Memaknai Kembali Tahlilan

February 9th, 2008 | Islam

Tergelitik membaca karikatur Kompas pagi ini, tak cuma meninggalnya mantan presiden Soeharto yang diperingati juga dengan tahlilan selama 7 hari berturut-turut, rasanya budaya Jawa “mengharuskan” setiap orang meninggal dilakukan tahlilan selama tujuh hari (menurut penanggalan Jawa) berturut-turut, juga pada hari ke-40, hari ke-100, dan hari ke-1000.

Ada yang menyebut acara semacam ini sebagai tahlilan, namun ada juga yang menyebutkan selamatan atau kenduri/kenduren. Biasanya keluarga yang meninggal mengundang kerabat atau tetangga sekitar untuk membaca dan berdoa untuk yang meninggal. Selain bacaan tahlil, tasbih, tahmid, sholawat nabi, seringkali disertai membaca surat Yasin dan ditutup dengan doa. Setelah tahlilan, biasanya keluarga yang meninggal memberikan makanan (kadang amplop) untuk dibawa pulang.

Biarpun saya lahir dan dibesarkan dalam budaya Jawa, namun saya belum pernah menemukan aturan baku soal ini. Kalau saya tanya ke orang tua atau kakek nenek saya dulu, jawabannya klise: ini yang diajarkan pendahulu kita. Kalau saya tanya gimana seandainya nggak pakai tahlilan, selalu dijawab singkat, “ora ilok” (tidak pantas). Tapi ada juga yang berteori bahwa yang demikian ini sebenarnya adalah akulturasi budaya Jawa kuno/Hindu kuno yang memberi pengaruh pada agama Islam saat ini.

Pada dasarnya Islam tidak mengajarkan tahlilan semacam ini. Dalam sebuah hadist riwayat Abu Hurairah, Rasul pernah mengatakan bahwa, “Apabila seorang anak Adam meninggal, maka akan terputus amalannya kecuali tiga perkara: shadaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakan kepadanya.” Artinya, tahlilan—-atau bacaan apapun yang dikirimkan kepada yang meninggal—-sebenarnya tidak akan berpengaruh banyak.

Selain itu, dari hadist tersebut di atas, ada dua pelajaran penting yang bisa kita ambil.

Pertama. Sebagai orang tua, kita jangan terlalu menggantungkan diri pada “anak sholeh” untuk mendoakan kita setelah kita tiada. Iya kalau mereka mendoakan kita. Kalau nggak? Biar bagaimana pun, anak akan membawa jalan kehidupannya sendiri.

Lebih baik kita mempersiapkan bekal kita sendiri dengan banyak beramal dan berbuat baik, menafkahkan harta di jalan Allah, membagi ilmu yang bermanfaat, termasuk mendidik anak kita dengan baik. Walau anak adalah “milik” kita, kita jangan terlalu berharap mereka akan mendoakan kita. Anggap saja “anak sholeh yang mendoakan orang tuanya” hanya sebagai “bonus.”

Kedua. Sebagai seorang anak yang ingin berbakti dan mendoakan orang tua kita yang sudah tiada, ada baiknya kita melakukan introspeksi terlebih dahulu. Sudah sholeh-kah kah kita? Doa yang diterima adalah doa anak yang sholeh. Artinya, kalau memang ingin mendoakan orang tua kita, tentu kita sendiri harus menjadi sholeh terlebih dahulu.

Menjadi sholeh juga bukan merupakan pekerjaan yang gampang. Menjadi sholeh juga bukan melulu sholat berjamaah di masjid, melainkan lebih dari itu: senantiasa berbuat baik, santun dalam berperilaku, rendah hati, bertutur kata yang tidak menyakitkan hati, dan masih amat sangat banyak lagi.

Untuk “menguji” apakah kita sudah pantas disebut “sholeh” caranya mudah. Kalau kita mendoakan orang lain, pasti banyak dari doa-doa kita yang dikabulkan. Pertanyaannya sekarang, apakah doa-doa kita banyak yang langsung dikabulkan? Kalau belum, apakah pantas kalau kita menyebut diri kita sholeh?

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

    Comments

  1. amatiran

    Mas, doa orang soleh pun gak selalu langsung dikabulkan?betul bukan ya?
    Mungkin tujuannya tahlilan itu, agar keluarga yang ditinggalkan ikut berdoa, jadi doanya kan berasal dari anak juga.:)perhaps

  2. radit tsu

    Hanya Allah SWT yg pantas menilai shalih tdkny seorng hamba. Ukuran keshalihan seseorng tdk dpt diukur dng ukuran mnusia…
    Yg bs qt lkukan adlh trs brusaha mndektkan diri pd Allah SWT dg ikhlas, tnpa brharap mndpt sebutan “orang shalih” dr sesama manusia…
    InsyaAllah hati qt yg mmpu mrasakan kedekatan hub qt dg Allah SWT. Amiin…

  3. Rian Wahyudi

    bos, bukannya tahlilan itu juga bakalan menyambung silaturahmi pada kerabat atau rekan yang sudah meninggal dunia
    mbaca Qur’an juga
    jadi bermanfaat bagi yang masih hidup & kalo rame-rame kan juga termasuk syiar

  4. Hedi

    Sebelumnya maaf, saya bukan muslim, tapi dari penjelasan temen2 yg muslim, katanya tahlilan itu ada hubungannya juga dengan tradisi dan kultur di masyarakat. Sementara yang laen bilang tahlilan adalah tradisi NU dan bukan di Muhamadiyah. CMIIW.

  5. Nofie Iman

    Memang benar, tahlilan lebih banyak berhubungan soal tradisi/kultur maupun untuk silaturahmi. Tulisan di atas memang lebih mengulas soal sisi agama dan soal anak sholeh-nya.

    Soal NU atau Muhammadiyah, saya no comment. Buat saya, Islam itu satu, tanpa pakai golong-golongan. :)

  6. Godil

    Tahlilan itu ngucapin lapad laa ilaaha illalloh,knapa hrus nunggu cap soleh brangkat mnuju soleh trus qt ngdoa ibadah koq,ingat kalamulloh ‘UD.UNII ASTAJIB LAKUM anda munkin tahu artinya! Thanx u

  7. pandi merdeka

    wah om nofie.. tapi kalo niat ikhlas, dan tulus bukannya dah cukup om.. secara semua keputusan kan kembali yang diatas. terus semangat posting ya om.

  8. ~Mas Kopdang~

    tahlilan itu wajib bagi yang mewajibkan dan dilarang bagi yang melarang…

  9. zaki

    kasi masukan ttg tahlil :
    Imam Ahmad bin Hanbal ra. Berkata dalam kitab Al-Zuhd, sebagaimana yang dikutip oleh Imam Suyuthi dalam kitab Al-Hawi li Al-Fatawi :
    Imam Thawus berkata: Seorang yang mati akan beroleh ujian dari Allah dalam kuburnya selama 7 hari. Untuk itu, sebaiknya mereka (yang masih hidup) mengadakan jamuan makan (sedekah) untuknya selama hari-hari tersebut. Sahabat Ubaid ibn Umair berkata: “Seorang mukmin dan seorang munafiq sama-sama akan mengalami ujian dalam kubur. Bagi seorang mukmin akan memperoleh ujian selam 7 hari, sedang seorang munafiq selama 40 hari di waktu pagi.” (Al Hawi lil Fatawi as Suyuti, Juz II hal 178)
    Imam As-Suyuthi berkata : “ Kebiasaan memberikan sedekah makanan selama tujuh hari merupakan kebiasaan yang tetap berlaku hingga sekarang (zaman Imam Suyuthi, sekitar abad IX Hijriyah) di Makkah dan Madinah. Yang jelas, kebiasaan itu tidak pernah ditinggalkan sejak masa sahabat Nabi SAW sampai sekarang ini, dan tradisi itu diambil dari ulama salaf sejak generasi pertama (masa sahabat SAW)” (Al-Hawi li Al-Fatawi, juz II, hal 194)
    Kemudian, peringatan demi peringatan itu menjadi tradisi yang seakan diharuskan, terutama setelah mencapai 40 hari, 100 hari, setahun (haul), dan 1000 hari. Semua itu berangkat dari keinginan untuk menghibur pada keluarga yang ditinggalkan sekaligus ingin mengambil iktibar bahwa kita juga akan menyusul (mati) di kemudian hari.
    Kata “haul” tersebut diambil dari sebuah ungkapan yang berasal dari hadist Nabi SAW :
    “’Anil waqidi qoola: kaanan nabiy shollalloohu ‘alaihi wa sallam ya zuuru syuhada-a bi uhudin fii kulli haulin, wa idzaa balaghos sa’ba ro fa’a shoutahu fayaquulu : “Salaamun ‘alaikum bimaa shobartum fani’ma ‘uqbad daari, tsumma Abu Bakrin rodiyallahu anhu kulla haulin yaf’alu mitsla dzalika, tsumma ‘Umarubnul khotob tsumma ‘Utsmanub nu ‘Affaana rodhiyallahu ‘anhuma.
    “Dari Al-Waqidi Rasulullah SAW setiap haul (setahun sekali) berziarah ke makam para syuhada’ perang Uhud. Ketika Nabi SAW sampai di suatu tempat bernama Sya’b, beliau mengeraskan suaranya dan berseru : “Salaamun ‘alaikum bimaa shobartum fani’ma ‘uqbad daari ”
    adapun dalil tentang sampainya pahala pada orang meninggal ataupun untuk mendo’akan orang lain silahkan baca surah Muhammad 19, Al Mukmin ayat 7 – 9, an-Nuh 28, Ibrahim ayat 40-41, Al-Hasyr 10

  10. Godil

    Thanx u mas al alim almukarom al ustad zaky,atas ulasannya tentang Tahlilan tanda kutip kenduren,ana ga perlu beli kitab banyak buat nerangin mereka yg ga suka kenduren,walaupun keterangan ini doip tapi bs qt gunakan utk ningkatkan amal kita

  11. thamid

    Kan gak ada salahnya silaturahmi.
    Kan gak ada salahnya baca tahlil, tasbih, tahmid, sholawat nabi dan surah yasin.
    malah berpahala…

    yg gak baik itu kalau tahlilan malah menjadi beban keluarga yg berduka.
    yg mubazir itu kalau tahlilan cuma sebatas formalitas.
    yg gak etis itu kalau tahlilan jadi ajang fashion show.
    yg bid’ah itu kalau tahlilan dikultuskan.

    kalau mau tahlilan ya luruskan dulu niatnya.

  12. Ahmad Faiz Al-Hakam

    Mas, kalau anda membicarakan tahlilan untuk yang mati, memang kalau di baca di seluruh kitab tafsir kita memahami sebuah ayat yang berbunyi
    وأن ليس للإنسان إلا ما سعى artinya manusia itu amalnya tergantung dari yang dikerjakan, maka kesimpulan para ahli tafsir menyatakan bahwa pahala bacaan orang hidup kepada orang mati itu tidak akan sampai, tapi di dalam kitab al-baid’ah saya membaca sebenarnya pahala orang yang tahlilan itu hanya untuk yang membaca bukan untuk orang yang mati, tapi jika berharap agar pahala itu sampai kepada orang mati tentu bukan pada tahlilannya tapi pada doanya, makanya orang yang bertahlil biasanya dianjurkan untuk berdoa ” Ya Allah sampaikan pahala bacaan tahlil, tahmid dan lain-lain kepada ahli kubur si a, b, c dan lain-lain, bukankah semua doa Allah akan kabulkan ? sebagai mana firman Allah Swt ” Mintalah kau kepada-Ku, maka akan Aku penuhi permohonanmu” jadi kita laksanakan tahlilan untuk mendekatkan diri kita kepada Allah dan untuk berharap agar Allah berkenan menghadiahkan pahalanya untuk para almarhum. Amin

  13. Irfan

    Saya ngikutin terus tulisan mas nofie ini..
    Banyak yg saya setujui pendapatnya, tp tidak soal tahlilan ini!
    Saya bukan dari latar belakang NU dan Muhammadiyah, tp saya tidak setuju kalau ada yg benci tahlil apalagi mengharamkannya. Karena isi dari tahlilan itu sendiri membaca tahmid , tasbih dan takbir juga doa-doa. Tidak ada hal yang buruk dsana, smua adalah kebaikan, masalah sampai tidaknya doa kita, itu urusan Allah! Yang penting paling tidak kita sudah berusaha, dibanding kita diam dirumah tanpa tahlilan!
    Dan juga yang paling penting adalah;
    Tahmid, dalam bahasa Arab yang artinya : membaca Al-hamdulillah.
    Takbir, yang artinya: membaca Allahu Akbar
    Tasbih, yang artinya: membaca Subhanallah
    sedangkan Tahlil, artinya: membaca LAA ILAA HA ILLALLAAH!
    Apakah anda begitu membencinya atau bahkan mengharamkannya???!!
    Istighfaar!!!

  14. Hans vd Boer

    Makna melaksanakan Tahlil dirumah keluarga yang meninggal, Pertama, merupakan peringatan kepada kita yg masih hidup bahwa suatu saat kita akan meninggal juga. Olehnya jangan lupa bertaqwa kepada Allah sesuai dengan perintah dan larangannya.
    Kedua, untuk menemani keluarga yang berduka, dalam silaturrahim sebaiknya dengan menyebutkan nama Allah dan shalawat kepada Rasul. Ketiga, Tidak ada satupun manusia didunia ini dapat mengukur atau menghitung do’a kpd orangtua, mana yang dikabulkan atau tidak dikabulkan. Sebagai anak atau kerabat sebaiknya kita saling mendoakan dalam kebaikan, semoga dikabulkan Allah SWT. Keempat, Bagi yang mau melakukan Tahlil silahkan, bagi yang tidak mau melaksanakan Tahlil, juga silahkan, mengapa hrs dipermasalahkan untuk dijadikan Polemik. Kelima, Jangan selalu berburuk sangka (negatif thinking),marilah kita mulai dengan berbuat kebaikan tanpa saling menyalahkan. Allah Maha Mengetahui.

  15. jaz

    Tidak ada yang melarang membaca tahlil, bahkan kita diperintahkan untuk selalu berdo’a dengan didahului membaca kalimah thoyibah, diantaranya tahlil, takmid, takbir dan tasbih dsbnya. Tapi Allah tidak mewajibkan umat Islam untuk mengadakan ritual / ibadah tahlilan setelah ada anggota keluarga yang meninggal dunia selama 3,7, 40, 100 hari, setahun, 1000 dilanjutkan “ngijing” segala. Bahkan kita dilarang untuk berduka secara berlebihan dengan menangis secara histeris atau merengek-rengek. Juga kita tidak diperbolehkan untuk meramaikan peringatan meninggalnya anggota keluarga dengan berpesta makan-makan dengan menyembelih hewan/daging sebagai jamuan makanan, baik untuk keluarga maupun tamu. Kalau sudah begini namanya mengada-ada, berlebihan dan haram hukumya. Kebiasaan ini kalau tidak dibetulkan lama-lama menjadi adat yang tidak syariah, jauh dari islam, seolah-olah menjadi ibadah dalam islam padahal tidak ada hukumnya.

  16. boogrex

    waduh mas jaz
    baca dong yang di atas kok kayaknya belum baca
    maksudnya meng ada2 itu apa, yang mana
    coba deh baca keterangan dari sahabat2 di atas
    kalo sudah baru komentar

    (^_^)

  17. boogrex

    atou baca disini aja http://jepits.wordpress.com/2008/01/02/tahlilan-pertama-semenjak-hijrah-ke-jakarta-tahun-2005/

  18. accida01

    Untuk saudaraku seiman, saya sependapat dengan penulis ,sebagaimana terjemahan hadist hadist shahih dibawah ini;
    1. Telah berkata jarier bin abdullah albajali; segenap sahabat rosulullah nabi muhammad saw menganggap bahwa berkumpul kumpul dirumah ahli maiyit dan membuat makanan (kenduri) setelah dimakamkan maiyit itu termasuk bilangan setengah meratap.(hadist shahih riwayat akhmad dan ibnu majah)
    2.Telah berkata abdullah bin jafar ; pada saat tersiar khabar terbunuhnya jafar, rosulullah nabi muhammad saw bersabda ; hendaklah kalian buatkan makanan untuk ahli rumah jafar, lantaran mereka itu telah kedatangan perkara yang menduka citakan mereka (hadist shahih riwayat akhmad,abu dawud,turmudzi,ibnu majah,syafi’i,dan thabarani).
    3.Telah diriwayatkan oleh mughni ibnu qudamah ; bahwa jarier pernah datang kepada umar bin khattab ,dimana umar khattab bertanya; adakah diratapkan atas maiyit di kaum kamu ? jawab jarier ;tidak. Lalu umar khattab bertanya lagi; adakah orang orang berkumpul dirumah ahlul maiyit dan membuat makanan ? jawab jarier ya. ! lalu umar khattab berkata; yang demikian itu adalah ratapan (meratap) (hadist shahih riwayat mughni ibnu qudamah)
    4.Apabila anak adam meninggal dunia, maka putuslah amalannya,kecuali tiga perkara ;pertama shadaqah jariyah ,ilmu yang telah diamalkan dan bermamfaat bagi orang lain,dan anaknya yang sholeh yang mendoakan nya (.hadist shahih riwayat abu dawud).
    Penjelasan;
    No.1.Bahwa berkumpul2 dirumah ahli maiyit dan mereka membuat makanan untuk orang yang datang itu oleh sahabat sahabat dan tabiin dianggap meratap . alhasil bikin kenduri yang dikatakan orang malam 1,…2…3…7…40…100 hari dll. adalah termasuk ratapan yang diharamkan oleh rosulullah nabi muhammad saw. Mengerjakan selamatan sebagaimana yang biasa berlaku di indonesia hukumnya bid’ah. dan bid’ah tersebut seringkali mencelakan orang 2 yang tidak mampu.,yang terkadang menjual barang2nya atau menggadaikannya atau meminjam uang guna mengadakan selamatan. Sehingga mereka bisa menjadi tambah susah dan tambah miskin . sesungguhnya menurut pikiran yang waras bahwa orang yang susah itu tidak boleh ditambah kesusahannya ,tetapi harus diberi kesenangan yang bisa menghilangkan /meringankan kesusahannya. Sebagaimana perintah rosulullah nabi muhammad saw untuk keluarga ja’far.
    No2. Bahwa tatkala datang khabar kematian jafar maka rosulullah nabi muhammad saw menyuruh agar orang lain membuat makanan untuk ahlul maiyit ( ahli rumah jafar ) bukanlah ahli maiyit itu(atau keluarga jafar) yang akan memberi makanan buat orang2 yang datang sebagaimana keadaan yang berlaku sekarang ini.
    No.3 Bahwa segenap sahabat telah mufakat ,melarang orang2 berkumpul dan makan makan dirumah ahli maiyit setelah maiyit itu dimakamkan,.karena keadaan yang demikian itu disebut meratap. Sedangkan meratap itu hukumnya haram.
    No.4 Bahwa pahala bacaan alquran semisal tahlilan atau amalan lainnya yang dibuat oleh orang orang yang hidup untuk orang yang mati itu; tidak akan sampai pada simati. Berdzikir itu baik,tapi tidak selamanya hal baik itu menjadi baik bila mana dikerjakan bukan pada momennya atau tempatnya ..shalat itu baik bahkan suatu kewajiban bagi umat islam , tetapi bila dikerjakan bukan pada waktu dan tempatnya niscaya menjadi sia sia. Akhirnya ulama2, ahli fiqhi terlebih lebih imam yang empat sepakat menyatakan bahwa berdzikir dengan cara tsb adalah suatu perkara yang diada adakan , dan segala sesuatu yang diada adakan adalah bid;ah dan bid;ah (lawan sunnah) adalah sesat ,dan sesat tempat di neraka jahannam. Demikian saudaraku seiman maaf kalau kurang berkenan. wassalam

