<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/rss2full.xsl" type="text/xsl" media="screen"?><?xml-stylesheet href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css" type="text/css" media="screen"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Nofie Iman</title>
	
	<link>http://nofieiman.com</link>
	<description>A notable words of Nofie Iman, a business consultant, majoring at investment and strategic management issues. If you are a looking for business/financial related information, you've come to the right place.</description>
	<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 11:31:42 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
	<language>en</language>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/nofieiman" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId>984077</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://www.feedburner.com</feedburner:feedburnerHostname><feedburner:feedFlare href="http://add.my.yahoo.com/rss?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fnofieiman" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif">Subscribe with My Yahoo!</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.newsgator.com/ngs/subscriber/subext.aspx?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fnofieiman" src="http://www.newsgator.com/images/ngsub1.gif">Subscribe with NewsGator</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://feeds.my.aol.com/add.jsp?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fnofieiman" src="http://o.aolcdn.com/favorites.my.aol.com/webmaster/ffclient/webroot/locale/en-US/images/myAOLButtonSmall.gif">Subscribe with My AOL</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.rojo.com/add-subscription?resource=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fnofieiman" src="http://blog.rojo.com/RojoWideRed.gif">Subscribe with Rojo</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.bloglines.com/sub/http://feeds.feedburner.com/nofieiman" src="http://www.bloglines.com/images/sub_modern11.gif">Subscribe with Bloglines</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.netvibes.com/subscribe.php?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fnofieiman" src="http://www.netvibes.com/img/add2netvibes.gif">Subscribe with Netvibes</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://fusion.google.com/add?feedurl=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fnofieiman" src="http://buttons.googlesyndication.com/fusion/add.gif">Subscribe with Google</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.pageflakes.com/subscribe.aspx?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fnofieiman" src="http://www.pageflakes.com/ImageFile.ashx?instanceId=Static_4&amp;fileName=ATP_blu_91x17.gif">Subscribe with Pageflakes</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.live.com/?add=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fnofieiman" src="http://tkfiles.storage.msn.com/x1piYkpqHC_35nIp1gLE68-wvzLZO8iXl_JMledmJQXP-XTBOLfmQv4zhj4MhcWEJh_GtoBIiAl1Mjh-ndp9k47If7hTaFno0mxW9_i3p_5qQw">Subscribe with Live.com</feedburner:feedFlare><item>
		<title>Kenapa Harus QWERTY?</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/nofieiman/~3/440877429/</link>
		<comments>http://nofieiman.com/2008/11/kenapa-harus-qwerty/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 11:31:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nofie Iman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>

		<category><![CDATA[policy]]></category>

		<category><![CDATA[qwerty]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nofieiman.com/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda bertanya, mengapa susunan huruf dalam keyboard mesin ketik, komputer, hingga PDA kita berupa &#8220;QWERTYUIOP&#8221; dan seterusnya? Mengapa tidak dibuat saja berurutan seperti &#8220;ABCDEFGH&#8221; dan seterusnya? Mungkin sebagian dari Anda sudah tahu ceritanya, tetapi kalau-kalau Anda belum tahu bisa saya tulis di sini.
Konon, keyboard tersebut sudah diciptakan sejak tahun 1860an oleh Sholes dan Dunsmore. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda bertanya, mengapa susunan huruf dalam <em>keyboard</em> mesin ketik, komputer, hingga PDA kita berupa &#8220;QWERTYUIOP&#8221; dan seterusnya? Mengapa tidak dibuat saja berurutan seperti &#8220;ABCDEFGH&#8221; dan seterusnya? Mungkin sebagian dari Anda sudah tahu ceritanya, tetapi kalau-kalau Anda belum tahu bisa saya tulis di sini.</p>
<p>Konon, <em>keyboard</em> tersebut sudah diciptakan sejak tahun 1860an oleh Sholes dan Dunsmore. Awalnya mereka membuatnya berurutan sesuai abjad. Namun, lambat laun seiring dengan meningkatnya kemampuan (kebiasaan) <em>user</em>, kecepatan mengetik menjadi lebih cepat padahal mekanisme mesin saat itu masih sederhana. Akibatnya, (baris) tombol tertentu menjadi sering macet dan menghambat pekerjaan.</p>
