Analisis dan Prediksi Saham 2009
January 12th, 2009 | InvestmentBoleh dibilang tahun 2008 merupakan tahun yang cukup suram bagi investor dan trader di Bursa Efek Indonesia (BEI). Betapa tidak, saham-saham unggulan sempat dibanting harganya sampai hancur lebur tak karuan. Saya masih ingat betul AALI yang dibanting ke 4600, BBRI di 2400, BUMI di 640, atau UNTR di 2400. Tak ketinggalan saham-saham unggulan lain semisal ASII (6600), BBCA (2000), BMRI (1100), INCO (1140), LSIP (1350), PGAS (1050), PTBA (3750), SMGR (1350), atau UNSP (185). Rata-rata dari mereka sudah jatuh lebih dari separonya.
Lalu, bagaimana kira-kira peluang investasi saham di tahun ini?
Kejatuhan Berjamaah
Dibandingkan dengan harga penutupan per 28 Desember 2007, saham-saham yang tergabung dalam LQ45 rata-rata ditutup lebih rendah per 30 Desember 2008. Cukup mengejutkan karena hanya BNII dan LPKR yang mencetak untung dengan masing-masing sebesar 29,82% dan 15,94%.

Seperti bisa Anda lihat, mayoritas saham anjlok dengan cukup signifikan. Juaranya dipegang oleh TRUB (-96,48%), diikuti ENRG (-94,36) dan DEWA (-92.65%). Urutan selanjutnya diisi oleh UNSP, ELTY, BTEL, CPRO, BUMI, BNBR, dan MNCN. Terlihat jelas bahwa saham-saham grup Bakrie mengalami penurunan cukup drastis setelah di awal-pertengahan 2008 cukup menjadi primadona. Ada baiknya untuk mulai menjaga jarak dari Bakrie.
Kesaktian Buyback
Inisiatif dari pemerintah maupun dari emiten yang bersangkutan untuk melakukan aksi buyback saham-saham di pasar yang telanjur rontok harganya ternyata cukup manjur. Berikut adalah perbandingan closing price terendah sepanjang 2008 dan closing price per 30 Desember 2008 dari emiten-emiten yang mengaku melakukan buyback.

Memang benar bahwa banyak yang meragukan aksi buyback tersebut hanya sekadar gertakan sambal. Buyback tidak benar-benar dilakukan atau, kalaupun iya, hanya sebagian kecil dari alokasi dana yang sudah disiapkan sebelumnya. Namun nyatanya gertakan tersebut cukup mampu mengangkat hampir semua harga saham-saham yang berjatuhan.
Outlook 2009
Di media massa, Boediono nampak sumringah memaparkan optimismenya akan kebangkitan perekonomian makro Indonesia di tahun 2009 ini. Menurut saya, kuncinya ada di Pemilu 2009. Kalau bisa berjalan lancar dan presiden terpilih merupakan calon yang benar-benar kredibel dan diminati, Indonesia siap lepas landas.
Aksi pemboman dan teror yang terjadi di luar negeri memang tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Namun, situasi yang memanas dan penuh uncertainty semacam itu boleh jadi malah “menguntungkan” karena biasanya akan menggerakkan harga minyak. Kenaikan tersebut akan mendorong naiknya harga saham-saham pertambangan dan saham berbasis komoditas.
Obama akan menambah pasukannya di Afganistan. India dan Pakistan makin panas. Nigeria, Somalia, dan Sudan bergejolak. Iran juga masih ngotot dengan pengayaan uranium. Industri senjata di Amerika akan mendapat angin segar mengingat inilah satu-satunya sektor industri yang bisa diandalkan untuk mengangkat perekonomian mereka dan mengapresiasi nilai dollar. Bukan tidak mungkin intel mereka sudah menyusup hingga ke Aceh dan Papua. Wallahu ‘alam.
Dalam berinvestasi, inilah saatnya untuk kembali fokus kepada aspek fundamental. Saya sendiri menyukai perusahaan yang rutin membayar dividen dan jumlahnya cukup menarik. Fokus pada perusahaan dengan net profit margin bagus dan rasio utang yang rendah karena mereka lebih kebal terhadap goyangan krisis. Ada cukup banyak emiten yang koreksinya sudah cukup lumayan.
Prioritaskan pilihan Anda untuk saham di LQ45 karena lebih likuid. Bila ada emiten yang hendak melakukan buyback dan tender offer mungkin bisa dipertimbangkan. Banyak emiten bagus dengan price-earning ratio rendah dan book value yang masih cukup murah. Jauhi perusahaan yang hendak melakukan aksi korporat yang “aneh” seperti stock split, right issue, penerbitan obligasi, atau menambah utang.
Semoga akhir tahun ini IHSG bisa menembus level 2000. :)
Share on Facebook
Comments
January 13th, 2009 at 4:29 am
Indonesia lepas landas ini maksudnya yang sama tidak dengan yang diajarkan ke kita waktu SD? Atau maksudnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan harga saham yang naik bagus. Sekalian tanya, saya keburu pegang bumi. Beli bulan februari 2008 jadi tinggi banget. Semula mau saya simpan lama. Mau balik ke harga awal saya beli kayaknya mustahil.
January 13th, 2009 at 9:11 am
sekitar 8-9 tahun saat Indonesia ngemis hutang ke IMF, Pak Wigjo Senior ekonom Bank Dunia pernah melontarkan idee…….bahwa Indonesia bisa meng Securities kan kandungan deposite Oil & Gas dan dijual di Chicago future……dimana tidak sulit untuk mendapatkan USD 100 – 200 milyard usd masa itu.
Dengan corporate action Bumi ber-tubi2 menjelang Pemilu, muncul banyak spekulasi dengan dampak Sell Off retail trader yang panik, takut Bumi digembosi dan uang masuk ke Pemegang saham pengendali atau bahkan bangkrut. padahal belum tentu bangkrut, tetapi memang telah terjadi DElution dan Divestasi terselubung.
Disclaimer dan mohon dikoreksi Para Pakar.