  19. bonex

    Assalamu ‘alaikum…… accida01
    Sebelumnya sy minta maaf. mungkin ada kata2 yang kurang berkenan.
    1. Telah berkata jarier bin abdullah albajali; segenap sahabat rosulullah nabi muhammad saw menganggap bahwa berkumpul kumpul dirumah ahli maiyit dan membuat makanan (kenduri) setelah dimakamkan maiyit itu termasuk bilangan setengah meratap.(hadist shahih riwayat akhmad dan ibnu majah). + Hadist yang anda tulis no 3.
    Dari hadist ini perlu kita cermati :
    - bahwa kata berkumpul kumpul dirumah mayit tidak sama dengan tahlilan. Berkumpul disini diartikan kegiatan hanya untuk meratapi (menangis, menyesali dll) maka beda dengan tahlilan.
    - Membuat makanan. Memang Saya tidak setuju kalo yang membuat makanan ahli maiyit. Tapi bagaimana dengan yang membuat makanan warga sekitar yang bukan ahli maiyit? (seperti hadist yang anda tulis nomor 2)
    Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa ahli waris maiyit (anak) disini difokuskan untuk berdo’a (dengan terlebih dahulu membaca tahlil/meng-Agungkan Alllah) selannjutnya ditutup do’a. Kita sebagai saudara/warga sekitar membantu dengan menyediakan makanan dan juga turut berdo’a untuk yang meninggal. Insya’Allah dengan banyak orang yang berdo’a Allah mengabulkan. Amiin

  20. accida01

    To bonex saudaraku
    1.Tahlilan memang tidak sama dengan berkumpul kumpul, namun pada dasarnya seperti yang kita lihat sekarang ini , kebanyakan tahlilan diadakan secara berkumpul kumpul , dari ahli maiyit ,sanak saudara (family) ,dan para tetangga .dan itu diadakan setelah maiyit dimakamkan.maksudnya untuk mendoakan yang meninggal .sedangkan tahlilan tersebut tidak ada anjurannya sama sekali baik dari tabiut tabiin, para sahabat apalagi dari rosullullah sendiri .dan sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa doa orang orang tersebut tidak akan sampai kepada si maiyit kecuali dari anaknya sendiri yang sholeh jadi kalau yang mendoakan itu anaknya sendiri malah diwajibkan .Tahlilan itu merupakan suatu adat yang sudah turun temurun ,yang tidak berdasarkan syari’at islam .tahlilan itu lebih tepat dikatakan dzikrullah atau berdzikir, namun seperti yang sudah saya tulis sebelumnya bahwa segala sesuatu yang dilakukan bukan pada waktu dan tempat nya akan sia sia belaka walaupun itu maksudnya baik., bahkan lebih menjurus pada perbuatan bid’ah. Ingat saudaraku antara bidah dan sunnah tipis sekali jaraknya, menghidupkan satu bidah sama dengan mematikan satu sunnah. Naudzubillahi min dzalik.
    2.Saya bersyukur kalau anda setuju bahwa seharusnya yang membawa makanan adalah warga sekitarnya bukan si ahli maiyit / keluarga yang ditinggalkan.dan itu seharusnya lebih tepat dilakukan tepat pada saat si fulan meninggal. Agar makanan tersebut bisa disuguhkan kepada pengurus jenazah, keluarga fulan, dan masyarakat yang datang melayat. . Jadi saudaraku jangan lah membuat urusan yang baru dalam agama , karena segala amalan yang tidak ada sanadnya dari tabiut tabiin ,para sahabat dan dari rosululah sendiri akan tertolak. Jadi dzikir atau tahlilan untuk orang yang meninggal adalah bid’ah belaka wallahu a;lam.

  21. bonex

    To : accida01 saudaraku juga

    Dalam kitab Ihya“Ulumuddin,Imam al-Ghazali menyampaikan sepuluh metode
    yang efisien dan efektif untuk berdo’a, yaitu:

    1. Memilih waktu yang tepat dan memanfaatkan saat-saat mulia seperti
    ramadhan,`Arafah,Jum`at dan saat sepertiga akhir di waktu sahur yang
    merupakan mustajab
    2. Memanfaatkan kondisi yang mustajab(terkabul) seperti kondisi
    sujud,jihad,turun hujan dan diantara azan dan qamat.
    3. Menghadap qiblat,menengadahkan tangan dan mengusap wajah saat
    selesai.
    4. Menyederhanakan suara dan menghindari suara keras.
    5. Menyederhanakan bahasa doa dan lebih utama-bila takut salah
    ucap-menggunakan doa alqur`an dan doa yang diajarkan atau dilakukan oleh
    Nabi(doa matsurat yang diajarkan oleh Rasulullah saw.)
    6. Penuh khidmat,khusyu` dan emosi jiwa.
    7. Bersungguh-sungguh dalam memohon dan berharap yang disertai keyakinan
    akan dikabulkan doanya.
    8. Menekankan permohonannya dan dapat mengulanginya tiga kali tanpa
    disertai prasangka akan lama dikabulkannya.
    9. Memulai doanya dengan dzikir dan pujian kepada Allah serta shalawat
    kepada Rasulullah saw. 10. Itikad tulus dan niat kuat untuk bertaubat
    secara benar.

    Maaf saudaraku bukan saya itu anti atau PRO terhadap tahlilan. Kita harusnya bijak dalam menghadapi segala permasalahan. Jadi jangan terlalu memfonis sesuatu itu bid’ah atau sunnah (seperti yang dikatakan saudaraku, sangat tipis jaraknya). Menurut sepengetahuanku Dzikir atau tahlil bukan tdk ada sanadnya kalau kita melihat cara/metode berdo’a.
    Dzikir atau tahlilan merupakan pembuka untuk kita BERDO’A. Karena ituntuk

  22. bonex

    To : accida01 saudaraku juga

    Dalam kitab Ihya“Ulumuddin,Imam al-Ghazali menyampaikan sepuluh metode
    yang efisien dan efektif untuk berdo’a, yaitu:

    1. Memilih waktu yang tepat dan memanfaatkan saat-saat mulia seperti
    ramadhan,`Arafah,Jum`at dan saat sepertiga akhir di waktu sahur yang
    merupakan mustajab
    2. Memanfaatkan kondisi yang mustajab(terkabul) seperti kondisi
    sujud,jihad,turun hujan dan diantara azan dan qamat.
    3. Menghadap qiblat,menengadahkan tangan dan mengusap wajah saat
    selesai.
    4. Menyederhanakan suara dan menghindari suara keras.
    5. Menyederhanakan bahasa doa dan lebih utama-bila takut salah
    ucap-menggunakan doa alqur`an dan doa yang diajarkan atau dilakukan oleh
    Nabi(doa matsurat yang diajarkan oleh Rasulullah saw.)
    6. Penuh khidmat,khusyu` dan emosi jiwa.
    7. Bersungguh-sungguh dalam memohon dan berharap yang disertai keyakinan
    akan dikabulkan doanya.
    8. Menekankan permohonannya dan dapat mengulanginya tiga kali tanpa
    disertai prasangka akan lama dikabulkannya.
    9. Memulai doanya dengan dzikir dan pujian kepada Allah serta shalawat
    kepada Rasulullah saw. 10. Itikad tulus dan niat kuat untuk bertaubat
    secara benar.

    Maaf saudaraku bukan saya itu anti atau PRO terhadap tahlilan. Kita harusnya bijak dalam menghadapi/melihat segala permasalahan. Jadi jangan terlalu tergesa2 memfonis sesuatu itu bid’ah atau sunnah (seperti yang dikatakan saudaraku, sangat tipis jaraknya). Menurut sepengetahuanku Dzikir atau tahlilan bukan tdk ada dasar/sanadnya kalau kita melihat cara/metode berdo’a.
    Dzikir atau tahlilan merupakan pembuka untuk kita untuk mendo’akan si mayit. Karena itu kita diharapkan pandai2 menyikapi sesuatu. Jadi menurutku, melihat sesuatu itu seharusnya dari berbagai segi. Inti dari dzikir/tahlilan itu adalah do’anya. Wallahu a’lam

    Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya
    orang-orangyang menyombongkan diri dari dari menyembah-Ku akan masuk
    neraka jahannam dalamkeadaan hina dina.”(QS,al-Mu`min:60)

    “Barangsiapa yang tidak berdoa kepada Allah maka Allah murka kepadanya.”
    (HR.Tirmidzi)

  23. ARChie

    Kalau mau kebaikan kan tiap hari khan bisa…..baca LAA ILAA HA ILLALLAAH, shalawat, tiap hari untuk si mati kan bisa. ALLAH MAHA TAHU.
    Kenapa harus pakai 7,14, 100, 1000 hari, ada riwayat atau contoh dari Muhammad SAW haru 7 hari? Rule dari mana ??
    Kalau memang dibuktikan itu adalah ajaran atau adaptasi dari ajaran animisme (kayaknya emang sih)…yahh kita tolak dong.
    Kalau kita orang Islam si Indonesia mau terima yang adat tahlilan (dari orang tua) dengan membaca LAA ILAA HA ILLALLAAH, anak muda sekarang bisa dong baca LAA ILAA HA ILLALLAAH, tasbih, tahmid yang sama pada hari Valentine (Hari Kasih Sayang ) untuk orang tua atau yang tersayang yang sudah meninggal. Dan kemudian diwariskan kepada anak cucu kita sebagai hal wajib pada seperti halnya tahlilan. Nggak ada salahnya kan baca LAA ILAA HA ILLALLAAH, tahmid, di hari itu??. Dan itu kan kebaikan yang sama dengan tahlilan — dan sama2 tidak ada di ajaran Islam. Istigfarrrr ????
    Saya bukan yang anti, tapi hanya mengingatkan teman-teman disini bahwa di islam kita sedapat mengikuti apa yang di contohkan oleh nabi kita Muhammad SAW. Kalau yang hukumnya abu-abu kayak tahlilan begini sebaiknya dihindari/tidak dilalukan.

  24. Oko

    rame…rame….sekali …..tahlilannya . . . . . . .
    kalau menurut oko sih, buat mas accida01 yang tidak melaksanakan tahlilan salut atas masukannya dan semoga pendapat mas accida dapat diterima/dimengerti oleh penahlil (yg suka tahlilan), sedangkan untuk yg suka tahlilan salut juga atas alasan-alasannya, semoga Allah memberikan petunjuk kepada seluruh umat islam untuk melaksanakan ibadahnya sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadits
    Mari kita baca lagi Al-Qur’an dan Hadits kemudian kita telaah dan renungkan, ambil yang soheehnya dan tinggalkan yang dooiifnya
    usulan : Bagaimana biar tahlilan tetap dilaksanakan dan ahli mayit tidak disusahkan maka tahlilannya tidak di rumah ahli mayit dan biayanya ditanggung oleh penahlil (urunan/dibagi rata), mau engga yach ? he. . . he . . . he. . . .

    (Mantan Penahlil)

  25. muhamad yudi

    kalo lu kagak percaya doa orang talilan nyampe ke orang yg udah ninggal ,lu MATI duluan entar gw doa,in/tahlil-in nyampe apa ngak biar lu nyaho!!!

  26. aing tea


    yg saya tau:

    setiap ibadah itu diharamkan hukumnya KECUALI yg dicontohkan oleh rasulullah saw.
    karenanya, segala macam ibadah yg tidak dicontohkan oleh rasulullah saw adalah bid’ah, walaupun itu dengan tujuan baik, spt membaca quran/tahmid/tasbih, dsb.

    begitu yaa….

  27. ansori

    silahkan baca artikel ini…. mdh2an ada pencerahan

    http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=8834

  28. aing tea

    terimakasih pencerahannya mas ansori..
    ternyata sudah sebegitu jauh penyimpangan yg dilakukan bangsa kita.

    mdh2an kita semua diberi petunjuk. insyallah..!!

  29. Masiri ZM

    hai nofi iman………
    setelah saya membaca pendapat anda tentang TAHLILAN saya sedikit tertarik juga untuk memberikan komentar…
    Allah sangat mencintai orang yang berharap kepadaNya
    Allah mencintai orang yang berdo’a kepada Nya
    Ada salah satu hadis yang menerangkan bahwa kalau kita tidak suka berdoa maka kita tergolong orang yang sombong……..dan kesoombongan itu hanya milik Allah yang maha menguasai seluruh isi alam semesta baik dunia maupun akhirat. Ketika satu keluarga mengadakan tahlilan tak lain adalah sebagai rasa sayang kepada sanak famili yang telah meninggalkannya, tentunya suatu perbuatan baik apabila keluarga yang ditinggalkan mendoakan kepada yang telah meninggal tentunya tujuannya adalah agar yang meninggal diampuni dosanya yang telah di perbuat baik dosa besar maupun dosa kecil. setiap manusia wajib berusaha dan berdo’a masalah dikabulkan atau tidak itu adalahh urusan Allah yang penting kita sebagai manusia jangan sombong dan jangan merasa sudah cukup. tapi yang penting adalah bagaimana kita sebagai mahluk Allah harus berdoa mengharapkan keridaaanNya. Di dalam tahlilan selain untuk mendoakan yang meninggal tapi juga ada unsur lan yang baik yaitu bersilaturahmi dan saling mengingatkan antara kita akan kematian……….. sekian

  30. Yusuf

    Masalahnya kan di dalam tahlilan yng selama ini dilakukan kita bukannya berdoa saja,tapi lebih kepada MENGIRIM PAHALA dari apa yng mereka bacakan semisal surat Yasin,kalau bicara mengirim pahala itukan sama halnya dengan TRANSFER PAHALA,sedang berdoa adalah sesuatu yang disuruh Allah,kan jelas beda antara BER-DO’A dengan MENGIRIM PAHALA,coba saja perhatikan kata2 dari pemimpin tahlilan,kalau dlm bahasa kita nya” dari apa yang kami bacakan ini dari Al-Qur’an,dari Tasbih,dari tahlil,dari tahmid,pahalanya…..kami kirimkan untuk si fulan bin fulan…..tidak menutup kemungkinan mereka juga mengirim pahala2 nya itu kepada Nabi Muhammad dan Keluarga,Syech Abdul Qadir Zaelani….dan orang2 yang mereka sebutkan.
    Kalaulah saya umpamakan,BER-DOA itu sama dengan APLIKASI PERMOHONAN KREDIT kpd BANK,sementara KIRIM PAHALA itu sama dengan TRANFER UANG melalui Bank,maka APLIKASI KREDIT silahkan saja di ajukan!,mengenai dikabulkan atau ditolaknya,itu terserah kepada BANK……….itu tandanya sipengaju kredit memang TIDAK PUNYA UANG makanya bermohon kpd Bank.Kalau kita berdoa kepada Allah,hal itu memang sudah sepantasnya…..masalah dikabulkan doanya atau tidak itu terserah Allah,yang jelas kita hanya memohon,ini sama halnya dng Aplikasi Kredit tadi,TETAPI…….kalau kita TRANSFER UANG,ini adalah hal berbeda,kita menyuruh Bank untuk mengirim Uang kepada si Fulan,itu artinya kita punya uang…yang kita suruh itu Bank..kita bayar fee untuk kerja si Bank itu,kita suruh-suruh itu Bank,karena kita punya uang banyak….Kalau TRANSFER PAHALA kira-kira siapa yang kita suruh-suruh untuk nyampein kita punya pahala itu? Malaikat kah? Jin kah? atau Allah yang kita suruh-suruh? apakah kita sudah kebanyakan pahala?sampai sampai kita kirim-kirim kepada orang lain? artinya bagi yang melakukan hal spt ini,sebenarnya melakukan pelecehan thd Allah yang bisa dia suruh-suruh untuk menyampaikan pahala tsb…sadar kah mereka?
    Kalau anda mengeluarkan dalil hadits dari Abu Hurairah mengenai anak yng soleh,jelas hadits ini bertentangan dng banyak ayat di dlm al-quran yang menjelaskan tidak ada hubungan sekalipun ayah thd anak atau sebaliknya,”Famayya’mal mistqolazarrotin hoiroyyaroh,wamayya’mal mistqoolazarratin syarroyyaroh”.
    Dalam kaitan mayyit,Rasulullah mengajarkan sampai batas liang lahat,dimulai dari:memandikan,mengkafankan,menyolatkan dan menguburkan,setelah itu tidak ada prosesi berkenaan dng yng telah meninggal dunia.

    Wallahu a’lam !

  31. ARChie

    Mas Masiri ZM,
    Janganlah dicampuradukkan kegiatan yang baik ( berdoa, membaca qur’an, silaturahmi ) dengan hal yang buruk – karena akan menjadi buruk,
    Walaupun tahlilan mempunyai sisi baik dengan mem-pererat silaturahmi, membaca quran, mengingat mati, dan penyediaan kotak makanan (catering) dari keluarga si mati ??? – tetapi tidak ada dasar dalam Islam/dicontohkan nabi Muhammad SAW atau bahkan adaptasi dari kebiasaan animisme – cenderung kepada bid’ah, menjadi perbuatan yang buruk.
    Berdoa baik…tetapi ada tempat dan waktu tertentu agar doa kita terkabul, membaca quran baik.. tetapi ada tempat dan waktu tertentu agar membaca quran mendapat pahala (apakah pantas qur’an di teriakkan di pasar??) dan semua hubungan vertikal kepada Allah SWT – ada tuntunannya dalam Islam.Demikian pula dengan silaturahmi (kumpul-kumpul???), mengingat mati (seharusnya setiap hari), kasih sayang ke si mati (lebih baik dengan berdoa sehabis shalat) – tidak harus dengan tahlilan.
    Sebaiknya cari cara yang lebih baik dan Islami dalam memohon dan berdoa bagi keselamatan si mati. Bagaimana anda menjawab pertanyaan Allah nanti, apa dasar anda menyelengarakan tahlilan, dan nabi Muhammad mungkin akan ditanya oleh Allah apakah mewariskan budaya tahlilan(dengan segala pernik-perniknya??) kepada umatnya. Tahlilan di Indonesia ( dan mungkin hanya di Indonesia) cenderung dianggap ritual/ibadah wajib. Ibadah dalam Islam harus ada dasarnya dan menjadi haram bila tidak mempunyai dasar baik dari Quran dan hadist.

  32. mada

    waduh rame juga nich,islam masuk ditanah jawa dengan senyuman,perkawinan (cinta kasih) bukan dengan makian,hinaan,kekerasan.bahkan islam menggunakankan dalang wayang yang sekarang akan dilaknat sebagai bid”ah oleh pendukung ala wahabit.yang berkultur penyamun padang pasir yang sesungguhnya cenderung atheis.tidak ada umat dimuka bumi ini yang tidak terpengaruh oleh latar belakang budaya nya.hidup saling menghormati lebih baik dan mulia.

  33. Yudi

    Kalau saya baca keterangan-keterangan di atas adalah semua berbut baik atau kebaikan. Menurutku yang namanya baik yang paling baik adalah jika dilihat dari sisi aturan-atauran yang telah dibuat oleh Allah dan Rasulnya. Tapi kalau baik hanya dilihat dari sisi napsu kita itu adalah hal yang kuarng baik. ada dicontohkan di atas : “Sholat adalah perbuatan baik, banyak pahalanya, kenapa kita katakan baik? Jika kita melihat dari sisi aturan, karena itu ada perintah yang jelas dari Allah dan ada tata caranya sesuai dengan hadits-hadits. Tapi coba kalau kita lihat dari sisi napsu kita, Sholat itu baik banyak pahalanya, kalau begitu waktu sepanjang hari kita gunakan untuk sholat terus, biar pahalanya berlipat ganda. Nah tentunya tidak seperti itu kan? Kita tetap melaksanakan yang sesuai dengan ketentuan Allah.”. Jadi kenapa harus mempersulit diri kalau memenag Allah tidak mempersulit. Ya mudah-mudahan ini sudah final. Ada baiknya dari Allah SWT kalau ada yang tidak baik dari saya pribadi.

