Bank dan Ekonomi Kapitalis yang Sakit
September 8th, 2009 | Economics
“Let me issue and control a nation’s money and I care not who writes the laws.” —-Mayer Amschel Rothschild
“I believe that banking institutions are more dangerous to our liberties than standing armies.” —-Thomas Jefferson
“It is well enough that people of the nation do not understand our banking and money system, for if they did, I believe there would be a revolution before tomorrow morning.” —-Henry Ford
Asal mula bank bisa ditelusur dari Inggris abad pertengahan (900-1000 M) yang waktu itu dikuasai oleh para money changer atau goldsmith. Sederhana saja. Di masa itu, menenteng emas kemana-mana selain tidak aman juga repot. Oleh karena itu pemilik emas menitipkan emasnya kepada goldsmith. Mereka kemudian membuat semacam nota sebagai bukti kepemilikan emas. Lambat laun, proses ini menjadi lebih berkembang. Nota kepemilikan tadi bisa dipindahtangankan sebagai alat tukar tanpa perlu tanda tangan pemiliknya. Inilah yang menjadi cikal bakal uang fiat seperti yang kita kenal sekarang.
Sayangnya, cuma ada sedikit pemilik emas yang mau menitipkan emasnya. Akibatnya, para goldsmith juga tidak bisa mencetak uang (nota) sebanyak mereka mau karena setiap “uang” yang mereka buat harus sebanding dengan deposit emas yang ada. Tapi para goldsmith pun tak kurang akal. Mereka mulai mencetak lebih banyak “uang” dari emas yang ada dan meminjamkannya dengan bunga tertentu. Inilah cikal bakal sistem yang disebut sebagai fractional reserve banking.
Bisnis ini tentu saja sangat menguntungkan. Misalkan goldsmith bersedia membayar bunga 5% terhadap emas yang Anda setor kepada mereka. Di saat yang sama, mereka meminjamkan uang kepada orang lain dengan bunga yang sama, 5% juga, namun dengan jumlah hingga 10 kali dari jumlah emas yang Anda depositkan. Jadi, keuntungan yang mereka dapatkan sebesar 50% dikurangi 5% bunga yang dibayarkan kepada Anda, atau 45%. Tentu saja ini angka yang sangat konservatif. Bagaimana kalau mereka membayar Anda cuma 2-3%, sementara mereka meminta bunga dari orang lain sebesar 8-10%?
Hal ini tak cuma membuat goldsmith mengendalikan peredaran uang, tapi juga mengendalikan perekonomian dan aset yang dimiliki orang-orang. Caranya adalah dengan mengatur jumlah/sirkulasi uang fiat yang beredar. Misalnya, uang yang beredar di masyarakat dibuat berlimpah, namun kemudian dikurangi atau dihentikan tiba-tiba. Akibatnya, ada sejumlah orang yang kesulitan membayar pinjamannya. Dengan cara begini, goldsmith bisa menarik paksa aset yang dimiliki para peminjam yang gagal bayar dengan harga murah.
Pada 3 Agustus 1100, King Henry 1 memerintah Inggris dan mengambil alih kekuasaan money changer/goldsmith. Ia membuat bentuk uang baru yang dinamai tally stick. Sesuai namanya, uang ini berwujud sebatang kayu yang dipoles dan diberi tanda tertentu. Batang kayu ini kemudian dibelah dua dimana satu disimpan oleh raja, sementara potongan lainnya beredar di masyarakat. Rakyat hanya bisa membayar pajak dengan menggunakan tally stick. Cara ini dianggap ideal karena tidak ada bunga dan peredaran uang dikendalikan oleh raja yang tidak bersifat oportunis.
