Blog Sudah Mati?
March 21st, 2009 | Uncategorized“Blog sifatnya hanya tren sesaat… Itulah yang tidak saya sukai dari blog. Blog tidak bertanggung jawab, bahkan blogger itu tukang tipu.”
—-Roy Suryo [source]
Teman saya pernah mengutarakan kritiknya, “Kalau semua orang ngomong, trus siapa yang mau dengerin?” Katanya, “Kalau semua orang ngeblog, lantas siapa yang mau baca?” Awalnya saya kurang ngeh dengan komentar itu, tapi lama-lama saya pikir ada benarnya juga. Sekarang siapa saja bisa bikin blog. Jumlah blog di Indonesia juga sudah segitu banyak. Mungkin blog sudah mendekati titik jenuh (saturation level).
Life-Cycle Blog

Perhatikan gambar di atas. Secara umum, adopsi suatu produk inovasi bisa digambarkan seperti S-curve di atas. Awalnya penetrasi suatu inovasi terjadi secara sangat lambat, namun kemudian mengalami pertumbuhan secara eksponensial. Sesampainya di puncak kurva, penetrasi inovasi kemudian bergerak dengan relatif datar dan stagnan.
Sekitar tahun 1993, blog dimulai oleh para IT geek yang membuat kumpulan link di sela-sela kesibukan mereka. Istilahnya, technology enthusiasts. Merekalah innovator yang mengenalkan blog pertama kali karena secara teknis membuat blog di masa itu membutuhkan kemampuan programming yang tidak gampang. Di masa itu, NCSA yang kemudian diikuti Netscape meluncurkan “What’s New” yang berisi kumpulan link ke situs-situs tertentu.
Kemudian, blog mulai diadopsi oleh para jurnalis, orang yang memang membutuhkan platform untuk mempublikasikan opini mereka. Bisa dibilang merekalah early adopter di bidang ini. Tentu para kolumnis itu belum jauh-jauh dari topik seputar IT. Kalau Anda masih ingat, di tahun 1997 Dave Winer meluncurkan Scripting News, yang kemudian merilis software blog publishing yang disebut Manila dan Radio Userland. Di tahun yang sama, Slashdot juga membuka jalur blog berita mereka.
Pertumbuhan yang cukup signifikan mungkin terjadi di tahun 1999. Brigitte Eaton meluncurkan Eatonweb Portal yang berisi kumpulan blog di masa itu. Metafilter juga lahir di tahun yang sama. Penyebab dari ledakan jumlah blog adalah mulai bermunculannya aplikasi blog seperti Pitas dan Blogger (diluncurkan oleh Pyra). Penetrasi blog makin gencar di awal dekade 2000. Aplikasi blog mulai bermunculan, misalnya Greymatter, Livejournal, MovableType, B2/Cafelog (sebelum menjadi Wordpress), dan masih banyak lagi.

Namun, menurut saya, sejak 3-4 tahun lalu penetrasi blog sudah masuk ke fase late adopters. Orang-orang yang konservatif ikut masuk. Misalnya, ibu-ibu rumah tangga atau pelajar sekolah yang mungkin tidak terlalu membutuhkan blog ternyata ikut-ikutan terjun dalam aktivitas blogging. Hal ini bisa dimaklumi karena aktivitas blogging makin mudah dan pilihan juga makin banyak. Blogger (yang kemudian mengakuisisi Blogspot, lalu dibeli oleh Google) terus menyempurnakan fitur bloggingnya. MovableType juga meluncurkan Typepad yang diikuti pMachine yang membuat Expression Engine. Wordpress juga ikut meluncurkan wordpress.com. Selain itu, photo-blogging, podcasting, dan video-blogging juga kian marak.
Terakhir, blog diadopsi oleh para laggards, golongan yang sesungguhnya justru skeptis terhadap inovasi. Mereka adalah orang yang sama sekali tidak punya urusan dengan blog, namun terpaksa mengadopsi blog agar tidak ketinggalan jaman. Misalnya, para caleg yang berkampanye dengan blog, menteri dan aparat pemerintahan, atau artis yang sebelumnya tidak pernah bersentuhan dengan teknologi.
