Harvard Gitu Lohh
May 17th, 2005 | EducationHarvard Business School (HBS) kini hampir mencapai usia satu abad. Masih menjadi sekolah bisnis paling sukses dan memiliki pengaruh di seluruh penjuru dunia. Setidaknya hal itu terus dipertahankan melalui konsistensi sekolah tersebut dalam menjaga mutunya, penciptaan komunitas yang kuat dari jaringan alumninya, serta jaminan mutu yang selalu melekat pada nama, merek, dan apapun yang terkait dengan Harvard Business School.
Sudah begitu, nilai sumbangan (endowment) yang diterima HBS paling besar dibanding sekolah bisnis lainnya, yang mencapai angka US$ 1,3 milyar. Belum puas dengan dana yang ada, beberapa tahun lalu, HBS menggalang dana melalui kampanye penghimpunan dana sebesar US$ 500 juta hingga akhir 2005 untuk mendukung program beasiswa kampus, riset global, serta pengembangan fakultas dan teknologi.
Dana yang berhasil dihimpun juga digunakan untuk merenovasi gedung perpustakaan Baker Library yang bersejarah serta asrama mahasiswa. Kampanye itu dipimpin oleh C Dickspangler, mantan mahasiswa MBA angkatan 1956. Acara peluncurannya sendiri (21 September 2003) dihadiri ratusan alumni termasuk presiden Harvard University, Lawrence H Summers, yang juga mantan menteri keuangan Amerika semasa Clinton. Pada kesempatan itu, Kim B Clark, dekan HBS, berujar bahwa apa yang dilakukan HBS pada 20 tahun mendatang bakal lebih berarti daripada apa yang telah dilakukan dalam 20 tahun terakhir.
Sejarah Harvard sendiri dimulai pada tahun 1907 ketika A Lawrence Lowell, profesor yang menjabat sebagai presiden HBS kembali melontarkan gagasan pendidikan professional pasca sarjana untuk bisnis. Sejak berdiri tahun 1636, Harvard sudah dikenal memiliki Harvard Law School dan Harvard Medical School yang prestisius. Dengan adanya fakultas baru itu, gelar master dalam bisnis akan diberikan pada mereka yang sebelumnya telah menyandang gelar bachelor of art atau bachelor of science. Tujuannya, untuk melatih dan mendidik para pemimpin, serta mencetak para spesialis. Namun, sekolah tersebut tak berkonsentrasi pada pemasaran atau keuangan, melainkan manajemen umum. HBS diciptakan menjadi sekolah bagi para GM. Pada tanggal 21 September 1908, dengan 15 staf pengajar dan 24 mahasiswa full time, dibukalah Graduate School of Business Administration yang merupakan cikal bakal HBS.
Pada tahun 1925, berkat hibah sebesar US$ 5 juta dari bankir George F Baker, dekan Wallace B Donham berinisiatif membangun kampus dengan arsitektur neogothic di lahan bekas rawa Boston. Letaknya persis di belakang Charles River dari Cambridge dan kampus utama Harvard. Kini, kampus HBS itu terdiri 29 bangunan diatas 60 ha berupa perpustakaan, ruang makan besar, fasilitas olahraga, asrama, serta tempat ibadah yang jauh lebih besar dari kampus lain. Donham juga mengambil inisiatif pengajaran studi kasus Harvard yang terkenal itu. Donham juga mengadopsi ide dari pendidikan di fakultas hukum. Lalu pada 1922 Donham mulai menerbitkan jurnal ilmiah HBR yg dikemudian hari menjadi “kitab suci” bagi manajemen kontemporer.
Meski begitu, sampai tahun 1950, gelar MBA belum menjadi gelar yang bergengsi. Pada tahun 1949 misalnya, dari 3.900 MBA lulusan 100 universitas di AS, hampir 700 merupakan lulusan Harvard. Tapi begitu perusahaan seperti Xerox, Johnson & Johnson, Capital Cities, dan Bloomingdale mengalami booming pasca perang, lulusan MBA asal Harvard melambung nilainya.
Menurut Kim B Clark, separo dari 60.000 lebih lulusan Harvard yang tinggal diluar AS merupakan lulusan HBS. Kantor alumni HBS memonitor terus sekitar 66 ribu lulusannya yang masih hidup. Data yang dihimpun antara lain, perjalanan karir, pendapatn, keluarga, sumbangan sosial, dan kewarganegaraan alumni. Hasilnya, lulusan HBS memperoleh pengahasilan awal lebih dari US$ 145 ribu per tahun. Angka itu jauh lebih besar daripada penghasilan alumni sekolah bisnis manapun.
