Investasi Saham Untuk Pemula

March 9th, 2008 | Investment

“When it comes to predicting the market, the important skill is not listening, but snoring. The trick is not to learn to trust your gut feelings, but rather to discipline yourself to ignore them. Stand by your stocks as long as the fundamental story of the company hasn’t changed.”
—-Peter Lynch

“Rule number one of investing is never lose money.
Rule number two is never forget rule number 1″
—-Warren Buffet

Sebagian besar masyarakat kita pernah mendengar kata “saham” namun tak jarang yang masih menyisakan banyak pertanyaan di benaknya. Misalnya, apakah investasi saham bisa dilakukan oleh individu? Atau, andaikata penghasilan saya kurang dari Rp 5 juta per bulan, bisakah saya berinvestasi saham? Atau, seandainya saya ingin berinvestasi, apa tahapannya dan siapa yang harus saya hubungi? Nah, karena ada beberapa email yang mengajukan pertanyaan serupa, maka sekalian saja saya tulis di sini.

Seperti kita tahu, saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Anda membeli saham berarti Anda membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan tersebut. Selama perusahaan beroperasi dan membukukan keuntungan, Anda juga berhak mendapat bagian dalam bentuk dividen. Anda juga bisa mengambil keuntungan dari naiknya harga saham tersebut dari waktu ke waktu. Untuk lebih lengkapnya, silakan download dan pelajari publikasi Bursa Efek Indonesia berikut.

Bagaimana Memulainya?

Sebelum memulai berinvestasi, Anda harus membuka rekening efek terlebih dahulu melalui perusahaan sekuritas yang terdaftar sebagai anggota bursa di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu Anda diharuskan menyetor sejumlah deposit yang bisa bervariasi antara Rp 10 juta - Rp 50 juta. Masing-masing sekuritas berbeda satu sama lain—-ada yang menawarkan full-service, ada yang hanya melayani jual-beli saja. Ada pula perusahaan sekuritas yang memberikan jasa online brokerage, sehingga Anda bisa melakukan jual-beli lewat internet. Beberapa di antaranya adalah:

Daftar lengkapnya bisa dilihat di sini.

Setelah Anda mengisi form, melengkapi persyaratan dan administrasi, biasanya 2-3 hari kemudian Anda bisa mulai berinvestasi. Besarnya fee untuk bertransaksi sekitar 0,2% untuk beli dan 0,3% untuk jual. Perusahaan sekuritas biasanya membolehkan Anda untuk bertransaksi yang nilainya 2-3 kali dari deposit yang Anda setorkan. Dana biasanya ditransfer dari/ke rekening Anda pada T+2 (beli) sampai T+3 (jual).

Namun, Anda juga perlu berhati-hati dengan broker. Mereka dibayar berdasarkan komisi beli-jual—-tak peduli Anda untung atau rugi. Broker-broker nakal bahkan sering menggunakan dana Anda tanpa ijin untuk melakukan trasaksi sendiri. Selain itu, sebagian broker (perusahaan sekuritas) juga bertindak sebagai penjamin emisi (underwriter) ketika sebuah perusahaan mendaftarkan diri di bursa. Demi alasan marketing, mereka punya kepentingan untuk menjaga agar harga saham emiten tersebut tetap “bagus.” Oleh karenanya, jangan jadikan rekomendasi dari analis sebagai sumber utama dalam melakukan investasi—-melainkan sebagai masukan saja. Yang terbaik tentu saja do your own homework!

Analisis Fundamental & Teknikal

Dalam dunia investasi, ada 2 metode yang lazim digunakan sebagai alat, yaitu fundamental analysis (FA) dan technical analysis (FA). FA menilai saham berdasarkan kondisi fundamental perusahaan itu sendiri, karenanya, FA lebih sesuai untuk investasi jangka panjang. Seorang FA sejati biasanya tak cuma sekadar menganalisis data keuangan saja, tetapi juga datang ke perusahaan yang diincar, berbicara dengan manajemen dan pemiliknya, melihat visi-misi dan strategic plan ke depan, dan sebagainya. Tak jarang seorang FA sejati sampai terbang ke seantero dunia demi mengorek informasi langsung dari perusahaan.

Sementara itu, TA menilai harga saham berdasarkan refleksi harga di masa lalu dengan membaca sentimen, tren, dan proyeksi yang mungkin terjadi di masa depan. TA akan membantu Anda memerkirakan arah pergerakan harga, membuat batas-batas pergerakan dalam kondisi tertentu, serta menunjukkan target arah beserta risikonya. TA lazimnya dilakukan dengan bantuan software aplikasi dan banyak mengeksploitasi grafik (chart). Karena sifat dan karakternya, TA lebih cocok untuk trading (spekulasi) dalam jangka pendek atau perlindungan (hedging).

Khusus di Indonesia, ada sebagian orang yang memasukkan bandarmologi analysis (BA) sebagai salah satu alat alternatif. Singkatnya, BA dilakukan dengan mencari rumor dan bisikan tertentu, lalu membonceng bandar saat mereka akan menggoreng sebuah saham. BA hanya sesuai untuk dilakukan dalam waktu yang benar-benar pendek—-dan Anda punya akses untuk menemukan saham mana yang siap untuk digoreng.

Gorengan (cornering) adalah aksi yang dilakukan untuk memanipulasi harga dengan membuat permintaan yang sangat tinggi atas saham tersebut. Setelah harga sahamnya melewati target point tertentu, mereka kemudian melakukan aksi jual untuk meraih capital gain. Saham-saham gorengan biasanya merupakan saham lapis dua-tiga yang peredarannya tidak banyak dan harganya relatif murah. Mereka bisa naik-turun dengan sangat drastis tanpa sebab yang jelas dan harga saham tidak mencerminkan kinerja yang sesungguhnya.

Mana yang paling tepat? Masing-masing hanya sebuah alat yang akan bermanfaat bila digunakan oleh orang yang tepat pada waktu yang tepat pula. Saya sendiri lebih menyukai FA karena filosofi saya adalah membeli saham dalam rangka memiliki perusahaan tersebut. Selama ini, semua dihitung hanya dengan kalkulator (atau ponsel) dan dicatat di kertas/map tanpa software khusus. Sejauh ini, saya juga belum pernah menjual saham yang pernah saya beli.

Kalau Anda tertarik mempelajari lebih lanjut fundamental analysis, silakan baca buku The Intelligent Investor karya Benjamin Graham, terbitan HarperBusiness Essential. Aslinya, buku ini terbitan tahun 1973, namun ditulis ulang tahun 2003. Buku Henry Markowitz, Portfolio Selection: Efficient Diversification of Investments, terbitan Yale University Press juga layak dijadikan referensi.

Sementara itu, kalau Anda lebih prefer ke technical analysis, saya sarankan baca buku Technical Analysis of the Financial Markets karya John Murphy, terbitan New York Institute of Finance (1986). Ada juga yang menyarankan buku Technical Analysis A to Z karya Stephen Achelis (2003)—-tapi saya belum pernah baca. Mengenai bandarmologi analysis, sejauh ini nampaknya belum ada buku yang menulis khusus tentang itu. :)

Memilih Saham Unggulan

Setelah rekening efek Anda siap dan Anda sudah bisa melakukan jual/beli saham, maka bagian tersulit dari investasi saham adalah memilih jagoan yang nantinya akan memberikan hasil terbaik bagi kita. Karena saham merupakan tanda kepemilikan kita atas perusahaan, maka ada baiknya untuk berfikir layaknya pemilik bisnis (business owner). Sebelum menentukan perusahaan mana yang ingin dibeli, lakukan investigasi terlebih dahulu terhadap fundamental perusahaan yang Anda incar.

Ada ratusan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Anda bisa memulai dengan menyortir perusahaan-perusahaan dengan bidang bisnis yang Anda pahami atau perusahaan-perusahaan yang memiliki produk dan jasa unggulan. Pilih perusahaan yang Anda perkirakan akan terus bertumbuh selama 10, 20, 30 tahun ke depan. Selanjutnya, sortir berdasar manajemen dan pemiliknya. Pilih perusahaan yang dikelola oleh tim manajemen yang mumpuni. Hindari perusahaan yang punya tren “aneh”, misalnya sebuah perusahaan batubara ketika harga komoditi batubara naik namun harga sahamnya justru turun.

Ada baiknya juga memilih perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah atau grup bisnis yang terkenal profesional. Perusahaan yang dimiliki pemerintah (BUMN) biasanya “dituntut” untuk profitable dan memberikan sumbangan kepada negara melalui penerimaan dividen. Hindari perusahaan yang dimiliki (dikelola) oleh grup-grup bisnis yang memiliki reputasi kurang baik. Berhati-hatilah karena mereka tak jarang melakukan manipulasi laporan keuangan atau melakukan trik financial engineering yang kasar.

Warren Buffett menyarankan untuk memilih perusahaan yang memiliki economic moats, atau keunggulan kompetitif yang sulit untuk ditiru oleh kompetitornya. Economic moats bisa berupa keunggulan dalam bentuk brand (kekuatan merk), cost (efisiensi biaya), switching (”kesulitan” untuk berpindah ke produk/jasa lain), atau protection (perlindungan berupa paten, hak pengelolaan, aturan pemerintah, dsb). Economic moats tersebut akan membuat customer rela membayar lebih tinggi. Oleh karenanya, perusahaan yang memiliki economic moats bagus akan lebih profitable dan tetap bisa bertumbuh—-sekalipun suku bunga atau harga-harga sedang naik.

