<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nofie Iman &#187; Investment</title>
	<atom:link href="http://nofieiman.com/category/investment/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nofieiman.com</link>
	<description>A notable words of Nofie Iman, a business consultant, majoring at investment and strategic management issues. If you are a looking for business/financial related information, you've come to the right place.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Aug 2010 12:50:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Bagaimana Mendapatkan Rp 1 Miliar dalam 3 Hari</title>
		<link>http://nofieiman.com/2009/11/bagaimana-mendapatkan-rp-1-miliar-dalam-3-hari/</link>
		<comments>http://nofieiman.com/2009/11/bagaimana-mendapatkan-rp-1-miliar-dalam-3-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 09:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nofie Iman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investment]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nofieiman.com/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[Saya akan mengajari Anda trik melakukan tipuan yang gampang namun mujarab. Di Inggris, tipuan ini konon dilakukan para bandar kepada para penggemar sepakbola untuk memasang taruhan skor pertandingan. Tapi kali ini akan saya jelaskan aplikasinya untuk dunia investasi karena lebih applicable. It does work, karena orang-orang kebanyakan ketika berurusan dengan uang cenderung bodoh, ignorant, sekaligus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fnofieiman.com%2F2009%2F11%2Fbagaimana-mendapatkan-rp-1-miliar-dalam-3-hari%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fnofieiman.com%2F2009%2F11%2Fbagaimana-mendapatkan-rp-1-miliar-dalam-3-hari%2F&amp;source=imanomics&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Saya akan mengajari Anda trik melakukan tipuan yang gampang namun mujarab. Di Inggris, tipuan ini konon dilakukan para bandar kepada para penggemar sepakbola untuk memasang taruhan skor pertandingan. Tapi kali ini akan saya jelaskan aplikasinya untuk dunia investasi karena lebih <em>applicable</em>. <em>It does work</em>, karena orang-orang kebanyakan ketika berurusan dengan uang <span class="highlight">cenderung bodoh, <em>ignorant</em>, sekaligus serakah (<em>greed</em>),</span> sehingga trik ini hampir pasti 100% berhasil.</p>
<p>Pertama, kumpulkan daftar kontak 1,000 orang&#8212;-bisa offline atau online. Anda bisa memanfaatkan buku/direktori telepon, buku alumni, daftar email, Facebook, Twitter, dan masih banyak lagi. Katakan pada mereka bahwa Anda punya informan/orang dalam yang terpercaya, atau katakan bahwa Anda punya metode analisis saham yang sangat canggih, dan Anda tahu 100% seperti apa harga saham X selama 3 hari ke depan.</p>
<p>Yakinkan kepada mereka bahwa mereka mungkin tidak percaya kepada Anda, tapi Anda punya sesuatu yang sangat valid dan tidak dimiliki investor lain. Sebagai pembuktian (<em>free trial</em>), Anda akan menginformasikan pada mereka pergerakan salah satu saham (misalnya saham X) selama 3 hari ke depan secara cuma-cuma.<span id="more-526"></span></p>
<p>Kemudian, bagi 1,000 kontak tersebut jadi dua kelompok (masing-masing 500 orang). Kepada kelompok pertama, Anda mengatakan bahwa saham X besok pagi akan naik. Sementara kepada kelompok kedua, Anda mengatakan bahwa saham X akan turun. Ternyata keesokan harinya saham X naik. Lupakan kelompok kedua. Hubungi lagi kontak Anda di kelompok pertama. Katakan, &#8220;Tuh kan bener metode/informasi saya. Coba kita lihat lagi besok pagi.&#8221;</p>
<p>Bagi kembali kelompok kedua jadi dua (masing-masing 250 orang). Kepada 250 orang pertama, Anda mengatakan bahwa besok saham X akan naik. Sebaliknya, kepada 250 kedua, Anda mengatakan bahwa saham X besok akan turun. Ternyata saham X keesokan harinya turun. Lupakan kontak 250 orang pertama tadi. Hubungi kembali kontak 250 orang Anda yang kedua. Lakukan lagi trik serupa. Bagi 250 orang tadi jadi dua kelompok, masing-masing 125 orang, katakan pada 125 orang pertama bahwa saham X besok akan naik, dan kepada 125 orang lainnya bahwa saham X akan turun.</p>
<p>Kalau ternyata besok saham X turun, maka Anda hanya perlu fokus pada 125 orang terakhir. Mereka akan menganggap Anda seorang &#8220;dewa&#8221; karena mampu menebak harga saham secara tepat selama tiga hari berturut-turut. Dijamin, 125 orang tersebut <span class="highlight">mau melakukan apa saja</span> karena Anda sudah terbukti &#8220;jagoan&#8221; dalam menebak harga saham.</p>
<p>Sekarang tinggal bagaimana Anda &#8220;memanfaatkan&#8221; 125 orang calon korban tersebut. Misalnya, Anda bisa menjual <em>membership</em> situs Anda yang berisikan tebakan terhadap harga saham-saham lainnya dengan iuran keanggotaan misal Rp 1 juta sebulan. Atau, Anda bisa memprospek agar mereka mau &#8220;menitipkan&#8221; investasi misal Rp 10 juta saja kepada Anda untuk Anda kelola. Jadilah kreatif. Gunakan imajinasi Anda.</p>
