Akutansi vs. Akuntansi
Saya sering tergelitik ketika melihat, membaca, atau mendengar kata-kata berikut: akutansi dan akuntansi. Mungkin terlihat remeh, tapi mengapa bisa ada beragam variasi? Beberapa orang ada yang memperhatikan atau mempertanyakan kata-kata tersebut. Daripada harus menjelaskan berulang-ulang, mungkin ada baiknya bila dibuat tulisan tidak penting tersendiri.
Sebetulnya kita mengadaptasi kata-kata tersebut dari kata berbahasa Inggris “accounting.” Kata “accounting” sendiri berasal dari kata dasar “account” atau “to account” yang berarti rekening (kb) atau menghitung (kk). Oleh karenanya, ketika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, kata “accounting” seharusnya menjadi “akuntansi” (dengan n)–bukan “akutansi” (tanpa n).
Apabila kita taat dengan kaidah tersebut di atas, maka istilah “akutansi” (tanpa n) tentu tidaklah tepat untuk digunakan. Demikian juga dengan turunannya. Agar tetap konsisten, tentu kita harus menggunakan kata “akuntan” (dengan n) dan “akun” (bukan “aku”, tanpa n). Penjelasan lebih detil mengenai makna dan filosofi kata-kata tersebut mungkin bisa dilanjutkan kalau sempat lain waktu. Continue reading