Lulusan HBS tidak sedikit menjadi CEO perusahaan raksasa dunia. Louis V Gestner, Jr merupakan chairman dan CEO IBM, Raymond Gilmartin menjadi CEO Merck, Arthur Martinez menjabat CEO Sears, Steve Kaufman menjadi CEO Arrow Electronics, dan masih banyak lagi. Kini, terjadi kecenderungan baru dimana sekitar 40-50% lulusan HBS ternyata memutuskan untuk menjadi wirausahawan dengan memulai bisnis sendiri atau mengelola perusahaan pemula.
Bicara tentang seleksi masuk, tak kurang dari 50 ribu lamaran masuk ke HBS setiap tahunnya. Sekitar 7.500 mahasiswa kemudian mengikuti tes untuk merebut 880 kursi tersedia (1997). Fakultas pada dasarnya hanya menerima 1.000 mahasiswa dan hampir 90% datang memenuhi panggilan. Sisanya memilih untuk bekerja karena tawaran yang lebih baik. HBS juga menyiapkan dana hingga US$ 100 juta untuk fellowship di tengah meningkatnya kebutuhan bantuan finansial bagi mahasiswa. Dana-dana tersebut akan membuat HBS tetap dikunjungi mahasiswa-mahasiswa berbakat dari seluruh penjuru dunia. Tak kurang dari 70 negara terwakili dari program MBA yang diselenggarakannya. Dana yang kurang lebih setara juga akan dimanfaatkan untuk pengembangan fakultas, termasuk pembangunan teaching & learning center. Tak mengherankan bila pengajar seperti Michael Porter, John Kotter, Rosabeth Mos Kanter, dan Robert Kaplan tetap betah mengajar di HBS. Semangat menjadi terdepan dari saingan terdekat, Stanford di California, Wharton School di Philadelphia, Kellog School dari Northwestern University di Chicago Illinois, terasa benar di HBS. Tak jarang profesor Harvard melewatkan malam di kantor/asrama saat badai salju. Tidak pernah ada istilah membolos di Harvard.
Sebagai pembanding, 1997 dari 85 ribu MBA lulusan seribu sekolah bisnis Amerika, Harvard menyumbang 882 MBA. Sekalipun secara persentase hanya sebesar 1%, ternyata angka tersebut merupakan jumlah lulusan dari satu angkatan yang terbesar dari satu sekolah bisnis. Produk-produk HBS juga makin berkembang, mulai dari HBR, penerbitan buku via HBS Publishing, cetak ulang studi kasus, piranti lunak, kursus multimedia interaktif, video, newsletter, bahan-bahan rilis online bagi para sarjana, serta website di internet yang telah meningkatkan pendapatan HBS secara signifikan. Upaya itu sekaligus memudahkan akses secara instan ke HBS dari segala penjuru dunia. Tampaknya HBS memang berkeinginan untuk tetap hidup selama setidaknya seribu tahun lagi.
Bicara tentang jaringan alumni, HBS dan Harvard pada umumnya, sangat pandai menyusun jaringan alumninya. Komitmen mereka pada alumni dibuktikan pada kesungguhan dan besarnya anggaran untuk menanganai dan membiayai alumni relations office. Di Indonesia, kebanyakan universitas termasuk universitas ternama sekalipun masih menyerahakan kegiatan alumni hampir sepenuhnya pada para alumninya. Selain tidak optimal dalam menggarap kekuatan, hal ini juga kerap berubah menjadi ajang politik. Mungkin para pengasuh universitas disini belum menyadari bahwa it takes money to make money.
Oh iya, Indonesia kini punya beberapa produk lulusan HBS. Beberapa diantaranya, yang saya tahu, antara lain Angky Camaro (HM Sampoerna), Ongky Sunarno (Humpuss), Philip Purnama (Indofood), Hasan M Soedjono (Sempati Air), dan masih ada beberapa lagi. Meski jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari, tapi mudah-mudahan kontribusi mereka bagi negara ini bisa jauh lebih besar dari lulusan sekolah bisnis lainnya.
Mungkin Anda tertarik masuk ke Harvard? Selentingan ringan dari mereka-mereka yang berada di Amerika sering mengutarakan bahwa Harvard tak beda dengan universitas aristokrat lainnya. Jangan pernah berharap bisa lolos ke Harvard kalau Anda/orang tua Anda bukan donatur Harvard, atau Anda tidak memiliki rekomendasi dari alumni Harvard, dan Anda bukan anak seorang pejabat.