Blog Hanya Tren Sesaat?
Beberapa waktu lalu, ketika Roy Suryo mengklaim bahwa blog hanya tren sesaat, (hampir) semua orang protes. Tapi kalau kita lihat sekarang, to some extent, apa yang dikatakan Mas Roy ada benarnya juga. Secara jumlah, mungkin ada ratusan ribu blog di Indonesia. Namun tak banyak yang masih kontinu dan rajin mengupdate informasi di blognya.
Salah satu aggregator besar blog Indonesia, Merdeka.or.id, sudah wafat. Mas Budi Putra, sudah tidak menulis sejak November tahun lalu—-sama seperti Mas Pujiono. Bung Priyadi malah sudah hiatus sejak Juni tahun lalu. Bung Enda juga sudah jarang menulis posting seperti dulu, melainkan hanya sebatas kumpulan link saja. Di kalangan selebritis, si gigi kelinci juga makin jarang menulis.
Layanan blog lokal seperti Dagdigdug, Blogdetik, Kompasiana (Kapanlagi dan Seleb.tv untuk para artis) memang sempat menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Namun faktanya, antusiasme itu tak pernah bertahan dari beberapa bulan saja. Dari beberapa blog yang saya subscribe via Google Reader, makin sedikit yang rutin melakukan update. Mungkin hanya Pak Budi Rahardjo yang punya banyak blog dan masih terus aktif hingga sekarang. Nama-nama besar seperti Ndoro Kakung, Paman Tyo, Iman Brotoseno, adalah segelintir yang masih terus eksis ngeblog.
Dengan makin maraknya internet business, tak sedikit juga blog yang mungkin tetap update namun dikomersilkan secara asal-asalan. Blog, yang harusnya user-centered content, menjadi penuh dengan blok-blok iklan. Selain mengganggu pandangan, loading time untuk membuka blog jadi jauh lebih lambat. Posting yang tadinya bermutu menjadi bercampur aduk dengan tulisan-tulisan paid review tak jelas. Yang dulunya punya jalan terang benderang menjadi belok entah kemana.
Apa penyebabnya? Alasan pertama, menurut saya, mengelola blog jelas perlu semangat dan motivasi tinggi. Kalau pemiliknya tak punya modal spirit untuk menulis dan berbagi, jelas blog susah bertahan hidup. Alasan kedua, blog akan digantikan oleh produk inovasi lain yang lebih menarik, misalnya: Facebook, Twitter, Plurk, atau produk-produk inovasi lain.
Apa Blog akan Punah?
Yang namanya inovasi, ada yang langsung punah, ada pula yang tetap bertahan. Begitu ponsel diluncurkan, pager lalu dilupakan. Begitu CD dikenalkan ke pasar, disket langsung ditinggalkan. Tapi ada pula produk inovasi yang tetap bertahan. Printer dot-matrix di Indonesia, misalnya, walaupun sudah tergantikan printer laser dan inkjet, malah tetap eksis dan punya pangsa pasar tersendiri: wartel dan warnet.
Kelemahan tipikal blogger adalah bahwa bloggers pop off instantly about everything. Manusia secara umum punya kompetensi tertentu yang unik namun terbatas. Kalau kita memaksakan diri menulis sesuatu yang di luar kompetensi kita, hasilnya sama seperti memaksa Tom Hanks bermain film komedi. Alangkah lebih baik kalau blog kita berfokus pada circle of competence kita saja. Salah satu contoh bagus misalnya Nguping Jakarta atau Dongeng Geologi.
Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah readership. Blogger seharusnya hanya boleh mengabdi kepada Tuhan dan pembacanya. Tidak ada masalah kalau blog ingin digarap secara komersil, namun bagaimanapun juga kepentingan pembaca harus tetap diutamakan. Percuma punya blog dengan sejuta tulisan bagus tapi tak ada yang mau membaca.
