Investasi di Reksadana
April 26th, 2007 | Investment
Seperti yang Anda mungkin sudah tahu, reksadana (mutual fund) adalah wahana yang digunakan untuk menghimpun dana masyarakat (pemodal) untuk kemudian diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh manajer investasi (MI). Portofolio efek tersebut bisa berupa saham, obligasi, instrumen pasar uang, atau kombinasi dari beberapa di antaranya.
Orang bilang jangan letakkan telur-telur Anda dalam satu keranjang. Maksudnya, untuk mengoptimalkan keuntungan sekaligus meminimalkan risiko perlu dilakukan diversifikasi agar bila terjadi kerugian pada satu aset, masih bisa di-cover dengan aset lain untuk menghindari kerugian maksimal. Konsekuensinya, kita perlu membangun suatu portofolio aset, yakni sekumpulan aset dengan berbagai profil risiko yang berbeda seperti saham, obligasi, deposito, dan lainnya. Repotnya, untuk membangun portofolio ideal diperlukan dana yang relatif besar; hitung-hitungan saya, paling tidak perlu Rp 10 miliar.
Reksadana kemudian muncul sebagai solusi agar pemodal tak lagi kesulitan dalam berinvestasi. Kesulitan berupa dana yang mepet, keterbatasan pengetahuan dan informasi, kurangnya waktu dan tenaga untuk memonitor portofolio, dan risiko-risiko lain dapat diatasi dengan reksadana. Sebagai gambaran, penduduk Indonesia saat ini sekitar 230 juta jiwa, namun dana yang terkumpul dalam reksadana baru sekitar Rp 60 triliun saja (2006). Itu artinya reksadana masih merupakan wahana yang bagus dan potensial untuk berinvestasi.
Keuntungan Berinvestasi di Reksadana
- Investor memiliki akses untuk menyusun portofolio dari beragam instrumen investasi yang sulit (dan mahal) untuk dilakukan sendiri.
- Diversifikasi secara otomatis. Portofolio investor dengan sendirinya akan tersebar ke beragam aset sesuai dengan profil risiko masing-masing.
- Barrier to entry rendah. Siapapun bisa memulai berinvestasi reksadana as low as Rp 200 ribu saja.
- Investasi dikelola oleh MI profesional dengan administrasi oleh kustodian dan diawasi secara ketat oleh Bapepam LK.
- Hasil investasi reksadana bukan (belum) menjadi obyek pajak. Kupon dari obligasi hingga saat ini juga belum menjadi obyek pajak.
- Likuiditas tinggi. Unit penyertaan dapat dibeli atau dijual kembali setiap hari bursa melalui MI.
- Investor institusional seperti dana pensiun, bank, perusahaan swasta, juga dapat memetik keuntungan dari reksadana.
- Bagi pemerintah dan perusahaan emiten, reksadana merupakan salah satu sumber dana investasi yang dapat menjangkau investor secara luas sehingga dana terkumpul bisa jauh lebih besar.
Jenis-jenis Reksadana
Berdasar aturan hukumnya, reksadana dibagi menjadi:
- Reksadana berbentuk perseroan
Perseroan menghimpun dana dengan menjual saham perdana (IPO), kemudian menggunakan dana tersebut untuk diinvestasikan dalam berbagai jenis efek.- Reksadana terbuka (open-end investment company); dimana investor bisa membeli saham dari reksadana dan menjual kembali tanpa dibatasi jumlah saham yang diterbitkan.
- Reksadana tertutup (close-end investment company); investor hanya bisa melakukan jual beli melalui bursa efek dimana saham reksadana tersebut tercatat dengan jumlah tertentu.
- Reksadana Kontrak Investasi Kolektif (KIK)
Ini bentuk yang paling lazim, dimana ada kontrak antara MI dan bank kustodian yang mengikat pemegang unit penyertaan (UP). MI diberi wewenang untuk mengelola investasi kolektif dan bank kustodian memiliki wewenang untuk melakukan penitipan kolektif. Reksadana KIK tidak menerbitkan saham melainkan melalui UP sampai sebesar jumlah yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar. Investor yang berpartisipasi akan mendapat bukti penyertaan berupa surat konfirmasi dari bank kustodian.
Menurut portofolio investasinya, reksadana dibagi menjadi:
- Reksadana Pasar Uang
Reksadana yang mayoritas alokasi investasinya pada efek pasar uang, yaitu efek utang berjangka kurang dari satu tahun seperti SBI, deposito, dan sebagainya. Tingkat risiko (dan return) relatif paling rendah. Reksadana ini cocok untuk jangka pendek sebagai pelengkap tabungan atau deposito. Tidak ada biaya pembelian dan penjualan kembali. NAB/NAV per UP selalu “di-reset” Rp 1.000 setiap harinya. - Reksadana Pendapatan Tetap
Reksadana yang setidaknya 80% alokasi investasinya pada efek utang jangka panjang. Potensi risiko dan return lebih besar daripada tabungan, deposito, atau reksadana pasar uang. Cocok untuk investasi jangka menengah (kurang dari 5 tahun). Ada sebagian reksadana yang membagikan keuntungan berupa dividen secara berkala. - Reksadana Saham
Reksadana yang melakukan investasi sekurangnya 80% dari portofolio ke efek ekuitas (saham). Dibanding reksadana lain, potensi risiko dan return relatif paling tinggi dan cocok untuk jangka panjang (3 tahun atau lebih). - Reksadana Campuran
Alokasi aset merupakan kombinasi antara efek ekuitas dan efek hutang yang tidak termasuk dalam kategori di atas. Potensi risiko dan return biasanya berada di antara reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham.
Terdapat juga beberapa jenis reksadana lain seperti reksadana terproteksi, reksadana index fund, reksadana LQ45 ETF, juga reksadana internasional yang sangat beragam. Pembahasan lebih lanjut insya Allah akan ditulis di kesempatan yang lain.
Manajer Investasi (MI)
Dialah yang bertanggung jawab mengelola dana yang terkumpul dalam reksadana. MI take care terhadap setiap kegiatan investasi, mulai dari analisis investasi, pengambilan keputusan, monitoring pasar, atau mengambil tindakan emergency yang sekiranya diperlukan. MI harus mendapat ijin dari Bapepam LK. MI mendapat imbalan jasa dalam bentuk management fee, performance fee, dan entry/exit fee.
Bank Kustodian
Adalah pihak yang memegang dana investasi sehingga dana investor tidak dipegang langsung dan/atau disalahgunakan oleh MI. Bank kustodian mengawasi setiap penggunaan dana. Biasanya merupakan bank umum yang disetujui Bapepam LK untuk menyelenggarakan jasa kustodian atau penitipan efek secara kolektif dan harta lain serta menerima dividen, bunga, atau hak-hak lainnya. Bank kustodian mengutip custodian fee sekian persen dari dana kelolaan yang dipotong langsung dari NAB/NAV.
Selain sebagai lembaga penitipan dan pengamanan, bank kustodian juga merupakan administrator yang mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya dan bertugas menghitung NAB/NAV setiap jenis reksadana KIK per akhir hari bursa untuk kemudian diumumkan melalui media. Bank kustodian juga berfungsi sebagai transfer agent, yang mencatat seluruh transaksi seperti pembelian (subscription) atau pencairan (redemption) yang dilakukan tiap nasabah.
Selain menyelesaikan transaksi efek, bank kustodian akan memberikan surat konfirmasi sebagai tanda bukti atas setiap transaksi reksadana. Kalau investor melakukan transaksi langsung ke perusahaan pengelola reksadana, tanda bukti akan diberikan langsung kepada investor. Sementara bila investor bertransaksi melalui selling agent (seperti bank), biasanya tanda bukti “dititipkan” di selling agent tersebut.
Prospektus Reksadana
Buat sebagian orang mungkin merupakan dokumen yang garing dan membosankan. Tapi sesungguhnya prospektus adalah bacaan wajib yang perlu dipahami dan dijadikan acuan sebelum investor melakukan investasi di reksadana. Biasanya prospektus mendeskripsikan satu jenis reksadana, namun kadang mendeskripsikan juga beberapa reksadana sekaligus yang dikelola oleh perusahaan pengelola reksadana yang sama.
Periode perhitungan reksadana biasanya dimulai 1 Januari berakhir 31 Desember. Pada tiap periode tersebut biasanya prospektus diterbitkan oleh perusahaan pengelola reksadana. Berikut beberapa bagian penting dalam prospektus reksadana:
- Sampul depan (front cover)
Memuat tanggal efektif reksadana pertama kali dikenalkan, tanggal mulai penawaran, pernyataan disclaimer, penjelasan singkat tentang reksadana (bentuk, tujuan, komposisi), informasi penawaran (jumlah UP, NAV/NAB, biaya-biaya, minimum pembelian), MI, bank kustodian, dan tanggal penerbitan prospektus. - Istilah dan definisi
- Informasi/keterangan reksadana yang ditawarkan
Pada bagian ini berisi berisi mengenai dasar hukum reksa dana, pembentukan reksa dana, penawaran umum, pihak-pihak yang menempatkan dana awal, manfaat dari investasi pada reksa dana yang ditawarkan, dan pengelola reksa dana. - Manajer investasi
- Bank kustodian
- Tujuan dan kebijakan investasi
Sesuai Peraturan Bapepam LK No. IV.B1 mengenai Pedoman Pengelolaan Reksa Dana berbentuk KIK perlu dijelaskan tentang tujuan dan kebijakan investasi reksadana yang ditawarkan, batasan-batasan, kebijakan pembagian keuntungan (profit-sharing), dan proses investasi itu sendiri. - Metode penghitungan nilai pasar wajar
Biasanya memuat Surat Keputusan Ketua Bapepam LK No. Kep-24/PM/2004 19 Agustus tentang tata cara penghitungan nilai pasar wajar dari efek portofolio reksadana. - Perpajakan
- Faktor-faktor risiko
- Imbalan jasa dan alokasi biaya
- Hak-hak pemegang unit penyertaan
- Pembubaran dan likuidasi
- Pendapat dari segi hukum
- Pendapat akuntan tentang laporan keuangan
- Tata cara dan persyaratan pembelian UP
- Tata cara dan persyaratan penjualan kembali UP
- Tata cara dan persyaratan pengalihan UP
- Skema pembelian dan penjualan kembali UP
- Penyebarluasan prospektus dan form pembelian UP
Laporan Keuangan Tahunan Reksadana
Tiap periode (tahun) perusahaan pengelola reksadana harus mengeluarkan laporan keuangan akhir tahun yang diaudit oleh auditor independen. Biasanya disertakan juga surat pemegang saham (shareholder letter) yang ditulis oleh presiden direktur atau MI yang berisi tinjauan tujuan investasi dan kinerja selama periode tersebut. Biasanya dibandingkan juga (benchmarking) kinerja reksadana dengan parameter industri seperti IHSG atau JII.
Laporan tahunan dilengkapi dengan tabel dan grafik untuk membandingkan pertumbuhan reksadana selama periode tertentu dan menjelaskan komposisi/persentase instrumen efek yang dimiliki. Laporan ini juga memaparkan NAB/NAV serta laba bersih yang diperoleh. Selain dari laporan tahunan, NAB/NAV lazim dimuat di surat kabar/majalah terkemuka dan situs internet seperti Bisnis Indonesia (registrasi gratis).
Laporan tahunan juga memuat posisi aktiva dan pasiva di penutupan pasar saham dan obligasi pada tanggal pelaporan. Aktiva adalah seberapa banyak investasi yang dilakukan di pasar, jaminan yang dipegang untuk dipinjamkan, serta piutang yang dimiliki. Pasiva adalah jumlah utang yang digunakan untuk membeli efek.
Portofolio dan perputaran portofolio (portofolio turnover) yang dibeli dan dijual selama periode tersebut juga dicantumkan dalam laporan tahunan. Prinsipnya, makin tinggi turnover biasanya menambah biaya transaksi dan menggerus potensi laba. Kebanyakan reksadana agresif yang mengejar pertumbuhan biasanya memiliki turnover sangat tinggi.
Catatan kaki (footnotes), yang mencakup hal-hal lain seperti kebijakan akuntansi, pihak-pihak berkepentingan, serta transaksi affiliasi (arms-length transaction) biasanya juga dicantumkan dalam laporan keuangan tersebut. Selain prospektus, laporan keuangan adalah bahan informasi penting yang mutlak dimiliki dan dimengerti investor guna pengambilan keputusan investasi.
Unit Penyertaan (UP)
Adalah satuan investasi dalam reksadana. Pada saat penawaran umum perdana, UP ditetapkan Rp 1.000 kecuali reksadana pasar uang yang selalu ditetapkan Rp 1.000 setiap awal hari bursa. Bila pada penawaran umum suatu reksadana terkumpul dana sebesar Rp 100 juta berarti ada 100 ribu lembar UP beredar dengan NAB/NAV Rp 1.000/UP.
NAB/NAV dalam rupiah biasanya dihitung sampai 4 angka desimal. Dalam contoh berikut, angka desimal dihilangkan hanya untuk kemudahan perhitungan semata.
Nilai Aktiva Bersih (NAB)/Net Asset Value (NAV)
Mengikuti contoh di atas, misalkan selama suatu periode MI mampu membukukan keuntungan 40% maka dana yang terkumpul akan menjadi Rp 140 juta. Jika sebelumnya NAB/NAV sebesar Rp 1.000/UP, kini nilainya naik jadi Rp 1.400/UP. Misal biaya yang dibebankan 1%, maka NAB/NAV Rp 138,6 juta atau Rp 1.386 per UP. Setelah dikurangi biaya-biaya tersebut, hasil investasi akan menjadi hak investor.
Misalkan saya berinvestasi dengan membeli 50 ribu UP pada penawaran umum, maka saya harus mengeluarkan dana Rp 1.000/UP atau Rp 50 juta. Jika saya ingin menjual UP yang saya miliki saat ini dengan harga Rp 1.386/UP maka saya akan menerima dana sebesar Rp 69,3 juta. Keuntungan yang saya peroleh sebesar Rp 19,3 juta.
Bila saat ini Anda ingin masuk, Anda harus membeli dengan harga Rp 1.386/UP. Misalkan Anda membeli 10 ribu UP, maka Anda harus membayar Rp 13,86 juta. Seandainya beberapa bulan kemudian NAB/NAV turun menjadi Rp 1.350/UP dan Anda ingin menjual reksadana Anda, maka Anda akan menerima dana Rp 13,5 juta. Dalam kasus ini Anda menderita rugi Rp 360 ribu.
Nilai NAB/NAV selalu update tiap hari bursa oleh bank kustodian dan diterbitkan di berbagai media. NAB/NAV tak serta merta menggambarkan mahal tidaknya reksadana. Reksadana yang baru ditawarkan biasanya NAB/NAVnya murah, sementara reksadana yang sudah eksis cukup lama bisa jadi memiliki NAB/NAV tinggi. Namun, NAB/NAV juga bisa dipengaruhi misalkan oleh kebijakan MI untuk melakukan split ratio yang akan mengubah nilai NAB/NAV dan jumlah UP — walau pada akhirnya nilai investasinya sama saja.
Membeli dan Menjual Reksadana
Membeli reksadana dikenakan selling fee tertentu. Misal suatu hari Anda membeli reksadana dengan investasi Rp 10 juta, NAB/NAV Rp 1.350/UP, dan selling fee sebesar 1%. Jumlah UP yang bisa diperoleh dapat dihitung dengan rumus:
UP = [investasi (1 - fee)] : NAB/NAV
UP = [Rp 10 jt (1 - 0,01)] : Rp 1.350/UP
UP = 7.333,3333 unit
NAB/NAV dihitung setiap akhir hari bursa. Jika Anda membayar dan memasukkan inquiry sebelum jam 12.00 WIB, NAB/NAV dihitung pada akhir hari tersebut. Namun juka Anda membeli setelah pukul 12.00 WIB, Anda akan dimasukkan ke NAB/NAV hari bursa berikutnya.
Sementara saat menjual reksadana, Anda akan dikenakan redemption fee. Misal hari ini Anda ingin membeli reksadana yang Anda beli di atas dengan NAB/NAV Rp 2.025/UP dan redemption fee sebesar 1,5%. Besarnya redemption dapat dihitung dengan rumus:
Redemption = UP x NAB/NAV (1 – fee)
Redemption = 7.333,3333 x Rp 2.025/UP (1 – 0,015)
Redemption = Rp 14.627.250
Jadi besarnya keuntungan anda adalah sebesar Rp 4.627.250. Return on investment (ROI) investasi Anda sebesar 46,27%.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Bagaimana cara mengetahui baik/tidaknya MI?
MI tak ubahnya nakhoda yang dituntut piawai mengarungi volatilitas ombak di pasar. Ia harus bisa memainkan portofolionya dengan baik. MI yang baik biasanya punya target (benchmark) tertentu yang bisa (dan harus) dilampaui. Benchmark tersebut bisa IHSG, JII, rata-rata reksadana, kinerja sektoral, atau lainnya.
Jangan buru-buru menjustifikasi kinerja MI yang mungkin minus atau underperform dalam beberapa bulan. Untuk mengukur kinerja perlu dibandingkan selama 1 tahun apakah MI tersebut bisa mengalahkan benchmark atau tidak. Bisa jadi kinerja yang minus selama beberapa bulan merupakan strategi untuk menyiapkan portofolio aset di sektor lain yang akan menanjak di bulan-bulan berikutnya.
Apakah NAB/NAV dan AUM yang tinggi merupakan indikator yang baik?
NAB/NAV memang mempengaruhi dana kita. NAB/NAV tinggi berarti unit penyertaan kita banyak dan dana kita di reksadana tersebut meningkat. Begitu juga sebaliknya. Perubahan NAB/NAV dipengaruhi oleh pergerakan aset reksadana. Misal ada investor besar yang perlu dana kas dan melakukan redeem. MI harus menjual aset reksadananya supaya bisa membayar investor. Dalam hal ini tentu NAB/NAV berkurang.
Kasus lain, MI mungkin sedang mengatur strategi dengan bandar (market maker) di bursa. MI melakukan cut loss dan menjual saham-saham jelek miliknya dan bersiap untuk terbang bersama bandar lain. Adanya cut loss ini bisa juga mengurangi NAB/NAV. NAB/NAV bukan harga mati karena perlu dilihat mendalam bagaimana MI mengatur stuktur portofolionya. Bisa jadi NAB/NAV besar tapi unit penyertaan investornya diperkecil, atau sebaliknya.
Asset under management (AUM) yang besar juga tak bisa dijadikan patokan. AUM besar tapi return tak terlalu bagus berarti MI tak pintar mengelola dananya. Walau begitu, reksadana AUM besar memang cenderung lebih “aman” daripada reksadana dengan AUM rendah. Yang terpenting, tentu saja adalah ritme dan pola performa. MI yang bagus biasanya memiliki kinerja yang stabil dengan return di atas rata-rata pasar.
NAB/NAV tinggi juga tak selalu berarti MI mengoleksi portofolio aset yang mahal. Mahal tidaknya suatu reksadana, menurut saya, harus dilihat pada nilai underlying asset portofolio reksadana itu sendiri.
Apakah saya harus membeli reksadana dengan NAB/NAV tinggi karena banyak investor yang masuk ke sana?
Harus disadari bahwa banyaknya investor yang masuk ke reksadana biasanya lebih disebabkan oleh marketing campaign yang dilakukan — bukan serta merta karena kinerja dan performa MI yang bersangkutan. Kedua, kita hanya bisa menebak-nebak jumlah investor yang terlibat dengan melihat total dana kelolaan (AUM).
Saya pernah membaca paper yang menunjukkan bahwa reksadana unggulan tak selalu sebanding dengan jumlah investor yang terlibat di dalamnya. Reksadana unggulan harus dicermati melalui kinerja selama beberapa periode (tahun) sebelumnya — apakah selalu stabil dan konstan mampu melampaui benchmark pasar. Walau demikian, kinerja masa lalu juga tidak selalu menjamin akan kinerja di masa yang akan datang. Reksadana unggulan di 12 bulan sebelumnya hampir pasti akan memberikan return lebih jelek di tahun berikutnya karena sudah “panas” (overheating). Begitu juga sebaliknya.
Bagaimana prospek reksadana saat ini?
Dilihat lima tahun ke belakang, kinerja reksadana relatif bagus. IHSG sudah tembus level 2.000. Reksadana rata-rata memberi return 20% secara kontinu pada tahun-tahun tersebut. Kalau kita invest Rp 10 juta, bisa dapat return Rp 2 juta. Kalau kita invest Rp 100 juta, return kita Rp 20 juta. Cukup bagus.
Di level makroekonomi, terlihat bahwa BI mempertahankan BI rate-nya stabil di 9%. Cadangan devisa per Maret 2007 naik hingga US$ 47,221 miliar. Ekonomi tumbuh 5,4% y-o-y pada kuartal pertama 2007. Sementara rupiah menguat terhadap USD. Asumsi (dan semoga saja) tidak terjadi bencana atau force majeur, indikator makroekonomi cukup bagus.
Sebagai gambaran, penduduk Indonesia saat ini berjumlah sekitar 230 juta jiwa. Namun dana yang terkumpul dalam reksadana baru sekitar Rp 60 triliun saja (2007). Itu artinya, tiap penduduk Indonesia baru berinvestasi di reksadana sebesar Rp 260 saja. Reksadana masih jadi wahana investasi yang sangat prospektif ke depannya.
Inikah saat yang tepat untuk membeli reksadana X?
Ini pertanyaan sulit. Setelah mengalami crash dua tahun lalu, pasar reksadana saat ini memang sedang tinggi-tingginya yang memungkinkan penurunan kurva yang menukik tajam sangat mungkin terjadi. Tapi menunggu pasar berada pada titik terendah juga sulit. Selain susah diprediksi, investor juga akan selalu dilematis, takut, dan cenderung untuk wait and see.
Buat saya, kapan saja masuk ke reksadana tidaklah jadi masalah karena posisi pasar seperti apapun (tinggi, stagnan, turun) selalu ada kebingungan dan keraguan untuk berinvestasi. Jangan punya pikiran apakah ini saat yang tepat atau tidak tepat untuk masuk. Sebab dengan begini kita bisa jadi tak akan pernah sukses dalam berinvestasi.
Cara terbaik adalah dengan membuat rencana jangka panjang, disiplin, stick with it: rupiah cost averaging (RCA). Prinsipnya, setiap bulan (atau sekian bulan tertentu) kita harus disiplin menyisihkan dana untuk dimasukkan ke program investasi. Jangan pernah merubah rencana ini karena tanpa ada usaha konkrit berkesinambungan, kita akan melewati masa-masa membingungkan dengan berbagai keraguan dan kepanikan yang selalu menghantui.
Bagaimana cara berinvestasi reksadana yang tepat?
Menurut saya, RCA adalah metode investasi yang tepat. Perhatikan ilustrasi berikut. Tabungan Rp 100 ribu yang didiamkan saja dengan bunga 5% per tahun akan bernilai Rp 338.635 saat 25 tahun kemudian. Kalau setiap bulan Rp 100 ribu selalu ditambahkan (dengan tingkat bunga yang sama) akan bernilai Rp 4.772.600 25 tahun kemudian.
Hal yang sama berlaku juga buat reksadana. Asumsi usia Anda sekarang 30 tahun dan hendak pensiun pada usia 60 tahun nanti. Anda menyisihkan Rp 500 ribu per bulan untuk diinvestasikan pada reksadana pendapatan tetap dengan return 12% per tahun. Investasi Anda akan bernilai Rp 120.665.000 saat Anda pensiun. Kalau Anda berinvestasi pada reksadana saham yang bisa memberi return 35% per tahun, maka investasi Anda saat Anda pensiun akan bernilai Rp 11.610.629.000.
Perhitungan di atas tentu sangat konservatif, karena rata-rata reksadana bisa memberi return lebih tinggi dari rate tersebut. Silakan kalkulasikan sendiri jika seandainya Anda menyisihkan bukan Rp 500 ribu per bulan, melainkan Rp 1 juta atau Rp 2 juta per bulannya. Itulah mengapa Albert Einstein pernah berujar bahwa the greatest force in the world is compound interest.
Bagaimana menyiasati biaya-biaya dalam reksadana?
Ini agak tricky karena tiap perusahaan pengelola reksadana punya aturan main berbeda-beda. Ada yang masuknya murah sementara keluarnya berbiaya tinggi. Ada yang masuk-keluar murah, namun ada pemotongan dari NAB/NAV yang kita tak tahu. Ada juga yang menerapkan performance fee yang dibebankan andaikata performa dalam satu periode melebih target sekian persen.
Kadang kita bisa membeli langsung ke perusahaan pengelola reksadana, namun kadang hanya bisa dibeli lewat selling agent (bank). Kadang, membeli reksadana dari bank A bisa lebih murah dari B. Biasanya, membeli via bank swasta atau bank asing jatuhnya lebih mahal karena mereka prefer pada investor menengah ke atas supaya komisi yang diperoleh lebih besar. Membeli via bank pemerintah atau bank swasta menengah yang retail-oriented bisa jatuh lebih murah.
Sebagai contoh, reksadana Schroders yang dibeli via HSBC harus ada dana minimal Rp 50 juta. Melalui BCA, Anda harus jadi nasabah prioritas dengan saldo minimal Rp 200 juta. Sementara membeli via Bank Mandiri atau CommonwealthBank minimal cuma Rp 10 juta. Di CommonwealthBank malah bisa membuka rekening dengan saldo nol dan tetap bebas biaya administrasi dan bulanan.
Terkadang, membeli langsung dan membeli via “switching” jatuhnya bisa berbeda. Misal, untuk masuk langsung ke Schroders Dana Prestasi Plus akan dikenakan fee 2%. Tapi Anda bisa menyiasati dengan membeli Schroder Dana Istimewa yang fee-nya 0%. Setelah itu, Anda bisa switch ke Schroders Dana Prestasi Plus dengan fee hanya 0,5%. Anda bisa menghemat 1,5%. Supaya tak repot bolak-balik, semua transaksi bisa dilakukan hari itu juga. Pembelian diproses hari ini sementara switching diproses untuk hari berikutnya.
Dalam beberapa kasus, fee ini memang bisa dinegosiasikan. Namun, trik-trik di atas juga bisa dilakukan agar bisa menghemat banyak sehingga dana yang diinvestasikan bisa jatuhnya lebih besar.
Haruskah saya membeli reksadana di perusahaan pengelola reksadana yang punya nama?
Ada baiknya ya. Perusahaan pengelola reksadana bonafit biasanya dijalankan secara sangat profesional, mulai dari aktivitas investasinya, administrasinya, pelayanan nasabah, sampai pemaparan jelas biaya-biaya yang ada secara detil. Saya juga menyukai perusahaan pengelola reksadana yang punya nama di dunia internasional. Mereka biasanya memiliki aset kelolaan (AUM) besar dan didukung penuh oleh parent company-nya. Sebagai contoh:
- Schroders Investment Management Indonesia
Berpusat di Inggris dengan AUM total Rp 15 T lebih, dengan Rp 12 T di reksadana dan sisanya di discretionary fund. - Manulife Asset Management Indonesia
Punya AUM Rp 12 T dengan Rp 5 T reksadana dan Rp 7,5 T di discretionary fund. Kantor pusatnya di Kanada. - Fortis Investments Indonesia
Asal Belanda dengan AUM sebesar Rp 7,5 T (Rp 5 T di reksadana dan Rp 2 T di discretionary fund).
Hal ini “menguntungkan” manakala pasar turun dan terjadi redemption rush yang serentak. MI mau tak mau harus menjual asetnya untuk memenuhi kebutuhan likuiditas tersebut. Repotnya, perusahaan pengelola reksadana dengan AUM kecil biasanya terpukul karena akan mengacaukan pengaturan strategi portofolionya. Namun perusahaan pengelola reksadana dengan jaringan internasional biasanya akan selalu dibantu oleh parent company atau grup afiliasi mereka tanpa mengganggu strategi portofolionya.