  34. haris

    bung nofie kayaknya ngambil dalilnya lewat searching juga ya,
    trus kasih keterangan menurut ro’yu deh, jadi begitu deh keterangannya…
    agak ngarang-ngarang dikit & subyektif menuruti isi hati sendiri,
    kalo mau ngutip dalil pahami dulu dong bung,
    apalagi surat annisa di artikel aa gym poligami, keterangannya kelewat panjang sampai maknanya jadi ngawur dan melenceng (pasti subyektif sesuai apa kata hati bung nofie).
    sekarang lagi “orang tua jangan terlalu mengharapkan do’a anaknya”
    ya ampun …… opini apa lagi tuh
    orang tua jelas kalau nggak bisa ngasuh anaknya dengan baik dan benar dan berusaha menjadikan anaknya jadi orang saleh tentu akan mendapat dosa dan laknat Allah,
    jadi orang tua mau bersusah payah mendidik anak untuk menjadi anak soleh tentu ingin dapat pahala dan do’a dari anaknya yang soleh.
    anak juga nggak harus menimbang-nimbang dirinya soleh apa nggak untuk do’a in orang tuanya, jelas tanda bakti anak terhadap orang tua yang sudah meninggal atau belum meninggal salah satunya adalah mendo’akan orang tuanya.

    Ada 3 perlakuan Allah terhadap do,a hambanya yang soleh :
    1. Dikabul
    2. Diganti dengan hal yang lebih baik (menurut Allah)
    3. Ditunda (dijawab di akhirat dengan surgaNya).

    ket diatas ada hadistnya, pasti bung nofie sudah tahu, tapi segitu aja neranginnya biar nggak ngelantur,

  35. Reza Maghraby

    Menurut saya, ibadah adalah untuk dilaksanakan dan bukan untuk dibicarakan.
    Semoga diskusi ini mendapat cahaya dan Ridho-Nya.

  36. Johnson

    saudara-saudaraku yang seiman semuanya. menurutku kalau yang mengalami sendiri mungkin akan lain pertimbangannya. istriku wafat tanggal 4 maret 2008 lalu, karena sakit percernaan. anakku 2 orang, 11 dan 9 tahun. aku mualaf, dan bukan dari kalangan berada. aku sudah laksanakan tahlilan 7 hari atas permintaan orang tua dan saudara-saudara istriku. dan tgl 12 april 2008 pihak keluarga istriku akan melaksanakan tahlilan hari ke-40. jujur saja, semua tdk sesuai keinginan nuraniku. hampir pecah rasanya kepala memikirkan itu. sebagai orang muslim, panutanku yang mulia Muhammad saw, kurang apa beliau, kurang apa para sahabat beliau, mengapa mereka tdk melaksanakan tahlilan? kalau tidak ada hadistnya, atau penjelasannya dalam Al-Qur’an, kenapa sich kita ambil resiko untuk mengira-ngira manfaatnya. tdk melaksanakan tidak ada sangsinya kok. neraka itu resiko yang tidak boleh ditempuh. jangan sampai. aku hanya ingin diberi kesempatan memikirkan kelanjutan hidup yang masih hidup, anak-anakku. tidak semudah yang dibayangkan. tidak sesederhana kelihatannya. shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, Insya Allah sudah mendiang ambil bagiannya. sekarang beri aku kesempatan mendidik anak-anakku untuk jadi anak-anak yang shalih, lalu akan kuajarkan mereka untuk selalu mendo’akan ibunya. jangan bebani aku dg hal-hal yang tak perlu kutanggung. GOD HELP ME!!!

  37. chusnul

    bismillahirrohmanirrohim
    berbicara tentang tahlil,untuk itu saya sampaikan sedikit kata semoga manfaat bagi kita semua amin.
    menurut saya perbuatan tahlil merupakan suatu hal yang tidak dilarang asal dengan tujuan betulbetul mendoakan niat ihlas untuk orang lain dan untuk diri kita.toh pada akhirnya apa yang kita ucapkan dan perbuat selalu untuk menyenangkan orang lain dan silaturohmi

  38. Johnson

    Kami tidak merasa dihibur atau disenangkan, tapi dibebani, biayanya banyak mas, pusing mikirnya, capek. Kami pingin istirahat, menata kembali kehidupan kami yang berantakan. Mencoba kembali hidup normal. Bisa bekerja kembali seperti biasa. Mengingat-ingat kembali orang yang kami cintai, padahal sudah tidak ada, sangat…, sangat menyakitkan, dan sama sekali tidak ada nilai hiburannya. Biarkan kami hidup normal kembali, sibuk bekerja dan belajar, untuk menghilangkan rasa sakit ini. Aku sudah berada di jalan ini, jalan yang menurutku benar, dan ada yang aku panuti. Junjunganku dan para sahabatnya, tidak pernah melakukan ini. Kalau pernah, pasti ada tuntunannya, pasti ada hadistnya.

  39. osbon

    Allahummagfir lil Muslimin Walmuslimat al ahyaai mihum wal amwaat
    (Ya Allah Ampunilah dosa bagi orang Muslim dan Mu’min baik yang masih hidup maupun yang sudah mati) ini tentunya bacaan wajibbagi para khotib saat sholat jum’at

  40. bungasrikandi

    pengalamanku sbg ibu2 yang terjun langsung di masyarakat, hal2 spt tahlilan dll memang tdk bs dihindari, tapi kita bisa berkompromi dan meniadakan pro kontra tahlilan tsb.Ini yg kami lakukan :
    1. Keluarga kita beri pengertian untuk tidak melakukan apa-apa (menyiapkan tempat, menyiapkan makanan dll, pokoknya tidak mengeluarkan materi sedikitpun), semua dikerjakan secara gotong royong oleh tetangga.
    2. Acara yang biasanya diisi tahlilan, kita ganti dengan acara yg diisi oleh tausiah, yang intinya memberikan kekuatan moral, mengingatkan bahwa kematian adalah hal yang biasa, kita semua akan mengalaminya. Dan waktu berduka cukup sampai hari ke-2. Selanjutnya keluarga diberi semangat untuk menata kehidupannya kembali
    3. Perhatian kita tidak sebatas mengurus jenazah, tetapi kehidupan setelah itu. Biasanya kami menyediakan logistik untuk seminggu setelahnya, mendaftarkan anak-anak yang ditinggalkan (yatim/piatu) ke organisasi atau mesjid setempat untuk dibantu baik secara moril maupun materil.

  41. aing

    inamal amalu biniat kan

  42. h_mustamid@yaoo.com

    yang pasti bedebat tentang tahlilan tidak ada gunanya, la wong pemahaman syariah dari daratan yang berbeda. klo orang memperoleh ilmu syriahnya dari daratan timur tengah pasti menolak tahlilan ( bukan Tahlil ) sebab aluran pekirannya dipengruhi oleh syeh Imaam moh. Abduh.dan murid2nya. namun yang mengamalkan tahlilah mengikuti warisan wali songo yang kebanyakan ilmunya dari negara Yaman yang alur pemikirannya ber bau pluralis.

  43. honey

    ass.
    diskusi ini sgt menarik sekali.buktinya banyak sekali peminatnya hingga ada yg naik darah ,naik pitam, naik tangga (he3).menurut ana sndr sebaiknya kita tdk ush lah saling menyalahkan krn semua punya dalil msg2 dan berpegang bteguh dgn apa yg tlh diyakininya.yg tdk mau tahlil benar dan yg tahlil jg tdk salah.knp ana katakan demikian krn msg2 pny dalil.khilaf di antara para ulama itu merupakan rahmat, krn akan membuat msg2 or akan meluangkan wktunya utk belajar ilmu akhirat untuk mencari dalil yg memperkuat pdptnya.mslhnya ini sdh dr zaman alif kok gak ada damai2nya. org kafir dah sampe k bulan, pake robot, jalan di planet2 org islam di indo msh ribuuuuuuuuuuuuuut aja soal tahlil,maulid,ratib.yg gak mau baca silahkan lah gak ush nyalah2in org lain.yg mau baca jg hrs tahu apa yg dibaca dan tujuannya.makanya wajib bg setiap muslim itu belajar agamanya.jgn seperti JIL atau ahmadiah yg jls2 sdh menodai ISLAM.nah yg seperti ini yg hrs kita basmi dr muka bumi indo agar akidah islam kita selamat.islam kok bebas?!pasti ajarannya dtg dr negeri kafir!!!nabi baru?mimpi kali ye…..kasian ya pengikut ahmadiah udh mau di cuci otaknya oleh antek2 inggris,kan dtgnya dr sono tuh!
    untuk saudara2ku gak usah berdebat lg lah……….gak capek ta?

  44. ahmad_sy

    Tentang tahlil

    Untuk sementara saya tidak berbicara banyak tentang apa yang di sebutkan di atas. Namun sedikit yang ingin saya sampaikan. Tentang boleh tidaknya suatu amal itu Di lakukan,

    Agama islam sebenarnya sangat mudah. Dan memudakan saat kita menghukumi sesuatu.
    Pada intiniya jangan memcampuradukan mana itu ibadah dan mana itu muamalah.

    Prinsip dari ibadah. Selama belum ada perintah. Maka hukum ibadah adalah haram. Prinsip dari muamalah adalah selama belum ada larangan baik hadish atau alquran, maka hukumnya boleh…
    Anda setuju…..!

    Pertanyaaan….
    Apakah tahlilan termasuk atau di kategorikan suatu ibadah…..?
    Silakan teman teman bisa perpedapat…..!
    Teman saya perpendapat bahwa itu merupakan ibadah karena waktunya di tentukan seperti halnya sholat.

    Pertanyaan…….!
    Apakah setiap perbuatan yang di tentukan waktunya itu termasuk ibadah…?
    Ada yang berpendapat…..!
    Teman saya mengatakan bahwa di dalamnya terdapat bacaan 2 seperti halnya sholat.

    Pertanyaan…!
    Pertanyaan berulang, Apakah setiap perbuatan yang di dalamya terdapat bacaan adalah perbuatan.ibadah juga……….?

    Katanya Bahwa berkumpul2 dirumah ahli maiyit dan mereka membuat makanan untuk orang yang datang itu oleh sahabat sahabat dan tabiin dianggap meratap.

    Pertanyaan…..!
    Jika kita lihat secara seksama berarti itu perkataan atau pendapat sahabat2 nabi dong…..atau bukan hadish atau perkatan nabi ……dalam hal ini ada banyak pertanyaan:

    1.apakah rosulullah pernah mengatakan langsung kepada sahabat bahwa berkumpul di rumah ahli mayit dan merekah membuat makanan untuk yang datang adalah merupakan salah satu bentuk ratapan…..?
    Kalau ada, tolong dong carikan hadisnya……!

    2. apakah anda tahu kondisi atau sebab saat sahabat umar mengatakan hal itu….?

    Bisa anda jelaskan……..jangan ngarang loh!

    3. apakah termasuk juga berkumpul untuk melaksanan doa termasuk ratapan..?
    Bukankah doa dengan banyak orang itu lebih mustajab, dibandingkan dengan berdoa sendiri?

    Ada yang memberi tanggapan…..!

    Ada yang mengatakan bahwa itu salah satu bentuk pemborosan dalam hal harta, sedangkan menurut agama.bentuk pemborosan adalah sesuatu yang haram.

    Pertanyaan……….!
    Yang di maksud pemborosan menurut anda apa..? apakah jika seseorang mengerluarkan hartanya dengan niat sedekah termasuk pemborosan…….?

    Anda bisa berkomentar……..!

    Masalahnya di haruskan untuk di laksanakan, itu yang membuatnya haram. sehingga itu bisa menjadi beban bagi yang melaksanakan.

    Pertanyaanku ku simpan dulu.
    Masalahnya dalam hal ini aku ingin sekali berkomentar…”mungkin mas sudah ketahui, bahwa setiap amal apapun jika tidak di laksanakan dengan iklas, akan menjadi beban, sehingga sulit untuk dilaksanakan. Misalkan saja pada ibadah sholat, jika tidak iklas maka itu juga kan menjadi beban bagi yang melaksanakan. Buktinya banyak sekali yang tinggal sholat. berbedah dengan jika melaksanakan dengan hati iklas.. mungkin sangat ringan untuk di laksanakan,bahkan seadainya itu merupakan kebutuhan. “.

    Pertanyaan…………………..!
    Apakah sesuatu yang diharuskan yang membawa kebaikan bisa membuatnya haram,misalkan di haruskan bangun bagi. Diharuskan berolaraga, dan lain2.?

    Ada yang mau berpendapat lagi….!

    Saya tidak berkomentar tapi bertanya “ apakah tahlil itu juga membawa kebaikan ?’

    Okeh mas kita gantian sekarang mas yang bertanya aku menjawab. Insya allah saya mempunyai banyak bahan untuk memjawab pertanyaan mas tentang ini. Saya mempunyai reperensi. Sehingga Apa yang saya jawab bukan murni jawaban saya,di samping pendapat saya.

    Oke aku jawab.
    Namun saya harap anda mau membuka pikiran anda ,karena saya sangat percuma mengisi air dengan gelas tertutup.atau sudah terisi air penuh sebelumnya.

    Tahlil membawa kebaikan diantaranya.:

    1.mendapatkan pahala, karena kita bisa melaksanakan apa yang diperintakan oleh allah.meskipun hanya hari2 tertentu saja, lebih bagus jika kita lakukan setiap saat sesui dengan kemampuan kita..

    Seperti yang terdapat banyak ayat dalam alqur’an untuk perintah untuk selalu berdzikir.
    Apakah saya harus memberikan ayatnya, lebih baik cari sendiri…., saya yakin banyak sekali ayatnya….!

    2. kita bisa bersiraturahmi. Seperti terdapat pada suatu hadish bahwa bersiraturahmi berpungsi untuk melancarkan rizki dan memanjangkan umur. Insya allah hadishnya tidak dhoip, bisa aku cari. jika anda minta.

    3.kita bisa mempunyai kesempatan untuk bersedekah. Seperti yang kita tahu dari hadish bahwa sedekah bisa menolak bencana atau bahaya yang akan datang kepada kita, di samping mendatangkan banyak kebaikan di dalamnya.

    4. menagajari adab kita saat berdoa/meminta. Yaitu di anjurkan melakukan pujian pujian dulu sebelum kita memintah. Seperti halnya saat kita mau meminta kepada seseorang, tujuanya adalah supaya permintaan kita di kabulkan.

    5.melakukan doa setelah kita melakukan kebaikan kemungkinan doa kita di terimah,
    Masih ingat kisah 3 orang yang terperangkap kedalam gua..hadishnya panjang lo mas….! mirip dengan orang yang telah melakukan pekerjaan kemudian memintah upah, kemungkinan di kasih…..ya…tidak!

    Jika tidak..! berarti . majikan keterlaluan……..sekali, sementara “allah itu maha pengasih dan maha penyayang” ayat ini minimal muncul satu kali pada setiap ayat alquran,kecuali ayat at-taubah, karena isinya adalah ancaman 2 untuk orang kafir. mau lihat…..silakan………!

    Uraiannya cukup bagus……….tapi sayangnya. mas belum cukup ilmu…coba mas beri komentar tentang sedikit kutipan saya di bawah ini….! “

    Telah berkata Imamnya para Ulama, mujtahid mutlak, lautan ilmu, pembela Sunnah. Al-Imam Asy-Syafi’iy di ktabnya ‘Al-Um” (I/318).

    “Aku benci al ma’tam yaitu berkumpul-kumpul dirumah ahli mayit meskipun tidak ada tangisan, karena sesungguhnya yang demikian itu akan memperbaharui kesedihan”[1]”

    Tahu tidak mas …. orang bodoh adalah orang yang mengaku dirinya pintar atau orang yang menganggap orang lain bodoh. Yang jelas saya menulis ini bukan untuk alasan itu. Namun ini adalah merupakan salah satu dari wujud ekpresi saya untuk ingin selalu menambah ilmu saya. Dan saya akui bahwa saya memang masih sedikit tentang ilmu agama. Namun terkadang karena kebiasaan saya hoby membaca buku.termasuk buku agama. Hal itulah yang membuat saya banyak berkomentar”

    Oke….mas aku akan berkomentar terhadap yang anda kutip.

    1.menurut pengetahuan saya teryata orang yang membid’ah tahlil kebanyakan pendapatnya adalah kutipan” sehingga sipatnya hanya ikut ikutan .ini saya rasakan banyak tulisan yang sama yang tersebar di internet.bukanya bagaiman kita berpikir terhadap sesuatu yang kita terima. Seperti halnya perintah alquran menyuruh kita untuk selalu berpikir. Atau perintah untuk menyaring setiap informasi yang kita terimah..
    Celakanya kutipan tersebut sudah bercampur dengan pikiran yang mengutip sebelumnya dengan pikiran dan pemahaman sendiri…… karena terkadang satu tulisan sumber, bisa di artikan berbeda bagi pembaca pembacanya. Dikarenakan perpedaan latar belakang, tujuan ataupun sudut pandang. Masing masing..

    Saya tidak melanjutkan tulisan ini ,karena diluar jalur pertanyaan. silakan mas berkomentar dulu…!

    Lansung saja……!

    Secara logika saja mas ya…. Seandainya saja. Banyak orang yang kumpul di rumah anda yang kemudian dikasih makan oleh anda. Namun sayangnya orang tersebut hanya sekedar kumpul saja.tampa melakukan apapun. Apakah anda relah….?
    Okeh…ga usah banyak orang, misalkan satu saja, yang mau makan dan tinggl di tempat anda. Namun yang di kasih makan hanya duduk duduk saja malahan sambil merokok tampah melakukan timbal balik . misalkan ,kenyataanya bukan saudara anda. Apakah anda relah…juga.?

    Apa hubunganya ?

    Hukum tidak boleh nya dalam agama dan termasuk perbuatan dosa. Menurut Alquran dan sunnah. Adalah :
    1. membuat orang lain susah
    2. membuat orang lain sedih.
    3. membuat orang lain celaka.

    Kenyataanya sangat berbeda, seandainya orang orang berkumpul tersebut adalah atas keinginan anda dan mau melaksanakan apa yang menjadi pikiran anda. Apakah anda merasa senang ataukah sedih. Dan anda sangat tidak enak jika anda tidak mempunyai timbal balik kepada mereka, dan anda akan merasa puas jika anda bisa memberikan timbal balik kepada mereka walau hanya sekedar makanan.

    Hukumnya boleh dalam agama dan termasuk mendapatkan pahala jika :
    1. kita bisa berbuat baik kepada orang lain.
    2. membuat orang senang kepada orang lain
    3. menolong orang lain.

    Coba perhatikan kata kata terakhir “demikian itu akan memperbaharui kesedian “ atau bisa di katakana “menambah kesedihan tuan rumah” disinilah letak tidak bolehnya dan alasan inilah kenapa imam syafiiy membenci .

    Sebelum menutup pembahasan ini . saya ingin bertanya dulu kepada mas……?

    Mana yang lebih benar…., perkataan allah dan rosulnya, ataukah perkataan sahabat-sahabat atau ulama-ulama.? 
    untuk yang berkomentar silakan langsung menulis langsung ke email saya : ahmmul@gmail.com insya allah akan membalas secara pribadi, bagi yang menginginkanya. */
    - – >

  45. ahmad_sy

    Untuk saudara yusuf dan untuk semuanya baca di bawah ini:

    Tentang:

    BERDOA MENGHADIAHKAN PAHALA KEPADA ORANG YANG TELAH MENINGGAL

    Doa dan ibadah baik maliyah (seperti shadaqah dan hajji )maupun badaniyah (sholat dan bacaan qur’an) bisa bermanfaat untuk mayyit berdasarkan dalil berikut ini:

    1. Dalil Alquran:

    Artinya:” Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa : Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami” (QS Al Hasyr:10)

    Dalam ayat ini Allah SWT menyanjung orang-orang yang beriman karena mereka memohonkan ampun (istighfar) untuk orang-orang beriman sebelum mereka. Ini menunjukkan bahwa orang yang telah meninggal dapat manfaat dari istighfar orang yang masih hidup.