<p>Kalau Anda ingin mendapatkan tangkapan yang besar, Anda harus melakukan tipuan jangka panjang (<em>long con</em>). Caranya, lakukan tipuan tadi selama 1 minggu atau 2 minggu agar calon korban lebih percaya kepada trik Anda. Ada baiknya Anda mengumpulkan daftar kontak yang lebih besar. Misalnya Anda punya 1 juta kontak, dengan metode tersebut (<em>split half, keep contacting correct leads</em>), selama seminggu Anda akan punya 15 ribu kontak yang percaya kepada Anda.</p>
<p>Makin besar daftar kontak Anda tentu makin besar pula jumlah yang calon korban yang bisa Anda tipu. Anda bisa juga memanfaatkan orang lain supaya bisa menjangkau daftar kontak yang lebih banyak. Gunakan trik-trik persuasif dan buat <em>twists</em> sebagai bumbu jualan. Kalau perlu gunakan metode <em>viral</em>, kepada calon korban Anda, bujuk supaya mereka mau mengajak teman/saudara dengan iming-iming persentase keuntungan.  </p>
<p>Dengan asumsi Anda punya 1,000 kontak dan melakukan tipuan ini selama 3 hari, maka Anda akan punya 125 orang calon korban. Seandainya masing-masing menitipkan Rp 10 juta kepada Anda, maka Anda akan mendapatkan Rp 1,25 miliar. <em>Not a bad idea.</em> Jaman serba susah begini, nggak gampang lho mendapatkan Rp 1,25 miliar dalam 3 hari tanpa perlu susah payah. :)</p>
<p><center>* * *</center></p>
<p><strong>Tulisan di atas bukan untuk mengajari Anda menjadi penipu dan berbuat kriminal.</strong> Sebaliknya, tulisan ini saya buat agar Anda lebih <em>aware</em> terhadap penipuan. Tulisan tersebut terinspirasi dari seorang teman yang nyaris tertipu oleh oknum broker yang berusaha menjual produk investasi bodong dengan metode mirip seperti di atas. Ada baiknya Anda mempelajari logika berpikir seorang penipu karena mereka selalu dua-tiga langkah di depan korbannya.</p>
<p><em>Last but not least</em>, tidak ada cara cepat untuk mendapatkan uang tanpa susah payah. Semua dibangun dengan pondasi kerja keras, semangat, dan perjuangan yang sungguh-sungguh. Tidak ada formula rahasia. Kalau tidak banyak orang yang sukses, bukan karena formulanya yang salah, <span class="highlight">tetapi karena hanya sedikit orang yang punya persistensi semacam itu</span>.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fnofieiman.com%2F2009%2F11%2Fbagaimana-mendapatkan-rp-1-miliar-dalam-3-hari%2F&amp;t=Bagaimana%20Mendapatkan%20Rp%201%20Miliar%20dalam%203%20Hari" id="facebook_share_both_526" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_526') || document.getElementById('facebook_share_icon_526') || document.getElementById('facebook_share_both_526') || document.getElementById('facebook_share_button_526');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_526') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nofieiman.com/2009/11/bagaimana-mendapatkan-rp-1-miliar-dalam-3-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>54</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasar Modal: Mafia dan Ajang Judi?</title>
		<link>http://nofieiman.com/2009/02/pasar-modal-mafia-dan-ajang-judi/</link>
		<comments>http://nofieiman.com/2009/02/pasar-modal-mafia-dan-ajang-judi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 21:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nofie Iman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investment]]></category>
		<category><![CDATA[bursa]]></category>
		<category><![CDATA[judi]]></category>
		<category><![CDATA[mafia]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nofieiman.com/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[Warren Buffet pernah bilang, &#8220;It is only when the tide goes out, that you know who was swimming naked.&#8221; Tahun-tahun lalu, ketika bursa sedang bullish, even monkey can make money. Namun, ketika krisis datang bertubi-tubi seperti saat ini, baru ketahuan siapa yang bermasalah dan siapa yang benar-benar bermasalah. Idealnya, sektor riil dan sektor finansial bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fnofieiman.com%2F2009%2F02%2Fpasar-modal-mafia-dan-ajang-judi%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fnofieiman.com%2F2009%2F02%2Fpasar-modal-mafia-dan-ajang-judi%2F&amp;source=imanomics&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img src="http://nofieiman.com/wp-content/images/bursa-efek-indonesia.jpg" alt="Pasar Modal: Mafia dan Ajang Judi?" /></p>
<p>Warren Buffet pernah bilang, &#8220;<em>It is only when the tide goes out, that you know who was swimming naked</em>.&#8221; Tahun-tahun lalu, ketika bursa sedang <em>bullish</em>, <span class="highlight"><em>even monkey can make money</em></span>. Namun, ketika krisis datang bertubi-tubi seperti saat ini, baru ketahuan siapa yang bermasalah dan siapa yang benar-benar bermasalah.</p>