Kita tahu bahwa dalam perekonomian Islam tidak ada istilah bunga. Di Eropa abad pertengahan, riba (usury) juga dianggap kriminal oleh gereja. Biarpun ada sejumlah mata uang jenis baru yang diperkenalkan, tally stick sendiri bertahan hingga 1826. Tapi selama 700 tahun itu bukan berarti sistem uang berbunga juga musnah. Tahun 1642, para money changer berkongsi membayari Oliver Cromwell untuk membuat revolusi di Inggris dan mengembalikan kekuasaan membuat uang kepada para money changer namun gagal. Lalu, 40 tahun kemudian, mereka membiayai invasi William of Orange terhadap Inggris dan berhasil.
Kehabisan uang karena perang, pemerintah Inggris kemudian meminta pinjaman pada para money changer. Sebagai imbalannya, money changer meminta pemerintah untuk menghukum bank swasta lain yang mencetak uang. Money changer kemudian membentuk “Bank of England” dengan menyetor modal koin emas senilai £1,25 juta pada pemerintah. Nama tersebut dipilih untuk “menipu” publik agar bank tersebut seolah-olah milik pemerintah. Biarpun konon cuma sekitar separonya saja yang disetor, tapi mereka mulai mencetak uang sebanyak mereka mau. Sampai saat ini bahkan tidak ada yang tahu siapa investor rahasia di balik Bank of England tersebut.
Bank sentral dari waktu ke waktu juga berevolusi. Dari semula mereka meminjamkan kepada individu, kemudian mereka lebih suka meminjamkan uang kepada pemerintah. Alasannya, jumlahnya lebih besar juga lebih aman karena di-backup oleh pajak yang dibayar rakyat kepada pemerintah. Alhasil bank sentral dari waktu ke waktu bertumbuh makin besar. Sebaliknya, utang pemerintah kepada Bank of England yang semula cuma £1,25 juga melonjak jadi £16 juta hanya dalam waktu 4 tahun. Karena jumlah uang beredar begitu besar, lahirlah inflasi yang menyebabkan nilai (value) uang kian surut dari waktu ke waktu.
Akibat dari inflasi, kekayaan seseorang akan terus menyusut dari waktu ke waktu. Mereka kemudian meminjam uang kepada bank demi memenuhi kebutuhannya. Tentu saja, bank bisa seenaknya membatasi peredaran uang yang menyebabkan sejumlah orang gagal bayar dan bangkrut. Bank kemudian menarik aset-aset yang dimiliki orang tersebut. Jelas bahwa inflasi sebenarnya merugikan semua orang, kecuali bank yang bisa mencetak uang. Karena secara teori, mereka bisa create money out of nothing. Inilah penyakit yang terus diwariskan hingga saat ini.
Bicara soal bank sentral, maka kita tak bisa lepas dari nama Mayer Amschel Rothschild. Tak cuma mendirikan money changer sendiri, ia juga mendidik lima orang anaknya untuk membuat “bisnis” serupa. Pengaruh Rothschild tak cuma ada di Inggris, tapi juga di Amerika, Perancis, Jerman, dan sejumlah negara lainnya. JP Morgan adalah salah satu agennya yang kemudian mendirikan bank sendiri. Sejumlah agen Rothschild yang lain mendirikan Bank of International Settlement (BIS) di Swiss. Keluarga Rothschild juga punya pengaruh besar terhadap IMF dan World Bank.
Bankir-bankir tersebut memang punya power yang luar biasa besar. Mereka bisa memaksa pemerintah untuk membuat peraturan yang menguntungkan mereka—-misalnya Coinage Act dan Sherman Law yang membatasi pembuatan koin, Aldrich Bill dan Glass-Owen Bill tentang legalisasi pencetakan uang, maupun Federal Reserve Act 1913 tentang pendirian Federal Reserve. Konon, bahkan presiden seperti Theodore Roosevelt, Woodrow Wilson, sampai JF Kennnedy “dibunuh” karena tidak mau memberikan dukungan pada bankir Federal Reserve. (Note: “Bankir” yang saya maksud di sini bukan bankir kelas “ecek-ecek” seperti Citigroup, apalagi bankir yang membawa kabur duit nasabah Century.)