    2. Dalil Hadits

    a. dalam hadits banyak disebutkan doa tentang shalat jenazah, doa setelah mayyit dikubur dan doa ziarah kubur. Tentang doa shalat jenazah antara lain,
    Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: Dari Auf bin Malik ia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW setelah selesai shalat jenazah-bersabda: Ya Allah ampunilah dosanya, sayangilah dia, maafkanlah dia, sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah dia dengan air es dan air embun, gantikanlah untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya dan peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka (HR Muslim).

    Tentang doa setelah mayyit dikuburkan, Rasulullah SAW bersabda:

    Artinya: Dari Ustman bin Affan ra berkata: Adalah Nabi SAW apabila selesai menguburkan mayyit beliau beridiri lalu bersabda: mohonkan ampun untuk saudaramu dan mintalah keteguhan hati untuknya, karena sekarang dia sedang ditanya.
    (HR Abu Dawud)

    Sedangkan tentang doa ziarah kubur antara lain diriwayatkan oleh Aisyah ra bahwa ia bertanya kepada Nabi SAW:

    Artinya: bagaimana pendapatmu kalau saya memohonkan ampun untuk ahli kubur ? Rasul SAW menjawab, Ucapkan:

    (salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada ahli kubur baik mumin maupun muslim dan semoga Allah memberikan rahmat kepada generasi pendahulu dan generasi mendatang dan sesungguhnya insya Allah kami pasti menyusul) (HR Muslim).

    b. Dalam Hadits tentang sampainya pahala shadaqah kepada mayyit

    Artinya: Dari Abdullah bin Abbas ra bahwa Saad bin Ubadah ibunya meninggal dunia ketika ia tidak ada ditempat, lalu ia datang kepada Nabi SAW untuk bertanya: Wahai Rasulullah SAW sesungguhnya ibuku telah meninggal sedang saya tidak ada di tempat, apakah jika saya bersedekah untuknya bermanfaat baginya ? Rasul SAW menjawab: Ya, Saad berkata: saksikanlah bahwa kebunku yang banyak buahnya aku sedekahkan untuknya (HR Bukhari).

    c. Dalil Hadits Tentang Sampainya Pahala Saum

    Artinya: Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang meninggal dengan mempunyai kewajiban shaum (puasa) maka keluarganya berpuasa untuknya (HR Bukhari dan Muslim)

    d. Dalil Hadits Tentang Sampainya Pahala Haji

    Artinya: dari Ibnu Abbas ra bahwa seorang wanita dari Juhainnah datang kepada Nabi SAW dan bertanya: Sesungguhnya ibuku nadzar untuk hajji, namun belum terlaksana sampai ia meninggal, apakah saya melakukah haji untuknya ? rasul menjawab: Ya, bagaimana pendapatmu kalau ibumu mempunyai hutang, apakah kamu membayarnya ? bayarlah hutang Allah, karena hutang Allah lebih berhak untuk dibayar (HR. Bukhari)

    3. Dalil Ijma

    a. Para ulama sepakat bahwa doa dalam shalat jenazah bermanfaat bagi mayyit.

    b. Bebasnya utang mayyit yang ditanggung oleh orang lain sekalipun bukan keluarga. Ini berdasarkan hadits Abu Qotadah dimana ia telah menjamin untuk membayar hutang seorang mayyit sebanyak dua dinar. Ketika ia telah membayarnya nabi SAW bersabda:

    Artinya: Sekarang engkau telah mendinginkan kulitnya (HR.Ahmad)

    4. Dalil Qiyas

    Pahala itu adalah hak orang yang beramal. Jika ia menghadiahkan kepada saudaranya yang muslim, maka hal itu tidak ada halangan sebagaimana tidak dilarang menghadiahkan harta untuk orang lain di waktu hidupnya dan membebaskan utang setelah wafatnya.

    Islam telah memberikan penjelasan sampainya pahala ibadah badaniyah seperti membaca Alquran dan lainnya diqiyaskan dengan sampainya puasa, karena puasa adalah menahan diri dari yang membatalkan disertai niat, dan itu pahalanya bisa sampai kepada mayyit. Jika demikian bagaimana tidak sampai pahala membaca Alquran yang berupa perbuatan dan niat

    ======================///////////////////////////////==========================
    Di kutip dari referensi yang baru saya dapat, dengan tulisan arab di hapus, untuk menghemat halaman. Dan ,ini adalah salah satu pendapat ulama yang menyatakan bahwa tidak hanya ibadah maliyah saja yang bisa sampai ke mayyit

    =====================////////////////////////////////==========================

  46. M Arief B

    kok pada ribet sih… 2h musuh islam di luar pada tepuk tangan… hehehehehe…
    udah lah, amalku amalku amalmu amalmu, ngapain ngribetin sesama muslim.
    FASIK SEMUAAAA…..!!!!!!

  47. john

    assalamualaikum wr. wb.
    aku hanya ingin ungkapin perasaanku yg telah ditinggal ibu yg paling kucintai melebihi cintaku pada diriku ini. setiap aku puasa, aku sedekah, aku sholat sunah, aku kususkan untuk ibuku. krn aku orang yg bodoh, orang kikir dan orang yg hina, aku selalu istighfar dulu sebelum berbuat, karena aku tidak tahu kebenaran itu hanya dari Tuhanku. aku selalu tahlil sendiri dengan keluargaku setiaphari, aku bacain surat yasiin setiap habis sholat subuh aku kususkan untuk ibuku. ya semua ibadah adalah untuk Allah SWT semata. ingat “Allah itu Maha Kaya Dia tidak memerlukan ibdahku” akulah yg membutuhkannya dan aku hanya ingin menjadi anak yg berbakti pada ibuku. bahkan aku rela menjadi teman didalam barzakh ibuku dan yang aku bisa hanya dengan amalku. sudah beberapa tahun aku berpedoman ikhlas dalam beribadah ke Tuhanku tanpa pamrih surga atau neraka. ya… ternyata ikhlas itu milik Allah semata…. aku ini orang kecil yang tak berdaya , ya aku ikhlas kepada diriku sendiri tapi orang didekatku gimana? jikalau bisa ya Allah biarkan aku menjadi jembatan orang 2 yang kucintai kedalam surga_Mu dan biarkan aku menjadi orang yg engkau ridhoi dan menjadi ahli bersyukur atas nikmatmu….aku takut sekali mengharap pahala untuk diriku….tapi aku ingin jikalau semua ibadahku menjadi kebaikan orang2 disekitarku….Allah engkau Maha perkasa, Maha benar,lagi Maha mengetahui yang ada dihati seseorang. mpunilah dosa saudara2ku.amin
    Wassalam

  48. rendah diri

    ini pengalaman saya,
    tetangga mengadakan tahlilan utk orang meninggal. saya ikut jadi peserta.
    sesudah doa2 selesai, dibagikan bungkusan nasi komplit lauk ke semua peserta.
    setelah itu mereka sepakat mengumpulkannya lagi bungkusan itu utk diberikan kpd dua peserta (asumsi saya orang yg tdk mampu).
    untuk apa nasi2 itu dikumpulkan? jawab mereka, utk pakan ayam. weh.
    betapa sulitnya ngumpulkan rejeki buat beli beras, repotnya memasak nasi dan lauknya hanya utk diberikan buat makanan ayam?

    ada lagi.
    kerabat saya membuat pernyataan, wajib hukumnya mengadakan selamatan utk orang mati. jika tdk, ia mati spt hewan saja.
    kalo dia makan dan minum, biri-biri juga makan dan minum, apa dia spt hewan?
    mungkin bagi orang mampu, tdk masalah bikin acara ini. tapi kalo tdk mampu gmn?

    pertanyaan saya:
    1. apa saja rukun selamatan?
    2. berapa orang kuorum?
    3. makanan apa saja dan brp byk yg hrs disediakan? (zakat fitrah aja cukup beras 2,5kg per tahun buat mensucikan diri)
    4. warga apakah di negara2 arab dan penduduk muslim di eropa jg melaksanakan ini?
    5. angka2 1, 3, 7, 40hr, 1 thn, 2 thn 100 hr dpt dr mn? (kenapa gak 1,3, 37, 387, 1111 hr?)

  49. azwar

    Sebaiknya mari kita dudukkan persoalannya pada tempat. Mari kita urut satu persatu
    1. Apakah ada dasarnya
    2. Kalau ada dasarnya lakukan. Tapi tahlilan hukumnya mungkin tradisi, sunnah dan tidak WAJIB.
    3 Selanjutnya kita kaji , apakah kita mampu melaksanakannya. Kalau tidak mampu dalam arti luas jangan laksanakan , nanti akan membebani diri.
    4. Beragama itu kita harus tahu hakekatnya yang sebenarnya , jangan berpegang pada satu guru saja, cari banyak guru dan literatur supaya terasa perbandingan dan manisnya iman.
    5. Yang penting kita tidak menyalahkan , tapi buat pengertian sehingga orang menjadi paham
    6. Yang paling penting kita harus menjalankan dan menghayati RUKUN ISLAM, RUKUN IMAN dan IHSAN, serta mengkaji lebih dalam tentang AL Qur an dan Al Hadist dan sekaligus menerapkan dalam kehidupan sehari hari . insya Allah menjadi berkah. Mari kita telaah Al Qur an setiap hari, moga moga dapat hidayah amin ya rabbal alamin

  50. pakai otak dan hati

    kadang orang pengennya nyalahin orang lain aja……….
    (sok paling bener) ketika orang selalu mencari kesalahan orang lain itu menandakan dirinya seperti itu…..
    coba kalo selalau berprasangka baik ya orang itu yg baik sendiri…
    siapa yang bilang tahlilan wajib…..????
    tahlilan itu baik …ommmm
    bukan wajib…ommmm
    ketika suatu waktu tetangga gak bisa makan karena gak punya uang…..
    eh tiba2 ada undangan tahlilan …dapat deh makan…sama keluarga apa ndak dapat pahala tuh orang yang ngadain tahlilan ommmmm…………(kisah beneran)
    soal nyampai atau tidak bukan urusan kita…..ommmmm
    setahuku ALLAH MAHA KUASA apa saja bisa terjadi….
    tugas kita berdoa saja ommm.. dengan penuh pengharapan….

    ” sy pernah tanya seorang kyai (insya Allah) yg bener2x ahli urusan akhirat
    kalo gak percaya datang bareng kesana gak usah ngomong tujuannya nanti kan dia tau sendiri…ommmmmm

    apa katanya????
    Doa semua akan sampai gak ada yang gak sampai ke Allah…. Allah maha mendengar….
    nah tinggal dikabulkannya atau tidak ini tergantung pada si pendoa sendiri…ommmm
    dan orang yang didoakan….

    coba bayangin… mungkinkah seorang pembunuh didoakan terus menerus..????

    Coba kalo orang itu baik sering bersedekah pasti yang disedekahi akan berdoa terus????

    jangan sedikit2 bid’ah ,sedikit2 bid’ah, bid’ah kok sedikit??
    bidah terbesar adalah pembukuan Alqur’an apa ini tidak baik?????

  51. nurani

    “ketika orang berdoa untuk orang lain itu adalah kepribadian yang terpancar dari dirinya….
    “ketika orang selalu mencari kesalahan orang lain….ya itu mencerminkan dirinya…

    Baik mana orang yang berdoa untuk sendiri sama mendoakan orang lain?????

  52. msh ada jln pulang

    apakah sahabat2 nabi melakukan selamatan atas wafatnya rasul?

  53. pakai otak dan hati

    kenapa pertanyaanya gak begini…
    apakah sahabat2 nabi melakukan berdoa atas wafatnya rasul?
    kenapa selalu permainan kata kata ommmmmm?????????

  54. n19ht

    tetangga saya (penarik becak) memaksakan diri menyelenggarakan selamatan utk orang mati (mengira ritual itu wajib hukumnya), padahal dia hidup pas2an.
    penerima makanannya adalah para pengusaha, orang2 mampu dan pns yg berkelebihan.

  55. nurani

    @n19ht
    kalo anda jadi tetangganya kenapa gak anda bantu pakai uang anda, entah itu untuk tahlilan atau untuk apa kan yang penting anda bantu pakai uang anda seperti apa keihlasan anda??????????
    Allah SWT maha melihat ommm????
    Anda kasihan sama Tukang becak????????
    Allah lebih Rohman n Rohim ommmmmmm?????

  56. Demak

    orang cina mati butuh 7 hari bersemayam utk di kremasi, kmdian abu disimpan dirumah.

    orang islam hanya butuh waktu kurang dari 24 jam semayam sebelum dikubur. urusan selesai, membuka urusan lain yg lbh penting..
    orang islam tdk memerlukan mengenang wafat seseorang, lihatlah kenyataan kita tdk prnh memperingati wafatnya rasul2.
    kita seharusnya hanya mengenang jasa besar semasa hidup, bukan waktu kematian seseorang.

  57. nurani

    @ Demak

    jika orang itu yang berjasa besar semasa hidup kepada Anda (Demak) sekarang orang itu telah mati apa yang akan anda perbuat???????
    Jika orang itu yg paling Anda sayangi melibihi Anda ( misal,Anak, Istri atau Ortu ) apa yang anda perbuattttt……. apa hanya mengenangnya???????

    Jika Anda ingin masuk surga?????
    Apa anda tidak ingin orang yg anda sayangi juga masuk surga?????
    ( walaupun Surga hak prerogatif ALLAH)
    Usaha apa yang anda bisa????????

  58. demak

    dosa dan pahala akan dipikul sendiri2 oleh masing2 manusia.

    Fushshilat ayat 46:
    “Barangsiapa yang beramal shalih maka pahalanya adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang berbuat jahat maka dosanya atas dirinya sendiri. Dan tiadalah Tuhanmu menganiaya hamba-hambaNya.

    Al Israa’ ayat 7:
    “Jika kamu berbuat kebaikan berarti kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat kejahatan maka akibatnya bagi dirimu sendiri.”

    Apabila seorang anak Adam meninggal, maka akan TERPUTUS AMALANnya kecuali tiga perkara :
    1. shadaqoh jariyah (contoh: bikin madrasah atau nyumbang kulkas ke panti asuhan yg bisa terus menerus digunakan utk usaha es lilin dll.
    2. ilmu yang bermanfaat, kalau kita menemukan teori2 fisika atau ilmu kedokteran baru yg bisa digunakan utk orang sedunia.
    3. anak shalih yang mendoakan kepada orang tua. mampu mendidik anak shg mjd sholeh, takwa, hidup dgn tertib, suka menolong, tdk merugikan orang lain, tdk kriminal. sudah jelas bhw Doa dimaksud adalah oleh anak sendiri bukan warga satu RT.
    Kalau 1, 2 atau ketiganya kita punya maka pahala akan mengalir walau udah mati.

  59. nurani

    @Demak
    cocok sekali…..dengan anda………
    sianak shaleh tidak merasa lebih shaleh dari orang seRT( tidak ada orang shaleh merasa dirinya shaleh)
    maka sianak minta bantuan orang seRT….siapa tau ada orang yang lebih shaleh dari dirinya…….

    mohon maaf lahir batin

  60. demak

    jika orang se RT yg sangat shalih berdoa utk orang mati, itu tdk akan berguna.
    tapi, hanya doa anak sendiri yang sampai ke Allah.
    (hal ini berdasar ayat dan hadits, bukan dari logika manusia)

  61. kudata

    @demak
    mohon dibedakan tahlil karena kematian dengan mendoakan yang sudah mati.
    Kalo mendoakan yang sudah mati tidak ada batas tempat dan waktu. Bukankah ada doa “allahummaghfir lil mukminiina wal mukminat wal muslimiina wal muslimat al ahyaa minhu wal AMWAT”. Jadi kita bisa mendoakan saudara muslim yang sudah meninggal.

    kalau tahlilan dgn definisi pelaksanaan hari ke 7, 40, 1000 kematian seseorang, nah ini yang perlu ditanyakan contoh langsungnya dari nabi Muhammad SAW.
    Allahu A’lam. Mohon maaf lahir batin

  62. nurani

    @Demak

    kasihan orang yang gak punya anak ya………
    ini banyak perbedaan …
    ada anak shaleh bukan berarti anaknya ommmmm…….
    (bisa anak pungut,bisa anak yg pernah di kasih sodakoh si mayat ktk masih hidup)
    gak ada doa yg gak sampai…
    tergantung keyakinan akan siapa TUHAN itu….
    tidak ada yg mustahil bagi Allah Azza Wa Jalla…

    sebenarnya gak ada masalah….
    si anak hanya berniat tdk menyinggung perasaan tetangga/ dr pada ada fitnah..
    ini untuk sedekah dan berkumpul berdoa bersama….(apa dosa)..
    kalau ada pahala itu kan urusan TUHAN justru yang melarang ini apa dasarnya??

    Kenapa didunia banyak agama????
    Kenapa Islam banyak aliran???
    Apakah agama2 sebelum Islam salah????
    kata Islam bisa dijabarkan????

    Apakah TUHAN yg maha pengasih dan penyayang menyiksa hamba-hamba-NYa????

  63. kudata

    @nurani
    bisa tahu sumbernya yang menyatakan anak shaleh yang dimaksud bisa juga anak pungut dll ?
    mohon jangan diartikan nasihat dari sesama muslim merupakan pengambilalihan otoritas Tuhan. Bukankah semua merugi kecuali (salah duanya) “orang yang saling menasihati di dalam kebaikan dan kesabaran”.
    Bukankah setiap ibadah yang tidak ada contohnya dari nabi akan tertolak ?

  64. demak

    @nurani

    bagi kebanyakan orang, punya anak adalah kebanggaan bahkan bisa menimbulkan kesombongan. akan tetapi hal itu mempunyai tanggung jawab besar. orang tua diwajibkan mendidik anaknya menjadi orang shaleh.
    islam mengajarkan manusia membina keluarga. keturunan diharapkan terjadi dari perkawinan yang sah. kata bin atau binti menunjukkan keturunan dari seorang ayah yang terang. anak pungut bagi islam tdk berhak atas harta warisan dari ayah pengadopsi. budaya indonesia mengenal sebutan bapak bukan hanya utk bapak biologis tapi juga utk orang lain yg tdk dikenal. misal kata bapak suharto tdk bisa diinggriskan mjd father suharto. kata ini bisa menimbulkan kekeliruan pemahaman.

    kemungkinan jika seseorang yg tidak mempunyai keturunan akan diberikan perhitungan lain di akhirat kelak.

    dulu ketika muhammad saw (bukan bapak muhammad) mengajarkan kebaikan di jaman jahiliyah tentu saja merupakan perjuangan yang berat, yaitu mengubah kebiasaan bodoh menjadi kehidupan islami.
    dulu ketika wali di jawa menyebarkan islam, mereka menggunakan pendekatan budaya lama agar mudah terserap masyarakat. misalnya tahlilan, menanam kepala kerbau dll.
    para wali pd waktu itu ingin islam dpt diterima masyarakat jawa dan wali berharap kelak semua tradisi syirik dan bid’ah dapat terkikis seiring dgn perkembangan zaman. kini saatnya kita mengevaluasi kembali, ritual2 apa saja yg sebenarnya tdk sesuai dgn ajaran allah. tuhan mempunyai jalan yang lurus. memang berat perjuangan mengubah kebiasaan2 lama.

    kenapa agama dan aliran banyak jmlhnya?
    milyaran manusia diciptakan dgn milyaran pula rupa wajah dan sifat dasarnya. tdk ada manusia yg sama persis. ada cina, batak, arab dll. bayangkan jika semua wanita memiliki kecantikan yg sama persis, pastilah dunia tdk punya keberagaman yg menarik.
    manusia diciptakan punya akal dan pemikiran. sifat manusia lain dgn malaikat, lain pula dgn syaitan. manusia bisa memiliki pemikiran liar. manusia secara otonom diberi pilihan mengikuti kebenaran atau kemungkaran dengan segala konsekuensi yg harus dihadapi.