<p>Idealnya, sektor riil dan sektor finansial bisa berjalan beriringan menunjang kemakmuran umat manusia. Namun, ketika oknum-oknum yang bergerak di dalamnya sudah tidak lagi berada di jalan yang lurus, bursa menjadi meja judi yang penuh dengan serigala-serigala kelaparan. Kalau sudah begini, yang menjadi korban biasanya selalu yang kecil dan yang lemah.<span id="more-500"></span></p>
<h3>Bumi Resources: The Next Enron?</h3>
<p>Teman saya bilang, saham BUMI adalah saham (maaf) iblis: utang begitu besar, malas membagi dividen, dan manajemen tidak mengutamakan kepentingan investor. Saham ini dimiliki begitu banyak orang. Isu yang beredar juga beragam. Mulai dari rencana <em>go international</em>, menemukan tambang emas, dan segudang rumor lainnya. Manajemen tidak memiliki suara mayoritas, namun kelakuan mereka benar-benar menggelikan.</p>
<p>November 2008 lalu misalnya, manajemen BUMI berjanji akan melakukan <em>buy back</em> terhadap 3,3 miliar saham mereka di harga Rp 2.500 per lembar. Saat itu harga saham BUMI masih ada di kisaran Rp 1.000 per lembar. Januari awal tahun ini, BUMI masih berjanji bahwa rencana <em>buy back</em> dari kas internal tetap akan dilakukan dengan <em>deadline</em> 16 Februari 2009. Harga saham BUMI waktu itu ada di kisaran Rp 500 per lembar.</p>
<p><em>Surprisingly</em>, Dileep Sivastava malah seenak perutnya mengatakan bahwa <em>buy back</em> bukan sesuatu yang wajib dilakukan. Entahlah. Barangkali menurutnya pasar modal kita tak beda dengan pasar pagi dimana kita bisa berkoar seenaknya. Kalau di NYSE direktur BUMI bisa diseret masuk bui, namun di sini, Bapepam-LK masih saja bersikap lemah lembut kepada mereka.</p>
<p>Selain soal isu <em>buy back</em>, manajemen BUMI juga bertingkah dengan mengatakan hendak mengakuisisi PT Fajar Bumi dan PT Pendopo Energi serta menambah kepemilikan mereka di PT Dharma Henwa Tbk (DEWA). Transaksi ini ditengarai cukup material dan mengandung benturan kepentingan. Lagi-lagi Bapepam-LK berlemah lembut kepada sepak terjang mereka yang jelas-jelas melanggar aturan karena seharusnya mereka melakukan <em>public exposure</em> terlebih dahulu. Lucunya, Bapepam-LK dan BEI minggu ini tidak jadi menggelar rencana pembahasan terhadap BUMI sampai batas waktu yang tidak disebutkan. Aneh.</p>
<p>Sekelompok pemegang saham ritel berusaha meng-<em>counter</em> sepak terjang manajemen BUMI dengan membentuk Kumpulan Investor Pemegang Saham (KIPS) BUMI. Sayangnya, Bapepam-LK kurang suportif terhadap inisiatif ini. Padahal ada <em>free folating</em> saham BUMI sebanyak 58% yang sebenarnya bisa menjadi pengendali di manajemen BUMI. Kalau KIPS BUMI bisa berjalan mulus, seharusnya BUMI bisa lebih dikendalikan. Selain itu, KIPS-BUMI juga bisa menjadi cermin bagi emiten lain agar tak seenaknya berbuat <em>neko-neko</em> di pasar.</p>
<p>Yang juga menjadi pertanyaan bagi saya adalah ketidakterbukaan terhadap repo BUMI. Orang-orang menilai BUMI mahal karena KPC dan Arutmin&#8212;-perusahaan bagus yang nampaknya jatuh ke tangan yang salah. Dugaan saya, KPC dan Arutmin memang sudah digadaikan dan saat ini BUMI kesulitan menebus repo mereka. BUMI lantas merengek kepada Pemerintah untuk membantu, namun ditolak mentah-mentah oleh Ibu Sri Mulyani. Mudah-mudahan saya salah. Namun kalau ternyata memang demikian adanya, Mei nanti BUMI bakal gagal bayar dan <span class="highlight">saatnya BUMI kembali ke habitatnya semula</span>.</p>
<h3>Bucket Shop, Fraud, Scams, Swindles</h3>
<p>Yang juga masih hangat adalah kasus kolapsnya PT Sarijaya Permana Sekuritas (SP) gara-gara penggelapan dana Rp 245 miliar oleh Herman Ramli (HR). Jujur saja, kasus ini terasa aneh karena ada kesan SP seolah-olah dikorbankan untuk kepentingan yang lebih besar. HR sudah ditangkap 24 Desember 2008, namun SP baru disuspensi pada 6 Januari 2009. Apakah petinggi Bapepam dan BEI ogah kehilangan muka saat Presiden SBY membuka hari <em>trading</em> pertama? Atau sengaja memberi kesempatan agar rekening pihak-pihak tertentu bisa diamankan?</p>
<p>SP adalah sekuritas yang bagus dengan SDM yang cukup <em>dedicated</em> dan profesional. Mereka berdiri sejak 1990 dan punya cabang dan basis nasabah yang tersebar di seantero negeri. Anehnya, solusi penyelesaian kasus SP diarahkan untuk membubarkan SP. Proses verifikasi juga bertele-tele. Akibatnya, nasabah seperti diharuskan untuk memindahkan rekeningnya dari SP. Selain itu, rekening SP juga diblokir. Tentu saja mereka tidak bisa membayar gaji karyawan atau membayar rekening telepon, listrik, hingga sewa kantor. Kalau sudah hancur begini, <span class="highlight">mana ada investor waras yang mau membeli dan menyelamatkan SP?</span></p>
<p>Sesungguhnya, apa yang dilakukan HR sebenarnya &#8220;wajar&#8221; karena semua sekuritas punya fasilitas <em>margin</em> untuk nasabahnya. Siapapun yang memiliki sekuritas, bisa melakukan <em>trading</em> dengan <em>margin</em> semau dia walaupun mungkin tidak sesuai dengan prinsip <em>good corporate governance</em> (GCG). Kalau <em>owner</em> (atau orang penting di negeri ini) meminta sesuatu, sulit bagi manajemen sekuritas untuk berani menolak. Di &#8220;dunia persilatan&#8221; banyak diketahui bahwa manajemen sebuah sekuritas bisa terlibat aktif dalam penggorengan saham-saham di bursa. Semua itu bisa sah dilakukan dengan berlindung di balik label &#8220;pelaku pasar&#8221;.</p>
