CEO Republik Indonesia
June 2nd, 2008 | Politics
Sewaktu hendak membersihkan file-file yang berserakan di hardisk, saya menemukan foto di atas. Ia adalah dosen dengan PhD bidang rekayasa dan perencanaan transportasi (1987). Ia diangkat menjadi walikota Teheran pada tanggal 3 Mei 2003. Sejak 3 Agustus 2005 ia terpilih sebagai pemimpin Iran. Penampilannya santai tapi berkharisma. Ia cerdas, berani, tegas, namun tetap santun. Mike Wallace dari CBS sampai mengatakan, “He’s an impressive fellow, this guy. He really is. He’s obviously smart as hell.”
Saya mulai ngeh dengan sosoknya ketika upacara tanfiz (installation ceremony) dilakukan antara Khatami dengan Ahmadinejad. Selesai acara tersebut, Khatami menggandeng tangan Ahmadinejad menuju kantor kepresidenan. Setelah dilantik, press release pertama Ahmadinejad adalah himbauan bagi semua pihak untuk tidak memasang ucapan selamat di surat kabar dan larangan agar kantor-kantor tidak memasang fotonya.
Selain kedua tokoh itu, Akbar Hashemi-Rafsanjani yang kalah Pemilu dari Ahmadinejad juga hadir dalam upacara tersebut. Rafsanjani sendiri tokoh yang juga tak kalah menarik. Walaupun ia kalah, Rafsanjani tetap melaksanakan tugas untuk memberi khotbah Jum’at dan menyerukan pada rakyat untuk bersatu mendukung presiden baru. Bandingkan dengan Megawati yang menonton pelantikan Presiden SBY dari televisi pun ogah. :) Read more »