga cpo.
AALI adalah saham yg digemari FM jadi harganya cepat menyesuaikan dengan kenaikan harga cpo.
Bagaimana dengan yg lain:
- LSIP saat ini 5850 dulu sekitar 6500, jadi masih ada discount 10%
- SGRO saat ini 1700 dulu 2400, discount 29%
- TBLA saat ini 320 dulu 500, discount 36%
- UNSP saat ini 600 dulu 1100, discount 45%.
Model ini tentunya tergantung dari pergerakan harga cpo, jika harga cpo naik lagi diatas 2800 maka harga sahamnya masih bisa naik lagi, begitu juga sebaliknya.
Note:
- Ini perhitungan valuasi yg sederhana jadi hasilnya cuman kira kira doang.
- Perbaikan performance dalam laporan keuangan akan nampak pada Q2/2009 jika harga cpo bisa bertahan pada 2800.
May 30th, 2009 at 1:34 pm
setelah sekian lama berkelana di dunia maya, saya baru tahu ada situs yang menarik seperti situs kepunyaan anda ini, salam kenal
June 6th, 2009 at 11:32 pm
Luar biasa..sebuah pemaparan sederhana namun cukup mengena,,trims mas nofie,,konsisten nabung emang sulit tapi bisa…insyaallah
June 28th, 2009 at 1:16 am
Menysun portofolio jadi makin Muantabsss
Top Markotbs
July 17th, 2009 at 9:24 am
kapan nihh mas novie bukunya diedarkan …..BOLJUG
pesen satu y…..ha……ha……ha……
by mbah surip
July 24th, 2009 at 3:10 pm
very beatiful ,thank you…
August 3rd, 2009 at 4:47 am
Salam kenal
saya tertarik berinvestasi di reksadana,tapi nggak tahu caranya.Modal awalnya berapa?Lokasi saya di batam help me.Balas ke email wswitri@yahoo.Co.Id
August 19th, 2009 at 11:34 am
potensi hrs seiring dgn apa yg kita miliki, klo emang ada utk invest knp tdk dicoba, klo bingung dgn kalkulasinya tenang aja, kan ada software akuntansi…..he..he…
August 23rd, 2009 at 12:12 pm
sekedar sharing dari milis
“..kalau perusahaan u udah go public (anggap d perusahaannya UNVR dan u adalah mayoritas) terus u butuh duit….jadi lu lebih milih jual aja porsi mayoritas u dibanding keluarin obligasi ??”.
Karena perumpamaan nya kepada saya, serius saya sempat bermimpi menjalankan perusahaan go publik lho, Mimpinya seperti ini.
Kalau yg butuh duit itu perusahaan, nagapain juga saya sebagai majority jual saham sendiri ? kalau jual pun duit nya masuk kantong saya dong, bukan masuk perusahaan.
Kalau benar-benar butuh duit dan nggak punya waktu banyak, ya paling enak obligasi. Kenapa ?
Obligasi itu tenornya 5 tahun. Dari mulai cair dananya kita perusahaan cuma mampunyai kewajiban membayar coupon, sedangkan pokok nya akan di bayar sekaligus pada akhir tahun ke 5 sebagai pelunasan.
Begitu udah di tahun ke 3, management sudah harus memikirkan apakah akan tetap membayar coupon dan melanjutkan sampai ke pelunasan ataukah akan:
1. Untuk perusahan yg pintar akan memperbaiki Laporan Keuangan sehingga kinerja jadi makin bagus, lalu mempersiapkan REFINANCING dengan cara mempersiapkan Obligasi yg baru serta dengan nilai yg lebih besar.
Refinancing itu kata terus terangnya adalah MENGGALI LUBANG BARU YG LEBIH DALAM UNTUK MENUTUP LUBANG LAMA, sambil memperpanjang nafas perusahaan sampai 5 tahun ke depan.
Biasanya cara begini lebih banyak di lakukan oleh perusahaan yg tingkat kejujuran nya lumayan bagus, namun perlu kerja extra keras selain untuk memperbaiki kondisi riil kinerja perusahaan, juga untuk memperbaikin performance keuangan, entah dgn cara manipulasi atau mark up. Yg penting si calon pembeli obligasi yg baru menjadi tertarik dgn prospek perusahaan. RUPO pun harus di adakan dengan baik karena akan mempengaruhi image perusahaan jika akan menerbitkan Obligasi yg baru lagi. *)
*)Pekerjaan seperti itu dilakukan oleh perusahaan yg lumayan jujur lho)
2. Kalau tidak ada niat untuk membayar ada banyak cara dan kriteria juga di antaranya:
– Kalau memang sudah niat akan ngemplang dari awal, maka usahakan menerbitkan Bond itu dgn nilai yg sebesar-besar nya.