Besarnya kekuatan para bankir tersebut juga bisa dilihat dari Black Thursday atau The Great Depression 1929. Milton Friedman, peraih nobel ekonomi, mengatakan bahwa depresi tersebut disebabkan karena Federal Reserve sengaja memangkas peredaran uang menjadi sepertiga dari tahun 1929 hingga 1933. Sejarah juga mencatat jelas bahwa orang-orang besar seperti John Rockefeller, Bernard Baruch, atau JP Morgan sudah lebih dulu menjual sahamnya dan meletakkan aset mereka dalam bentuk kas atau emas sesaat sebelum depresi. Hal yang kurang lebih sama juga terjadi terhadap krisis 1998 maupun resesi keuangan yang terjadi tahun lalu.
Joseph Stiglitz (World Bank) punya formula penyembuhan krisis yang terkenal: privatisasi, liberalisasi pasar modal, pemberlakuan market-based pricing, dan perdagangan bebas. Formula ini memang merugikan banyak pihak, terutama dari negara-negara berkembang di Asia, Amerika Latin, atau Afrika. Tapi tentu saja ada yang diuntungkan dari formula tersebut, yaitu para bankir. Saat ini, cadangan emas terbesar dimiliki oleh IMF—-jauh lebih besar dari yang dimiliki bank-bank sentral. IMF dan World Bank juga menangguk untung luar biasa besar dari pinjaman yang diberikan kepada negara-negara berkembang, termasuk dari privatisasi sektor-sektor strategis di negara-negara tersebut.
Akibat efek dari sistem uang dengan bunga-berbunga (compounding interest), secara teori, setiap penduduk Amerika punya utang sekitar $80 ribu kepada para bankir tersebut. Milton Friedman mengusulkan sebuah solusi dimana pencetakan uang mustinya dikembalikan kepada pemerintah, semua bentuk utang segera dilunasi, dan pemerintah harus menjaga agar inflasi maupun deflasi tidak terjadi. Efeknya, pajak yang dibayarkan rakyat akan menurun dan mereka tidak lagi terbebani lilitan bunga utang yang menggunung. Masih untung bank sentral di Indonesia dikuasai pemerintah, bukan swasta seperti halnya di Amerika atau di negara-negara lain. Tapi bukan berarti kita 100% aman. Apalagi Bank Indonesia seperti “negara” yang punya kekuasaan sendiri.
Lalu, apa yang bisa kita perbuat sekarang? Jujur saja, tidak banyak. :)
Tapi yang pasti, usahakan untuk menghindari utang, apapun bentuknya, apalagi utang yang tidak bersifat produktif dan berbunga tinggi. Hiduplah sederhana dan bersahaja, dengan living standard yang wajar. Kalau Anda punya kekayaan berlebih, pertimbangkan untuk diversifikasi dalam bentuk lain seperti logam mulia atau properti. Pertimbangkan juga menyimpan aset dalam mata uang lain, selain Rupiah atau Dollar. Tapi yang juga tak kalah penting adalah educate yourself, educate your family, educate your friends. Kita semua perlu membangun society yang paham bagaimana uang itu dibentuk, bagaimana manipulasi sistem ekonomi ini terjadi, dan bagaimana jalan keluar atas persoalan ini.
October 9th, 2009 at 5:15 pm
Comments
September 9th, 2009 at 6:05 am
Noordin M. Top dan jaringan lainnya tidak pernah melakukan pengeboman diwilayah Malaysia yang lokasinya merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi turis-turis asing.
September 9th, 2009 at 6:59 am
salam mas nofie..
saya sangat terkesan dengan kutipan berikut
“Hiduplah sederhana dan bersahaja, dengan living standard yang wajar”
kesederhanaan dalam hal apa pun tetap baik dan membuat kita lebih bisa menerima keadaan..terlebih di masa ekonomi sperti sekarang yang tidak menentu, mengurangi keinginan dan lebih banyak menabung serta berinvestasi dapat membantu kita terhindar dari jeratan utang dan inflasi yang semakin meningkat
September 9th, 2009 at 8:35 am
Bravo!