Sebagian orang juga menyarankan untuk membeli perusahaan-perusahaan berkapitalisasi besar (bluechip) dan yang likuid serta sering dijualbelikan (LQ45). Perhatikan juga bila perusahaan tersebut berencana untuk membeli kembali (buyback) saham mereka. Biasanya itu merupakan pertanda saham mereka dihargai lebih murah dan punya prospek yang bagus di masa depan.

Masih bingung juga? Mungkin Anda bisa sedikit “mencontek” portofolio dari reksadana saham yang selama ini punya kinerja moncer. Isi perut reksadana tersebut bisa dilihat dari laporan tahunan dan/atau prospektus mereka. Anda bisa gunakan portofolio mereka sebagai guidance untuk menyeleksi perusahaan yang akan menjadi tempat Anda berinvestasi.

Nah, kalau Anda menyortir sekian ratus perusahaan yang listing di BEI, maka sampai tahap ini pilihan yang tersisa mungkin tinggal 20-30 perusahaan saja. Cari informasi lebih lengkap tentang kondisi sebenarnya perusahaan tersebut, misalnya dari karyawan, klien, supplier, atau akuntan yang mengaudit perusahaan tersebut. Bila ada waktu, kunjungi perusahaannya supaya mendapat gambaran yang lebih lengkap. Kalau tidak, berarti Anda harus “make sure” bahwa laporan keuangan sudah mencerminkan kondisi sesungguhnya dari perusahaan tersebut.

Baca laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan-perusahaan yang Anda incar. Anda bisa menemukannya di sini, sini, dan sini. Alternatifnya, Anda juga bisa men-download di situs web perusahaan yang bersangkutan.

Pilih perusahaan dengan return on equity (ROE) lebih dari 15%. Hal ini menggambarkan bagaimana kemampuan manajemen dalam mengelola modal yang dimilikinya. Kalau ROE hanya berkisar 8-9%, maka berinvestasi di perusahaan tersebut sama saja dengan menabung dalam bentuk deposito.

Selanjutnya, pilih perusahaan yang pertumbuhan laba (earning growth) stabil berkisar antara 20% atau lebih. Pilih juga perusahaan yang memiliki rasio utang terhadap modal yang relatif rendah dan rasio harga per free cashflow rendah. Artinya, perusahaan bisa menghasilkan kas dalam jumlah besar untuk membiayai operasional perusahaan dan melakukan ekspansi tanpa perlu mengandalkan pinjaman dari luar yang berbiaya tinggi. Rasio debt/capital yang rendah juga memungkinkan perusahaan menghasilkan cashflow yang lebih sehat dan tak terlalu sensitif dengan pergerakan suku bunga.

Sampai tahap ini, mungkin tinggal 10-15 perusahaan saja yang tersisa di tangan Anda.

Memprediksi Harga Wajar Saham

Asumsikan Anda sudah menemukan 10-15 perusahaan terbaik menurut Anda. Lalu, bagaimana cara untuk menentukan harga wajar saham tersebut? Pertama, tentukan earning per share (EPS) dan tren pertumbuhannya untuk 5 tahun ke depan. Kalau pertumbuhannya di atas 15%, gunakan rate 15%; sementara bila pertumbuhannya di bawah 10%, gunakan rate 10%. Kalikan untuk melihat future value pada akhir tahun kelima.

Setelah menemukan EPS pada akhir tahun kelima, kalikan dengan price earning ratio (PER) pada tahun tersebut. PER pada tahun tersebut dihitung dengan aturan sederhana; bila PER kurang dari 20%, gunakan rate 12%; bila PER lebih dari 20%, gunakan rate 17%. Selama ini, penelitian menunjukkan sangat jarang perusahaan membukukan PER tinggi lebih dari 17% selama bertahun-tahun. Setelah dikalikan, Anda akan menemukan perkiraan harga saham pada akhir tahun kelima.

Selanjutnya, tentukan berapa value sebenarnya saham tersebut. Caranya, tambahkan perkiraan harga saham pada akhir tahun kelima dengan dividen yang diperoleh. Dividen dihitung dengan menjumlahkan EPS selama lima tahun dikalikan dengan dividen payout ratio (DPR). Setelah ketemu fair value saham tersebut pada akhir tahun kelima, tinggal mendiskontokan ke nilai sekarang dengan target (hurdle rate) yang kita inginkan.

Simulasi Fair Value Saham

Perhatikan contoh berikut. Dengan menggunakan hurdle rate 15%, yaitu mengasumsikan saham perusahaan akan memberikan return 15% secara kontinu, saham TLKM bisa dibeli di bawah harga Rp 10.500. Sementara dengan hurdle rate 20%, saham TLKM harus dibeli di bawah harga Rp 8.500. Nah, bila harga saat ini Rp 9.700, kalau mengharap return setidaknya 15% per tahun, Anda boleh membeli sekarang. Namun, bila Anda mengharapkan return setidaknya 20%, Anda harus menunggu sampai harganya turun ke Rp 8.500.

Tentu saja perhitungan tersebut masih sangat kasar. Saya juga menghitung hanya dengan corat-coret. Selain itu, rate yang saya gunakan sangat konservatif karena banyak dari saham tersebut memiliki pertumbuhan EPS dan PER sangat tinggi. Bisa jadi, harga yang nantinya terbentuk jauh melampaui perhitungan tersebut. Tapi setidaknya simulasi di atas bisa jadi acuan untuk menaksir harga wajar suatu saham.

Setelah menemukan 5-7 saham terbaik yang memenuhi hurdle rate Anda dan diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya, buy as much as you can. Hold untuk waktu yang lama. Insya Allah 4-5 tahun investasi Anda mulai menunjukkan hasil.

Last but Not Least

Invest your time before invest your money. Sebelum terjun beneran, ada baiknya untuk meluangkan waktu belajar, membaca buku, mengikuti workshop, dan menggali lebih banyak informasi lain. [Promosi: Saya sedang menulis buku lebih detil soal saham. Mohon doa restu, mudah-mudahan bisa segera terselesaikan. :) ]

Jangan lupakan juga aturan dasar dalam berinvestasi: beli perusahaan bagus dengan harga diskon. Don’t be afraid to wait. Cari timing bagus yang memungkinkan Anda membeli di harga murah, misalnya bulan-bulan Januari-Februari. Kalau Anda bisa membeli murah, walaupun harga tidak naik, Anda tetap melakukan “best buying” dan tetap mendapatkan potensi keuntungan melalui dividen.

Bagaimana dengan pergerakan naik turunnya harga? Saya sendiri tak terlalu memedulikan. John Bogle, dalam tesisnya sewaktu masih di Princeton, mengatakan bahwa dalam jangka pendek harga akan selalu bergerak mengikuti psikologi dan sentimen pasar. Namun dalam jangka panjang, harga akan mencerminkan fundamental perusahaan itu sendiri. Selama tembakan kita jitu, dalam jangka panjang, ia akan memberi keuntungan yang cukup lumayan buat kita. Jangan tergoda untuk keluar-masuk hanya karena fluktuasi harga. Lebih baik Anda fokus pada pekerjaan lain atau mencari penghasilan alternatif untuk diinvestasikan lagi ke portofolio Anda.

Walau terdengar klise, jangan lupa untuk selalu berdoa agar dibimbing dalam membuat analisis dan keputusan investasi terbaik. Kalau investasi Anda sudah sukses, jangan lupakan untuk sisihkan setidaknya 10% dari keuntungan Anda buat mereka yang kurang beruntung. Kalau ada orang lain yang tertarik mencoba mengikuti jejak Anda, jangan segan-segan untuk membagi ilmu dan pengalaman.

Situs Referensi

Untuk sementara, demikian dari saya. Mohon maaf bila ada kata-kata yang salah atau terkesan menggurui. Saya hanya sekadar sharing. Bila ada kritik, saran, atau pertanyaan, please don’t hesitate to ask me. Siapa tahu saya bisa membantu. :)

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

  1. Mau tahu saham ? Apa itu GOOGLE ADSENSE? « R Kuswandi Weblog
  2. A Matter of Confidence « The Home of Sutanto Santoso
  3. Tes … Latihan ni Buat UAS « Luvbendybear’s Weblog
  4. Comments

  5. Jason Rakowski

    I found your site on technorati and read a few of your other posts. Keep up the good work. I just added your RSS feed to my Google News Reader. Looking forward to reading more from you.

    Jason Rakowski

  6. amagus

    gimana kalo bung nofie dijadikan rujukan untuk bandarmologi analysis ;)

  7. bbg_satriani

    Mas Nofie,
    mau nanya nih….

    Beda main saham dengan forex apa yah?
    Apakah FA dan TA di kedua sarana investasi itu sama?
    Makasih jawabannya

  8. aing tea

    mas nofie ysh,
    kasih dong ulasan ttg halal-haram bermain saham. atau kalau pernah diposting, mohon kirim ulang linknya. bagaimana dg saham2 yg di-approve JII? mohon pencerahan yoo..