<p>Namun, Bapepam-LK seolah tidak terlalu peduli dengan hal-hal semacam itu dan terkesan melempar tanggung jawab. <em>Common practices</em> seperti HR ini sebenarnya sudah diketahui Bapepam-LK sejak lama, namun mereka tidak melakukan tindakan preventif. Mereka berjanji membuka akses <em>investor area</em> supaya nasabah investor bisa memonitor secara langsung portofolio mereka. Ini tentu aneh. Sama seperti Anda membuka rekening bank lalu diberi buku tabungan dan kartu ATM. Anda memang bisa mengecek saldo Anda tiap saat, tapi siapa yang bisa menjamin uang Anda tidak dibawa kabur oleh oknum bank?</p>
<p>Sudah sepatutnya pemerintah melakukan <em>bail-out</em> atas kerugian nasabah SP dan mencopot pejabat-pejabat terkait yang bertanggung jawab atas kasus tersebut. Regulasi perlu ditinjau kembali sembari mengawasi kelakuan semua sekuritas dengan ketat. HR dan semua pejabat SP yang terbukti bersalah juga harus diproses karena sudah lebih dari dua bulan, namun tak jelas bagaimana kelanjutan nasib HR.</p>
<h3>Menilik dari Sejarah</h3>
<p>Mei 1995 lalu, Jopie Widjaja dengan leluasa mengambilalih kepemilikan saham PT Bank Papan Sejahtera Tbk. Jopie menguasai saham bank itu karena mampu memanfaatkan lubang aturan pasar modal yang tidak mencantumkan tata cara <em>take over</em> atau <em>tender offer</em>. Jopie kemudian melego 19,80% saham Bank Papan ke Hashim Djojohadikusumo. Dari penjualan saham Bank Papan itu, pemilik perusahaan taksi Steady Safe itu mampu meraup untung besar.</p>
<p>Tak kalah menarik kasus dugaan <em>insider trading</em> lain seperti Semen Gresik (1998), Bank Central Asia (2001), dan Indosat (2002). Dari transaksi saham Semen Gresik, Bapepam mendata ada 90 pihak yang diduga terlibat dan mengetahui proses privatisasi lanjutan Semen Gresik. Dari jumlah itu, ada tiga pihak yang telah secara langsung diduga meraup keuntungan sekitar Rp 55 milyar. Namun, tak ada pihak yang didaulat sebagai tersangka. Kasus ini pun ikut terkubur mengikuti bergulirnya waktu.</p>
<p>Bapepam mengendus dugaan manipulasi pasar atas transaksi saham BCA ketika muncul pergerakan dan perubahan harga saham setelah <em>stock split</em>. Data BEJ menunjukkan dominasi beli dari beberapa broker pada perdagangan 15 Mei hingga 12 Juni 2001. Setelah itu, antara 13-29 Juni, broker yang sama menjual saham BCA sehingga harganya turun. Permainan itu diduga telah menyebabkan manipulasi harga. Namun, menurut Bapepam tidak ada fakta yang mengindikasikan adanya <em>insider trading</em> dalam transaksi itu.</p>
<p>Merrill Lynch Indonesia (ML) diduga melakukan transaksi saham Indosat karena adanya <em>insider information</em>. Pasalnya, Merrill Lynch disebut-sebut sebagai penasihat keuangan Indosat. Selain itu, ML termasuk broker yang paling banyak melakukan transaksi jual dan beli saham Indosat, saat pemerintah melakukan pelepasan saham. Tudingan yang awalnya dilemparkan Laksamana Sukardi itupun tak pernah dibuktikan. Kasusnya lenyap.</p>
<p>Kasus <em>cornering</em> saham Bank Pikko antara Januari sampai Februari 1997 juga menarik. Harga saham Bank Pikko pada periode itu berkisar antara Rp 875 sampai Rp 1.425. Benny Tjokrosaputro melakukan transaksi saham melalui PT Multi Prakarsa Investama Securities dengan menggunakan nama 13 pihak lain. Perdagangan saham Bank Pikko menjadi sangat aktif dan harganya meningkat 20%. Bapepam berupaya mengusut kasus itu, namun Benny Tjokrosaputro dan Pendi Tjandra &#8220;hanya&#8221; diwajibkan untuk menyerahkan keuntungan yang diperoleh tanpa sanksi hukum lain.</p>
<p>Kasus serupa terjadi pada transaksi saham PT Primarindo Asia Infrastruktur (BIMA) beberapa tahun lalu. Namun, kasus yang cukup menghebohkan itu tak pernah ketahuan hasil akhirnya. Tahun 2004, terjadi juga kasus Bank Global dan kegagalan PT Great River membayar bunga obligasi. Lagi-lagi kasusnya menggantung karena tersangka keburu kabur ke luar negeri. <span class="highlight">Harusnya pemerintah bisa belajar dari kasus yang sudah-sudah.</span></p>
<h3>Masalah-Masalah Potensial Lainnya</h3>
<p>Masalah lain yang juga menarik adalah soal aturan <em>chain listing</em>. Aturan tersebut diberlakukan terhadap induk dan anak perusahaan yang sama-sama <em>listing</em> di bursa. Apabila anak perusahaan menyumbang consolidated income lebih dari 50% bagi induknya, maka ia harus melakukan <em>delisting</em> agar investor terhindar dari risiko yang tidak diinginkan. Contohnya, APEX yang diakuisisi MIRA harus segera <em>delisting</em>.</p>
