Adsense: Diburu oleh Pemula, Ditinggalkan para Profesional

January 6th, 2006 | Business

Alhamdulillah saya tidak punya masalah dengan contextual-ads program seperti Google Adsense. Beberapa waktu yang lalu, blog yang saya desain khusus untuk tujuan tersebut, menghasilkan setidaknya $481 per bulannya. Adapun topik yang saya jadikan isu utama adalah tentang real estate dan property investment. Selain Adsense, Chitika juga dianggap merupakan sebuah big deal karena mampu menawarkan lebih banyak.

Akan tetapi, kini, masalah mulai muncul karena begitu banyaknya blogger pemula yang kemudian memanfaatkan blog untuk tujuan serupa. Meskipun perlahan-lahan mulai menggerus pendapatan saya, plus menurunkan ranking saya di search engine, sesungguhnya saya tidak terlalu memasalahkan hal itu. Sesuatu yang disebut sebagai “persaingan bisnis” adalah wajar dan lumrah terjadi.

Dari sedikit analisis yang saya lakukan, ternyata Adsense memang bekerja dengan baik hanya untuk situs-situs web dengan page views sekitar 30.000 hingga 40.000 per bulan. Akan tetapi, ketika Anda bisa menembus 1.000 page views per harinya, inilah saatnya untuk menyampingkan Adsense (atau contextual-ads program lainnya) dan beralih kepada major advertiser/sponsor yang mau membiayai situs Anda.

Titik psikologis 1.000 page views per hari merupakan ambang batas rata-rata di mana para sponsor dan pemasang iklan mulai tertarik. Para pengiklan umumnya dengan sukarela mau membayar $100-$200 lebih untuk mendapatkan setidaknya 50.000 impression tambahan. Oleh karenanya mereka pasti enggan untuk berurusan dengan situs-situs web kecil dengan trafik biasa-biasa saja, seperti situs web ini misalnya. ;)

Jadi, jika Anda memang seorang blogger profesional, atau Anda punya situs dengan page views yang menakjubkan, mengapa tidak mencoba mengirimkan penawaran dan proposal kepada perusahaan-perusahaan yang sekiranya dapat menjadi target pembeli slot iklan Anda?

Untuk awal mulanya, pemasangan iklan bisa berdasarkan time-basis. Misalkan, Anda memasang tarif untuk banner skycrapper di sidebar blog Anda untuk 30 hari. Akan tetapi, ketika ada banyak sponsor dan pemasang iklan, ada baiknya Anda memasang semacam ad-serving software yang lebih baik seperti phpAdsNew misalnya. Mulai saat itu, perhitungan tarif bisa didasarkan pada basis yang lebih akurat, misalkan berdasar CPM.

Lalu bagaimana soal besarnya tarif yang dibebankan? Mudah saja. Lakukan semacam “simulasi” pada penawaran dan proposal yang Anda ajukan. Andaikata Anda menawarkan tarif Rp 5 juta per bulan dan tidak banyak perusahaan yang tertarik, segera lakukan revisi dan turunkan tarif tersebut pada tingkat harga yang lebih reasonable. Akan tetapi, misalnya Anda turun hingga tarif Rp 1 juta per bulan dan ada begitu banyak perusahaan yang tertarik, berarti Anda tidak kesulitan untuk sedikit menaikkan tarif dan mencari tingkat yang menurut Anda paling menguntungkan. Tentu saja proses adjustment ini memakan waktu dan proses trial-error yang agak lama.

Apakah inilah saatnya untuk pisah ranjang dengan Adsense? Tentu saja tidak. Keduanya lebih bersifat komplementer daripada substitusi. Hanya saja, seperti interview yang dilakukan kepada Jason Calacanis, mencharge $9-$12 per CPM untuk major advertiser jauh lebih menarik daripada “hanya” mendapatkan $1-$3 dari Adsense. Selain itu, buat Anda yang telanjur di-ban oleh Google, metode ini tentunya menjadi salah satu alternatif yang menarik. There is so much more money to be made out there if you take the time to look.

Jadi, selamat mencoba dan semoga sukses!

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

  1. Priyadi’s Place » Blog Archive » Google AdSense atau Tidak?
  2. Mau tahu saham ? Apa itu GOOGLE ADSENSE? « R Kuswandi Weblog
  3. Comments

  4. Oskar Syahbana

    Mas Nofie kalau tidak salah dulu pernah nanya yah berapa yang saya dapat dari ad? Hohoho, sorry belum dijawab, lupa! Baru inget juga sekarang :D.