  9. Ibud

    Buat bbg_satriani :

    Beda main saham dengan forex apa yah?

    bedanya ya obyek yang di-trading-kan, kalo ‘main saham’ yang di-trading-kan adalah saham2 perusahaan yang go public/listing di bursa efek, sedangkan ‘main forex’ yang di-trading-kan adalah mata uang

    Apakah FA dan TA di kedua sarana investasi itu sama?

    FA untuk saham; yg di analisa adalah kondisi fundamental perusahaan (sudah dijelaskan dengan gamblang oleh Mas Nofie), sedang untuk forex, yg dianalisa adalah kondisi fundamental mata uang-nya, korelasinya tentunya dengan kondisi fundamental ekonomi negaranya.

    TA untuk saham maupun forex, software aplikasinya umumnya mirip, sedangkan indikator2 yang digunakan untuk membaca pergerakan harga banyak sekali (bollinger band, Moving Average, RSI, dsb), tinggal disesuaikan dengan trading style masing2 trader saja.

    mungkin Mas Nofie bisa menambahkan…

    semoga bermanfaat…

  10. Riky Kurniawan

    Mas Nofie, thanx atas sharingnya..

    seperti biasa artikel mas Nofie selalu menginspirasi.

  11. Fadli Reza

    tulisan yang bagus dan mudah dicerna bagi pemula ;)

  12. andriansah

    thanks atas postingannnya

    sangat bermafaat untuk gw ynag sedang mencoba jadi trader

  13. zulq

    Dear bang iman..
    Terima kasih postingnya yang sangat bagus…cocok sekali dengan yg sedang saya alami
    Saya coba2 belajar fundamental perusahaan untuk bisa berinvest jangka panjang dalam saham..seperti kata buffett, memiliki sebuah bisnis yg sehat.
    Saya sedang kesulitan untuk membaca laporan keuangan perusahaan terutama dalam menentukan jumlah saham perusahaan tersebut…yang biasanya terdapat dalam kolom Ekuitas dan Kewajiban.
    Banyak analisa fundamental mensyaratkan jumlah saham sebagai variabel yang dihitung seperti Price to Value Book, Nilai Saham terhadap penjualan dan Net Tangible Asset per saham, dan Earning per share tentunya.
    Bagaimana cara kita menentukan jumlah saham yang beredar?..apakah cukup dengan membagi laba bersih dengan earning per share (EPS)?..sebab saya sedikit ragu.
    Mohon pencerahannya..
    Saya sangat appreciate, kalau kita bahas lewat japri..(email sudah saya sertakan)..
    Terima kasih banyak sebelumnya

  14. Amir Karimuddin

    Saya ingin menanyakan tentang TLKM.. memang kalo diliat dari tahun 2003.. itu sekitar 2000an… tapi kalo kita perhatikan dari 2 januari 2007 (10.350) hingga 28 desember 2007 (10.150), bukannya naik malah turun. Padahal fundamentalnya kuat sekali. Menurut mas Nofie gimana prospek 5 taun ke depannya? apa mungkin bisa bertahan 15% per tahun?

  15. siman

    Semoga bukunya mas Nofie cepet selesei, aku pasti beli deh mas, thanks for all your advice in your blog

  16. Toms

    Setuju.. saya siap beli bukunya.. & thanks

  17. Sonny

    tadinya udah seneng karena harga saham saya naik tapi berhubung subprime mortage, harga saham saya anjlok banget nih. nyangkut tapi biarin aja deh… :(

  18. Nofie Iman

    Rekan bbg_satriani, sebagian besar pertanyaan Anda sudah terjawab oleh rekan Ibud.

    Sedikit saja saya tambahkan, dalam ilmu ekonomi, ada tiga pasar utama yang menunjang perekonomian suatu negara, yaitu pasar keuangan (financial), pasar barang dan jasa (goods and services), dan pasar tenaga kerja (labor). Ketika kita berbicara investasi, maka kita biasanya me-refer pada pasar keuangan. Pasar keuangan sendiri terdiri dari pasar uang dan pasar modal.

    Saham adalah produk yang dijualbelikan di pasar modal. Sementara forex/valas merupakan produk yang dijualbelikan di pasar uang. Biasanya, orang bisa mendapatkan untung di pasar modal ketika harga sedang naik; sementara di pasar uang, orang bisa mendapat gain baik ketika pasar sedang naik atau pasar sedang turun. Pada intinya, konsep dasar FA dan TA di kedua instrumen tersebut tak jauh berbeda.

  19. Nofie Iman

    aing tea,

    Saya tak berani mengatakan apakah bermain saham halal atau haram. Apabila yang dimaksud “main saham” adalah berinvestasi (hold long-term) dan tidak semata-mata mencari untung dari fluktuasi harga, menurut saya insya Allah halal. Namun, bila yang dimaksud adalah trading jangka pendek, saya tidak berani menjawab. Saya pernah menanyakan hal ini pada orang-orang yang lebih kompeten namun belum menemukan jawaban yang bulat.

    Menurut Dewan Syariah Nasional, emiten yang masuk JII adalah emiten yang core business-nya sesuai dengan prinsip syariah dan rasio keuangan berupa utang terhadap modal (debt to equity ratio/DER) tidak boleh melebihi 82%. Selain itu, pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya tak boleh lebih dari 10% dari total pendapatan.

    Mereka juga tidak boleh melakukan kegiatan usaha yang dilarang menurut Peraturan Bapepam-LK No. IX.A.13 2(a), tidak melakukan perdagangan tanpa penyerahan barang/jasa, dan tidak melakukan perdagangan dengan permintaan atau penawaran palsu.

  20. Nofie Iman

    Mas Amir Karimuddin,

    Jujur saja saya tak pernah mengamati TLKM dari dekat. Sejauh ini yang saya dengar dari teman-teman, lebih banyak berita kurang sedap. Misalnya, TLKM terlalu kental urusan politiknya dan selama ini digembosi sebagai sapi perah. Selama ini juga pendapatan TLKM lebih besar disumbang oleh Telkomsel, bukan dari core business-nya.

    Prospek ke depan TLKM jujur saja saya kurang tahu. Pertumbuhan di dunia telekomunikasi Indonesia dikejar dengan perang harga/tarif, bukan dengan peningkatan support quality atau inovasi teknologi dan efisiensi. Nyatanya, saham-saham telekomunikasi (tak cuma TLKM) sejauh ini kinerjanya selalu kurang menggembirakan.

  21. Nofie Iman

    Bpk. Zulqarnain,

    Jumlah saham beredar bisa dilihat pada situs BEI di bagian profil emiten. Anda bisa mengetahui berapa banyak saham yang beredar untuk setiap emiten yang terdaftar di bursa.

  22. Hendry

    sekadar urun rembug, sebagai pemegang TLKM

    TLKM memang barometer IHSG (bobotnya 15% dalam perhitungan index saham) tapi industri telco indo memang udah kurang menarik lagi…penurunan tarif baik telepon maupun sms, perang harga yang terjadi secara ancur2an, consumer yang gampang sekali berganti operator sehingga angka ARPU menjadi kurang relevan. mungkin sementara ini perlu dilirik sektor lain dulu dah daripada telco sector

    gimana ke depan? Teknologi berkembang sangat pesat, sehingga menurunkan biaya bandwidth semakin murah. Warnet tarif Rp 5.000/jam saja bisa untung. Kebutuhan bandwidth untuk buka situs ini satu kali saja setara dengan ribuan sms.

    TLKM rajanya ADSL, tarif di Indonesia masih yang termahal di Asia. Saya perkiraan sektor ini akan digenjot habis oleh TLKM. Pasalnya kompetitor gak punya fixed line, TLKM tinggal numpang infrastructure nya saja. Bagaimana gak untung? yang lain konsen ke perang harga; untuk ekspansi kemampuanya berkuranng. tlkm sekarang giatnya garap internet, yang lain kayanya akan ngos2an kejar tlkm, karena dah kejebak ma perang tarif.

    Kedepanya bisnis transfer data mungkin bakalan bagus. ISP mulai berguguran. Strategi TLKM dengan speedy-nya mengkanibalisasi telkomnet instant bukannya tanpa hitungan. Segmentasi pasar internet di Indonesia paling kecil di Asia Tenggara. Semua orang tahu broadband di Indonesia termahal di Asia. Untuk harga saat ini saja ISP lain sudah tidak kuat melawan.

    Hendry

  23. edratna

    Saya cuma beli saham, karena dapat ESOP dan MSOP……lumayan lah….tapi kondisi saat ini, walau fundamental analisis perusahaan bagus, karena pengaruh ekonomi Amerika, harga saham turun drastis.

    Kalau saran saya sih, kalau mau berinvestasi saham, sisihkan uang untuk saham…dan jangan dicampur dengan yang lain sehingga nggak deg-deg an. Juga masih ada investasi yang aman lainnya, seperti dalam bentuk deposito dan tabungan, ini untuk jaga-jaga jika harga saham drop seperti sekarang. Tentu saja, biaya operasional bulanan masih dapat dari gaji bulanan….(ini saran orang yang sudah berumur dan konservatif…).
    .