<p>Berdasar pengalaman mereka, akhirnya disusunlah <em>keyboard</em> yang <span class="highlight">sengaja dipersulit dan dibuat tidak efisien</span> untuk &#8220;memperlambat&#8221; kecepatan mengetik agar <em>keyboard</em> tidak mudah <em>jammed</em>. Desain mesin ketik itu kemudian dijual ke Remington untuk diproduksi secara massal tahun 1873. Susunannya terbagi dalam empat baris, baris teratas berupa &#8220;23456789-&#8221;, baris kedua &#8220;QWE.TYIUOP&#8221;, baris ketiga &#8220;XDFGHJKLM&#8221;, dan baris terbawah &#8220;AX&#038;CVBN?;R&#8221;.<span id="more-463"></span></p>
<p>Seiring berjalannya waktu, teknologi berkembang pesat dan masalah tombol <em>keyboard</em> yang sering macet sudah teratasi dengan desain mekanik yang lebih baik. Sejumlah desain <em>keyboard</em> alternatif juga muncul di pasaran. Salah satu yang cukup populer adalah Dvorak Simplified Keyboard (DSK) yang dibuat oleh August Dvorak tahun 1936. Desain itu diklaim merupakan desain yang lebih efisien, cepat, dan egronomis.</p>
<p>QWERTY sebenarnya <span class="highlight">punya banyak kelemahan</span> seperti membuat tangan kiri Anda <em>overload</em> terutama ketika menulis dalam bahasa Inggris (hal serupa saya rasakan ketika menulis dalam bahasa Indonesia). QWERTY juga membuat kelingking Anda <em>overload</em>. Penelitian menunjukkan bahwa distribusi huruf tidak merata sehingga jari Anda harus menyeberang dari baris ke baris&#8212;-bila dihitung jari tukang ketik tipikal akan berjalan lebih dari 20 mil per hari dibandingkan dengan DSK yang hanya 1 mil.</p>
<p>Sayangnya, orang tetap ogah berpaling dari desain &#8220;QWERTY&#8221; kendati desain tersebut bukan merupakan desain yang terbaik. Sekalipun teknologi sudah bisa mengatasi problem tombol yang nge-<em>jam</em>, orang tetap bertahan dengan desain &#8220;QWERTY&#8221; bukannya desain lain yang lebih superior. Alih-alih, QWERTY malah dinobatkan menjadi standar internasional di tahun 1966.</p>
<p>Hal yang sama juga terjadi di Microsoft Windows. Kita tentu tahu bahwa Windows bukanlah sistem operasi terbaik, entah itu dari segi keamanan, kemudahan, kinerja, sampai soal keindahan. Namun, karena penetrasi pasar Windows sudah begitu deras, orang mulai terbiasa menggunakan Windows dan sistem operasi tersebut menjadi terstandardisasi.</p>
<p>Apakah tidak ada yang lebih baik dari Windows? Tentu saja tidak. Namun orang perlu pikir-pikir beberapa kali sebelum berpaling dari standar tersebut. Mereka harus menghadapi <em>barrier</em> seperti faktor biaya, isu kompatibilitas, proses pembelajaran, faktor waktu, dan masih banyak lagi. Akibatnya jumlah mereka yang setia jauh lebih besar daripada yang murtad. Inilah yang menjadikan Windows atau QWERTY kemudian menjadi standar&#8212;-kendati mereka bukan yang terbaik.</p>
<p>Dalam dunia ilmiah, fenomena ini dijelaskan sebagai konsep <em>path dependency</em> dan <em>network externality</em>. Intinya, inovasi tidak menghasilkan <em>outcome</em> yang <em>out of the blue</em>, tetapi merupakan perkembangan yang bisa diprediksi dari yang sudah-sudah. Selain itu, <em>value</em> dari inovasi tersebut akan makin tinggi bila digunakan oleh makin banyak orang. Pada tahap tertentu, <span class="highlight">inovasi tersebut akan menjadi standar yang digunakan oleh umum</span>.</p>
<p>Menariknya, hal ini tak cuma berlaku di bidang teknologi saja. Dalam hal <em>social construction</em>, konsep <em>dependency</em> dan <em>externality</em> ini malah lebih luas aplikasinya. Para sosiolog, ekonom, hingga sejarawan tahu pasti bahwa para aktor dan agen perubahan memegang peranan penting dalam hal pembentukan path ini. Jangan sampai di kemudian hari jalur yang diambil adalah jalur yang salah&#8212;-seperti &#8220;kesalahan&#8221; dalam memilih QWERTY yang inferior atau Microsoft Windows yang banyak kelemahan.</p>
<p>Repotnya, di negara kita pola yang terbentuk malah lebih dekat kepada efek-efek destruktif. Kehidupan hedonis diekspos habis-habisan di sinetron hingga kita tak sadar merasa bahwa kehidupan semacam itulah standar hidup yang umum. Kasus pembunuhan dan mutilasi juga dipaparkan detil sehingga orang terbius bahwa pembunuhan adalah sesuatu yang lumrah. Lebih parah lagi, KKN sekarang sudah menjadi wajar (bahkan wajib) dalam hal berpolitik atau berbisnis.</p>
<p>Kita tentu tahu bahwa hidup boros dan bermewah-mewah bukanlah pilihan yang bijaksana&#8212;-sekalipun kita punya uang cukup untuk mewujudkannya. Kita juga tentu tahu bahwa kawin cerai bukan sesuatu yang baik. Kita juga tentu tahu bahwa segala bentuk penganiayaan bukanlah tontonan yang layak dikonsumsi umum. Soal sogok-menyogok dan pelicin, tentu kita sepakat bahwa bukan itu yang kita harapkan. Namun kalau hal yang demikian dibiarkan begitu saja, bukan tidak mungkin kemudharatan semacam itu kelak menjadi &#8220;standar&#8221; yang umum.</p>