1. Bumi dengan melakukan internal akuisisi ber-tubi2 menjelang Pemilu…..bisa diartikan sbb :—Devestasi-delusi Pemegang Saham pengendali tanpa kehilangan kontrol pengendali apabila kehilangan Payung politik, yaitu dengan akuisisi bolak balik antara Holding dan anak perusahaan……..cara ini legal selama memenuhi Peraturan M $ A, Internal Acquisation BEI yang berlaku.a.l. ketentuan RUPSLB dan pengecualiannya.
2. Mengapa JP Morgan, Nordstar cs belum mau mem pailit kan BUMI?—jawabannya adalah karena Bumi masih punya “harta terpendam”, dan tidak perlu kuatir bangkrut sepert Enron/satyam.
3. Skenario terburuk bagi Bumi, —-Biarkan Bumi dangdut dengan Internal aquisisi, karena Bumi masih “layak” membuat utang sekitar USD 2.5 milyar Dollar(sumber magm Bumi), premium (mark-up legal atau divestasi) terselubung biar diambil BNBR……cuma perlu dibuatkan simulasi……apabila Debt to equity ratio Bumi menjadi luar biasa besar, apakah masih bisa ditutup dengan : Spinn-off atau Securities deposite batubara terbesar didunia(Bumi) dan di listing di Chicago Future.
—-BNBR kalau tidak salah telah menerbitkan Medium tern note berjangka 2-3 tahun—-untuk melunasi cicilan internal akusisi, Pemberi Kredit ini pasti bukan orang bodoh, kalau tidak melihat Harta terpendam BUMI.
—-spinn-off anak perusahaan yang membuat Bumi dari 50 menjadi 8000, Prima-coal, Arutmin ?
—-Securitisasi deposite coal Bumi(terbesar didunia ?) dan di listing di chicago Future 2 tahun lagi saat economy US pulih(analis Nordstar cs pasti sudah berpikir kesitu).
Corporate action grup ini memang luar biasa dari dulu. Dan jangan lupa mereka punya pengalaman pahit luar biasa tahun 1997-1998 dulu.
Pada waktu itu hutang mereka di BNBR sekitar US$ 2.8 bn. dengan cash on hand grup sekitar US$ 200jt. Kalau grup ini harus bayar utangnya, itu percuma aja, karena ratusan creditors akan kejar mrk terus utk sisa US$ 2.6 bn itu. Jd lbh baik di restructure dengan Debt-Equity swap, dengan harapan dlm 5-6 th kedepan (pd saat ekonomi kembali sehat) bisnis akan berangsur2 membaik. Banyak lg rumusannya, ada yg pake HAIR CUT, PEG di 5000/US$ dll. Pd wkt itu banyak creditors yg marah luar biasa, mulai dari Ibu RT yg beli Commercial Papernya sampai institusi sekelas Sumitomo dan Goldman Sachs, tp toh mrk tdk bisa berbuat apa2 (kira2 hampir sama spt sekarang ini, mulai dr kasus Lapindo sampai BUMI). Mottonya pd wkt itum kira2 begini, “you just take away all my assets, I will start some new businesses with my US$ 200 jt, and I can repurchase all of those assets later on”. Diluted nggak soal, nanti juga bisa dibeli kembali, yg penting cash jangan samapai hilang atau dihambur2 kan nggak berguna. Kira2 sama toh dg kita, selalu harus punya modal?. Dari perspective bisnis as a businessman, ini MAKE SENSE, krn didukung oleh UU PT yg lemah, yaitu LIMITED LIABILITY, yg kebanyakan tanpa PERSONAL GUARANTEE. Tapi dr sisi bisnis sebagai bisnis, hal ini sangat tidak bisa diterima. Tapi hal ini juga terjadi kok di AS sana. Coba anda cek berapa dana retail dan institusi yg nyangkut dan hangus oleh Lehman Brothers, hanya sekedar berlindung dari dalih “high risk high return” with unsecure debt/transactions.
Dg membaiknya ekonomi dan manuver2 politiknya grup ini sptnya akhirnya bisa bangun lagi, bahkan nilai transaksinya jauh lbh besar drpd dulu. Kalau sekarang mereka terkena musibah lagi spt itu, saya kira mereka jauh lebih siap. Dlm arti cash yg mereka hold pasti lebih besar. Cash pasti dibutuhkan karena PEMILU sdh dekat, bisnis slowing down dulu. Kalau index bisa drop sekali lg di pertengahan tahun, itu make sense. krn kira2 siapa yg mau expansi besar dlm political influence yg belum jelas benar pemenangnya. Jangan lupakan bahwa “ekonomy works well dlm politik yg stabil”
Untuk traders, bearish atau bullish itu nggak soal. They can always makes money (or lose money). Tapi kalau investor gurem spt saya lbh baik menunggu saat2 yg tepat. Paling bagus ya ikut infanteri mbah aja di 1089, walaupun agak telat masuk, dan sudah keluar 1340.
January 13th, 2009 at 9:12 am
* Dalam keterbukaan informasi ke BEI , BUMI menyatakan : melalui anak perusahaannya , PT Bumi Resources Invesment, telah menandatangani Persetujuan Jual Beli (SPA) dengan Ancara Properties Ltd.
* Dalam SPA tersebut BUMI akan membeli 76.9% saham Leap Forward Finance Ltd yang memiliki secara tidak langsung memiliki 98.5% saham PT Fajar Bumi Sakti (FBS).
* FBS bergerak dibidang pertambangan dan perdagangan Batubara (lihat: http://www.fajarbumisakti.co.id)
* Pembayaran transaksi tersebut akan dilakukan secara berkala dengan pembayaran pertama Rp156 juta, pembayaran bulanan untuk 12 bulan pertama dengan total Rp430 milyar, dan pembayaran terakhir Rp2.04 T , yang akan dilakukan dalam waktu 24 bulan sejak tanggal penandatanganan SPA dengan ketentuan FBS mencapai target produksi tertentu.