  65. ABC

    QS. Al An’aam 116 :
    “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya
    mereka akan menyesatkanmu dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang-
    orang yang mendapat petunjuk.”

  66. nurani

    @Kudata
    Pembukuan Alquran apa ada contoh nya pada zaman Nabi?

    @Demak
    (kemungkinan) jika seseorang yg tidak mempunyai keturunan akan diberikan perhitungan lain di akhirat kelak.
    inilah yang tidak diketahui manusia masss……..
    kemungkinan2 ini banyak terjadi
    kenapa tidak ada rumus pasti didunia ini????
    hanya ALLAH yg pasti..
    kita hanya bisa berharap dan bersyukur saja????
    kenapa banyak perbedaan didunia ini???
    ( ini adalah rahasia Allah yg menciptakan semua ini, manusia tidak berhak menghakimi )
    Bukankah setiap orang pingin kebenaran????
    jangan menganggap orang lain sesat……..
    mendoakan orang lain jelas lebih baik????

    @ABc
    QS. Al An’aam 116 :
    coba ayat itu ditujukan pada siapa dulu?
    pelajari sejarah kenapa ayat itu turun?
    jangan ambil sepotong2?

    Sebenarnya masalah tahlilan ini adalah masalah niat saja? bilangin aja kalau itu tidak wajib sesungguhnya…(dan tidak dilarang)..
    kalau dibilang sesat apa gak malah ada permasalahan????

    mohon maaf lhr batin

  67. kudata

    @nurani
    saya kan menanyakan sumber bahwa yang dimaksud anak shaleh juga termasuk anak pungut dll. Terkait dengan masalah pembukuan Alquran, bukankah kita juga disuruh mengikuti sunnah khulafaur rasyidin ? apakah tahlilan kematian juga ada pada jaman khulafaur rasyidin ?

  68. sonny

    Semuenye hanya ALLAh SWT nyang nentuin diterime ape kaga nye ntu doa,jgan berusaha menjadi hakim nyang nentuin baek ape kaga,bid’ah ape kaga ntar jd ..
    Seharusnye kite berpikir positif..
    aye setuju islam ntu,satu yaitu punye rukun iman & rukun islam yg sama dan ga keluar dari ntu..
    jadi selama ber do’a,tahlilan,kenduri,maulid etc. & semue kite mohonnye cuma kepade ALLAH SWT semata. Nah ntar Dialah Sang pencipta yg Maha Pengasih & Penyayang nyang nentuin dah diterima ape kaga ntu smuenye,manusia mah cuman berusaha aja
    “BERBUAT BAIKLAH KAMU MAKA KAMU AKAN MATI,& BERBUAT BURUKLAH KAMU MAKA KAMU AKAN MATI”..
    kesimpulanye semue akan diperitunginnye ntar di akherat oleh ALLAH SWT..
    Pesan dari guru aye nih : “JADILAH KAMU ORANG BAIK JANGAN JADI ORANG PINTAR KARENA ORANG PINTAR BELUM TENTU BAIK TETAPI ORANG BAIK SUDAH PASTI PINTAR”..
    kurang lebihnye aye minta maap ye..

  69. nurani

    @kudata

    saya kan menanyakan sumber bahwa yang dimaksud anak shaleh juga termasuk anak pungut dll????
    sy juga menanyakan sumber kalau itu (harus) anak kandung???

    tahlil-an=kalimat toyibah- (an kata tambahan )
    apa zaman Nabi tidak ada???;??

    terus adab berdoa untuk orang lain.;apa langsung meminta??????

    AL FATIHAH
    1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemuarah lagi maha Penyayang.
    2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
    3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
    4. Yang menguasai hari pembalasan.
    5. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
    6. Pimpinlah kami ke jalan yang lurus.
    7. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

    bukankah diatas jelas kita wajib memuja-memuji dan menyembah Allah dahulu baru berdoa?????

    memang kita ini siapa langsung berdoa,,,,ya ALLAH berilah aku….,ampuni…….
    (bkn menyalahkan tapi sekedar meruntutkan urutan-urtannya saja)

    tahlil,takbir,dan tahmid dibarengi berdoa adalah lebih baik mengingat kita memuja-memuji dahulu baru meminta pertolongan….

    maaf jika masih krng

  70. demak

    semua perbuatan tergantung niatnya. amalan dilakukan dgn diikuti rukun lainnya yg sudah ditentukan. amalan dilandasi dgn pengetahuan yg cukup. kewajiban manusia selalu mencari ilmu.
    seseorang yg berniat mencari pahala dgn berpuasa, tapi dilakukannya pd malam hari tentunya kurang pas.
    seseorang yg berniat sholat sunah tarawih tapi dilakukan di bulan rajab pasti aneh.
    seseorang yg berniat menafkahi keluarganya tapi dgn jalan berdoa pd berhala jgn harap pahalanya diterima.
    seorang fakir miskin memberi shodaqoh buat pengusaha kaya sama dgn mubazir.
    di atas adalah contoh niat baik tapi amalannya kurang tepat. intinya niat baik bisa bermanfaat jika amalannya sesuai ketentuan.
    saya setuju tahlilan utk orang mati dgn disertai membagi2 makanan tdk wajib dan tdk pula dilarang. harus ditentukan rukunnya dan hukumnya apakah sunah, mubah atau makruh. dan pengetahuan tentang hal itu diumumkan ke masyarakat oleh kiai atau ulama, sebab selama ini anggapan umat, wajib adanya.

  71. Kudata

    @nurani
    bukan masalah di kalimat thoyyibah, tata cara berdoa, dan berdoa ke yang meninggalnya. Tapi penentuan WAKTU pelaksanaannya yang diKHUSUSkan 7, 40, 100, dan 1000 harinya. Apakah ada mengenang 100 hari meninggalnya abu bakar, tahlilan 7 hari wafatnya amr bin ash, 1000 hari wafatnya umar bin khattab, tahlil 40 hari meninggalnya salman al farisi ?
    Barangkali bisa ditanyakan ke masyarakat umum (bukan lingk. pondok lho ..) ttg pemahaman hukum tahlilan 7, 100, dan 1000 hari meninggalnya seseorang. Di lingkungan saya kebanyakan memandangnya wajib.

  72. nurani

    maksudnya wajib saya yakin bukan kalau ditinggal mereka berdosa(spt sholat), tetapi cenderung rasa penghormatan kepada si mayit…….(apa setelah mati terus dibiarkan saja)
    masalah ada atau tidak ada mengenang…..tapi apakah ini dilarang n dikatakan sesat????
    apakah dilarang juga 7,40 m 100hr kok ini dijadikan masalah????

  73. Kudata

    @nurani
    boleh jadi spt itu, tapi paling tidak ada satu sample yaitu saya yang menangkap wajib disitu kalau tidak dilakukan berarti berdosa. Tentang masalah 7, 40, 100, kalau sampai mengkhususkan waktunya, mestinya bukan dicari dalil larangannya tapi dalil tentang contohnya dari nabi. Kalau @nurani menanyakan spt itu, sama susahnya mencari dalil larangan shalat subuh 3 rakaat, dalil larangan shalat ashar 10 rakaat. Allahu a’lam.

  74. introvert

    salah satu kelebihan ajaran islam dibanding agama lain adalah adanya garis batas yg merupakan ketentuan hukum.
    batasan itu misal: syahadat 2 kalimat, sholat 17 rakaat, zakat 2,5 kg, puasa 1 bulan, haji 8910 dzulhijah.
    angka2 ini adalah kepastian yg berlaku utk semua bangsa di dunia.

  75. nurani

    @kudata
    sama susahnya mencari dalil larangan shalat subuh 3 rakaat, dalil larangan shalat ashar 10 rakaat. kalo ini mah gak usah dicari dalilnya anak kecil yang belajar sholatpun akan tau. kalo memang udah tau kok disimpangin ya namanya apa yeee????
    harusnya tau mana yang wajib, sunah n makruh??
    susah kalo berbicara inginya mencari kesalahan orang???
    mungkin sy belum bener banget,…tapi kalo alasannya sholat yg merupakan ibadah wajib wah berabeeee….dalilnya banyak…

  76. izung

    jangan kebanyakan dalil.,,yang penting kita ambil yang terbaik.jangan kebanyakan ngomong bid’ah.,

  77. inferior

    Betul kita ambil yg terbaik.
    Tapi terbaik utk ukuran siapa? yg setuju tahlilan atau yg tdk setuju?

    Salah satu kelebihan ajaran Islam dibanding agama lain adalah ibadah yg bersifat universal sama di setiap sudut dunia. (contoh: Adzan di Mesir sama dgn di New York, tahlilan di Jerusalem = di Pakistan).

  78. ync1225

    Tahlilan, kumpulan jamaah (lebih dari 1orang) yang mendo’akan itu lebih baik dari pada berdo’a seorang diri, siapa tau dari sekian banyak orang yang mendo’akan salasatunya ada yang diterimah Gusti Allah SWT.
    Kalau kamu nggak percaya dan ingin bukti, kamu boleh mati duluan deh tak do’ain rame-rame bersama teman-teman buktikan apakah do’a diantara kami diterima Gusti Allah SWT dan nyampai kekamu! “BUKTIKAN” apakah kamu berani.

  79. zul

    Ass…Saudaraku semuanya seiman…janganlah kita berdebat terlalu jauh ..saya yakin sampai kapanpun kalau seperti ini terus menerus tidak ada selesainya…golongan filsuf =filosofy ( selalu berbicara dengan filosofy tanpa dibarengi dengan dalil yang shahih ) orang2 seperti ini banyak sekali di zaman rosulullah sangat berbahaya karena segala perkataannya dari hasil pemikirannya sendiri. Golongan kedua adalah golongan semi filsul = setengah filosofy ( terkadang memakai filsuf terkadang dalil,serta keduanya ) orang ini juga sangat berbahaya ,karena selalu menggunakan dalil2 yang tidak shohih , dalil2 yang digunakan kadang ditambah kadang di kurangi .sehingga dalil2 atau hadist hadist yang tadinya shohih, jadi dhoif.apalagi yang benar benar dhoif.golongan ketiga adlah non filsuf= bukan atas dasar filosofy ( golongan ini biasa disebut salafy atau salaf) golongan ini tidak berbicara banyak .dan setiap perkataannya selalu dilandasi oleh dalil2 atau hadist yang shohih. kalau dia tidak tahu selalu diakhiri dengan kata wallahu a’lam .Nah saudaraku seiman termasuk yang manakah anda ? hanya anda sendiri yang bisa menjawabnya.Karena apa yang terbetik dalam hati setiap manusia hanya dirinya dan Allah SWT yang tahu. Kalau mau tahlilan atau tidak , mau bicara panjang lebar atau tidak perlu menuntut ilmu yang banyak …….Banyak ulama2 yang fakih seperti muhammad nashiruddin al-albani , abdul aziz bin abdullah binbaz , ustd utsaimin dll .atau buku buku karangan beliau yang asli , . hanya sekian .wassalam.( untuk accida01 apakah anda abu muhammad islam…dari kota brr.. maaf kalau salah )…

  80. iyan

    Hajatan kematian adalah salah satu kebiasaan yang ada dimasyarakat Indonesia. pada hari ketiga, kelima, ketujuh, bahkan hingga hari ke seratus setelah kematian.

    Para orang-orang “pintar “ber-pendapat tentang masalah ini. Ada yang menyebutkan bahwa hajatan atau makan-makan setelah penguburan mayat hukumnya terlarang, karena hal itu dikategorikan sebagai ratapan kepada jenazah, padahal meratapi mayat hukumnya haram.

    Perhatikan keterangan berikut. Jarir bin ‘Abdillah Al Bajali r.a. berkata, “… para sahabat menganggap bahwa berkumpul di rumah keluarga yang meninggal dan makan-makan setelah jenazah itu dikuburkan termasuk niyaahah (meratapi).” (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah).

    Yang lain menyatakan bahwa hajatan bagi jenazah itu hukumnya sunah kalau diniatkan shadaqah.namun pendapat ini,tidak memberikan dalili-nya Oleh karena itu pendapat yang pertama lebih kuat daripada pendapat yang kedua. Apalagi kalau kita tela’ah kehidupan Rasulullah saw. dan para sahabatnya.

    Saat Rasulullah ditinggal wafat istrinya, Khadijah r.a., beliau tidak melaksanakan hajatan apa pun, padahal kita tahu betapa besar cinta Rasulullah kepada istrinya tersebut. Begitu pula saat Rasulullah saw. wafat, tak seorang pun sahabat yang melaksanakan hajatan. Jadi, bisa kita simpulkan bahwa hajatan setelah penguburan jenazah pada hari ketiga, kelima, ketujuh,keseratus.ke seribu dan hari-hari berikutnya, tidak pernah dicontohkan Rasulullah saw. dan para sahabatnya.

    Saya selalu menghormati orang yang melakukan tahlilan. Tetapi berdasarkan ilmu, yang insya Allah kebenaran-nya bisa dipertanggung jawabkan,dalam ceritra kehidupan Rasulullah saw., tidak diceritakan bahwa Rasul melakukan tahlilan ketika orang-orang (anak,istri,sahabat-sahat-nya meninggal) baik sakit ataupun meninggal di medan perang,tidak pernah melakukan tahlilan,kalau tahlil ini di contohkan

    Rasulullah saw. sangat mencintai istrinya, Khadijah r.a., tetapi rasulullah -tidak mentahlilkannya. Rasul mencintai pamannya, Hamzah yang syahid pada perang Uhud, namun beliau pun tidak mentahlilkannya. Tidak ada satu pun riwayat yang sahih yang menyatakan bahwa Rasulullah saw. mentahlilkan orang-orang yang meninggal. Para sahabat pun, ketika Rasulullah saw. wafat, juga tidak mentahlil¬kannya.

    sejarah Islam di atas sebagai fakta yang valid bahwa tahlilah dalam Islam itu tidak ada (tidak dicontohkan Rasul). Aisyah r.a. berkata, telah bersabda Rasulullah saw., “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amal (ibadah) yang tidak pernah kami lakukan, maka amalannya itu ditolak.” (H.R. Muslim).

    Rasulullah saw. adalah teladan bagi umat Islam di seluruh dunia. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah saw. itu suri tauladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Q.S. Al Ahzab 33: 21).

    “Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’.” (Q.S. Ali Imran 3: 31)

    Jadi, meneladani Rasulullah saw. adalah indikator keteguhan hati dan kecintaan kepada Allah. Dengan kata lain, kalau ingin dicintai Allah, kita harus berpegang teguh pada aturan-aturan Allah sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah saw. sebagai utusan-Nya. Apabila ada perselisihan dalam urusan mengamalkan perintah Allah swt., kembalikanlah pada Allah dan Rasul-Nya.

    “Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan pemimpin di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunahnya) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S. An-Nisa 4: 59).

    Dan coba simak surat Al Ahzab 36:
    “Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin,apabila ALLAH dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan,akan ada pilihan yang lain tentang urusan mereka.dan barang siapa yang mendurhakai ALLAH dan Rasul-Nya,maka sesungguhnya dia tersesat dengan kesesatan yang nyata”..

    Mudah- mudahan dengan ayat ini,bisa kita ambil pelajaran ,pelajaran-nya apakah Allah dan Rasulnya memerintahkan kita untuk tahlilan setelah ada kematian ?
    Kalau tidak ada perintah terus kita melaksakan upacara tahlilan itu ,tentu kita termasuk yang ditegur oleh Al Qur’an surat Al ahzab ayat 36

    Wallahu ‘Alam
    Dari berbagai sumber

  81. iyan

    Wahai saudaraku jangan lah menjadi orang yang jumud(beku,tidak ingin tahu,kita sebagai orangislam yang beriman jangan samapi meng kebiri pola pikir kita,sebab tidak akan pernah membalasan kebaikan itu dari hasil-nya,tapi dari usahanya,oleh sebabitu yuk kita sama -sama mencari kebenaran jangan mencari kemenangan,sebab dulu juga ada orang yang di beri tahu tetep menolak,karena kejumudan-nya sebagai mana firman ALLAH SWT surat Al baqarah ayat 170.
    “Dan apabila dikatakan kepada mereka”ikutilah apa yang diturunkan (diajarkan ,diberikan) ALLAH,mereka menjawab “kami hanya mengikuti apa yang yang kami dapati dari nenek moyang kami,” biarpun nenek moyang mereka tidak mengerti sesuatu dan tidak mendapat petunjuk”.

    Saudaraku,kita jangan termasuk kelompok yang disebutkan itu ,mari kita belajar terus,sebab kalau kita tidak mau mengikuti perintah ALLAH dan Rasu-Nya berarti kita menganggap risalah yang diberikn ALLAH kepada RASul itu, belum sempurna,jadi oleh kita-kita mesti di sempurnakan apakah begitu?
    wassalam

  82. ahmad_sy

    Aisyah r.a. berkata, telah bersabda Rasulullah saw., “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amal (ibadah) yang tidak pernah kami lakukan, maka amalannya itu ditolak.” (H.R. Muslim).
    apakah semuah yang tidak di lakukan nabi atau sesuatu yang tidak ada dalilnya adalah bid’ah?

    kita ngambil contoh terhadap sholat.. nabi melakukan sholat malam 11 kali sudah termasuk witir.? apakah jika kita sholat malam sebanyak 20 kali atau 4 kali, amalan itu akan tertolak karena itu tidak di lakukan nabi?

    nabi saw melakukan istigfar sebanyak 100X setiap hari(al-hadist)
    apakah saat kita beristigfar 200 x atau 1000 x amalan tersebut tertolak karena hal tersebut tidak di lakukan nabi?..

    kita ngambil contoh lagi bahwa zakat itu di keluarkan 2,5% setelah mencapai hisabnya. aku tanyakan: apakah seseorang boleh mengeluarkan zakatnya lebih dari 2,5%. misalnya 10% apakah itu tidak boleh dikarenakan rosul tidak melakukan?..

    rosul melakukan pekerjaannya adlah mengembalah kambing dan berdagang, sementara saat ini orang melakukan pekerjaan banyak sekali,seperti guru dan sebagainya.. apakah pekerjaan itu tidak boleh di karenakan rosul tidak melakukan.

    tolong beri saya hujjah, maka saya akan beri hujjah kepada anda tentang apa yang tidak anda perbolekan. sesungguhnya yang berhak mengatakan boleh atau tidak hanya allah dan rosulnya melalui al quran dan hadist.

    kita tahu bahwa wali songgoh memilih kedalaman ilmu yang sangat ,termasuk dalam hal agama. buktinya dengan ilmu dan jasanya agama islam bisa berkembang di nusantara. pertanyaan, apakah anda lebih pintar dari wali songo, sehingga anda mengatakan tidak boleh terhadap tahlilan. sementara wali songo sendiri membolekan…

  83. required

    kenapa setiap saya bertanya rukun tahlilan tdk prnh ada yg menjawab.
    berapa minimal orang yg hrs hadir?
    apakah wajib wudhu?
    apakah syarat minimal jenis makanan yg harus dibagikan?
    siapa yg berhak memimpin acara itu?