<p>Saat ini efeknya mungkin belum begitu terasa. Tapi saya sama sekali tidak bisa membayangkan <span class="highlight">apa yang akan terjadi di masa anak cucu kita nanti</span>.</p>
<p>Bagaimana menurut Anda?</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~f/nofieiman?a=yNsUN"><img src="http://feeds.feedburner.com/~f/nofieiman?i=yNsUN" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/nofieiman/~4/440877429" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nofieiman.com/2008/11/kenapa-harus-qwerty/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://nofieiman.com/2008/11/kenapa-harus-qwerty/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Buku Referensi Keuangan</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/nofieiman/~3/428399424/</link>
		<comments>http://nofieiman.com/2008/10/buku-referensi-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 09:54:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nofie Iman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[buku]]></category>

		<category><![CDATA[jurnal]]></category>

		<category><![CDATA[keuangan]]></category>

		<category><![CDATA[referensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nofieiman.com/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[
Beberapa waktu lalu ada sejumlah pertanyaan yang masuk menanyakan tentang buku-buku yang layak dibaca bila tertarik untuk mendalami dunia keuangan dan investasi. Berikut adalah beberapa di antaranya yang bisa saya sarankan. Kalau Anda bisa mempelajari dan memahami buku-buku tersebut, saya yakin Anda nggak akan kalah dengan manajer investasi, praktisi keuangan, atau pakar yang sering muncul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nofieiman.com/wp-content/images/bookshelf-reference.jpg" alt="Buku Referensi Keuangan" /></p>
<p>Beberapa waktu lalu ada sejumlah pertanyaan yang masuk menanyakan tentang buku-buku yang layak dibaca bila tertarik untuk mendalami dunia keuangan dan investasi. Berikut adalah beberapa di antaranya yang bisa saya sarankan. Kalau Anda bisa mempelajari dan memahami buku-buku tersebut, saya yakin Anda nggak akan kalah dengan manajer investasi, praktisi keuangan, atau pakar yang sering muncul di media. :)</p>
<p><strong><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0060555661/itemid-20">The Intelligent Investor</a></strong></p>
<p>Warren Buffet membaca buku ini pertama kali ketika ia masih berusia 19 tahun dan sekarang menjadi salah satu investor termasyhur di dunia. Tak salah jika dulu dosen saya pernah mengatakan bahwa buku ini merupakan &#8220;kitab suci&#8221; investasi karena berhasil memaparkan <em>framework</em> dan metode yang logis-analitis untuk berinvestasi. Buku ini diterbitkan pertama kali tahun 1949 dan terus dicetak ulang hingga kini dengan pengantar dari Warren Buffet. Sebelumnya Benjamin Graham menulis buku <a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0071623574/itemid-20">Security Analysis</a> di tahun 1934 dan menjadi salah satu buku wajib para praktisi keuangan. Namun, Security Analysis dianggap terlalu teoretis dan lebih ditujukan bagi investor institusional (profesional).<span id="more-457"></span></p>
<p><strong><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0393330338/itemid-20">A Random Walk Down Wall Street: The Time-Tested Strategy for Successful Investing</a></strong></p>
<p>Buku ini berisikan nasihat yang sangat baik untuk mengarungi dunia investasi. Edisi pertama ditulis tahun 1973 serta masih terus direvisi dan diterbitkan hingga kini. Artinya, nasihat investasi dalam buku itu memang manjur dan tetap relevan hingga saat ini. Buku itu diawali dengan diferensiasi antara spekulasi dan investasi, bagaimana para pelaku investasi dan pasar modal bekerja, penjelasan mengenai analisa dan teknik penilaian saham, hingga panduan untuk berinvestasi. Pembahasannya cukup sederhana dan mudah dimengerti walaupun materi yang disampaikan cukup serius dan berat. Edisi terakhirnya merupakan edisi ke sembilan dan diterbitkan Desember 2007.</p>
<p><strong><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0070050996/itemid-20">Corporate Finance: A Valuation Approach</a></strong></p>
<p>Salah satu buku terbaik untuk topik <em>corporate finance</em> dan <em>valuation</em>. Anda bisa mempelajari dengan mudah metode valuasi yang dipaparkan dalam beberapa langkah mudah hingga Anda bisa membuat metode valuasi Anda sendiri. Teorinya memang cukup rumit namun buku ini membuatnya jadi sangat mudah dipahami. Apalagi penulisnya juga menyediakan <em>template</em> Excel yang mudah diadopsi. Untuk urusan valuasi keuangan, saya sangat merekomendasikan buku ini. Memang harganya agak mahal, namun sangat sepadan dengan isinya.</p>
<p><strong><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0262026287/itemid-20">Financial Modeling</a></strong></p>
