Mengapa BBM Harus Naik?

May 18th, 2008 | Economics

Mungkin banyak dari Anda bertanya dalam hati, mengapa harga BBM harus dinaikkan atau dicabut subsidinya? Bukankah Indonesia adalah salah satu penghasil minyak yang cukup besar dan berlimpah? Bukankah seharusnya kita ikut menikmati akibat dari kenaikan harga minyak mentah di dunia?

Well, minyak mentah yang dihasilkan Indonesia saat ini konon sekitar 1 juta barrel/hari. Minyak berkualitas baik kebanyakan dihasilkan dari kilang di Minas (Caltex) yang memiliki sedikit kandungan belerang maupun lilin. Harganya memang mahal dan disukai oleh negara-negara maju seperti Amerika atau Jepang yang sangat peduli dengan polusi dan oktan.

Repotnya, hanya sekitar separo dari minyak yang dihasilkan sumur-sumur di Indonesia yang bisa diolah oleh kilang minyak kita. Karakteristik refinery kita sebenarnya tidak didesain untuk minyak Indonesia yang berkualitas tinggi tersebut. Sebaliknya, refinery kita lebih pas untuk jenis light crude seperti minyak-minyak dari Arab. Biarpun produksi dalam negeri laris di pasaran dunia, kita tidak bisa mengolahnya sedemikian hingga bisa memberikan nilai tambah. Read more »

Lelaki dalam Kacamata Jawa

May 14th, 2008 | Personal

Pan iku wus karseng Widhi
dene kang mangka marganya
ananya wiji janmane
apan aneng janma priya
karan uga tyang lanang
lanang lana tegesipun
langgeng ingkang hisi gesang

Tulisan di atas adalah penggalan salah satu bait tembang Asmarandana. Tulisan tersebut ditulis dalam bahasa Jawa Kawi—-yang konon katanya digunakan oleh leluhur bangsa Jawa sebelum abad ke 17. Saat ini relatif tidak banyak orang yang memahami bahasa tersebut. Selain orang-orang yang memang memiliki spesialisasi di bidang itu, bahasa Jawa Kawi mungkin terhenti sampai dua-tiga generasi sebelum generasi kita sekarang.

Yang jelas, setelah membaca tulisan tersebut saya baru tahu bahwa ternyata lanang (laki-laki) memiliki arti khusus, yaitu langgeng ingkang hisi gesang atau suatu sifat yang berhak menerima aliran daya kehidupan. Bila ditelusur dari bait-bait sebelum dan sesudahnya, tulisan tersebut hendak mengatakan bahwa sudah menjadi kehendak Tuhan bila kaum laki-laki diciptakan “lebih”, yaitu menjadi perantara terjadinya sifat bakal manusia. Read more »

Apalah Arti Sebuah Nama

April 28th, 2008 | Education

Dulu saya sempat penasaran soal pemberian nama di depan gelar seorang professor. Misalnya, Michael Porter punya gelar “Bishop William Lawrence University Professor” atau Philip Kotler yang digelari “S. C. Johnson & Son Professor of International Marketing“. Apa sih yang dimaksud dengan “Bishop William Lawrence” atau “S. C. Johnson & Son” itu?

Setelah saya tanya ke orang-orang yang memang bergelut di bidang itu, gelar semacam itu disebut dengan istilah named chair, endowed chair, atau professorship. Nama tersebut diberikan oleh individu, perusahaan, atau penggalangan dana yang memberi donasi kepada universitas. Dana (endowment) tersebut kemudian digunakan untuk kepentingan seperti membiayai operasional universitas, memerbaiki rasio dosen-mahasiswa, mendanai riset, sampai untuk kegiatan pemasaran dan membajak professor-professor baru.

Konon, pemberian gelar tersebut diawali dari Inggris sejak beberapa abad yang lalu. Ratu Margaret, Raja Henry VIII, hingga penguasa sesudahnya biasa memberikan hadiah kepada Universitas Oxford dan Cambridge. Sebagai kontraprestasinya, nama mereka diabadikan dalam bentuk professorship. Kabarnya, sekarang diperlukan dana sekitar US$1-3 juta untuk itu—-namun di state universities bisa lebih murah.

Tentu saja tidak semua staf pengajar bisa mendapatkan gelar tersebut karena hanya diberikan pada orang-orang tertentu yang dihormati dan dipandang memberikan banyak kontribusi kepada universitas atau departemennya. Di Harvard misalnya, hanya belasan professor yang mendapatkan dari ratusan professor yang ada di sana. Read more »

What is Your Ultimate Goal?

April 21st, 2008 | Personal

Today, I was talking to my long-time-no-see friend. The chat, as usual, proceeded from weather and economic downturn to what she ultimately wants to do in her life. She is an old-fashioned woman, so she want a loving husband who is intelligent with the charm of a Sundanese gentleman.

Her whole philosophy led me to think what are my goals—-both in personal and professional life. I have thought often about it and have realized that as I change, times change, my goals will change. I am in the point that if we don’t know what we want, we don’t get what we want. This is true for professional and personal life. Read more »

Kelemahan Seorang Pria

April 15th, 2008 | Personal

Saya pernah bertanya kepada salah seorang kawan mengapa tempat-tempat perjudian dan kasino dipenuhi dengan perempuan cantik dan seksi—-entah itu petugas dan pelayan yang bekerja di situ, hiasan dinding dan dekorasi interior, sampai gambar dalam kartu yang digunakan untuk bermain.

Ternyata, konon katanya pria yang ditunjukkan hal-hal erotis akan cenderung bertaruh lebih besar daripada bila ditunjukkan hal-hal yang netral. Sembari tertawa, kawan tersebut juga mengutip sebuah lelucon kuno, “God gave men a p***s and a brain, but not enough blood to operate both effectively at the same time.Read more »