Menurut saya, blog masih merupakan salah satu media pertukaran informasi yang sangat efektif. Blog bukan tren sesaat, tapi euforia blog adalah tren sesaat. :)
March 24th, 2009 at 2:53 pm
March 27th, 2009 at 12:38 pm
May 18th, 2009 at 9:03 am
May 18th, 2009 at 9:04 am
July 3rd, 2009 at 12:27 pm
September 14th, 2009 at 6:16 pm
Comments
March 21st, 2009 at 11:03 pm
March 21st, 2009 at 11:04 pm
hype tentang matinya blog tak beda dengan hype waktu semangat-semangatnya. Mungkin karena ledakan pertumbuhannya yang melambat kemudian euforianya berbalik arah. Komunikasi tak akan mati, cuma cara-caranya yang datang dan pergi. Akhirnya riak airnya akan hilang, tapi airnya akan tetap ada. * doh malah jadi ngomong ga jelas, hihihi :D *
March 21st, 2009 at 11:21 pm
Baru sadar kalo ternyata PERTAMAX (gak penting :-D )
Mana tag BLOCKQUOTE-nya salah nutupnya lg. Sekarang saya akan nge-quote dengan benar:
Itu quote dari Andry Husain bukan sih?
Btw saya juga pernah posting yg mirip di Blog Dibunuh Micro-Blog???
March 21st, 2009 at 11:40 pm
Salam
heh berasa kesindir juga, waktu lagi euforia ngeblog bisa update kek ga ada hari esok, makin sini makin melempem, tp klo dibilang mati keknya engga kali ya Mas, secara masih banyak yang hobby nulis meski biasanya moodnya turun naik, boleh jadi krn kesibukan lain atau lagi “block writter” mungkin.
March 22nd, 2009 at 9:01 am
di satu sisi, saya membenarkan pendapat RS, tapi di sisi lain saya seperti ingin buat resistensi, makanya saya tetep ngeblog walau merdeka.or.id dah mati ;)
March 22nd, 2009 at 9:35 am
Baru sadar kalau Pujiono sudah nggak update. Saya biasa baca lewat Merdeka soalnya :)
Blog belum mati sih. Mungkin mati suri :)
March 22nd, 2009 at 10:19 am
mungkin betul juga, tapi menurut saya ini hanya seleksi alam dan akan memunculkan kualitas suatu saat nanti…lagipula blogger-blogger baru juga banyak bermunculan apalagi blog-blog corporat seperti kompasiana :D
March 22nd, 2009 at 10:28 am
saya blogger abal-abal minum obat… dulu sehari bisa posting 3 kali… tp skarang jadi jarang posting… gara2 emang udah mulai jenuh plus kantor ga ada internet huuuuuuu…
March 22nd, 2009 at 12:06 pm
Saya malah tertarik sub headernya mas Nofie Iman :
So, keep writing, apakah itu di blog atau di media apapun..terlepas dari prediksi life cycle aktivitas blogging yang (mungkin) sudah di fase mature.
March 22nd, 2009 at 2:19 pm
Yang saya salut dari blognya Pak Nofie adalah beliau ga terpengaruh ikut-ikutan masang iklan di blognya :twothumbsup:
March 22nd, 2009 at 4:35 pm
tulisan yang sangat menarik–seperti tulisan2 mas nofie yg lain.
seleksi alam akan berlaku pada siapapun atau apapun, termasuk blogging. yg bertahan menunjukkan sejatinya yg punya blog. yg sekedar ikut2an jaman akan tertelan waktu.
keep writting, mas nofie!
March 23rd, 2009 at 2:35 am
@Mustov, saya juga nggak masang iklan. What’s the point? :)
March 23rd, 2009 at 8:17 am
Yup bener banget. Kalo menurutku blog tidak akan punah selama belum ada teknologi yang melebihinya.