<p>Sama seperti buku di atas, buku ini ditulis oleh Simon Benninga dan dilengkapi <em>template spreadsheet</em> untuk latihan. Topik yang dicakup dalam buku ini lebih spesifik dan teknis seperti <em>Black-Litterman approach</em>, metode <em>Monte Carlo</em>, matriks <em>varian-covarian</em>, <em>value at risk</em> (VaR), sampai teknik <em>Visual Basic for Applications</em> (VBA). Biarpun terdengar <em>complicated</em>, pembahasan buku ini cukup sederhana, <em>to the point</em>, dan mudah diikuti. Sebagian orang menganggap buku ini dikhususkan bagi para analis keuangan atau akademisi saja tapi tak ada salahnya untuk dibaca kendati Anda masih pemula.</p>
<p><strong><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0071440992/itemid-20">The Handbook of Fixed Income Securities</a></strong></p>
<p>Bisa dibilang inilah &#8220;kitab suci&#8221; untuk investasi di obligasi (pendapatan tetap) bagi pemula. Buku ini memberikan konsep-konsep fundamental sekaligus metode dan analisis tentang <em>fixed income markets</em>. Paparannya cukup luas serta komprehensif dan sepertinya ditujukan untuk pasar student, konsultan, CFA, dan <em>fund manager</em>. Untuk para praktisi yang lebih memerlukan analisis dan pemaparan mendalam, lebih disarankan untuk membaca buku <a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0471063223/itemid-20">Fixed Income Securities: Tools for Today&#8217;s Markets</a>.</p>
<p><strong><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0471375942/itemid-20">The Analysis and Use of Financial Statements</a></strong></p>
<p>Inilah panduan untuk membedah laporan keuangan dan melakukan <em>assessment</em> mendalam terhadap suatu perusahaan. Buku ini merupakan senjata pegangan para kandidat CPA dan CFA yang akan mengambil ujian sertifikasi tersebut. Setiap aspek dari laporan keuangan dijelaskan dengan gamblang dan menyeluruh. Tersedia pula contoh-contoh soal untuk dikerjakan dengan <em>solution manual</em> yang dijual terpisah. Buku ini nampaknya memang bukan untuk pemula, namun tak sulit untuk mempelajarinya walaupun Anda belum mempunyai latar belakang keuangan yang baik. Alternatif lain buku ini adalah <a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0256167044/itemid-20">Financial Statement Analysis: Theory, Application, and Interpretation</a> karya Leopold Bernstein.</p>
<p><strong><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/1891112643/itemid-20">Introduction to Accounting for Finance</a></strong></p>
<p>Bukunya agak tipis dan ringkas. Pembahasannya juga cukup dasar dan lugas. Nampaknya buku ini mencoba menghilangkan imej rumit dan ruwet yang selama ini menjadi stereotip ilmu akuntansi. Tenang saja, tidak terlalu banyak debet-kredit yang diulas di buku ini. Sebaliknya, Anda akan diajak untuk memahami lebih jauh soal laporan keuangan, analisis rasio, hingga latihan soal yang menarik dan panduan untuk menganalisis <em>annual report</em> dari sejumlah perusahaan. Dibandingkan buku-buku akuntansi keuangan lainnya, buku ini relatif lebih mudah, praktis, serta tidak membosankan.</p>
<p><strong><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0471414883/itemid-20">Investment Valuation: Tools and Techniques for Determining the Value of Any Asset</a></strong></p>
<p>Sebenarnya saya tak bisa menentukan mana yang lebih baik antara buku Damodaran tersebut dengan buku <a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0071441808/itemid-20">Valuing a Business</a> karya Shannon Pratt. Tapi menurut saya, buku Damodaran lebih dikhususkan bagi para &#8220;<em>insider</em>&#8221; seperti investor, entrepreneur, atau manajer keuangan yang ingin melakukan investasi di perusahaan publik. Buku Damodaran memberikan gambaran yang sangat lugas dan formula yang komplit disertai dengan suplemen seperti contoh soal, template Excel, file PDF, dan sebagainya. Sementara itu, buku Pratt menurut saya lebih dikhususkan bagi para profesional &#8220;<em>outsider</em>&#8221; seperti analis, akuntan, atau <em>business lawyer</em> yang ingin melakukan valuasi bisnis. Alternatif lainnya, bisa juga dibaca buku <a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0471702188/itemid-20">Valuation: Measuring and Managing the Value of Companies</a> dari McKinsey &#038; Co.</p>
<p><strong><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0446526428/itemid-20">Big Deal: 2000 and Beyond</a></strong></p>
<p>Penulis buku ini, Bruce Wasserstein, adalah seorang taipan yang piawai melakukan merjer dan akuisisi bisnis (M&#038;A) dari First Boston (Credit Suisse). Buku ini seperti ensiklopedia tentang M&#038;A yang mencakup informasi, taktik, strategi, teknik, sampai filosofi di dalamnya. Kalau Anda ingin melakukan transaksi M&#038;A atau sekadar tertarik mempelajari untuk keperluan investasi, buku ini sangat disarankan. Karena ditulis oleh pelakunya langsung, buku ini memuat detil yang sangat lengkap, riil, dan tak melulu teori.</p>