* Keterbukaan informasi diatas menyatakan bahwa transaksi tersebut 1)tidak termasuk transaksi material dan 2) tidak termasuk transaksi affiliasi mau pun transaksi yang memiliki benturan kepentingan.
* Jika kita melihat penurunan saham BUMI yang cukup tajam hari ini , kami melihat adanya kemungkinan hubungan dengan transaksi diatas. Kami memperkirakan kemungkinan investor (terutama asing) kurang menyukai aksi korporasi tersebut karena :
1. Bisa jadi investor mempertanyakan tujuan pembelian saham FBS tersebut karena BUMI telah memiliki cadangan batubara yang sangat tinggi , 2.1 milyar ton dan telah memiliki anak usaha yg bergerak ditrading batubara.
2. Sulit memperkirakan apakah transaksi tersebut mahal atau murah karena kurangnya data operasional FBS.
3. FBS beralamat di Wisma Bakrie , kemungkinan investor menganggap ada hubungan khusus antara FBS dengan BUMI atau group Bakrie lain.
BUMI sudah GAME OVER… CHECK OUT ALL
Ini perusahaan KAMPRET… mau menghabiskan duit kasnya, membesarkan hutang2nya… untuk membeli perusahaan yg terafiliasi dengan grupnya sendiri, punyanya si DM juga tuh, padahal perusahaan yg di beli ga jelas data2nya, kinerjanya, di beli HARGA MAHAL PULA… istilahnya mau di bikin hancur bumi nya.. INVESTOR ASING ga terima… DI BUANGNYA SEMUA TUH SAHAM…
Udah di Black List sama Fund Manager dan Perusahaan Asing…
SAY NO to BUMI
January 13th, 2009 at 9:49 am
Mungkin ini bisa menjadi sedikit penghiburan bagi anda.
1. Bila anda punya BUMI di harga tinggi, Misalnya 8000. Average sekarang (hari ini)
8000 + 500 = 8500 : 2 = 4250. atau:
8000 + 500+500= 9000:3 = 3000
2. Bila anda sudah cutloss, buyback.
3. Apapun yang terjadi terhadap BUMI, harga Rp.500 sudah bisa di buy for longterms.
4. Bila anda tidak bisa average, ya sabar saja. Anggap beli tanah untuk investasi.
5. Ingat, turun 10% dalam 5 hari = 50%, naik 20% dalam 3 hari sudah balik modal
Kami sudah siapkan pembelian hari ini. Moga2 bisa down 10%
January 13th, 2009 at 11:06 am
kapok ah mainan saham, ntar harganya jatoh lg :(
January 13th, 2009 at 3:45 pm
Ikut-ikutan prediksi ya…. saya tebak IHSG naik bentar menuju 1700-1800, then pulang lagi ke 800-an..
:)
January 16th, 2009 at 11:43 am
Sekedar sharing…
Kasus Sarijaya tidak akan laku dijual ke investor apa pun. Itu hanya pengalihan perhatian dari pihak otoritas untuk menghilangkan kepanikan investor. Pasalnya, kasus ini ternyata sangat besar dan akan menyeret puluhan broker lainnya.
Bayangkan saja, berdasarkan data MKBD harian yang dipublikasikan BEI, MKBD Sarijaya per Senin (12/1) sudah “minus 5,5 triliun rupiah. (Silahkan lihat di situs BEI). Padahal, sebelum disuspensi MKBD-nya masih positif 29 miliar.
Dari sisi akuntansi sederhana, MKBD minus 5,5 triliun berarti setidaknya Sarijaya punya utang yang berpotensi gagal bayar dengan jumlah yang hampir sama. Jika ada investor baru, dia harus mau membayar kerugian ini. (Apa mungkin V, investor dari antah-berantah itu masih mau?).
Kemungkinan kedua adalah, MKBD minus itu 5,5 triliun rupiah itu sebagian berasal dari dana nasabah yang tidak akan mampu dikembalikan Sarijaya. Artinya, kewajiban ini tetap menjadi tanggung jawab investor baru.
Dari sisi industri, potensi default sebesar 5,5 triliun rupiah akan merupakan pukulan besar bagi industri sekuritas. Pertanyaannya adalah, dimana eksposure utang Sarijaya yang paling besar?
Kemungkinan besar, sama seperti perusahaan sekuritas lainnya, utang yang terancam gagal bayar itu merupakan utang bisnis kepada perusahaan efek lainnya. Jika benar rumor selama ini yang menyebut ada 50-an broker yang terkait maka ini sangat, sangat, sangat mengancam pasar modal secara keseluruhan.
Jika 5,5 triliun itu dibagi rata saja terhadap 50-an broker, maka setiap broker akan rugi rata-rata 110 miliar rupiah. Ini jumlah yang sangat besar bagi broker yang saat ini rata-rata MKBD-nya hanya di kisaran 30 miliar rupiah.
Hal ini berarti, puluhan broker itu cepat atau lambat pasti akan kesulitan MKBD. Jika pemilik tidak mau top up maka otomatis mereka tidak bisa trading, karena syarat minimal MKBD adalah 25 miliar rupiah.
Namun, top up tambaknya akan cukup sulit dilakukan sebab sebelumnya beberapa pemilik perusahaan sekuritas sudah melakukannya. Apakah pemilik yang umumnya turut rugi dari anjloknya IHSG masih punya dana lagi?
Tanpa kebijakan dari Bapepam-LK dan BEI maka suspensi puluhan broker bisa menyebabkan chaos di pasar modal. (Mudah-mudahan hal ini tidak sampai terjadi)
Sekali lagi, kasus Sarijaya ini merupakan masalah yang sangat besar. Sayangnya pihak Bapepam-LK terkesan lepas tangan dan menutup-nutupi yang terjadi sebenarnya.
Otoritas pasar modal yang seharusnya paling tahu masalah ini sekarang tidak bisa lagi ditanyai. Ketua Bapepam-LK yang tiap hari ditanyai perkembangan Sarijaya dengan gampang mengelak.