  24. Jaka

    Kalo saya mulai dari membeli saham2 yg big cap, misalnya:
    1.TLKM
    2.BUMI
    3.ASII
    4.INCO
    5.BBRI
    6.BBCA
    7.BMRI
    8.PGAS
    9.HMSP
    10.AALI

  25. armedia@bulevard

    Hindari Saham :

    1. Pertambangan non Energi
    2. Perbankan
    3. Properti
    4. Telekomunikasi
    5. Perusahaan Biodiesel
    6. Perikanan
    7. 3rd liner
    8. Yang tidak liquid
    9. ETF
    10. PER terlalu tinggi di kelasnya
    11. Fundamental yang tidak bagus
    12. Perusahaan yang lagi ada masalah
    13. dll

    Invest ke saham :

    1. Komoditi –> Timah (Komoditi lain hindari/non energi)
    2. Pertambangan energi
    3. Consumer goods (INDF, UNVR)
    4. Semen
    5. Perkebunan
    6. dll

    Syarat :

    1. Beli saat murah
    2. Jangan panik waktu menjual
    3. Invest long-term >3 bulan
    4. Pake uang dingin

  26. Dino

    Mendidik sekali postingnya..
    Mas Nofie harusnya sering2 bagi2 ilmunya, orang Indonesia masih banyak yang belum paham dengan saham, malah ada yang ngira seperti judi segala.

  27. zulq

    Mas Nofie…
    Thx atas penjelasan mengenai jumlah saham, saya sudah paham sekarang.
    Saya mau tanya sedikit masalah stock split (pemecahan nilai saham)
    Bagaimana mekanisme stock split itu sebenarnya?
    Misal jika kita beli saham TINS sekarang diposisi 27000 kemudian beberapa bulan lagi di stock split 1:10, apakah itu berarti kepemilikan saham kita bertambah?, dari misal 10 lot saat harga 27000 dan menjadi 100 lot saat harga 2700?..
    Soalnya kalau saya gak salah liat saham ANTAm yg baru stock split 1:5 juga masih sama jumlahnya, seharusnya kan bertambah 5X lipat? (tolong benarkan kalau saya salah liat informasinya)
    Saya masih kurang paham mengenai stock split…
    Mohon penjelasannya
    Terima kasih

  28. zulq

    oya Mas Nofie
    Menurut anda PTPN mana yang kinerjanya paling baik?
    Saya dengar tahun ini ada 3 PTPN yang akan go publik

  29. d3dy

    mas nofie saya mau tanya ne, kalo bermain saham kan katanya bisa dapat deviden dan apabila sahamnya naik bisa ambil capital gain. Deviden yang diperoleh itu nantinya akan kita terima dalam bentuk apa dan bagaimana? Apakah deviden itu ditambahkan ke harga saham atau deviden itu diberikan / ditransfer langsung ke rekening pemilik saham?? Terus dikatakan juga untuk berinvestasi di saham dapat dimulai dengan hanya 10jt. Bila demikian apakah hasilnya nanti juga akan sedikit mas sebab yang namanya investasi pasti berhubungan dengan besar kecilnya modal dan jangka waktu.
    Mohon penjelasannya, terima kasih.

  30. Hendry

    sekedar komentar aja.

    betul pak zulq. kalau 10 lot @ 27000 nanti jadi 100 lot @ 2700. kalo sampean baca di laporan keuangan, biasanya ditulis kok jumlah lembar saham pra/pasca stock split. atau jangan2 sampean keliru menerjemahkan angka modal disetor, modal dasar, saham beredar, dsb?

    Hendry

  31. Nofie Iman

    Dividen biasanya dibagikan dalam bentuk tunai (cash) dan nantinya akan dipotong pajak. Namun ada pula yang membagikan dalam bentuk saham bonus atau bahkan tidak memberikan dividen sama sekali. Kalau bentuknya cash, maka akan ditambahkan ke rekening efek Anda.

    Ada broker yang hanya menyaratkan deposit awal Rp 10 juta. Tentu saja nantinya Rp 10 juta tersebut (bila dibelikan saham) akan naik atau turun nilainya—-tergantung pergerakan harga yang terjadi. Idealnya, berinvestasi dimulai dengan modal sekitar Rp 100 juta-Rp 500 juta untuk investor individu, supaya bisa menyusun portofolio saham dengan lebih optimal.

  32. Amonimus

    Bagi para pemula yang berminat utk masuk ke BEJ, saya sarankan tunggu sd akhir Oct/Dec..

    BEJ lagi dilanda eksodus:
    1. Dana asing berkurang (unwinding carry trade)
    2. Harga komoditas (jagung, gandum cs) + energy (oil, gas cs) + logam (emas, perak cs) lagi turun (akhir Maret 2008)
    3. Saham di BEJ kebanyakan overvalued, BEJ selama 5 th avg. gain 44% per tahun. Unsustainable. Tahun 2007 sudah plus 60% lebih ( B-Bbbubbble?).

    Buat yg sudah pengalaman sih, mungkin sudah mahir menghindari ranjau, tahu kapan lari kapan tiarap…

  33. pemula

    Kalau tunggu sampai akhir Okt/Des, jadi uangnya diapakan dong? Katanya beli saham baiknya pas lagi turun. Beli emas saja?

  34. Toms

    Bung Nofie,

    Ada beberapa pertanyaan mengenai dividen yang masih belum bisa saya pahami:
    1. apakah hubungan langsung antara harga saham, IPO, dengan besarnya dividen (persentase dividen terhadap harga saham tersebut)?.
    Sebagai contoh dividen inco tahun ini diudulkan sebesar 0.12 $/lembar saham, sedangkan harga saham inco sekitar 7000 - 7500 (dividen lebih dari 10% harga saham), apakah kita bisa berharap dividen untuk perusahaan “sehat” harus lebih dari 10% x harga saham?
    2. Apakah dividen harus proporsional dengan ROE dan harga saham per lambar?
    3. Ada saham-saham blue chip yang dividen nya bisa dikatakan kecil, namun harganya tetap tinggi? apakah dalam hal ini investor lebih mengedepankan capital gain daripada dividen?

    Satu pertanyaan tambahan yang tidak kalah penting, terutama untuk pemula seperti saya:
    Dalam keadaan pasar yang dibayangi kemungkinan resesi di Amerika dan Asia, (market crash?), apakah masih aman untuk memulai investasi saham?

    Terimakasih atas pencerahannya.

  35. Nofie Iman

    Ada banyak teori mengenai pembagian dividen. Saya tulis singkat saja, karena kalau diulas lengkap akan menjadi terlalu panjang.

    Secara umum, tidak ada hubungan langsung antara harga saham, IPO, dan besarnya dividen. Dividen merupakan bagian keuntungan perusahaan yang dikembalikan kepada investor setelah dipotong untuk laba ditahan.

    Ada perusahaan yang memilih untuk membagikan sedikit (atau bahkan tidak sama sekali) dividen dan menggunakan dana tersebut untuk berinvestasi, melunasi hutang, atau melakukan ekspansi. Dana tersebut cost-nya lebih murah bila dibandingkan perusahaan harus menerbitkan saham (lagi), obligasi, atau pinjam uang ke bank.

    Namun ada pula perusahaan yang memilih agak banyak membagikan dividen. Di Indonesia, biasanya perusahaan-perusahaan BUMN agak royal membagikan dividen karena ada tuntutan dari pemerintah untuk menambal defisit APBN.

    Tiap kubu juga punya pendukungnya masing-masing. Ada orang yang percaya bahwa lebih baik keuntungan perusahaan digunakan saja untuk mengembangkan usaha. Contohnya, Warren Buffett (Berkshire Hathaway) tidak pernah membagikan dividen—-namun jadi perusahaan holding terbesar dengan harga saham tertinggi.

    Ada juga orang yang lebih menyukai pembagian dividen, apalagi bila dividen yang dibagikan cukup besar. Mereka menganggap kalau perusahaan mampu membayar dividen, berarti perusahaan tersebut cukup profitable dan layak investasi.

    Memang bisa dikatakan bahwa ada investor yang mengejar capital gain (growth), ada pula yang mengejar dividen (revenue). Mana yang terbaik? Semua dikembalikan ke Anda sendiri sebagai investor.

    Insya Allah nanti akan saya bahas lagi lebih detil pada posting tersendiri.

  36. Mohamad Isnaeni

    saya baru mulai belajar memahami investasi saham kurang lebih satu bulan lalu…..dan ketka saya sedang searching mengenai semua hal tentang saham, karakter, definisi, perilaku, dsb….tiba-tiba saya membaca apa yang ditulis Bang Nofie….eh jadi sedikit lebih tahu dan yang menjadi perhatian saya adalah kata-kata mas nofie…….DON’T BE AFRAID TO WAIT……..its miracle words to me when everyone said “buy now without giving me some fundamental theory about stocks”…….okay bang big big thanks and saya tunggu loh bukunya….

  37. pak raden

    thank a lot om nofie atas paparannya, selama ini susah dapetin info tatacara maen saham macam itu

    btw, kalo kita hold beberapa saham selama beberapa waktu (katakanlah 2 th)..bagaimana dgn keberadaan brokernya……apakah broker gak nyuruh kita aktif jual/beli (komisi mereka dpt dari aktifitas itu)

    mohon pencerahannya,om nofie

  38. Hendry

    pak raden, saya sih sudah mendiamkan saham2 saya sejak jaman baheula sebelum krisis, ndak masalah, paling brokernya kasih report aja periodik dan kadang2 suka telpon.

    Hendry

  39. Reza Maghraby

    Artikelnya bagus sekali Bos, semoga mendapat berkah, terima kasih.