<p><strong><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0471743674/itemid-20">The Warren Buffett Way</a></strong></p>
<p>Ini adalah salah satu dari sekian banyak buku yang mengulas tentang Warren Buffett dan metode investasinya. Buku ini lebih banyak membahas soal filosofi investasi Buffett dan beberapa bagian merupakan repetisi dari buku sebelumnya, <a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0471392642/itemid-20">The Warren Buffett Portfolio</a>. Jujur saja, Warren Buffett adalah salah satu &#8220;<em>hero</em>&#8221; saya&#8212;-tak cuma soal kepiawaiannya dalam mengubah $10,000 di tahun 1956 menjadi lebih dari $8.5 miliar tetapi juga kesederhanaan dan sikap hidup yang benar-benar layak dicontoh. Kalau Anda punya dana lebih, saya sarankan juga untuk membeli <a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0966446119/itemid-20">The Essays of Warren Buffett: Lessons for Corporate America</a> dan <a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0385484917/itemid-20">Buffett: The Making of an American Capitalist</a>.</p>
<p><strong><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0762409819/itemid-20">One up on Wall Street: How to Use What You Already Know to Make Money in the Market</a></strong></p>
<p>Selain Warren Buffett, salah satu investor yang saya kagumi adalah Peter Lynch (Fidelity Magellan). Buku ini cukup tipis, sangat <em>to the point</em>, dan tetap menarik walau dibaca berulang kali. Walau begitu, isinya cukup lengkap, mulai dari bagaimana ia memilih saham, melakukan analisis, hingga memonitor investasinya. Ada beberapa strategi menarik yang ia paparkan di sini. Ada juga buku lain yang tak kalah bagusnya, <a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0671891634/itemid-20">Beating the Street</a>, yang layak dikoleksi bila Anda ingin mengenal Peter Lynch lebih jauh. Sayangnya ia memutuskan untuk pensiun di usia yang masih sangat produktif. Seandainya ia masih aktif hingga sekarang, mungkin lebih banyak lagi pelajaran yang bisa dipetik darinya.</p>
<p><strong><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0060536357/itemid-20">Barbarians at the Gate: The Fall of RJR Nabisco</a></strong></p>
<p>Buku ini menggambarkan tentang <em>leveraged buy-out</em> (LBO) yang marak terjadi di tahun 1980-1990 antara RJR Nabisco dan Kohlberg Kravis Roberts &#038; Co (KKR). Anda akan dibawa dalam paparan tentang <em>takeover</em> yang penuh dengan intrik, <em>deal</em> di bawah tangan, manipulasi harga saham, pelanggaran hukum, dan sekelumit kisah yang sepertinya sulit dipercaya namun benar-benar terjadi. Jujur saja, buku ini mengingatkan saya tentang sepak terjang salah satu grup bisnis terkemuka di Indonesia yang rajin mengakuisisi dengan cara-cara yang kadang bikin geleng-geleng kepala.</p>
<p><strong><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0446676950/itemid-20">Monkey Business: Swinging Through the Wall Street Jungle</a></strong></p>
<p>Ditulis oleh John Rolfe dan Peter Troob, keduanya merupakan <em>investment banker</em> alumni Wharton dan Harvard. Dengan gaya santai dan kocak, buku ini menceritakan kehidupan para bankir, gaya hidup, jam kerja, hingga bagaimana mereka harus membuat <em>glossy report</em> dengan kosakata keuangan yang terdengar seksi demi meraih klien. Di situ ditulis juga betapa para bankir begitu <em>overpaid</em> namun sebenarnya tidak menambah <em>value</em> bagi klien dan harus melakukan banyak (maaf) <em>bullsh*t</em> dalam keseharian mereka. Ketika pertama kali membaca buku ini saya kurang begitu tertarik, namun menjadi sangat relevan bila dikaitkan dengan kejatuhan Lehman Brothers dan terutama krisis keuangan yang terjadi saat ini. Ada juga buku yang hampir serupa, <a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0140143459/itemid-20">Liar&#8217;s Poker: Rising Through the Wreckage on Wall Street</a>, yang ditulis oleh Michael Lewis.</p>
<p><strong><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0375758259/itemid-20">When Genius Failed: The Rise and Fall of Long-Term Capital Management</a></strong></p>
<p>Buku ini menceritakan tentang John Meriwether dan Long-Term Capital Management (LTCM). Sebelumnya, Meriwether merupakan <em>investment banker</em> di Salomon Brothers, namun kemudian keluar dan mendirikan LTCM dengan merekrut para akademisi dan jenius dari universitas terkemuka. Mereka membuat permodelan keuangan yang canggih dan melakukan teknik arbitrase untuk mendapatkan keuntungan dengan menghilangkan unsur risiko yang melekat di dalamnya. Di masa-masa awal, kinerja LTCM sungguh mengagumkan dengan aset kelolaan lebih dari $150 miliar. Akhirnya LTCM pun jatuh di tahun 1998 setelah Rusia dan Asia dilanda krisis parah. Banyak pelajaran menarik yang bisa dipetik dari buku ini.</p>
<p><strong><a href="http://www.amazon.com/exec/obidos/ASIN/0764107909/itemid-20">Dictionary of Finance and Investment Terms</a></strong></p>