March 23rd, 2009 at 10:05 am
klo menurutku blog itu gak mati, cuman pingsan.
krn org males mbaca blog yg panjang2, lbh suka mainan plurk ama facebook :D
March 23rd, 2009 at 10:10 am
wahh.. gue masuk early majority.. kirain early adopter :)
March 23rd, 2009 at 10:32 am
Semua yang tidak dikelola dengan baik dan serius, pasti akan musnah :)
March 23rd, 2009 at 11:03 am
lalu apa konsekuensinya?
bagi blogger pengelola/penulis? bagi pembaca?
bukankah dari sisi menuliskannya, penulis tdk merasa percuma… :)
March 23rd, 2009 at 11:15 am
kl aku g peduli sih mau d baca apa gak. aku nulis krn emang pgn nulis. ngeblog emang krn pengen. kl lg g pengen ngeblog, ya blog walking aja. aku sendiri kadang malah males mampir k blognya para selebblog(kl emang ada istilah ini) lebih suka mampir ke blog yg biasa aja krn dr situ kita bisa belajar dr pengalaman org lain dg cr yg lebih simple
March 23rd, 2009 at 12:41 pm
Hehehe Mas Iman bisa aja.
Ada satu catatan saya yang terpeting adalah jangan meratapi kematian, tetapi bagaimana mengisi kehidupan.
http://tempe.wordpress.com/2009/03/23/jangan-meratapi-kematian-tetapi-bagaimana-mengisi-kehidupan/
March 23rd, 2009 at 9:00 pm
Jadikan ngeblog sebagai hobi aja. Nulis kalau pingin kalau nggak ya nggak usah di paksaain.
March 24th, 2009 at 2:58 pm
Euforia ngeblog itu trend sesaat? Hehehe….saya juga memperhatikan sekarang teman2 blogger lebih banyak berinteraksi di microblog dan facebook. Banyak teman (termasuk saya) ya memang dimanjakan dengan inovasi yang ditawarkan kedua layanan baru ini.
Pada akhirnya, akan terjadi seleksi alam. Mana blogger yang terjebak euforia sesaat dan mana yang konsisten (dan menikmati) ngeblog.
March 25th, 2009 at 8:15 am
Nice thoughtfull pak,…Memang pada dasarnya akan kembali ke orang orang ybs,..saya memang tidak percaya blog akan mati. Selalu ada orang yang baru, orang yang menulis dan mengisi …bagaimanapun juga blog bukan menjadi trend. Blog kedepan akan menjadi bagian dari kehidupan media.
March 27th, 2009 at 8:41 am
wah wah… para blogger pencari recehan dari ads… siap siap buat ramalan eh lamaran…
March 27th, 2009 at 12:19 pm
Setuju. Eforianya sesaat. Dan blog, sebagai penerbitan pribadi dan sekaligus bagian dari konversasi digital, telah mengalami pengayaan bentuk. Intinya sih masih berbagi, dan salranya meluas dari Twitter, Tumblr, Plurk sampai Facebook Notes. Dari sana, tahap berbagi, akan mengalr ke tahap bekerja sama (tentu tak untuk semua hal).
Bagi saya pribadi, blog adalah sarana menumpahkan lamunan tanpa terlalu mengganggu orang. Kalau semua lamunan saya tumpahkan secara lisan, oh kasihan orang lain yang jadi pendengar. Nah, blog juga menjadi dokumentasi dari tumpahan lamunan saya. :D
March 27th, 2009 at 12:21 pm
maaf, nge-junk. silakan dihapus jika mengganggu. blog itu tren sesat atau sesaat? :D
http://ceritakaos.com/2008/04/15/kaos-ngeblog-tren-sesat/
March 27th, 2009 at 3:48 pm
provokasi yang keren. aku jadi teringat diskusi tentang matinya radio ketika tv muncul. lalu matinya suratkabar ketika internet muncul. dan sekarang matinya blog ketika media sosial lain muncul. rupanya ramalan itu belum terbukti semua hingga sekarang. mungkin sepuluh tahun lagi. atau lebih.