Hanya saja, terkadang perusahaan pengelola reksadana bagus yang ngetop akan mempunyai customer base yang besar. Karena kewalahan, mereka terpaksa merekrut freelancer (outsource) dari luar yang biasanya dibebani target. Akibatnya, kadang mereka (freelancer) kurang memberikan pelayanan dan informasi yang bagus kecuali memaksakan diri untuk menjual banyak demi mengejar komisi. Karenanya, ada baiknya Anda datang langsung dan bertemu langsung dengan in-house marketing-nya agar tak dikadalin para marketer.
Selain itu, menurut saya the man behind the gun juga tak kalah penting. Kalau menyebut nama-nama MI seperti Michael Tjoajadi (Schroders), Winston Sual (Panin), Cholis Baidowi (Trimegah), atau lainnya, bisa dipastikan jadi “jaminan” investasi kita.
Haruskah saya mendiversifikasi reksadana?
Kalau saya, ya. Diversifikasi ke banyak sektor reksadana berarti menyerap volatilitas yang berbeda pula. Artinya, kita tak perlu takut akan satu volatilitas pasar. Misal ketika pasar saham sedang sangat volatile, kita masih bisa mengandalkan pemasukan bagus dari reksadana pendapatan tetap atau dari reksadana pasar uang. Begitu juga sebaliknya.
Anda bisa mengalokasikan misal 40% ke reksadana saham, 40% reksadana campuran, dan 20% reksadana pasar uang. Asumsinya, bursa saham sedang hangat dan berpotensi tinggi memberi profit. Reksadana campuran dipilih karena MI punya mandat untuk memindah dana dari saham ke instrumen lain guna menghindar dari performa minus. Artinya, potensi return mungkin tak setinggi reksadana saham, tetapi masih di atas reksadana pendapatan tetap dan juga masih cukup “save.” Sementara reksadana pasar uang diambil guna memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek.
Tentu komposisi ini bisa diubah-ubah sesuai preferensi dan profil risiko masing-masing investor. Pun ketika pasar berganti angin, Anda bisa melakukan rebalancing portofolio dan mengubah komposisi tersebut.
Bagaimana kunci sukses berinvestasi di reksadana?
Buat saya, yang terpenting adalah jangan terlalu mudah panik dan terpancing euforia pasar. Santai saja kalau bulan ini minus, karena beberapa saat lagi akan pick-up dengan sendirinya. Juga jangan mudah termakan gosip. Justru ketika pasar panik dan redemption besar-besaran, malah kita bisa membeli dengan harga murah (NAB/NAV rendah) dengan potensi untuk membaik di kemudian hari.
Kedua, horizon investasi Anda sebaiknya harus jangka panjang. Keputusan ada di tangan Anda. Asalkan bisa disiplin dan stick with it, return bagus pasti bisa didapat. Baca juga tentang cara berinvestasi reksadana yang tepat pada item pertanyaan di atas.
Ketiga, pilihlah perusahaan pengelola reksadana dengan latar belakang yang bagus dan stabilitas serta likuiditas yang sudah teruji. Nama-nama besar seperti Schroders, Manulife, Fortis (asing), atau Trimegah, Danareksa, Panin (lokal) mungkin perlu dipertimbangkan.
Apa sajakah risiko berinvestasi di reksadana?
Risiko yang mutlak dihadapi adalah turunnya NAB/NAV ketika pasar sedang kurang bergairah. Risiko lain adalah wanprestasi (default), yaitu kegagalan emiten, penerbit surat berharga, atau pihak lain yang terkait dengan transaksi gagal memenuhi kewajibannya. Reksadana juga tak luput dari risiko likuiditas dalam hal cepat-lambatnya investor dapat mencairkan unit penyertaannya.
Selain menawarkan peluang yang menggiurkan, reksadana khususnya di Indonesia memang masih memiliki potensi risiko seperti kendala peraturan, perlindungan investor, pembenahan internal pengelola reksadana, sampai soal pembelajaran publik agar masyarakat tidak terjebak semata-mata pada iming-iming return yang menggiurkan.
Bapepam LK sendiri belakangan terus menerus menggiatkan pengawasan reksadana. Banyak MI nakal yang ditegur dan dikenai sanksi. Aturan-aturan lain juga terus diperbarui demi melindungi investor. Namun di balik semua itu, mari kita sama-sama belajar dari pengalaman masa lalu dan pengalaman negara lain agar semoga reksadana kita bisa tumbuh dan berkembang dengan bagus.
Last but Not Least
Betapapun, berinvestasi beneran (mungkin) tidak untuk semua orang. Anda memang tak perlu jadi sehebat Warren Buffett, tetapi Anda musti memiliki mindset seorang investor. Investor yang arif, bisa mengalokasikan waktu dan uangnya dengan baik, serta memiliki pengetahuan akan dunia keuangan yang mumpuni. Dan pembelajaran itu butuh proses dan pengalaman yang tidak instan.
Selamat berinvestasi di reksadana dan semoga sukses.
Disclaimer
- Penulis adalah investor reksadana sejak 2002.
- Penulis tidak terafiliasi secara langsung maupun tak langsung dengan perusahaan pengelola reksadana maupun manajer investasi tertentu.
- If you find information in this page is useful enough, bookmark it. I’ll appreciate it and keep updating it regularly.
July 6th, 2007 at 11:36 am
January 6th, 2008 at 1:25 pm
January 9th, 2008 at 11:19 am
February 17th, 2008 at 5:35 pm
March 5th, 2008 at 4:06 pm
April 14th, 2008 at 11:42 am
May 11th, 2008 at 4:09 am
May 22nd, 2008 at 4:42 pm
July 1st, 2008 at 9:48 am
May 6th, 2009 at 5:26 pm
April 26th, 2010 at 4:07 pm
July 27th, 2010 at 5:02 pm
Comments
April 27th, 2007 at 5:53 pm
hehe nah bagian ini yg agak abu2 di lapangan. pihak manajemen investasi selalu bilang reksadana itu murah, cuman 200 ribu aja dapet, tapi kenyataannya calon investor harus bertransaksi via selling agent itu. sialnya nggak semua selling agent nggak ngurus transaksi recehan.
dulu (kl ga salah 3 ato 4 tahun lalu) saya pernah ke citibank buat beli schroders, bawa duit pas 200 ribu. schrodersnya sih nggak pa pa, tapi citibanknya yg membatasi transaksi minimal 10 juta hahahaaa… ketipuuu :p
beda cerita dg ciptadana asset management waktu masih bernama lippo investment management. pihak IM nyebut minimal 250 ribu, pihak selling agent (lippobank) juga mau transaksi segitu. persis.
jadi, situasi gini ini yg kadang bikin drop calon investor yg sudah niat betulan belajar investasi. sudah mempelajari macem2 produk dan perusahaan manajer investasi. sudah menentukan pilihan. ternyata duitnya nggak cukup :p
banyak pihak sering luput nggak memperhatikan selling agent.
April 30th, 2007 at 12:08 pm
halal nggak sih? hehehe…
May 2nd, 2007 at 4:36 am
makasih infonya. Jadi tau banyak tentang reksadana..
btw, PDAnya itu seperti punyaku. Ipaq 4150 :)
May 2nd, 2007 at 11:27 am
@firman firdaus: kalo peduli halal haram pilih aja reksadana syariah :)
May 3rd, 2007 at 6:58 pm
sama dengan firman, saya juga penegen tau apa haram ya…
tapi kalau ada solusi yang syariah, jadi pengen tau info lanjutan. ada yang bisa bantu??
May 3rd, 2007 at 8:44 pm
Hmm.. masih agak bingung soal reksadana. Bingung uang yang mau di investasikan… (ada/tidak) hehe
May 3rd, 2007 at 9:31 pm
Kalau saya hanya punya reksadana campuran saja apakah artinya sudah cukup terdiversifikasi, dengan asumsi MI pasti akan mengatur alokasi aset sesuai kondisi pasar?
Mengapa reksadana syariah sementara ini kebanyakan reksadana campuran? Cuma dua yg saham, DINAR & Trim Syariah Saham (CMIIW). Apa Dewan Syariah masih ragu soal saham?
Mas Nofie, bikin dong tulisan khusus soal reksadana syariah, please? Thank’s
May 5th, 2007 at 10:11 am
@Fahmi!
Saya sudah berinvestasi di 2 MI, Trimegah dan Danareksa, kebetulan langsung kontak ke kantor pusatnya. Alhamdulillah tidak ada tambahan ini itu untuk agent (karena emang langsung). Kalo mau aman sih, investasinya minimal 1 juta.
@Agus
AFAIK, PNM juga punya reksadana syariah ;)
lalu DINAR itu bukan reksadana campuran, melainkan reksadana Indeks karena investasi dilakukan terhadap saham2 anggota JII (Jakarta Islamic Index).
May 5th, 2007 at 10:19 am
firman firdaus & dayani
Mengenai haram atau halal, jujur saja, agak susah karena acuannya harus jelas dalam Qur’an. Beda dengan darah/daging babi atau perzinaan yang jelas-jelas diharamkan, investasi (saham, obligasi, reksadana, forex, dsb) tidak dijabarkan secara gamblang.
Kalau saya pribadi sih menganggap investasi secara umum sebagai sesuatu yang “boleh” — tidak beda dengan perniagaan atau jual beli. Mungkin statusnya bisa berubah jadi “haram” ketika kita misal terlalu greedy, mengambil/memotong hak orang lain, menggunakan cara-cara cheating, atau mungkin berinvestasi dengan uang haram.
Penjelasan lebih lanjut soal ini mungkin akan saya buat di posting lain.
May 5th, 2007 at 10:20 am
agus
Pendapat saya pribadi, reksadana campuran (RC) adalah “hibrida” antara reksadana pendapatan tetap (RDPT) dan reksadana saham (RS). RC biasanya kalau nggak “dekat” ke RDPT ya ke RS. Turnover RC biasanya juga ada diantara RDPT dan RS. Kalau Anda invest RC dan RS, menurut saya, diversifikasinya agak tanggung.
Mengenai reksadana syariah, jujur saya belum tahu persis dan belum pernah berinvestasi di situ. Sejauh yang saya tahu, reksadana syariah menginvestasikan dananya ke emiten yang dianggap bersih dan jauh dari riba. Mengapa banyak di RC? Barangkali karena memang pasar yang paling besar adalah RC.
May 7th, 2007 at 1:24 am
Alhamdulillah kebetulan lagi nyari info reksadana eh sama bang google langsung di recommend ke http://nofieiman.com
Terima Kasih banyak nih Bang Nofie atas infonya moga tetep update selalu
Ada sedikit pertanyaan
@ Nofie Iman
1. Gmn cara invest RD melalui online kebetulan posisi saya di pedalaman KALTIM, tetapi alhamdulillah akses internet 24 jam :)
2. Apa yang dimaksud investasi Forex? dan bagaimana tanggapan bang Nofie dengan tawaran investasi forex di situs http://forexinvesta.com
Looking forward to hearing from you….
May 7th, 2007 at 10:51 am
Ariyanto
Mayoritas perusahaan penyelenggara reksadana mempunyai cabang di beberapa kota, termasuk Kalimantan. Beberapa reksadana juga dijual melalui selling agent (bank) yang tentunya tersebar di hampir seluruh penjuru negeri.
Cara termudah adalah kontak langsung ke perusahaan penyelenggara reksadana, tanyakan mengenai profil/produk mereka, dan bila perlu, mintalah untuk dikirimkan prospektus produk mereka.
Alternatif lainnya, perusahaan penyelenggara reksadana mempunyai situs mereka masing-masing. Anda cukup download prospektus mereka, dan bila tertarik, download juga form pembelian mereka. Anda tinggal melakukan transfer ke bank kustodian, mengisi form pembelian, dan mengirimkan ke perusahaan penyelenggara. Mereka akan mengkonfirmasikan subscription Anda.
Mengenai forex, Anda bisa kunjungi http://nofieiman.com/forex Namun karena topiknya berbeda dengan reksadana, insya Allah pembahasan lebih lanjut akan saya tulis pada kesempatan yang lain.
May 7th, 2007 at 12:47 pm
Terima kasih atas infonya, baru aja ada info bahwa Fortis dan HSBC bikin reksadana syariah. Ada yang punya info lebih lanjut ttg reksadana syariah ini ?
May 8th, 2007 at 10:34 am
Terima Kasih atas jawabannya :)
Salam
Ariyanto
May 8th, 2007 at 12:10 pm
@Amir
@Nofie
Terima kasih atas penjelasannya.
Salam
May 9th, 2007 at 4:27 pm
@Nofie
Salam kenal!
Terima kasih atas informasi yang komplit tentang RD, saya juga masih belajar menjadi praktisi RD, hanya saja untuk menggunakan metode RCA saya belum menggunakan bulanan, baru tahunan karena pembelian RD pada MI saya saat ini minimal Rp500 ribu (kemampuan per bulan saya hanya Rp100 ribu).
Menambahkan informasi mengenai kehalalan investasi, harus dikaitkan dengan hukum jual-beli dan riba. Di dalam Alquran dan Hadits disebutkan halalnya jual-beli, haramnya riba, dan haramnya perjudian.
Dengan begitu, investasi yang halal adalah investasi yang tidak mengandungi barang-barang haram, riba dan perjudian. Ulasan para ulama mengenai hal ini sudah banyak referensinya dan dapat juga dicari pada situs-situs tanya jawab syariah Islam.
Menjawab kepentingan ini, telah ada Dewan Syariah Nasional yang melakukan pengawasan terhadap praktik investasi syariah. Paling tidak jenis investasi yang sudah direkomendasikan oleh DSN adalah tersertifikasi halal.
:)
May 11th, 2007 at 5:44 am
bung nofi kalau di jkt sih invest RD mudah tapi kalau di daerah or kota kecil apa mungkin kita invest RD?? cara gimana?
@ amir
bagi pengalama untuk mulai invest dong. especially yang syariah. mkasih..
May 11th, 2007 at 5:38 pm
pak Nofie,
my sister almost ikutan beginian krn dia punya dana, cuma orang tua ngeri dan takut uang hilang. kemaren sih sempet rencana taruhnya di AXA Mandiri. Tapi bener kan kinerja di masa lampau itu belum tentu mencerminkan kinerja di masa depan? dana ngga bisa diambil seblum 3 tahun or kena penalti weeh.
May 12th, 2007 at 8:10 pm
Pak Nofie terima kasih atas info nya. Saya sudaha beberapa bulan belajar Reksadana ada beberapa yang ingin saya tanyakan :
– kalau ada Investor besar tarik dana dari Reksadana apakah harga NAB/UP nya turun, karena menurut saya kalau harga asetnya tidak turun berarti hanya jumlah unitnya yang turun artinya NAB/UP nya tetap dan nilai uang kita tetap sama (Aman)? betulkah begitu.
- Kenapa reksadana index dikatakan tidak secara aktif membeli saham? lalau uangkita dibelikan apa dalam reksadana index itu ?
Terima Kasih,
Marhan
May 15th, 2007 at 3:13 pm
Hi every body!
I want to know about :Richmark international ltd.Address:Akara building, 24 de castro treet,Wickhams cay 1,Road Town,Tortola,BVI.
Could you help me?
Could you send for me information this company?please.
Thank you somuch.
BstRegard.
May 18th, 2007 at 2:36 pm
Mas Nofie… menarik sekali masalah Reksadana ini… dan sampe saat ini saya belum terjun juga ke INVESTASI ini.. berharap suatu saat bisa terjun juga….
May 19th, 2007 at 5:28 pm
Dear Bang Nofie,
Saya pemula nih di bidang ini. Dari beberapa referensi saya dapatkan data tentang indikator resiko di Reksa Dana, tapi terus terang saya nggak ngerti dengan artinya :
1. Standar Deviasi
2. Risk Adjusted Return (RAR)
3. Sharpe Ratio
4. Alpha
5. Beta
Boleh dong bang dibagi ilmunya tentang hal diatas…
Terimakasih
Sofyan
May 30th, 2007 at 3:40 pm
mas nofie,
mo tanya donk : klo liat postingannya mas nofie ini, berarti di RD ini seperti maen saham, valas, index juga ya. Beli unit penyertaan klo NAB lagi turun en jual klo NABnya lagi naik. bener ga nih ???
Misal saya Beli RD yg harganya 1000/unit trus klo naik jadi 1300/unit ini harus dijual cepet2 ya (dg asumsi statisitik MI kita ga pernah tembus diatas 1300/unit) ? mohon penjelasannya kang ?:)
May 31st, 2007 at 9:03 pm
Mohon maaf buat yang belum terjawab. Saya akan segera membalas pertanyaan Anda. harap maklum.
June 1st, 2007 at 10:31 am
Coba kontak Fortis di:
PT. Fortis Investments
World Trade Center Building, 5th floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31
Jakarta 12920, Indonesia
Tel: +62 21 252 1574
Fax: +62 21 252 1594
June 1st, 2007 at 10:36 am
Coba cari2 info agen Reksadana di kota anda.
Pengalaman di RD Indeks Syariah, kira2 perjalanan investasinya sejalan dengan kenaikan/penurunan di Jakarta Islamic Index [JII]. Karena teknik investasinya memang untuk mengimbangi laju JII.
Untuk RD syariah yang full saham, bisa coba Trim Syariah Saham. Ini produknya Trimegah.
June 1st, 2007 at 10:46 am
Reksadana Index itu kira2 seperti ini Mas:
misalnya di index JII itu 80% uang beredar di 10 saham teratas. Nah, reksadana index berusaha mengikuti secara proporsional dengan menginvestasikan dananya di 10 saham teratas tersebut. Dengan demikian, misalnya index naik 10%, NAB kira2 naiknya sekitar segitu juga.
June 2nd, 2007 at 3:25 pm
irli
Tergantung pilihan individunya. Bisa saja begitu NAB naik langsung jual, atau tetap hold karena (diperkirakan) NAB bisa naik lebih tinggi lagi. Dalam kondisi perekonomian normal, inflasi, dan MI cukup paham investasi, NAB akan selalu naik dalam jangka panjang.
June 2nd, 2007 at 3:26 pm
Sofyan
Standar deviasi, kalau menurut statistik, adalah ukuran lebar dispersi titik tengah distribusi probabilitas. Dispersi tersebut menggambarkan kemungkinan return/risiko di reksadana. Misal return yang diharapkan 15% dan standar deviasi 9%. Maka kemungkinan return riil/aktual berada di antara 6%-24%.
Beta adalah ukuran risiko sistematik atau risiko pasar. Yaitu risiko yang tidak bisa dihindari dengan diversifikasi. Kebanyakan saham punya beta antara 0,6-1,6. Kalau beta adalah slope, alpha adalah intersep terhadap sumbu x. Alpha menggambarkan tingkat perubahan harga. Misalkan alpha negatif, maka return yang diperoleh berada di bawah rata-rata pasar.
Kalau sebuah portofolio (reksadana) punya angka Sharpe ratio maksimum, portofolio tersebut punya kemampuan untuk meminimumkan probabilitas return yang jatuh di bawah return investasi bebas risiko. (Penjelasannya mungkin lebih enak kalau pakai grafik/gambar)
Setahu saya, RAR itu risk-adjusted rating, bukan risk-adjusted returns. Yaitu metode penilaian portofolio (mirip dengan Sharpe ratio) yang dibuat oleh Morningstar. RAR diperoleh dari pengurangan return relatif terhadap risiko relatifnya.
Insya Allah nanti saya akan tulis yang lebih gamblang soal ini. :)
June 3rd, 2007 at 2:37 am
this is a nice site and looks to have good information but what language is it in?
June 4th, 2007 at 10:32 am
iNDonesian bro shaz
June 5th, 2007 at 2:52 pm
” Barrier to entry rendah. Siapapun bisa memulai berinvestasi reksadana as low as Rp 200 ribu saja ”
saya sebagai orang awam di reksadana mau tanya ni..minggu kemaren saya ke salah satu bank (mungkin saya sebut saja nama bank.. Bank Mandiri).
saya rencananya mau invest reksadana.. namun setoran awal minimal 10 juta. kok berlawanan ya sama keterangan diatas..
untuk orang yang pny pendapatan kayak saya jadi mikir2 lagi neh..hehe..
satu lagi.. apa ya maksudnya selling agent didunia reksadana..apa korelasinya dengan manajer investasi dan bank custodian..
atas penjelasannya terima kasih pren..
June 8th, 2007 at 1:35 am
apa yang dipaparkan bang nofie diatas benar dan masuk akal,bagi rekan2 yang mau memulai investasi reksadana dengan 250rb sudah dapat berinvestasi.sale agent mutual fund yang murah ada di bank commonwelt coba anda kunjungi websitenya di “www.commbank.co.id”
disana ada free&charges jenis reksadana dan min pembelian.dan masalahnya nih anda harus membuka tabungan cw 2jt + meterai 6000,tabungan boleh di nolkan untuk beli jenis reksadana apa saja semua.selanjutnya anda boleh beli RD schroder dana istimewa 250rb dengan entryfee 0%
June 12th, 2007 at 9:30 pm
“Anda harus membuka tabungan cw 2jt + meterai 6000,tabungan boleh di nolkan untuk beli jenis reksadana apa saja semua.”
emang bisa gitu di nolkan?
bukannya ada denda 50 000 kalo tabungannya dibawah minimal?
June 12th, 2007 at 9:58 pm
oki
Mohon diperhatikan bahwa aturan itu berlaku untuk reksadana Schroeder yang dibeli melalui CommonwealthBank. Tidak semua bank memberlakukan aturan serupa.
June 14th, 2007 at 4:03 pm
Dear Sir!
I want to know about: Richmark international ltd ,Address;Akara building,24 de castro street,wickhams cay 1,Road Town,Tortola,British virgin islands.
Cuold you help me?Please.
Could you tell me that?
Thank you somuch.
BestRegard.
June 18th, 2007 at 11:47 pm
kelemahan reksadana apa ya pak??
June 20th, 2007 at 11:27 am
wah infonya lumayan komplet…btw mas nofie ini profesinya apa sihh.. dosen atau malah manager investasi kali yaa…jgn lupa mas resikonya harusnya dijelasin sekalian dong….
Regards
June 20th, 2007 at 11:31 am
eh iya resikonya ternyata dah dijelasin…sorry bacanya kelewatan heee…
June 20th, 2007 at 5:28 pm
@Nofie Imam
Pak mohon informasi detailnya tentang membuka investasi schroders (dana istimewa) lewat Bank Common Wealth doong..
Soalnya saya takut ntar udah sampai sana malah duitnya kurang :((
pertanyaan saya :
1. Tabungan jenis apa yang harus dibuka (nama produknya) ? soalnya dari website mereka kok minimum setoran awal = 2 juta rupiah ( commsave )
dan 2 juta itu sekaligus sebagai saldo minimun, dan di situ tidak ada penjelasan tentang bebas biaya bulanan …
Sedangkan untuk yang bebas biaya bulanan commwealth kok setoran awalnya 50 juta :(
Mohon banget dikasih tahu step2nya Pak, pertama langsung bilang mau buka Reksadana Dana Istimewa, gitu ya Pak ?
Kalo diasumsikan uang saya hanya 250rb apa masih bisa main reksadana (atau anggap saja saya bawa uang 2.250.000 dan yang 2 juta pinjem dari temen dan harus dikembalikan dalam minggu itu juga ) Apakah saya masih bisa menginvestasikan uang saya di reksadana Pak ?
Mohon bantuannya ya Pak… saya masih baru.. karena itu takut juga kalo udah dateng ke banknya malah ditolak karena ndak punya uang banya; :D
Terimakasih sekali Pak
best Regards,
silverant
June 20th, 2007 at 8:18 pm
Anda telah menjelaskan secara sederhana sesuatu yang kompleks. Terima kasih untuk itu.
Saya ingin konfirmasi saja pernyataan anda yakni “NAB/NAV tinggi berarti unit penyertaan kita banyak dan dana kita di reksadana tersebut meningkat.” Menurut saya, NAB/NAV tinggi tidak membuat UP kita jadi banyak, tapi membuat UP kita nilainya menjadi besar. Karena UP jumlahnya akan tetap. Nilainya yang berubah sesuai perubahan NAB/NAV.
Koreksi kedua yakni “Misal hari ini Anda ingin membeli reksadana yang Anda beli di atas dengan NAB/NAV Rp 2.025/UP dan redemption fee sebesar 1,5%.” Mungkin maksud anda ” … Anda ingin menjual reksadana …”.
Bagaimana?
June 24th, 2007 at 1:45 pm
Pak Nofie ysh,
Ada nggak reksadana yang bisa dicicil bulanan dengan metoda auto debet kayak asuransi AXA mandiri, tanpa harus rutin datang nyetor ke selling agent atau setiap nyetor ngisi formulir lalu transfer ke bank custodian lalu ngefax ke MI.Soalnya saya sudah ikut AXA mandiri dan mudah banget, sekali daftar dan setiap bulan didebet 500 rb. Kalau ada reksa dana kayak gitu saya pengen segera ikutan.
TERIMA KASIH ATAS PENCERAHANNYA
June 28th, 2007 at 10:47 am
Dear Mr. Nofie,
Terima kasih atas penjelasan mengenai Reksadana. Kebetulan saya tertarik untuk berinvestasi di reksadana. Tapi ada beberapa pertanyaan yang saya butuhkan konfirmasinya :
1. Secara saya berencana untuk berinvestasi dalam jangka panjang, apakah setiap MI akan selalu mengirimkan laporan secara periodik kepada investornya ( monthly/weekly?)
2. Apakah bisa, pada saat tertentu saya ingin return yang dihasilkan dapat ditransfer ke rekening yang lain setiap bulannya?
Demikian pertanyaan yang saya ajukan, mohon bantuan untuk penjelasannya.
Wassalam,
Daulay
June 28th, 2007 at 10:56 am
junaedi
Ada, tapi tidak semua MI menawarkan sistem demikian. Silakan kontak MI yang bersangkutan.
Daulay
(1) Ada laporan, namun tidak selalu seragam. Ada yang bulanan, dua bulanan, trimester, dsb. Silakan kontak MI yang bersangkutan.
(2) Bisa saja. Silakan kontak MI yang bersangkutan.
June 29th, 2007 at 4:53 pm
Pak Nofie,trims berat atas pencerahan nya.Penjelasan anda bagus sekali ,maklum saya msh nubie di bidang reksadana.
Kalo bole saya bertanya,seandainya saya msk reksadana terproteksi ( Fortis, yg bakal luncur di Juli ini) dimana yg menjadi acuan nya index luar negeri spt hangseng dan MSCI gitu dan kurs nya mata uang asing.Trus seandainya kurs rupiah anjlok gitu,mengingat mata uangnya asing tp nab nya rph,apakah hal tsb baik ato malah jelek thd saya?
Trims byk atas penjelasan nya.
Jonas
July 7th, 2007 at 11:11 am
pak saya saat ini sedang membuat laporan tugas akhir yang berjudul “Reksa Dana Sebagai Alternatif Investasi bagi Investor Kecil”, saya ingin meminta bantuan bapak untuk memberikan referensi tentang reksa dana yang berkaitan dengan laporan tugas akhir saya. Dikirim ke e-mail saya saja fahri_alin@yahoo.co.id. Terima kasih.
July 8th, 2007 at 11:50 am
Pak Iman, saya ada pertanyaan nih? Dari beberapa sumber tentang perencanaan keuangan simpulan sementara saya paling bagus itu memang berusaha memisahkan antara proteksi dan investasi. Sarana proteksi dapat diperoleh dengan cara membeli polis asuransi (baik jiwa, penyakit kritis, atapun lainnya) dan investasi lebih banyak yang menyarankan untuk membeli reksadana. Pertanyaan saya sebenarnya masih bingung untuk membeli unit reksadananya, mereka menyarankan untuk secara rutin (bulanan, triwulanan, dll)?
Bagaimana mau secara rutin membeli unit reksadana sementara saya tidak yakin bahwa setiap membeli dapat nab yang selalu rendah, tetapi adakalnaya naik adakalanya turun? Trus evalusasinya bagaimana dong?Pada bagian ini saya masih ragu untuk membeli unit reksadana dibandingkan dengan membeli unit yang dikeluarkan perusahaan asuransi unit link, yang sudah jelas cara evaluasinya?
bagaimana pak iman?
terima kasih
July 9th, 2007 at 1:28 pm
mcupert
Pertanyaan Anda sebenarnya sudah terjawab secara implisit pada tulisan di atas. Saya pribadi lebih menyukai pemisahan antara investasi “beneran” dengan asuransi.