Biar updatenya jarang, quality post seperti ini yang buat saya subscribe blog ini. Saya sampai buka-buka wiki cari tau apa itu tally stick, siapa itu Mayer Amschel Rothschild, dan yang lainnya.
Saran saya, nama-nama dan istilah-istilah diatas dikasih link ke wikipedia. Biarpun content wikipedia tidak begitu bonafit untuk dikutip, tapi lumayan lah buat informasi perkenalan. Apalagi kalau di post ada banyak link out, akan membantu visibility ke Bing search engine yang mereward content dengan link out.
September 9th, 2009 at 8:58 am
Mencerahkan, pakdhe. Ternyata seperti itu gambaran umum tentang bank dan masalah keuangan.
September 9th, 2009 at 9:14 pm
Mungkin lebih jelas lagi efeknya di jaman skg bagi negara2 di asia indonesia khususnya, setelah melihat haasil penelitian yg dilakukan jurnalis australia john pilger tentang sepak terjang IMF dan world bank menancapkan pengaruhnya di masa2 pemerintahan sukarno ke suharto (bisa lihat video the new rules of the worlds by john pilger)
September 10th, 2009 at 3:48 am
Mas, trims bgt atas info yg di posting.. Ilmu kyk gini jarang dapet.. Terusin posting mas..
September 10th, 2009 at 9:05 am
Saya pernah baca Buku Kecil yang mengungkap kurang lebih seperti ini dan saya sampai saat ini masih heran.. NEGERA SEBESAR AMERIKA unit paling vital di kuasasi FEDERAL REVERSE yang swasta itu…
Jadi dugaan kalau US di kuasai ZIONIS tidak 100% salah.. karena kalau orang orang tau siapa di belakang Federal Reverse ini baru “ngejreng” kenapa amerika jadi seperti ini dan itu….
Mantap kang…. sepertinya saya harus FLASHBACK untuk bisa educate myself dan menjalankan prinsip
September 10th, 2009 at 9:13 am
“Inilah cikal bakal sistem yang disebut sebagai fractional reserve banking.”
apa sih fractional reserve banking?kalo boleh usul, tolong posting juga artikel tentang fractional reserve banking.
mohon ijin artikel ini saya posting link di fb ya mas…
September 10th, 2009 at 2:51 pm
Mau tau FRB, coba buka blog imam semar ja.
September 11th, 2009 at 8:13 am
blognya imam semar apa bos?
September 11th, 2009 at 11:12 am
Salam mas Nofie..
Postingannya benar2 memberi pencerahan buat saya..fiat money..time value of money..inflasi….
September 11th, 2009 at 3:39 pm
tulisannya selalu bermutu, tinggi lagi!
September 13th, 2009 at 12:29 pm
Jadi mengerti sejarah Bank setelah membaca postingan bapak ini, Orang awam ekonomi, terima kasih atas sharing infonya.
September 13th, 2009 at 1:00 pm
wah terima kasih… bang nofie.. jadi ngerti….. hehhe,
sy ga punya latar belakang ekonomi education tapi senang baca2 bolk ente n juga jgn serakah .com . bahagialah di kau kawan karna kau berbagi kami jadi tau…. ,
September 14th, 2009 at 11:52 am
http://ekonomiorangwarasdaninvestasi.blogspot.com/
September 14th, 2009 at 6:27 pm
Ga salah kalo jadi blog yg ‘dikangenin’ posting2nya. Bahasa mudah dicerna, content yg berkualitas. Benar2 mengedukasi. Smg jadi pahala yg lancar mengalir sampai hari akhir, amin..
September 15th, 2009 at 9:20 pm
tks atas infonya mas sangat menarik
September 16th, 2009 at 11:30 am
matt, pembuat wordpress, bilang dalam salah satu postingannya bahwa, bila ia tak membuat perusahaan automattic, mungkin ia memilih untuk menjadi seorang bankir.