March 27th, 2009 at 11:05 pm
Saya termasuk yang jarang blogwalking. Somehow saya akhirnya terdampar disini… dan “DUG” [kaget...]. Ini pertama kalinya saya menemukan diskusi yang mayoritas mengatakan blog sudah mati [mati suri].
Blog Mati?
Di awal 2009 kemaren saya membaca data statistic blogging trend di technorati, data statisticnya menunjukkan, trend blogging malah naik. Hany saja….
Hanya saja, iya sudah banyak mengalami transformasi, traditional blogging sudah baik itu flatformnya [dari traditional flatform: WordPress, TypePad, Blogger, dll ke technology Web 2.0 macam twitter, dkk] maupun bentuknya, dari interaksi 2 arah [author vs reader] ke bentuk social media [facebook, friendster, dkk].
Banyak Top Blogger Mulai Tidak Update?
Setahu saya setgodin, lifehacker, techcrunch, boeing-boeing dan lain2-nya makin rame aja tuh posting-nya. Dari “quantcast” [bukan alexa], saya menemukan trend pengunjung mereka [reader-nya] tetap naik juga.
Mengapa Banyak Blog Indo Mati?
Pertama, saya belum brani menyatakan setuju dengan statement mati [bahkan menurun] tanpa reasearching terlebih dahulu [takut menyesatkan orang, dosa]. Saya lebih tertarik berpikir tentang mengapa banyak blog indo [jika tulisan ini sudah didahului oleh reaserach yg cukup] mati? Menurut saya mayoritas karena:
[-]. Sejak awal, blog yg spt itu memang motivasinya tidak jelas, alias asal bikin blog. Akibatnya? Cepat kehabisan topic [kering ide, dll].
[-]. Topic-nya tidak terfocus, menyebar [bhs jermannya "mleber"] kemana-mana. Hari ini posting tentang politic, besok tentang music, lusanya tentang saham, tiga harinya tentang kitanan anak tetangga, empat harinya tentang etiket di kantor.
Kecuali, author-nya adalah celebrities terkenal [dewi sandra, atau Yusril Ihza Mahendra, Tukul Arwana, dll] boleh jadi akan tetap dibaca orang, sehingga pada akhirnya author akan terus antusias untuk menulis. Jika tidak, maka akan timbul putus asa, malas nulis lagi, merasa sia-sia menulis.
Blog Seperti Apa yang Tetap Hidup?
[-] Yang direncanakan dengan baik
[-] Yang memiliki thema [topic] yang terfocus
[-] Yang di urus dan dimaintenance dengan baik
[-] Yang menyajikan info yang berguna [entah itu mendidik, mengajarkan suatu skill tertentu, atau menghibur alias kocak].
[-] Yang menyajikan solusi terhadap suatu masalah tertentu yang dihadapi oleh pengunjungnya.
Jika tidak memenuhi kriteria itu, saya yakin blog itu tidak akan panjang umurnya.
Salam,
March 28th, 2009 at 12:34 am
Saya termasuk yang jarang blogwalking. Somehow saya akhirnya terdampar disini… dan “DUG” [kaget...]. Ini bukan blog indo pertama kalinya saya membaca diskusi tentang blog sudah mati atau mati suri?.
Blog Mati?
Di awal 2009 kemaren saya membaca data statistic blogging trend di technorati, data statistiknya tidak menunjukkan trend blogging itu menurun. Hanya saja, iya sudah banyak mengalami transformasi, traditional blogging sudah berubah; baik itu flatformnya [dari traditional flatform: WordPress, TypePad, Blogger, dll ke technology Web 2.0 macam twitter, dkk] maupun bentuknya, dari interaksi 2 arah [author vs reader] ke bentuk social media [facebook, friendster, dkk] yang yang dilengkapi dengan feature berbagi yang lebih mudah.
Banyak Top Blogger Mulai Tidak Update?
Setahu saya setgodin, lifehacker, techcrunch, boeing-boeing, bahkan penelope trunk dan lain2-nya makin rame aja tuh posting-nya. Saya prihatin mengetahui top blogger indo [walopun saya tdk kenal] banyak yg tdk update lagi.