“Semua sudah ditangani kepolisian, ini kasus penggelapan bukan kasus pasar modal,” terima kasih
Gimana pasar modal kita mau maju kalo gini caranya…
January 23rd, 2009 at 10:50 am
Sudah banyak komentar n ulasan dari suhu-suhu..Oom Jack dari OB juga dah mampir… Saya cuma mau bilang; “Mbok ya emiten seperti gini harusnya bisa dilaporkan ke Bareskrim… Trus Bapepam n BEI gimana? Apa sudah menjalankan fungsi pengawasan n perlindungan terhadap Investor? Sapa yg mau nanggepin? Pusing gue… Bursa kita anjlok salahsatunya karena lunturnya kepercayaan Investor kpd Regulator n Emiten… So what?
January 23rd, 2009 at 10:59 am
Buat Bang Nofie Iman.. boleh tukar link dg saya tidak…? Tks Bang…
January 29th, 2009 at 4:27 pm
Berikut daftar 100 perusahaan yang akan bertahan dalam 100 tahun ke depan, seperti dikutip dari Forbes:
Acciona SA (Spanyol)
Accor (Prancis)
Adidas AG (Jerman)
Advanced Micro Devices (AS)
Aeon Company Limited (Jepang)
Air France-KLM (Prancis)
Alcoa Inc (AS)
Amazon.com Inc (AS)
Atlantia (Italia)
Atlas Copco AB (Swedia)
BASF SE (Jerman)
Baxter International Inc (AS)
BG Group PLC (Inggris)
BHP Billiton PLC (Inggris)
British Land Company PLC (Inggris)
British Sky Broadcasting Group PLC (Inggris)
Cable & Wireless PLC (Inggris)
Cairn Energy PLC (Inggris)
Centrica PLC (Inggris)
Coca Cola Company (AS)
Credit Agricole SA (Prancis)
Daikin Industries Limited (Jepang)
Dell Inc (AS)
Deutsche Boerse AG (Jerman)
Dexus Property Group (Australia)
Diageo PLC (Inggris)
East Japan Railway Company (Jepang)
Eastman Kodak Company (AS)
Encana Corp. (Kanada)
Ericsson Telephone AB (Swedia)
FPL Group Inc (AS)
Fresenius Medical Care AG (Jerman)
Geberit (Swiss)
Genzyme Corp. (AS)
Glaxosmithkline PLC (Inggris)
Goldman Sachs Group Inc (Inggris)
Groupe Danone (Prancis)
H & M Hennes & Mauritz AB (Swedia)
Hewlett-Packard Company (AS)
Hochtief AG (Jerman)
Honda Motor Company Limited (Jepang)
Iberdrola SA (Spanyol)
Inditex SA (Spanyol)
Intel Corp. (AS)
Kesko OYJ (Finlandia)
Kuraray Company Limited (Jepang)
Lafarge SA (Prancis)
Land Securities Group PLC (Inggris)
Lend Lease Corp. Limited (Australia)
London Stock Exchange Group PLC (Inggris)
Lonmin PLC (Inggris)
L’Oreal (Prancis)
Michelin (Prancis)
Mitsubishi Heavy Industries Limited (Jepang)
Muenchener Rueckversicherung AG (Jerman)
Neste Oil OYJ (Finlandia)
Nike Inc (AS)
Nippon Yusen KK (Jepang)
Nokia Corporation (Finlandia)
Novo Nordisk A/S (Denmark)
Novozymes A/S (Denmark)
NTT Data Corp. (Jepang)
NTT Docomo Inc (Jepang)
Panasonic Corporation (Jepang)
PG & E Corp. (AS)
Pinnacle West Capital Corp. (AS)
Procter & Gamble Company (AS)
Prologis (AS)
Prudential PLC (Inggris)
Reed Elsevier PLC (Inggris)
Ricoh Company Limited (Jepang)
Roche Holdings Limited (Swiss)
Royal Bank Of Canada (Kanada)
Sainsbury (J) PLC (Inggris)
Saint Gobain (Prancis)
Saipem (Italia)
SAP AG (Jerman)
SCA AB (Swedia)
Scania AB (Swedia)
Sekisui Chemical Company Limited (Jepang)
Sims Group Limited (Australia)
Smith & Nephew PLC (Inggris)
Sompo Japan Insurance (Jepang)
State Street Corp. (AS)
Statoilhydro ASA (Norwegia)
Stora Enso OYJ (Finlandia)
Swiss Reinsurance Company (Swiss)
Telus Corp. (Kanada)
The Capita Group PLC (Inggris)
The Walt Disney Company (AS)
TNT NV (Belanda)
Toppan Printing Company Limited (Jepang)
Toronto-Dominion Bank (Kanada)
Toyota Motor Corp. (Jepang)
Transcanada Corp. (Kanada)
Unilever PLC (Inggris)
United Technologies Corp. (AS)
Vestas Windsystems A/S (Denmark)
Wartsila OYJ (Finlandia)
Whitbread PLC (Inggris).
January 30th, 2009 at 3:40 am
pengamatannya bagaimana nih saham di Indonesia karena kepercayaan masyarakat dan penegtahuan tentang pasar modal masih rendah..
January 31st, 2009 at 4:25 pm
Jika anda secara SERIUS tertarik untuk belajar mengenai bagaimana
berinvestasi saham dan berbisnis seperti para ‘guru’ melalui
buku-buku/ Video / MP3 ini seperti:
* benjamin graham : graham newman fund
* phillip fisher
* warren buffett : berkshire hathaway
* peter lynch : fidelity magellan
* joel greenblatt : gotham capital
* seth klarman : baupost group
* mohnish pabrai : pabrai fund
* john templeton : templeton fund
* tweedy browne : tweedy browne
* george soros : soros quantum fund
* dan value oriented fund manager lainnya
silahkan kunjungi situs: http://gudangilmuinvestasi.blogspot.com
daripada menghabiskan waktu, biaya, dan tenaga untuk mencarinya
selain itu didalamnya topiknya sangat beragam dan terstruktur sehingga
anda tidak perlu pusing lagi mengkategorikannya, seperti :
* accounting financial valuation
* value investing
* banking
* basic stocks and investing
* behavioural finance
* business competition
* corporate value
* dividend investing
* economics : keynes, adam smith
* fix investment
* general investing topics
* growth investing
* hedge fund
* index investing
* market history
* math and probability
* mutual fund
* portfolio management
* real estate / REIT
* risk management
* special situation investing
* speculation
* trading
Attn : hanya untuk investor yang SERIUS !
