Laptop $100 dan Kemajuan Bangsa

December 15th, 2005 | Technology

$100 Laptop

Sudah pernah mendengar proyek ini? MIT Media Laboratory -yang dikomandani Nicholas Negroponte (chairman) dan Mary Lou Jepsen (chief technology officer)-mencanangkan program laptop murah untuk anak sekolah (terutama) di negara-negara berkembang. Harga yang diajukan hanya sebesar $100 per buah dan dijual hanya kepada pemerintah dalam jumlah besar untuk didistribusikan kepada murid-murid yang memang layak membutuhkan.

Spesifikasi teknis yang ditawarkan kira-kira meliputi processor dengan kecepatan 500MHz, memory 1GB, dan berbasis sistem operasi Linux. Laptop ini juga sudah Wi-Fi enabled dan mendukung port USB. Teknologi inovatif konon juga dimasukkan pada sistem power untuk screen. Proyek ini sudah terdengar gaungnya sejak lama (Januari 2005) dan benar-benar akan diluncurkan tahun depan.

Tahap produksinya saat ini sedang dilakukan. MIT sudah membuka tender untuk mass manufacturing produk ini. Apple termasuk yang memasukkan penawaran menarik. Sayangnya tawaran ini ditampik dengan alasan MIT lebih menyukai sistem yang bisa dikembangkan sendiri oleh developer mereka tanpa ketergantungan berlebih pada Apple. Konon Cina, Brasil, Thailand, Mesir, dan Nigeria sudah menyatakan minatnya untuk membeli masing-masing setidaknya 1 juta unit. Untuk pasar komersial juga telah dipersiapkan produk serupa dengan harga sekitar $200. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan besar sekelas Advanced Micro Devices (AMD), Brightstar, Google, News Corporation, Nortel Networks, maupun Red Hat ikut memberi kontribusi dalam proyek ini.

Pertanyaannya kemudian adalah, mampukah Indonesia memanfaatkannya? Tentu saja hal ini sangat tergantung pada political will para punggawa negeri ini. Tapi asumsikan saja pemerintah mau memborong 1 juta buah laptop. Berarti total kos yang dikeluarkan sekitar $100 juta atau kurang lebih Rp 1 triliun. Dibandingkan dengan APBN kita yang, lets say, ratusan triliun itu, angka ini jelas relatif kecil. Bahkan kurang dari anggaran biaya kepresidenan selama kurun waktu satu tahun.

Lalu soal manfaatnya? Tentu saja sangat strategis, berdampak besar, dengan skala nasional. Bayangkan andaikata 1 juta anak sekolah di daerah-daerah terpelosok bisa memiliki akses untuk ilmu pengetahuan terkini dan informasi yang selalu up-to-date dari dunia internasional. Andaikata satu buah laptop digunakan secara bergantian oleh 2 atau 3 anak, maka akan ada 2-3 juta anak Indonesia yang mempunyai akses ke laptop. Belum lagi jika akses internetnya dimanfaatkan, tentu saja manfaatnya bisa meningkat lebih tinggi lagi. Kalau akses internet belum terjangkau penuh, masih bisa digantikan oleh CD berisi mata pelajaran atau informasi lain yang membuat laptop murah ini tetap bermanfaat.

Akibatnya, dengan bantuan laptop murah ini mutu pendidikan bisa perlahan terangkat. Anak Indonesia sedari kecil akan mulai terbiasa dengan bahasa Inggris -bahkan mungkin bahasa Perancis, Jerman, Mandarin, Jepang, dan seterusnya. Kerjasama mutualisme dengan anak-anak sekolah di negara lain juga bisa mulai dibangun. Tentu saja hal ini akan sangat berdampak besar bagi wawasan mereka. Dalam jangka panjang, semoga saja akan ada banyak calon pemimpin dari daerah terpencil yang nantinya mampu merealisasikan bakat dan kemampuannya sendiri. Bukan mustahil kalau di tahun 2015 nanti akan muncul pemenang Nobel berkebangsaan Indonesia. Who knows?

Kendati demikian, di banyak daerah pelosok, akses jaringan listrik (apalagi jaringan internet) mungkin belum bisa diperoleh. Tetapi di sisi lain hal ini akan menciptakan tantangan bagi praktisi teknologi di negara ini untuk merancang dan menciptakan jaringan listrik maupun jaringan internet secara kreatif, murah, namun tetap efektif. Misalnya membuat sumber lisrik yang digerakkan oleh tenaga engkol manusia, atau generator listrik seperti halnya lampu sepeda, atau bahkan sel surya, kincir angin, atau dinamo hidro yang lebih sophisticated. Untuk akses internetnya mungkin bisa dibuat semacam antena parabola yang digerakkan oleh sumber listrik tadi. (Maaf, mungkin teman-teman yang punya background engineering jauh lebih tahu dari saya)

Lalu bagaimana dengan resikonya? Tentu saja resiko itu selalu ada. Misalnya korupsi di lapangan di mana laptop murah ini justru dijual ke pihak lain sehingga pemanfaatannya menjadi berantakan. Idealnya memang pemerintah membeli dalam partai besar kemudian menyalurkannya kepada sekolah-sekolah melalui mekanisme yang benar-benar baik. Prioritasnya adalah daerah-daerah yang miskin dan terpencil. Tentu saja disertakan bersama paket infrastruktur yang layak, termasuk gedung sekolah yang memadai, antena parabola, sistem jaringan Wi-Fi, dan seterusnya.