:)
September 18th, 2009 at 12:05 am
Hm, I’ve got so many references about this “Bank Related Myth”, so, all of them aren’t myth, are they ? Those are fact ? What a life….
September 18th, 2009 at 3:36 pm
nice article :) looking forward for more like this..
i’ve been courious about what’s going on behind those cashier and cs desk..
September 23rd, 2009 at 9:46 pm
di dunia sekarang, perekonomian hampir tak bs dilepaskan dariu bank. juga bursa saham. apakah mngkn memimpikan dunia skrng tanpa bank, pak? he2.
September 27th, 2009 at 9:42 am
seperti biasa.. postingannyamas nofie kereeennnn…..!! keep posting ya mas….!!
September 28th, 2009 at 3:59 pm
yang kayak gini emang kudu di sharing oleh banyak orang mas, supaya orang indonesia pada khususnya tidak punya budaya konsumtif. yang baca blog ini coba di sebarkan ke teman teman karena bermanfaat. kalo ingin lebih detail lagi bisa berkunjung ke teman kita di http://pohonbodhi.blogspot.com gak papa ya mas sharing alamat disini.
October 1st, 2009 at 9:31 pm
Hm, Rothschild ?
October 3rd, 2009 at 2:14 pm
Mungkin yang dimaksud investor rahasia dibalik Bang England antara dua( pilih salah satu) yaitu kelompok “Eropa” dan/atau kelompok “Amerika”. Tapi menurut saya yang namanya “Bank” pasti akan kehilangan kredibilitasnya kelak.
October 4th, 2009 at 10:58 am
Hmm…bang Novie…sepertinya saya pernah baca tulisan serupa dari buku “Masa lalu uang dan masa depan manusia”
Kalau boleh mengajukan solusi sistematis, sudah saatnya dunia melirik kepada ekonomi syariah, yang a.l. mengubah praktek-praktek kapitalisme menjadi sbb:
1. Menjadikan standar mata uang berbasis pada sistem dua logam, yaitu emas dan perak.
2. Mengubah fungsi bank menjadi lembaga mediasi antara pemilik modal dan pengusaha (yg membutuhkan modal).
3. Melarang semua transaksi riba, spekulatif dan kotor.
4. Melarang semua transaksi perdagangan maupun keuangan yang mengandung dharar/bahaya (kemadaratan), baik bagi individu maupun bagi masyarakat, harus dihentikan dan dibuang jauh-jauh.
5. Islam melarang Al-Ghasy, yaitu transaksi yang mengandung penipuan, pengkhianatan, rekayasa, dan manipulasi.
6. Islam melarang transaksi perdagangan maupun keuangan yang belum memenuhi syarat-syarat keuangan yang belum sempurnanya kepemilikan seperti yang biasa dilakukan dalam future trading.
7. Mengembalikan fungsi negara (Khilafah) sebagai satu-satunya pengelola keuangan serta pengatur supply and demand uang yang beredar di masyarakat.
Btw.. di buku itu disebutkan, solusi praktis sementara yang bisa kita lakukan adalah, kalau butuh modal, jangan buru-buru ke bank utk minta kredit, kalau tidak mau berkontribusi menambah kerusakan sistem ini. Karena semakin banyak uang baru yang beredar, semakin tinggi inflasi di suatu negara. Kalau butuh modal utk usaha misalnya, mending patungan aja…
Thanks and keep up the good post..
Wassalamu’alaikum,
Iyad Bpp
October 11th, 2009 at 2:36 am
Membayangkannya cukup mengerikan, sampai kapan sistem seperti ini bisa bertahan yah? Di ibaratkan penderita HIV – AIDS yg di beri parasetamol, tidak akan pernah menyembuhkan.
Konsep alternatif bung Iyad, cukup logis dan menjanjikan cuma perlu dibuktikan saja.