Begitu bond nya dapat, berusahalah untuk menjadi anak baik sampai urusan administrasi dan deposit-deposit jaminan bisa di ambil semua nya.
Tahun 1 dan ke 2 sesudah mendapat bond, usahakan untuk mempertahankan kepercayaan bond holder dgn cara meningkatkan nilai fixed asset karena terlalu banyak cash on hand akan membuat orang heran kenapa ada dana yg tidak produktif tertahan sedangkan ada schedule coupon serta principal yg akan di bayar.
Kalau susah menggandakan Fixed asset, naik kan nilai Inventory.
Kalau di perusahaan dagang yg mempunyai sedikit fixed asset, terpaksa melipat gandakan penjualan, tp jgn khawatir karena laba kan bisa di kecilin dgn cara menaikkan Harga Pokok Penjualan serta biaya-biaya yg lainnya sehingga laba bersih tetap kecil dan pajak nggak terlalu memusingkan.
Lain hal nya dengan manufaktur yg bisa menaik kan nilai fixed asset dgn suka2.
Begitu tahun ke 3 berjalan, mulai lah dgn meniupkan issue negatif tentang prospek perusahaan. Wartawan kan tinggal di panggil, di ajak makan dan lobby-lobby yg meyakinkan akan menghasilkan berita-berita seperti yg di inginkan, sedangkan teman-teman analis cukup di beri berita yg di hubung-hubungkan dengan penurunan angka-angka Laporan Keuangan akan menjadi sangat prihatin dan bersimpati dengan perusahaan.
Usahakan untuk meminimalkan resiko hukum bagi pemegang saham mayoritas serta direksi jika nanti terjadi urusan hukum.
Kalau perlu suruh jual dulu sebagian saham mayoritas sehingga nanti kalau ada apa2 management tidak di hajar oleh majority.
Selanjutnya pekerjaan FINANCIAL ENGINEERING akan lebih mudah karena nggak perlu lagi melakukan mark up tinggi-tinggi. cukup sedang-sedang saja, namun perlihatkan niat dan usaha dari management se akan – akan tengah bersusah payah untuk menjalankan perusahaan, namun sebenarnya pekerjaan bagian accounting menjadi gampang karena sudah angka – angka yg akan mereka bikin dan sajikan telah menurun nilainya sehingga sebagian staff yg tidak mempunyai mental baja akan berharap semoga sewaktu-waktu catatan yg mereka bikin akan sama dengan kondisi aktual perusahaan walaupun mereka sangat sadar bahwa itu tidak akan terjadi.
Setelah itu mulai lah ber gerilya untuk mencari teman dan menjalin hubungan yg mesra dengan pengacara-pengacara yg menurut anda jago dan bisa di atur alias Tuhan nya duit. Jangan lupa juga untuk mulai menjalin hubungan dengan pihak-pihak yg nanti pasti akan berurusan dengan perusahaan.
Sebelum menghentikan pembayaram coupun, pastikan bahwa angka dalam laporan keuangan telah sesuai dengan yg di kehendaki sehingga begitu anda mengumumkan tidak mampu bayar hutang, hampir semua pihak akan bersimpati dengan penderitaan anda.
Setelah itu ya pasti masuk pengadilan lah.
Disini anda kan tinggak hitung-hitungan, seperti orang jualan, kalau dapat cuan gede ya harus di keuarin sedikit untuk buang sial.
Hasilnya anda selamat dengan mengemplang hutang dan tidak perlu membayar, karena toh perusahaan udah pailit, dan ingat selalu melibatkan profesional lain dalam setiap corporate action yg anda lakukan sehingga
Nanti kalau terjadi apa2 di kemudian hari, minimal anda bisa membela diri dengan mengatakan bahwa semua yg dilakukan oleh perusahaan telah di laksanakan dengan membawa serta para profesional yg berpengalamn di bidan mereka masing-masing sehingga para profesional itu pun akan mati-matian membela kepentingan mereka dgn mengakui bahwa mereka telah melakukan nya sesuai dengan norma serta hukum yg berlaku. Dengan demikian anda juga akan sangat terbantu dan bahkan kemudian mungkin juga akan di anggap sebagai pihak yg tidak bersalah karena mengempplang hutang perusahaan anda.