<p>Kalau Anda sering menemukan istilah keuangan yang tidak Anda ketahui, maka buku inilah kamus pegangan Anda. Ukurannya cukup praktis namun konon katanya memuat lebih dari 5.000 kosa kata di dalamnya. Memang benar, bila Anda punya akses internet, Anda bisa melakukan <em>searching</em> dengan cakupan yang lebih luas. Namun ada kalanya kita membutuhkan pegangan yang sifatnya lebih <em>handy</em> dan bisa digunakan kapan saja kita mau tanpa harus repot-repot terkoneksi ke internet.</p>
<p><strong>Academic Journal</strong></p>
<p>Kalau Anda membutuhkan tinjauan akademis yang sifatnya lebih <em>up to date</em> dan ilmiah, ada beberapa jurnal yang menarik untuk dibaca. Beberapa jurnal terkemuka untuk bidang keuangan adalah <em>Journal of Business</em>, <em>Journal of Finance</em>, <em>Journal of Financial and Quantitative Analysis</em>, <em>Journal of Financial Economics</em>, dan <em>Review of Financial Studies</em>.</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~f/nofieiman?a=lQ3KM"><img src="http://feeds.feedburner.com/~f/nofieiman?i=lQ3KM" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/nofieiman/~4/428399424" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nofieiman.com/2008/10/buku-referensi-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://nofieiman.com/2008/10/buku-referensi-keuangan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bisnis dan Liga Inggris</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/nofieiman/~3/421055679/</link>
		<comments>http://nofieiman.com/2008/10/bisnis-dan-liga-inggris/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 00:59:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nofie Iman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Entertainment]]></category>

		<category><![CDATA[bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[liga inggris]]></category>

		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nofieiman.com/?p=455</guid>
		<description><![CDATA[Di Britania Raya, sepakbola sudah seperti agama saja. Orang lebih rajin ke stadion daripada ke tempat ibadah. Mulai dari penjaga toko, buruh bangunan, sampai pejabat sama-sama menggemari bola. Pagi tadi, misalnya, orang-orang menggosipkan Cristiano Ronaldo yang hendak membeli jet pribadi untuk liburan mewahnya dengan biaya sekitar £600 ribu. Ini bukan barang baru karena sebelumnya Robbie [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Britania Raya, sepakbola sudah seperti agama saja. <span class="highlight">Orang lebih rajin ke stadion daripada ke tempat ibadah.</span> Mulai dari penjaga toko, buruh bangunan, sampai pejabat sama-sama menggemari bola. Pagi tadi, misalnya, orang-orang menggosipkan Cristiano Ronaldo yang hendak membeli jet pribadi untuk liburan mewahnya dengan biaya sekitar £600 ribu. Ini bukan barang baru karena sebelumnya Robbie Fowler dan Michael Owen juga pernah membeli pesawat dan helikopter pribadi.</p>
<p>Selain karena pemain-pemain kelas atas punya uang berlebih, kabarnya mereka juga didorong oleh pasangan mereka yang mulai malas naik pesawat kelas bisnis &#8220;biasa.&#8221; Mereka <a href="http://www.independent.co.uk/news/uk/this-britain/englands-wives-put-the-players-into-the-shades-481939.html">merengek minta jet pribadi</a> yang biayanya sekitar £20 ribu untuk sekali jalan. Orang-orang berdebat apakah para pemain memang layak mendapatkan kemewahan tersebut atau sebenarnya semua itu tak lebih dari pemborosan semata.<span id="more-455"></span></p>
<p>Hari Rabu lalu (8/10) diselenggarakan sebuah konferensi bertajuk &#8220;<a href="http://www.nuffield.ox.ac.uk/General/Seminars/Papers/886.pdf">Football in the Social Sciences</a>&#8221; di <a href="http://www.nuffield.ox.ac.uk/General/Seminars/">Nuffield College, Oxford University</a>. Salah satu pembicaranya adalah <a href="http://www.cass.city.ac.uk/faculty/s.szymanski/Stefan_Szymanski.html">Stefan Szymanski</a>, profesor bidang ekonomi dari Cass Business School, City University of London.</p>
<p>Dalam presentasinya, Szymanski mengajukan ide yang cukup kontroversial. Berdasar riset yang ia lakukan, Liga Premiership menurutnya dianggap terlalu kompetitif sehingga <span class="highlight">hanya 4 dari 20 tim yang secara realistis bisa memenangkan titel juara</span>. Sebelumnya, Szymanski juga pernah mempublikasikan <a href="http://www.holycross.edu/departments/economics/RePEc/spe/Szymanski_Coase.pdf">teori serupa</a> di liga olahraga terkemuka lainnya dan mendapatkan kesimpulan yang nyaris sama: <em>excessive competition</em>.</p>
<p>Szymanski berargumen bahwa untuk bisa bersaing masing-masing tim harus menggelontorkan investasi yang tak sedikit demi mendapatkan talenta-talenta berbakat dan bermental juara. Szymanski menunjukkan bahwa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nash_equilibrium ">equilibrium Nash</a> tidak efisien di sini mengingat tiap tim berbelanja terlalu banyak ketika bursa transfer dibuka.</p>