Mengapa Banyak Blog [khususnya indon] Mati?
Menurut saya mayoritas karena:
[-]. Sejak awal, blog yg spt itu memang motivasinya tidak jelas, alias asal bikin blog. Akibatnya? Cepat kehabisan topic [kering ide, dll].
[-]. Topic-nya tidak terfocus, menyebar [bhs jermannya "mleber"] kemana-mana. Hari ini posting tentang politic, besok tentang music, lusanya tentang saham, tiga harinya tentang khitanan anak tetangga, empat harinya tentang etiket di kantor. Kecuali, author-nya adalah celebritiest terkenal [dewi sandra, atau Yusril Ihza Mahendra, Tukul Arwana, dll] boleh jadi akan tetap dibaca orang, sehingga pada akhirnya author akan terus termotivasi untuk menulis. Jika tidak, maka akan timbul putus asa, malas nulis lagi, merasa sia-sia menulis.
[-]. Tidak sanggup lagi bayar hosting [upgrade bandwidth], mulai merasakan benefit yang diperoleh tdk seimbang dengan beban biaya yang harus ditanggung.
Blog Seperti Apa yang Tetap Hidup?
[-] Yang direncanakan [+bermotivasi] dengan jelas
[-] Yang memiliki tema [topic] yang terfocus [entah hobby atau kompetensi] dan bisa dipertanggung jawabkan
[-] Yang di urus dan dimaintenance dengan baik
[-] Yang menyajikan info yang berguna [entah itu mendidik, mengajarkan suatu skill tertentu, menyediakan referensi yang bermanfaat, atau menghibur alias kocak, bukan 'ME-ME' blog!].
[-] Yang menyajikan solusi terhadap suatu masalah tertentu yang dihadapi oleh pengunjungnya.
Iklan?
Perkara nanti jadi beriklan, mestinya tidak masalah, asal tidak obstrutive [mengganggu dan merugikan], ditempatkan secara rapi, dan bisa mengukur antara kontribusi [mutu informasi] yg disajikan, dengan gangguan iklan yang ditimbulkan. Sama halnya dengan telivisi [media lainnya] banyak iklannya, toh tetap kita tonton.
Saya termasuk yang pasang iklan [buat bayar hosting, bandwidth, dll], karena saya sadar saya bukan Setgodin atau Guy Kawasaki yang punya financial yang cukup mapan untuk membiaya hobby blogging saya. Dan saya tidak mau blog saya mati suri dengan konyol karena idealisme nalar yang [maaf] ” naif “.
Added:
Jumlah Komentar = Jumlah Reader?
Komentar hanya salah satu indikator kasar. Tergantung topic dan issue yang diangkat. Jika blog yg dimaksudkan untuk me-”provocate” [dalam artian positif], mungkin iya. Tidak lucu judulnya begitu dahsyat, tapi “No comment just yet”. Tapi untuk topic-topic tertentu, banyak silent reader-nya dan hanya bisa tahu kalau baca statistic secara detail, berapa lama beratahan di blog? berapa lembar halaman yg dilihat per pengunjung [page view]? berapa ‘bounce back’ rate-nya? dll.
Jika tidak memenuhi kriteria itu, jika pemilik blog tidak tahu [tidak pengen tahu] aspek2 seperti itu, niscaya blog tidak akan panjang umurnya dan meng-endorse stereotip bahwa blogging adalah trend sesaat atau bahkan, blogger adalah penipu, tidak bertanggung jawab, dan stereotip ‘GEGABAH’ lainnya. Hidup blogging ah!