TERBAIK, TERLENGKAP, DAN TERPERCAYA!
cheers
learning only from the best !
http://gudangilmuinvestasi.blogspot.com
February 5th, 2009 at 3:47 pm
pak mo tanya nih, seperti tlkm lagi jatuh-jatuhnya nih..menurut prediksi bapak bisa pulih kembali dalam jangka berapa lama
March 4th, 2009 at 1:35 am
wah sma aq juga ga tau kpn TLKM mo pulih (oh iya harga pulihnya TLKM menurut mba’ nina emg d brp?)…..
March 5th, 2009 at 6:45 pm
1. Hati hati dengan offeran yang tebal tebal dan seakan akan bid kaga ada, biasanya ini tanda big player alias bandar lagi mau maksa retail cutloss karena dia mau beli barang……..
Kalo ada saham yang kapitalisasi pasarnya besar, tiba tiba bid dan offernya seperti di atas, ikut aja bersama dengan big player kumpulkan tapi jangan banyak banyak………..Ntar Bandar marah
2. SELL pake sekuritas plat kuning dengan embel2 F, tapi yang nampung ritel dengan order dipecah2, tapi setiap diguyur pake F, diisi terus sepertinya ritel nantang bandar…(contohnya INDOFOOD hr kamis dan jumat kemarin)
3. Dan sebaliknya..bid di tebalin offer di tipisin begitu offer di caplok lgs bid bisa mendadak hilang..bikin gregetan
4. Hati hati dengan offeran yang dimakan terus oleh F tapi offerannya ga habis habis sehingga sahamnya ga naik .
Setiap habis, di tambah lagi………Habis di tambah lagi………….Itu artinya Big Player alias Bandar lagi nyari perhatian kita kita….Kalo saham mau dimakan oleh Big Player, mereka akan beringasan sekali menyantapnya. Kalo masih mau disisakan buat kita kita alias retail, tebak bandar lagi mau ngapain ?
5. Hati hati dengan guyuran dari 2 atau 3 sekuritas terhadap suatu saham, mungkin saja saham tersebut lagi didistribusi oleh satu Big Player aja, tapi supaya ga ketara, maka di buangnya bisa lewat banyak sekuritas………….Dan berlaku sebaliknya.
6. Apablia close>5MC, apalagi ditunjang dengan volume yg > dari rata2 3 hari terakhir, itu tanda2nya bandar mulai akumulasi barang
Karena apabila closing-price> dari rata2 penutupan 5 hari sebelumnya, itu menandakan bahwa pemiik saham dengan modal rendah, sudah habis, dibeli oleh bandar baru dengan modal yg lebih tinggi!
Dan ini jauh lebih baik apabila ditunjang dengan volume, karena apabila bandar benar2 ingin menaikkan suatu saham, tentunya dia akan membeli dengan volume yg relatif besar, agar dapat melakukan roll-up saham ke atas
Apabila volumenya hanya tipis2, ditakutkan itu kerjaan bandar untuk menipu! Soalnya kalo volumenya tipis( modal kecil) khan gak apa2 kalo dibiarin kecantol diatas, untuk menjebak retail2
Tapi kalo volumenye tebal, berarti khan modal gedhe tuh, wah ,kagak mungkin main2, soalnya kalo beneran kecantol di atas dengan modal gedhe, bisa gawat( resikonya bangkrut atau malah kagak bisa keluar sama sekali,karena volumenya kebesaran)
6. bila open=low bertahan 15-30 menit di opening market, volume udah terkumpul lumayan besar, artinya bandar berniat utk menggoreng saham pada saat itu…. Ini sih ilmu dari om Vierjamal… Tp namanya jg teknikal.. bisa saja false…
7. Gw biasa pake CCI untuk short term, dgn cara mengamati gerigi garis CCI gw bisa tahu dgn mudah mau di goreng besok atau lusa …biasanya akurat jarang sekali meleset…
Baca CCI memang agak rumit karena ada beberapa bagian yg harus di cermati pola-polanya. Ada TLB = Trend Line Break, ada lagi ZLR = Zero Line Reject, ada pola Ghost = Head n Shoulder…
Kalo mau numpang saham small cap pake aja jurus tangan kosong, jgn pake senjata pemusnah massal…tangan menengadah dari sebelah kiri bandar pasti terima dgn senang hati…jgn hajar kanan nanti kita yg disuruh BD buat bandarin alias di guyur… Untuk small cap profit lumayan bisa >30%…
8. GERAKAN HALUS……………….MENANGKAP RETAIL…………….
GERAKAN KASAR ………………MENGUSIR RETAIL………………..
Kalau untuk long term , pake danareksa aja
sahamnya dijadikan serfitikat saham , dan di simpan di rumah,
mengenai deviden akan di kirim oleh emiten ke alamat KTP, atau bisa ditranfer ke acc bank
ngga pusing, (hanya untuk saham yg benar benar long term)
March 8th, 2009 at 4:04 am
volume besar harga ngga gerak= distribusi, volume kecil harga bergerak liar (peluru hampa) = palsu, volume kecil harga turun jauh = BD lagi siap2 akumulasi di bawah..