<p>Tak cuma tim-tim papan atas, tim di papan bawah juga seringkali berinvestasi sangat besar relatif terhadap tim-tim di atasnya. Akibatnya, tak cuma posisinya akan terdongkrak, tetapi juga membuat tim-tim lain kian sulit untuk berkompetisi. Szymanski menyebutnya sebagai <em>business stealing effect</em> dimana terdapat unsur eksternalitas yang dimiliki setiap tim untuk &#8220;mengganggu&#8221; rival mereka.</p>
<p>Selanjutnya, klub akan berusaha menarik pendapatan dari penjualan tiket semaksimum mungkin untuk mengkompensasikan <em>marginal cost</em> yang sudah dikeluarkan untuk membeli pemain. Mereka bahkan berani belanja pemain lebih banyak dari budget seharusnya dengan asumsi kalau klub lain juga berbelanja pemain bagus, toh penjualan tiket ketika bertanding dengan klub-klub tersebut nantinya juga ikut terdongkrak. <em>They will profit at the &#8220;expense&#8221; of other teams.</em></p>
<p>Oleh karena itu, dari waktu ke waktu Liga Premier menjadi <span class="highlight">makin komersil sekaligus makin kompetitif</span>. Juara liga seringkali susah ditebak dan baru bisa ditentukan pada pertandingan di minggu terakhir. Walaupun bukan klub favorit saya, Manchester United adalah salah satu contoh terbaik tentang bagaimana seharusnya klub mengkomersialkan dirinya sebagai sebuah entitas bisnis yang <em>profitable</em>.</p>
<p>Szymanski sendiri masih berhasrat untuk melakukan pengujian statistik antara kesuksesan sebuah tim dengan jumlah penonton yang memadati stadion. Sebelumnya ia pernah menguji hal serupa pada liga divisi dua di Inggris dan menjumpai bahwa tidak selalu jumlah suporter yang banyak akan berujung pada kinerja (kemenangan) tim. Katanya, &#8220;<em>English football is too competitive.</em>&#8221;</p>
<p>Bagaimana menurut Anda?</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~f/nofieiman?a=G5QqM"><img src="http://feeds.feedburner.com/~f/nofieiman?i=G5QqM" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/nofieiman/~4/421055679" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nofieiman.com/2008/10/bisnis-dan-liga-inggris/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://nofieiman.com/2008/10/bisnis-dan-liga-inggris/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Belajar dari Krisis Keuangan</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/nofieiman/~3/411135132/</link>
		<comments>http://nofieiman.com/2008/10/belajar-dari-krisis-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2008 14:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nofie Iman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Economics]]></category>

		<category><![CDATA[keuangan]]></category>

		<category><![CDATA[kredit]]></category>

		<category><![CDATA[krisis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nofieiman.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[
Ada untungnya juga menjadi negara yang agak tertinggal dalam urusan pengelolaan keuangan. Penetrasi kartu kredit di Indonesia belum setajam di Eropa atau Amerika. Kita juga belum mengenal hipotek (mortgage). Masyarakat kita sendiri banyak yang masih suka bertransaksi secara langsung (tunai) ketimbang menggunakan kredit (utang). Ketika terjadi cuaca buruk seperti sekarang, pengaruhnya tidak akan terlalu berat.
Mari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nofieiman.com/wp-content/images/leverage-ratio-bank.jpg" alt="Leverage Ratio" /></p>
<p>Ada untungnya juga menjadi negara yang agak tertinggal dalam urusan pengelolaan keuangan. Penetrasi kartu kredit di Indonesia belum setajam di Eropa atau Amerika. Kita juga belum mengenal hipotek (<em>mortgage</em>). Masyarakat kita sendiri banyak yang masih suka bertransaksi secara langsung (tunai) ketimbang menggunakan kredit (utang). Ketika terjadi cuaca buruk seperti sekarang, pengaruhnya tidak akan terlalu berat.</p>
<p>Mari kita lihat data di atas. Deutsche Bank misalnya punya <em>leverage ratio</em> (total kekayaan/aset dibagi modal/ekuitas) di atas 50. Total utang yang dimiliki Deutsche Bank mencapai €200 milliar&#8212;-jumlah ini setara dengan 80% GDP (produk domestik bruto) negara Jerman. Tentu saja bila terjadi kekisruhan, Bundesbank atau bahkan pemerintah Jerman akan kesulitan membantu melakukan langkah-langkah stabilisasi.<span id="more-452"></span></p>
<p>Bank terbesar di Inggris, Barclays, punya <em>leverage ratio</em> di atas 60 dengan total utang senilai £1,3 triliun. Jumlah tersebut sudah melampaui GDP Britania Raya. Contoh lainnya, Fortis, punya <em>leverage ratio</em> &#8220;hanya&#8221; 33&#8212;-namun jumlah tersebut beberapa kali lebih besar daripada GDP Belgia. Di masa Pakto 88, Indonesia punya begitu banyak bank dengan utang yang menggunung. &#8220;Untungnya&#8221; terjadi krisis moneter yang kemudian memaksa arsitektur perbankan di Indonesia berubah menjadi lebih <em>prudent</em> dan konservatif.</p>