<p>Namun, ternyata aturan ini terbukti masih pilih kasih. Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dengan induknya Multipolar Tbk (MLPL) atau Global Mediacom (BMTR) dan Media Nusantara Citra (MNCN) sebenarnya juga terkena aturan ini, namun tetap enak saja nongkrong di bursa. Rasa-rasanya, tidak mungkin mereka dikeluarkan karena ujung-ujungnya akan menggerus <em>fee</em> yang masuk ke BEI. Selain itu, BEI sudah berkoar-koar akan menambah jumlah emiten yang terdaftar di bursa.</p>
<p>Aturan lain seperti merjer dan akuisisi model <em>leveraged buy out</em> (LBO) juga nampaknya belum diatur dengan begitu bagus oleh Bapepam-LK. Bisa dibayangkan, Grup Bakrie di tahun 1999 terancam default dan meninggalkan utang lebih dari USD 1 miliar. Utang tersebut secara teknis tidak bisa diubah menjadi equity dan baru bisa lunas setelah lebih dari 100 tahun. Lucunya, Aburizal Bakrie tahun lalu bisa dinobatkan menjadi orang terkaya di Indonesia.</p>
<p>Hal-hal semacam ini hanya terjadi di Indonesia. U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) yang terkenal ganas saja masih kecolongan kasus Enron atau WorldCom&#8212;-<span class="highlight">apalagi di Indonesia?</span></p>
<h3>Concluding Remarks</h3>
<p>Teman saya bilang, aturan investasi tidak akan pernah <em>fair</em>. Ini soal hukum alam, yang kecil dan yang lemah selalu jadi korban. Katanya, industri pasar modal memang dirancang sedemikian rupa agar institusi keuangan, emiten yang terdaftar di bursa, maupun <em>brokerage house</em> yang terlibat di dalamnya bisa mendapatkan keuntungan lebih dulu. Bisa &#8220;dimaklumi&#8221; karena mau tidak mau, pemerintah mendapatkan pendapatan terbesar dari mereka. Mungkin peraturan ini bisa berubah, bila investor retail di indonesia nanti jumlahnya sangat besar, mengalahkan lembaga institusi. </p>
<p>BEI mungkin memang penuh dengan intrik. Harapannya, Bapepam-LK bisa menjadi <em>watchdog</em> agar permainan bisa berjalan secara fair. Namun jujur saja, kasus-kasus semacam ini menunjukkan adanya kesan bahwa <span class="highlight">Bapepam-LK hanya seperti (maaf) antek dari kepentingan-kepentingan yang lebih besar</span>. Kalau kepentingan itu meminta suspensi, maka bursa akan disuspen. Kalau kepentingan itu meminta kasusnya jangan diusut, maka Bapepam-LK juga diam saja.</p>
<p>Investasi saham memang berisiko tinggi. Ada banyak risiko investasi di dalamnya seperti <em>capital risk</em>, <em>currency risk</em>, <em>liquidity risk</em>, <em>financial risk</em>, <em>market risk</em>, dan seterusnya. Kalau rugi/kalah karena salah mengambil strategi, <em>it&#8217;s perfectly fine</em>. Namun menjadi konyol kalau modal amblas hanya gara-gara regulatornya meleng.</p>
<p>Saya jadi ingat pidato inaugurasi Ronald Reagan. Ia berujar, &#8220;<em>In this present crisis, government is not the solution to our problem; government is the problem</em>.&#8221; Pidato itu dilakukan 20 Januari 1981, namun sungguh relevan dengan keadaan saat ini.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fnofieiman.com%2F2009%2F02%2Fpasar-modal-mafia-dan-ajang-judi%2F&amp;t=Pasar%20Modal%3A%20Mafia%20dan%20Ajang%20Judi%3F" id="facebook_share_both_500" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_500') || document.getElementById('facebook_share_icon_500') || document.getElementById('facebook_share_both_500') || document.getElementById('facebook_share_button_500');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_500') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nofieiman.com/2009/02/pasar-modal-mafia-dan-ajang-judi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Deciding When to Invest</title>
		<link>http://nofieiman.com/2009/02/deciding-when-to-invest/</link>
		<comments>http://nofieiman.com/2009/02/deciding-when-to-invest/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 16:37:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nofie Iman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investment]]></category>
		<category><![CDATA[invest]]></category>
		<category><![CDATA[mutual fund]]></category>
		<category><![CDATA[stock]]></category>
		<category><![CDATA[timing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nofieiman.com/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[Earlier this week I received a number of questions from readers. They were asking quite similar questions whether it is the right time to top-up their investment in either stocks or mutual funds. As Warren Buffet said, &#8220;Be fearful when others are greedy and greedy when others are fearful.&#8221; One or two years ago, we [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fnofieiman.com%2F2009%2F02%2Fdeciding-when-to-invest%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fnofieiman.com%2F2009%2F02%2Fdeciding-when-to-invest%2F&amp;source=imanomics&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Earlier this week I received a number of questions from readers. They were asking quite similar questions whether it is the right time to top-up their investment in either <a href="http://nofieiman.com/2008/12/peluang-investasi-di-tahun-2009/">stocks or mutual funds</a>. As Warren Buffet said, &#8220;Be fearful when others are greedy and greedy when others are fearful.&#8221; One or two years ago, we were very fearful when others are very greedy. But today, others are fearful yet we have not turned greedy.</p>