Harvard gitu lohh… :)



June 20th, 2006 at 11:54 pm
May 23rd, 2007 at 1:19 am
February 22nd, 2008 at 3:28 pm
February 28th, 2008 at 11:18 am
March 13th, 2008 at 11:47 am
Comments
May 19th, 2005 at 9:50 pm
katanya U harvard-man ?? bener gak bang nofie ???
kalo bener bagi2 tips-nya dunk !!!
salam kenal :D
May 20th, 2005 at 12:16 am
Gak lah. Gue gak sekeren itu lah. :D Oiya, salam kenal juga.
January 24th, 2007 at 9:00 pm
Salam Kenal!
Nama saya Julia, saya tertarik sekali dengan tulisan2 yang anda muat, especially ones about the “American Education”. Kebetulan saya sedang ingin meng-apply beasiswa fulbright. Sekarang ini saya masih dalam tahap mempersiapkan dokumen2 yang diminta.
Saya adalah pengajar Sekolah Dasar di BiNus School, tepatnya kelas 2 SD. Yang saya ingin tanyakan kepada Nofie, Apakah Univ di Amerika menyediakan program Master dalam Elementary Education/Early Childhood Education/Counceling Programme?
Bila ada, universitas mana yang bisa direkomendasikan ke saya?
Saya tunggu “reply” anda. Terima Kasih.
Julia
January 24th, 2007 at 9:02 pm
Salam Kenal!
Nama saya Julia, saya tertarik sekali dengan tulisan2 yang anda muat, especially ones about the “American Education”. Kebetulan saya sedang ingin meng-apply beasiswa fulbright. Sekarang ini saya masih dalam tahap mempersiapkan dokumen2 yang diminta.
Saya adalah pengajar Sekolah Dasar di BiNus School, tepatnya kelas 2 SD. Yang saya ingin tanyakan kepada Nofie, Apakah Univ di Amerika menyediakan program Master dalam Elementary Education/Early Childhood Education/Counceling Programme?
Bila ada, universitas mana yang bisa direkomendasikan ke saya?
E-mail saya: julia_arofah@yahoo.com
Saya tunggu “reply” anda via e-mail. Terima Kasih.
Julia
January 24th, 2007 at 9:03 pm
Salam Kenal!
Nama saya Julia, saya tertarik sekali dengan tulisan2 yang anda muat, especially ones about the “American Education”. Kebetulan saya sedang ingin meng-apply beasiswa fulbright. Sekarang ini saya masih dalam tahap mempersiapkan dokumen2 yang diminta.
Saya adalah pengajar Sekolah Dasar di BiNus School, tepatnya kelas 2 SD. Yang saya ingin tanyakan kepada Nofie, Apakah Univ di Amerika menyediakan program Master dalam Elementary Education/Early Childhood Education/Counceling Programme?
Bila ada, universitas mana yang bisa direkomendasikan ke saya?
E-mail saya: julia_arofah@yahoo.com
Saya tunggu “reply” anda via e-mail. Terima Kasih.
PS. It’s very URGENT, i hope 2 hear from u soon. Thanks a LOT!
Julia
May 20th, 2007 at 8:01 pm
Halo, Salam kenal..saya tertarik sekali dengan informasi yang ditampilkan.
Ada yang mau saya tanyakan berkaitan dengan “Bagaimana caranya biar bisa tembus ke HBS”.
Saat ini saya adalah mahasiswa S1 Teknik Perminyakan ITB dan berencana melanjutkan studi ke Amerika.
Saya ingin mengambil Magister Manejemen. Dan berencana memilih HBS.
Kak yang budiman, apakah cukup jika kita hanya menyiapkan otak, bahasa Inggris yang lancar, dan juga skill lain yang menunjang??
Bisakah kita tetap exist disana dengan bekerja secara part time?? Yah,, soalnya dari latar belakang keluarga, saya bukanlah anak seorang pengusaha, pejabat, dan yang seperti itu lah. Tetapi, harapan dan modal saya adalah Pertolongan Tuhan dan juga tekad yang bulat..
Saya ingin menjadi putra bangsa yang suatu saat nanti dapat berkarya untuk bangsa Indonesia.
mohon Infonya???
May 23rd, 2007 at 10:03 am
@Putra
Silakan coba Sampoerna Foundation Scholarship. Tapi setau saya untuk apply SF Scholarship itu harus punya working exp minimal 2 tahun.