Baru-baru ini, RUU tentang guru dan dosen telah disahkan menjadi UU. Ini adalah pertanda baik bagi kemajuan pendidikan negeri ini. Kesejahteraan dan nasib guru mulai diperhatikan. Kualitas staf pengajar juga mulai distandardisasikan. Dan andai saja pemerintah juga merencanakan untuk mengambil manfaat dari program ini, tentu saja manfaat yang diperoleh akan luar biasa besar. Memang benar bahwa ini uang yang tidak akan kembali dalam bentuk nyata. Tetapi, seperti halnya apa yang telah diamanatkan UUD 1945, usaha-usaha untuk mencerdaskan bangsa dan menghasilkan pribadi yang lebih cerdas dan lebih terampil perlu mendapat prioritas.

Saya pribadi saat ini memang belum punya kemampuan untuk ikut berpartisipasi dalam program mulia semacam itu. Keterbatasan saya tentu ada pada lack of knowledge, lack of skills, lack of capabilities, dan tentu saja soal pendanaan. Tapi, kalau boleh saya menghimbau buat para pakar dan praktisi teknologi informasi dan komunikasi di negeri ini, marilah kita sama-sama turun ke lapangan, berbuat sesuatu yang riil dan bermanfaat bagi negeri ini. Tidak melulu hanya berkoar-koar di seminar, melakukan debat kusir di media, menulis di blog (seperti saya), atau mungkin, malah mengurusi blogger yang usil membuat manipulasi foto. ;)

Come on! Grow up and be wise!

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

    Comments

  1. snydez

    keren juga sih kalo ijo gitu,
    tapi yang namanya mahasiswa/anak sekolah , takutnya tu gadget di ’sekolahin’ ke pegadaian :)) :))

  2. cindymon

    bagusan mana ya sama iMac? :roll:

  3. Nofie

    Dalam banyak perspektif yang berbeda, jelas Apple lebih bagus. Sori, mungkin perbandingannya seharusnya dengan iBook atau PowerBook, bukan iMac.

  4. Ozzie

    Kalo ga salah udah ada rencana kok dari pengembangnya untuk memahat nama si pemilik laptop ini. Intinya sih sudah ada rencana - rencana yang mungkin bisa diimplementasikan untuk menghindari korupsi semacam itu. Mereka juga berencana untuk mengeluarkan versi komersialnya seharga $200 per buah. Kalo kata saya sih engga worth it banget dengan spesifikasi kayak begitu :)

    Ada satu lagi resiko yang belum di bahas. Setepat apa laptop ini akan dipakai for the sake of education? Jangan - jangan nanti dipake buat ngebuka/muter film porno lagi (well you know… kids).

    Lebih parah lagi kalo laptop ini dipake sama ortu-nya buat hal - hal nyeleneh yang saya bilang tadi.

  5. M. Syukur Salman

    :smile:Bagus juga tuh, namun jangan samapi siswanya pandai pake laptop tapi gurunya pandai nganga aja. Aku guru, boleh juga tuh untuk kite2 para guru. aku pesan deh 2 buah.

  6. ray

    edann, keren lah..
    tapi klo pemerintah kita kyaknya mendingan pelesiran dulu daripada mikirin pendidikan yang prioritasnya di antah berantah…

  7. mohammat juanaidi

    alamat alasdowo rt 02 rw 03 dukuhseti pati jawa tengah indonesia. saya adalah seorang pemuda kampung di indonesia ditengah hiruk pikuk kemajuan zaman lucu kalau kita ketinggalan zaman. oleh kkarena itu sesuai dengan surat ini saya memberanikan diri untuk meminta bantuan laptop kepada anda. tak kurang dan tak lebih ini semua adalah sebagai sumabnagsih kita pada kemajuan dunia ini. ucapan terima kasih yang tak terhingga apabila permohonan saya dapat dikabulkan. amien

  8. st

    hehehehe…..

    awas lho lap top udah jadi alat teroris virtual lhooo……

    keren abis ni teknologi yaaaaa…

  9. Gigih Shofa Uzaman "conan"

    bagus banget, aku dukung seratus persen. boleh dong jadi agen?

  10. Gigih Shofa Uzaman "conan"

    memang pendidikan di indonesia harus segera di pertajam. apalagi dalam bidang komputer dan relasi, saya harap lap top super murah ini bisa memberikan andil yang besar dalam kemajuan bangsa kita(friendster.com/aboecompany). ok! kita dukung!!!semangat!!!

  11. Si BEJO

    waduh…. klo harga komersilnya $200 perbiji ya gak sepadanlah sama spek nya…

    Klo cm $100 sih Oke2 aja…..

    BTW, tu spek nya bisa d upgrade kagak ya?

  12. ardhy

    keren tuh. tapi kualitas nya bagus gak ???

    tapi layar nya kok kecil gitu sich….?

    emang di indonesia udah ada produknya ?

    klo ada saya pesen satu deh…..yg warnanya biru (klo ada)

    klo di indonesia sudah ada produknya, tolong kirim ke e-mail : ardh_ballack@yahoo.co.id

    atau ke blog saya : http://www.str21.multiply.com

  13. Pariaman

    Bos Dimana Saya bisa order ini barang ? klo boleh bantu tolong kirim ke e-mail saya pariaman_padang@yahoo.com

  14. muhammad.fauzi

    hallo bos saya ingin memilikinya , kira2 sudah beredar gank di hi tec mal,surabaya???
    kasian nih adik saya ngin memilikinya , buat oleh2 di makassar ,
    oya…,saya ingin membeli langsung di pabriknya saja , soalnya saya gak percaya kalo belinya di agen2 yang curang sapa tau lep top palsu/secen,
    kirim lewat email saya ya: fauzi_java@yahoo.co.id

  15. evlin

    i hope indonesian’s student be clever by using it

Looking forward to hear your thoughts.