  40. hary

    Saya lagi mau buat presentasi tentang pasar modal nih..
    Tapi jujur aja pengetahuan saya sangat kurang. mohon bantuanya y…

    Apa itu proses emisi efek??

    Bagaimana harga suatu saham itu ditentukan? Misalnya harga saham telkom itu 10000.

    Seleksi macam apa yang dilakukan dalam saham LQ 45??

    Trimakasih sebelumnya..

  41. mery

    Saya sedang memerlukan contoh perhitungan untuk menentukan harga instrumen2 di pasar modal, seperti saham, obligasi, rights, warrant..

    Pengetahuan saya masih sedikit, jadi saya mohon bantuannya ya..

  42. Zulqarnain

    Mas Nofie YTH,
    Ini saya mau tanya dan konsultasi (boleh ya?)
    Saya sudah hampir 4 bulan ini belajar Fundamental Analisis emiten, prinsip2 Buffet ttg konsistensi kinerja ROE, Marjin Laba, Deviden, kuatnya manajemen, biaya/kewajiban yg rendah dan prospek bisnis masa depan..penguasaan pasar (kalo istilah Buffett adalah perusahaan “frenchise”).
    Dari beberapa belas perusahaan yg saya teliti (Lap Keuangan minimal 5 tahun), yg di bisnisnya adalah “leader” dan relatif belum punya pesaing…saya punya 3 emiten favorit, yang satu di bidang tambang, yang satu consumer good, dan yang satu adalah infrstruktur.
    Bisnis mereka “seakan” tak terkalahkan…ROEnya konsisten diatas 20an%, bahkan ada yng konsisten diatas 60%, marjin labanya 15% bahkan ada satu emiten favorit saya marjin labanya konsisten 40%, history pembagian deviden-nya pun tinggi (3 digit)
    Dan emiten yg satu berkinerja paling bagus dari 2 pesaingnya : PERnya paling rendah, ROEnya paling tinggi, Marjin labanya juga paling tinggi, meski PBVnya masih lebih tinggi.
    Yang ingin saya konsultasikan karena anggaran yang terbatas (batasan minimal untuk buka account di broker)…
    1. Apakah dari anggaran minimal itu saya belikan ketiganya meskipun dapat kuantitas lot yang sedikit? (ketiga emiten tsb harga pe lembarnya relatif sama), ataukah saya pilih yang terbaik dari ketiganya untuk mendapat lot lebih banyak?
    2. Baik mana saya membeli salah satu dulu, (atau dua)..dengan jumlah lot lebih banyak? dan menunggu beberapa tahun kemudian untuk membeli ke-2 yg lain…Ataukah saya beli ke-3nya sekaligus sekarang…dan akan “menambahnya” kelak, saat pasar mendukung?

    Mohon Pencerahannya
    Terima kasih banyak

  43. Nofie Iman

    Saya tidak tahu berapa dana Anda yang akan dianggarkan untuk berinvestasi. Namun saat ini memulai investasi saham bisa diawali dengan modal kurang dari Rp 50 juta. Jumlah itu sudah cukup untuk memberi beberapa lot dari saham-saham yang Anda incar—-dengan asumsi harga saham kisaran Rp 9.000-12.000.

    Mengenai pembelian, bisa saja dilakukan satu per satu atau sekaligus. Yang jelas, buy on dip selalu pilihan yang terbaik. Beli ketika harganya memang sedang sangat turun. Jangan semua dihabiskan. Sediakan juga dalam bentuk kas supaya bisa menambah investasi (top-up) bila harganya turun lagi.

  44. Sabri

    Mas Zulqarnain, jadi penasaran, memangnya jagoan Anda apa? boleh dishare disini? hehe :)

  45. Wira

    Dear, Mas nofie

    Apakah ada situs yang menyediakan demo account atau simulasi bursa efek untuk pemula? Kalau ada, tolong beri tahu saya. Terimakasih

  46. brian

    dulu kayaknya ada tuh simulasisaham.com. kalo sekarang nampaknya udah nggak ada. kalo simulasi untuk options sih banyak. broker2 online pada kasih fitur itu soalnya. cmiiw.

  47. neeta

    Mw mt tLg..
    mt data jumlah dan harga saham 6 provider telekomunikasi..
    Dkirim k email saya saja..
    Thx..

  48. Daisy

    Dear Bang Nofie
    Terima kasih atas artikelnya dan sangat membantu sekali.Apalagi bagi saya yang baru hendak memulai dan sedang mempelajari.Terus terang saya buta Finansial,Sudah ada beberapa buku yang saya baca yang berhubungan dengan Finansial,apa kah ada buku kamus tentang Finansial yang lengkap?kalau ada mohon referensinya.

    Terimakasih
    Daisy

  49. david wongso

    halo, saya bernama david, yg ingin saya tanyakan adalah sekarang saya sudah kelas 3 sma dan sebentar lagi akan melanjutkan ke jenjang perkuliahan. ayah saya meminta saya mengambil jurusan yang berhubungan/mendukung saya untuk dapat menjadi seorang pialang saham selepas saya lulus kuliah. oleh sebab itu bisakah bapak memberikan saya saran jurusan apa yg sebaiknya saya pilih dan universitas mana yang kira2 cocok untuk saya

  50. nugie

    Ass…
    Mas bisa gak di list, perusahaan2 sekuritas mana aja yang kira2 bisa profitable, aman dan terpercaya!soalnya saya buta soal dunia ini, tapi ada hasrat untuk tanem invest lewat ini, tapi bingung milih yang mana!! Thanks b4.
    Wass…

  51. Nofie Iman

    David
    Saran saya, pilih di fakultas ekonomi, jurusan manajemen atau akuntansi dengan mengambil konsentrasi keuangan dan pasar modal. Setelah itu sembari jalan, ambil sertifikasi WPPE atau CFA.

    Nugie
    Perusahaan sekuritas yang terdaftar dan diakui di Bursa Efek Indonesia bisa dilihat di sini. Kalau ragu, pilih perusahaan yang besar, asing, atau milik pemerintah.

  52. david wongso

    terima kasih atas saran bpk.novie. apakah jurusan bisnis management merupakan salah satu jurusan yg dapat saya ambil??? trims…

  53. fredy c

    terima kasih kepada pak nofie,dari membaca blog bapak inilah saya jadi lebih banyak mengerti.sekali lagi terima kasik.posting terus ya pak:)

  54. bayu

    hi om.nofie, saya mulai tertarik dg dunia saham. tp saya msh awam bgt dg semua itu, saya udh mulai pelajari semua itu , sekarang saya dah punya gambaran.

    oh ya apakah anda punya seorang teman anak2 sma yg udah banyak mulai memasuki dunia saham??/
    trus bagaimna dg mreka????

    apakah mreka bisa??

  55. arif darma

    Artikel yg bagus mas, setidaknya menambah wawasan saya. Saya bookmark blog anda ini supaya bisa lihat artikel anda yang lainnya lain waktu.

  56. Nofie Iman

    Bayu
    Saya belum pernah mendengar anak-anak SMA yang mulai masuk saham—-paling-paling reksadana. Kalau anak kuliahan (atau bahkan ibu-ibu rumah tangga) yang berinvestasi saham sudah sering saya dengar. Selain berinvestasi secara individu, ada juga yang melakukan secara arisan dengan membentuk semacam investment club.

  57. yoo....hooo

    hai mas…
    tertarik juga buka bagian yang ini. mo sedikit sharing aja kemarin baca beberapa buku untuk investor pemula dan ketemu tulisan yang serupa dengan tulisan mas nofie diatas tapi sepertinya buku yang ditulis fouder investor daily ini lebih ke technical analysisnya. disini juga dapet beberapa tips mempelajari pergerakan pasar selama setengah dekade dinegeri paman sam sana. ada beberapa tips yang bikin kaget, salah satunya jangan denger pendapat orang baik itu broker, investor lain atau pemilik blog (no offence lho mas) karena dari dekade per dekade sifat pasar akan sama. tips lainnya jangan liat deviden atau saham-saham bluechips sebagai pegangan security kita dalam bermain saham. yang terakhir ada tambahan tentang slogan yang sering kita dengar “don’t put your eggs in one basket”, tapi tertulis “it’s better to put all your eggs in a few baskets and then watch those basketsvery closely, knowing what’s in them backward and forward”. dalam buku ini juga kita diajarin mempelajari stock charts yang bagi orang non finance mungkin cape and bikin nguap. segitu dulu mas nofie…. tapi blog ini udah aku bookmark ko, karena ga sepenuhnya isi buku yang baru kupinjam ini aku praktekkan kan? salah satunya ya.. aku masih percaya pada para suhu yang lebih dulu aktif ngisi info di situs ini termasuk dari mas nofie and tulisannya. btw mas, gimana order bukumu untuk aku yang di USA ini?

  58. Forum Investor

    hi,

    1. Apakah anda menggunakan cut loss dalam investasi saham ?
    2. bagaimana menetapkan cut loss level ?

    terima kasih.

  59. Nofie Iman

    yoo….hooo
    Maaf, tapi agak repot juga kalau harus kirim ke Amerika—-biayanya nggak sepadan dengan harga bukunya. :)

    Forum Investor
    Saya mainnya long-term. Sejauh ini belum pernah cut loss. Mungkin malah belum pernah menjual salah satu/sebagian portofolio saya.