<p>I should clarify that to be a successful investor, <span class="highlight">you have to look beyond the conventional realm of the financial markets in today&#8217;s economic climate</span>. First, being contrarian does not always mean taking an opposite direction on the same road&#8212;-sometimes it just means taking a different road. Secondly, there is a difference between a contrarian and a reverse conformist. A contrarian is not someone who is blindly take an opposite position of the crowd indiscriminately.<span id="more-496"></span></p>
<p>It also should be noted that there is one major difference between us&#8212;-regular &#8220;Joe Average&#8221; investor&#8212;-and Warren Buffett. We can only think of investments in the context of a financial market, but for Buffett it may mean investing outside the financial system. He has a lot of money and influence to cut deals in order to secure entire business outright. Many of these businesses are simply inaccessible from the stock market.</p>
<p>Although Buffett is one of the globe&#8217;s wisest investor, he is not always good at everything. He has never experienced the Great Depression or hyperinflation period. The world today is at a turning point and certainly there is no guarantee that it will return to the world that Buffett experienced all his life. Indeed, I admire him as an exceptionally astute businessman, a legendary investor, and a great philanthropist. But &#8220;copy-paste&#8221; his perspective into the general is a dangerous trap to base one&#8217;s investment decisions on. If you just follow Buffett&#8217;s way as is, <span class="highlight">it might put you at a severe disadvantage</span>.</p>
<p>I would love to see a strong rally although I don&#8217;t think it will happen in a month or two. At this moment, everyone is sitting on their hands until they see everyone else move first. Unfortunately, no one knows what the trigger will be. Quoting Marc Faber, financial institutions are sitting on huge piles of cash as they sell their assets and hoard it. It is probably only a matter of time before there&#8217;s a positive trigger.</p>
<p>I believe there will be an Obama rally which will stimulate the U.S. economy which in turn will stimulate our stock market as well. We&#8217;re preparing for a massive country-wide election in 2009 that if run smoothly will also stimulate our economy. However, in the mean time, we will have a bumpy ride with the stock market having good days and bad days.</p>
<p>My investment strategy during this crisis period is simply <span class="highlight">liquidate and wait</span>. The idea is fairly straight forward. First, you&#8217;ve got to ask yourself what you think the aftermath of this crisis will be. If you believe that hyperinflation will occur just like in the great crash of 1929, then it is a priority to accumulate gold&#8212;-or buy ETF gold and gold mining stocks. If you believe that this crisis is temporary, you might want to buy cheap stocks from invulnerable sectors such as consumer goods.</p>
<p>The next step of this strategy is to liquidate a portion of your assets and wait for the crash. If you had already identified the second step after this crisis, then it&#8217;s time to buy up the assets. Again, this strategy is not perfect. The financial crisis may take quite a long while to arrive. Keeping your assets in the form of fiat money will mean that they will lose their value through the ravages of monetary inflation in the meantime.</p>
<p>I don&#8217;t know whether this strategy to be good or bad because it will depend on one&#8217;s personality, risk-tolerance, and personal circumstances. However, if you are the sort who is particularly risk-adverse, perhaps this strategy may be suitable for you. Using this strategy allow me to minimize losses while reaping the benefit of capital gain and stock dividend at the same time.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fnofieiman.com%2F2009%2F02%2Fdeciding-when-to-invest%2F&amp;t=Deciding%20When%20to%20Invest" id="facebook_share_both_496" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_496') || document.getElementById('facebook_share_icon_496') || document.getElementById('facebook_share_both_496') || document.getElementById('facebook_share_button_496');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_496') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nofieiman.com/2009/02/deciding-when-to-invest/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Analisis dan Prediksi Saham 2009</title>