July 17th, 2007 at 2:08 am
Bung Nofie, menemukan web anda ini sperti dpt pencerahan. Saya sedang berencana berinvestasi di reksa dana, dan sedang browsing2 cari kejelasan. Saya mau tanya:
1. Jadi sebenernya apa bedanya bank yg jual reksadana spt commonwealth dengan manajer investasi spt danareksa, manulife dan fortis?
2. Apakah semua reksadana dananya disetor secara bulanan? apakah ada yang sekali setor [katakanlah 10 jt] lalu sudah.ndak perlu setor2 lagi? dan kl iya, apa bedanya terutama dari segi risiko dan segalanya?
Makasih bgt loh, saya sudah sedikit lb banyak ngerti cuma kok masi ada yg ganjal.
cheers
July 18th, 2007 at 9:32 am
dinzzy
1) Bank seperti Commonwealth merupakan agen penjual produk reksadana, sementara MI adalah pengelolanya. Tapi ada juga bank yang juga “menjadi” MI, seperti Mandiri Sekuritas.
2) Tidak selalu. Terserah pada preferensi investor. Silakan cek prospektus atau tanya ke MI yang bersangkutan mengenai persyaratannya.
Semoga membantu.
July 18th, 2007 at 1:51 pm
Berinvestasi melalui RD sangat bergantung dari tujuan, termasuk juga jangka waktu investasi, serta hal yang perlu diperhatikan juga adalah profile si calon investor itu sendiri. Sanggupkah si calon investor menerima kenyataan bahwa hasil investasinya negatif?
Untuk investor yang agresif dan bisa menerima tingkat resiko negatif yang tinggi dari suatu produk investasi, maka RD saham adalah pilihan tepat.
Klo mmg msh punya dana lebih stlh menyisihkan seluruh pengeluaran rutin ditambah tabungan untuk kebutuhan yang insidentil, kenapa harus takut dengan resiko pertumbuhan investasi yg negatif?
Biarin aja dana yg sdh ditanam tetap pada tempatnya, klo memungkinkan ditambah aja lg.
Dari seluruh artikel para pakar analis investasi yg saya baca via internet, sepertinya semua sepakat bahwa dalam jangka panjang, saham adalah pilihan investasi yang tepat, termasuk jg RD saham.
July 21st, 2007 at 10:02 pm
saya seorang pegawai dan tinggal di semarang.saya ingin sekali belajar berinvestasi di Reksadana tpi belum tahu secara detail bgmn cra krjnya.apakah di semarang ada ?terima kasih
July 23rd, 2007 at 6:53 pm
Txs to mas nofie..
jadi tau n jelas tentang reksadana..but kalo jumlah uangku cuman di bawah 10 juta bisa ngga ikut reksadana..dimana belinya?
txs sebelumnya
July 25th, 2007 at 7:37 pm
mas nofie,
mas apakah ada perbedaan antara kita beli product reksadana A yg NAB nya masih kecil dengan reksadana B yg NABnya sudah besar
July 28th, 2007 at 8:20 am
Kalau boleh sharing pengalaman nih…bung Nofie..
hasto
Untuk membeli unit RD mungkin bisa nyari informasi perusahaan sekuritas semacam Trimegah, Panin, Manulife dll pada yellowpages ada apa tidak di Semarang. Cara kerjanya mungkin di baca lagi uraian bung Nofie….
retno
Jangankan 10 juta yang 100 rbuan, 250 rbuan juga ada, jadi jangan takut untuk memulai…kalau RD apa yang bisa inves sekecil itu yang saya tahu sih manulife dana saham dan trim kapital…
July 29th, 2007 at 12:08 pm
BEDANYA REKSADANA SM INVESTASI YANG DIPISAHIN ANTARA ASURANSI DENGAN INVESTASI APA YA??????
DIVERSIFIKASI BUKANYA DAH MENYANGKUT REKSADANA CAMPURAN????
TRUS BEDANYA SYARIAH MA NON SYARIAH APA YA???
DANAREKSA INDONESIA BAGUS GA???
August 2nd, 2007 at 7:41 am
Sekedar sharing aja…
Bank Mandiri sedang ada program diskon biaya pembelian reksadana. Jadi semua reksadana (Danareksa, Mandiri, Schroder dan beberapa lagi) biaya pembelian mulai dari 0% s/d 0.5% (normal max 2%) dan minimal pembelian Rp 500.000,- (normal kalo gak salah 10jt).
Tapi syaratnya, harus ada rekening tabungan di Bank Mandiri :)
Oh ya program berakhir 31 Agustus 2007!
August 7th, 2007 at 7:38 pm
mas nofie, terima kasih atas info RDnya..sangat membantu sekali. saat ini saya memang lagi semangat2nya mo jd praktisi RD ( masih “mau”..belum “beli”..msh ngumpulin info..hehe ) buat teman2 yg punya info RD diskon khusus seperti haris boleh juga di kasih tau… thx.
August 7th, 2007 at 9:44 pm
Trims mas nofie !
setelah membaca artikel anda saya jadi tau kalau ada jenis investasi selain tabungan dan deposito.
Selama dua hari ini saya melihat NAB reksadana di koran bisnis indonesia semuanya pada minus, tapi kenapa ya koq untuk reksadana pasar uang nabnya nggak naik ataupun turun, trus bagaimana kita bisa menghitung hasil investasi kita.
mohon penjelasannya mas.
TKS
August 8th, 2007 at 4:31 pm
@Judha
BEDANYA REKSADANA SM INVESTASI YANG DIPISAHIN ANTARA ASURANSI DENGAN INVESTASI APA YA??????
Klo asuransi yg maen di investment di sebut Unit Link , jd sebagian premi kita di masukkan ke investasi , investasinya pun beragam seperti Reksadana…
Menurut saya , mending jangan unit link , klo mau asuransi ya di asuransi murni aja , dan invest bs di reksadana.
DIVERSIFIKASI BUKANYA DAH MENYANGKUT REKSADANA CAMPURAN????
Klo reksadana campuran , diversifikasinya belum bagus bos, kita bisa diversifikasi ke reksadana jenis pasar uang atao pendapatan tetap…
TRUS BEDANYA SYARIAH MA NON SYARIAH APA YA???
Klo syariah ada batasannya bos , utk yg saham dia hanya boleh ambil saham yg listing di JII ( Jakarta Islamic Index ). Utk obligasinya klo gak salah ngambil yg sukuk , atao obligasi perusahan yg bisnisnya tdk menyalahi syariah Islam.
DANAREKSA INDONESIA BAGUS GA???
Lumayan bagus bos utk MI lokal , gw jg punya reksadana mereka…..
@ rizal
utk RD pasar uang nilai NABnya memang selalu tetap , hanya saja nanti jumlah unit yang kita miliki yg akan bertambah….
August 14th, 2007 at 9:51 pm
Hi,
Mau ikutan share ni.. Hari minggu kemarin, kebetulan gak ada kerjaan beres2 file di lemari. Ternyata, ketemu berkas bahwa saya pernah beli reksadana di salah satu perusahaan sekuritas yg cukup terkenal di tahun 2000 (belinya kepaksa, karena marketingnya nelponin terus..).
Ada 2, masing2 Rp 500rb di pendapatan tetap dan satu lagi di saham. Tadi siang iseng ke kantornya. Ternyata yg pendapatan tetap udah dilikuidasi sekitar tahun 2003 dan yg saham masih jalan (selama ini laporannya gak menentu dapetnya, jadinya gak tahu kalau bakaldilikuidasi).
Singkat kata, akhirnya saya minta senuanya ditarik dan ternyata hasilnya gak jelek2 amat. Untuk yg pendapatan tetap uang saya masih bisa ditarik dan totalnya jadi sekitar Rp 950rb-an. Nah, yg saham ternyata NAB nya udah naik kira2 5 kali lipat. Jadinya saya bisa tarik sekitar Rp 2.5 juta-an :)
Melihat hasil ini, agak nyesel juga d (memang selalu belakangan datangnya..). Andaikan saja waktu tahun 2000 itu, saya invest jutaan rupiah..:(
cheers
August 16th, 2007 at 12:21 am
Ada yg mau share pengalaman di agen tertentu & MI tertentu?
Saya lagi pusing aja yg mana yg harus dipilih saking banyaknya pilihan.
thanks
August 20th, 2007 at 5:20 pm
Ass.. Wr. Wb
Aloo Pak Iman…. :D
Pak thks ya sharing knowlegdenya ttg RD, apalagi sy sgt tertarik sekali untuk yg 1 hal itu. Nah itu saat ini saya sdh sedikit tau sistematis n cara kerja RD. Dan sy sdh menentukan pilihan MI berikut produknya. Tapi ada 1 hal yg mengganjal sy saat ini.
Bila sy melakukan pembelian melalui MI langsung kmana-kah hasil keuntungan sy nanti di kredit. Apakah itu berarti sy hrs membeli lwt selling agent dan membuka account disitu.
Krn menurut pengalaman sy, hampir semua selling agent mengenakan biaya2 yg sebenernya yg semestinya dri pihak MI tidak demikian.
Terima kasih atas perhatian dan bantuannya.
Wassalam
Rgrds,
Marvin
August 21st, 2007 at 12:00 am
apa maksudnya reksadana terproteksi ya?
Dimana bisa dibeli?
thx
August 24th, 2007 at 12:06 pm
IvyChen
Mo share dikit. Yg dimaksud dgn reksadana terproteksi tuh maksudnya dana placementnya diproteksi. Jadi kalo anda placement 1 JT anda ga akan LOST 1 JT-nya utk mekanismenya nanti saya share…..Lagi buru-buru soalnya neh.
Regard
FAT LS
August 24th, 2007 at 6:45 pm
Assalamulaikum Wr Wb
Bapk Iman.. pa kbrnya
Btw dmana saya bisa membeli reksadana Schroder Dana Istimewa dengan modal saya sebesar Rp. 3jt
Saya harapkan sekali jawaban atas email ini, paling tidak kontak person atau pihak yg bisa saya hubungi.
Terimakasih atas perhatian dan bantuannya .
Regards,
Marvin
August 24th, 2007 at 7:51 pm
Mengenai reksadana terproteksi. Contoh : Mis anda beli reksa dana terproteksi IDR 10 JT komposisi porfolio ( 70% obligasi/pendapatan tetap, 30 % saham) maka obligasinya dipilih yg pd saat jatuh tempo bisa cover nilai 10 JT itu. Jadi sekalipun sahamnya loss modalnya tetap terproteksi. Itu kalo yg saya tau.
feel free to amend
cheers
FAT LS
August 25th, 2007 at 9:02 pm
om nofie ato bapak2 yang laen saya sebagai pemula dalam RD mau rencananya mo buka RD saya baca di prospektusnya katanya biaya minimal pembelian ada yang mulai 50 ribu (bank mandiri).
nah apakah hal itu benar kita bisa buka akun cuma modal segitu trus apa gak kena fee lain (selain fee pembelian dari pihak RD) koq ada tulisan2 di bawah yang katanya perlu modal awal ampe 10 juta segala ???????
maklum mahasiswa yang lagi belajar seperti saya cuma punya modal dikit
n_n
TQ
August 28th, 2007 at 1:27 pm
ada beberapa hal PENTING yang perlu Qta perhatikan dalam berinvestasi di REKSADANA :
1. Tentukan TUJUAN investasi Qta
2. Berapa Lama Waktu yg Qta Butuhkan untuk MENIKMATI HASIL INVESTASI qta
3. Berapa BESAR HASIL INVESTASI yg qta Inginkan
4. Seberapa KEKUATAN FINANSIAL yg qta Miliki
5. Kenali MANAJER INVESTASI (Perusahaan Sekuritas) dmn anda berminat menanamkan Investasi anda
6. Jangan Pernah TERGODA dg Hasil RETURN BESAR yg ditawarkan oleh perusahaan SEKURITAS baru yg belum terbukti reputasi nya, coz bukan tidak mungkin smua itu merupakan MODUS PENIPUAN perusahaan Investasi.
SELAMAT BERINVESTASI ^_*
August 30th, 2007 at 3:43 pm
diforum ini dibahas semua tentang reksadana..
http://kaskus.us/archive/index.php/t-454812.html
September 7th, 2007 at 4:04 pm
iya ni,saya juga mahasiswa yg juga ingin mencoba reksa dana. Reksa dana yg mana,yg bisa mulai kira2 satu juta atau kalo ada kurang.thanks for the info
September 11th, 2007 at 8:57 am
bagaimana dengan reksadana Syariah ???
apa keuntungan nya jga sama ??????????
September 11th, 2007 at 4:56 pm
kalo mo yg 1 juta-an bisa coba ke bank mandiri, tapi pilihannya ga terlalu banyak, kalo yg rada banyakan bisa ke commonwealth. lo bisa liat di websitenya doLo.
reksadana syariah sama dgn reksadana lainnya, tapi mengacu pada ketentuan syariah. jika jenisnya equity maka dananya di putar pd perusahaan2 yg sesuai dgn ketentuan syariah, misalnya mereka tdk akan invest di perusahaan yg berhub dgn MIRAS, perjudian dLL. utk yg muslim tenang aja, ada dewan syariah kok yg mengawasi kinerja reksadana syariah ini.
Fat with tha L to tha S
September 13th, 2007 at 3:00 pm
saya ingin menempatkan dana di schroder atau manulife, tapi saya berlokasi di papua. apakah bisa dan bagaimana caranya? thx
September 14th, 2007 at 1:34 pm
Dear bung Nofie,
Sebelumnya saya sudah ikut reksadana disalah satu bank pemerintah. Saat ini saya sedang tertarik untuk membeli produk baru reksadana saham dari PT Danareksa. Saya ingin tahu masukan dari bung nofie mengenai investasi pada produk reksadana yang baru launching (Belum 1 thn) untuk prospek kedepannya.
September 19th, 2007 at 10:41 am
Dear bung Nofie,
saya mahasiswa di aceh, dan juga penjaga di pojok bej di aceh…
saya mau buat skripsi tentang reksadana tapi kebingungan untuk jurnal nya…
tolong bantu saya ya..??
terima kasih unuk sebelumnya.
September 20th, 2007 at 7:04 pm
Dear pak nofie atau bapak-bapak yang lain..
reksadana ini memiliki bukti fisik atau tidak sebagai bukti kepemilikan reksadana tersebut?seperti deposito kan ada sertifikatnya, reksadana gmana?
terima kasih atas jawabannya..
September 24th, 2007 at 10:17 pm
Dear Bung Nofie
saya sudah merasakan keuntungan berinvestasi di reksadana… saat ini ada yang menawari saya untuk berinvestasi “Dinar Iraq”, memang bersifat spekulatif karena mengharapkan ekonomi Iraq membaik untuk bisa mendapatkan untung… bagaimana pendapat bung Nofie? saya tunggu advis & ulasannya…
terima kasih & sukses selalu
September 28th, 2007 at 11:32 am
Thanxs mas nofie iman, info nya sangat berguna sekali buat saya…. sebagai pemula yang sedang mencari-cari alternatif investasi… kalo ada info lagi tentang reksadana syariah saya akan berterimakasih sekali mas nofie… trims
oh iya saya izin untuk ngutip sebagian untuk makalah saya boleh ya… trims again..
October 4th, 2007 at 11:41 am
Bung Nofie,
(langsung saja), setelah baca beberapa prospectus reksadana mawar, manulife, scroder, trim kapital dan panin saya ada beberapa pertanyaan:
1. Kalau beli unit penyertaan -nya kok nggak dapat bukti misal sertifikat atau lainnya, cuma dikasih confirmation statement. Apakah confirmation statment tsb cukup kuat sebagai bukti (secara hukum atau undang undang)? bila dibelakang hari ada masalah.
2. Banyak investor berinvestasi ke reksadana tapi kenapa kok tidak dijamin oleh BI, pemerintah atau lembaga lainnya? apakah ini bisa menjadikan manager investasi seenaknya sendiri? paling tidak pemerintah/bapepam menjamin / mengawasi dananya tidak diselewengkan oleh manager investasi atau oknum.
Oke itu saja. Thanks atas responsenya.
Salam
October 5th, 2007 at 3:06 pm
mas nofie, thx atas infonya.
I have to admit that this is one of my fave blog……thx a lot
October 7th, 2007 at 2:47 pm
@ Sjaiful
Dalam membeli reksadana memang tdk di terbitkan sertifikat seperti halnya deposito. Deposito sendiri utk beberapa bank saat ini sudah tdk menerbitkan sertifikat lagi tapi hanya memberikan confirmation statement saja.
Investasi di pasar modal memang tdk di jamin oleh pemerintah dengan alasan resiko. Mengenai penyelewengan dana, ga udah takut karena dalam mendapatkan izin dalam menerbitkan reksadana mereka harus terdaftar secara hukum. Dan ada BAPEPAM sebagai wasit dalam operasional pasar modal
Feel free to add
aLdo
October 11th, 2007 at 11:13 pm
Mohon saran, jenis reksadana apa yg cocok untuk jangka panjang (diambil stl pensiun) tapi kinerjanya bagus?
Terimakasih
October 15th, 2007 at 7:45 pm
@Apri
Kalo menurut saya utk investasi setelah pensiun reksadana pendapatan relatif cocok. Reksadana ini invest di surat hutang jangka menengah dan panjang seperti obligasi dari pemerintah maupun swasta. imbal hasilnya cukup menarik dan resiko cenderung kecil
Disclaimer mode “on”
Regard
Fat LS
October 17th, 2007 at 10:52 am
NAV/NAB itu apa yah?? mohon pencerahannya.. :D
October 17th, 2007 at 11:31 am
maaf bacanya kelewat
gak taunya ada diatas hehehehee
October 17th, 2007 at 9:07 pm
Mas, saya mau tanya mengenai yang satu ini: http://www.inter-metrofund.com
Tolong diteliti website di atas… Saya bingung kok mereka bisa memberikan return yang sangat cepat dan besar. Hampir musatahil!!!
October 21st, 2007 at 11:15 am
http://www.inter-metrofund.com koq mirip HYIP ya (^_^)
October 23rd, 2007 at 4:27 pm
apakah beda reksadana syariah dengan reksadana konvensional?
October 26th, 2007 at 5:31 pm
Apakah dalam reksadana saham,manajer investasi yg menentukan saham apa yg dibeli atau tidak ? Apakah nasabah cuma menginves dana saja ke reksadana lalu manajer investasi yg mengatur semuanya ?
Terus apa sih maksudnya switching fee ?
Terima Kasih
October 27th, 2007 at 12:27 am
toeng: ya. manajer investasi yg menentukan saham apa yg dibeli. nasabah sekadar inves aja lalu duduk tenang:) switching fee maksudnya berpindah dari satu reksadana ke reksadana lain, misal dari reksadana saham ke reksadana campuran. CMIIW
October 29th, 2007 at 5:58 pm
Makasih Mas artikelnya, ikut kontribusi mendorong saya berinvestasi reksadana. Sekedar info belum 3 bulan NAV sudah naik sekitar 20%, kebetulan saya masuk pada saat IHSG bearish.
October 30th, 2007 at 9:49 pm
Teman kerja saya telah mengikuti reksadana. modal awal 10 jt, para awal tahun 2006. setelah awal tahun 2007 ternyata ia mendapatkan keuntungan yang cukup besar. dana dia menjadi 22 jt lebih. herannya saya, setelah mendaftarkan dirinya ke reksadana, yang dia lakukan hanyalah buka dan buka internet untuk cek point dia. yang saya tanyakan sebenernya cara kerja reksadana itu ginaman sich. (tolong penjelasannya jangan terlalu bertele-tele)
November 2nd, 2007 at 10:09 am
Bagaimana memulai investasi Reksadana ?
Apa saja kiat-kiatnya ?
Terima kasih.
November 2nd, 2007 at 2:28 pm
posting perdana neh…
Aku dah mau mulai invest neh, cuman rata2 NAB reksa dana nya dah pada melambung tinggi. menurut pengalaman, pengetahuan, n semua yg mas nofie miliki (mnrt dukun jg boleh…he3). Mana yang lebih baik invest ke RD dgn NAB 6000(misalnya), atau ke RD dgn NAB 3000. misalkan ke 2 RD tsb rata2 memberikan return yg sama (misalnya) 50 % pertahun. klo bisa dijelaskan lebih detail keuntungan jangka pendek n jangkan panjangnya. Misalkan juga ke 2 RD tsb berbasis SAHAM at CAMPURAN…
Trims bgt sebelumnya..
November 8th, 2007 at 5:34 pm
Perusahaan emang dapat untung apa aja kalo harga sahamnya naik ? Kan yang melakukan transaksi saham yang udah beredar ya para spekulan atau pemegang saham dari masyarakat biasa ?
Thx Be4.. =)
November 13th, 2007 at 11:59 am
pertanyaan saya idem sama ikky, plus kapan waktu yang paling tepat untuk kita beli RD? (mungkin ada bulan2 tertentu dimana RD sedang turun2nya sehingga disitulah saat nya kita invest atau beli RD)
ditunggu reply nya mas nofie
terimasih sebelumnya :)
November 13th, 2007 at 10:49 pm
adhe
Jawaban pendek saya: buy low sell high. :) Penjelasan lengkap sudah saya tulis di atas.
November 20th, 2007 at 10:16 am
Mas Nofie,
menurut mas Nofie lebih baik beli RD langsung ke perusahaan securitasnya atau melalui bank selling agent nya.. thanks..
November 21st, 2007 at 12:42 am
Mas Nofie,
Dimana saya bisa mendapatkan produk RD dari Manulife. saya berada di kota kecil Pati – Jawa Tengah.
November 21st, 2007 at 8:47 am
Prosedurnya sederhana. Anda bisa kontak ke MI tersebut, minta dikirimkan form pembelian atau download dari internet. Setelah itu, Anda isi lengkap dan tanda tangani. Lakukan transfer ke bank kustodian yang ditunjuk. Fax/kirim form pembelian, bukti transfer, dan fotokopi ID Anda. Kalau dokumen diterima sebelum pukul 13.00, NAB menggunakan yang berlaku hari itu. Bila semua lengkap, biasanya mereka akan mengirim surat konfirmasi ke Anda.
Wisma Manulife Indonesia, Lantai 1
Jl. Pegangsaan Timur 1A Jakarta 10320
Telp: (021) 2355 9966 ext. 6013
Fax: (021)314 9841
Email: mami_customer_id@manulife.com
Website: http://www.reksadana-manulife.com
Customer Contact Center: (021) 2355 9999
November 21st, 2007 at 10:34 am
Terima kasih atas infonya mas.
Saya mau tanya lagi. Kalo saya menggunakan metode RCA seperti diatas berarti pada kondisi berapapun NAB-nya baik turun ataupun naik saya tetap rutin nyetornya perbulan. Saya memang berniat invest jangka panjang. Benar gitu ya mas.
Trims.
November 21st, 2007 at 1:12 pm
Sebenarnya lebih bagus kombinasi keduanya. Misal Anda punya Rp 2 juta untuk diinvestasikan tiap bulan. Nah, yang Rp 1 juta bisa pakai RCA, sementara sisanya diinvestasikan kalau market sedang turun dan NAB sedang murah. Istilahnya market timming.
Kalau dalam sebulan market tidak kunjung turun, terserah Anda. Bisa dimasukkan sebelum akhir bulan, atau diakumulasikan untuk diinvestasikan bulan berikutnya. Oiya, komposisi 1 juta RCA-1 juta market timming itu tergantung selera/preferensi Anda ya. Ilustrasi di atas hanya contoh saja
Semoga membantu.
November 21st, 2007 at 1:40 pm
edi
Sama saja. Membeli langsung ke perusahaan sekuritas biasanya lebih murah. Namun terkadang ada juga perusahaan sekuritas yang menyerahkan semuanya ke agen penjual/bank karena tak mau direpoti tetek bengek administrasi.
Kalau Anda perhatikan di prospektus biasanya ada maksimum biaya pembelian (subscription fee). Agen penjual tak akan melampaui batas tersebut. Selisih pembelian antara lewat perusahaan sekuritas dan lewat agen penjual juga tak terlalu material, kecuali investasi Anda lebih dari Rp 10 juta misalnya.
Terkadang membeli lewat bank juga bisa lebih “murah” karena mereka menawarkan paket atau benefit lain yang barangkali Anda perlukan. Jadi, ada baiknya perhatikan dan bandingkan sebelum melakukan pembelian.
November 21st, 2007 at 2:23 pm
halo, kakak saya baru berhenti dari perusahaan, dan ada uang kompensasi sedikit, dan belum ada pekerjaan lagi, kira2 kalau dia saya sarankan mencoba reksadana, dengan asumsi pemula, berapa range modal yg dibutuhkan, atau minimalnya setidaknya, dan bisakah dia hanya mengandalkan reksadana sebagai penghasilan utamanya? lalu langkah pertama sebagai pemula agen manakah yg paling tepat, yg care untuk memberi nilai lebih, mengajarkan dengan jujur dan baik..apakah bank, atau manulife, atau apa? terimakasih banget, dan semoga tanggapannya dapat sangat membantu kami..saya tunggu dengan sangat..
November 21st, 2007 at 11:05 pm
Bisa saja. Modal yang diperlukan bisa mulai dari Rp 500 ribu saja. Namun penghasilan dari reksadana tidak bisa dipastikan. Kadang bagus, kadang tak seberapa. Kadang bisa rugi juga.
Yang terpenting adalah memilih manajer investasi yang tepat. Apakah Anda ingin melalui agen penjual, bank, sama saja–mungkin fee dan benefit yang ditawarkan sedikit berbeda.
November 22nd, 2007 at 5:25 pm
Keinginan menabung tergantung dari niat kalau menurut saya. Saya sama seperti itu. Susah untuk menabung. Akhirnya saya berfikir, bagaimana dengan tabungan sedikit, tetapi bisa berkembang secara rutin Jawabannya adalah Investasi. Setelah fikiran itu muncul. Saya langsung mensurvey beberapa investasi online. Namun kurang ada yang meyakinkan, sampai akhirnya saya menemukan program investasi koperasi modern yang sangat meyakinkan saya dan sistem yang dipakai sangat logika. Saya mengikuti program eKomit.
November 23rd, 2007 at 11:03 pm
Mas Nofie..
nanya lagi nih… mana yang lebih bagus, investasi di reksadana atau invest di asuransi+investasi seperti di Prulink Syariah Rupiah Managed Fund dari Prudential, karena saya dapat penawaran dari agen nya, mumpung harga per unit nya masih murah (Rp. 1.101,-/unit) baru launching 6 september 2007 yang lalu, terimakasih atas informasinya..
November 24th, 2007 at 8:55 am
Kalau berniat ambil asuransi, saya rasa lebih baik ambil terpisah: reksadana (investasi) sendiri, asuransi sendiri. Kelemahan unit link adalah kita sulit melakukan monitoring karena tidak tahu berapa persen alokasi investasi dan diinvestasikan kemana, berapa persen alokasi asuransi. Selain itu, ada kecenderungan biaya-biaya dan potongan lebih besar.
November 27th, 2007 at 9:55 am
Kalau menurut saya mau ambil paket unit link atau terpisah, tergantung risk profile seseorang. Ada yang suka repot demi penghematan, tapi ada yang suka praktis karena memang sudah mempersiapkan anggaran untuk itu.
Apalagi untuk masalah asuransi jiwa, kita membicarakan kebutuhan jangka panjang. Faktor kepercayaan nasabah thd perusahaan sangat penting. Kalau masih bingung soal pengaturan asuransi dan investasi terpisah, lebih baik terima dulu penawaran unit link tersebut.
Makin cepat mendapatkan proteksi makin bagus, sebab dalam dunia perasuransian, ada 2 pihak yang akan terus mengejar calon nasabah. Agen asuransi atau Maut :).
November 30th, 2007 at 2:04 pm
Pak Iman,
Saya termasuk yang tertarik sebagai pemain RD dan saat ini sedang mencari informasi mengenai apa itu RD serta mekanisme transaksi serta perilaku pasarnya, sehingga sangat senang ketika membaca tulisan Pak Iman serta tanya jawabnya. Dari tanya jawab tsb saya ingin klarifikasi adanya statement : sbg investor kita serahkan saja dana kepada MI lalu kita pantau hasilnya, disisi lain dikatakan kita sbg investor agar memilih RD serta waktu yang dianggap tetap utk membeli dan menjualnya kembali RD tsb.