  84. ahmad_sy

    saya katakan di sini bahwa tahlilan adalah merupakan suatu kebiasaaan dan bukan merupakan ibadah wajib yang harus ada rukun dan sebagainya, dan seandainya ada seseorang mengatakan itu suatu ibadah wajib. itu berarti dia sudah melakukan bid’ah. dan rata rata orang yang mengatakan itu ibadah adalah orang yang tidak membolekan tahlilan.
    kita harus hati hati dalam berbicara karena pembicaran biasanya akan kembali kepada yang punya….
    lihat hadistnya…

    dari Abu dzar bahwasanya ia mendengar Rosulullah bersabda: seseorang yang melempar tuduhan( mengatakan) kepada orang lain dengan sebutan fasik atau kafir, pasti ucapan itu terbalik kepadanya, apabila temanya( yang dikatai)tidaklah demikian(tidak fasik atau kafir) (HR.BUKHORI / muslim )

    jadi bila ada seseorang mengatakan bid’ah kepada seseorang sementara orang tersebut tidak lah demikian maka secara otamatis dia melakukan bid’ah

    logikanya adalah seseorang yang melarang sesuatu amalan yang dalam syriatnya diperbolekan, berarti dia telah melaksanakan hukum baru dalam beragama, sementara seseorang yang melakukan hal yang baru dalam agama hukumnya adalah bid’ah menurut hadist- hadist shoheh..

    jika seseorang mengatakan mana dalilny tentang perbuatan itu… justru saya akan bertanya balik kepada anda mana dalil laranganya?….

    kita harus tahu dulu apa sh tahlilan dan apa isinya?
    saya akan menjawab isinya dulu..
    1. isinnya adalah upaya untuk mendo’akan si mayit dan mengiriman pahala..
    apakah nyampe..?
    allah berfirman: maka orang orang yang datang sesudah mereka(muhajirn dan ansor) mereka berdoa: ya tuhan kami berilah ampun kami dan saudara saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami ( Al-hasyir ;10),

    rosul saw berdoa saat melayat abu salama yang telah meninggal:
    ya allah ampunilah dosa abu salamah, tinggikanlah derajatnya dalam golongan orang yang mendapat petunjuk berilah keturunan yang baik di belakang hari, ampunilah dosa kami dan dosanya wahai tuhan semesta alam lapangkanlah kuburnya dan terangilah ia dalam kuburnya. (HR.Muslim)
    hadist bersumber dari kitab Riyadhus shalihin karangan iman nawawi..

    tentang mengirimkan pahala:

    Dari Aisya ra. bahwasanya ada seseorang yang berkata kepada Nabi saw : sesunggunya Ibu saya meninggal dunia secara mendadak dan saya kira seandainya ibu sempat berbicara ia akan bersedekah, apakah ia akan mendapatkan pahala jika saya bersedekah untuknya “beliau menjawab: ” ya”.
    (HR.Bukhori dan Muslim)
    bersambung….

  85. ahmad

    melanjutkan pembahasan yang di atas namun kali ini saya tidak panjang panjang dan saya batasi hanya 1 sampai 2 hadist saja, karena akan memakan halaman yang banyak, selengkapnya bukan di bagian ini.
    kembali kepada isi tahlialan, sekarang saya rincikan satu persatu isinya, bagi anda yang belum percaya, di anjurkan untuk ikut tahlilan dengan niat mendapatkan pahala insya allah….

    isi isi dari tahlilan adalah:

    1.membaca tahlil/ kalimat la ilaha illallah,
    hadist nabi saw:
    Dari Jabir ra ia berkata saya mendengar Rosulullah saw bersabda: ” Zhikir yang paling utama adalah LAA ILAHA ILLALLAH(tiada tuhan selain Allah)”
    (HR.Turmudzi)
    2. membaca dzikir/ fujian kepada Allah.
    Allah ta’allah berfirman ” dan sebutlah (nama )Allah sebanyak banyaknya agar kamu beruntung ” (Al- Anfal : 45)
    hadist nabi saw:
    Dari Abu Hurairah re berkata Rosulullah saw bersabda ;” dua kalimat yang rngan di lisan , berat pada timbangan amal di sukai allah yang maha pengasih yaitu subhanallah wabihamdihi, subhnallahil azhim ( maha suci allah dengan memuji kepadanya, mahasuci allah yang maha agung)”.

    3. pembacaan sholawat kepada Nabi saw:
    hadist nabi saw:
    Dari Abdullah bin Ash ra, bahwasanya ia mendengar rosulullah saw bersabda:” barang siapa bersholawat kepadaku sekali maka Allah memberi rahmat kepadanya sepuluh kalli.” (HR. Muslim).
    hadistnya lagi:
    Dari Abu Hurairah ra ia berkata Rosulullah bersabda; ” janganlah kalian menjadikan kuburku sebagai tempat perayaan, dan bacalah sholawat kepadaku karena sesunggunya bacaan sholawat mu akan sampai kepadaku dimanapun kalian berada
    (HR. Abu Daud).

    4. membaca ayat Al-Qur’an.
    hadist nabi saw:
    Dari ibnu Mas’ud ra, ia berkata: rosullah saw bersabda” barang siapa yang membaca kitab Allah(Al-Qur’an) maka akan memperoleh satu kebaikan,setiap satu kebaikan di balas dengan sepuluh kali lipat, aku tidak mengatakan ALIF LAAM MIIN itu satu hurup, tetapi ‘ALIF’ satu huruf ‘ LAAM’ satu huruf ‘MIIN’ satu huruf.”
    (HR. Turmudzi)
    5. membaca istigfar
    tentang surahan membaca istifar banyak sekali dalil baik dari alqur’an maupun al hadist sengaja tidak saya sebutkan di sini karena untuk mempersingkat tulisan, insya allah di bagian lain akan saya bahas.
    6. membaca doa/berdoa
    insya Allah di bagian lain saya akan bahas sedikit rinci dan semua berdasarkan ayat2 Al Qur’an dan Hadist….

    ket:
    semua hadist yang saya sebutkan di sarikan dari kitab Riyadhus shalihin..
    Soal :
    ya.. memang itu semua sudah ada perintahnya dari Al-Qur’an maupun dari Hadist, Masalanya bukankah dzikir itu supaya di lakukan sendiri- sendiri dan setahu saya tidak ada hadist yang menyuruh dzikir berjamaah?…

    jawab:
    saya berpikir jika ada orang yang mengatakan/bertanya seperti itu, saya katakan bahwa sesungguhnya orang itu masih dangkal dalam ilmu agama khususnya Islam ( saya tidak menghina orang tersebut, namun saya ingin supaya dia mau belajar lagi tentang ilmu hadist atau hadist)
    banyak sekali argumen yang ingin saya jawab dari pertanyaan tersebut namun karena dia bertanya tentang hadist maka saya akan sebutkan..
    hadistnya di riwayatkan oleh Muslim:
    Dari Abu Hurairah ra,. Dari Said ra,. keduanya berkata: ‘” sekelompok orang yang duduk berdzikir kepada allah, pasti di kelilingi para malaikat, di liputi Rahmat, di turuni ketenangan, dan di sebut-sebut Allah di kalangan Mahluk yang ada di sisinya”
    (HR.Muslim)

    lebih jelas anda bisa langsung kesumber aslinya yaitu pada kitab : Riyadhus Shalihin karya Al-imam Abu Zakaria Yahya Bin Syaraf An-Nawawi, atau pada terjemahannya Riyadhus Shalihin jilid 2 pada bab keutamaan majlis dzikir, penerbit pustaka amani Jakarta…

  86. gampangsaja

    jikalau anda kalian ingin membuat ritual baru, akan tetapi hal itu menimbulkan keragu-raguan atau perselisihan di antara kalian, maka tinggalkanlah ritual itu. sesungguhnya semua ajaran yang telah disampaikan (dulu) tidak pernah ada yang terlewatkan. (maav ini pendapat pribadi)

  87. ahmad_sy

    betul sekali yang anda katakan; bukan saja pendapat anda dalam suatu hadist rosul juga bersabda ; yang artinya kurang lebih tinggalkanlah hal yang meragukan/ ragu- ragu karena sesungguhnya,keraguan itu berasal dari setan,…coba aja cari sendiri hadistnya..

    saya pernah menganalisis kenapa mereka tidak membolekan tahlilan. dan seandainya saya mempunyai pikiran seperti mereka. mungkin saya juga akan menyetujuinya…. namun sayang sekali. begitu sempitnya apa yang mereka miliki,. sehingga mereka mempunyai prasangka dan semuanya keliru…
    setidaknya ada 7 sangkaan mereka yang sering mereka ulang2 ,kita langsung pada sangkaan nomer dua yaitu bahwa tahlilan adalah merupakan suatu ibadah yang tidak ada contohnya dari nabi…

    pertanyaanya apakah yang menyebabkan keraguan?, jawaban yang pasti adalah ketidaktahuan,atau kebodohan….

    yang anda maksudkan adalah mungkin itu ibadah. dimana suatu ibadah adalah sesuatu yang paket yang sudah sangat sempurna..karenanya kita di haramkan untuk menambah nambah…
    sangkaan nomer 2 dikarenakan apakah mereka belum mengerti mana ibadah wajib dan mana ibadah sunnah. dalam ibadah wajibpun mana ibadah yang langsung kepada allah, dan mana yang ibadah yang berkaitan dengan manusia… ini seharusnya di pahamkan kepada mereka….
    lalu bagaimana dengan ibadah sunnah… ini sungguh luas sekali jika di jabarkan…

    saya katakan di sini tidak ada ritual baru ,… yang anda maksudkan apa ya?….

    jika yang di maksudkan adalah tahlilan… berarti masuk pada sangkaan mereka yang pertama, apa itu?
    tahlilan adalah merupakan acara seremonial yang dilakukan oleh masyarakat saat ada orang yang meninggal……
    ini adalah sangkaan mereka menyebabnya ada 2 hal yang pertama merekah masih belum tahu banyak tentang tahlilan, tentang bagaimana masyarakat melakukan yang kedua mereka belum melihat secara langsung atau belum pernah mempraktekan, sehingga wajar mempunyai definisi seperti itu…

    ini pendapat pribadi…

  88. ahmad

    aku tidak tahu apakah mereka pura pura bodoh dalam hal ini:
    apakah benar peryataan berikut:
    “Sebab setiap ibadah hanya dapat diterima dengan dua sebab yaitu Ikhlas karena Allah dan Sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah.”
    apakah ini benar” tulisan di atas seharusnya di larat karena menurutku dari tulisan itulah mereka setidaknya tidak berkembang pemikiranya’

    kenapa?
    itu bukan ucapan nabi dan tidak ada satu hadistpun yang bunyinya seperti itu” ucapan seperti itu murni dari ustad mereka namun yang sangat saya sesalkan adalah kenapa mereka, seperti memegang teguh ucapan itu seakan itu adalah kebenaran mutlak. kita harus tahu bahwa kebenaran mutlak itu hanya pada al quran dan hadist

    sebenarnya bukan tampa dasar mereka mengatakan seperti itu mungkin hadist yang di tunjuk adalah:rosulullah bersabda:”barangsiapa melakukan perbuatan yang tidak sesui dengan tuntunan kami maka perbuatanya itu di tolak(tidak di terimah((HR.MUSLIM)

    kenapa ucapan itu salah?

    oke saya akan bertanya kepada merekah
    kita mulai pertanyaan yang termudah”sebagaimana yang kita tahu bahwa doa adalah ibadah’
    hadist nabi saw:
    Dari Nu’man bin Ba’syir ra dari Nabi saw,.beliu bersabda :”doa itu ibadah”,(HR Abu Dawud dan Turmudzi).

    oleh karenaya seorang berdoa haruslah sesui dengan apa yang rosul Allah tuntunkan karena doa adalah merupakan ibadah
    pertanyaanya jika seeorang berdoa” ya Allah Aku mohon kepadamu supaya nanti Aku bisa lolos dalam ujian test /skripsi”
    bukankah doa tersebut tidak ada dalam hadist manapun dalam arti apakah rosulullah pernah melakukan doa tersebut ? jika ini tak pernah di lakukan oleh rosulullah. ini berarti tidak sesui dengan apa yang di contokan oleh rosul allah?,.

    apakah doa tersebut diperbolehkan?

    dan jika kita merujuk ucapan yang di atas” dipastikan doa tersebut akan di tolak” dalam arti tidak boleh di lakukan” jika benar,ini sangat menyalahi firman allah:

    Allah Ta’alah berfirman:”dan tuhanmu berfirman: berdo’alah kepadaku niscaya akan ku perkenankan bagimu (al mukmin :60)

    Allah Ta’alah berfirman” dan apabila hambaku bertanya kepadaku tentang Aku,maka(jawablah) bahwasanya Aku dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa kepadaku”.
    (Al Baqoroh:86)
    sekian dulu…

  89. izung

    maaf mas sblmnya.,,lha trs kl anak pngen brbkti kpd ortunya yg udah mnnggl gmn dong.klmaan kl hrs intrpeksi diri dl mas.

  90. aim

    nabi bersabda: “dan anak sholeh yang mau mendo’akan orangtuanya”

  91. Abdul

    Ass.
    Rekan2 sekalian yang seiman dan seakidah..
    saya membaca sebuah buku yang berjudul “Mengupas Sunnah Membedah Bid’ah”
    Pengarangnya : Dr. Said bin Ali bin wahf al-Qahthani

    buku ini mengupas masalah kehidupan sehari2. yang sudah dilengkapi dengan dalil, hadist, sunnah dll diungkap secara jelas.

    silahkan sahabat membacanya…

    Wass.

  92. sair

    mertuaku meninggal 3 februari 2009 dan malam ini dirumah lagi tahlilan 40 hari, saya sudah banyak mengkaji betapa tahlilan termasuk bid’ah, dari pada pusing ke warnet baca artikel kalian dan sungguh sahabatku jangan kalian mendekati bid’ah karena semua bid’ah adalah sesat dan setiap yang sesat adalah neraka.
    sudahlah rasulallah telah memberi dua perkara yang bisa kita pedomani quran dan hadist gigitlah dan rasakan walaupun pahit bila kita sampaikan.
    kalo teman2 karena punya kesempatan trus berpendapat dengan TANPA DASAR qur’an hadist, wah royu itu, oke … masuklah kamu sekalian ke dalam islam secara keseluruhan, jangan pakai akal, logika dll, tapi pegang teguh qur’an hadist, makanya mas ngaji jadi biar gamblang, lagian kita ini khan dilarang mengerjakan ibadah bila tidak tahu ilmunya. ngaji mas buka quran hadist, jangan hanya ngederingin ceramah…
    karena seringkali kali para ustadt lebih banyak berpendapat dari pada memegang hukum.
    saya juga kurang setuju bila sedikit komentar di barengi kata2 mungkin, kira2 dll karena quran hadist didalamnya tidak ada keraguan.

  93. aim

    tahlilan itu berasal dari kata tahlil atau kalimat tauhid yang artinya tidak ada tuhan selain allah, tahlil apabila di baca secara bersama-sama maka di sebut dengan tahlilan

  94. Rian

    Assalamu’alaikum.., berbagai macam aliran yang timbul yang mengatasnamakan ahlussunnah wal jama’ah, menurut hemat penulis hal ini terjadi karena kebanyakan kita mengembalikan suatu masalah kepada guru kita,orang tua kita,kakek n nenek kita masing-masing, bukan kepada Allah SWT (Al-Qur’an) dan Rasulnya ( Al-Hadits).kalau boleh saya megharapkan kepada yang pro dan yang kontra dengan tahlilan, agar menjelaskan secara mendetail dari dalil yang digunakan. kalau Al-Qur’an maka jelaskan apa asbabun nuzul ayat itu, apakah ayat ini sudah di mansukh apa belum,bagaimana pula menurut para ahli mufassirin(ahli tafsir).dengat ayat itu apa ma’nanya. kemudian kalau menggunakan Al-Hadits maka jelaskan siapa sanad-sanadnya,kedudukan matannya,siapa periwayatnya, apa asbabul wurud Hadits tersebut, apakah sudah di mansukh apa belum, dan bagaimana menurut para ahli hadits.terima kasih. o iya, bagi yang pro dan kontra coba kita diskusikan dengan penuh iman dan taqwa sesuai dengan apa yang di ajarkan dalam Al-Qur’an dalam berbantahan. maaf. wassalamu’alaikum.

  95. wafer

    sudah selayaknya kita yang bodoh ini berguru pd ulama, banyak anak muda sekarang yang mengkritisi ulama dengan hanya membaca 1 atau 2 hadits. kalau seandainya semua orang bisa istinbat hukum hanya membaca 1 tau 2 hadits tentunya ilmu usul fiqh & ilmu fiqh sudah tidak diajarkan lagi di perguruan2 islam di dunia. Inilah yang mendasari timbulnya aliran2 sesat di seluruh dunia islam karena baca hadits sendiri, tafsirkan sendiri, istinbat hukum sendiri, kemudian berfatwa, jadilah aliran sesat baru. oleh karenanya sudah selayaknya kita bertanya pada ulama.

    Imam Ahmad bin Hanbal ra. Berkata dalam kitab Al-Zuhd, sebagaimana yang dikutip oleh Imam Suyuthi dalam kitab Al-Hawi li Al-Fatawi :
    Imam Thawus berkata: Seorang yang mati akan beroleh ujian dari Allah dalam kuburnya selama 7 hari. Untuk itu, sebaiknya mereka (yang masih hidup) mengadakan jamuan makan (sedekah) untuknya selama hari-hari tersebut. Sahabat Ubaid ibn Umair berkata: “Seorang mukmin dan seorang munafiq sama-sama akan mengalami ujian dalam kubur. Bagi seorang mukmin akan memperoleh ujian selam 7 hari, sedang seorang munafiq selama 40 hari di waktu pagi.” (Al Hawi lil Fatawi as Suyuti, Juz II hal 178)
    Imam As-Suyuthi berkata : “ Kebiasaan memberikan sedekah makanan selama tujuh hari merupakan kebiasaan yang tetap berlaku hingga sekarang (zaman Imam Suyuthi, sekitar abad IX Hijriyah) di Makkah dan Madinah. Yang jelas, kebiasaan itu tidak pernah ditinggalkan sejak masa sahabat Nabi SAW sampai sekarang ini, dan tradisi itu diambil dari ulama salaf sejak generasi pertama (masa sahabat SAW)” (Al-Hawi li Al-Fatawi, juz II, hal 194)

  96. Rian

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..kepada saudara/i wafer,kalau tidak keberatan silahkan menghubungi saya. di nomor 081378969837. terima kasih. boleh di SMS aja.Insya Allah kita telpon.wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  97. aim

    untuk saudara rian, saya tidak tahu apakah anda setuju atau tidak dengan tahlilan?
    untuk yang tidak setuju…saya saat ini sangat mengharapkan anda bisa menyebut satu hadist saja yang berasal dari rosul saw yang melarang adanya tahlilan atau dzikir bersama….
    insya allah saya akan menyebutkan banyak hadist yang masih berkaitan tentang itu… di lain kali.

  98. ahmad

    ini adalah tulisan yang ringan dan sekedar selingan saja, dan tidak ada kaitanya dengan tulisan saya sebelumnya, silakan pembaca menanggapi!

    ada beberapa alasan mereka, bahwa sesuatu itu di anggap ibadah bahkan mereka menganggapnya sebagai ibadah mahdloh, adapun ciri cirinya adalah sebagai berikut:

    1.sesuatu itu di anggap ibadah apabila waktunya di tentukan dan kontinyu di lakukan
    ” pada waktu saya sekolah di SD waktunya di tentukan yaitu masuk jam 07 sampai jam 12 siang, dan untuk anak kelas 1 dari jam 07 sampai jam 10, dan itu saya lakukan kontinyu setiap hari kecuali hari minggu”

    2.sesuatu itu di anggap ibadah apabila di dalamnya terdapat bacaan-bacaan.

