Kegilaan Pottermania
July 24th, 2007 | Business
Blogosphere dipenuhi Harry Potter semingguan ini. Seri pamungkas bertajuk Harry Potter and the Deathly Hallows meluncur ke pasar serentak Sabtu 21 Juli pukul 12.00 waktu Inggris. Antrian menumpuk di mana-mana. Kegilaan ini bahkan membuat Barnes & Noble, Amazon, sampai UPS kelimpungan. Dibandingkan Harry Potter and The Half-Blooded Prince yang terjual 6,9 juta kopi dalam 24 jam pertama, buku ini terjual 8,3 juta kopi dalam waktu yang sama.
Harry Potter bisa dibilang fenomena kultur baru yang menghempaskan hampir seluruh pelosok bumi sejak dirilis tahun 1998. Enam buku sebelumnya telah terjual 325 juta kopi di seluruh dunia, di mana sekitar 30 juta di antaranya terjual di Amerika. Amazon mengklaim Harry Potter memecahkan rekor penjualan mereka sebelumnya.
Dari tinjauan bisnis, apakah kegilaan ini berarti profit? Ternyata tidak.
Tingginya permintaan mendorong penjual untuk memberi diskon banyak. Buku yang dilego $34,99 akan dijual dengan potongan 30-40 persen di jaringan toko buku. Akibatnya, mereka hanya mendapatkan keuntungan tipis kurang dari $1 per buku yang terjual. Meski sudah memberi diskon, toko buku tradisional tetap saja kalah bersaing dengan Wal-Mart atau Target.
Sihir Harry Potter nggak mempan di sini.
Walau menebar kesaktian dimana-mana, Harry Potter memang tak bisa dibandingkan dengan Sir Arthur Conan Doyle dan Sherlock Holmes, misalnya. Harry Potter memang tidak brilliantly written, namun alur cerita Harry Potter menggoda pembacanya untuk membalik lembar demi lembar berikutnya.
Saya sendiri merasa agak kurang terpuaskan dengan buku ini: beberapa bagian mudah ditebak, minim kejutan, dan alur cerita di tengah cenderung membosankan. Barangkali akan lebih menarik kalau Dumbledore dihidupkan kembali, Ron menghancurkan dirinya bersama Bellatrix, atau mungkin, Harry mati di pelukan Hermione. Dan Albus Severus? Oh, come on!
After all, bukankah buku ini memang children-teen book yang menceritakan simple child’s tale of good vs. evil? Sebagai penutup serial, buku ini bisa dibilang cukup lumayan. Dan buat saya, karakter Snape barangkali tokoh paling menarik sekaligus romantik di buku ini.
Bagaimana menurut Anda?



July 24th, 2007 at 3:51 pm
July 28th, 2007 at 11:09 am
Comments
July 25th, 2007 at 7:20 am
wuaaaa spoillllllerrrrr…
hmm..ini gak ngerti maksudnya..
July 25th, 2007 at 10:45 am
orang-orang kok gila ma harry potter sih… emang bagus nya apa tuh cerita. aku aja ;iat 3 film pertama aja udah mulai bosen.
Lam kenal yah
July 26th, 2007 at 8:00 am
Heran napa sih sampe segitunya..
Biasa aja napa :p
hehehe..
July 26th, 2007 at 9:09 am
Menurut saya, kalo dari segi toko buku bisa jadi keuntungan mereka tidak terlalu besar-walaupun saya nggak yakin untuk kasus di Indonesia, tapi kalo di liat dari bagian lain, misal: penerbit, penerjemahan buku, merchandise, film, dan lain-lain, Harry Potter adalah keuntungan yang besar, sangat besar malah.
Masalah ending, memang banyak yang kecewa sama cara J.K. Rowling menutup cerita. Menurut saya, penyebabnya karena orang-orang berharap terlalu banyak sama buku Harry Potter, dibuktikan dengan simpang siurnya ramalan siapa yang bakal mati; apa aja horcrux-nya Voldemort. Jadinya kecewa begitu tau ending-nya gak seperti yang diharapkan.
July 28th, 2007 at 12:24 am
Meski sudah memberi diskon besar, toko buku tradisional tetap kalah bersaing dengan Walmart dan Target. Analisis saya, memang benar toko buku tradisional tidak mungkin bersaing dgn Walmart dan Target. Sebab : (1). Bargaining position hypermarket seperti Target, Walmart dgn penerbit harry potter (Bloomsbury Publisher) jelas lebih besar dari toko buku tradisional, otomatis diskon dari penerbit juga jauh lebih besar bagi hypermarket. (2). Hypermarket bahkan bisa bikin strategi jual buku dgn harga modal dr penerbit. Tanpa ambil keuntungan. Kok bisa? Jelas bisa, kan hypermarket bisa ambil keuntungan dari pembeli buku hary potter yg datang ke outlet mereka dan berbelanja sembako lainnya. Subsidi silang secara teoritis juga bisa. Betul tidak mas nofie? Saya lihat toko buku Gramedia di indo mulai memperkuat branding utk antisipasi ‘trend’ ini di luar negeri. Gramedia sibuk memperindah display di sebagian besar jaringan tokonya agar pembeli nyaman dan tetap membeli buku2 walaupun Carrefour, Giants jualan buku juga.
July 28th, 2007 at 1:04 am
serunya apaan ya?
July 28th, 2007 at 3:09 pm
ya.. dan saya juga berpikir keras.. kenapa penulis kita tidak bisa melakukan hal yang sama… walau saya juga pikir: budaya kita belum bisa menjual cerita ‘olahan’ Indonesia. Nah.. PR lagi nih buat penulis. Sekali-kali buat karya yang bisa terjual di luar sono
July 31st, 2007 at 8:24 am
harry potter, buku cerita tebel yang semua kesimpulannya ada dibab terakhir. emang udah gak umur kali gue.