Terima kasih.
November 30th, 2007 at 8:03 pm
Singkatnya, ya. Bagus tidaknya return yang kelak kita dapatkan sangat dipengaruhi dari bagaimana kita memilih MI dan produk reksadana yang sesuai dengan profil kita.
November 30th, 2007 at 9:42 pm
Mas Nofie,
ada enggak rekomendasi buat kita-kita tentang RD atau MI yang baik, yang sudah memberikan keuntungan pada investasi mas Nofie, thanks.
December 4th, 2007 at 4:15 pm
Bang Nofie
Dimana saya bisa mendapatkan produk RD langsung dr schroeder? thanks
December 4th, 2007 at 4:31 pm
Setahu saya untuk unit link syariah sudah dijelaskan di awal porsi-porsinya, berapa untuk asuransi & brp untuk investasi, juga termasuk perubahan porsi untuk tiap tahunnyya, Sesuai prinsip syariah, harus jelas transaksinya. Begitu ngga mas nofie?
Salut untuk blognya :)
December 4th, 2007 at 4:48 pm
siman
Reksadana Schroeders bisa dibeli antara lain via Commonwealth Bank, HSBC, Citibank, dan Bank Mandiri.
amagus
Kerugian lain adalah opportunity loss, karena ada biaya-biaya yang seharusnya bisa diinvestasikan dan memberi efek compounding. Selain itu, birokrasinya jelas lebih panjang.
December 5th, 2007 at 4:46 pm
Saya mau tanya nih Pak Nofie, saya kan ikut Asuransi Unit Link Manulife 100% saham, dan diinvestasikan di Manulife Asset Managemen, dan proposalnya untuk 25 tahun sih oke, dan misal saya meninggal, keluarga saya juga mendapatkan asuransi + benefit dr unit link kita. Apakah saya sudah benar untuk berinvestasi + asuransi ? Karena uang yg kita asuransikan tidak hangus, tp diinvestasikan jg. Misal saya masih punya uang lebih, sebaiknya saya ikut asuransi pensiun jg, atau diinvestasikan di reksadana saja. Apakah kita harus punya deposito juga untuk jaga2 bila ada kebutuhan mendesak? Maaf bila saya terlalu byk tanya, terimakasih sebelumnya
December 5th, 2007 at 5:18 pm
Hallo bang Iman.
Numpang nanya, mana yang lebih baik beli Reksadana saham yang udah lama launching atau yang baru (karena harga NAB/unit nya sangat jauh berbeda).
Thanks.
oh ya thanks tuk tulisan-tulisan di blog nya…
December 6th, 2007 at 3:19 pm
halo bang nofie
thanks atas artikel anda sangat membantu untuk mengenal apa itu reksadana. Sebetulnya saya juga ingin menginvestasikan sebagian dana saya di reksadana ini karena saya dengar nilai investasinya lumayan menjanjikan, tetapi terus terang saya tidak tahu harus memulai dan memilih program reksadana apa? Karena kalo sekarang kita menyimpan di bank saja nilai investasinya relatif kecil dan lambat berkembang. Mohon penjelasannya. atau newletter via email kalo ada ya…
Thanks
December 8th, 2007 at 5:40 am
Yth. Pak Nofie,
Mohon ijin untuk numpang memperkenalkan forum baru yang didedikasikan khusus membahas tentang reksadana di http://forumreksadana.com
Semoga informasi ini dapat membantu perkembangan reksadana di tanah air.
Terima kasih.
December 12th, 2007 at 4:15 am
Mas Nofie,
Di mana saya bisa membeli RD yang mulai investnya kecil ya, karena kemarin saya ke bank Danamon, karena kebetulan deket kantor saya, tetapi kalo mau beli RD melalui bank Danamon minimal kita harus punya uang Rp. 25.000.000,- (duapuluh lima juta), melalui bank mana yang bisa beli RD di bawah satu atau dua juta, mohon info nya.
thanks
December 12th, 2007 at 10:35 am
Bisa dicoba di Bank Mandiri atau Commonwealth Bank. Atau, hubungi langsung ke manajer investasi dan lakukan pembelian langsung (tidak melalui bank). Setahu saya, manajer investasi seperti Danareksa, Trimegah, Manulife, PNM, dan sebagainya minimum pembelian cuma sekitar Rp 500 ribu.
December 13th, 2007 at 10:52 pm
mas nofie, sy minta sarannya?sy punya dana 30 jt yg tdk terpakai, apa yg hrs sy lakukan untuk menambah uang tersebut, investasi, reksadana atau yg lain ?krn 2 thn lagi sy berencana akan menikah & membayar DP untuk membeli mobil ?trims
December 14th, 2007 at 4:36 pm
Dear Pak Iman,
Saya sedang berada dalam kondisi ingin masuk ke dalam RD. Namun masih ada beberapa hal yang masih membuat saya bingung mengambil keputusan untuk memulainya. Beberapa hal yang ingin saya tanyakan adalah:
1. Jika dalam sebuah perusahaan MI terdapat 2 jenis RD yang memiliki performance tahunan yang sama (e.g. 60%) dan bergerak dalam bidang yang sama (e.g. equity) namun memiliki NAB/NAV yang berbeda dimana RD-1 memiliki nilai yang lebih rendah daripada RD-2. Menurut P’Iman, manakah yang memiliki progress yang lebih baik? Saya takutnya jika memilih RD dengan nilai NAB/NAV yang tinggi, akan mengalami stagnansi.
2. Apakah maksud dari beberapa istilah:
- Annual Management Fee
- Selling Agency Fee
- Redemption Charge
3. Menurut pendapat Pak Iman, lebih baik masuk ke dalam bidang RD melalui selling agent atau langsung ke MI company?
Untuk ketiga hal ini sangat membingungkan saya untuk mengambil keputusan. Mohon jawabannya dan terima kasih sebelumnya :)
December 14th, 2007 at 11:31 pm
abu farouq
Terima kasih kembali.
Menurut saya, harga NAB tidak terkait dengan kinerja reksadana. Bisa saja reksadana A dengan NAB Rp 1.500 dalam satu tahun ke depan akan berkembang menjadi Rp 1.800, tetapi reksadana B dengan NAB Rp 4.000 dalam satu tahun ke depan malah naik menjadi Rp 5.000.
Yang terpenting bukan harga NAB-nya, melainkan kualitas aset (underlying) penyusun portofolio reksadananya dan reputasi manajer investasi dalam memutar dana kita.
henry
Saya pribadi menggunakan investasi dan asuransi secara terpisah. Alasannya praktis saja. Saya lebih mudah memantau kinerjanya, administrasi relatif lebih lancar dan tidak banyak birokrasi, dan secara umum kinerja investasi secara terpisah lebih bagus daripada unit link. Selain itu saya juga menyimpan dana kas untuk kebutuhan mendesak—-tak semuanya diinvestasikan.
Tapi, apa yang berlaku buat saya bisa saja kurang tepat untuk orang lain. Jadi, silakan Anda menyimpulkan sendiri. :)
December 17th, 2007 at 11:18 pm
Sekadar membantu pak Christoper saja.
Pengalaman saya invest, NAB yang tinggi memang pergerakannya relatif agak lambat, tapi tidak selalu. Jadi, pinter2 pilih aja. Mengenai annual management fee, kalau nggak salah itu biaya yg dibebankan manajer investasi atas jasanya ngurusin reksadana. Kalau selling fee adalah biaya yang dipotong saat kita membeli reksadana. sedangkan redemption adalah biaya saat kita menjual reksadana kita.
biasanya sih membeli langsung ke MI lebih murah daripada lewat selling agent, tapi nggak selalu. bisa saja lewat bank lebih mudah dan malah praktis.
buat pak muliadi,
reksadana bagus pak, asal ngerti dan paham risikonya. saya mulai invest juga waktu mau rencana nikah dan musti bayar cicilan ini itu. asal money managementnya bagus, ini bisa jadi peluang yg menguntungkan.
December 19th, 2007 at 12:40 pm
hai mas, aku belum pernah buka reksadana karena sama seperti teman sebelumnya, kendala uang ga cukup menurut selling agent. aku sekarang lagi kerja diluar negeri ah… banyak baca artikel reksadana jadi tertarik. sebenernya bisa ga sih aku suruh mamaku yang notabene buta masalah keuangan beli reksadana? bisa ga aku monitor dari taiwan sini perkembangannya?? thanks ya….
December 19th, 2007 at 12:54 pm
Pak Sutanto,
Terima kasih untuk jawabannya :)
Pak Iman,
Beberapa hari ini, saya mengamati pergerakan harga2 di RD namun kenapa selalu turun terus ya? Apakah sekarang ini merupakan saat yang baik untuk memulai RD atau kita lebih baik menunggu?
Terima kasih
December 20th, 2007 at 4:40 pm
To: Mcupert
Gak ada masalah dengan naik turunnya NAB. Di Unit-Link kita bahkan tidak bisa menentukan kapan kita masuk karena autodebet otomatis awal bulan. Kalo beli reksadana sendiri, kita bisa tunggu sampai harganya cukup sesuai atau buy-and-hold di harga berapapun kecuali kita tahu akan NAB-nya akan turun lagi.
Bagaimana anda mengevaluasi unit yang dikeluarkan oleh perusahaan asuransi unit link? Tapi terserah anda juga. Perusahaan unit link juga cuma menitipkan/mempercayakan porsi investasinya ke salah satu MI yang mereka percaya. Apa tidak lebih baik kalo kita langsung ke MI yang dipilih oleh perusahaan unit link itu daripada dititipin ke perusahaan unit link?
December 21st, 2007 at 8:45 am
halo pak iman,
klo saya mo membagi invest Rd saya ke 3 tipe sesuai dgn tujuan, apakah lebih baik ketiganya ditangani oleh MI yg berbeda ato yg sama?
terima kasih
December 21st, 2007 at 9:30 pm
Monggo saja. Kalau saya sih dipisah, karena ada MI tertentu yang bagus di reksadana pasar uang, tapi jeblok di reksadana sahamnya. Sebaliknya, ada MI lain yang bagus reksadana sahamnya, tapi reksadana pendapatannya jelek. Pintar pilih-pilih saja. :)
December 25th, 2007 at 11:49 am
saya sangat tertarik sih untuk investasi d reksadana… tp bagaimana saya memulai?? apakah saya harus daftar disini??? atau datang kemana gituu??? jika saya hubungi langsung ke manajer investasi dan lakukan pembelian RD langsung… apa yg harus saya lakukan setelah itu??/ apakah tinggal memantau modal yg saya keluarkan??/ apakah dana yg saya tanam,bisa saya ambil setiap saat?? thanx…
December 26th, 2007 at 2:51 pm
Bung Nofie Yth:
Saya PNS golongan IIA yang hanya punya penghasilan pas2an…bisa gak saya minta tolong diberikan arahan untuk berinvestasi di reksadana,perusahaan mana yang cocok untuk saya, mengingat penghasilan saya +/- hanya 2,5jt saja per bulan dan tidak bisa mengakses internet untuk mengetahui perkembangannya.Trims atas bantuannya
December 27th, 2007 at 12:52 pm
dear mas nofie..
aku ga tau kenapa pertanyaanku ga dijawab. karena sepele atau ga punya waktu?? tapi aku positif thinking aja deh.
karena ga dapet jawaban ya… aku tetep masukin gigi dua untuk beli reksadana dengan bantuan temen tapi aku tetep monitoring sech……….. dengan persediaan dana diatas 10jt n masih awam investasi aku mo coba nekat beli reksadana campuran dan saham, tapi masih agak bingung karena kayak supermarket ternyata MI n produknya banyak banget… sempet baca beberapa prospektus, laporan keuangan de el el, dan pilihan jatuh pada fortis equitra dan manulife dana campuran keduanya reksadana campuran. bisa ga mas bantuin memprediksi perkembangan kedua jenis itu dan pendapat mas sendiri terhadap kedua produk itu… atau mungkin mas punya saran lain. sementara mama kuminta beli reksadana pasar uang karena terkesan lebih save, lagian dana yang kuserahkan kemama untuk persiapan jangka 1th keatas. om ga dengan diversifikasi seperti itu..
mohonnnn….. dibales ya nofie lau she…..
sie sie…
December 29th, 2007 at 10:22 am
Mohon maaf saya belum jawab karena memang belum ada waktu. Selain itu komentar di situs ini cukup banyak sehingga sangat sulit buat saya untuk memantau dan menjawab satu per satu.
Memang produk reksadana saat ini sudah sedemikian banyaknya. Mengenai pilihan Anda untuk ambil reksadana saham dan campuran cukup bagus karena pada tahun-tahun ke depan keduanya punya potensi pertumbuhan cukup tinggi. Tahun 2008 sektor yang diprediksikan bakal lari kencang adalah pertambangan dan energi, jadi ada baiknya fokus di reksadana yang banyak berinvestasi di sektor tersebut.
Manulife dan Fortis keduanya adalah manajer investasi dengan reputasi internasional dan cukup bagus dalam pengelolaan dananya. Jujur saja saya tidak memantau kinerja Manulife Dana Campuran, tapi kalau Manulife Dana Saham dan Fortis Equitra (apalagi Fortis Ekuitas) cukup bagus kinerjanya selama ini. Kalau Anda mau menambah investasi, bisa dicoba Fortis Infrastruktur Plus, karena fokusnya di sektor tambang dan infrastruktur.
After all, saya hanya memberi pendapat saya. Keputusan investasi dan risiko ada pada Anda. Saya juga tidak terafiliasi dengan manajer-manajer investasi tersebut di atas.
Semoga membantu.
December 30th, 2007 at 12:27 pm
hai mas nofie… ketemu lagi…
aku lagi bingung malah dikasih pilihan lain… oya BTW thanxbuat replynya. eh mas.. aku ga tau kalo ada reksadana yang bisa kasih pendapatan bulanan. kalo boleh tau apa aja sih produk yang bisa kasih seperti itu??? apakah reksadana saham juga ada yang bisa kasih dividen bulanan?? thanks ya…. 1 x lagi
December 30th, 2007 at 12:27 pm
eh mas….. ada yang lupa…. MET TAON BARUE YEEEE………
December 31st, 2007 at 2:50 am
Morning mas Nofie,
Saya mahasiswa yg sedang mengerjakan Penulisan Ilmiah tentang “REKSADANA SEBAGAI ALTERNATIF BAGI MASYARAKAT UNTUK BERINVESTASI”…dan saya dikejar deadline…saya harus mengajukan proposal PI saya hari rabu tanggal 2 januari…saya harap mas nofie dapat membantu saya…
Saya pgn tau lebih banyak lagi tentang informasi reksdana dunk,mas…..Oo iy pgn nanya nech mas…
1) Masyarakat umum kenapa sih mas, masih banyak yang belum mencoba berinvestasi di reksadana…knp…
2) Ud banyak lum sih, yg twu n yg telah berinvestasi direksadana…
3) Kira-kira skla persentase keseluruhan dari masyarakat yg menggunakan produk dari pasar modal…yang menggunakan produk reksadananya berapa persen ya mas…dan biasanya dari alangan masyarakat mana saja : masyrakat yang biasa menggunakan jasa bank, atau yang lainna…
Sebelumnya terima kasih…mas nofie…saya tunggu balasanna d email saya “juve_milanisti@yahoo.co.id”….saya tunggu y mas…….thxxxxxxxx
January 3rd, 2008 at 12:40 pm
Bung Nofie….
Pas x sy lg nyari soal RD. Infonya trims. moga Allah membalas yng lebih baik buat bung Nofi. Tapi tolong lebih detail ttg soal RD syariah. biar save dunia akhirat.
January 3rd, 2008 at 12:40 pm
Mas Nofie
Saya mau tanya apa perbedaan reksadana biasa dan reksadana terproteksi. Kira-kira kalo mau invest lebih bagus dimana, yang biasa atau yang terproteksi. Mohon Informasinya…
January 3rd, 2008 at 8:46 pm
mas nofie.. apa sih yang dimaksud dengan saham-saham bluechips? kenapa pada beberapa artikel dikatakan saham bluechip ini cocok bagi yang ingin memulai berinvestasi disaham daripada saham consumer goods dll?? apa sih beda saham bluechips dengan jenis saham yang lain?? oya mas… biasanya berapa sih umur sebuah reksadana??? maksudku kalo reksadana udah keluar selama 5 tahun dan selama itu kinerjanya baik, lalu ada yang baru mau gabung, kira-kira apa ya resiko yang akan dihadapi si investor baru itu??? minta sarannya dong…. kalo disuruh milih mau beli reksadana yang umurnya udah tua dengan bukti kinerja baik atau yng umurnya masih muda dan tentunya kinerjanya mungkin masih tanda tanya??dalam penentuan pilihan berdasarkan umur ini apakah nama besar sebuah perusahaan investasi perlu dipertimbangkan??? nama besar dalam artian backgroundnya, asetnya dsb-nya? mohon penjelasannya mas Fie…. thanks ya………
January 3rd, 2008 at 11:31 pm
mau.. tanya…
sya tertarik dengan adanya reksadan…
berapa seh nominal minimal agar kita bs invest seperti itu..
dan bagaimana caranya..
maaf saya awam soal reksa dana dsb..
terima kasih..
January 3rd, 2008 at 11:47 pm
adi
Reksadana terproteksi adalah reksadana yang di-lock dalam termin dan waktu tertentu sehingga tidak bisa diambil sewaktu-waktu. Kata “terproteksi” sebenarnya bukan melindungi nasabah/investor, melainkan melindungi manajer investasi agar terhindar dari penarikan/redemption besar-besaran. Reksadana ini lahir karena kasus rush redemption yang menggebuk industri reksadana Indonesia beberapa tahun lalu.
Saya pribadi lebih menyukai reksadana biasa, karena terutama bisa diambil/dipindah semau kita.
santi
Blue chip adalah saham-saham unggulan yang punya pendapatan stabil, rasio utang tidak berlebihan, serta biasanya punya kapitalisasi pasar yang cukup besar. Di Indonesia, contoh saham blue chip misalnya adalah Telkom.
Umur reksadana secara teori tidak terbatas. Namun, karena ada pajak obligasi untuk reksadana yang berumur lebih dari 5 tahun, maka biasanya manajer investasi yang menjual produk reksadana berbasis obligasi (pendapatan tetap) melikuidasi reksadananya setelah mendekati tahun kelima. Lalu membuat reksadana baru yang serupa. Biasanya dengan nama “seri 2″, “seri 3″ dan seterusnya.
Tidak ada korelasi khusus antara umur reksadana dan kinerja. Yang perlu diperhatikan adalah underlying asset-nya dan bagaimana manajer investasi mengelola reksadana tersebut. Sebagian diskusi soal ini sudah dibahas di pertanyaan-pertanyaan di atas.
January 4th, 2008 at 9:49 am
pagi pak nofie,
saya mau tanya bagaiman inves di RD dengan aman dan apa yang harus diketahui dahulu sebelum berinvestasi di RD?
aman tidak berinvestasi di Index HKSI dan index indonesia terima kasih
January 4th, 2008 at 11:45 pm
bagi anda yang pemain investasi “REKSADANA”
kolo boleh tau? minta nomor yang bisa saya hubungi?
SAYA INGIN BEKERJA SAMA…………………….?
January 6th, 2008 at 5:41 pm
Mas Nofie,
Selain biaya selling fee dan redemption fee apakah MI akan membebankan biaya tambahan seperti biaya manajemen? saya pernah membaca laporan kinerja bulanan salah satu MI yang menerapka manajemen fee sebesar 0,3 – 1.5% apakah ini normal?
Mohon sharing pengalamannya.
Thank you.
January 7th, 2008 at 2:11 pm
Ya, memang demikian.
January 7th, 2008 at 2:42 pm
Kalo menurut saya Investasi di Reksadana sangat membingungkan, Entah karena saya hanya sedikit tahu tentang Reksadana atau memang lebih ribet pengurusannya.
Kalo menurut saya Investasi yang sangat bagus dan menguntungkan adalah Berinvestasi di bidang FOREX Trading dan atau STODEX. Karena pola perdagangannya DUA ARAH (BUY-SELL atau SELL-BUY) dan disitu kita dapat menentukan kapan kita Open Posisi, Close Posisi dan berapa keuntungan yang kita harapkan dan batas kerugian kita hanya dengan bantuan seorang Trader. Selain itu kita juga dapat mengambil dana investasi kita tersebut sewaktu-waktu, baik beserta keuntungan atau hanya keuntungannya saja maupun dengan kerugian yang sudah kita batasi.
Karena investasi FOREX dan STODEX juga membutuhkan perusahaan PIALANG BERJANGKA maka Investor juga akan dikenakan biaya trading yaitu Charge Commision. INGAT…!! hanya akan dikenakan Charge Commision yang besarnya beda-beda setiap perusahaan PIALANG BERJANGKA.
Maka dari itu saya mengatakan bahwa Investasi di bidang FOREX dan STODEX sangatlah menguntungkan karena menuruti keinginan para INVESTOR bukan pada seseorang (TRADER) yang bekerja di perusahaan PIALANG BERJANGKA.
Sebagai pertimbangan kunjungi http://tentang-investasi.blogspot.com/
INFO: 031-71980723 / 0819 31002928
January 7th, 2008 at 2:47 pm
oh iya kalo menurut anda bagaimana mas nofie…????
ALDIVO
January 8th, 2008 at 11:21 am
Menurut saya, wahana investasi itu berbeda-beda dan tidak bisa dibandingkan head-to-head. Tidak bisa dikatakan es krim rasa coklat lebih enak daripada rasa vanilla atau strawberry. Semua tergantung investor itu sendiri. Investor A mungkin lebih cocok dan mendapat hasil yang menguntungkan dari reksadana, tapi investor B mungkin lebih pas di saham atau obligasi, sementara investor C lebih sesuai di properti.
January 9th, 2008 at 11:41 am
saya skrg ikut produk axa mandiri dana pendidikan . apa itu produk investasi ato asuransi ya ? sy domisili di yogya, danareksa blm ada, ke mana sy musti datangi klo mau ikut reksadana ?
January 9th, 2008 at 2:49 pm
Mas Nofi, makasih banyak penjelasannya ttg reksadana, tp jujur saja saya masih belum terlalu ngeh…, saya ini termasuk orang awam dalam hal investasi keuangan, mohon penjelasan lebih lanjut ttg reksadana termasuk cara2 untuk memulainya??? (mungkin ini sangat bermanfaat bagi orang awam seperti saya untuk mencoba dan memulai berinvestasi khususnya dengan reksadana, thanx u so much penjelasannya!!!)
January 9th, 2008 at 5:03 pm
mbak nia,
itu termasuk asuransi investasi, jadi selain buat asuransi, dana kita juga diinvestasikan tapi karena besar investasinya tidak maksimal jadi returnnya juga tidak maksimal. makanya dana kita baru bisa diambil setelah beberapa tahun. sedikit agak tanggung memang..klo saya lebih pilih pure asuransi dan pure investasi..
dhafie,
sekedar share pengalaman & bukan promosi, awal januari saya buka account di CommBank untuk reksa dana. setoran awal minimal 2jt tp klo ga mo kena minimum charge fee hrs diatas 2jt..nah itu baru saldo untuk rekening “penampungan” (rekening yg kita pakai utk transaksi reksa dana)..nahh saldo rekening kita ga bisa di-nol-kan untuk beli produk reksa dana, jadi kita setor sejumlah tertentu untuk membeli produk reksa dana yg dijual di CommBank…dari list itu tercantum minimum initial subscription (jumlah pembelian awal) kisarannya 200 – 1 jt tergantung produknya..saran saya, anda datang aja ke CS salah satu bank trs tanya2 dulu, klo kurang jelas tanya by phone sampai rasa keingintahuan kita terpenuhi.
salam.
January 9th, 2008 at 5:27 pm
maaf, ralat sedikit…maksutnya 200ribu – 1juta…
buat yg mo tambahin ralat/koreksi…monggo..lha wong saya masih belajar juga…hehe..
January 9th, 2008 at 8:12 pm
akibat ga sabar and dah cape aku langsung jalan (walau pake kaki temenku) ke bank mandiri karena di tempatnya ga ada commonwealth. dah pilih pilh jenisnya eh ternyata katanya ga ada. yang ada cuma produk schroder and MMI. karena ditelepon terus ya terpaksa kita coba beli mandiri investa atraktif tapi masih dibawah 10jt. mas fie…. minta pendapatnya tentang MMI dan RD itu dong. aga kurang yakin juga setelah baca prospektusnya. tapi ya… modal nekat aja kali ya……. aku juga rencana minta temen yang di jakarta untuk ke commbank beli Fortis Infrastruktur plus karena tertarik dengan keadaan yang baru keluar kurang dari 1th….. minta pendapat kenapa mas fie memberikan saran itu di notes di atas???? cuma buat compare pendapat aja sih…. oya .. aku juga ditawari AXA mandiri.. apaan sih tuch?? karena ga tertulis dalam kesepakatan aku n temen ya… dia cuma sepintas lalu aja dengerin…thanx buat penjelasannya ya….
January 13th, 2008 at 8:50 am
dear mas nofie.. ternyata postingku belum di balas. ga papa sekalian dengan yang ini ya…
1. apa sih yang disebut dengan sham-saham IPO? semakin banyak IPO dipasar saham giman dampaknya pada pasar saham itu serta investor2nya???
2. di 2 edisi Ulasan Keuangan Pasar Asia ETTV taiwan diulas bahwa kedepan saham-saam pertambangan energi di Indonesia semakin berkembang bahkan jauh lebih baik dari Vietnam. ini menjadi kan Indonesia sebagai lahan empuk untuk investor taiwan yang selama ini berburu investasi di RRC dan Vietnam. yang jadi pertanyaanku gimana dampaknya terhadap investor indonesia dengan arus asing tersebut. semakin lama SDA akan berkurang, gimana dampaknya dengan pasar indonesia serta investor yang terlibat? misalkan benar terjadi booming disektor tersebut, kira-kira berapa lama bertahan ya??
3. apa sih yang disebut dengan ETF? gimana juga perbedaan dan keuntungannya jika dibandingakna dengan reksadana?
pernah denger dari teman bahwa salah 1 MI punya reksadana yang sempet turun lalu bisa cepat recover karena MI ini mengeluarkan jenis reksadana baru. bisa jelasin kenapa ini bisa terjadi?? apa suatu reksadana akan terpengaruh dengan reksadana lain jika dikelola oleh MI yang sama? seberapa besar perannya?
5. dalam artikel diatas (punya mas Fie) dikatakan bahwa peluang reksadana masih besar. tapi ada beberapa berita mengatakansaat ini telah terlalu banyak reksadana beredar dan kurang investor sehingga susah pemasaran dll. gimana tuh??? dengan keadaan yang seperti ini gimana dampaknya terhadap kinerja MI, serta pengaruhnya terhadap reksadana dan si invesor itu sendiri?
maaf pertanyaanku terlalu banyak. karena aku anggap mas lebih dului belajar banyak dari aku. thanks buat sharing ilmunya dan ditunggu jawabannya……… cai cien….
January 13th, 2008 at 1:04 pm
Ngebantuin mas Nofie aja, kasian diberondong pertanyaan melulu, tapi nggak pernah dikasih duit… :)
IPO adalah penerbitan saham untuk pertama kalinya ke pasar modal. disebut juga penawaran perdana. bisa dibaca lengkap disini. Kalau soal reksadana ETF bisa dibaca di sini. kalau peluang reksadana ke depannya nanti bisa disimak disini.
January 13th, 2008 at 1:07 pm
Nambahin lagi. Soal prospek saham dan sektor pertambangan silakan dibaca aja disini dan disini.
January 15th, 2008 at 8:10 am
Kalau ingin bergabung, caranya gimana dan alamatnya di mana?
