Menerka Juara Piala Dunia

June 17th, 2010 | News

Piala Dunia 2010

Football manager seringkali digaji lebih besar daripada fund manager karena mereka dituntut untuk bisa mengkuantifikasikan hal-hal yang mustahil untuk dikuantifikasi, sebut saja tingkat keahlian pemain mengolah bola, strategi permainan, mental dan tempramen, dan faktor-faktor non-teknis lainnya. Kesalahan kecil akan membuat perbedaan yang cukup signifikan antara kemenangan dan kekalahan.

Seperti yang pernah saya tulis di Twitter, ada beberapa statistik menarik yang bisa diambil dari sepakbola dan Piala Dunia. Misalnya, rata-rata pemain bola ternyata berlari menempuh jarak 10 hingga 15 km per pertandingan dan melakukan 100 sprint, 15 heading, dan 18 tackle. Pemain bola tipikal menghabiskan energi sekitar 1400kCal dalam satu pertandingan.

Biasanya, pemain berinteraksi dengan bola antara 90 hingga 140 kali, namun waktu per interaksi tersebut tak lebih dari 60-90 detik. Jadi, yang membedakan antara pemain hebat dengan pemain biasa-biasa saja adalah seberapa efektif gerakan yang ia lakukan selama berinteraksi dengan bola. Kedua, pergerakan tanpa bola (off the ball) lebih berpengaruh dan membuat perbedaan besar daripada pergerakan dengan bola. Read more »

Share on Facebook

Memaknai Kembali Hari Kartini

April 21st, 2010 | Uncategorized

“Seseorang itu tidak dilahirkan sebagai perempuan, namun menjadi perempuan.” —-Simone de Beauvoir

Jujur saja, tanpa bermaksud mendiskreditkan peran Kartini, saya sering mempertanyakan kiprah Kartini baik di masanya maupun dalam konteksnya di jaman modern ini. Kartini sebenarnya cukup beruntung terlahir sebagai kaum borjuis Jawa, mengenyam pendidikan barat, dan punya privilige yang tak dimiliki kaum perempuan di masanya yang hanya dianggap sebagai “konco wingking“. Saya yakin bahwa yang punya ide untuk memajukan perempuan di masa itu tak cuma Kartini.

Memang benar bahwa Kartini sering mengeluhkan apa yang ia pikirkan lewat korespondensinya dengan Stella Zeehandelaar—-terutama tentang praktik pingit pada gadis Pribumi. Tapi yang kemudian mengumpulkan dan menerbitkannya menjadi buku adalah orang Belanda. Kartini memang mendirikan sekolah wanita, tapi karena pengaruh suaminya, tidak ada masalah dalam pendirian sekolah tersebut. Faktanya, ia tetap menjadi korban sistem karena dinikahi bupati berumur di usianya yang masih belasan.

Selain Kartini, kita tahu ada Cut Nyak Dien dan Christina Martha Tiahahu yang jadi panglima perang tersohor. Ada juga Dewi Sartika atau Maria Walanda Maramis yang membaktikan dirinya sebagai pendidik. Kiprah mereka jelas lebih konkrit daripada sekadar (maaf) menulis surat-surat. Ironisnya, kita tahu persis tanggal lahir Kartini, tapi jarang yang tahu kapan hari lahir Jendral Soedirman atau Mohammad Hatta. Sungguh sebuah kultus individu yang terkesan agak berlebihan. Read more »

Share on Facebook

Rejected, Again and Again

April 14th, 2010 | Personal

Rejected, Again and Again

Have you ever been rejected by a man/woman you love? Have you ever wondered why your job application is getting ignored? Don’t know what to do when your business proposal is rejected in favor of a competitor? Hate yourself for not able to overcome this problem? Believe me, you are not the only one facing this problem.

I’ve been turned down by couple girls I pursued. I’ve been rejected by MIT Sloan School of Management and London School of Economics. A number of prestigious institutions/companies rejected my job application at the final stage. I used to get rejected by investors when I propose my business plan. I hope you’re feeling more comfortable now. :)

For most people, the fear of rejection can often be an enormous stumbling block to overcome. They aren’t willing to admit it openly, having the fear of being laughed and mocked by others. But let’s take a look at some stories on successful people and how they handled rejections in such a positive way. Read more »

Share on Facebook

Distribusi Pendapatan vs. Kebahagiaan

February 25th, 2010 | Economics

Kalau dibandingkan, saat ini kita punya spending power yang jauh lebih besar daripada 40-50 tahun lalu—-dan itu terjadi di hampir seluruh level pendapatan masyarakat. Hampir semua lapisan masyarakat bisa membeli dan mendapatkan barang yang lebih baik dan lebih banyak daripada sebelumnya. Banyak dari kebutuhan yang di tahun 1970-80an dianggap belum ada namun menjadi sesuatu yang wajib dimiliki saat ini.

Tentu saja, orang-orang kaya yang berada di lapis teratas menjadi makin kaya daripada sebelumnya. Kekayaan mereka meningkat signifikan, begitu pula dengan kebutuhan mereka. Sementara orang-orang yang berada di lapisan menengah mengalami peningkatan kekayaan, namun tidak terlalu eksponensial. Baru mereka yang berada di lapis bawahnya menikmati potongan kue yang jauh lebih kecil.

Menariknya, ketika dikaitkan dengan kebahagiaan, kekayaan ternyata menjadi hal yang relatif, bukan menjadi ukuran yang mutlak. Sebagai contoh, orang-orang primitif yang hidup di gubug pedalaman di suatu negara miskin di dunia ini ternyata bisa hidup sama bahagianya dengan mereka yang tinggal di sebuah rumah yang luas di negara maju. Read more »

Share on Facebook

Bagaimana Mendapatkan Rp 1 Miliar dalam 3 Hari

November 7th, 2009 | Investment

Saya akan mengajari Anda trik melakukan tipuan yang gampang namun mujarab. Di Inggris, tipuan ini konon dilakukan para bandar kepada para penggemar sepakbola untuk memasang taruhan skor pertandingan. Tapi kali ini akan saya jelaskan aplikasinya untuk dunia investasi karena lebih applicable. It does work, karena orang-orang kebanyakan ketika berurusan dengan uang cenderung bodoh, ignorant, sekaligus serakah (greed), sehingga trik ini hampir pasti 100% berhasil.

Pertama, kumpulkan daftar kontak 1,000 orang—-bisa offline atau online. Anda bisa memanfaatkan buku/direktori telepon, buku alumni, daftar email, Facebook, Twitter, dan masih banyak lagi. Katakan pada mereka bahwa Anda punya informan/orang dalam yang terpercaya, atau katakan bahwa Anda punya metode analisis saham yang sangat canggih, dan Anda tahu 100% seperti apa harga saham X selama 3 hari ke depan.

Yakinkan kepada mereka bahwa mereka mungkin tidak percaya kepada Anda, tapi Anda punya sesuatu yang sangat valid dan tidak dimiliki investor lain. Sebagai pembuktian (free trial), Anda akan menginformasikan pada mereka pergerakan salah satu saham (misalnya saham X) selama 3 hari ke depan secara cuma-cuma. Read more »

Share on Facebook