Akumulasi : side-aways – up-trends
Distribusi : target telah tercapai, reversal (down-trends – side-aways)
bisa beli saham luar negeri juga pak, lewat Interactive Broker http://www.interactivebrokers.com atau amritrade http://www.tdameritrade.com , tinggal buka acc online, fax dokumen2 yg diperlukan,transfer terus dah bisa transaksi, proses kira2 1-2 minggu
March 10th, 2009 at 8:38 pm
1. Saya seneng ngecek vie Reuters atau FT.com (masih genk-nya Reuters juga):
http://www.reuters.com/finance/stocks/overview?symbol=UNVR.JK
http://markets.ft.com/tearsheets/performance.asp?s=unvr%3AJKT&vsc_appId=ts&ftsite=FTCOM&searchtype=equity&searchOption=equity
2. Kalo via site resmi, tgl dividen dicantumkan setelah disahkan oleh RUPS yang membahas dividen tsb. Setahu saya cuma last year dividend dan last dividend payment. Kalo mau lihat history dividen, harus lihat detail ke laporan cash-flow perusahaan setiap tahun.
3. Cek apakah perusahaan punya preferred-stock dan common-stock, atau hanya common-stock saja. Kalau hanya common-stock, dividen / lembar saham sama persis. Kalo preferred stock umumnya lebih besar, bahkan ada yang dapat interest segala (nggak ada aturan baku mengenai perbedaannya). Dalam hal pada perusahaan hanya ada satu jenis saham (common-stock), yang membedakan mayoritas dan minoritas hanya masalah jumlah lembar saham kepemilikannya saja.
4. Keputusan pembagian dividen sekaligus besarannya adalah domain-nya management (kalo tidak ada controlling shareholder), tapi kalo ada controlling shareholder maka keputusan tsb adalah maunya controlling shareholder yang dijalankan oleh management (pura-puranya management yang mengusulkan dan disetujui oleh shareholder via RUPS)).
Waktu perusahaan tsb mau IPO, biasanya di-state dividend policy yang akan diterapkan, misalnya kalau cuan 10 M, maka dividen 25%, dst. Tapi menurut saya, ini cuma gimmick marketing (kayak laki2 kalo mau nge-lamar cewek cakep, selalu janji2-nya manis2), nanti kenyataan di lapangan keputusan apapun di depan bisa dibatalkan dengan RUPS atau RUPSLB, dengan seribu-satu macam alasan tentunya. That’s life.
Satu tambahan lagi: keputusan pembagian dividen itu adalah satu corporate action yang harus benar2 dicermati. Bagi saya, semakin “certain / predictable” jumlah (dalam ukuran persentase) dan waktu pembagiannya (dalam periode 5 tahun lebih), artinya perusahaan tsb semakin baik (semakin transparant); dibandingkan perusahaan yang dividen-nya suka kaget2-an, dalam hal waktu pembagian, dan dalam bentuk besarannya (apalagi kalo deviasinya sampai jauh sekali, misalnya dalam bentuk extraordinary dividen).
Perusahaan yang lagi bikin corporate action bagi2 dividen yang agak nyleneh di luar kebiasaannya tahun2 sebelumnya, patut dicurigai sebagai usaha2 untuk meng-goreng sahamnya ke atas untuk di-distribusi-kan ke retail. Ini hanya pengalaman saja, tidak bisa dibuktikan karena yang distribusi itu mungkin controlling shareholder yang nyaru sebagai public investors di laporan keuangannya. Once again, it is just a money game.
Mudah-mudahan membantu, terima kasih.
April 19th, 2009 at 4:58 pm
Emiten yang baik seharusnya tidak peduli akan fluktuasi harga saham perusahaan. Mereka menjadi pemegang saham mayoritas memang tujuannya untuk ikut ambil bagian dalam bisnis tersebut, fokusnya adalah untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Kalo kinerja perusahaan bagus, labanya naik tiap tahun, otomatis harga saham akan ngikut sendiri. Investor akan happy, selain dapat deviden, saham mereka harganya meningkat.
Itu contoh yang baik, bisa Anda temukan misalnya pada emiten grup Astra. Sekarang kita bicara contoh yang tidak baik.
Bakrie itu sudah terkenal jago Financial Engineering. Sebagai emiten mereka tidak berfokus untuk cari keuntungan dari bisnis di sektor riil, mereka lebih suka cari cuan dari menggoreng harga sahamnya dengan berbagai CA, lewat akuisisi perusahaan ini dan itu. Apa untungnya kalo harga saham naik? Ya antara lain, mereka kan bisa aja REPO saham miliknya. Begitu dapet cash dia akuisisi perusahaan baru, harga saham naik lagi. Akuisisi lagi, pake hutang, bayarnya dikonversi jadi Debt to Equity Swap, dst…
Cara yang kotor untuk berbisnis? Bisa saja anda bilang begitu. Tapi nyatanya investor juga senang tuh, yang penting kan harga sahamnya naik. Buktinya BUMI tetap aja jadi saham sejuta umat.
Cuma hati2 saja, model bisnis seperti ini cepat atau lambat akan memicu bubble. Kalo suatu saat si emiten pengin buyback di harga rendah bisa aja investor dikerjain seperti kasus BUMI, turun dari 8750 ke 385. Intinya kalo mau invest di sini, Anda hanya bergantung kebaikan hati bandar.
Itulah kenapa saya bilang emiten grup Bakrie itu enak banget buat trading, tapi nggak cocok buat invest long term.
Gampangnya gini Pak, saham itu kan ada yang dilepas ke publik, ada juga yang dimiliki oleh emiten. Kalo harga mark to market suatu saham naik, begitu pula dengan nilai saham yang dimiliki emiten itu, otomatis book value dari perusahaan tersebut juga naik. Jadi harga saham berbanding lurus dengan BV.
Soal window dressing, kalo menurut pendapat saya aksi goreng-menggoreng saham itu WAJIB HUKUMNYA. Sebab kalo murni hanya mengandalkan supply and demand, harga tiap saham bakal susah naiknya. Biarpun secara fundamental bagus, tapi kalo jarang digoreng saham itu akan terlihat kurang menarik. Big money bakal malas masuk, lalat2 ijo kaya kita pun ogah mendekat.