August 5th, 2007 at 3:50 pm
I LOVE HARRY POTTER
4eVa…
August 11th, 2007 at 3:51 am
Mas Nofie Iman ini dari keuangan, manajemen, bisnis, CSS blog design hingga Harry Potter tau. Masih sempet nulis blog bermutu lagi.
Rahasianya apa?
(atau aku aja yang bodoh ya hehehe)
August 13th, 2007 at 12:39 pm
Setuju.
Jadi sayang sama snape
salam kenal!
August 20th, 2007 at 3:07 pm
Maaf ikutan komen.
Kalau saya sih, ngga suka & ngga pernah baca novel Harry Potter.
Nonton filmnya masih suka sih, karena cuma butuh waktu sekitar 2 jam untuk nonton. Entah kenapa saya ngga betah baca novelnya. Capek gitu rasanya. Padahal saya cukup suka ama novel, misalnya Agatha Christie. Apa karena sihir itu ya… entahlah..yang jelas bukunya makin tebal utk dibawa baca sambil tiduran.. berat bo… hehehe. Thx
August 31st, 2007 at 4:13 pm
Jangan” novel harry potter pake magic biar laku. Naaahhh… Hoki aja buat J.K Rowling, right moment, right time.
Yang bikin menarik dari novelnya bukan si Harry atau karakter lainnya, tapi kreatifitas Rowling menciptakan kata” baru, karakter imajinasi baru, game quidditch, sekolah hogwarts,siapa yang bisa nyiptain yang begituan kalo bukan dia??????
Makanya indonesia seret maju, kurang kreatif sih…suka nya jiplak n plagiatris abis.
-cheers-
September 19th, 2007 at 3:07 pm
masssssss…mas.. ya mendingan gila harry potter daripada gila beberan gimana,hayaoouu???
September 19th, 2007 at 3:09 pm
masssssss…mas.. ya mendingan gila harry potter daripada gila beneran gimana,hayaoouu???
September 20th, 2007 at 2:42 pm
buku harry potter ini memang segmennya anak-anak.. makanya gak heran kalo ceritanya terlalu mudah ditebak.
dan kalau menurut saya, justru imajinasi lah yang lebih ditonjolkan di cerita ini.. yah, hitung2 merangsang pertumbuhan otak anak lah..
October 17th, 2007 at 3:18 pm
Belom pernah baca bukunya.
Filmnya pernah nonton yg ditayangin di TV doang (lupa deh seri yg keberapa).
Dan nggak pernah tertarik untuk nonton filmnya lagi walopun temen2 pada heboh.
Sedihnya, kalo lagi ngumpul2 dan mereka pada nyritain harpot, gw jadi kaya kambing conge’
November 1st, 2007 at 8:38 am
Yang gk tahu Harry Potter y ampunnnnnnnnnnnnnn KASIAN bat cieeeeeee
Gk prnh gaul ya pa gk pernah tahu ada film n buku se’ser8u n sebagus itu…………………..
Ketinggalan bgt cie jd orngggggggggggggg
November 16th, 2007 at 5:08 pm
aku inggin buku harry potter cepat dimuat dlm bhs bindo soalnya aq penasaran bgt apahkah harry mati atau tdk pokoknya di seri ini harry potter top abis deh
December 9th, 2007 at 7:55 am
BUKU HP SERI6 APA UDH TERBIT??????????????
December 9th, 2007 at 11:50 am
ok bgtz…………!!!!!!!!!!!!!!
January 9th, 2008 at 9:00 pm
dasar Mugge, jewel, aneh
pandangan semit….
buku seKeren ntu dibilang gak seru….
kasian banget!!!!
hiDup Potterrrrrrrr……yeah!!!
January 9th, 2008 at 11:10 pm
bagus tidaknya suatu kisah tergantung dari pribadi orang yang membaca,kalo aq bilang bagus belum tentu orang lain bilang bagus kan?? bagus itu relatif………..
but 4 me………….harry is the best
January 10th, 2008 at 11:16 am
4 jempol buat daniel,rupert,emma,bonnie dan………………………J.K Rowling.
January 25th, 2008 at 4:11 pm
klo menurut gue tuh harry potter sgt…….. fenomenal. loe semua yg ngehina ato gak suka emg bisa bikin cerita sama kayak J.K Rowling. terus buat kalian semua yg suka berarti imajinasi kalian jalan dan khyalan tingkat tinggi
January 29th, 2008 at 5:44 pm
Dulunya sih g suka sama skali trus iseng2 liat film-nya yg pertama ternyata asyik bgt, berhub suka baca akhirnya coba2 buku pertama ternyata kebablasan pe tamatnya…
he..he..he..
Walopun akhirnya cm “begitu ajah” tapi HP tergolong dah TOP BGT. Baca lembar demi lembar bikin penasaran palagi klo dah di akhir tiap2 seri pengen cepet2 dapetin buku baru-nya. Q salut bgt ma JK. Rowling bisa2nya bikin cerita bgtu. Biasanya Qta baca buku Trilogi, Tetralogi nih pe 7 buku namanya apa dunk????
February 9th, 2008 at 11:14 am
lebih asik baca bukunya trus nonton filmny, smg lekas nyambung yeah kalo encer sich…eh, kayaknya yang beneran sok cuek ama potter kelak bakal nyesel deh… sayang banget yaa cuma sampe 7 edisi..ahh pokoe potter cakep dehhhh