January 15th, 2008 at 8:30 pm
mas Brian yang caem..
thanx berat buat infonya. maklumlah aku baru belajar dikit2 jadi investor kecil2an biar jadi pengusaha besar2an…. : )
kan jadi gampang tuh bukanya sekalian buat temen yang lain gitu lho…
January 16th, 2008 at 7:11 am
salam hangat bang novie to d point aja ya
saya jadi bingung nih maklum org kampung
saat ini tabungan saya Rp.150.000.000
saat ini saya berbisnis di bidang pengadaan angkutan yg bekerjasama dengan teman2 pengusaha pembelian sawit. saya dengar teman dan baca tentang saham saya tergiur dan langsung mau tanyakan pada bung apakah lebih besar main saham atau bisnis yg selama ini saya tekuni. saat ini keuntunga yg saya dapatkan sebesar 2% / bulan dan langsung ditransfer kerekening saya tanpa tetek bengek pajak dan lain-lainya
saya hanya dgn surat notaris dan surat disertai materai dan hal ini telah berjalan selama 1 tahun lebih. kalu memang dgn bermain saham lebih menguntungkan mohn pencerahanya
sebab saya dengr main saham ada resiko sedangkan investasi/bisnis yg kami jalankan bisa dibilang tanpa resiko alias tidak ada uang hilang dan berkurang intinya apbila tidak ada transaksi dana kami dikembalikan
sekian terima kasih
maaf dibawah saya lampirkan iklan promosi bisnis saya
ahmad
medan
peluang kerjasama invest/bisnis real
INVESTASI USAHA PEMBELIAN SAWIT DAN PENGANGKUTAN BLICHING (BAHAN KIMIA PENGOLAH CPO)
KAMI MEMPUNYAI USAHA PEMBELIAN SAWIT DAN PENGANGKUTAN BLICHING (BAHAN KIMIA PENGOLAH CPO) YANG SEDANG BERJALAN MENCARI CALON INVESTOR UTK KERJASAMA DALAM HAL MODAL/DANA UNTUK PEMBIAYAAN ANGKUTAN DENGAN POLA PEMBAGIAN HASIL SEBAGAI BERIKUT:
1.ANDA MENDAPATKAN 2% DARI UANG YANG ANDA BERIKAN (INVESTASIKAN).
(CONTOH/EXAMPLE: UANG ANDA…………………Rp.100.000.000
MAKA KEUNTUNGAN ANDA 2%..= 2.000.000 /BULAN
2.KEUNTUNGAN 2% TSB LANGSUNG DISETORKAN KE REKENING ANDA SETIAP BULAN/BISA JUGA CASH LANGSUNG.
3.SISTEM KONTRAK SESUAI KEINGINAN ANDA.
4.PENGHENTIAN KONTRAK 1 BULAN, SEBELUM PEMUTUSAN KONTRAK.
5.KAMI BERSEDIA JUGA MEMBERIKAN
JAMINAN KEPADA ANDA SURAT TANAH/MOBIL KAMI DAN SURAT BERHARGA KAMI YG LAINNYA. UTK MENJAMIN UANG ANDA
HAL UMUM
1.KERJASAMA MELALUI NOTARIS / BADAN HUKUM YG BERWENANG.
2.KERJASAMA DISEPAKATI TERTULIS DENGAN MATERAI.
3.KERJASAMA DISEPAKATI DENGAN SAKSI – SAKSI.
4.TIDAK ADA ISTILAH UANG HILANG.
5.TIDAK ADA TRANSAKSI UANG ANDA KAMI KEMBALIKAN UTUH.
Nb: kami bersedia adakan pertemuan dgn anda-anda yang berminat.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Dedi ahmad hakim siagian
Jl. jermal 15
Gang mesjid no.15
Medan 20288
Sumatera utara
Indonesia
E-mail: pengusaha.muda596@gmail.com
telephone/Mobile phone:
flexi : 061-77547108
starone : 061-30081786
Simpati :081376898835
January 16th, 2008 at 8:55 am
wah klo yang ini spam nih… aga2 berbau penipuan…..
liat aja alamatnya masa punya tabungan 150jt rumahnya di gang..??!!??
January 17th, 2008 at 12:37 pm
Pak Nofie, thanx banget ya buat artikelnya. itu membantu banget
apalagi buat yang awam kayak saya.
Sukses buat bapak
January 17th, 2008 at 7:49 pm
@ Yunus
thank u so much infonya sangat berguna bagi yang yang mau mulai investasi, klo ada perkembangan terbaru mohon diinformasikan juga ke teman2.
January 18th, 2008 at 12:53 pm
Beberapa hari lalu, teman saya crita bahwa, client dia, orang Perancis, rajin banget “main” reksadana ini, via salah satu bank swasta di Yogya. Dalam waktu 3 bulan, dia bisa dapat untung hingga 50%. Si bule ini ngajak kita ikutan, saya jadi tertarik, dan kebetulan dia orangnya reliable. Tapi terus terang aja, dengar soal ini udah lama, cuma buta soal investasi begini. Makanya iseng2 saya cari di google,, dan nemu ini deh. It comes handy, especially for beginner like me. Please keep me in your mailing list, I appreciate…
January 19th, 2008 at 5:11 pm
salam kenal,
apakah memang begitu menarik dan menguntungkan invest di reksa dana, realitinya bagaimana ya, perlu tidak kita memantau NAB/unit setiap hari atau tunggu info dari agent atau manajer investasinya saja. thanks pak novi
January 22nd, 2008 at 8:03 pm
Mas Nofie yang baik, salam kenal, numpang bertanya ya… :-)
Saya juga inves di Reksadana, jenisnya Reksadana Campuran Syariah. Alhamdulillah, sampai saat ini (krg lebih 2 tahun) dana saya sudah bertambah sekitar 60% dari jumlah dana yang saya investasikan. Cukup menguntungkan sih, tapi yang mau saya tanyakan apakah sudah saatnya menarik seluruh investasi saya dan pindah ke jenis reksadana yang lain yang NABnya lebih rendah, atau biarkan saja disana sampai nilainya lebih tinggi lagi? Kapan sebaiknya kita menarik dana kita agar tidak rugi? Untuk diketahui, saat ini saya belum membutuhkan dana tersebut. Terima kasih sebelumnya atas jawabannya.
January 23rd, 2008 at 8:27 am
January 24th, 2008 at 11:21 am
terimakasih atas artikel mas nofie yang telah memberi pencerahan tentang infestasi reksadana diatas.
kalo boleh saya minta info tentang Bank2 yang menyediakan produk reksadana tersebut. terimakasih
January 26th, 2008 at 2:41 pm
Hi, salam kenal mas Nofie, nice article, informasi reksadananya lumayan lengkap. thanks.
@ Cats : Untuk investasi reksadana banyak Bank yang menyediakan, tetapi minimum subscription dan top up serta selling fee dan redemption fee berbeda-beda.
BCA : hanya untuk nasabah prioritas, dgn min saldo 250 jt
Bank Permata : min 50 jt
Bank Mandiri : min 10 jt, top up 5 jt
Bank Commonwealth : sesuai prospektus, masing-masing reksadana
kalo saya sih rekomend Bank commonwealth, alasannya ada di sini.
January 27th, 2008 at 11:14 am
terima kasih atas input nya pak Nofieiman….
January 31st, 2008 at 10:15 am
bukan promosi,
baru semalem nemu halaman ini dan liat banyak peminat tapi narasumber kesulitan nanggepin semuanya.
abis dari halaman ini nemu forum yg khusus ngebahas tentang reksadana. yuk kita rame2 belajar disana
http://www.forumreksadana.com
February 1st, 2008 at 8:16 pm
DISCRETIONARY FUND & REKSADANA
untuk bapak dan Ibu yang ingin mengetahui lebih rinci mengenai produk reksadana dan disretionary fund dapat menghubungi saya di ricky.donals@cbn.net.id
February 2nd, 2008 at 11:58 pm
Dear Bung Nofie,
Your explanation is really really really useful for me.
It’s an Excellent Article.
Many thank’s & God Bless You…
February 5th, 2008 at 8:39 pm
Dear mas Nofie…..
Saya cuma pengen nanya niihh….Redemtion fee itu ap sich…ape benar2 perlu diperhatikan dalam berinvestasi di reksadana ya….
thx before…..
February 7th, 2008 at 11:27 pm
saya perlu $70 ribu bole bantu kalau boleh
tolong bangkinkan bang rakyat
kalaichelvan 220291252957
February 11th, 2008 at 7:31 pm
Mas Nofie yg baik,saya seorang karyawan.mempunyai tabungan hanya 10jt saat ini,dan berkeinginan bertambah 5-7 thn kedepan untuk biaya anak sekolah.
apakah dengan investasi reksadana saya dapat keuntungan 5-7 thn nanti..?
reksadana apa yg paling cocok untuk kasus saya..trima kasih
February 12th, 2008 at 4:06 pm
INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG. NILAI AKTIVA BERSIH (NAB) DARI SETIAP PRODUK REKSA DANA DAPAT NAIK ATAU TURUN MENGIKUTI FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT MEMPENGARUHI PASAR MODAL TERMASUK FLUKTUASI TINGKAT SUKU BUNGA.
February 12th, 2008 at 4:08 pm
Berdasarkan Jenisnya Reksa Dana dibagi 4 kategori
Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)
Merupakan Reksa Dana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya sebesar 80% dalam efek bersitat utang (obligasi) di dalam portofolionya. Reksa Dana jenis ini termasuk favorit di kalangan investor baik individual maupun institusional yang memiliki tujuan investasi jangka menengah dan panjang, dengan tingkat risiko menengah.
Reksa Dana Saham (Equity Fund)
Menempatkan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelola ke dalam efek yang bersifat saham (ekuitas). Reksa Dana Saham menjadi alternatif investasi yang menarik bagi investor yang mengerti potensi investasi pada saham untuk jangka panjang, karena pada jangka pendek terdapat risiko yang cukup tinggi disebabkan oleh harga-harga saham yang selalu berfluktuasi. Jadi, selain harus mengerti bahwa investasi saham merupakan investasi jangka panjang, investor juga harus mengerti dan bersedia menerima risiko yang menyertainya.
Reksa Dana Campuran (Balanced Fund)
Melakukan investasi pada efek saham, efek bersifat utang (obligasi), dan pasar uang. Dapat menjadi alternatif bagi investor yang menghendaki potensi hasil investasi risiko yang berada di tengah-tengah Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Reksa Dana Saham. Mengingat komposisinya yang sangat bervariasi, sebelum menentukan pilihan pada suatu Reksa Dana Campuran, investor harus benar-benar mengetahui bagaimana komposisi investasi yang terdapat pada Reksa Dana Campuran tersebut, dengan terlebih dahulu mempelajari Prospektus.
Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund)
Melakukan investasi 100% pada efek Pasar Uang. Efek Pasar Uang antara lain meliputi deposito bank, SBI, obligasi serta efek utang lainnya dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun. Reksa Dana ini merupakan Reksa Dana dengan tingkat risiko paling rendah, dilain pihak potensi hasil investasinya pun terbatas. Tujuan investasi Reksa Dana Pasar Uang umumnya adalah untuk perlindungan dana pokok dan untuk menyediakan likuiditas yang tinggi, dan memberikan manfaat dalam hal diversifikasi
February 12th, 2008 at 4:11 pm
Apa yang dimaksud dengan Reksa Dana ?
Definisi sederhananya bisa seperti ini: suatu portofolio efek yang terdiri atas saham, obligasi, dan/atau kas yang diatur oleh perusahaan Manajer Investasi atas nama banyak pemodal.
Reksa Dana dapat juga diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya di investasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.
Apa yang dimaksud dengan perusahaan Manajer Investasi?
Manajer Investasi atau yang biasa disebut fund/investment manager adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek, dan menjual bagian (unit) dalam portofolio tersebut kepada pemodal, baik pemodal institusional maupun individual. Ketika Anda membeli unit suatu Reksa Dana, Manajer Investasi akan menginvestasikan dana Anda bersamaan dengan dana pemodal lain yang juga membeli unit Reksa Dana tersebut.
Siapa saja yang dapat berinvestasi di Reksa Dana?
Reksa Dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal baik pemodal institusional maupun individual, termasuk juga pemodalpemodal kecil dan mereka yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian serta pengetahuan yang terbatas untuk menghitung risiko atas investasi mereka.
February 12th, 2008 at 4:12 pm
Apa yang dimaksud dengan Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan Reksa Dana?
Nilai Aktiva Bersih merupakan ’harga beli’ dan juga sekaligus ’harga jual’ per Unit Penyertaan pada saat pemodal ingin membeli atau menjual Unit Penyertaan suatu Reksa Dana.
NAB per unit dipublikasikan setiap hari bursa, dan dapat dijadikan indikator kepada pemodal untuk melakukan keputusan beli atau jual, juga dapat menjadi indikator untung-ruginya investasi kita.
Naik turunnya NAB per unit dipengaruhi oleh nilai pasar dari masing-masing efek yang terdapat dalam portofolio suatu Reksa Dana.
NAB per unit mencerminkan nilai sesungguhnya suatu Unit Penyertaan pada suatu hari tertentu setelah menghitung seluruh pengeluaran dan biaya manajemen. NAB per unit untuk setiap Reksa Dana dihitung setiap hari dengan menggunakan nilai pasar yang diterbitkan setiap hari.
Secara sederhana, NAB per Unit dikalkulasikan sebagai berikut:Nilai Pasar dari Efek dalam Portofolio + Piutang
+ Pendapatan Akrual – Biaya – biaya yang relevan*
NAB = ———————————————————————————–
Jumlah Unit Penyertaan yang Beredar
*Untuk keterangan lebih lengkap, lihat prospektus
Nilai Aktiva Bersih (NAB) adalah nilai pasar dari Efek-Efek tertentu dan aset-aset lain dari Reksa Dana yang dikurangi semua kewajibannya yang dihitung dan diterbitkan pada setiap Hari Bursa
February 12th, 2008 at 4:17 pm
SELAMAT BERINVESTASI……..DEMI KELUARGA,BANGSA DAN NEGARA……
February 15th, 2008 at 8:32 pm
Untuk menambah pengetahuan tentang reksadana, silahkan untuk masuk ke situs : portalreksadana.com
Semoga bermanfaat. Amiin,
February 19th, 2008 at 7:58 am
bang nofie
saya karyawan dan mempunyai dana 15 jt dan rencananya akan invest pada reksadana saham dgn jangka waktu 1-2 thn. Yg mau saya tanyakan apakah lebih baik dana tsb dimasukkan pada satu jenis reksadana saham saja atau pada beberapa reksadana saham agar didapat divertasi hasil yg lebih variatif. Kalaupun dimasukkan pada lebih dari 2 reksadana saham maka jumlah unit kita juga akan sedikit karena akan terbagi-bagi dan tentu saja akan banyak kena fee saat beli dan jualnya ya? Mohon sarannya..
February 19th, 2008 at 10:56 am
Salam kenal Mas Nofie,
Terima kasih atas infonya.Kebetulan sekali saya lagi pengen invest di reksadana.baca tulisan mas nofie jadi sangat menambah pengetahuan saya.saya pengen pake Mandiri Syariah untuk investasi.Bagaimana menurut Mas Nofie?atau mungkin Mas nofie punya saran lain?
February 19th, 2008 at 9:00 pm
Setahu saya, kinerja Mandiri Syariah cukup lumayan. Selama underlying assetnya bagus, juga dikelola oleh manajer investasi yang piawai, Anda bisa tidur dengan nyenyak.
Dalam waktu dekat saya akan meluncurkan buku tentang reksadana. Mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan rekan-rekan yang belum sempat ter-cover di sini.
February 23rd, 2008 at 11:20 am
Terimakasih pak Nofie, saya jadi ada gambaran ttg reksadana melalui forum ini.
Dimana saya bisa mendapat grafik pertumbuhan NAV ? (misalnya untuk NAV fortis ekuitas) karena kalo hanya liat dari pergerakan NAV tiap hari, masih belum mantap bila belum melihat NAV terendah/tertinggi dan pola trend NAV pada grafik
Saya tunggu launching buku nya pak..
February 23rd, 2008 at 1:03 pm
Mas Nofie, kmarin sy sdh pergi ke kantor danareksa dan rencana mau ambil danareksa mawar agresif. Tapi setelah buka website Manulife, pingin juga ambil manulife Dana saham ato manulife dana campuran. tapi setelah baca artikel diatas, jadi pingin juga Fortis Infrastruktur plus ( he he pnginnya banyak padahal dananya mepet)
Ksh sy saran dong mas, mana yg bagus buat saya, secara saya ini newbie di bidang ini. Saya ingin investasi ini untuk jangka waktu 1 thn dan ada juga yang untuk jangka waktu 10 th.
Thx B4 dan saya tunggu pencerahannya sebelum saya mengembalikan formulir aplikasinya
February 23rd, 2008 at 8:33 pm
Terima kasih Bpk Rahardjo
Grafik pergerakan NAV bisa dilihat pada prospektus dan laporan kinerja tahunan/bulanan reksadana tersebut. Terkadang mereka juga membuat perbandingan terhadap suku bunga SBI atau laju inflasi.
Mudah-mudahan selambatnya bulan April buku tersebut sudah bisa launching.
February 23rd, 2008 at 8:35 pm
Rara,
Kalau ragu-ragu, ada baiknya di-split saja secara merata ke tiap reksadana tersebut. Setelah 6 bulan atau 1 tahun, silakan lakukan evaluasi. Bila perlu, lakukan rebalancing dan pindahkan dana Anda ke reksadana yang hasilnya dirasa lebih bisa memenuhi harapan Anda.
February 25th, 2008 at 7:16 am
dah lama ga buka ternyata bnyak info baru… tapi mas fie mo ulang pertanyaanku beberapa waktu lalu:
1. kalo MI punya reksadana yang sempet turun lalu bisa cepat recover karena MI ini mengeluarkan jenis reksadana baru. bisa jelasin kenapa ini bisa terjadi?? apa suatu reksadana akan terpengaruh dengan reksadana lain jika dikelola oleh MI yang sama? seberapa besar perannya?
2. dalam artikel diatas (punya mas Fie) dikatakan bahwa peluang reksadana masih besar. tapi ada beberapa berita mengatakan saat ini telah terlalu banyak reksadana beredar dan kurang investor sehingga susah pemasaran dll. gimana tuh??? dengan keadaan yang seperti ini gimana dampaknya terhadap kinerja MI, serta pengaruhnya terhadap reksadana dan si investor itu sendiri?
thanks
February 28th, 2008 at 1:56 pm
Mengenai informasi program diskon reksadana di Bank Mandiri… Apa benar minimal pembelian bisa Rp. 500.000? Itu gimana sistemnya? Apakah itu setoran tunggal (hanya sekali setor saja) atau setoran berkala? Mohon penjelasan selengkap2nya dari mas nofie dan anda2 sekalian… Terima kasih sebelumnya.
February 28th, 2008 at 2:40 pm
Oya satu lagi…
Menurut mas nofie tadi ada MI tertentu yang bagus di reksadana pasar uang, tapi jeblok di reksadana sahamnya. Sebaliknya, ada MI lain yang bagus reksadana sahamnya, tapi reksadana pendapatannya jelek.. Bisa tolong beritahu saya MI yang mana yg seperti tiu tadi? Agar saya juga dapat berinvestasi di MI yang berbeda2. Terima kasih.
Mohon reply..!!
February 28th, 2008 at 4:16 pm
wahhh.. dapet pencerahan setelah pertanyaan Rara dijawab mas Nofie. blog ini sangat hebat tambahan ilmunya. Bravo untuk semuanya.
Mas Nofie, segera di launching bukunya, saya pasti akan beli!
March 1st, 2008 at 10:02 am
Pak Nofie, melihat IHSG yg cenderung melemah, apakah ini saat untuk kita menunda investasi reksadana saham dan menunggu hingga titik terendah IHSG ? atau kita sebaiknya investasi di reksadana pasar uang atau pendapatan.
Terima kasih untuk pencerahannya
March 1st, 2008 at 1:16 pm
dear mba vinny….
kebetulan saya buka akun di bank mandiri. pengen beli produknya tapi ternyata katanya hanya punya produk schroder dan mandiri manajemen. dan iya…. bisa beli dengan 500.000 tapi tergantung produknya. misalnya ngambil schroder dana andalan yang minimal dari schrodernya 5jt ya ga bisa cuma dengan 500rb. pembelian 500rb itu untuk pertama pembelian selanjutnya bisa ditambah sebesar minimum pembelian dari perusahaan sekuritasnya. saranku untuk liat produk reksadana yang ingin dibeli buka perusahaan sekuritasnya, jangan dari web mandirinya. mandiri juga katanya punya axa mandiri yang bisa untuk investasi tapi aku masih belum paham. kalo pengen satu tempat dengan banyak produk kayaknya enakan pake commonwealth….
untuk pertanyaan yang kedua aku juga idem pengen tanya… ada temen yang bisa bantu ga???
March 3rd, 2008 at 2:57 pm
mas nofi, saya rencana beli MSA, menurut pengalaman anda bagaimana? dan saya dapat beberapa info dari milis sebelah kalo RD mawar sudah tidak berjalan lagi ya? menurut mas nofie rRD mawar agresif gmn?
saya lagi butuh banyak masukan mengenai ini.
thx sebelumnya ya.
March 4th, 2008 at 9:14 pm
vinny, mengenai MI yang bagus di reksadana pasar uang atau pendapatan tetap tapi jeblok di reksadana saham (atau sebaliknya) rasanya tidak etis kalau disebut di sini. Lagipula, yang saya maksud “jeblok” bukan berarti jelek atau harus dihindari, melainkan kinerjanya agak kurang dibanding rata-rata MI lainnya.
debby, kalau Anda ragu, mengapa tidak coba split ke dua-tiga pilihan reksadana saja? Amati perkembangannya setelah 6 bulan atau 1 tahun. Setelah menemukan jagoan Anda, tinggal sesuaikan alokasi investasi Anda.
Bpk Rahardjo, sulit sekali untuk melakukan timing atau menebak apakah saat ini IHSG sedang pada titik terendah atau tidak. Mungkin ada baiknya untuk membagi dua: yang satu bisa diinvestasikan (mumpung NAB sedang murah/IHSG turun), sisanya untuk jaga-jaga andaikata IHSG turun lebih dalam lagi.
Semoga membantu.
March 4th, 2008 at 9:41 pm
Menjawab pertanyaan santi yang terlewat.
(1) Saya agak kurang paham dengan reksadana yang turun lalu recover karena MI yang meluncurkan reksadana baru. Yang dimaksud turun apakah NAB, kinerja, jumlah kelolaan, atau lainnya? Setahu saya reksadana baru diluncurkan biasanya untuk menyiasati pajak obligasi (reksadana pendapatan tetap) yang berusia di atas 5 tahun atau diluncurkan untuk menyasar target tertentu (misal fokus di sektor pertambangan yang sekarang sedang hot).
(2) Maaf, tapi saya juga agak kurang paham dengan reksadana dan susahnya pemasaran. Mungkin yang dimaksud adalah kesulitan MI untuk memasarkan produk reksadananya? Dari sudut pandang pemasaran hal ini wajar saja. Pilihan reksadana makin banyak dan investor bebas memilih sesuai preferensinya sendiri. Bagi MI, pemasarannya menjadi lebih sulit karena harus bersaing dengan MI lain untuk memperebutkan pasar (investor) yang jumlahnya terbatas.
March 11th, 2008 at 2:27 pm
halow pak nofie..
saya mau nanya dong, kalo untuk saya yang masih kuliah,kalau mau reksadana dengan modal yang ga terlalu besar, sekitar 250rb-1jt, itu bisa ga ya?kalo bisa,bisa tolong di kasih rekomendasi, dimana saya bisa reksadana dengan modal segitu?
trus saya mau nanya, kalo reksadana begitu,apakah dapat profitnya tiap bulan?ato dalam bentuk cash,seperti bunga gitu..
terima kasih atas jawabannya..
saya suka sekali dengan web bapak nofie.. LENGKAP sekali penjelasan tentang reksadana..
semoga sukses terus buat pak nofie..
March 12th, 2008 at 3:22 pm
bang nofie,
untuk mengambil reksa dana,
mending NAB yang besar misal 12000, atau NAB yang masih baru misal 1000,
dengan pertimbangan persentasi kenaikannya sama2. atau mungkin gak NAB yang besar itu malah gak akan naik2 lagi? karna saya pingin ambil schroder dana perstasi plus, tapi juga mandiri syariah lagi murah dan bagus juga.atau ada saran lain menurut bang nofie? thanks ya
March 12th, 2008 at 3:42 pm
mas nofie bener ga kalau RD itu hasil investasinya tidak dicairkan perbulan, sementara modalnya tetap. maksud saya kalau mau dapet keuntunganya itu UP harus dicairkan, kalau tidak ya uang kita tetep di pegang ama MI ya?
March 12th, 2008 at 10:21 pm
mbak rini,
Diukur dari hitung hitungan matematis saya rasa membeli RD ketika NAB masih rendah, akan lebih menguntungkan di banding kalo NAB nya sudah tinggi (mature). tetapi kalau dasar pertimbangannya adalah besarnya kepercayaan terhadap kinerja MI tersebut ya boleh saja NAB besar menjadi pilihan, betul nggak bang napi eh bang Nofie.
March 13th, 2008 at 3:29 pm
saya baru subscribe RD saham di manulife awal bulan kemarin, 2 mingguan kemudian saya dapatkan surat konfirmasi (tetapi ada data yg salah pada nomor rekening bank saya, dan saya sudah fax dan email data yang benar)
nah yang ingin saya tanyakan misalnya nih … surat konfirmasi yg saya minta dibenerin itu nggak dikirim kirim , apakah pas saya redemp nanti bisa pake no rekening yang baru/yg bener, mengingat kesalahan ada di pihak MI
yang kedua, kalo tiap bulan saya top up kan harusnya ada konfirmasi lagi ..nah misalkan saya tidak terima apakah bukti transfer/bukti fax sudah cukup untuk bukti; bila 10 tahun kedepan baru akan saya cairkan (120 bukti fax/transfer) …
Tolong dikasih pencerahan …. maklum pak baru awal awal kenal yg namanya reksadana ..terima kasih.
March 16th, 2008 at 12:38 pm
Davy & indra,
Sangat banyak (mungkin hampir semua) produk reksadana dijual dengan minimum pembelian antara Rp 250 ribu sampai Rp 1 juta. Nantikan buku saya tentang reksadana yang insya Allah segera beredar bulan April besok. Di dalamnya dimuat juga daftar alamat kontak manajer investasi yang bisa Anda hubungi.
Seperti yang disinggung rekan indra, reksadana tidak memberikan profit yang dicairkan tiap bulannya seperti deposito/tabungan. Reksadana mirip dengan membeli tanah. Anda membeli saat ini dengan harga Rp 1 juta per meter. Tahun depan harga per meternya naik jadi Rp 2 juta. Selama satu tahun tersebut, Anda tidak mendapat profit apapun—-kecuali Anda merealisasikan keuntungan (selisih harga beli dan harga jual) dengan menjual tanah tersebut.
Reksadana juga sama. Saat ini Anda membeli 1.000 unit penyertaan dengan NAB Rp 2.000 per unit penyertaan (total Rp 2 juta). Tahun depan, NAB reksadana Anda naik menjadi Rp 3.000 per unit penyertaan (total Rp 3 juta). Selama Anda tidak melakukan apa-apa, Anda tidak akan mendapat profit (profit hanya di atas kertas). Namun, bila Anda menjual reksadana tersebut, maka Anda baru akan benar-benar mendapat keuntungan Rp 1 juta.
Semoga bisa membantu.
March 16th, 2008 at 12:39 pm
rini,
Secara umum, tidak bisa dijawab dengan pasti apakah lebih baik membeli reksadana dengan NAB murah atau membeli reksadana dengan NAB mahal. Yang terpenting adalah aset yang membentuk reksadana tersebut (underlying assets) dan kepiawaian manajer investasi dalam mengelola reksadananya.
Sangat mungkin terjadi reksadana dengan NAB Rp 5.000 akan naik jadi Rp 6.000 tahun depan. Namun, reksadana yang NAB-nya Rp 1.250 hanya akan naik jadi Rp 1.400 tahun depan. Menurut Anda, mana yang lebih menguntungkan?