…..
Laba persh perseroan itu nggak bisa diambil selain dari jalur dividen, jadi kalau nggak ada pembagian dividen baik mayoritas maupun minoritas pemegang saham ya sama2 nggak dapet duit. Lalu buat apa punya usaha sama sekali nggak pernah dpt keuntungan?
Lagipula untuk tidak membagikan dividen itu harus ada alasan yang kuat, laba ditahan mau sampai berapa tahun kalau sudah numpuk? Kalau untuk ekspansi OK lah… tapi hasil dari expansi itu kan juga dinikmati bersama2 nggak cuman mayoritas saja.
Untuk hostile take over, itu butuh duit. Seperti ilustrasi anda persh yang 100 juta, lantas jual saham untuk mendapatkan 50 juta extra capital. Kalau mau right issue kan harus ada duit, kalau pemegang saham mayoritas punya duit… ngapain juga jual saham utk 50 juta yang pertama itu?
Kuncinya di sini adalah MARK UP yang dilakukan pertama kali itu utk menggelembungkan aset yg cuma 100 jt menjadi 200 jt. Kalau hasil mark up itu disodorkan kepada investor & investor membeli saham, kalau ketahuan yang salah siapa? ya jelas yang mark up… ini bisa dijadikan bahan utk menuntut ke pengadilan (spt kasus gozco?). Daripada gitu mendingan mark up asset, lalu cari hutang bank. Kalau diberi hutang, yang salah siapa? ya pejabat banknya, kan itu kewajiban mereka untuk mengecek valid / tidaknya nilai aset2 yang dijaminkan. Paling gampang ya mark up nilai tanah, selama ada data transaksi, bayar pajak, NJOP mau digelembungkan seberapa besar itu sah.
Memang dua2nya hampir sama (kalau niatnya ngemplang), tapi kalau anda ngemplang duit investor anda akan berhadapan dengan investor & juga bapepam. Tapi kalau ngemplang duit bank ya cuman berhadapan dengan bank-nya, dan posisi anda lebih kuat karena kewajiban utk fit & proper test itu ada di tangan bank. Beda dengan jual saham lewat pasar modal, anda akan berhadapan dengan bapepam, bei, bahkan pemerintah, karena pasar modal itu kan disoroti – kalau ngemplang utang bank itu udah banyak kasus.
O iya, sedikit tambahan lagi pemegang saham walau minoritas mereka tetap punya hak, kalau mereka mau bisa lho bikin repot. Contoh RUPS, mereka bisa bilang nggak pernah dapet undangan, jadi keputusan RUPS tidak valid. Dalam hal keuangan persh, mereka punya hak untuk meminta data & mencocokkan dengan kenyataan (minoritas tercatat), kalau ada diskrepansi mereka berhak meminta pertanggung jwban direksi. Semua diatur dalam AD/ART persh. Dan utk persh tbk kalo gak salah ada standardnya kan?
Mending ngemplang duit bank – terutama bank plat merah, nggak ada individu yang ‘disakiti’, kalau banknya ambruk paling2 di bail out sama pemerintah…. heheeheh
August 26th, 2009 at 12:29 pm
OOT, Kalo mo lihat track record pinjaman kita sendiri di perbankan, bisa kunjungi langsung Counter Biro Informasi Kredit (BIK) di Gerai Info Bank Indonesia, Lobby Menara Sjafruddin Prawiranegara, Jl. MH. Thamrin Jakarta.
Info lebih detail bisa dilihat di
http://www.bi.go.id/web/id/Perbankan/Credit+Bureau/Permintaan+IDI+Historis/Workflow/
http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/D0A121CA-F23D-4D15-8EF0-BE360B6E74F8/1477/BiroInformasiKredit.pdf
http://www.bi.go.id/web/id/Ruang+Media/Berita/gerai_05072007.htm
It’s free of charge.
December 23rd, 2009 at 2:31 am
Numpang promosi yah om …^_^
Apakah Anda seorang pengusaha, investor, ataupun individu yang sedang mencari peluang investasi yang baik, mulia, aman dan menguntungkan? Anda datang ke tempat yang tepat. Kami membuka kesempatan sebesar-besarnya suatu peluang Investasi Hijau di bidang agribisnis yang sangat istimewa.Jelajahi dan pelajari Bagaimana Anda bisa Investasi agribisnis berbasis syariah Pribadi yang akan membantu memerangi Global Warming, sekaligus memberikan Anda keuntungan finansial secara berkelanjutan.
langsung aja g pake lama,investasi saya bergerak di sektor agribinis yang berwujud bukan tidak berwujud / online !!!