    “sebelum pelajaran di mulai semua siswa bersama-sama membaca-baca bacaan entah itu surat2 pendek dan juga berdo’a”

    3.jika sesuatu itu bersipat wajib untuk di laksanakan

    “setiap siswa di wajibkan untuk berangkat setiap hari kecuali apabila siswa itu sakit atau ada keperluan lain yang tidak bisa di tinggal”

    4.jika itu memakai pakaian yang khusus

    “pada waktu itu semua siswa memakai seragam baju berwarna putih dan celana warna merah”

    4. hal-hal di atas adalah bid’ah karena merupakan bentuk ibadah yang tidak ada contonya dari rosul saw

    “hal hal di atas saya lakukan saat saya sekolah di sd, dan itu adalah merupakan peraturan dari pihak sekolah,.dan saya pikir tidak ada contohnya dari nabi saw”

  99. Rian

    untuk saudaraku Aim,memang saya sengaja tidk mengomentari or meneyebutkan apakh saya setuju atau tidak tentang tahlilan, karena menurut hemat saya kalau masalah ini kita bahas melalui internet sulit untuk menemukan kebenaran yang sebenarnya, alasan kedua,kalaupun dapat,tidak semua orang mengetahui,alasan ketiga,saya hawatir orang non muslim ikut campur dalam menanggapi hal ini sehingga antara sesama kita tidak bersatu bahkan berani mengatakan saudara2nya yang seharusnya tidak pantas untuk di ucapkan.alasan berikutnya karena saya ingin sekali mengajak saudara2 kita untuk membahas masalah tahlilan n masalah yang di anggap penting dalam suatu forum or pertemuan tentu dengan menghadirkan para ‘alim ‘ulama demi tegaknya agama Allah n Rasul yang di utusNya n tegaknya sunnah Rasulullah SAW.bagi yang setuju silahkan menghubungi saya di nomor di atas. or email: Rianbanjari@ymail.com.

  100. awam

    lalu apa hukumnya memberi doa pada makanan?

  101. Teman

    Sejarah tahlillan itu hanya dari kalangan NU. NU pertama kali muncul sebagai partai islam pada zaman presiden soekarno pada saat itu. mereka membuat amalan2 baru yang baik menurut mereka sampai turun temurun sampai dengan sekarang. Mereka mendoktrin tentang ajaran apa kata guru (Gusdur said: saya rela masuk ke api apabila guru saya menghendaki)

    Sedangkan pemimpin2 (kiayi) mereka (contoh: gusdur) dalam partai2 yang terpecah belah seperti PPP, PKB dll lebih sibuk dengan urusan duniawi sampai2 banyak yg terjerat kasus korupsi.

    Pendapat saya tahlilan dan ajaran2 lainnya dari mereka hanya u/ keperluan politik mendapatkan suara dalam parlemen sesuai dengan doktrin mereka diatas.

    sedangkan kita mewarisi sesuatu kejahatan dari mereka yaitu kebohongan

  102. aim

    yang saya tahu tahlilan bukan hanya ada di indonesia saja… bila anda tidak percaya coba anda perluas lagi reperensi anda tentang islam,…

    saya pikir orang2 yang masih menentang, masih berstatus awam dalam islam sama seperti saya..

    karena ustad ustad mereka dalam masalah ini adalah rujukan salah satunya dari fatwanya syaikh ibnu bin bazz dalam fatawa al mar’ah hal 77

    berkumpul di rumah orang yang kena musibah untuk makan makan minum atau membaca alqur’an adalah bid’ah demikian pula melakukan pertemuan untuk melakukan shalat hadiah dan melakukan doa bersama(” mereka mengartikan tahlilan”)”

    silakan pembaca menaggapi!

    ungkapan di atas adalah saya pikir masih dalam masalah ijtihad dari salah satu ulama saja dan bukan kesepakatan /ijma ulama…

    untuk itu ada baiknya kita membaca bukunya yang lain :

    di sebutkan dalam kitab Ad da’wah juz 1 hal 215 syaikh ibnu bazz menerangkan

    Adapun bersedekah atas nama si mayat dan mendo’akan bisa berguna baginya dan sampai kepadanya menurut ijma kaum muslimin, hanya allahlah yang kuasa memberi petunjuk dan hanya Allahlah tempat meminta”

  103. Rian

    Assalamu’alaikum.., saya mau bertanya, apakah saudara/i yang ikut mengomentari baik dari yang pro dan yang kontra makin bertambah iman sesudah menuangkan pendapatnya melalui internet ini? apakah sudah terasa manfaatnya bagi ummat Islam setelah berdebat melalui internet ini? apakah tidak takut kalau ada orang non muslim di antara para pengomentar yang sebenarnya bertujuan untuk memecah belah persatuan ummat Islam?apakah catatan anda,kritikan anda,pendapat anda ini memang hanya bisa dibaca oleh orang Islam saja?sedunia orang bisa membaca artikel ini bagi siapapun yang membuka.

  104. sandhi

    Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) memutuskan bahwa selamatan kematian setelah hari wafat, hari ketiga, ketujuh dll adalah : MAKRUH, RATAPAN TERLARANG, BID’AH TERCELA (BID’AH MADZMUMAH), OCEHAN ORANG-ORANG BODOH.
    Berikut apa yang tertulis pada keputusan itu :

    MUKTAMAR I NAHDLATUL ULAMA (NU)
    KEPUTUSAN MASALAH DINIYYAH NO: 18 / 13 RABI’UTS TSAANI 1345 H / 21 OKTOBER 1926
    TENTANG
    KELUARGA MAYIT MENYEDIAKAN MAKAN KEPADA PENTAKZIAH

    TANYA :
    Bagaimana hukumnya keluarga mayat menyediakan makanan untuk hidangan kepada mereka yang datang berta’ziah pada hari wafatnya atau hari-hari berikutnya, dengan maksud bersedekah untuk mayat tersebut? Apakah keluarga memperoleh pahala sedekah tersebut?

    JAWAB :
    Menyediakan makanan pada hari wafat atau hari ketiga atau hari ketujuh itu hukumnya MAKRUH, apabila harus dengan cara berkumpul bersama-sama dan pada hari-hari tertentu, sedang hukum makruh tersebut tidak menghilangkan pahala itu.

    KETERANGAN :
    Dalam kitab I’anatut Thalibin Kitabul Janaiz:
    MAKRUH hukumnya bagi keluarga mayit ikut duduk bersama orang-orang yang sengaja dihimpun untuk berta’ziyah dan membuatkan makanan bagi mereka, sesuai dengan hadits riwayat Ahmad dari Jarir bin Abdullah al Bajali yang berkata: ”kami menganggap berkumpul di (rumah keluarga) mayit dengan menyuguhi makanan pada mereka, setelah si mayit dikubur, itu sebagai bagian dari RATAPAN (YANG DILARANG).”

    Dalam kitab Al Fatawa Al Kubra disebutkan :
    “Beliau ditanya semoga Allah mengembalikan barokah-Nya kepada kita. Bagaimanakah tentang hewan yang disembelih dan dimasak kemudian dibawa di belakang mayit menuju kuburan untuk disedekahkan ke para penggali kubur saja, dan TENTANG YANG DILAKUKAN PADA HARI KETIGA KEMATIAN DALAM BENTUK PENYEDIAAN MAKANAN UNTUK PARA FAKIR DAN YANG LAIN, DAN DEMIKIAN HALNYA YANG DILAKUKAN PADA HARI KETUJUH, serta yang dilakukan pada genap sebulan dengan pemberian roti yang diedarkan ke rumah-rumah wanita yang menghadiri proses ta’ziyah jenazah.

    Mereka melakukan semua itu tujuannya hanya sekedar melaksanakan kebiasaan penduduk setempat sehingga bagi yang tidak mau melakukannya akan dibenci oleh mereka dan ia akan merasa diacuhkan. Kalau mereka melaksanakan adat tersebut dan bersedekah tidak bertujuaan (pahala) akhirat, maka bagaimana hukumnya, boleh atau tidak?

    Apakah harta yang telah ditasarufkan, atas keingnan ahli waris itu masih ikut dibagi/dihitung dalam pembagian tirkah/harta warisan, walau sebagian ahli waris yang lain tidak senang pentasarufan sebagaian tirkah bertujuan sebagai sedekah bagi si mayit selama satu bulan berjalan dari kematiannya. Sebab, tradisi demikian, menurut anggapan masyarakat harus dilaksanakan seperti “wajib”, bagaimana hukumnya.”

    Beliau menjawab bahwa semua yang dilakukan sebagaimana yang ditanyakan di atas termasuk BID’AH YANG TERCELA tetapi tidak sampai haram (alias makruh), kecuali (bisa haram) jika prosesi penghormatan pada mayit di rumah ahli warisnya itu bertujuan untuk “meratapi” atau memuji secara berlebihan (rastsa’).

    Dalam melakukan prosesi tersebut, ia harus bertujuan untuk menangkal “OCEHAN” ORANG-ORANG BODOH (yaitu orang-orang yang punya adat kebiasaan menyediakan makanan pada hari wafat atau hari ketiga atau hari ketujuh, dst-penj.), agar mereka tidak menodai kehormatan dirinya, gara-gara ia tidak mau melakukan prosesi penghormatan di atas. Dengan sikap demikian, diharapkan ia mendapatkan pahala setara dengan realisasi perintah Nabi  terhadap seseorang yang batal (karena hadast) shalatnya untuk menutup hidungnya dengan tangan (seakan-akan hidungnya keluar darah). Ini demi untuk menjaga kehormatan dirinya, jika ia berbuat di luar kebiasaan masyarakat.

    Tirkah tidak boleh diambil / dikurangi seperti kasus di atas. Sebab tirkah yang belum dibagikan mutlak harus disterilkan jika terdapat ahli waris yang majrur ilahi. Walaupun ahli warisnya sudah pandai-pandai, tetapi sebagian dari mereka tidak rela (jika tirkah itu digunakan sebelum dibagi kepada ahli waris).

    SELESAI , KEPUTUSAN MASALAH DINIYYAH NO: 18 / 13 RABI’UTS TSAANI 1345 H / 21 OKTOBER 1926

    REFERENSI :

     Lihat : Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Hukum Islam, Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004 M), halaman 15-17), Pengantar: Rais ‘Am PBNU, DR.KH.MA Sahal Mahfudh, Penerbit Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Jawa Timur dan Khalista, cet.III, Pebruari 2007.
     Masalah Keagamaan Jilid 1 – Hasil Muktamar dan Munas Ulama Nahdlatul Ulama Kesatu/1926 s/d/ Ketigapuluh/2000, KH. A.Aziz Masyhuri, Penerbit PPRMI dan Qultum Media.

  105. Hawa

    Allah maha besar, maha tinggi, maha agung.
    Berdoa hanya kepada Allah semata. Jangan ada doa utk selain Allah.
    Perbanyak doa di baitullah dan di rumah2, bukan di kuburan2 atau di depan makanan persembahan. Jangan pula memohon dari arwah2 atau benda2 bertuah lainnya.

  106. raden

    tahlilan boleh kata siapa ga boleh kan biayanya ditanggung tetangga yang pada waktu itu melawat memberikan uang untuk prosesi pemakaman dan biaya tahlilan,bagi keluarga tida memaksa untuk mengeluarkan makanan kalaupun mau,sekedar saja, jamaah tahlil tidak memaksa, tahlil itu intinya berdoa.kalau menapsirkan memperberatlah, apalah, itu sudah menapsirkan hal lain selain doa Inggat!!! hanya untuk mendoakan jgn bahas hal lain, bahs hadist ada 4 imam, slg menghargai,jika anda muhamadiyah imamnya kan beda,persis beda,nu beda, wahabi apalagi, kalau islam mau maju jagn bahas ini lagi dah kuno olok pikiran,bikin sakit hati orang, hati ga bersih,akhirnya yang timbul sombong merasa paling tahu hadis,Qur,an,dosa kan…..begitu saudaraku jgn menguras tenaga untuk hal yang tidak penting…yg tdk kunjung selesai…jika anda menganggap diri anda lebih baik didalam ibadah ya sudah hanya alllah yang tahu…jgn memperkeruh suasana dalam islam sendiri…perangi aja yg diluar islam kok saudara sendiri dihujat…piye toh..mohon maaf saudaraku..asalamualaikun.

  107. raden

    kalo kurang puas kita bisa diskusi dimana ayo…..

  108. slamet

    teman aku memperingati 1000 hari meninggalnya ibunya, tapi tidak tepat (kelebihan lebih 2 bln)hitungan harinya, bgmn hukumnya?
    trus kalau yg peringatan 40 hr kelebihan 60 hr = 100 hr bgmn pula hukumnya?
    trus kalau semua cara itu (dari yg 3 hr sampai 1000hr) digabung saja biar hemat (bagi yg kurang mampu) boleh gak?
    mohon dalil yg sesuai?

  109. aan

    insya allah tahlilan bid’ah

  110. aan

    ya kan kasihan bagi yang tidak mampu kalau ini jadi wajib yang miskin sampe berhutang segala sudah sedih ditinggal eh masih berhutang ( DAH JATUH TERTIMPA TANGGA PULA )

  111. ahmad

    saya pikir orang mengganggap tahlilan adalah bid’ah adalah seseorang yang telah melakukan taklik buta terhadap salah satu ulama,… di mana salah dan benarnya kita ikuti… ini jelas dalam islam tidak di perbolekan….

    jika anda menyatakan bahwah tahlilan adalah bid’ah, sebutkan minimal 4 hadish atau dalil yang sahih yang mendasari pernyataan tersebut. atau kalau sulit sebutkan satu hadist saja yang menyatakan tahlilan itu di larang…..?

    jika mereka tidak bisa menjawab pertanyaan saya di atas, di pastikan mereka… telah taklik.

    saya pikir tahlilan adalah sunnah menurut banyak hadish yang saya ketahui

  112. salasa

    barangkali,
    Amalan yang haram adalah membuat sesuatu kegiatan dianggap sebagai hukum wajib (pdhal tdk ada dalilnya).
    contoh: amalan selamatan untuk orang mati (dgn berbagai macam hidangan disyaratkan) wajib hukumnya.
    wajib pake peci hitam.

  113. ahmad

    amalan yang haram adalah amalan yang sudah sangat jelas di larang menurut hadist dan alqur’an.
    contohnya membunuh orang tampah hak, mencaci maki orang, meminum komer…

    mengharamkan suatu amalan tampah dasar hukumnya jelas ini sangat di larang, berdasar banyak ayat dalam al-qur’an. karena itu termasuk mendahului hukum allah atau hukum yang ada dalam al qur’an…..

    banyak sekali melakukan amalan di berlakukan wajib tapi tidak termasuk haram.. bahkan dapat bermamfaat bagi yang melakukanya….
    yang saya tulis di sini mash dalam kawasan di perbolekan…
    contoh:
    di sekolah:
    di wajibkan datang tepat waktu,
    di wajibkan punya buku pegangan,
    diwajibkan mengerjakan pr…
    diwajibkan menabung…
    dan lain-lain

    di perusahaan…
    wajib melakukan sholat dhuha.
    wajib memakai pakaian seragam
    lain- lain..

    di lain tepat misalkan di wajibkan memakai helm yang berkendaraan bermotor dan itu sama sekali tidak ada dalil….

    saya pikir tidak ada seorang ulama nu pun yang mengatakan itu wajib, tidak juga saya., justru orang yang kontra yang menganggap demikian….

  114. Ahmad

    ini ada sumber bacaan menarik tentang “Ilusi Negara Islam”
    ebook-nya bisa di-download gratis.

    http://www.bhinnekatunggalika.org/galeri.html

  115. salasa

    lantas orang mengadakan selamatan utk orang mati hukumnya fardlu (wajib) ‘ain atau kifayah?
    bagaimana hukum kehadiran peserta selamatan?
    apa syarat dan rukun selamatan?

  116. wawan

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    saya telah mengikutin semua bahasan diatas..
    dan menurut saya, bahwa tahlil itu diharamkan karena didalamnya terdapat kalimat2 toyibah. namun yang diharamkan disini adalah tata caranya yang notebene menggambil tatacara dari agama lain yaitu 3hr,7hr,100hr dan seterusnya…padahal dalam agama islam tidak mengenal adanya itu.

    marilah qt menjadi orang2 yg bener2 tau akan islam, dan janganlah qt hanya maunya ikut2an saja. selidiki mana yang benar dan mana yang salah. kalau memang di hadits masih kurang jelas,maka kembalikan saja pada Al-Qur’an yang sudah jelas kebenarannya.

    Wasalam

  117. ahmad_sy

    ehem….

    kelihatannya sangat lucu sekali, jika gara-gara di situ terdapat kalimat toyibah terus itu di haramkan…

    kenapa orang yang berkumpul untuk membaca dzikir di larang, . kenapa ga dilarang orang yang berkumpul untuk menyaksikan sepak bola di tv saat jam 2 malam, hanya untuk berteriak GOAAL…..!, ini jelas menganggu orang tidur,. bagusan mana, orang yang berkumpul untuk mengucapkan la ilaha illallah, dengan berkumpul untuk menonton tv?.

    saya pikir 3, 7 itu merupakan wadahnya saja… jika ini benar…
    tapi nyatanya tidak benar. karena di agama lain tidak ada bacaan kalimat2 tauhid..

    pada intinya kita boleh mengikuti tradisi jaman dulu. selama tradisi itu baik..
    dalil(petunjuknya ) adalah:

    “kita tahu bahwa puasa 9 dzulhijah adalah kebiasaan orang2 yahudi,. tapi justru nabi saw menyunakan, karena di situ ada kebaikan…dan lain-lain”.

    aku pikir tulisan mas wawan sama sekali tak berdalil, dan baru pada pendapat pribadi,. atau mungkin dari sumber yang sangat instan,. yaitu dari majalah atau buku kecil, yang selesai 2 – 3 jam saja kalau di baca.

    kita meniggalkan tahlilan hukumnya tidak menjadi masalah, karena tidak ada dalil hukuman jika meninggalkannya, hukumanya paling dari masyarakat .. tapi jika kita melaksanakanya. justru kita kemungkinan mendapatkan pahala yang banyak menurut hadist2 yang saya ketahui.( silakan tanya sama saya!),

    tidak ada rukun tidak ada syarat,. semua tergantung masyarkatnya…,.

  118. salasa

    pembantu saya mengadakan acara mengenang setahun meninggalnya orang tuanya, dia merasa ritual itu wajib. dengan berbagai upaya ia mengumpulkan biaya utk perhelatan itu.
    saya sedikit membantu.
    ia menghalangi anaknya ikut piknik bersama teman2 sekolah krn alasan biaya utk selamatan. setelah itu ia bingung lagi biaya masuk smp dan beli seragam baru anaknya.
    mana yg lebih penting?

  119. ahmad

    Aku berpikir lebih penting harta itu untuk bersedekah(tahlilan –red) jika di bandingkan hanya untuk bersenang senang……

    Saya pernah membaca al hadist… tapi saya lupa riwayatnya, atau pun bunyinya:, tapi isinya adalah sebagai berikut: bahwa harta itu di bagi 3

    1. harta yang akan hilang ex : untuk makan dan liburan.
    2. harta yang akan lapuk di makan usia,. Ex untuk di belikan barang
    3. harta yang akan selalu utuh sampai akhirat. Ex : untuk bersedekah…

    untuk teman temanku adakah yang tahu dari riwayat hadist ini…?

  120. ahmad

    saya merasa saya masih sangat bodoh,. Jika pada masalah agama walaupun begitu saya pernah melahap habis kitab berikut: duratun nasihin,. Tambigul ghafilin 2jld, kitab hadist kursi, Ringkasan ilya ulumudin, kitab masalah hati, aklak, makluk2 ciptaan Allah oleh iman al ghajali ,kitab kitab lain tapi belum selesai membacanya yaitu :, tafsir qur-an jalalain, bulugul maram, riyadus salihin(hamper habis) kitab fiqih al-umm oleh iman safii,. Kitab2 karangan ibnu qoyim al jaujiya(terjemahan –red), ,,,, di sini saya tidak menyombongkan,. Tapi berharap ada orang yang menyebutkan buku2 yang telah dibacanya ,. Dan memberikan penjelasan kepada saya minimal 4 dalil yang mendasari perbuatan itu di haramkan,…
    seperti saya mengharamkan mengganggu dan mencaci orang lain tampah alasan yang benar:…..

    dalil (petunjuk):
    Allah ta’allah berriman “dan orang orang yang menyakiti orang2 mukmin dan mukminat tampah kesalahan yang merekah perbuat, maka sesunggunya merekah itu telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata, (Al-ahzab:58).