Biasanya (namun tidak selalu), reksadana yang memiliki NAB tinggi relatif agak lambat pergerakannya. Namun yang pasti, alangkah lebih baik bila tidak terjebak hanya pada harga NAB semata. Perhatikan kepiawaian manajer investasi dan underlying assets reksadana tersebut.
March 16th, 2008 at 12:40 pm
ronyhan,
Apakah Anda sudah menghubungi manajer investasi Anda? Setahu saya, data Anda dimiliki oleh manajer investasi dan bank kustodian. Bisa jadi data di manajer investasi sudah dikoreksi, namun data di bank kustodian masih perlu waktu. Namun, kalaupun tidak, seharusnya Anda tak perlu kuatir. Saya pernah mencairkan reksadana dan mentransfer dananya ke rekening lain—-dan tidak ada masalah.
Mengenai pertanyaan kedua, konfirmasi bergantung kebijakan tiap manajer investasi. Ada yang mengirimkannya setiap kali kita in/out setelah kita transfer/konfirmasi, ada pula yang hanya mengirimkannya per bulan atau bahkan per semester. Ada baiknya bila setiap bukti transfer selalu disimpan untuk jaga-jaga bila terjadi dispute. Kalau masih bingung/ragu, coba kontak ke manajer investasi Anda.
March 17th, 2008 at 6:53 am
mas nofie. saya agak bingung sedikit
Pertama2, tepatnya di paragraf mengenai “manajer investasi (MI)”.
dari paragraf tersebut, saya beramsumsi bahwa MI yang mengatur dana investor.
Jadi MI lah yang bekerja dan menentukan mau di putar dimana dana si investor,
bisa di reksadana saham, pendapatan tetap, pasar uang , atau campuran. Jadi intinya
si investor hanya datang membawa dananya saja
Tetapi di bagian ahir artikel bung Nofie,tepatnya di bagian pertanyaan
“haruskah saya mendiversikasi reksadana ?”. Dari respon bung Nofie untuk
pertanyaan ituk, seolah2 si investornya lah yg harus menentukan dan menyatakan
kepada MI, dimana dana yg ia punya mau di investasikan. sperti kalimat bung
Nofie ini “Diversifikasi ke banyak sektor reksadana berarti menyerap volatilitas yang berbeda pula.
Artinya, kita tak perlu takut akan satu volatilitas pasar. Misal ketika pasar saham sedang sangat volatile,
kita masih bisa mengandalkan pemasukan bagus dari reksadana pendapatan tetap atau dari reksadana pasar uang. Begitu juga sebaliknya.
Anda bisa mengalokasikan misal 40% ke reksadana saham, 40% reksadana campuran, dan 20% reksadana pasar uang.”
jadi pertanyaan saya, mana yang benar ? apa si investor tinggal bawa dana saja dan tidak melakukan apa2,
atau yang kedua ? Trimakasih sebelumnya.
March 17th, 2008 at 11:06 am
Reksadana saham minimal 80% investasinya ada di saham. Reksadana pendapatan tetap 80% investasinya di obligasi. Reksadana pasar uang 80% investasinya di pasar uang. Sementara reksadana campuran komposisinya ada di antara reksadana saham dan pendapatan tetap.
Yang melakukan pembelian investasi saham, obligasi, dsb adalah manajer investasi. Merekalah yang menentukan berapa besar alokasi untuk saham bluechip, saham second liner, atau obligasi korporat dan SUN. Mereka juga melakukan diversifikasi sendiri, namun tetap berpatokan pada aturan tersebut di atas.
Namun, sebagai investor kita juga perlu memutuskan sejauh mana kita mau melakukan diversifikasi. Apakah 100% dana kita masuk ke reksadana saham? Atau 50-50 dengan reksadana pendapatan tetap? Atau bagaimana? Inilah yang dimaksud dengan diversifikasi ke banyak sektor reksadana.
March 17th, 2008 at 11:19 am
Sekadar membantu bung nofie.
pak johnson, mirip-mirip lah ketika anda mau memesan menu di warung pak. anda (investor reksadana) bisa memilih untuk memesan gado-gado (reksadana saham), lotek (pendapatan tetap), atau pecel (pasar uang). sah-sah aja kalo anda mau beli lotek saja atau pecel saja. itulah diversifikasi yang anda lakukan.
nah, urusan komposisinya ada di tangan koki (manajer investasi). mereka lah yang meramu komposisi sayuran, telur, toge, kubis, kentang, bumbu, dsb sehingga jadi makanan yang lezat. tentu mereka punya aturan (diversifikasi) sendiri. nggak boleh gado-gado diisi kentang semua. nggak boleh lotek diisi 100% sama daun bayam. nggak boleh pecel nggak dikasih bumbu.
ya kira2 begitulah beda diversifikasi anda sebagai investor dan diversifikasinya manajer investasi. :)
Hendry
March 17th, 2008 at 12:57 pm
thanks bang nofie …. surat konfirmasi yang sudah diperbaiki sudah dikirim dari manulife, kurang dari seminggu setelah aku konfirmasi adanya kesalahan.
mudah mudahan bisa top up tiap bulan, semakin mantap nih tuk investasi di reksadana.
thanks ya bang…aku tunggu nih bukunya .. syukur syukur dapat gratisan hehehe
March 17th, 2008 at 12:57 pm
Trimakasih untuk balasannya dari bung Nofie juga bung Henry yang penjelasannya dengan menggunakan warung makan sangat simpel dan mudah di mengerti.
saya coba ambil kesimpulannya (tolong di ralat kalau masih salah tangkap =) )
Jadi intinya seorang investor yang melakukan diversivikasi diluar (katakan saja kulit kacang)
contoh:
+ versi tidak pintarnya (kalau saya tidak mau diversifikasi): saya dengan dana 1000 rupiah, bisa memilih untuk invest dana tersebut hanya di
reksadana saham
+ versi pintarnya (saya diversikasikan): dana 1000 rupiah itu saya bagi2, sebagian untuk reksadana saham, sebagian lagi untuk reksadana obligasi.
Sedangkan tugas MI adalah yang melakukan diversifikasi internal (buah kacangnya)
contoh:
+andai saya sebagai versi yg tidak pintar diatas. maka dengan keputusan memilih reksadana saham. MI akan mengalokasikan dana 1000 rupiah itu dengan mendiversifikasikan di beberapa macam saham
+andai saya sebagai versi pintarnya.Maka MI, untuk reksadana saham saya, akan mendiversifikasi dibeberapa macam saham. Begitu juga untuk reksadana obligasi saya, MI akan mediversifikasi dana saya di beberapa macam obligasi
Apakah menurut bung Nofie saya sudah menangkap dengan jelas ?
apa bila iya. Timbul lagi pertanyaan baru. Jadi lebih bagus situasi dimana ada dua diversifikasi bersamaan. satu diversifikasi by investor dan dua diversikasi by MI. Daripada hanya ada satu diversifikasi by MI saja. betul kah bapak2 ?
Maaf apabila saya terlalu bertele2, dan mencoba mendetailkan sperti anak2. Tapi maksud saya untuk membantu juga orang lain yang masih awam sperti saya. Trimakasih lagi =)
March 17th, 2008 at 1:04 pm
berhubungan dengan pertanyaan bung indra mengenai bisa atau tidak investasi
dicairkan perbulan. Bung Nofie merespon “reksadana tidak memberikan profit yang dicairkan tiap bulannya seperti deposito/tabungan”
Apakah ini juga berlaku bagi reksadana obligasi ? karna setau saya, obligasi itu kan bond. Dan untuk bond ada bunga tiap
bulannya untuk bond holder. Jadi apa bila kita mempunyai reksadana obligasi. Dan MI kita mendiversifikasikan di beberapa macam obligasi.
Lalu kemana larinya bunga tiap bulan itu yang seharusnya menjadi hak si bond holder ?
March 17th, 2008 at 4:33 pm
pak johnshon, kira2 memang demikian. karena kita (investor) tidak tahu persis bagaimana MI mendiversifikasikan aset reksadana yang dikelolanya, maka alangkah bijaksana bila kita juga membuat diversifikasi sendiri. misal, kita bisa diversifikasi 60-40 ke reksadana saham dan pendapatan tetap. ketika salah satu turun, maka yg lain bisa melindungi dan memberikan keuntungan utk menutup kerugian tadi.
mengenai keuntungan reksadana, memang tidak dibayarkan per bulan/tahun kepada investor. keuntungan reksadana berbentuk kenaikan NAB. selisih harga NAB jual dan harga NAB beli itulah yang menjadi keuntungan anda.
keuntungan (bunga) obligasi akan dimasukkan kembali (reinvest) ke dalam portofolio reksadana sehingga bisa langsung diputarkan kembali oleh MI. nantinya, keuntungan ini akan mengakibatkan naiknya harga NAB. mudah2an bisa membantu.
Hendry
March 18th, 2008 at 7:15 am
trimakasih atas penjelasannya bung Hendry
Jadi begitu diputarkan lagi ya. Kalo kita tau kemana itu larinya kan jadinya enak tuh hehehe. tapi apa udah jaminannya tidak kalo itu diputarkan lagi ? bisa saja si MI mengantongi bunga obligasi tersebut kan ? atau ada badan yang mengawasi ?
satu lagi nih (mumpung masih anget =P )
Bung Nofie berkali2 menekankan perhatikan “underlying assets” (akses yang membentuk reksadana tersebut) sebagai salah satu kriteria pemilihan investasi..berkali2 saya baca kalimat itu, namun blom mengena juga apa sebenarnya itu..bisa tolong mendifisikan itu dengan kata dan contoh yg
mudah dicerna ? trimakasih
March 18th, 2008 at 9:24 am
Mengenai pengelolaan reksadana, Anda memang perlu hati-hati—-namun tak perlu terlalu cemas. Manajer investasi harus tunduk pada peraturan dan diawasi ketat oleh Bapepam-LK. Tahun 2007 lalu ada banyak manajer investasi dan reksadana yang kena peringatan keras karena berbuat nakal. Mengenai aturan hukum reksadana bisa dibaca di sini.
Underlying assets adalah aset yang membentuk reksadana tersebut. Menggunakan analogi lotek/gado-gado, maka underlying assets-nya adalah kentang, ketupat, kubis, brokoli, tahu, bayam, cabe, kacang, kecap, dsb. Kalau komposisi bahan yang digunakan tidak bagus dan bahkan kadaluwarsa (underlying assets buruk) maka rasanya juga tidak enak (kinerjanya tidak bagus).
Ambil contoh sebuah reksadana saham. Manajer investasi memasukkan dana kelolaannya untuk membeli saham-saham bluechip seperti Telkom, Astra, Sampoerna, dan sebagainya. Sementara, ada manajer investasi lain yang membeli saham-saham tidur atau saham-saham 2nd/3rd-liner yang kinerjanya buruk. Hal semacam inilah yang nantinya akan memengaruhi bagus tidaknya kinerja reksadana kita.
Saya berkali-kali menulis bahwa kunci sukses berinvestasi reksadana adalah salah satunya memilih koki masak yang handal (manajer investasi yang mumpuni) dengan racikan bahan/bumbu yang tepat (underlying assets bagus).
March 18th, 2008 at 10:43 am
hi bung nofie!
very aspiring site! one stupid question: kalo kita berniat membeli sendiri reksadana di bank, siapakah yg menjadi MI kita, apakah dipilihkan oleh pihak bank ?Haruskah kita mengenal MI kita dgn baik ato menyerahkan semuanya kepada pihak bank?
terimakasih :”>
March 18th, 2008 at 12:02 pm
waah mantap skali penjelasannya bung Nofie. Kalo udah begini, baru bener2 konek bung Nofie. Memang udah bung Nofie sebut berkali2, tapi baru skarang ini konek =P .
Ngomong2, itu gado2 versi USA ya ? ada brocolinya huehehe.. boleh juga tuh dicoba
@nella, sama2 pemula kita. Jadi aku menyimak jg pertanyaan anda =)
March 18th, 2008 at 12:32 pm
Membeli reksadana bisa langsung ke manajer investasi atau via agen penjual (bank). Kalau pakai analogi, bisa diibaratkan membeli tiket pesawat. Anda bisa langsung ke kantor resmi (manajer investasi) atau lewat travel agent (agen penjual/bank). Kalau Anda datang ke kantor resmi (misal kantor Garuda), maka Anda hanya bisa membeli tiket maskapai kantor tersebut (Garuda saja). Kalau Anda datang ke travel agent, Anda bisa membeli tiket dari maskapai manapun (Garuda, Mandala, Batavia, dsb).
Sama juga dengan reksadana. Misalkan Anda datang langsung ke Manulife, Anda hanya bisa membeli produk reksadana dari Manulife. Sementara bila Anda membeli (misal) via Bank Mandiri atau Commonwealth Bank, Anda bisa memilih produk reksadana Manulife, Fortis, Schroeders, dan sebagainya.
Biasanya—-tapi tidak selalu—-membeli langsung ke manajer investasi akan lebih murah (fee lebih rendah). Namun ada pula manajer investasi yang tidak melayani administrasi pembelian/penjualan dan menyerahkan urusan tersebut pada agen penjual/bank. Terkadang, bila Anda membeli via bank, Anda bisa mendapat beberapa kemudahan dan fasilitas tertentu.
Mana yang lebih baik? Semua tergantung selera dan preferensi Anda saja.
March 18th, 2008 at 2:04 pm
bung Nofie. lalu waktu kita datang ke bank, dan kita meminta formulir, contoh : MI manulife. Apa kita melakukan pemilihan jenis reksadana (saham,obligasi,campur,uang) di formulir itu juga ? beserta nilai uang yang mau kita inventasikan ?
March 18th, 2008 at 2:45 pm
Pak Jonsohn, tiap produk reksadana ada formnya sendiri. Anda tinggal sebutkan mau beli yang mana, pihak bank akan menyiapkannya untuk Anda. biasanya sekalian mau invest awal (setoran pertama) berapa. Coba saja bapak ke bank langganan Anda dan tanya2 dulu, sebelum benar2 invest.
Hendry
March 18th, 2008 at 3:01 pm
Terima kasih penjelasannya :”> Ditunggu bukunya bung!
March 19th, 2008 at 4:34 am
Bung Nofie, setelah membaca ulang lagi. spertinya ada kesalahan di hitung2annya
Bung novie :
1. Tabungan Rp 100 ribu yang didiamkan saja dengan bunga 5% per tahun
akan bernilai Rp 338.635 saat 25 tahun kemudian.
Yang ini saya setuju
2. Kalau setiap bulan Rp 100 ribu selalu ditambahkan (dengan tingkat bunga yang sama)
akan bernilai Rp 4.772.600 25 tahun kemudian.
Anggap saja kita hitung tanpa bunganya ya. 100 ribu x 300 bulan (25 tahun) = 30.000.000
Itu saja sudah 30 juta. mengapa hanya jadi Rp. 4.7 juta sekian ?
3. Hal yang sama berlaku juga buat reksadana. Asumsi usia Anda sekarang
30 tahun dan hendak pensiun pada usia 60 tahun nanti.
Anda menyisihkan Rp 500 ribu per bulan untuk diinvestasikan pada r
eksadana pendapatan tetap dengan return 12% per tahun.
Investasi Anda akan bernilai Rp 120.665.000 saat Anda pensiun.
Anggap saja kita hitung tanpa bunganya ya. 500 ribu x 360 bulan (30 tahun) = 180.000.000
ini saja sudah Rp 180 juta (blom diitung dengan bunga), kok bisa jadi hanya Rp 120 juta sekian ?
Tolong pencerahannya. Thanks
March 19th, 2008 at 4:43 am
Pak. bedanya Schroders Dana Prestasi Plus dengan Schroder Dana Istimewa apa yah ?
March 19th, 2008 at 8:57 am
Terima kasih atas koreksinya. Nampaknya memang saya keliru memasukkan perhitungannya.
Berikut saya buatkan simulasi ulang. Dalam hal ini, kita akan membandingkan return rata-rata dari bunga deposito (6%/tahun) dengan reksadana pendapatan tetap (12%/tahun)—-dengan asumsi bunga deposito dan return reksadana dihitung per bulan. Investasi dimulai dengan modal awal Rp 500 ribu, dan selanjutnya ditambahkan Rp 500 ribu secara berkala pada akhir bulan. Hasil perhitungan bisa dilihat pada gambar berikut: (klik untuk memperbesar)
Pada akhir tahun pertama, investasi pada deposito menghasilkan Rp 6.201.261, sementara investasi pada reksadana pendapatan tetap akan menghasilkan Rp 6.404.662. Perbedaan pada tahun pertama tidak terlalu signifikan. Namun, pada akhir tahun ke-10, nilai investasi deposito Anda akan menjadi Rp 82.353.898, sementara investasi pada reksadana akan bernilai Rp 113.830.416. Pada akhir tahun ke-25, selisihnya bisa mencapai 3x lipat, dimana deposito Anda akan bernilai Rp 346.008.033, sementara investasi reksadana Anda hampir mencapai Rp 1 miliar.
March 19th, 2008 at 9:42 am
Saya kurang tahu persis perbedaannya, karena tidak berinvestasi di kedua produk reksadana tersebut. Tapi sepintas saya lihat di prospektus, Schroder Dana Prestasi Plus (SDPP) dan Schroder Dana Istimewa (SDI) sama-sama reksadana saham. Bedanya, SDI menempatkan minimum 25% dari portofolionya pada perusahaan berkapitalisasi kecil. Nampaknya SDI dimaksudkan untuk mengejar pertumbuhan dari saham-saham 2nd-3rd liner yang prospektif. Sementara SDPP, dilihat dari isi perutnya, lebih banyak fokus di perusahaan berkapitalisasi besar (bluechip).
Untuk lebih jelasnya, mengapa Anda tidak menghubungi langsung ke Schroder saja?
March 20th, 2008 at 4:16 am
Pak Nofie. Average, profit Reksadana Pasar Uang itu brapa ya ? saya kira tadinya Reksadana Pasar Uang itu yang paling high risk. Karna saya pikir Itu bermain nilai mata uang sperti forex. Anyway yang bond itu Reksadana Pasar Uang atau Reksadana Pendapatan tetap yah ?
March 20th, 2008 at 9:42 pm
pengalaman saya sih return RDPU sebelas-duabelas dengan return deposito. yah, di kisaran 8%, paling mentok di 10-11%. ini pengalaman saya lo.
bond > obligasi > pendapatan tetap
March 21st, 2008 at 4:06 pm
trimakasih pak Hendry. Kalau gitu ngapain juga ya invest di RDPU, lebih baik deposito aja ya, secara lebih aman
Saya mau tanya nih. Apabila kita beli RDS manulife. NAB nya kita itu (yang kita pantau sbagai investor), ada banyak NAB2 dari saham2 yang di olah oleh MI atau hanya satu NAB saja, yaitu NABnya perusahaan manulife itu ?
March 22nd, 2008 at 4:36 pm
@sinta
kalo rdpu bisa dibilang sebagai produk yang paling low risk bila dibandingkan rd yg lainnya dan LIKUID, …dan seperti kata suhu2 rd “low risk low gain, high risk high way….. :) ” hehehe, kita tinggal memilih saja.
saat dah terjun ke rd ada baiknya mengawasi pergerakkan nab dari rd yang kita beli, itu bisa dilihat salah satunya di http://www.infovesta.com/ trus cek produk yang diambil nanti keliatan kok pergerakkannya. dan ngecek ihsg klo brani :) tp jangan sering-sering nanti jantungan.. ;P
March 22nd, 2008 at 9:06 pm
Reksadana pasar uang (RDPU) berguna sebagai balancer untuk meredam volatilitas pasar, misalnya seperti yang terjadi belakangan ini. Ada investor yang menyukai investasi di RDPU daripada deposito. Alasannya, keluar-masuk reksadana satu dengan yang lain (misal keluar dari RDS, masuk ke deposito, lalu balik lagi ke RDS/RDPT) akan terkena biaya dan ongkos transfer yang lumayan. Sementara switch dari reksadana satu dengan yang lain (misal dari RDS ke RDPU, lalu balik ke RDS/RDPT) seringkali biayanya minim atau nol.
Setiap produk reksadana mempunyai NAB sendiri-sendiri. Misal Manulife mengeluarkan RDS A, RDS B, RDPT, RDC, RDPU, dsb; maka tiap produk tersebut juga memiliki NAB sendiri-sendiri.
March 23rd, 2008 at 1:48 pm
dear mas nofie,
1. kalo misalnya kita beli reksadana pada harga 1100 lalu terus turun hingga harganya jadi kurang misalnya turun ampe 900, kira-kira apa yang akan terjadi dengan nasib investornya?
2.beli reksadana saham katanya harus perhatiin underlying assetnya yang kalo menurut pengertianku kemana aja uang investor dipake. nah kalo misalnya saat kita beli underlying assetnya beli bluechips eh.. ternyata beberapa miggu kemudian atau beberapa bulan kemudian kita terima kabar kalo ternyata mereka (MI) ubah beli saham gorengan, dan ternyata menurut kita saham itu kurang baik atau kurang cocok, apa sebaiknya langsung keluar atau tunggu perkembangannya?
3.kalo misalnya kita beli reksadana apapun jenisnya pada tahun 2000. lalu selama 2tahun kita ga bisa monitor perkembangannya atau misalnya kita lupa dan ternyata reksadana itu dah ga aktif lagi, bagaimana dengan nasid investasi kita? bisa ga dicairin kalo kita ke MInya? atau malah hilang tertelan waktu yang berjalan?
4. aku mulai melirik sinarmas sekuritas, oke ga ya??? ada yang bisa share?
March 23rd, 2008 at 9:32 pm
@KOE
cuman mo jawab no 1 yah..
Berdoa mas yang banyak biar MI nya berjuang utk bikin naik lagi…hehehe..
dan selalu ingat kalo nilai investasi pada reksadana -akan- efektif untuk jangka panjang (pada umumnya)…karena saham akan selalu enjot-enjotan tiap hari, bahkan tiap detik…
kalo bisa,dan ini kalo bisa y…jgn tiap hari pelototin NAB jajanan kita,bisa mpot-mpotan nih jantung minggu-minggu ini :) (maklum pengalaman pribadi..)
March 24th, 2008 at 3:03 pm
pak. Lebih banyak untungnya beli reksadana tertutup atau terbuka ya ? beda gak sih harganya ?
March 25th, 2008 at 1:19 pm
saya adalah nasabah AXA Mandiri Financial Services, (Dynamic Money), dalam beberapa minggu ini axa mandiri financial service SEDANG BERFLUKTUASI dan cenderung harga /unitnya merosot. apa yang sebaiknya saya lakukan, menarik atau bertahan? tks
March 25th, 2008 at 4:48 pm
koe
1) Biasa saja. Ada sebagian investor yang keluar, mungkin juga ada investor baru atau investor lama yang memasukkan lagi dana mereka. Secara teknis, selama investor tidak merealisasikan kerugian tersebut (mencairkan reksadananya), investor hanya menderita rugi di atas kertas. Bisa jadi tak berapa lama NAB-nya akan kembali naik—-walaupun juga tidak menutup kemungkinan akan turun lagi.
2) Underlying asset dan kemampuan manajer investasi adalah assessment yang perlu dilakukan sebelum menentukan pilihan reksadana. Mirip seperti Anda akan membeli tanah/properti, maka Anda akan melihat status surat-suratnya, bertemu dengan pemiliknya, melihat langsung lokasi, dsb. Pada prakteknya, manajer investasi hampir pasti akan selalu merubah komposisi underlying asset mereka. Karenanya, evaluasi hanya dilakukan paling tidak cukup sekali setahun saja.
Walaupun begitu, manajer investasi tetap berpatokan pada prospektus. Bila prospektus menyatakan komposisi aset reksadana adalah saham-saham unggulan, maka sebagian besar underlying asset-nya pasti saham bluechip. Namun, bila prospektus menyebutkan komposisinya adalah saham gorengan, maka sebagian besar underlying asset-nya pasti saham gorengan.
3) Secara teknis tidak mungkin hilang. Reksadana Anda dicatat oleh setidaknya 2 pihak: manajer investasi dan bank kustodian. Seandainya reksadana tersebut dilikuidasi, semestinya ada pemberitahuan (dan mungkin pengembalian dana) kepada investor.
4) Saya tidak bisa komentar dengan Sinarmas karena tidak pernah punya pengalaman dengan mereka.
March 25th, 2008 at 4:49 pm
sinta
Ketika orang berbicara soal reksadana, biasanya yang dimaksud adalah reksadana open-end. Reksadana tersebut dapat dijual kembali kepada perusahaan manajer investasi yang menerbitkan reksadana tersebut—-tanpa perlu melalui mekanisme perdagangan di bursa efek.
Reksadana tertutup ditawarkan kepada investor melalui jual beli yang dilakukan di bursa efek karena jumlahnya terbatas. Tentu saja, harga jualnya bisa di atas atau di bawah nilai aktiva bersihnya.
Reksadana close-end fund bentuknya bisa berupa hedge fund, reksadana ETF (exchange traded fund), reksadana indeks (index fund), tracker fund, dan semacamnya yang biasa diperjualbelikan di pasar sekunder lantai bursa.
Bagi investor pemula, reksadana open-end adalah pilihan terbaik karena informasinya lengkap dan transparan. Mereka juga lebih likuid daripada reksadana closed-end.
March 27th, 2008 at 12:36 pm
salam kenal..
saya berkeinginan membeli saham reksadana, dengan investasi Rp. 200.000 per bulan. Jenis Reksadana apa yg cocok buat saya?dan kebetulan saya tinggal di Banda Aceh, yang sekarang juga uda ada cabang BEJ, yaitu BEJ Unsyiah.Karena saya pemula, dan belum tau banyak tentang investasi.makasi sebelumnya
March 29th, 2008 at 9:31 am
saya mau tanya lagi. Bedanya Hedge fund dengan Reksadana apa ya ? sodara saya ada yang bekerja di hedge fund. Dari penjelasan dia, yang saya tangkap kalau hedge fund itu memanage investasi (uang) dari perusahan2, kalau reksadana kan me manage investasi dari individual. apa benar sperti ini ?
March 30th, 2008 at 12:52 pm
mas nofie. blom keluar ya bukunya ?
April 1st, 2008 at 4:07 pm
Ada banyak perbedaan antara hedge fund dan reksadana. Yang cukup menonjol adalah minimum investasi hedge fund jauh lebih besar. Selain itu, hedge fund boleh berinvestasi di (hampir) wahana investasi apapun—-tidak seperti reksadana yang terbatas pada saham, obligasi, deposito, dsb. Oleh karenanya return hedge fund seringkali melampaui return reksadana. Namun atas jasa pengelolaan tersebut, pengelola hedge fund mengenakan biaya yang lebih tinggi dari reksadana. Di Indonesia, peraturan hukum hedge fund belum jelas/baku seperti halnya peraturan tentang reksadana.
Bukunya sedang dalam proses cetak. Mohon doa restunya. Mudah-mudahan tak sampai satu bulan sudah beredar di pasar.
April 2nd, 2008 at 10:34 pm
bagaimana cara berinvestasi yang baik pada reksadana bank mandiri
senior executive PT.Graha Finesa Berjangka Tbk.
April 3rd, 2008 at 10:49 am
pak nofiee..
what about reksadana terproteksi?
kayaknya lagi bertumbuh tuuu..
bagi infonya dunk..
thxx a lot.
April 4th, 2008 at 12:46 am
pantass saya cari2 di tokok blum ada pak hehehehe
April 4th, 2008 at 3:47 pm
AKHIRNYA…BUKUNYA MAS NOFIE…MUNCUL JUGA DI TOKO GRAMEDIA….
April 5th, 2008 at 2:28 am
mas nofie, akhir2 ini IHSG sering sekali terkoreksi karena dampak subprime mortage yg kian global, akibatnya harga2 saham anjlok dan terimbas ke NAB reksadana saham. buat pemula seperti saya, apakah ini saat yg baik untuk menambah jumlah UP kita? lalu, se-efektif apa cara beli di NAB rendah – jual di NAB tinggi dalam mendongkrak investasi kita….tentunya lebih baik dilakukan setelah dana kita diinvestasi setelah 6 bulan..
thx mas, i’ll buy your book ASAP :)
April 8th, 2008 at 7:15 am
Mas Nofie,
Judul bukunya apa??