# Investasi dana anda disini akan saya kelola ke berbagai bidang di bawah ini
# Usaha perkebunan Pohon Jati Arthamas ( Bidang Usaha primer )
# Usaha budidaya Tambak dan laut Lobster,Udang,Bandeng,kepiting -primer-
# Usaha proyek Pantai Tanjung lesung -Restoran,villa,hotel,pengaspalan jalan-(Group)
# Usaha Pasar baru komplek puri perumahan pipitan serang banten ( primer )
informasi selengkapnya kunjungi : http://www.albantani.com
March 3rd, 2010 at 12:14 pm
Dibuka peluang investasi di bidang jual beli Kencur,Jahe,Kunir,dll..,min Dana Investasi Rp. 50 juta dengan estimasi profit 5-10%/Bulan,Kerjasama Minimal 6 Bulan dan bisa diperpanjang tiap 6 Bulan berikutnya..Sekarang dana yang kami putarkan 20 Jt, Permintaan untuk tersebut Unlimited,baik lokal dan pasar ekspor,Lokasi kami di Pasar Porong,untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi saya Ferdi di 085649842128..
March 3rd, 2010 at 12:16 pm
Dibuka peluang investasi di bidang jual beli Kencur,Jahe,Kunir,dll..,min Dana Investasi Rp. 50 juta dengan estimasi profit 5-10%/Bulan,Kerjasama Minimal 6 Bulan dan bisa diperpanjang tiap 6 Bulan berikutnya..Sekarang dana yang kami putarkan 20 Jt, Permintaan untuk tersebut Unlimited,baik lokal dan pasar ekspor,Lokasi kami di Pasar Porong,untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi saya Ferdi di 085649842128…
March 6th, 2010 at 11:42 am
AXA Mandiri Financial Services
Berdiri sejak Desember 2003 dan merupakan joint venture dua perusahaan besar yaitu bank terbesar di Indonesia, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk dan asuransi terbesar di dunia AXA Group. Bergerak di bidang bisnis bancassurance, AXA Mandiri memiliki nasabah lebih dari 265.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.Untuk memberikan pelayanan yang terbaik, AXA Mandiri didukung lebih dari 1000 Financial Advisor yang tersebar di 700 cabang Bank Mandiri di sepuluh wilayah.Dengan visi untuk menjadi perusahaan penyedia layanan keuangan dan manajemen kekayaan no.1 di Indonesia. dengan kategori aset diatas 1 sampai dengan 5 triliun rupiah, serta predikat SANGAT BAGUS dari Majalah InfoBank dengan kategori aset di atas Rp 1 triliun.
PRODUK : Mandiri Rencana Profesional, Mandiri Rencana Keluarga, Mandiri Rencana Pendidikan Mandiri Rencana Emas, Mandiri Jiwa Sejahtera, Mandiri Protection, Mandiri Hospital Saving, Mandiri Income Replacement, Mandiri Rencana Sejahtera Syariah.
Contoh : #Anda Menabung Uang sebesar Rp. 50.000.000,- dalam tempo waktu 5 Tahun ( Tabungan bisa ditarik sewaktu-waktu )
AXA Mandiri memberikan jaminan atas uang anda yang di tabung akan berkembang menjadi minimal 18%/Tahun #Rp. 50.000.000,- X minimal 18%/Tahun = minimal Rp. 9.000.000,-/Tahun
Minimal Rp. 9.000.000,- X 5 Tahun = minimal Rp. 45.000.000,-
Total Rp. 50.000.000,- + minimal Rp. 45.000.000,- = minimal Rp. 95.000.000,- ( Pada Tahun ke-5 )
*Uang Tabungan anda bisa ditarik sewaktu-waktu ( Flexibel ) yang dijamin oleh LPS dan fasilitas lainnya oleh Bank Mandiri
* Info lengkap hubungi staff agen customer sevices kami Up. Mr. Ferdy di +62 341 9262769 , mobile phone : +62 856 4984 2128
March 6th, 2010 at 11:43 am
AXA Mandiri Financial Services
Berdiri sejak Desember 2003 dan merupakan joint venture dua perusahaan besar yaitu bank terbesar di Indonesia, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk dan asuransi terbesar di dunia AXA Group. Bergerak di bidang bisnis bancassurance, AXA Mandiri memiliki nasabah lebih dari 265.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.Untuk memberikan pelayanan yang terbaik, AXA Mandiri didukung lebih dari 1000 Financial Advisor yang tersebar di 700 cabang Bank Mandiri di sepuluh wilayah.Dengan visi untuk menjadi perusahaan penyedia layanan keuangan dan manajemen kekayaan no.1 di Indonesia. dengan kategori aset diatas 1 sampai dengan 5 triliun rupiah, serta predikat SANGAT BAGUS dari Majalah InfoBank dengan kategori aset di atas Rp 1 triliun.