Mohon ijin posting Bung Nofie yah…
October 14th, 2009 at 12:31 pm
perlu diketahui para moneychanger/goldsmith itu adalah orang2 yahudi, yg notebene mereka adalah orag2 yg dalam sepanjang sejarah manusia sampai kiamat akan selalu menyengsarakan dan menjerumuskan umat manusia kedalam kekacauan..para moneychanger/goldsmith adalah konspirator War World I, II dan kekacauan dimuka bumi.
jadi sudah selayaknya kita kembali ke dinar/dirham (bagi yg moslem) sebagai alat pertukaran, jangan mau dininabobokan dan terilusi dengan uang fiat saat ini.
bravo mas iman !!!
October 16th, 2009 at 7:07 am
kalo kita meninggalkan uang fiat dan kembali menggunakan emas dan perak untuk transaksi sehari2, apa kita harus bawa timbangan teknis kemana-mana?
October 16th, 2009 at 10:00 pm
salam kenal aja.. sikses blognya
October 17th, 2009 at 6:49 pm
Salam,
Terimakasih Mas Nofie, penjelasan yang menarik, postingan seperti ini penting supaya bisa bikin aware dengan apa yang terjadi dan kita rasakan sekarang, bahwa ternyata sistem yang sedang berjalan ini terutama di bidang perekonomian sama sekali tidak fitrah ujung-ujungnya cuma nyengsaraain kaum proletar hehe..
Well, dipikir-pikir para pelaku ekonomi kapitalis aja ngerti klo ini merusak, nah jadi apa gunanya kita masih berkhidmat ke sistem kek gini.
Dan sangat terinspirasi dengan anjurannya, hidup sederhana klo dalam term islam mungkin yang disebut zuhud kali ya, tengoklah para pemimpin semacam umar bin khatab, umar bin abdul aziiz dan yang lainnya, mereka punya kesempatan untuk meraih atau mendapatkan kekayaan dengan kapasitas mereka sebagai pemimpin tapi mereka lebih memilih hidup sederhana. Kapan ya ada yang kek gitu di jaman kini *nyambung ga siy*
October 18th, 2009 at 8:49 pm
@ Rafid
kalo kita meninggalkan uang fiat dan kembali menggunakan emas dan perak untuk transaksi sehari2, apa kita harus bawa timbangan teknis kemana-mana?
Jawab:
Emas dan perak digunakan sebagai standard mata uang bukan berarti harus bertransaksi dengan emas dan perak. Emas dan perak disimpan oleh negara. Negara kemudian mencetak uang kertas sesuai dengan jumlah emas dan perak yg tersimpan di kas negara.
October 20th, 2009 at 6:20 am
sip. bagus dan bermanfaat banget artikelnya. keep it up.
October 29th, 2009 at 8:42 pm
Terima kasih pak atas postingannya selama ini.
Saya suka pemikiran-pemikiran bapak selama ini. Dalam mengambilan keputusan
beli dan jual, sering dipengaruhi informasi yang bapak tulis.
Jadi terpengaruhi ini, he…
Saya sendiri sekarang juga senang mempelajari cara bisnis di internet. Tapi saham juga menjanjikan, cuma masih newbie belum mendapat pengembalian yang memuaskan.
Salam
October 29th, 2009 at 10:05 pm
Terima kasih atas tulisannya. Sangat informatif dan mencerahkan.