April 10th, 2008 at 11:55 am
Selamat, bukunya sudah terbit, mas. Ayo rame-rame dibeli. :)
Panduan Singkat dan Praktis: Memulai Investasi Reksadana
http://www.inibuku.com/display.php?d=cb-kbk&bkp=E04NOFI01
April 12th, 2008 at 11:45 am
Guys, mau nanya…
Di artikel dikatakan kalau RD udah memberikan kinerja yg baik selama 12 bulan, thn berikutnya kinerja akan menurun karena overheating…
Kenapa bisa begitu?? Emngnya si MI ga isa pertahankan prestasinya??
Atau jgn2 ada “udang” di baliknya –> ada permainan pihak internal…
THX :)
April 12th, 2008 at 11:53 am
He3, nanya lg..
Saya dpt tgs kuliah, disuruh hitung risk & return suatu RD saham…
Gimana ngitungnya ya?? kalau si dosen minta risk & return, berarti saya harus beri jawaban kuantitatif ya??
Setelah saya baca2 di bbrp artikel, ada istilah “Sharpe Ratio”, apa saya bisa pakai ratio sbg acuan??
Atau saya hrs baca prospektus suatu RD, liat saham apa aja yg dipegangnya, trus baru hitung risiko portfolio RD ini??
Bingungg….
THX
April 12th, 2008 at 12:39 pm
Stephanie
Mengenai reksadana terproteksi, insya Allah saya tulis lain waktu. Tapi kalau Anda buru-buru pengen tahu, bisa dibaca di buku saya, Panduan Singkat & Praktis: Memulai Investasi Reksadana terbitan Elex Media. Bisa diperoleh di Gramedia dan toko buku lainnya. :)
RYAN
Sharpe ratio memang bisa digunakan untuk itu. Bisa juga dengan melihat standar deviasi dari reksadana tersebut. Baca-baca saja soal portfolio analysis. Yang jelas, nampaknya tidak perlu melihatisi saham reksadana satu per satu. :)
April 14th, 2008 at 4:44 pm
mas Nofie,
gimana cara untuk mengetahui kinerja produk RD yang bagus untuk RDPT?
adakah artikel khusus mengulas tentang kinerja produk Manulife Pendapatan Bulanan?
saya tertarik untuk switching ke situ dari MDC.
thx.
April 17th, 2008 at 11:25 am
Mas Nofie yang baik..
Mas, saya seorang mahsiswa yang sudah ditinggal bapak dengan warisan rausan juta rupiah. Sekarang saya lagi bingung harus diinvestasikan kemana uang-uang tersebut agar bisa menutupi pengeluaran bulanan keluaraga saya? Apa reksadana merupakan pilihan yang tepat?harus memulai dengan modal berapa?atau ada jenis investasi lain yang bisa menjamin ketersediaan profit?
Confuse…
Tanks ya…
April 17th, 2008 at 12:39 pm
mas nofie.. aku setuju banget dengan pertanyaan salah seorang rekan diatas. tentang banyak terkoreksinya IHSG akibat subprime mortgage amrik sana yang akhirnya berdampak terhadapa return reksadana. apa ini saat yang tepat untuk nambah UP?
ada pertanyaan lain berkaitan dengan slah satu artikel di new york times terbitan selasa kemarin. salah satu beritanya tentang UBS yang lost sekian million USD karena dia invest di USA beli securities gitu. disalah satu paragrafnya ada yang mengatakan banyak bank-bank seperti deutche bank, HSBC dll yang banyak tertarik ikutan panen beberapa investasi di USA. nah kalo misalnya salah satu bank itu ikut jeblos seperti UBS (yang katanya bank terbesar di swiss dan teraman) lalu lost banyak sedang kan di Indonesia bank itu merupakan kustodian reksadana apa akan ada dampak terhadap reksadana dan kinerja kustodian itu?
gimana juga misalnya manulife atau fortis yang ikutan panen lalu jeblos rugi, sedangkan dia kan MI di Indonesia. menurut tulisan diatas adanya back up MI di daerah asalnya bisa bikin perasaan aga aman. nah sekarang kalo di negara asalnya aja dia jeblos banyak gimana tuh terhadap nasib kita disini?
mohon pencerahannya…
April 17th, 2008 at 2:19 pm
Reza
Kalau digunakan untuk membiayai pengeluaran bulanan, reksadana kurang disarankan. Reksadana tidak membayarkan profit secara periodik. Lebih baik uangnya didepositokan, dibelikan ORI, atau gunakan untuk memulai usaha. Namun, bila ingin mencoba reksadana, tak ada salahnya sisihkan sebagian untuk investasi jangka panjang. Selebihnya, masukkan pada instrumen yang memberikan keuntungan secara periodik untuk membiayai pengeluaran Anda.
koe
Nampaknya memang saat ini cukup bagus untuk menambah unit penyertaan. Selama NAB masih murah, tidak ada salahnya untuk terus top-up. Mengenai nasib bank-bank yang terancam lost, saya sendiri tak terlalu cemas. Bank adalah institusi keuangan yang cukup vital dalam perekonomian Indonesia. Bear Sterns misalnya, kendati merugi, tetap ditomboki oleh JP Morgan dengan bantuan The Fed. Andaikata UBS bangkrut, saya rasa pemerintah setempat tetap melakukan intervensi untuk menyelamatkan dana nasabahnya.
April 17th, 2008 at 5:04 pm
kalo boleh tau Mas Nofie sekarang ambil reksadana apa ya? buat referensi saya.
tq
April 18th, 2008 at 10:37 am
Kalo ditanya langsung ke beliau pasti nggak dijawab, jadi saya kasih bocoran saja (disclaimer) :)
Fortis Equitas
Manulife Dana Saham
Schroder Dana Prestasi Plus
Trim Kapital
DWS China Equity Fund
Franklin Templeton US Aggresive Growth
Schroders Emerging Europe
April 18th, 2008 at 1:05 pm
brian, ukt yg urutan 3 terakhir, RD tsb bisa dibeli lewat mana/apa?….
April 22nd, 2008 at 11:23 am
Dear all,
mohon sharing pendapatnya.. tentang
gimana cara untuk mengetahui kinerja produk RD yang bagus untuk RDPT?
adakah artikel khusus mengulas tentang kinerja produk Manulife Pendapatan Bulanan?
saya tertarik untuk switching ke situ dari MDC.
terimakasih..
April 23rd, 2008 at 9:41 am
mau tanya dong mas, reksadana syariah mana yang bagus dan membagikan dividen secara berkala
April 23rd, 2008 at 10:58 am
Mas, saya udah beli buku buku nya yang ” Memulai Investasi Reksa dana ” ( baru kemarin belinya ) belum habis sih dibacanya tapi isinya bagus, ringkas, informatif. Begini, saya lagi ngumpulin bahan untuk skripsi, rencananya mau bandingin anatara keuntungan dari reksa dana dibandingkan dengan hasil dari deposito bank. Mau nanya a. apakah Metode sharpe ratio bisa dipakai sebagai alat analisis dalam perbandingan reksa dana dgn deposito tersebut ?
b. terus rumusnya kan pakai tingkat bunga bebas risiko nah itu ngitungnya gimana caranya ? kalau bisa minta contoh cara penghitungannya ? maklum masih belum nyambung sekali dengan rumus ini.
Makasih sekali untuk bantuannya, Kalau bisa jangan lama – lama ya mas jawabnya karena saya perlu sekali informasi – informasi tersebut. Thank you
April 27th, 2008 at 4:13 pm
boleh dicoba beli RD lewat CW (Commonwealth Bank) –> bukan promosi loh…
tapi emang ngebantu banget krn transaksinya bisa online (mengingat posisiku yg jauh dari keramaian ^_^ hehehe)..
Transaksi recehan juga bisa koq…. rekeningnya juga ga ada biaya administrasi jadi saldo Rp. 0,- pun ga masalah (ga kena denda) ….so buka rek di CW emang buat transaksi RD…
RD emang nagih ^_^ baru 1 tahun kenal , maunya pengen lagi, pengen lagi ^_^
waktu awal baru berani nyoba RD terproteksi, iseng2 nyoba yang RD campuran… n baru sekarang brani nyoba RD saham (tergiur dgn hasilnya) tapi ya mesti diinget i “high risk high return”
Ada sih niat pengan maen saham langsung atau forex… bias cari info dmana ya ??
Selamat Berinvestasi
May 6th, 2008 at 9:56 am
saya seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di jakarta. saya ingin menanyakan apa saja sih tugas, larangan, kewajiban, dan peran dari manajer investasi dan bank kustodian ?..saya juga ingin meminta data tetntang reksadana pendapatan tetap dari suatu manajer investasi dan perusahaannya per bulan periode 1 tahun..-terima kasih banyak sebelumnya-..
May 8th, 2008 at 1:54 pm
Salam kenal
Mas, saya akan membuat tugas akhir tentang Reksa Dana dari segi akuntansinya. Saya diharuskan untuk memiliki buku yang membahas khusus mengenai Akuntansi Reksa Dana, selain PSAK.
Saya sudah menghubungi lebih dari 20 cabang toko buku besar, dan mendatangi beberapa perpustakaan kampus di Jakarta dan Bandung, tp saya belum menemukan buku yang membahas khusus mengenai Akuntansi Reksa Dana tersebut.
Mungkin mas tahu buku yang saya maksud, karena saya tidak tahu siapa pengarang dan penerbitnya. Atas perhatiaannya, saya ucapkan terimakasih.
May 9th, 2008 at 9:37 am
Aturan akuntansi reksa dana bisa dibaca di sini, terutama pada bab VIII. Memang tidak banyak buku yang membahas khusus akuntansi reksa dana karena memang kurang “menjual” di mata penerbit.
May 14th, 2008 at 8:33 pm
kemarin sempet liat info bisa transaksi online beli dan jual reksadana dari danareksa, aman ga ya??
May 15th, 2008 at 8:34 am
Lagi tertarik ame Trimegah nih, ada g yang tau alamat MI tersebut. Mohon bantuan teman-teman atau Pak Nofie. Maturnuwun
May 15th, 2008 at 10:50 am
@asih..
PT Trimegah Securities Tbk.
Gedung Artha Graha Lt. 31
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 – 53
Jakarta 12190, Indonesia
Tel : (62 21) 515 2727
Fax : (62-21) 515 4922
E-Mail: investor.relations@trimegah.com
May 16th, 2008 at 12:30 pm
Menurut saya reksadana bukan merupakan investasi jangka pendek sehingga kita tidak perlu kuatir terhadap fluktuasi harian.
Kapan waktu yang tepat untuk keluar dari reksadana pada saat negatif ?
May 16th, 2008 at 12:56 pm
Salam kenal,
Saya ingin mencoba untuk investasi di RD, kira-kira apa ada kondisi-kondisi yang baik untuk seorang investor untuk berinvest di RD dari sisi keuangan si investor itu sendiri ?
Maksudnya, kalau kita mau invest di RD cthnya di RD pendapatan tetap, apa kita harus ada minimal transaksi beli dalam tiap bulannya ? Soalnya, takutnya kalau saya sudah invest, tiba-tiba bulan tertentu saya sedang tidak ada uang lebih untuk transaksi. Trus, kalau lewat bank swasta (misal BCA, Lippo, dll), kira-kira bank mana yang memiliki syarat invest RD paling menimal dan biaya adm untuk invest yang lumayan kecil ?
thanks.
May 17th, 2008 at 7:31 pm
RD bukan investasi yang rutin harus selalu masuk/keluar selama periode tertentu. Jangan terjebak pada kata “pendapatan tetap” karena sebetulnya istilah tersebut merujuk pada obligasi yang merupakan elemen penyusun RD pendapatan tetap. Disebut “tetap” karena obligasi membayarkan bunga dalam waktu yang telah ditentukan—-bukan karena Anda harus masuk/keluar RD secara kontinu pada waktu-waktu yang tetap.
Mengenai waktu keluar yang tepat, sudah saya tulis dengan gamblang di buku saya. :)
May 19th, 2008 at 9:42 am
mas,aku sudah beli bukunya…selamat & semoga sukses
May 22nd, 2008 at 3:31 pm
P. Novi,
Kalau boleh saran, utk setiap pertanyaan jawabannya langsung dibawah pertanyaan tsb biar conek gitu.
Salam
May 23rd, 2008 at 9:03 am
P.Nofie,
Mohon informasi, Trimegah menawarkan produk baru namanya Capital plus. Bagaiman prospeknya?
Salam
May 26th, 2008 at 1:43 pm
alhamdulillah,setelah saya beli & juga membaca buku karya pak nofie,kemarin dengan mengucap bismillah,saya langsung praktek dan beli reksadana di commonwealth.mudah-mudahan bisa menjadi pencerahan dalam kehidupan keuangan saya.thank you boss.
May 27th, 2008 at 4:35 pm
lagi butuh dana 150jt nich, kalo ada yang mo pinjemin kita sesuaiin aja dech,masalahnya pinjem di bank ribet…
tq yow…
May 28th, 2008 at 1:43 pm
Ada yg bisa jawab, saya lagi ke Bank Mandiri, terus ditawarin ke saya AXA Mandiri.
Apakah AXA Mandiri salah satu MI Reksadana?
May 28th, 2008 at 7:25 pm
AXA Mandiri (PT. AXA Mandiri Financial Services) adalah patungan antara Bank Mandiri dan AXA Group. Nampaknya mereka menawarkan unit-link dimana Mandiri Sekuritas bertindak sebagai manajer investasi dan produk asuransinya ditawarkan oleh AXA Group. CMIIW. Mengapa tidak Anda tanyakan langsung ke sales yang menawari Anda?
May 31st, 2008 at 12:17 pm
dari ulasan di atas saya jadi tahu:
1.beli RD lewat bank commonwealth cukup berpotensi untuk yg di pedalaman like me
2.langsung beli RD saham ajah karena nab itu pasti naik utk jangka panjang,meski awalnya turun
3.gak mau lagi beli unit link
dan sekedar tanya,saya pernah ke kantor schroeder di bei tower,mereka bilang kalo deposito itu sangat sangat beresiko,,,jadi mas nifie,setelah saya dapet keuntungan dari RD,saya musti simpen duitnya dimana???
btw buku anda bagus. simulasi dengan utang di akhir buku anda membuat saya ngiler2 pengen RD.
May 31st, 2008 at 2:39 pm
Dalam investasi kan ada istilah diversifikasi. Kalau Anda mendapat keuntungan dari hasil investasi reksadana, bisa Anda sebar ke investasi lain yang tidak terlalu fluktuatif seperti properti atau emas sehingga portofolio investasi Anda lebih stabil. Tapi kalau Anda merasa cukup yakin dengan investasi reksadana Anda, bisa saja keuntungan tersebut diinvestasikan kembali sehingga efek compounding-nya lebih besar.
Investasi reksadana juga bisa digunakan untuk “menabung” atau merencanakan kebutuhan yang membutuhkan biaya cukup besar, misalnya: membeli mobil, memodifikasi rumah, naik haji/umroh, dan sebagainya.
June 1st, 2008 at 6:52 am
mas nofie,,saya mahasiswa yg lagi cuti krn gda biaya,saya pengen ikut reksadana ingin pny penghasilan wt kul,n wat bantu ortu yg jg udah bnyak utangnya untk kperluan saya dan sodara2 saya,,tlong donkz bimbing saya,cz udh mentok bgd pkran saya.katanya reksadana bisa dngan modal 200.000an gimana caranya saya harus mulai styep by stepnya,,,tlong banget dengan sangat bimbing saya melalui e-mail saya akan sangat menunggu bimbingan mas nofie.Terima kasih banyak.
June 1st, 2008 at 7:00 am
mas nofie,mau usul nih…. kalo bisa mas nofie bikin forum khusus utk tanya jawab seputar reksadana,mengingat ilmu dan pengalaman mas nofie dlm research reksadana yg cukup mantap…….soalnya para pembaca kebingungan kalo harus membaca comment demi comment….terimakasih
June 2nd, 2008 at 9:25 pm
hai, saya mau investasi di direksadana tapi saya belum tahu betul tentang reksadana,yang kata orang sih bagus..kira-kira kalau saya punya uang sekitar 50jt yang saya simpan dibank dan saya mau investasikan direksadana dengan jangka waktu pendek dan hasilnya bisa lebih dari deposito dan tidak terlalu beresiko tinggi.coba dong sarannya
June 8th, 2008 at 11:18 am
Pak Nofie… tolong diinformasikan alamat Danareksa dunk coz kemarin mo coba beli RDS Danareksa Mawar Agresif di Mandiri gak ada produknya….
Mo tanya juga, bila kita beli RD yang baru launching terus di top up setiap bulan untuk persiapan pensiun (25 th) apakah kita harus stick with it selama 25 th juga untuk mendapatkan hasil yang diinginkan (seperti ilustrasinya Pak Nofie di atas). Berapa lama suatu produk RD bisa bertahan?
Mohon pencerahan dan terima kasih sebelumnya…….
June 9th, 2008 at 10:58 am
Alamat Danareksa:
Gedung Danareksa
Jl Medan Merdeka Selatan no. 14,
Jakarta 10110, Indonesia
Tel: (021)-3509-777, 3509-778
Fax: (021)-3509-778
Situsnya http://www.danareksa.com dan cabangnya bisa dilihat di sini.
Secara teknis, umur suatu reksa dana bisa tak terbatas. Namun biasanya, ada beberapa jenis reksa dana yang ditutup lalu digantikan oleh produk reksa dana lain dengan tujuan misalnya untuk menghindari pajak. Dari sisi investor, pengaruhnya relatif tidak terlalu signifikan.
Idealnya investasi dilakukan sedini mungkin untuk mendapatkan efek compounding yang lebih besar. Karenanya kita harus fokus untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Tentu saja ada kalanya kita harus merevisi ulang atau melakukan rebalancing secara berkala agar hasil investasi kita tetap optimal.
Saya memang berencana untuk membuat forum diskusi yang terpisah, namun maaf belum ada waktu. Insya Allah nanti akan saya siapkan bila situasinya sudah memungkinkan. Mohon maaf.
June 10th, 2008 at 7:57 am
Terima kasih Pak Nofie….saya semakin yakin saya dah di jalan yang benar.. he..he..
tapi saya masih penasaran dengan istilah efek compounding. Mudah-mudahan P Nofie bersedia menjelaskan lebih detail beserta ilustrasinya.
Terima kasih atas ilmu yang bermanfaat ini Pak…
June 10th, 2008 at 3:00 pm
Salam buat semuanya…
kira2 sekarang buat referensi, RD apa yang bagus prospeknya untuk kedepan?
sebelumnya thanks buat jawaban yg diberikan.
salam,
Kadir
June 14th, 2008 at 7:26 am
mas,nofie, saya ingin tanya apa bila uang saya rp.15jt saya masukin ke RD dalam jangka 3 tahun berapa total yang saya dapatkan kembali uang saya tersebut terimakasih,atas jawabannya.
June 15th, 2008 at 10:16 am
Tidak ada jaminan pasti akan return dari suatu investasi—termasuk dalam reksa dana. Bisa jadi Rp 15 juta berkembang jadi Rp 20-25 juta, tapi bisa juga turun jadi Rp 5-10 juta saja. Untuk jangka panjang, reksadana saham kinerjanya lebih bagus daripada reksadana jenis lainnya.
Ilustrasi compounding bisa dilihat di sini.
June 17th, 2008 at 1:14 pm
Mas nofie, minta saran, kalo berinvestasi di reksadana dengan penyetoran bulanan Rp.500rb, enaknya masuk reksadana jenis apa ya??
Punya rekomedasi MI yang bagus ga????
June 30th, 2008 at 10:09 am
Yth P. Novie,
Sekarang reksadana lagi turun, apakah tepat kita membeli/apply baru sekarang?
Terimakasih atas sarannya.
Salam
July 1st, 2008 at 9:47 pm
to. Pak Novie….
Saya ingin bertanya modal reksadana yang jual belinya bisa kita jalankan sendiri,,maksud saya kita beli pada posisi low dan jual pada posisi high…maklum nich masih awam….bung…mohon pencerahan..thx
July 4th, 2008 at 12:05 am
Menurut pengamatan anda, apakah reksadana yang dikelola oleh manajer investasi yang bergelar CFA lebih baik dibandingkan dengan yang tidak ? atau gelar CFA tidak terlalu signifikan pengaruhnya ?
July 6th, 2008 at 12:24 pm
dear mas nofie..
lagi baca bukunya benjamin graham tapi yang revisinya dimana disaah satu bagian komentarnya ditulis bahwa return saham baik berupa deviden atau capital gainnya belum bisa dikatakan efektif mengalahkan inflasi sedangkan pada umumnya niat kita pengen investasikan utnuk mengalahkan inflasi. meski tertulis demikian bukan berarti mereka tidak memberikan saran dan saranya berupa REITs yang banyak main diproperty dan TIPS yang banyak main digoverment bond. mas… minta penjelasan lebih lanjut dong… dan apakh diindonesia udah ada? aku juga minta dijelasin tentang reksadana index yang diinfovesta cuma ada punyanya danareksa dan beraliran syariah. apa cara main reksadana saham atau index atau apapun yang pake nama syariah sama dengan reksadana biasa? apa cara hitung, beli, jualnya sama? liat disebagian keterngan katanya mengacu pada JII, emang JII itu lain dengan IHSG? apa bedanya, bagus dan jeleknya? katanya diindonesia sistem perhitungan investasi syariahnya belum jelas kadang bahkan antara bank syariah yang satu dengan bank syariah yang lain beda-beda, mengapa demikian? oya.. aku juga mo tanya semakin turunnya harga saham apa ini saat yang baik untuk top up? kira-kira ampe kapan ya???
pertanyaan lainnya dengan naiknya suku bunga apa akan menaikkan return RDPT yang banyak main diobligasi dan pasar uang? mohon penjelasandari mas nofie atau viewer yang lain…
July 11th, 2008 at 12:55 pm
Salam kenal
Adakah reksadana index, dengan two way market di Indonesia dengan modal awal Rp.10.000.000,- ?
Terima kasih sebelumnya
July 14th, 2008 at 3:28 pm
Ada yang tahu gak bagaimana kinerja reksadana yang dikelola oleh emiten dalam negeri dengan emiten luar negeri
July 15th, 2008 at 9:55 am
menarik sekali artikelnya
Boleh bertanya sedikit? untuk penilaian kinerja reksadana dengan metode jensen, sharpe, dan treynor, apakah ada contoh perhitungannya. saya ada tugas untuk itu dan agak kesulitan untuk menerapkan perhitungannya. rumus saya sudah ada. tapi ada beberapa hal yang saya bingung :
1. Jika ada data NAB harian selama 3 thn, rata2 NAB berarti total NAB dibagi dengan jumlah hari selama 3 thn?
2. Cara perhitungan standar deviasi, alpha, dan Beta gimana ya
3. Untuk RD syariah – data marketnya yang dipake IHSG atau JII
mohon sekali bantuannya ya…tks
July 15th, 2008 at 10:25 am
Dear Mas Nofie atau buat yang ngerti tentang reksadana saham, saya mau tanya apakah sekarang merupkan waktu yang tepat untuk berinvestasi reksadana saham, yang saya tahu kan sekarang saham pada turun. thanks
July 25th, 2008 at 9:17 am
mau gabung ah…
denger berita katanya reksadana pendapatan tetap akan dikenakan pajak. bener ga sih? gimana dampaknya terhadap kita yang dah kadung punya? apa return kita akan berkurang atau NAVnya jadi aga turun? pada reksadana pendapatan tetap yang suka kasih income bulanan kira-kira berpengaruh ga ya? ada yang bisa kasih penjelasan ga????
August 4th, 2008 at 8:57 pm
saya ingin bergabung. bagaimana caanya pak?
August 6th, 2008 at 10:15 am
Saya seorang karyawan swasta. hanya punya sisa gaji 1 jt perbulan.
bisa gak ikut investasi ?
Caranya ikutan gimana ? produk yang cocok apa ?
Matur suwun atas jawabannya.
hs,
pono
August 6th, 2008 at 9:00 pm
ada yang tahu gak reksadana saham yang agak murah
aq cuma punya modal 500rb gt..itung2 belajar invest
mohon bantuannya
August 7th, 2008 at 4:50 pm
Pak,
gw masih cari2 MI yang bisa invest ratusan dulu…
namanya juga belajar.
tolong dong kalo ada daftarnya
thx
August 7th, 2008 at 5:19 pm
kebanyakan reksadana bisa dibeli hanya dengan modal awal Rp 500 ribu. di bukunya mas nofie, bagian appendix, ada daftar institusinya. bisa dihubungi satu2. :)
August 14th, 2008 at 6:59 pm
halow pak nofie, saya mau tanya dong.. sebenarnya harga untuk ori seri 005 gitu brp duit yach? n bagaimana cara untuk memainkannya? apakah itu sama dengan trading di saham?
August 14th, 2008 at 7:00 pm
terima kasih pak atas jawabannya..
August 16th, 2008 at 9:16 am
ORI (Obligasi Ritel Indonesia) adalah surat utang negara yang diterbitkan untuk investor ritel/kecil. Besarnya kupon ORI seri 5 menurut Dirjen Pengelolaan Utang adalah 11,45% dengan jatuh tempo 5 tahun dan minimum investasinya Rp 5 juta. ORI bisa dibeli lewat bank atau lembaga keuangan yang ditunjuk pemerintah. Selain bisa dibeli di pasar perdana, ORI juga bisa dibeli di pasar sekunder.
Surat utang negara (SUN) sebelumnya hanya bisa dibeli investor besar/institusional dimana dibutuhkan modal miliaran rupiah dan biasanya ditentukan melalui mekanisme lelang. Selengkapnya bisa dibaca di buku saya.
August 29th, 2008 at 12:47 pm
Halo Pak Nofie, salam kenal.
Terimakasih utk sharing ilmunya, baik yg dimuat di sini maupun di buku Bapak.
Saya ingin minta saran tentang masalah unit link vs reksadana.
dr juni 2002 saya ikut UL. salahsatu sebabnya krn dulu agennya ngiming2in dengan ikut UL berarti sy sudah berinvestasi tapi dapat bonus asuransi jiwa, kesehatan, cacat dan kecelakaan (pdhl asuransi saya sdh dicover kantor n saya belum merasa perlu dgn asuransi jiwa)… krn saya masih buta tentang investasi akhirnya terperangkap utk menerima tawaran itu. tujuan saya adalah dana pensiun pd saat sy berusia 55 thn nanti. premi yg dibayarkan perbulannya Rp 500rb selama 10 thn. jd smp sekarang uang yg sudah dikeluarkan utk premi Rp 37.500.000. menurut bpk, apakah cukup bijaksana kalau saya mencairkan UL saya (per 28 agustus 2008 ini nilainya cuma 30jt 600rb-an) dan mengalihkannya ke RD ? apakah bijaksana merugi 7 jt rupiah sekarang atau memilih meneruskan membayar UL sy sampai tuntas.
Terimakasih banyak sebelumnya atas masukannya.
best regards,
Mimma
September 1st, 2008 at 12:11 am
Ada web referensi bagus untuk reksadana nih, buat nambahin pengetahuan, mulai dari pengertiannya hingga strategi penempatan dana agar gainnya maksimal
September 1st, 2008 at 12:12 am
Ada web referensi bagus untuk reksadana nih, buat nambahin pengetahuan, mulai dari pengertiannya hingga strategi penempatan dana agar gainnya maksimal
http://www.reksadana.cjb.net
September 1st, 2008 at 1:03 am
salam knal smua, nubie br neh…tuk om nofie mdh2n sukses n lancar terus, bnyak 2 ye bagi ilmunye biar banyak jg berkahnye Tq
September 1st, 2008 at 6:33 pm
PT Schroder Investment Management Indonesia
Jakarta Stock Exchange Building, Tower 2, 31st Floor Jl.
Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Jakarta
12190, Indonesia
General Tel +62 21 515 0101 Fax +62 21 515 0505
Sales & Marketing Tel +62 21 515 5015 Fax +62 21 515 5018
PT Panin Sekuritas Tbk
Gd. BEJ Tower I Lt. 12 Suite. 1205
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190
Telepon 021-5153055
Fax 021-5153061
Kontak Individu I Made Rugeh Ramia
Panin Sekuritas Cabang Pluit
Mega Mall Pluit, Ruko No. 66
Jl. Pluit Permai Raya
Jakarta Utara 14450
Indonesia
Contact: Mr. Edi. baik dan cukup profesional ramah
Tel.: (62-21) 6667 0268
telpon pas jam pasar tutup (jam 12 ~ jam 1 atau Jam 4 sore ~ Jam 5:30)
http://paninreksadana.com
PT. Manulife Aset Manajemen Indonesia
Wisma Manulife Indonesia Lantai 1
Jl. Pegangsaan Timur No. 1A,
Jakarta Pusat 10320
Telp: (021)230-3224 / 28, ext. 1721, 1734, 1630
F : 3149841
http://www.reksadana-manulife.com
Melinda Natalia Wiria
Manager
Client Relationship
PT. Fortis Investments
World Trade Centre Building, 5th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31
Jakarta 12920
Indonesia
Phone : +62 21 252 1574
Fax : +62 21 252 1594
melinda.n.wiria@fortisinvestments.co.id
http://www.fortisinvestments.co.id/
trimegah dgn ibu Monic cabang Pluit jg ramah tuh orgnya,
kalau kita mau “DIY” atau Do It Your Self istilahnya, emang tinggal taruh dana aja di masing masih saham bluechip market mover / triggerer, tinggal tidur setahun, bisa dapat gain minimal 20% wajar, ini kan metoda yang dipakai Index Fund atau reksadana index, kalau ngga full replikasi dari index nya, bisa juga sebagian saham saham yang top 10 di index aja.
September 1st, 2008 at 6:34 pm
Panin Dana Maksma
Panin Dana Maksima sudah terkenal turunnya paling sedikit ketika market sedang crash, walaupun mungkin ketika market naik “gila2an”
Manulife Dana Saham
untuk redemption fee di trim kapital itu :
di bawah 6 bulan kena 1%
di bawah 1 tahun kena 0.5%
di atas 1 tahun bebas..
Manulife dana campuran menghasilkan antara 30~35%, sedangkan Manulife saham antara 40~45%.
Soalnya perlu diingat, manulife menerapkan biaya jual kembali yang termasuk mahal… 1,25% walau biaya pembelian 0%
Reksadana schroders, minimal dana pembukaan berbeda beda bergantung agen penjual nya, yang mana biasanya bank bank seperti HSBC, Commonwealth bank, Citibank, Mandiri, Permata. kalau di HSBC, minimal 50 juta, kalau di Mandiri dan Commonwealth 10 juta minimal.
Sy ada contact di panin sekuritas yang cabang pluit, dia orang dalam.
minimal yang panin dana maxima sudah naik ternyata bro.. tidak 250rb tapi 1juta.
Panin Sekuritas Cabang Pluit
Mega Mall Pluit, Ruko No. 66
Jl. Pluit Permai Raya
Jakarta Utara 14450
Indonesia
(jam 12 ~ jam 1 atau Jam 4 sore ~ Jam 5:30)
Contact: Mr. Edi
Tel.: (62-21) 6667 0268
September 1st, 2008 at 7:24 pm
Majalah investor biasanya rutin membahas mengenai reksadana: kinerja maupun besar dana kelolaannya. Coba juga ke http://www.infovesta.com.
Utk RD campuran yg bagus dan relatif stabil : Fortis pesona, porsi ke equitynya sangat dominan.
RD saham banyak yg bagus cuma kinerjanya ya fluktuatif, dulu schroeder termasuk bagus sekarang biasa saja. Trim kapital saat ini lagi bagus mengalahkan platinum padahal dulu platinum sangat superior, jadi ya tergantung racikan portfolio dan kepiawaian trading masing masing lah. Dan mengenai minimum setoran tergantung masing masing MI nya: schroeder dan fortis tidak bisa langsung hrs lewat bank penjual, platinum saham setahu saya minimal 100 jt. Mesti cek ke msg-msg MI atau ke bank penjual.
September 18th, 2008 at 10:42 am
hallo semuanya….
mohon pencerahann maklum pemula,
apakah itu bursa berjangka?
bagaimana mekanisme trading di sana ?
apa bedanya dengan bursa saham ?
terimaksih berat untuk semuanya.
October 8th, 2008 at 8:23 pm
pak nofie iman,
saya ada tugas untuk mengukur kinerja market timing & stock selection reksa dana saham menggunakan sharpe ratio , jensen alpha dan treynor
apa bisa dibantu?
sebab saya masih bingung
October 11th, 2008 at 4:46 pm
tolong saya ingin berinvertasi tapi melalu internet dimana saya mendapatkan atau caranya gimana
October 13th, 2008 at 4:23 pm
@kenny bisa langsung cek di commonwealth disana mereka menerima penambahan dana melalui internet banking mereka
untuk lebih jelas ada di http://www.reksadana.cjb.net mengenai info commonwealth dan MI lainnya
October 16th, 2008 at 5:17 pm
untuk investasi di reksadana seperti hari ini yang pasar uang global yang lagi gonjang ganjing apakah bagus untuk dilakukan? mohon balasan dari admin
October 23rd, 2008 at 11:10 am
Hai semua
Saya berinvestasi di bisnis pulsa dengan keuntungan 8% per bulan. Selama ini sih baik-baik saja. Saya sudah ikut 6 bulan. Teman 2 sudah jalan 4 tahun tanpa masalah. Saya ingin bertanya kepada semua rekan, adakah asuransi atau sejenisnya yang dapat melindungi invest saya itu apabila pengelola kabur ? Mengingat sebagian invest saya itu berasal dari dana orang lain (agen pulsa saya) dan juga saudara 2 saya yang jumlahnya lumayan banyak (hampir 200 jt). Thanks
November 16th, 2008 at 8:59 am
mas nofie…saya mau tanya, lagu bunging hari gini mau investasi apa?saya punya dana 5 juta kalau ke reksadana atau saham, apa sudah dapat. terus uraian diatas disamapiakan kalu utnuk reksa dana ada yang bisa dawali dengan hanya Rp. 250 rb, apa betul, terus dimana saja,saua bisa menginvestasikan dana saya, dan bagaimana caranya mulai dari mendaftar sampai mengawasi dan sebagainya, terimakasih
November 16th, 2008 at 1:28 pm
@ muryanto dwi
mas…. kalo pengen invest dengan jumlah dana yang tersedia and bisa cari beberapa perusahaan sekuritas dari internet. ada beberapa perusahaan sekuritas yang tidak menjual produknya pada investor eceran misalnya fortis. mereka menjual lewat bank misalnya commonwealth bank.anda juga bisa cek ke bank mandiri. sekarang produk yang dijual juga makin beragam dari beberapa MI dan bisa invest dengan uang 1jt selanjutnya kalo ga salah 500rb an. coba aja cek dulu.
November 20th, 2008 at 7:13 pm
Haiiii semuaaaaaa………….
Akhirnya….setelah belajar dari mas nofie&senior2 sekalian yang banyak kasih info n masukan di blog ini, saya mulai main RD. Walaupun situasi ekonomi lg ga asik saat ini, tapi saya tetap ikut terjun di RD. Terimakasih untuk semua senior yg dah kasih inspirasi& pengetahuan ttg RD ini.
Buat yg mau mulai, tapi cuma punya modal sdikit, ga usah kuatir ikutan. Apa yg dibilang senior2 tnyt emg benar. Buat mulai, cuma butuh duit minimal 100rb. Saya sudah buktikan di Commonwealth Bank, mereka cuma mewajibkan calon investor untuk buka rekening min.500rb, trus silahkan pilih puluhan “menu” RD yg ada dg “harga miring”.pokoknya mirip grosir deh…mulai 100rb mpe 10jt, dg invest selanjutnya juga mulai dari 100ribuan.jadi buat semua yg mau mulai tp merasa duitnya ga cukup, ga usah kuatir lagi.
Mungkin di bank lain juga menyediakan “menu” serupa, jadi apa salahnya mencoba peruntungan anda sekarang juga. Mungkin sekarang pasar lg jelek, tp semoga semua ini cepat berlalu. Situasi membaik dan kita bisa panen raya…betul,senior2?????
Terimakasih.
December 24th, 2008 at 11:28 pm
hi semua
Mohon bantuan rekan2, saya mau invest RD lewat CommbanK Cikarang bisa ga ya? kalo ga ada KTP (baru abis 5 bln) bisa pakai SIM buat identitas ga?
Thx
January 15th, 2009 at 11:03 am
mau nanya donk kalo kaya hedge fund ato discretionary fund sama tidak dengan reksadana? karena mekanismenya hampir sama, dimana investor menyerahkan sejumlah uang kepada manajer investasi untuk dikelola kedalam berbagai portofolio..
mojon bantuannya yaa
January 17th, 2009 at 10:20 pm
saya mau coba entry di reksadana tapi kayaknya sekarang saya perhatikan grafiknya rata2 kok turun gmana pendapat mas nofie melihat kondisi sekarang apakah masih bagus untuk entry sekarang
February 4th, 2009 at 1:38 pm
Bang Nofie, setahun yg lalu sy sudah coba invest di RD (MAMI). Kalo nggak salah waktu itu NAV 1.050 IDR, sedangkan NAV hari kemarin 506,77 IDR. Jadi dlm waktu setahun saya lost 51,73%. Lumayan sih, getir juga rasanya. Tp itu salah satu konsekuensi kita klo maen RD (kagak ada yg ngejamin akas untung terus). Awalnya seh berharap dari kinerja RD secara general 3 th sebelumnya yg rata-rata bisa plus 40-60% setahun. Tapi……….
Tapi Bang, kalo saat ini saya mau nambah invest, kira-kira prospek setahun or dua tahun kedepan seperti apa ya. Mengingat saat ini perekonomian dunia msh blm stabil kayak gini.
Makasih.
arya_smg
February 5th, 2009 at 9:54 pm
mas saya pengen tanya ada tidak ciri-ciri penipuan dalam reksadana soalnya saya orang awam dan sangat berminat dalam investasi reksa dana, thx artikelnya bagus sekali
February 11th, 2009 at 6:11 am
Untuk siapa saja yang ingin mendalami investasi di reksa dana dan investasi ditempat lain seperti: saham, unitlink, obligasi, asuransi dan lain-lain bisa baca e-book “Melek Pasar Finansial, sarana Investasi modern” di situs Http://www.nakedinvestasi.webs.com
March 2nd, 2009 at 12:54 pm
saya baru aja nyelesein ujian skripsi soal reksadana. nah, kemarin ada pertanyaan yang ga bisa saya jawab.tolong kalau ada yang tau jawabannya ya…
1.kenapa kinerja reksa dana pendapatan tetap diproksikan dengan suku bunga deposito 12 bulan dan kinerja reksa dana pasar uang pada suku bunga deposito 3 bulan?(ini berdasarkan jurnal2 yang saya baca)
2.jika kita tidak memiliki informasi lengkap soal kebijakan alokasi aset reksa dana (informasi hanya dari prospektus), maka argumen apa yang dapat saya kemukakan mengenai hal ini? apa saya bisa mengasumsikan kebijakan tidak berubah?
terima kasih buat tanggapan dan jawabannya..
March 8th, 2009 at 8:18 am
caecy, saya mencoba menjawab
1. RDPT diproksikan dengan suku bunga deposito 12 bulan karena (kebanyakan) underlying asset dari RDPT terletak pada deposito atau utang jangka panjang, sehingga yang paling tepat untuk dijadikan sebagai proksi adalah suku bunga deposito sendiri. begitu juga dengan RDPU, sebagai reksadana yang berfokus pada utang jangka pendek, suku bunga deposito 3 bulan cocok dijadikan proksinya.
2. alokasi aset reksadana secara umum menurut pembagian portofolio sebenarnya dapat diketahui berdasarkan jenis reksadana yang dipilih, RDPU, RDPT, RDSH masing-masing mengalokasikan hampir 80% asetnya sesuai dengan nama reksadananya. RDPC secara kasar dibagi masing-masing 1/3 secara proporsional antara saham, utang jangka panjang, dan utang jangka pendek. dengan anggapan di atas, mengetahui alokasi aset sampai ke detil-detilnya tidak terlalu penting menurut saya, kecuali bila yang ingin diketahui adalah perusahaan-perusahaan apa saja yang saham, obligasi, dan depositonya yang dibeli Manager Investasi bersangkutan.
jika ada yang kurang, mohon dimaklumi, saya masih belajar dan hari Selasa besok (10 Maret) ujian skripsi (soal reksadana) juga menunggu^^. salam
March 10th, 2009 at 4:33 pm
Gimana ya caranya investasi yang aman,
March 12th, 2009 at 6:36 pm
Mas Nofie….
Sy berniat mo maen reksadana tp binun kira2 thn ini reksadana apa yg masih sehat???
TQ b4 n afternya
March 14th, 2009 at 2:03 am
Yang punya blog mana ya… kok lama menghilang apa blognya uda di tinggalin
March 14th, 2009 at 6:42 am
Nampaknya mas nofie kecapekan juga… heheh.. soalnya saya amati banyak tuh pertanyaan yang dilontarkan disini sebenernya sudah tercover di tulisan blog di atas, maupun di tulisan-tulisan blog yang lebih baru. jangan males2 deh nyari informasi. :)
masih mendingan tuh yg punya blog mau share informasi ginian di blog utk publik — daripada dikekepin sendirian, nggak mungkin kan kita bisa belajar kyk gini? hehe *no offense*
March 16th, 2009 at 10:43 pm
ok sorry deh mas brian kayaknya memang gitu sich banyak yg uda ditulis tapi masih ditanyain lagi
btw nanya ama mas brian aja ya kayaknya mas brian juga tau banyak soal reksadana aq uda pantau blog ini sejak lama juga uda beli bukunya mas nofie mas brian apa kalo bank kustodian tempat kita beli reksadana tsb pailit / bangkrut apakah dana kita apa bisa ditarik dari bank kustodian yang lain yg ada kerjasama ama MI kita, Thanks
March 17th, 2009 at 8:54 am
Seingat saya, saya dulu pernah membaca aturan yang mengulas tentang pertanyaan Anda di Undang-undang (atau mungkin Peraturan Pasar Modal), namun waktu saya search kok belum ketemu. Maaf.
Biasanya, bank kustodian yang dipilih merupakan bank yang benar-benar prudent. Selain itu, di mata pemerintah, bank adalah institusi yang sangat krusial karena menyangkut banyak kepentingan. Akibatnya, tidak mungkin pemerintah begitu saja membiarkan bank pailit/bangkrut (lihat kasus BPPN pasca krismon atau Citibank yang di-bail out pemerintah Amerika).
Sejauh ini saya belum pernah dengar ada kasus bank kustodian bangkrut/wanprestasi. Yang ada justru pengelolanya (manajer investasi/agen penjual) yang membawa kabur dana investor (lihat kasus Madoff, Stanford).
March 18th, 2009 at 8:44 pm
Thanks god i’ve found this blog.
Makasih mas/mbak nofie atas banyak informasinya.
Kalo menurut mas/mbak nofie tepat ga masa sekarang ini untuk topup di RD?
maksud saya IHSG masih ada kemungkinan turun lagi ga? atau malah naik terus?
Saya sekarang ada rencana invest di PNM ekuitas syariah (saya lihat track record pertumbuhannya bagus di masa sebelum krisis) dan danareksa indeks syariah (menurut saya karena danareksa adalah punya pemerintah lebih terjamin kelangsungannya buat 5-10tahun mendatang). Menurut mas/mbak pilihan saya tadi sudah tepat belum? Sekalian tolong direkomendasikan ke saya RD yang wajib dibeli sekarang.
Tolong dijawab ya.. terimakasih atas pencerahannya.
March 22nd, 2009 at 12:30 am
welcome back dear nofie……
mau tanya lagi nih mas kalo menurut mas nofie (menyambung mas mustov) kira2 perekonomian bulan2 mendatang cenderung uda membaik ato masih cenderung turun ya kira2 aja mas salah juga gak papa he..he…
ok thank you so much have a nice day n succes always.
March 23rd, 2009 at 4:36 pm
Hi teman2, saat ini saya sedang menulis skripsi dan butuh data-data wawancara dgn investor Reksa Dana khususnya yang membeli Reksa Dana melalui Bank Agen Penjual buat ngisi beberapa pertanyaan saya…
Jawabannya tolongkirim ke email saya ya di lily_100787@yahoo.co.id
Terima kasih banyak ya atas perhatian dan bantuannya. (^ _ ^) (^ _ ^) (^ _ ^)
Nama lengkap:
Pekerjaan:
Domisili:
1. Sudah brp lama anda menjadi Investor RD?
2. Apa tujuan anda memilih berinvestasi melalui RD?
3. Bank mana anda membeli Efek RD?
4. Bagaimana tempat anda membeli RD memberikan informasi mengenai Efek RD yang ditawarkan? (melalui Prospektus, Brosur, Lisan, dan lain-lain)
5. Apkh tempat anda membeli RD memberikan informasi bahwa RD merupakan produk pasar modal dan Bank tidak bertanggung jawab atas segala tuntutan dan risiko atas pengelolaan portofolio RD?
6. Apkh tempat anda membeli RD memberikan informasi bahwa investasi pada RD tidak termasuk dalam cakupan obyek program penjaminan Pemerintah atau penjaminan simpanan?
7. Apkh tempat anda membeli RD memberikan informasi mengenai Manajer Investasi yang mengelola RD?
8. Apkh agen penjualan tempat anda membeli RD memberikan informasi mengenai Bank Kustodian?
9. Apkh tempat anda membeli RD memberikan informasi bahwa tanda bukti kepemilikan atas Efek RD yang sah adalah konfirmasi dari Bank Kustodian?
10. Apkh tempat anda membeli RD memberikan informasi mengenai jenis RD yang ditawarkan?
11. Apkh tempat anda membeli RD memberikan informasi mengenai risiko-risiko yang melekat pada produk RD?
12. Apkh tempat anda membeli RD memberikan informasi mengenai Jenis-jenis instrumen investasi serta Alokasi aset Efek RD yang ditawarkan?
13. Apkh tempat anda membeli RD memberikan informasi mengenai biaya-biaya yang timbul berkaitan dengan investasi pada RD?
14. Apkh sebelum anda mengambil keputusan investasi, tempat anda membeli RD memastikan anda membaca Prospektus atau informasi penting lainnya?
15. Apkh tempat anda membeli RD mensyaratkan anda untuk mengisi formulir profil calon pemegang Efek RD yang berisikan data dan informasi mengenai profil risiko anda sebelum melakukan pembelian Efek RD yang pertama kali?
16. Apkh ketika akan membeli Efek RD anda diberikan tips dalam berinvestasi? Jika iya, tips apa saja yang diberikan?
March 27th, 2009 at 9:46 pm
q br aja ambil RDS Manulife Saham Andalan… NAV 555.sekian… udah naek lebih 11% dr penutupan februari di kisaran 400an… nampaknya RDS cukup bisa diandalkan bila IHSG naek signifikan terbukti per tgl 24/03/09 NAV ada di kisaran 568sekian saat IHSG tembus level 1.430an. kita harapkan IHSG bisa naek lagi. #enjoy with MANULIFE#
March 28th, 2009 at 8:35 am
Mas nofie, lama saya tidak bersambung kabar… walaupun tidak untuk dikomparasikan head-to-head dengan reksadana, saya sudah punya kompilasi data kinerja unit link hingga H-1. setidaknya penasaran saya pribadi pun terpuaskan dengan “terkuak”-nya data time-series kinerja unit link.
Data ini bisa diakses di:
http://portalreksadana.com/rdkustodian/ul/list
Data produk unit link yang tersedia, ada di:
http://portalreksadana.com/node/366
Untuk teman2, pls tidak langsung compare return reksadana dan unit link. Setahu saya, return di unit link belum nett, masih harus dikurangi lagi dengan biaya/fee. cmiiw;
April 1st, 2009 at 6:37 pm
Ngomongin apaan sih wa ga ngerti sama sekali
he….he…..
April 3rd, 2009 at 10:18 pm
mas novi saya kan ga punya ilmu tentang investasi saran mas imam sugema coba saja di reksadana ……nah dimana saya dapat membeli UP reksadana ? saya sudah beli buku mas tentang investasi emas …saya langsung tekaction sebagian uang saya buat beli logam emas , sebagian lagi mau di ke manain dana saya {kebetulan ada sedikit lebihan setiap gaji saya } mohon jawabannya di blog saya ? thk
April 26th, 2009 at 12:00 am
mas…mas….baca dong di atas capeeeeeeeee dech………..
May 27th, 2009 at 12:15 pm
Sukron mas nofie….
stlh sy membaca n mempelajari blog mas ini n sy subcription 5 saham,alhamdulillah dlm 1bln uda dpt untung……
kyknya thn ini mengeliat dech tp gak tau yach klo pilpres tar……krn suhu politik gi hot….hot…..
Hidup SBY…….don’t care about neolib….
June 26th, 2009 at 10:10 pm
Ya allah berilah mas nofie panjang umur, kesuksesan, limpahan rezeki, kesehatan selalu, kebahagiaan dan lainnya yang baik2 karna berkat beliau saya telah menemukan jalan untuk meraih kesuksesan sekarang saya uda trading di reksadana saham dan mendapat keuntungan yang lebih dari harapan saya amiiin….
thank you,,,1000X mas nofie
June 28th, 2009 at 3:25 pm
setelah reksadana, bagi yang mau yang lebih EXSTRIM devidennya coba deh ilmu yang satu ini……
July 12th, 2009 at 7:38 pm
Mas nofie numpang populer dikit boleh ya? http//www:belajar-anakcerdasbelajarkers.blogspot.com
July 12th, 2009 at 7:46 pm
Mas nofie numpang populer dikit aja ya di blog saya: anakcerdasbelajarkeras.blogspot.com
August 4th, 2009 at 6:08 pm
whehe.. infonya ngebantu banget mas Nofie
soal menghindari dikadalin oleh marketer dan lebih baik langsung berurusan dengan in house marketingnya, apakah dengan membeli reksadana melalui bank penjual sudah lebih tepat ?
thanks
August 5th, 2009 at 1:14 pm
Alo,,,,mao nanya..
saya bingung ni…ada gak siih daftar kategori, khusus yang menggambarkan umur suatu reksadana…
yang mana reksadana yang masuk kategori berumur muda itu umur brp sampe brp dan seterusnya sampe yang masuk kategori tua…???lengkap dari RDPU,RDPT,RDPS,RDC
tx
September 7th, 2009 at 10:30 pm
Asslamualikum. Wr Wb
Pak Iman, saya sebagai pemula baru belajar reksa dana cukup fokus dan serius mempelajari RD dan Alhamdulillah sudah mengikuti ujian kecakapan WAPERD bulan Agustus lalu. Nah, bagaimana menurut bapak jika kita berprofesi sebagai wakil agen RD? Selanjutnya, karena saya mahasiswa baru lulus, klo ingin berprofesi sebagai agen reksadana baiknya harus kerja di bank anggota penjual reksa dana atau di perusahaan investasi?
Terimakasih atas penjelasannya. Sukses terus Pak Iman!
October 16th, 2009 at 1:42 pm
tolong dong di bank apa aja yang bisa untuk investasi
November 4th, 2009 at 2:25 am
pak nofie, kalau saya mau inves cuma 500ribu bisa tidak? bagaimana caranya? kalau langsung pergi ke BEI bisa tidak? saya awam nih, terima kasih pak
November 7th, 2009 at 9:08 am
@thing thing…..invest 500rb bisa tergantung jenis reksadana yg diambil. Kalo Fortis Ekuitas, Schroder Prestasi Plus minimum 500rb, kalo yg lain kurang tahu. Untuk top up minimal 100rb. Kena biaya pembelian 0.75% dan materai 6rb. Saya belinya di bank mandiri, tinggal tanya ke cs bilang mau beli reksadana.
November 21st, 2009 at 2:08 am
alhamdulillaah.. akhirnya dapet pencerahan tentang reksadana, work smart n invest smart, terima kasih untuk pa nofie..
November 30th, 2009 at 12:24 pm
Coba saja investasi di . Dana anda akan di kelola di beberapa providers :
1. Fortis Investment
2. Henderson Global Investors
3. J.P. Morgan Asset management
4. Robeco
5. BlackRock
6. Fidelity International
December 9th, 2009 at 9:57 am
Selamat Pagi Pak Iman,
Saya ada pertanyaan dengan full discretionary portfolio management, bisa tolong jelaskan secara detail apa arti dari produk investasi tersebut.
Terimakasih
Vanni
December 12th, 2009 at 9:46 am
bagimana syarat dan ketentuan mendaftar ke reksa dana ?
December 12th, 2009 at 4:09 pm
Setelah saya analisa selama 1 tahun untuk reksadana saham yang saya punya yaitu Mawar, Manulife dana saham,Mandiri investa atraktif dan Schroder dana prestasi Plus.
Saya lebih untung dan lebih nyaman Schroder dana prestasi Plus karena ketika terjadi krisis global kemaren ternyata kurang berpengaruh terhadap grafik Statistik Schroder dana prestasi Plus. Artinya ketika 3 reksadana saham mengalami penurunan nilai sangat tajam waktu itu, grafik statistik Schroder dana prestasi Plus lebih landai dari yang lain. jadi lebih aman.
December 14th, 2009 at 9:09 am
Gw udah invest ke RD dari Jan 2009 lewat commonwealth, manteb tenannn karena bisa beli online. Karena kemudahnya itu, gw jadi kalap and akhirnya gw beli 3 jenis RD : Schroder Data Istimewa, Manulife Saham Andalan, trus Fortis Equitas. Return-nya selama hampir setaunan ini cukup menggiurkan. Kalo dirata2 udah lebih dari 70%, jadi udah jauh dari expektasi gw. Belon ada niat ngejual, malahan tiap bulan gw tambahin terus 2 juta. Insya Allah terus gw tambahin sampe 10 taun lagi.. gak apa2 dong mimpi, hehe..
Buruan ikutan, mumpung masih ada spare buat IHSG naek lagi :)
December 15th, 2009 at 7:45 pm
buat pak nofie iman.. terimakasih banyak pak, berkat blog bapak sekarang jadi mengerti soal reksadana secara mudah
saya membeli reksadana melalui bank Commonwealth.. Melalui bank ini saya bisa beli reksadana secara online dan Subscription Fee diskon 50 %
Sekarang saya ambil beberapa reksadana, sesuai dengan nasihat orang yang main reksadana ” dont put your eggs in one box “:
saya ambil : Schroder Dana Istimewa, Fortis Infrastruktur Plus, Manulife Dana Tumbuh Berimbang
rencananya tiap bulan mau menyisihkan 500rb-1 jt buat reksadana
oh ya mau nanya, kenapa ya tanggal 15, semua reksadan NAV nya turun 0.5-2% .. apa karena akhir tahun orang pada redeem Reksadana?
April 29th, 2010 at 8:26 am
p nofi iman mau tanya kira reksadana campuran spt schroder syariah balanced fund lebih bagus mana dengan reksadana campuran biasa (bukan syariah) tks
June 3rd, 2010 at 11:55 am
Penjelasannya bagus mas… jadi pingin invest juga, tapi gimana ya kita ini negara lain (Timor -Leste) mou invest. gimana caranya ya? bisa ngak ada yang ngasih jalan keluar…thanks lho… jadi tau apa itu invest. reksana dana.
July 16th, 2010 at 8:51 pm
nice info.. artikel nya sungguh bermanfaat mas…
saya ingin bertanya, lebih untung mana inves di RD saham syariah atau RD saham non syariah atau inves di dana pensiun?? maklum saya masih nubie, lg cari2 info untuk menempatkan dana saya di RD. rencana inves saya 15 th. dan apakah RD harus selalu di top up? trims
August 12th, 2010 at 11:35 am
Artikelnya sungguh bermanfaat Pak….dari solusi permasalahan yang sudah disampaikan dapat memberikan jawaban uneg-uneg saya tentang investasi (saham, reksadana, obligasi, valas)…..Good Bless You…….
August 23rd, 2010 at 1:59 pm
siang pak iman… saya mau menanyakan.. kira2 MI RD apa saya yg bisa di investasikan dana sebesar 100-200rb.. terima kasih pak.. :)