PRODUK : Mandiri Rencana Profesional, Mandiri Rencana Keluarga, Mandiri Rencana Pendidikan Mandiri Rencana Emas, Mandiri Jiwa Sejahtera, Mandiri Protection, Mandiri Hospital Saving, Mandiri Income Replacement, Mandiri Rencana Sejahtera Syariah.
Contoh : #Anda Menabung Uang sebesar Rp. 50.000.000,- dalam tempo waktu 5 Tahun ( Tabungan bisa ditarik sewaktu-waktu )
AXA Mandiri memberikan jaminan atas uang anda yang di tabung akan berkembang menjadi minimal 18%/Tahun #Rp. 50.000.000,- X minimal 18%/Tahun = minimal Rp. 9.000.000,-/Tahun
Minimal Rp. 9.000.000,- X 5 Tahun = minimal Rp. 45.000.000,-
Total Rp. 50.000.000,- + minimal Rp. 45.000.000,- = minimal Rp. 95.000.000,- ( Pada Tahun ke-5 )
*Uang Tabungan anda bisa ditarik sewaktu-waktu ( Flexibel ) yang dijamin oleh LPS dan fasilitas lainnya oleh Bank Mandiri
* Info lengkap hubungi staff agen customer sevices kami Up. Mr. Ferdy di +62 341 9262769 , mobile phone : +62 856 4984 2128
March 6th, 2010 at 11:44 am
AXA Mandiri Financial Services
Berdiri sejak Desember 2003 dan merupakan joint venture dua perusahaan besar yaitu bank terbesar di Indonesia, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk dan asuransi terbesar di dunia AXA Group. Bergerak di bidang bisnis bancassurance, AXA Mandiri memiliki nasabah lebih dari 265.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.Untuk memberikan pelayanan yang terbaik, AXA Mandiri didukung lebih dari 1000 Financial Advisor yang tersebar di 700 cabang Bank Mandiri di sepuluh wilayah.Dengan visi untuk menjadi perusahaan penyedia layanan keuangan dan manajemen kekayaan no.1 di Indonesia. dengan kategori aset diatas 1 sampai dengan 5 triliun rupiah, serta predikat SANGAT BAGUS dari Majalah InfoBank dengan kategori aset di atas Rp 1 triliun.
PRODUK : Mandiri Rencana Profesional, Mandiri Rencana Keluarga, Mandiri Rencana Pendidikan Mandiri Rencana Emas, Mandiri Jiwa Sejahtera, Mandiri Protection, Mandiri Hospital Saving, Mandiri Income Replacement, Mandiri Rencana Sejahtera Syariah.
Contoh : #Anda Menabung Uang sebesar Rp. 50.000.000,- dalam tempo waktu 5 Tahun ( Tabungan bisa ditarik sewaktu-waktu )
AXA Mandiri memberikan jaminan atas uang anda yang di tabung akan berkembang menjadi minimal 18%/Tahun #Rp. 50.000.000,- X minimal 18%/Tahun = minimal Rp. 9.000.000,-/Tahun
Minimal Rp. 9.000.000,- X 5 Tahun = minimal Rp. 45.000.000,-
Total Rp. 50.000.000,- + minimal Rp. 45.000.000,- = minimal Rp. 95.000.000,- ( Pada Tahun ke-5 )
*Uang Tabungan anda bisa ditarik sewaktu-waktu ( Flexibel ) yang dijamin oleh LPS dan fasilitas lainnya oleh Bank Mandiri
* Info lengkap hubungi staff agen customer sevices kami Up. Mr. Ferdy di +62 341 9262769 , mobile phone : +62 856 4984 2128