November 2nd, 2009 at 9:19 am
jangan janji hanya makan janji,lebih puas siksa kuburmu itu hey
November 2nd, 2009 at 9:20 am
silahkan bunuh diri untuk yang ketiga kali ya bangsa keparat
November 4th, 2009 at 10:10 am
mas nofie, saya beli buku mas ” investasi emas, investasi bijak di masa krisis”, kebetulan saya punya batangan platinum jhonson matthey, ndak banyak sih cuma 3 batang yang 36 ounces troy dengan kadar 99,9%, saya udah berusaha menjualnya kesana kemari tapi blum berhasil, mungkin karena di indonesia tidak populer atau sayanya saja yg tidak tau tempat menjualnya, bahkan pernah ke salah satu toko emas di sangka mau nipu dan dianggap mafia internasional, dan emang saya belum pernah menawarkan barang tersebut keluar negri walaupun sehemat saya lebih diminati dan mereka mengerti barang tersebut, disatusisi saya berpikir PLG yang punya banyak outlet di mall2 memakaai barang seperti punya saya sebagai bahan dasar untuk dagangannya, mohon mas nofi memberikan solusi tentang masalah ini dan membantu mencarikan pembelinya, terimakasih banyak, wassalam
November 8th, 2009 at 3:46 pm
si deden itu kenapa ya … *garuk garuk kepala*
December 2nd, 2009 at 5:46 pm
mas nofie, saya beli buku mas ” investasi emas, investasi bijak di masa krisis”, kebetulan saya punya batangan platinum jhonson matthey, ndak banyak sih cuma 3 batang yang 36 ounces troy dengan kadar 99,9%, saya udah berusaha menjualnya kesana kemari tapi blum berhasil, mungkin karena di indonesia tidak populer atau sayanya saja yg tidak tau tempat menjualnya, bahkan pernah ke salah satu toko emas di sangka mau nipu dan dianggap mafia internasional, dan emang saya belum pernah menawarkan barang tersebut keluar negri walaupun sehemat saya lebih diminati dan mereka mengerti barang tersebut, disatusisi saya berpikir PLG yang punya banyak outlet di mall2 memakaai barang seperti punya saya sebagai bahan dasar untuk dagangannya, mohon mas nofi memberikan solusi tentang masalah ini dan membantu mencarikan pembelinya, terimakasih banyak, wassalam
December 7th, 2009 at 9:54 pm
i like the last paragraph a lot. especially “educate yourself, educate your family, educate your friends. Kita semua perlu membangun society”..
you have your issue right there bro..
December 10th, 2009 at 10:42 pm
Numpang koppas ya bung. Buat ditaruh di facebook…
December 23rd, 2009 at 11:05 am
Mas Nofie..tulisan ini masukin koran donk?biar orang banyak yg tau sbagai pembelajaran..apalagi skg lg rame2nya century gate..tks
December 24th, 2009 at 8:24 am
mas nofie, saya beli buku mas
December 24th, 2009 at 8:25 am
mas nofie, saya beli buku mas mas nofie, saya beli buku mas
January 23rd, 2010 at 11:37 pm
informasi yg sangat bagus untuk semua kalangan sehingga tau bagaimana asal usul lembaga keuangan (bank).
January 31st, 2010 at 10:03 pm
Selamat pagi,
Sejak pagi saya tidak punya nafsu birahi saya mengakui penyesalan saya
bahwa telah sejak dulu membentuk karakter kesalahan selama ini Ubaya DO 1992
January 31st, 2010 at 10:06 pm
Selamat datang,
Aku yakin pada diri kalian dapat menulis dan mencatat perkara perkara
yang tidak mudah dan sya yaki itu hal yang selalu terjadi di muka bumi ini Ibu…….
January 31st, 2010 at 10:10 pm
saya datang awal dan tidak menggangu anak sekolah di pagi hari ini
January 31st, 2010 at 10:13 pm
Assalamulaikum Wr.Wb,
Selamat pagi yang akan datang hanyalah cita cita dan pendidikan bukan permainan politik penuh intrik dan nama baik bangsa………
January 31st, 2010 at 10:16 pm
Ada hal yang baru yang kita lakukan seperti sedia kala namun jangan khawatir bahwa semua telah berubah….
January 31st, 2010 at 10:20 pm
Dengan hormat,
Saya datang terlambat tapi semua persoalan telah ditiadakan saja selama ini…terimakasih semua yang telah memberi saya makanan minuman yang halal