  60. Toto

    Bung Nofie,

    Setahun terakhir ini saya dan istri sudah melakukan investasi di reksadana saham dan akhir-akhir ini mulai tertarik untuk ber-investasi langsung di saham.

    Pertanyaan kami: sebagai investor long term, manakah yang lebih baik? apakah sebaiknya menggunakan jasa online brokerage atau broker konvensional?

    Terima kasih.

  61. Nofie Iman

    Toto
    Tidak terlalu penting antara online atau konvensional. Lebih baik Anda memilih berdasar layanan, reputasi, serta fee yang ditawarkan.

  62. edwin

    q ksh masukan mas…
    gmn cara main saham?
    pertama saya harus gmn??
    modal awalnya berapa?klau modal kecil2an gmn?

  63. brother

    salam,
    saya tahu bung nofie seorang pemain saham long term,
    saya ingin deskripsi bung nofie ttg bagaimana bermain secara on the spot di BEI, terutama bagi yang ingin main short term.
    apa saja kekurangan dan lebihnya, bila dibanding dengan yg bermain remote via broker?
    salam sukses utk anda.

  64. fransiska

    salam,

    mas, bagaimana dengan saham telkom dan bank2 sekarang, mandiri, bca, danamaon, dll, apakah berarti kita bisa koleksi sekarang, mumpung lagi rendah?

    Mohon advice,
    Trims….

  65. Nofie Iman

    Bank adalah sektor yang paling rentan terhadap inflasi dan perubahan suku bunga. Melihat situasi semacam ini, saya belum tahu kapan gejolak tersebut bisa berakhir. Tapi bisa saja ini jadi peluang untuk mengoleksi saat ini untuk orientasi jangka panjang. Apalagi bank-bank dengan fundamental yang bagus dan fokus pada hal-hal seperti UKM yang kurang sensitif terhadap inflasi/suku bunga.

  66. Jeger

    Selama saya main saham..hanya ada 2 saham yang sudah turun amat dalam dan bisa recover dengan waktu yang sangat cepat. Kedua saham itu adalah:

    BUMI dan TINS …..

    BUMI sudah menggeser TLKM…. BUMI sekarang menjadi penggerak Index. BUMI merupakan perusahaan pengekspor batubara kalori tinggi terbesar di Indonesia. Nah yang kedua adalah PT ADARO yang sebentar lagi akan IPO. ADARO cukup bagus boleh di beli saat IPO dan keep long term. ADARO adalah perusahaan yang didalamnya terdapat saham keluarga Om Wiliam S (mantan BOSS ASTRA).

    Di perkirakan harga batubara dunia akan tetap menguat utk 2 hingga 3 tahun kedepan.

    TINS: Indonesia adalah pengekspor timah terbesar kedua dunia setelah China. Setiap tahun terjadi defisit supply timah dunia. Harga Timah dunia mengalami kenaikan pesat. Saham TINS yang rencananya tgl 11 Juli 2008 nanti akan stock split 1:10 boleh di koleksi utk jangka waktu yang lama.

    Kalo yang mau lihat2 grafik dan belajar TA … coba aja buka :

    http://www.vierjamal.blogspot.com

    Tnx

  67. Nofie Iman

    Terima kasih atas komentarnya.

    Mengenai Adaro, sebenarnya perusahaan tersebut dikuasai oleh Sandiaga Uno, Patrick Walujo, Tom Lembong, dan Erick Tohir. Edwin Soeryadjaya dan Teddy Rachmat hanya bertindak pasif. Saya pernah menulisnya di sini. Dibandingkan BUMI, batubara yang diproduksi Adaro merupakan batubara sub-bituminous dengan kalori yang rendah (kurang dari 6000-5000 kcal/kg). Sementara produk terbaik BUMI dihasilkan oleh KPC yang sesuai dengan kadar kalori di pasaran internasional. Dengan tingkat produksi semacam ini, diperkirakan dalam 25 tahun ke depan (atau kurang) cadangan tersebut sudah habis.

    Untuk perusahaan yang berbasis komoditas seperti ini saya agak kuatir. Harganya ditentukan oleh pasaran internasional sehingga agak sulit untuk memprediksi bagaimana prospek perusahaan yang bergerak di sektor ini ke depannya. Khusus batubara, saya melihat PER dan PBV sudah melesat tinggi. Belum lagi ada isu akan dikenakannya pajak pungutan ekspor (windfall profit) dan deregulasi seperti yang terjadi di sektor CPO. Bukan tidak mungkin euforia di sektor ini hanya sementara saja.

    Disclaimer: on.

  68. aryo

    salam
    bang nofie, saya sangat tertarik untuk bermain saham, tapi masih punya budget kecil, misal dengan 10 jt, apa saya benar2 bisa beli saham apa, bagaimana, dimana. maklum bang masih newbie banget, tapi tertarik dengan saham

  69. Nofie Iman

    Beberapa sekuritas yang saya sebutkan di atas bisa menerima deposit Rp 10 juta atau kurang. Tapi tentu saja kurang optimal bila ingin membangun portofolio saham yang agak komplit.

  70. Jeger

    Bung Nofie terima kasih atas pencerahannya…..

    Pada website PT ADARO mencantumkan kwalitas batubaranya sbb:

    PROXIMATE ANALYSIS

    Total Moisture ( a.r.) 26.0 %
    Ash (a.d.b.) 1.2 %
    Volatile Matter (a.d.b.) 43.0 %
    Fixed Carbon (a.d.b.) 41.0 %
    Calorific Value (a.r.) 5200 kcal/kg
    Calorific Value (a.d.b.) 5900 kcal/kg
    Total Sulphur (a.r.) 0.1%

    Dapat di lihat pada :http://www.adaro-envirocoal.com/

    Di website itu juga dikatakan :

    Production and sales of Envirocoal have increased steadily since the start-up of operations and today the company maintains a production output of 36 million tones per annum with sales to 50 major power utilities and other industrial customers in 18 countries worldwide.

    Jujur saja saya sangat tertarik dengan harga IPO saham dari ADARO yang akan listing pada 2 Juli 2008 nanti.

    Saya berterima kasih kepada anda yang telah mengingatkan kita agar melihat fundamental dari company yang saham nya akan kita beli.Dalam kesempatan ini saya juga ingin bertanya:

    1. Apakah saham PT TELKOM TBK yang harganya terus merosot di karenakan fundamental dan kinerja dari PT TELKOM TBK menurun? Atau karena PER dan PBV dari TLKM sudah dinilai terlalu tinggi sehingga terjadi downgrade harga/share nya? Atau karena penurunan tarif dan juga perang tarif antar perusahaan penyedia jasa komunikasi?

    2. Dari tahun ke tahun harga minyak cenderung semakin naik. Ini karena minyak yang sudah di ambil tidak tergantikan. Begitupun batu bara atau tambang lainnya. Apakah dari analisa no 2 ini menunjukkan bahwa perusahaan2 yang bergerak di bidang pertambangan akan bankrupt setelah hasil pertambangannya habis? Atau apakah seperti TINS (Timah) dimana harga komoditi nya semakin naik karena demand lebih besar dari supply sehingga nantinya otomatis akan mendongkrak harga sahamnya?

    Maklum saja om Nofie saya selama ini membeli saham2 pertambangan dengan pertimbangan bahwa hasil tambang yang sudah di ambil tak tergantikan. Saya tidak pernah mengerti tentang PER,PBV, dan ROE. Untuk menyelidiki fundamental perusahaan saya melihat dari laporan keuangan nya saja. Atau lewat website seperti saya melihat fundamental ADARO.

    Mohon pencerahannya yah Om Nofie….

    Terima kasih banyak sebelumnya…..

  71. faniro

    Bang Nofie saya pemula yang lagi naksir saham kira-kira harus beli saham apa yang bisa profit apakah harus beli saham yang masuk LQ45 . Tolong bang imfonya trims.

  72. Zulqarnain

    Mas Nofie..
    Setelah membaca berulang2 cara memilih saham tulisan anda, saya jadi memahami mungkin ini yg dimaksud oleh Buffet untuk bisa memprediksi keuntungan masa depan suatu bisnis…yang oleh Ben Graham disebut sebagai margin of safety..
    Pertanyaan saya
    1. Kenapa kok memakai angka 15% jika rata2 pertumbuhan EPS diatas 15%, dan memakai 10% jika rata2 EPS di bawah 10%? mengapa tidak dipakai saja rata2 pertumbuhan EPS saat itu?…misal suatu emiten x yg rata2 growth EPSnya mencapai 50%, kenapa tidak pakai 50%?..apakah ini untuk mencari amannya saja?….
    2. Untuk PER, sama seperti diatas mengapa tidak memakai rata2 growth PER juga?…
    3. PER yang digunakan untuk dikalikan dgn EPS thn kelima apakah dicarinya juga dari rata2 pertumbuhan PER selama 5 tahun terakhir…ataukah hanya memakai PER tahun terakhir?
    4. Di tanggapan Mas Nofie diatas tidak menyarankan untuk membeli saham komoditi, alasannya adalah kinerja perusahaan akan dipengaruhi dengan fluktuatif harga komoditas di pasar…trus bagaimana dengan harga saham perusahaan tambang?…bukankah harga tambang juga di pengaruhi oleh harga di pasar logam (LME?)
    Terima kasih banyak

  73. erick

    hai bung novie
    kapan ya kira2 bukunya keluar ?