Cheers,
March 29th, 2009 at 5:42 am
Nah, untuk itu harus ada yang tetap nulis dan tetap eksis, seperti http://nofieiman.com ini. Pasti blog nggak akan mati
March 29th, 2009 at 11:40 am
betul mas… setuju…
March 30th, 2009 at 10:12 am
Nge-blog sepertinya justru selalu tentang listening. Ngomongnya cuma sekali saja, yakni waktu menulis. Sisanya mendengar dari sekitar. Membaca dari sekitar :). Kalau tidak mendengar dan membaca, niscaya susah berpikir dan ujungnya tidak bisa ngomong :D
April 1st, 2009 at 10:01 am
Blog + Go jadi “GOBLOG”
April 2nd, 2009 at 1:24 am
tergantung yg bikin blog kalee
klo pinter and cukup “sosialita” gk bakal mati
namanya jg tulisan, banyak sedikit reader gk bs dijadikan acuan mutu tidaknya blog
lha klo writer & readers sama2 GO-blog gmn coba…. :p
:D :D :D
April 2nd, 2009 at 9:56 pm
mudah-mudahan mas iman tetep semangat nulis..karena selalu banyak yang nunggu..ok mas
April 5th, 2009 at 7:59 pm
hahaha…jadi malu…saya kan ngeblog biar ada aja query nama saya di googlesearch…hehehe….maap ya om…
April 9th, 2009 at 10:09 pm
wah kalo saya sih ngeblog hanya untuk sharing dan sarana belajar aja…ga peduli apakah itu tren sesaat atau bukan…..
April 10th, 2009 at 3:52 pm
di antara yang mati…masih ada yang hidup…..diantara yang buruk…masih ada yang bagus…..”harapan itu….masih ada….” hehehe….
April 14th, 2009 at 1:19 am
Benar mas, saya setuju. Jumlah blog terus bertambah setiap hari namun jumlah blog yang berkualitas juga semakin menurun. Apalagi dengan banyaknya program-program referall dan PPC, PPV atau sejenisnya makin menkomersialkan blog tersebut.
Namun masih ada harapan walaupun kecil. Umumnya blog-blog Indonesia hanya sedikit yang benar-benar fokus terhadap 1 tema.
April 16th, 2009 at 3:10 pm
Ini tulisan sesa(a)t..!
hehehe..
April 17th, 2009 at 10:46 am
blog hanya salah satu dari banyak tool, sehebat apakah sebuah tool? … nilai bantu manfaat bagi lingkungan sekitarlah yang akan secara otomatis mengujinya dan memposisikannya (disini teknologi dan inovasi berperan). YANG TERPENTING adalah bukan toolnya, tapi seberapa besarkah manfaat diri ini bagi lingkungan sekitar kita?
* antara pensil dan bulpen sebagai tool punya manfaat dengan definisi tersendiri
April 18th, 2009 at 1:47 am
Selama blog bisa dicari di Google, pasti akan ada peluang untuk terbaca, asal materinya unik. Ibarat diversifikasi media, toh tulisan bisa saja 1, tapi posting di mana-mana: mailing list, facebook, dan web blog. Intinya blog sebagai wahana memperluas media sangat baik, dan semangat untuk menulis itu tetap harus dijaga. Apalagi ada Windows Live Write yang sangat membantu proses copy + paste ini.
April 18th, 2009 at 3:01 pm
Pada akhirnya membangun blog yang bagus memang bukan sprint, namun sebuah marathon.
Saya optimis Blog Strategi + Manajemen akan tetap punya peluang untuk eksis dalam jangka yang cukup panjang.
May 3rd, 2009 at 10:27 am
sebenernya emang bener. gua juga ngerasain trend nge-blog udah nurun banget. kebanyakan anak2 blog banyak yg pindah ke facebook misalnya, dulu waktu friendster ngetop, banyak juga yg nulis disana. tapi gua tetep lebih seneng di blog macem wordpress aja, lebih nyaman. gua juga ngalamin masa2 bosen nge-blog, tapi karna menulis itu pada dasarnya adalah kebutuhan, ketika kebutuhan itu muncul kembali, akibatnya ya kembali menulis. ini gua justru lagi mau kembali nge-blog .. hehehe. lumayanlah tetep aktif dari desember 2001 sampe skarang. dari jaman kuliah masih jomblo, sampe ke jaman kerja begini & punya istri, tetep aktif. meski ga sesering dulu tiap posting sih.