About BUMI, menurut saya nggak juga lah, saham ini emang nggak ada matinya. Teman saya ada yang sudah hilang satu Honda All New Jazz di BUMI, tapi tetep aja nggak ada bosan2nya main ini saham. Malah kemarin masih bisa ketawa2 waktu BUMI naik, saya dibego2in gara2 nggak doyan BUMI. Hahaha…
April 24th, 2009 at 12:09 pm
mas nofie terima kasih info ipot utk mahasiswa na.
saya selama ini baru invest di reksadana, denger info di indo premier bisa buka account hnya dgn 2jt (buat mahasiswa) sya jadi tertarik untk mulai invest di bursa. saat ini saya udah punya form pendaftaran di ipot and tinggal proses selanjutnya. sebelum itu, saya mau minta pencerahan dari om2 dsini yang udah terjun duluan ke bursa. sebelum saya main di bursa, saya ingin tanya dulu.
1. apa yang harus perlu saya ketahui? ada saran?
2. apa dengan modal 2jt tsbut bisa mendapat gain? walau katanya yang bgus minimal 100jt.
terima kasih. mohon pencerahannya.
May 4th, 2009 at 2:39 pm
haloo…semuanya
mau minta bantu nich, minta sharing aku niat mau inves di dunia
saham tapi gak tau cara-caranya kayak gimana
siapa tau aja ada mau bersedia memberikan tips yang memudahkan aku untuk ikut serta
trus minta data broker dan sekuritas/option yang terpercaya
aku sangat berharap nich
terimakasih sebelumnya atas bantuannya
please sent to my email
akmal_utsvc@yahoo,com
June 6th, 2009 at 11:49 am
Bung andra emailnya apa
June 6th, 2009 at 11:55 am
yang punya website emailnya apa? dapat data closing terendah darimana ya bales ya
June 8th, 2009 at 6:01 am
Untuk investor, nih cara sederhana yg udah proven.., ngga perlu repot, ngga perlu nonton’in running trade, ngga perlu monitor OB pake BlackBerry, cukup cek chart seminggu sekali dan cari kesibukan lain…., let your money work for you lah… J
Caranya gimana??.., buka aja weekly chart, plot MACD standard, trus ikutin aja signal-signal BUY & SELL-nya.., That’s all !…., semudah itu??? Yes…, as simple as that !
Memang terkadang anda harus beli di atas harga jual anda sebelumnya, ngga apa, tapi anda SELAMAT, itung-itung biaya asuransi dari CRASH……, dan saat ini anda belum boleh jual (assuming anda beli di signal BUY terakhir) MACD-nya masih nga-nga…. Jadi ngga usah pusing IHSG 1600.., tunggu aja cross, baru jual…., nanti kalau cross lagi keatas, meskipun harga sdh lebih tinggi, anda BUY lagi…, begitu seterusnya, Insya Allah anda akan selamat !
My Point.., Gak Usah pusing sama IHSG 1600…, tanya sama yg ngomong alasannya apa? Kalau alasan TEKNIS so far belum ada.., baru DUGAAN aja.., show me kalau memang ada…, Billy kemarin kasih alasannya karena H&S.., gak ada itu !…, satu-satunya yg mungkin bisa dijadikan alasan adalah Elliot Wave analysis…., biasanya si Pengamat Market suka ngomong TEORI El-Wave tuh.., coba tanya sama do’i dan minta chartnya, bener apa ngga?
Kalau alasan lain diluar TA ane gak ngarti dah…, mesti tanya Mbah atau ahli-ahli Fundamental dan Makro…., anyway IHSG 1600 sangat mungkin, tapi ngga usah di pusingin sekarang lah, tunggu signal-nya dulu baru nanti kite bahas……, SIZE kita kan bisa keluar anytime…, beda sama Big Money yg kalau mau keluar musti sikit-sikit…
cara ini hanya suitable for Investor jangka panjang…, strictly bukan buat copet , kalau Cuma dibawah satu tahun sih saya pikir bukan investorlah, tapi Long Haul trader lah…, rit nya bukan Blok M-Tanah abang…, Tapi Medan-Surabaya…., hehe
Investor bukan berarti ngga boleh jual dan tidak butuh TA.., menurut hemat saya, investor tetap harus jual dulu jika ada signal bahaya, tujuannya untuk jaga-jaga agar investasi yg sdh membuahkan hasil tidak amblas lagi karena keukeuh ngga mau jual dulu…, akibatnya kalau terjadi crash, harus mulai dari nol lagi.., J
Jadi kalau menurut saya (belum tentu benar), investor yg baik bukan type BUY & FORGET IT…., tapi harus tetap menjaga investasinya dari waktu kewaktu agar terus berkembang dan terhindar dari bahaya investasi.
Indikator TA tetap dibutuhkan sebagai langkah preventive…, kalau stock picknya tentu kita sepakat pakai FA, No Question about it.., nah kalau beli saham terus dilupakan dan tidak di maintain namanya bukan saving, tapi kebanyakan duit….hehehe …, canda..
June 9th, 2009 at 4:31 pm
Bung Novie
Sekarang baru Juni tapi index sdh melewati 2000, apakah sisa 6 bulan apalagi bila pemilu sukses damai mungkinkah index melonjak lagi keposisi Des 07 ?
Sudah 2 bulan tdk ada artikel baru diblog ini ,aya naon Bung ?
June 17th, 2009 at 5:13 pm
sekedar sharing
salah satu indikator bullish market adalah saat MA 50 GOLDEN CROSS dengan MA 200. jadi kita mainnya di saat BULL aja kalau lagi BEAR, ya masuk kamar, uang masukin deposito, gak usah main saham duduk diem, alias duduk manis aja, jadi:
1. MA 50 dan MA 200 udah harus GOLDEN CROSS DULU (jadi udah confrim long term bulish)
2. buat jangka pendek, setelah MA 50 dan 200 GC, pakailah Ma 5 dan 20 atau 5 dan 15 atau 15 dan 20, terserah yang mana aja sebagai entry point.
jadi tetap harus MA 50 dan MA 200 udah golden cross dulu, barulah indikator yang lain dipakai.
sehingga kalaupun short term harga koreksi, selama tidak tembus ke bawah MA 50, harga akan cenderung naik (teorinya sih gitu)
MA berubah setiap hari, makanya itu MA juga dapat dipakai sebagai pendeteksi trend, misalnya BEI saat ini MA50 nya terus naik, berarti jika BEI koreksi, maka SUPPORT atau titik beli yang bagus ada di MA 50.