  74. Nisa

    Hai Mas Novie, pengen tanya nih…
    kalo untuk mengetahui nilai perusahaan itu dengan cara mengalikan harga saham dengan
    jumlah saham atau jumlah saham yang beredar? and untuk mengetahui jumlah saham yang beredar itu liat dari data apa ya? Thank yaa.

  75. Nofie Iman

    Jumlah saham beredar bisa diketahui dari laporan keuangan (laporan laba rugi) atau dari situs BEI dan search nama emiten yang bersangkutan. Semoga membantu.

  76. Zulqarnain

    bung Jeger..
    mudah saja mengukur PER, PBV dan ROE dari laporan keuangan, karena semuanya bersumber juga dari sana.
    PER = price to ratio, mengukur perbandingan harga saham di pasar dengan kemampuannya menghasilkan laba (earning)…biasanya PER suatu saham dibandingkan dengan saham di industri yang sejenis, misal TINS, ANTM dan INCO sama2 tambang logam.
    PBV = price to book value, mengukur perbandingan harga di pasar dengan Book Value (nilai buku), dimana nilai buku ini adalah nilai likuidasi yang diakui jika (misal) perusahaan tersebut di akuisisi atau di likuidasi. Book Value di dapat dari membagi Ekuitas dengan jumlah saham beredar.
    ROE = perbandingan laba bersih terhadap ekuitas (modal)…atau kemampuan menghasilkan laba dari modal…
    Sedikit komentar mengenai TINS : memang TINS adalah penghasil timah terbesar ke dua setelah China, hanya saja sayangnya (kalau ini bisa disebut resiko) tidak pernah ada data berapa sebenarnya kandungan terbukti ataupun terukur dari kandungan timah kita…sehingga hanya bisa di reka2 sampai kapan TINS akan menambang timah.

    Mas Nofie…
    Bagaimana dengan 4 pertanyaan saya diatas?…saya masih penasaran :)
    terima kasih

  77. Nofie Iman

    Maaf terlewat tanggapannya. Terlalu banyak komentar yang masuk soalnya. :)

    (1) Angka 15% dan 10% untuk amannya saja (konservatif), sekaligus lebih mudah dihitung dan dekat bila ingin dibandingkan dengan return deposito dan ORI yang risikonya jauh lebih kecil.

    (2) Jawabannya kurang lebih sama dengan pertanyaan (1).

    (3) Apabila datanya mendukung, gunakan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir (makin lama makin baik). Tapi bila tidak, tidak apa-apa hanya menggunakan PER terbaru saja.

    (4) Tidak menyarankan bukan berarti tidak boleh. Kesulitan membeli saham komoditi dan tambang adalah kita makin sulit memprediksi earning ke depan karena fluktuasinya sangat tergantung dengan harga komoditi/tambang tersebut di pasar internasional.

  78. Edy

    Hallo Mas Nofie,
    Saya masih newbie di bidang saham mo tanya dengan ilustrasi :
    Kalau kita membeli saham lewat OLT (online trading) dengan uang 10 juta, dimana yang saya beli adalah saham PT.X dengan harga saat transaksi Rp.1000 per lembar, berarti kan saya mendapatkan 10.000 lembar saham (asumsi biaya beli=0%), pertanyaan saya:
    1. Apakah setelah saya simpan saham tersebut selama 5 tahun saham saya tetap sebanyak 10.000 lembar saham atau menjadi lebih banyak?
    2. Apakah saya akan mendapatkan deviden dari saham yang saya pegang tersebut? kapan saya mendapatkannya? dan deviden nya dikirim kemana?

    3. Apakah saya bisa membeli saham yang baru IPO dengan online trading?
    Terimakasih atas web nya yang sangat mendidik, semoga kebaikan Mas Nofie mendapatkan balasan kebaikan pula.

  79. brian

    saya bantu jawab saja, yang lain mungkin bisa menambahkan.
    1. jumlah sahamnya tetap, kecuali bila terjadi stock split (pemecahan saham) atau reverse stock split atau ada pembagian dividen berbentuk saham (saham bonus).
    2. dividen otomatis masuk ke rekening sekuritas anda, bisa juga ditransfer ke rekening bank (tergantung kebijakan tiap sekuritas)
    3. biasanya saham IPO dibeli lewat pemesanan. kalau peminatnya banyak bisa antri dan belum tentu dapat bagian penjatahan. hubungi sekuritas anda. biasanya setiap mau IPO ada penjaminnya sendiri. misal IPO Adaro mau ditangani oleh danatama.

  80. Edy

    Terimakasih banyak Mas Brian,
    Boleh tanya lagi yah biar gak penasaran:
    1. Broker yang sudah bisa Online Trading (OLT), apakah pada saat kita buy/sell transaksi kita akan diteruskan secara real time oleh server si broker ke JSX Server? atau mereka terima buy/sell secara online kemudian mereka teruskan secara konventional ke JSX?
    2. Adakah pembelian minimal dalam setiap transaksi pada Online Trading? dan apa bukti kepemilikan saham yang kita beli secara online?
    3. Saya sendiri berfikiran lebih menguntungkan bermain saham di broker yang online tradingnya dibanding broker yang konvensional? apa sebenarnya kekurangan dan kelebihan masing-masing?
    Terimakasih banyak, mudah2an bermanfaat juga buat newbie yang lain.

  81. brian

    1. setahu saya (hampir) semuanya sudah realtime. jadi, tidak konvensional/manual seperti yang anda maksud.
    2. tidak ada pembelian minimal. paling anda harus menghitung fee minimum tiap transaksi/hari. misal anda beli saham 1 lot kena fee cuma Rp 5000, tapi karena ada ketentuan minimum fee Rp 20 ribu, jadi anda “rugi” Rp 15 ribu. tidak ada bukti tertulis, karena semua transaksi saham BEI sudah scriptless. paling2 tiap bulan dikirimi statemtnt.
    3. broker konvensional enaknya bisa ngobrol/konsultasi dulu dengan broker. broker online nggak enaknya tergoda napsu untuk trading terus, bukan investasi. soal fee, biasanya agak sedikit lebih murah broker online.

  82. Jupz

    Hi … om nofie
    saya mau tanya nih …
    bagaimana pendapat om nofie tentang INCO??
    karena saat ini harga sudah turun 50% lebih dari waktu stock split..
    saya dulu masuk karena cuma ingin bantu temen aja biar dia bisa dapet komisi, dan katanya bagus…tapi sekarang udah minus banyak nih…
    apa yg mesti dilakukan jika saya nggak ada dana untuk bisa averaging?
    karena menurut temen2 lain averaging aja … :(
    apakah harus di cut loss atau dibiarin?? kalo dibiarin kan tambah lama tambah minus???

    kalo bisa siapa pun boleh kasih saran ya?

    thanx a lot guys

  83. Neysa f. Anne

    page’s yang bgus dan mudah d mengerti bagi pemula..

  84. 106

    bukunya ben graham menarik tapi gue new bie banget diinvestasi saham jadi ga paham. ibarat anak sd ikut ujian sma. minta bantuan suhu-suhu disini dong. so.. apasih yang domaksud dengan foriegn stock? selain beli saham, reksadana, deposito, unit link, bond atau obligasi, apalagi sih yang bisa disebut instrumen investasi. dihalaman sebelah tentang reksadana ada list investasinya mas nofie, tapi sebagian gue juga ga paham. ada yang bisa kasih informasi tentang investasi diindonesia selain bukunya mas nofie?sukur-sukur ada rekan yang bisa kasih penjelasan banyak tentang jenis2 investasi.pas buka web beberapa MI kaya schroeder ternyata tawarannya banyak reksadana. gue dah punya reksadana dari beberapa MI yang gede maupun kecil, yang kecil risk nya ampe yang saham, tapi ko kayaknya hasilnya masih belum cukup untuk comfort usia senja gue nanti. sorry mas nofie kepanjangan…. minta sarannya pisan euy…

  85. Bebe

    Lam kenal mas nofie, saya tertarik unt investasi saham.tp, saya masih bingung.. Untuk beli suatu saham,kan lbh bagus kalo beli yg PER rendah.yg ingin saya tanyakan, dimana saya bisa dapat informasi tentang PER suatu saham?thanks atas bantuannya.