    Anyway, cara di atas hanya dapat dilakukan bila situs kita memang berbahasa inggris atau setidaknya ditujukan at least untuk penduduk negara eropa barat atau amerika utara. Karena memang advertisers beraninya menarget konsumen pada demografis tersebut.

    Adapun untuk situs - situs Indonesia, mau engga mau yah pasang adsense yang saya yakin pemasukannya juga engga bakalan seberapa (yah karena contextual-nya itu tadi). Mau tidak mau lagi, pemilik - pemilik situs Indonesia akan lebih baik untuk “menjemput bola” daripada menunggu.

    Mengapa? Kalaupun advertiser Indonesia sudah mulai banyak yang menggunakan adsense, saya yakin returnnya untuk para pemilik situs engga bakalan seberapa karena naturenya orang Indo yang memang sangat jarang meng-click iklan (dikarenakan koneksi internet yang lambet). Jadi, mendingan memakai iklan model CPM + jemput bola.

    Haduh komennya kepanjangan yak…

  5. snydez

    umm.. agak kurang sreg dengan blog yang dipasangin iklan, apalagi blog pribadi..
    kalo blog perusahaan sih masih wajar..

  6. Nofie

    You know there is one saying… ‘Some people can sell Fridges in Alaska’. If you are confident that your advertising methods or way of product selling is anyway different from others, you can go with your interest…

    :mrgreen:

  7. Oskar Syahbana

    Of course you can, people are using fridge to keep their food warm over there :D

  8. aribowo

    *Titik psikologis 1.000 page views per hari merupakan ambang batas rata-rata di mana para sponsor dan pemasang iklan mulai tertarik.*

    bisa tau kalo kita punya 1.000 page views per hari dari mana?

  9. Nofie

    @aribowo

    Kan bisa pakai statistical sampling dari tools bawaan provider hosting. Webalizer atau AWStat misalnya.

  10. supriyadisw

    Makasih mas, artikelnya bagus banget. Emank GA gak satu2nya ladang pemasukan masih banyak model afiliansi misalnya CJ atau juga langsung ke perusahaan yang kiranya mau pasang iklan ke site kita seperti yang disebutkan dalam tulisan ini. Kalo menurut pendapat saya blog pribadi oke2 aja dipasangin iklan asal penempatannya pas dan gak malah mengganggu pengunjung dengan tampilan iklan yang tidak pada tempatnya. Boleh dong cari uang dari usaha sendiri :wink: Ya masih newbie dan banyak belajar nich. Makasih buat ilmunya mas…

    :mrgreen: Gud lak

  11. Adi

    Adsense sebenarnya bagus. Tapi rasanya Google juga njelimet perhitungan nya. Belum lagi bahasa indonesia belum disupport utk traffic internasional.

  12. Fauzi Baadilah

    Artikel yang bagus banget mas. lengkap dengan beberapa sanggahan beberapa ads terkenal yang sayah baca sebelonnya :D
    Affiliate, itu jalan laen kayaknya yahh …. heheheheh….

  13. teguh wahono

    bagaimana cara pasang iklan google adsense

  14. ac

    blognya yang mana untuk adsense?

  15. eko susanto

    Salam kenal …. menarik artieknya, logika bisnis memang harus selau diperhitungkan terhadap blog yang memang mempunyai pengunjung yang disebut diatas , nampaknya itu lebih mempunyai daya tawar terhadap sebuah perusahaan yang relevan tentunya.

  16. Partisimon

    sekalian mohon infonya :

    Titik psikologis 1.000 page views per hari merupakan ambang batas rata-rata di mana para sponsor dan pemasang iklan mulai tertarik

    yang di maksud dengan “page views” itu kira-kira yang mana pak di awstats? di awstats saya ada 4 item :

    1. Number of visit
    2. pages
    3. hits
    4. bandwith

    dari 4 item itu yang di maksud dengan “page views” yang mana pak? apakah nomor 2 atau nomor 3 ? kira-kira apa perbedaan antara “pages” dan “hits” itu?

    salam

    partisimon

  17. Nofie Iman

    Menurut saya gunakan nomor 3, atau bisa juga pilih angka yang paling konservatif (kecil). Saya sendiri tidak pernah menggunakan awstat, melainkan mint karena lebih mudah difahami.

Looking forward to hear your thoughts.