    Allah ta’allah berfirman’dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain (Al Hujarat: 12)

    Dari ibnu mas’ud ra, ia berkata “ Rosulullah saw bersabda: “mencaci maki orang islam adalah suatu kefasikan, dan membunuh orang islam adalah kekafiran(HR.Bukhori dan Muslim).

    Dari abu dzar bahwasanya ia mendengar rosulullah saw bersabda: “ Seseorang yang melempar tuduhan(mengatakan) kepada orang lain dengan sebutan fasik, atau kafir pasti ucapan itu terbalik kepadanya.. apabila temanya(yang di katai) tidaklah demikian( fasik dan kafir)”,

    Saya tahu semua tulisan saya masih plitat plitut, tapi apa yang saya katakan mempunyai dasar, baik tulisan saya yang di atas atau yang di bawah jadi bukan asal bunyi / nulis

  121. pratamas

    Untuk semua yang ” KOMENT”….
    Saya harap ilmu yang sudah saudara tulis… Tidak hanya menjadi tulisan saja.. Tapi, mari kta belajar bersama2 untuk menerapkannya….

    ilmu tidak akan berarti tanpa amal….

  122. ahmad

    so pasti,,,
    paling tidak jika ilmu itu tidak untuk orang lain, minimal untuk diri kita sendiri., supaya kita bisa senantiasa terjaga..,
    ilmu tampa amal bagai pohon yang tidak berbuah……….

  123. salasa

    temannya teman sakit keras, dia tdk mampu mengobatkan krn masalah biaya.
    pada akhirnya ia berhutang jumlah byk utk berobat, tapi kisahnya berakhir juga di rumah sakit.
    keluarganya kini bingung bagaimana melunasi hutang sekaligus mencari biaya lagi utk selamatan krn merasa ritual selamatan itu wajib hukumnya.

  124. dewa

    asskum
    menurut saya tahlilan itu syah2 saja selama tidak melenceng dari aqidah, dan mendo’akan orang yang sudah meningal menurut beberapa ulama itu bisa sampe ke orang yang di do’akan,makanya kita melewati makam di anjurkan mengucapkan salam,,
    sedangkan isi dari tahlilan itu sendiri kita mengucapkan laailahailallah, subhaanalloh dll. dan dengan mengucapkan seperti itu kita hanya berharap do’a dan dzikir yang kita ucapkan akan menjadi pahala yang akan meringankan orang yang meninggal,, terimaksh

  125. ahmad

    mas dewa,.. saya setuju…

    mas salasa jangan ngarang dong,. tolong beri saya alamatnya siapa yang anda maksud. jika anda benar.

  126. Rian

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…, Untuk Saudara Raden,Saya ingin kenal Saudara,kalau tidak keberatan Saya minta no HP Saudara/alamat lengkap yang bisa dikirim surat dan email Saudara.silahkan kirim ke Rianbanjari@ymail.com.terima kasih.Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  127. Rian

    perbaikan:Rianbanjari@ymail.com

  128. ADTYA ABABYL

    Jangan kamu mengikuti apa yang tidak ada ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya akan ditanya. (QS. 17 ayat 36)

    O iya ada blogger menarik kalau saudara2 ingin liat http://abifahd.blogspot.com

    Ass.

  129. salasa

    ada lagi, utk acara tahlilan orang mati di tempat saya harus menggunakan daging ayam jantan utk kelengkapan makanan yg dibagikan.
    dari mana hukum tentang kewajiban daging ayam jago itu?
    bukankah daging menthog/ bebek manila lebih murah dan banyak dagingnya?

    berbeda dgn hukum aqiqah yg memang sudah ditentukan oleh junjungan kami rasulullah dgn menggunakan daging kambing atau sapi atau hewan kaki empat lainnya.

  130. ahmad

    utk bisa mengetahui adat kebisaan suatu masyarakat di butukan ilmu atropologi…untuk mempelajari bagaimana manusia bersosial di perlukan ilmu sosiologi.. dan jika kita ingin mengetahui kenapa manusia melakukan suatu keinginan di perlukan ilmu psikologi,… aq pikir orang yang punya ilmu,..akan selalu meniliti setiap kata-katanya. sehingga tidak asal bunyi (asbun)…

  131. lalu


    semua kejadian, pengalaman, perencanaan dan bayangan akan hari esok ada pada suatu garis yang kita tak kan pernah tahu hikmahnya yang sebenarnya, hanya kebaikan saja yang jadi harapan kita, jadi seluruh kegiatan manusia yang berbda beda cara menyikapinya itulah yang berpengaruh terhadap kebiasaan yang terjadi karena lingkungan dan situasi yang tak sama satu sama lain

  132. yosi trisa (unp)

    saya setuju banget bang
    belum tentu anak yang ditinggalkan itu mendoakan orang tuanya
    jadi konsep selama ini di doakan anak yang salaeh
    anak salaeh itu tidak mudah banyak tantangan yang harus dihadapi :
    selau ada masalah2 yang ada muncul dan itu dihadapkan kepada kita
    apakah kita sanggup untuk melajalankan ujian yang telah diterima. itu pun di uki oleh allah.

  133. Tanwirul

    Menurut saya mengapa Kita harus mengharap do’a dari anak sholah:
    1. Sebagai indikator kesolehan kita. Apabila kita tidak bisa menjadikan anak kita sholeh mungkin saja kita perlu dipertanyakan kesolehan kita .
    2. Kita harus sholeh itu sudah kwajiban, tetapi sesoleh-solehan kita benarkah kita jadi maksum(bebas dosa) ?. maka sebagai investasi kita harus mengharapkan do’a dari anak.
    3. Jangan lupa investasi kita tidak hanya anak soleh saja yang mendo’akan, tetapi amal jariyah, dan ilmu yang diamalkan. Artinya kita menjadi orang benar beragama yang kaffah.

  134. MangAndri

    Assalamualaikum wr. wb
    Saya mempunyai Bos keturunan India yg beragama Hindu.
    Ternyata untuk perhitungan hari…ke 7, 40,100 dan seterusnya ada dalam agama Hindu India tersebut.
    Terserah mensikapinya menurut anda sekalian
    Hatur nuhun!
    MangAndri

  135. ahmd

    tulisan di atas, sepertinya tidak bisa membedakan mana wadah, mana isi…

  136. afala

    tdk semua amalan dpt dilakukan sembarangan. diperlukan kepatutan ketika mengamalkan.
    azan tdk pas dikumandangkan di masjid tengah malam walaupun berisi kalimat2 kebaikan.
    takbiran (idul fitri) tdk pas dilaksanakan di bulan muharam.

    tahlilan utk orang mati tdk prnh dicontohkan oleh rasul.

  137. wahyu

    mengutip tulisan diatas ” “Apabila seorang anak Adam meninggal, maka akan terputus amalannya kecuali tiga perkara: shadaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakan kepadanya.” Artinya, tahlilan—-atau bacaan apapun yang dikirimkan kepada yang meninggal—-sebenarnya tidak akan berpengaruh banyak. ”
    mungkin yg baca banyak dosa nya jadi pengaruh nya tidak banyak, kan jelas yang putus amalannya si mati dan yang hidup tetap bisa beramal dan berdoa,

  138. muin

    kita tanya saja orang hindu, bukankah itu berasal dari orang hindu yang diadaptasi oleh wali 9? kita tdk bisa menyalahkan wali 9 karna hal itu. Tapi yang di persalahkan adalah orang yang melakukan upacara umat hindu padahal dia mengaku muslim

  139. maman

    Assalamu’alaikum…
    agam Islam adalah agama pembenar dari agama sebelumnya, jadi wajar kalo dalam ajaran agama islam ada juga di agama lain. karena agama sebelum islam juga dibawa oleh Nabi utusan Allah SWT. oleh karena itu para wali dahulu datang ke indonesi, yang pada waktu itu masyarakatnya masih menganut agama hindu dan budha, jadi ajaran para wali melalui pendekatan yang masayarakat sering lakukan.para wali mengambilah sisi yang baik-baik saja untuk menyebarkan islam di idonesia. maka dari itu kita ambil baik sisi baik dari permasalahan ini, maka hasilnya akan baik pula, tapi apabila mengambil sisi buruknya maka akan buruk pula hasilnya.
    wasssalam…

  140. Salam

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Untuk yang pro tahlilan,
    Hujah apa yang akan anda katakan ketika diminta pertanggunganjawab oleh Allah kelak.
    Atas perintah siapa anda selamatan dan tahlilan 1-7, 40, 100, 1000 untuk si fulan dan sifulan?
    Nah saudaraku persiapkan jawaban dari sekarang mumpung ajal belum menghampiri kita. karena saya sendiri juga pernah ikut Tahlilan maupun selamatan!
    Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

  141. sandhi

    Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) memutuskan bahwa selamatan kematian setelah hari wafat, hari ketiga, ketujuh dll adalah : MAKRUH, RATAPAN TERLARANG, BID’AH TERCELA (BID’AH MADZMUMAH), OCEHAN ORANG-ORANG BODOH.
    Berikut apa yang tertulis pada keputusan itu :

    MUKTAMAR I NAHDLATUL ULAMA (NU)
    Keputusan Masalah Diniyyah No: 18 / 13 Rabi’uts Tsaani 1345 H / 21 Oktober 1926
    Tentang
    KELUARGA MAYIT MENYEDIAKAN MAKAN KEPADA PENTAKZIAH

    TANYA :
    Bagaimana hukumnya keluarga mayat menyediakan makanan untuk hidangan kepada mereka yang datang berta’ziah pada hari wafatnya atau hari-hari berikutnya, dengan maksud bersedekah untuk mayat tersebut? Apakah keluarga memperoleh pahala sedekah tersebut?

    JAWAB :
    Menyediakan makanan pada hari wafat atau hari ketiga atau hari ketujuh itu hukumnya MAKRUH, apabila harus dengan cara berkumpul bersama-sama dan pada hari-hari tertentu, sedang hukum makruh tersebut tidak menghilangkan pahala itu. Tapi banyak mudharatnya .

    KETERANGAN :
    1. Dalam kitab I’anatut Thalibin, Kitabul Janaiz:

    “MAKRUH hukumnya bagi keluarga mayit ikut duduk bersama orang-orang yang sengaja dihimpun untuk berta’ziyah dan membuatkan makanan bagi mereka, sesuai dengan hadits riwayat Ahmad dari Jarir bin Abdullah al Bajali yang berkata: ”Kami menganggap berkumpul di ( rumah keluarga ) mayit dengan menyuguhi makanan pada mereka, setelah si mayit dikubur, itu sebagai bagian dari RATAPAN ( YANG DILARANG ).”

    2. Dalam kitab Al Fatawa Al Kubra disebutkan :

    “Beliau ditanya semoga Allah mengembalikan barokah-Nya kepada kita. Bagaimanakah tentang hewan yang disembelih dan dimasak kemudian dibawa di belakang mayit menuju kuburan untuk disedekahkan ke para penggali kubur saja, dan tentang yang dilakukan pada hari ketiga kematian dalam bentuk penyediaan makanan untuk para fakir dan yang lain, dan demikian halnya yang dilakukan pada hari ketujuh, serta yang dilakukan pada genap sebulan dengan pemberian roti yang diedarkan ke rumah-rumah wanita yang menghadiri proses ta’ziyah jenazah.
    Mereka melakukan semua itu tujuannya hanya sekedar melaksanakan kebiasaan penduduk setempat sehingga bagi yang tidak mau melakukannya akan dibenci oleh mereka dan ia akan merasa diacuhkan. Kalau mereka melaksanakan adat tersebut dan bersedekah tidak bertujuan (pahala) akhirat, maka bagaimana hukumnya, boleh atau tidak? Apakah harta yang telah ditasarufkan, atas keingnan ahli waris itu masih ikut dibagi/dihitung dalam pembagian tirkah/harta warisan, walau sebagian ahli waris yang lain tidak senang pentasarufan sebagaian tirkah bertujuan sebagai sedekah bagi si mayit selama satu bulan berjalan dari kematiannya. Sebab, tradisi demikian, menurut anggapan masyarakat harus dilaksanakan seperti “wajib”, bagaimana hukumnya.”

    “Beliau menjawab bahwa semua yang dilakukan sebagaimana yang ditanyakan di atas termasuk BID’AH YANG TERCELA tetapi tidak sampai haram (alias makruh), kecuali (bisa haram) jika prosesi penghormatan pada mayit di rumah ahli warisnya itu bertujuan untuk “meratapi” atau memuji secara berlebihan (rastsa’).

    Dalam melakukan prosesi tersebut, ia harus bertujuan untuk menangkal “OCEHAN ORANG-ORANG BODOH” (yaitu orang-orang yang punya adat kebiasaan menyediakan makanan pada hari wafat atau hari ketiga atau hari ketujuh, dst-penj.), agar mereka tidak menodai kehormatan dirinya, gara-gara ia tidak mau melakukan prosesi penghormatan di atas. Dengan sikap demikian, diharapkan ia mendapatkan pahala setara dengan realisasi perintah Nabi  terhadap seseorang yang batal (karena hadast) shalatnya untuk menutup hidungnya dengan tangan (seakan-akan hidungnya keluar darah). Ini demi untuk menjaga kehormatan dirinya, jika ia berbuat di luar kebiasaan masyarakat.
    Tirkah tidak boleh diambil / dikurangi seperti kasus di atas. Sebab tirkah yang belum dibagikan mutlak harus disterilkan jika terdapat ahli waris yang majrur ilahi. Walaupun ahli warisnya sudah pandai-pandai, tetapi sebagian dari mereka tidak rela (jika tirkah itu digunakan sebelum dibagi kepada ahli waris). ”

    SUMBER: Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Hukum Islam, Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004 M), hal. 15-17, Pengantar: Rais ‘Am PBNU, DR.KH.MA Sahal Mahfudh, Penerbit Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Jawa Timur dan Khalista, cet.III, Pebruari 2007.

  142. sandhi

    Lebih lanjut di Kitab I’anatut Thalibin, Syarah Fathul Mu’in, juz 2, hal.145 , -Kitab rujukan warga Nahdliyyin dan Nahdlatul Ulama – disebutkan:
    “Ya, apa yang dikerjakan orang, yaitu berkumpul-kumpul di rumah keluarga mayit dan dihidangkannya makanan untuk itu, adalah termasuk BID’AH MUNGKARAT YANG BAGI ORANG YANG MEMBERANTASNYA AKAN DIBERI PAHALA.”

    Lihat juga: Raudhatut Thalibin, Imam An-Nawawi 2:145, Mughnil Muhtaj 1: 268, Hasyiyatul Qalyubi 1: 353, Al-Majmu’ Syarah Muhadzab 5: 286, Al- Fiqhu Alal Madzahibil Arba’ah 1:539, Fathul Qadir 2:142, Nailul Authar 4:148.

    Berkata Imam Asy-Syafi’i رحمه الله di dalam Al-Umm 1: 248:
    Aku membenci ma’tam, yaitu berkumpul-kumpul (di rumah keluarga mayit), meskipun di situ tidak ada tangisan, karena hal itu malah akan menimbulkan kesedihan baru.”

  143. sandhi

    Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa bacaan atau amalan yang pahalanya dikirimkan/dihadiahkan kepada mayit adalah tidak dapat sampai kepada si mayit. Lihat: Takmilatul Majmu’ Syarah Muhadzab 10:426, Fatawa al-Kubro al-Fiqhiyah (al-Haitsami) 2:9, Hamisy al-Umm (Imam Muzani) 7:269, al-Jamal (Imam al-Khozin) 4:236, Tafsir Jalalain 2:19, Tafsir Ibnu Katsir ttg QS. An-Najm : 39, dll.

    Imam An-Nawawi رحمه الله berkata di dalam Syarah Muslim 1: 90:
    “Adapun bacaaan Al-Qur’an (yang pahalanya dikirimkan kepada mayit), maka yang mashyur dalam madzhab Syafi’i, adalah tidak dapat sampai kepada mayit yang dikirimi. Adapun dalil Imam Syafi’i dan pengikutnya adalah firman Allah QS.An-Najm : 39: “Dan seseorang tidak akan memperoleh, melainkan pahala usahanya sendiri” dan sabda Rasulullah , “Apabila manusia telah meninggal dunia, maka terputuslah amal usahanya, kecuali tiga hal yaitu: sedakah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shaleh yang berdoa untuknya.”

    Lebih lanjut di Kitab I’anatut Thalibin, Syarah Fathul Mu’in, juz 2, hal.145 , -Kitab rujukan warga Nahdliyyin dan Nahdlatul Ulama – disebutkan:
    “Ya, apa yang dikerjakan orang, yaitu berkumpul-kumpul di rumah keluarga mayit dan dihidangkannya makanan untuk itu, adalah termasuk BID’AH MUNGKARAT YANG BAGI ORANG YANG MEMBERANTASNYA AKAN DIBERI PAHALA.”

  144. Rian

    Assalamu’alaikum..Warahmatullahi Wabarakatuh…g’ capek ya Mas n Mba’ ngebahas tentang tahlilan? Ana cuma mau ikut-ikutan masukin tulisan nich, Ana minta kepada saudara/i untuk membuka surat Al-An’am ayat 116 surat Al-Mu’minun ayat 71.key! Syukran Wabarakallahu Fikum.

  145. Arief Shobari

    Alhamdulillah ternyata ilmu kita hanya sedikit. Memaknai tahlilan ada yang mengatakan bid’ah ada yang mengatakan macem-macemlah.
    Tahlilan,…kembalikan semua kepada Allah SWT, kalau dengan tahlilan adalah mendoakan kepada almarhum/mah, lakukanlah karena mendoakan itu adalah salah satu perbuatan baik.
    Lagi dalam tahlilan yang diucapkan tidak ada yang melanggar syari’at.
    Kalau itu memang bid’ah hasanah (hasanah berarti baik),…kerjakanlah.
    mari kita belajar ari berbagai sumber karena pengetahuan 1 orang tidaklah cukup
    kecuali Rasulullah saw sendiri dapat secara langsung.

    Hikmah tahlilan itu banyak hal.
    sosial …kita adalah bersaudara sesama muslim dan selayaknya mendoakan,
    itulah kerukukan Islam

    Iman…. mengingatkan bahwa kita akan mati dan senangnya saudara kita masih
    mengingat dan mengirimkan doa buat kita. Urusan diterima atau tidak adalah
    urusan Allah semata.

    Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang diturunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (Ke-esa-an dan Kebesaran) bagi kaum yang memikirkan.

    Al Baqarah Ayat 164

    kita hidup dituntut untuk selalu ingat kepada Allah, dan untuk ingat serta tahu
    kita harus belajar.

  146. aan

    anda harus meninggal dulu untuk mengetahui bacaan/doa sampai/tidak pada orang yang meninggal

  147. MangAndri

    Saya mau share…!
    Saya bekerja di perusahaan milik keluarga keturunan India beragama Hindu…
    ketika ada yg meninggal mereka melakukan serangkaian ibadah..dg urutan hari 3 7 40 100 dan 1000….
    saya yakin bahwa Hindu di indonesia berasal dari hindu india.

    dan ketika saya bertanya kepada Muslim India (WNA)..yg bermarga Khan..
    tentang perilaku orang2 muslim india…ketika ada yg meninggal.
    Beliau cuma bilang..mereka melakukan semacam tahlilan selama 5 hari..
    dan yg memberikan makanan (masakan) …tetangga-tetangganya.

    hmmm…muslim india ternyata hidupnya lebih mulia, ya!

Looking forward to hear your thoughts.