June 23rd, 2009 at 11:40 pm
Get Ready for RIMM, FCX, POT, MOS
Insider trading: ETCF
get filter : MA(50) crossed above MA(200)
JOIN >> Training Saham <<
August 25th, 2009 at 12:35 am
Walhasil, lihatlah di layar kaca anda apa program2 yang ratingnya tinggi?
August 25th, 2009 at 12:36 am
, saham itu kan ada yang dilepas ke publik, ada juga yang dimiliki oleh emiten. Kalo harga mark to market suatu saham naik, begitu pula dengan nilai saham yang dimiliki emiten itu, otomatis book value dari perusahaan tersebut juga naik.
September 6th, 2009 at 3:20 am
Bwt yg lg berenang di saham, tujuan nyemplung di saham hrs di 2 jalur:
November 22nd, 2009 at 5:33 pm
dear all,
bila ada yg berminat investasi saham.bisa hubungi saya di r1cxy@yahoo.com
saya akan ajarkan langkah demi langkahnya mulai dari buka account sampai bisa trading sendiri di rmh.
terima kasih.
December 24th, 2009 at 8:25 am
saham itu kan ada yang dilepas ke publik,
March 6th, 2010 at 11:52 am
AXA Mandiri Financial Services
Berdiri sejak Desember 2003 dan merupakan joint venture dua perusahaan besar yaitu bank terbesar di Indonesia, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk dan asuransi terbesar di dunia AXA Group. Bergerak di bidang bisnis bancassurance, AXA Mandiri memiliki nasabah lebih dari 265.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.Untuk memberikan pelayanan yang terbaik, AXA Mandiri didukung lebih dari 1000 Financial Advisor yang tersebar di 700 cabang Bank Mandiri di sepuluh wilayah.Dengan visi untuk menjadi perusahaan penyedia layanan keuangan dan manajemen kekayaan no.1 di Indonesia. dengan kategori aset diatas 1 sampai dengan 5 triliun rupiah, serta predikat SANGAT BAGUS dari Majalah InfoBank dengan kategori aset di atas Rp 1 triliun.
PRODUK : Mandiri Rencana Profesional, Mandiri Rencana Keluarga, Mandiri Rencana Pendidikan Mandiri Rencana Emas, Mandiri Jiwa Sejahtera, Mandiri Protection, Mandiri Hospital Saving, Mandiri Income Replacement, Mandiri Rencana Sejahtera Syariah.
Contoh : #Anda Menabung Uang sebesar Rp. 50.000.000,- dalam tempo waktu 5 Tahun ( Tabungan bisa ditarik sewaktu-waktu )
AXA Mandiri memberikan jaminan atas uang anda yang di tabung akan berkembang menjadi minimal 18%/Tahun #Rp. 50.000.000,- X minimal 18%/Tahun = minimal Rp. 9.000.000,-/Tahun
Minimal Rp. 9.000.000,- X 5 Tahun = minimal Rp. 45.000.000,-
Total Rp. 50.000.000,- + minimal Rp. 45.000.000,- = minimal Rp. 95.000.000,- ( Pada Tahun ke-5 )
*Uang Tabungan anda bisa ditarik sewaktu-waktu ( Flexibel ) yang dijamin oleh LPS dan fasilitas lainnya oleh Bank Mandiri
* Info lengkap hubungi staff agen customer sevices kami Up. Mr. Ferdy di +62 341 9262769 , mobile phone : +62 856 4984 2128,,
March 6th, 2010 at 11:52 am
AXA Mandiri Financial Services
Berdiri sejak Desember 2003 dan merupakan joint venture dua perusahaan besar yaitu bank terbesar di Indonesia, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk dan asuransi terbesar di dunia AXA Group. Bergerak di bidang bisnis bancassurance, AXA Mandiri memiliki nasabah lebih dari 265.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.Untuk memberikan pelayanan yang terbaik, AXA Mandiri didukung lebih dari 1000 Financial Advisor yang tersebar di 700 cabang Bank Mandiri di sepuluh wilayah.Dengan visi untuk menjadi perusahaan penyedia layanan keuangan dan manajemen kekayaan no.1 di Indonesia. dengan kategori aset diatas 1 sampai dengan 5 triliun rupiah, serta predikat SANGAT BAGUS dari Majalah InfoBank dengan kategori aset di atas Rp 1 triliun.
PRODUK : Mandiri Rencana Profesional, Mandiri Rencana Keluarga, Mandiri Rencana Pendidikan Mandiri Rencana Emas, Mandiri Jiwa Sejahtera, Mandiri Protection, Mandiri Hospital Saving, Mandiri Income Replacement, Mandiri Rencana Sejahtera Syariah.
Contoh : #Anda Menabung Uang sebesar Rp. 50.000.000,- dalam tempo waktu 5 Tahun ( Tabungan bisa ditarik sewaktu-waktu )
AXA Mandiri memberikan jaminan atas uang anda yang di tabung akan berkembang menjadi minimal 18%/Tahun #Rp. 50.000.000,- X minimal 18%/Tahun = minimal Rp. 9.000.000,-/Tahun
Minimal Rp. 9.000.000,- X 5 Tahun = minimal Rp. 45.000.000,-
Total Rp. 50.000.000,- + minimal Rp. 45.000.000,- = minimal Rp. 95.000.000,- ( Pada Tahun ke-5 )
*Uang Tabungan anda bisa ditarik sewaktu-waktu ( Flexibel ) yang dijamin oleh LPS dan fasilitas lainnya oleh Bank Mandiri
* Info lengkap hubungi staff agen customer sevices kami Up. Mr. Ferdy di +62 341 9262769 , mobile phone : +62 856 4984 2128 ..,..
July 28th, 2010 at 5:04 am
saham itu kan ada yang dilepas ke publik