May 24th, 2007 at 9:19 am
Kak Amir, Thanks atas infonya.
By the way, mau nanya apa kak Amir sekarang lagi studi?? Atau punya pengalaman pernah studi di Amrik??
thanks sebelumnya
July 7th, 2007 at 11:55 am
Hi..aku Fany , aku calon sma kelas 1..kak aku mau tanya kalau mau mendapatkan beasiswa ke spanyol gimana sich kak??terus sama jurusan2 nya ya kak..please,,bagi siapa saja yang punya informasi about schoolarship Spain ( beasiswa ke spanyol ) kasih tau ya kakak…saya tunggu blsan nya..ke
dctr_Fany_es@yahoo.com
Thank you
January 29th, 2008 at 4:28 pm
Hello, there!!! My name is Relly Komaruzaman. I love an American girl. Her name is Merina Rejayanti. She lives in Indonesia, at Pasar Kaget - Curup. Could you mind to bless our love!!!
February 27th, 2008 at 9:05 am
hello…..
My name is Theo…..
I like Harvard….
I’m already going to harvard…..
I like america….
I want to be american…..
March 16th, 2008 at 10:02 am
asslm…
mas gmn cara buat daftar seleksi masuk sekolah bizniz harvard?
sy pgeeeen bgt asuk sana…
mengenai syart2 insyaAllah sudah spt di penuhi..
namun,cara daftarnya sy ga tau..
bisa tlg di infokan k saya mas???
makasih ya mas…
saya bnr2 butuh…
wasslm
March 16th, 2008 at 12:16 pm
Ingin masuk ke Harvard? Bisa dilihat requirement-nya di sini.
April 17th, 2008 at 11:18 pm
MAS BOLE MNTA NO HP?
pgn ktmu neh,,
mau ngbrol2 ttg harvard..
ga bln ini kok,,
bulan besok//
bisa?
brapa no hp mas?
ato krim k email or friendster sy aj,,
nickname omar
ok?
thx bgt mas..
asslm
April 17th, 2008 at 11:28 pm
mas tar klo kita jadi ktmu,,
omar jg pgn ktmu ma alumni harvard dr indo,,
spt mas angky camaro dll..
mau siapin segala sesuatunya deh!
hehehe
thx ya mas..
oy,,doain jg ya bs lulus ujian nasional dgn nilai sangat memuaskan..
amiin…..
asslm
April 25th, 2008 at 10:14 am
Hi there,
salam kenal juga ………….., aku juga sangat interest lho everything about harvard……, yah emang bener2 elit bgt bo, boleh kasih info lainnya …………misalnya siapa aja alumni indo, terutama yang perempuannya. thanks anyway
April 25th, 2008 at 8:02 pm
mas,,kok ga di rep?
ge sbuky?
15 mei ku dah d jkt mas,,
jd gmn?
thx
April 28th, 2008 at 4:50 pm
Sejak SMA saya tertarik untuk masuk Harvard atau MIT. Sekarang pun sebenarnya masih ngumpulin persiapan untuk apply ke sana, saya pernah menemukan kisah (di mailing list) mahasiswa Indonesia yang belajar di MIT, berat perjuangannya. Tapi karena keinginan dan kerja keras mengumpulkan persiapan masuk MIT (hampir selama 10 tahun) ia pun diterima di sana, melalui beasiswa pula. Di tulisannya dia pun bercerita bukan hanya prestasi akademik yang bagus yang akan di terima di sana, tapi setumpuk prestasi olah raga, prestasi sosial, prestasi karir dan pekerjaan dll. Dan dokumen prestasi itu memang diminta dari sana.. Buat aku yang penting kumpulin amunisi dulu sebelum tempur beneran di sana.
May 3rd, 2008 at 1:10 am
allow,,
tmn2 yang lagi brjuag bwt prepare msk k harvard,,,
klo ad info email k sy yah,,
aho_omar@yahoo.co.id
ok??
ap yg msti d psiapin,,
oy,,
hrvrd bsns skul buka bwt s1 ga yah?
need ur info friend,,,
thx,,
wasslm..
May 15th, 2008 at 11:10 am
saya tertarik dengan berita-berita yang dimuat
pada kesempatan ini, saya ingin menanyakan kepada Sdr bagaimana tips untuk mendapatkan beasiswa penuh dari amerikan university..
pada saat ini saya sedang dalam tahap akhir sdtudy di Fakultas Hukum