May 5th, 2009 at 3:12 pm
jangan putus asa melihat saingan dari blog….
tetep berkarya aja lewat blog…
salam blogger…:D
May 9th, 2009 at 10:37 am
menurut gue lebih cepet mati itu si FB.dua bulan aja udah ngebosenin.
May 10th, 2009 at 9:05 pm
bener banget, FB tuh njlimet! banyak tetek bengeknya, masih lebih simple myspace, klo menurutku sih.
May 16th, 2009 at 10:14 am
kalo menurut saya. blok masih akan dipake… cos masih banyak yang butuh juga!! :D
May 26th, 2009 at 9:54 am
Blog itu sebagai media penyampai informasi entah untuk diri sendiri ataupun orang lain, saya gunakan blog untuk referensi tulisan saya sendiri, kalau-kalau ada yang menarik dan mengenangkan saya pada suatu hal, pokoknya yang penting nulis aja, buktinya saya pernah melihat orang koleksi diary sampai berbuku-buku, toh dia nulis bukan untuk cari uang tapi untuk kepuasan sendiri, manusia itu mempunyai pemikiran yang bebas cuma satu masalahnya inkonsistensi, intinya jangan hanya banyak baca tapi menulislah karena masih banyak blog yang cuma hanya Copy-paste dan kasih informasi yang ga utuh, ibarat ngasih uang seribu perak tapi uangnya hanya setengah itu kan jadi ga penting. Cheers
May 30th, 2009 at 1:49 pm
blog nya mas anang belum disebutkan : http://anangku.blogspot.com
sekali lagi ini tulisan yang menarik, ya memang benar sekarang banyak blog2 yang terlantar
June 13th, 2009 at 7:23 am
Blog bukan tren sesaat, tapi euforia blog adalah tren sesaat. :)
setuju, blog akan selalu digunakan meski saingan nya semakin inovatif…
July 24th, 2009 at 3:14 pm
saol güzel bi çalışma olmuş
August 5th, 2009 at 7:46 pm
blog dan blogger mati bersama pencipta password dan domain -nya
September 9th, 2009 at 5:57 am
Namun masih ada harapan walaupun kecil. Umumnya blog-blog Indonesia hanya sedikit yang benar-benar fokus terhadap 1 tema.
September 9th, 2009 at 6:00 am
Kalau semua lamunan saya tumpahkan secara lisan, oh kasihan orang lain yang jadi pendengar. Nah, blog juga menjadi dokumentasi dari tumpahan lamunan saya. :D
October 9th, 2009 at 8:28 am
semoga blog saya tidak mati..
October 9th, 2009 at 12:35 pm
Lalu bagaimana dengan saya pak ,lagi belajar ngeblog dan membangun usaha online untuk dapat duit, what must I do, I am late or what.
October 20th, 2009 at 11:19 pm
Menurut saya blog masih berumur panjang, soalnya walau semua pemilik blog, tapi seseorang pasti membaca informasi di blog orang lain.
Seperti saya, dalam sebulan saya paling 1 atau 2 kali posting di blog saya, tapi dalam sehari saya bisa berkunjung ke beberapa blog unntuk membaca informasi.
Sebenarnya orang ke dunia maya karena ingin mendapatkan informasi, jadi selama blog menyediakan informasi yang berkualitas alias bermutu, ia tidak akan mati.
Saya agak skeptis dengan FB, walau sekarang penggunanya sudah lebih dari 200 juta, tapi informasi yang tersaji rata-rata pendek, dan dapat dikatakan bersifat pribadi, atau coretan, atau sekedar cetusan perasaan dsb.
Justru blog yang akan berumur panjang (pendapat saya :) )
salam
October 23rd, 2009 at 1:20 am
makanya saya tetep ngeblog walau merdeka.or.id dah mati ;)
December 14th, 2009 at 1:08 pm
lets wait and see,,,