		<link>http://nofieiman.com/2009/01/analisis-dan-prediksi-saham-2009/</link>
		<comments>http://nofieiman.com/2009/01/analisis-dan-prediksi-saham-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 15:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nofie Iman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investment]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[analisis]]></category>
		<category><![CDATA[bursa]]></category>
		<category><![CDATA[prediksi]]></category>
		<category><![CDATA[saham]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nofieiman.com/?p=480</guid>
		<description><![CDATA[Boleh dibilang tahun 2008 merupakan tahun yang cukup suram bagi investor dan trader di Bursa Efek Indonesia (BEI). Betapa tidak, saham-saham unggulan sempat dibanting harganya sampai hancur lebur tak karuan. Saya masih ingat betul AALI yang dibanting ke 4600, BBRI di 2400, BUMI di 640, atau UNTR di 2400. Tak ketinggalan saham-saham unggulan lain semisal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fnofieiman.com%2F2009%2F01%2Fanalisis-dan-prediksi-saham-2009%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fnofieiman.com%2F2009%2F01%2Fanalisis-dan-prediksi-saham-2009%2F&amp;source=imanomics&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/I6IQ_FOCE6I&#038;hl=en&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/I6IQ_FOCE6I&#038;hl=en&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object></p>
<p>Boleh dibilang tahun 2008 merupakan tahun yang cukup suram bagi investor dan <em>trader</em> di Bursa Efek Indonesia (BEI). Betapa tidak, saham-saham unggulan sempat dibanting harganya sampai hancur lebur tak karuan. Saya masih ingat betul AALI yang dibanting ke 4600, BBRI di 2400, BUMI di 640, atau UNTR di 2400. Tak ketinggalan saham-saham unggulan lain semisal ASII (6600), BBCA (2000), BMRI (1100), INCO (1140), LSIP (1350), PGAS (1050), PTBA (3750), SMGR (1350), atau UNSP (185). Rata-rata dari mereka sudah <span class="highlight">jatuh lebih dari separonya</span>.</p>
<p>Lalu, bagaimana kira-kira peluang investasi saham di tahun ini?<span id="more-480"></span></p>
<h3>Kejatuhan Berjamaah</h3>
<p>Dibandingkan dengan harga penutupan per 28 Desember 2007, saham-saham yang tergabung dalam LQ45 rata-rata ditutup lebih rendah per 30 Desember 2008. Cukup mengejutkan karena hanya BNII dan LPKR yang mencetak untung dengan masing-masing sebesar 29,82% dan 15,94%.</p>
<p><img src="http://nofieiman.com/wp-content/images/emiten-saham-2008-lq45.jpg" alt="Kejatuhan Saham-saham LQ45" /></p>
<p>Seperti bisa Anda lihat, mayoritas saham anjlok dengan cukup signifikan. Juaranya dipegang oleh TRUB (-96,48%), diikuti ENRG (-94,36) dan DEWA (-92.65%). Urutan selanjutnya diisi oleh UNSP, ELTY, BTEL, CPRO, BUMI, BNBR, dan MNCN. Terlihat jelas bahwa saham-saham grup Bakrie mengalami penurunan cukup drastis setelah di awal-pertengahan 2008 cukup menjadi primadona. <span class="highlight">Ada baiknya untuk mulai menjaga jarak dari Bakrie.</span></p>
<h3>Kesaktian Buyback</h3>
<p>Inisiatif dari pemerintah maupun dari emiten yang bersangkutan untuk melakukan aksi <em>buyback</em> saham-saham di pasar yang telanjur rontok harganya ternyata cukup manjur. Berikut adalah perbandingan <em>closing price</em> terendah sepanjang 2008 dan <em>closing price</em> per 30 Desember 2008 dari emiten-emiten yang mengaku melakukan <em>buyback</em>.</p>
<p><img src="http://nofieiman.com/wp-content/images/emiten-saham-2008-buyback.jpg" alt="Kesaktian Jurus Buyback" /></p>
<p>Memang benar bahwa banyak yang meragukan aksi <em>buyback</em> tersebut hanya sekadar gertakan sambal. <em>Buyback</em> tidak benar-benar dilakukan atau, kalaupun iya, hanya sebagian kecil dari alokasi dana yang sudah disiapkan sebelumnya. Namun nyatanya gertakan tersebut cukup <span class="highlight">mampu mengangkat hampir semua harga saham-saham yang berjatuhan</span>.</p>
<h3>Outlook 2009</h3>
<p>Di media massa, Boediono nampak sumringah memaparkan optimismenya akan kebangkitan perekonomian makro Indonesia di tahun 2009 ini. Menurut saya, kuncinya ada di Pemilu 2009. Kalau bisa berjalan lancar dan presiden terpilih merupakan calon yang benar-benar kredibel dan diminati, <span class="highlight">Indonesia siap lepas landas</span>.</p>
<p>Aksi pemboman dan teror yang terjadi di luar negeri memang tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Namun, situasi yang memanas dan penuh <em>uncertainty</em> semacam itu boleh jadi malah &#8220;menguntungkan&#8221; karena biasanya akan menggerakkan harga minyak. Kenaikan tersebut akan mendorong naiknya harga saham-saham pertambangan dan saham berbasis komoditas.</p>