<p>Memang benar bahwa jumlah tersebut di atas tidak benar-benar akurat. Di negara-negara Eropa, definisi statistik dan standar akuntansi yang diterapkan bisa berbeda dengan di Amerika atau juga di Indonesia. <em>Leverage ratio</em> juga bukan indikator yang sempurna untuk menggambarkan risiko. Namun setidaknya ilustrasi di atas bisa menggambarkan <span class="highlight">betapa bahayanya utang bila dikelola secara serakah dan sembrono</span>.</p>
<p>Sebenarnya ada banyak pelajaran dari krisis keuangan tersebut yang bisa kita ambil dalam pengelolaan keuangan individu dan rumah tangga. Misalnya, pernahkah Anda mencoba menghitung keuangan pribadi Anda? Berapa banyak utang (atau cicilan utang) yang harus dibayar dibandingkan dengan pendapatan bersih yang Anda peroleh? Apakah Anda yakin bahwa utang bisa Anda kelola tanpa mengganggu kehidupan Anda?</p>
<p>Jujur saja, melihat situasi belakangan ini sering membuat saya kuatir. Promosi kredit dilepas secara jor-joran. Orang bisa mengambil motor baru tanpa uang muka. Mobil juga bisa dibawa pulang hanya dengan DP beberapa juta rupiah saja. Belum lagi bila menghitung proses <em>credit scoring</em> yang sering diabaikan hanya demi mengejar target. Lebih parah lagi, kredit tersebut digunakan untuk hal-hal yang bersifat konsumsi, <span class="highlight">bukan untuk aktivitas produktif</span>.</p>
<p>Saya pernah takjub melihat kernet bus di Jakarta mengantongi ponsel canggih berkamera, sementara salah satu eksekutif perusahaan terkemuka di Indonesia masih menggunakan ponsel lama sebesar batu bata. Saya juga geleng-geleng kepala melihat ada karyawan memaksakan diri mengambil kredit mobil BMW sementara bosnya hanya bermobil Corolla lawas. Agaknya ada yang salah dengan masyarakat kita dalam membedakan antara <span class="highlight">mana yang diinginkan dan mana yang diperlukan</span>.</p>
<p>Daripada memaksakan diri untuk terlihat luar biasa, mengapa tak mencoba tampil sederhana dan apa adanya? Menurut saya, jauh lebih baik terlihat biasa-biasa saja daripada terlihat kaya (padahal sebenarnya tak punya apa-apa).</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~f/nofieiman?a=gGLxM"><img src="http://feeds.feedburner.com/~f/nofieiman?i=gGLxM" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/nofieiman/~4/411135132" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nofieiman.com/2008/10/belajar-dari-krisis-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://nofieiman.com/2008/10/belajar-dari-krisis-keuangan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Selamat Idul Fitri 1429 H</title>
		<link>http://feeds.feedburner.com/~r/nofieiman/~3/406639712/</link>
		<comments>http://nofieiman.com/2008/09/selamat-idul-fitri-1429-h/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 21:51:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nofie Iman</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<category><![CDATA[hari raya]]></category>

		<category><![CDATA[idul fitri]]></category>

		<category><![CDATA[selamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nofieiman.com/?p=450</guid>
		<description><![CDATA[Taqaballahu minna waminkum
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H
Minal Aidzin wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Dengan segala kerendahan hati, kami memohon maaf atas segala dosa dan salah&#8212;-baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Mudah-mudahan kami bisa terus mengadakan perbaikan serta turut mengabarkan kebenaran.
Semoga Allah SWT berkenan mengampuni dosa-dosa kita, menerima amalan-amalan kita, dan membimbing kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Taqaballahu minna waminkum</em></p>
<p>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H<br />
Minal Aidzin wal Faidzin<br />
Mohon Maaf Lahir dan Batin</p>
<p>Dengan segala kerendahan hati, kami memohon maaf atas segala dosa dan salah&#8212;-baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Mudah-mudahan kami bisa terus mengadakan perbaikan serta turut mengabarkan kebenaran.</p>
<p>Semoga Allah SWT berkenan mengampuni dosa-dosa kita, menerima amalan-amalan kita, dan membimbing kita untuk menjadi insan yang lebih baik dari hari ke hari. Amin.</p>
<p>29 Ramadhan 1429 H<br />
Nofie Iman dan Keluarga<br />
M13 9PL, United Kingdom</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~f/nofieiman?a=jbzuL"><img src="http://feeds.feedburner.com/~f/nofieiman?i=jbzuL" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/nofieiman/~4/406639712" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nofieiman.com/2008/09/selamat-idul-fitri-1429-h/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://nofieiman.com/2008/09/selamat-idul-fitri-1429-h/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