<p>Obama akan menambah pasukannya di Afganistan. India dan Pakistan makin panas. Nigeria, Somalia, dan Sudan bergejolak. Iran juga masih ngotot dengan pengayaan uranium. Industri senjata di Amerika akan mendapat angin segar mengingat inilah satu-satunya sektor industri yang bisa diandalkan untuk mengangkat perekonomian mereka dan mengapresiasi nilai dollar. Bukan tidak mungkin intel mereka sudah menyusup hingga ke Aceh dan Papua. <em>Wallahu &#8216;alam.</em></p>
<p>Dalam berinvestasi, inilah saatnya untuk kembali <span class="highlight">fokus kepada aspek fundamental</span>. Saya sendiri menyukai perusahaan yang rutin membayar dividen dan jumlahnya cukup menarik. Fokus pada perusahaan dengan <em>net profit margin</em> bagus dan rasio utang yang rendah karena mereka lebih kebal terhadap goyangan krisis. Ada cukup banyak emiten yang koreksinya sudah cukup lumayan.</p>
<p>Prioritaskan pilihan Anda untuk saham di LQ45 karena lebih likuid. Bila ada emiten yang hendak melakukan <em>buyback</em> dan <em>tender offer</em> mungkin bisa dipertimbangkan. Banyak emiten bagus dengan <em>price-earning ratio</em> rendah dan <em>book value</em> yang masih cukup murah. Jauhi perusahaan yang hendak melakukan aksi korporat yang &#8220;aneh&#8221; seperti <em>stock split</em>, <em>right issue</em>, penerbitan obligasi, atau menambah utang.</p>
<p>Semoga akhir tahun ini IHSG bisa menembus level 2000. :)</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fnofieiman.com%2F2009%2F01%2Fanalisis-dan-prediksi-saham-2009%2F&amp;t=Analisis%20dan%20Prediksi%20Saham%202009" id="facebook_share_both_480" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_480') || document.getElementById('facebook_share_icon_480') || document.getElementById('facebook_share_both_480') || document.getElementById('facebook_share_button_480');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_480') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nofieiman.com/2009/01/analisis-dan-prediksi-saham-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Investasi Emas</title>
		<link>http://nofieiman.com/2009/01/buku-investasi-emas/</link>
		<comments>http://nofieiman.com/2009/01/buku-investasi-emas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 06:07:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nofie Iman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investment]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nofieiman.com/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Puji syukur alhamdulillah, telah terbit buku ketiga saya berjudul &#8220;Investasi Emas: Investasi Bijak di Masa Krisis.&#8221; Buku setebal 186 halaman ini diterbitkan oleh Daras Books dan bisa diperoleh di toko buku seperti Gramedia, Gunung Agung, Toga Mas, dan sebagainya. Anda juga bisa melakukan pembelian secara online lewat situs mereka. Buku ini diawali dengan pembahasan seputar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fnofieiman.com%2F2009%2F01%2Fbuku-investasi-emas%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fnofieiman.com%2F2009%2F01%2Fbuku-investasi-emas%2F&amp;source=imanomics&amp;style=normal" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><img src="http://nofieiman.com/wp-content/images/investasi-emas.jpg" alt="Buku Investasi Emas" /></p>
<p>Puji syukur alhamdulillah, telah terbit buku ketiga saya berjudul &#8220;<strong>Investasi Emas: Investasi Bijak di Masa Krisis</strong>.&#8221; Buku setebal 186 halaman ini diterbitkan oleh <a href="http://www.darasbooks.com">Daras Books</a> dan bisa diperoleh di toko buku seperti Gramedia, Gunung Agung, Toga Mas, dan sebagainya. Anda juga bisa melakukan pembelian secara online lewat <a href="http://www.darasbooks.com/book_profile.php?id=978-979-1208-16-1&#038;pag=1&#038;purl=book_all.php">situs mereka</a>.</p>
<p>Buku ini diawali dengan pembahasan seputar emas dan peranannya dalam sistem moneter, kelangkaan emas, hingga <em>outlook</em> dan prospek investasinya di masa depan. Selanjutnya ada pembahasan tersendiri mengenai bagaimana berinvestasi dalam bentuk emas batangan, koin emas, reksadana (ETF) emas, hingga saham perusahaan pertambangan emas. Selain itu dibahas juga investasi dalam bentuk perak dan logam mulia terkait lainnya.</p>
<p>Mudah-mudahan buku ini bisa menjawab pertanyaan seputar apa dan bagaimana cara berinvestasi di instrumen emas&#8212;-baik itu investasi dalam bentuk fisik maupun nonfisik&#8212;-yang selama ini masih menjadi pertanyaan besar. Segera dapatkan buku ini di toko buku kesayangan Anda.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fnofieiman.com%2F2009%2F01%2Fbuku-investasi-emas%2F&amp;t=Buku%20Investasi%20Emas" id="facebook_share_both_476" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_476') || document.getElementById('facebook_share_icon_476') || document.getElementById('facebook_share_both_476') || document.getElementById('facebook_share_button_476');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_476') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nofieiman.com/2009/01/buku-investasi-emas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