  86. satria

    untuk bung Jupz…
    sekedar share..
    INCO masih sangat layak buat dikoleksi..potensi jangka panjang dan rack record kinerjanya juga sangat-sangat bagus…kekurangannya cuma 2
    1. untuk pembangkit listrik masih banyak pakai HSOF, BBM…costnya 40% kepakai buat beli BBM. tapi untuk thn 2009-2010 sudah ada PLTA tambahan karebbe 3, setelah ini dipasikan cost akan turun
    2. harga nikel yang fluktuatif…laba INCO sangat tergantung pada harga nikel dunia…sbg info, sekarang harga nikel sudah jatuh di bawah 19000 dollar per metrik ton (thn 2007 pernah mencapai 50000 dollar per metrik ton)
    saran, tunggu lap keu Q2nya keluar aja…dalam waktu dekat kok…
    saya pribadi bakal ambil posisi di 4000 dan average down ke 3500, he he he

  87. Jupz

    thanx mas satria …
    apakah INCO bisa kembali ke posisi awal tahun ini?
    karena memang harga nikel sudah jatuh terus …
    kalau boleh tahu…harga nikel tergantung apa yah?
    kok tiba2 thn 2007 bisa 50000??
    thanx untuk saran2nya …

  88. stargoup

    halo Mas Satria, saya masih binggung dengan stok split, bisa anda kasi contoh???
    ini PRnya. kalau PGAS posisi sekarang di Rp 12100,-/lembar, dan diumumkan bahwa PGAS dengan harga awal Rp.500/lbr akan di pecah menjadi Rp.100,’/lbr, berari 1:5 ya…? lalu kalau kondisi sekarang i punya 50 lot di harga 12100, lalu ngitungnya gimana…? apa untuk selanjutnya keadaan ini mengunutngkan investor seperti saya ini…????
    TRims atas bantuannya ok

  89. Jupz

    ya ngitungnya sih 12.100 dibagi 5 berarti sekitar 2200an lebih
    ya berarti kalau anda punya 50 lot saham anda akan jadi 250 lot tapi dengan nominal 2200an lebih … basic-nya sih sama aja …

    kalau menguntungkan atau enggak sih … kayaknya untuk saat ini nggak menguntungkan … tapi juga nama’nya saham, harga tetap fluktuatif …
    terakhir pengalaman saya nggak menguntungkan sih … tapi yg sebelumnya menguntungkan setelah stock split tapi itu pun nunggunya lama, mesti dag dig dug dulu … kalo yg terakhir ini INCO .. payah …

  90. haemen

    mau nanay kalo penilaian kinerja BUMN kaitannya dengan saham, kira2 pake analisis apa ya…..

  91. haemen

    mau nanya kalo penilaian kinerja BUMN kaitannya dengan saham, kira2 pake analisis apa ya…..

  92. harry susanto

    Hallo semua,

    Saya masih awam, untuk beli saham amannya melalui sekuritas mana ya ??
    Posisi saya di Surabaya.
    Dan Saham apa aja sih yang masih layak untuk investasi jangka pendek 1 mg ??
    tks

  93. Nofie Iman

    harry susanto

    Anda bisa membeli lewat sekuritas yang terdaftar resmi di bursa. Daftar lengkapnya silakan dilihat di sini. Silakan bandingkan profil, layanan, serta tarif yang ditawarkan karena tiap broker berbeda satu sama lain. Pilih yang kredibel dan memiliki track record bagus.

    Apabila Anda ingin bermain saham jangka pendek (flipping/trading), nampaknya situasinya sedang kurang menguntungkan karena pasar sedang bearish. Kalaupun ngotot mau mencoba, sebaiknya pilih saham-saham yang likuid dan aktif diperdagangkan (LQ 45).

  94. hati

    hallo..
    saya msh pemula nih di investasi saham, baru mulai 6 bulan lalu.
    mau minta advisnya sehubungan dgn kondisi bursa yang jeblok terus.
    diawal masuk saya beli antm 3750, turun sy beli lg pada 3075, turun lagi posisi 2500 sy beli. saat ini diposisi 1860 apakah saya mesti beli lagi?
    lihat bursa yg lagi terjun gini saya jadi ragu karena turunnya sudah 50% dari harga awal. minta saran dan masukan mengenai prospek antm ke depan ini.
    thanks sebelumya dan salam

  95. dejavu

    gini lho masss

    langsung intinya dehhh mohon….
    cara B’maen saham gimana?
    apa bisa klu modal cuman RP. 100.000 doang?

  96. Nofie Iman

    Kebanyakan broker/sekuritas mensyaratkan minimum Rp 20-50 juta untuk membuka account saham. Sebaiknya yang perlu Anda siapkan minimal Rp 200-500 juta untuk bisa membentuk portofolio yang ideal. Kalau modal cuma Rp 100 ribu, sebaiknya mulai dulu dengan reksadana.

  97. hati

    hallo Mas Nofie,
    tolong bantu advisnya ya…
    ditunggu..
    thanks

  98. Nofie Iman

    Mohon maaf saya tidak mengamati lebih detil tentang ANTM. Saya kurang tahu dengan manajemen ANTM (kabarnya baru diganti), persaingan dengan BUMI mengenai Herald Resources, maupun kontrak-kontrak yang dibuat ANTM. Sekilas pandang terhadap ANTM terlihat tidak ada sesuatu yang aneh. Pertumbuhan ROE, ROA, maupun profit margin cukup bagus. Dari waktu ke waktu, utangnya cenderung turun terutama tahun 2007 dimana pertumbuhan modal melonjak tajam.

    Akan tetapi, setelah melihat sejenak grafik teknikalnya, nampak ada upaya breakout berkali-kali namun gagal sehingga makin lama justru makin turun dan tidak bertenaga. Saya menduga penurunan ini disebabkan karena: (1) turunnya harga nikel dunia, (2) tidak ada good news dari manajemen, atau (3) ada isu-isu negatif lain yang tidak diketahui orang banyak. Dari grafik juga terlihat jelas bahwa harga nikel dunia turun kembali ke level sebelum 2006 padahal nikel menyumbang 70% penghasilan ANTM.

    Kembali ke aspek fundamental—-dengan asumsi tidak ada hal-hal negatif lain yang tidak diketahui orang banyak—-ANTM sangat berpeluang untuk naik, namun setidaknya harus menunggu sampai beberapa laporan keuangan dirilis. Mohon dicek juga mengenai cadangan (reserve) yang dimiliki ANTM karena reserve merupakan hidup matinya perusahaan pertambangan. Menaikkan kapasitas produksi sangat mudah dibandingkan menaikkan cadangan tambang yang dimiliki.

    Selama Anda berinvestasi dengan holding period yang panjang dan hanya menggunakan uang dingin, tidak ada yang perlu dikuatirkan. [disclaimer]

  99. sumantri

    kami menawarkan kepada anda banner online dan iklan baris premium dengan harga murah dan pasting efektif untuk website anda dan untuk usaha anda

    terima kasih

    jaya selalu dan sukses

  100. imamuddin

    gmn caranya bermain saham???
    kalo menurut saya saham itu main logika ya
    seperti main judi tapi karena ada suatu perusahannya bukannya begitu???
    tapi tolong dong aku kasih tau gmn caranya bermain saham singkat dan jels kirim ya secepatnya bozzz

  101. Arif Kusnanto

    Mas nofie, saya mau nanya….
    Short term paling cepat berapa lama? dan long term paling lama berapa lama?
    makaci lho mas…

    Sukes selalu ya mas.. Semoga tuhan memberkati orang2 yang senang membagikan ilmunya…

  102. Nofie Iman

    Short term biasanya sekitar 1 tahun atau kurang. Sementara long term biasanya lebih dari 5 tahun. Semoga membantu.

  103. RajaCilik

    Bagaimana kalau gara gara harga sahamnya anjlok jadi insomnia ? Barangkali artikel berikut berguna >> Insomnia

  104. Troy

    hii mas nofie iman..lam kenal…oia saya juga ingin tau nich mengenai / tentang bagaimana caranya kita menanam suatu modal dalam bentuk saham…..apakah itu berlaku untuk pengusaha saja atau untuk orang umum…..????
    dan juga kira-kira apa saja sich persyaratannya???? dari persyaratan awal sampe akhir dan bagaimana mengenai administrasinya…??? yaaaa pokoknya semuanya dweh untuk kita-kita sebagai pemula….!!!!!!!!!
    sebelum dan sesudahnya terima kasih ya mas nofie…..saya harap mas bisa bantu kite-kite….
    Terima kasih lagi..untuk semuanya…!!!!!!!!

    :-)

  105. vanadino

    Melihat pembicaraan rekan2 semua mengenai topik2 saham, ada beberapa hal yang perlu sy ingatkan :
    1. Kalau ingin bertransaksi saham/produk2 finansial lainnya, pastikan dulu bahwa kita sungguh2 menyediakan waktu untuk mempelajarinya.
    2. Karena pengetahuan ttg ini cukup luas, utamakan mempelajari hal2 yg spesifik sesuai dg apa yg akan ditransaksikan.
    3. Pastikan juga “apa yg sebenarnya kita ingin capai?” dlm bertransaksi. Apakah potensi keuntungan, ataukah rasa exciting, ataukah yg lainnya.
    4. Perlu disadari benar2 bahwa transaksi saham/produk finansial lainnya selalu dibayangi oleh potensi kerugian.
    5. Diperlukan strategi khusus yg spesifik untuk produk tertentu. Lain produk maka lain pula strateginya.
    6. Dg alasan strategi khusus di atas, maka sesungguhnya diperlukan modal yg tidak kecil. Ibarat jika kita berjalan diatas sebatang bambu diatas sungai maka kita sangat mudah jatuh dibandingkan jika kita berjalan diatas 100 batang bambu.
    7. Bagi rekan2 yg ingin coba2 dg modal minim sah2 saja namun tetap saja perlu belajar dulu (bagi yg awam).
    8. Transaksi saham/produk finansial lainnya sama sekali bukan sesuatu yang menakutkan (jika kita telah mengenalnya). Cukup banyak orang yg takut karena ybs tidak mempelajarinya shg tdk memiliki strategi bertransaksi sama sekali.

    Sukses untuk semuanya..

  106. Mr_bow

    Mas nofie,lam kenal & mau tanya nich,
    broker/sekuritas apa aja sich yang syarat untuk membuka account saham minimum depositnya dibawah Rp 50 juta. modalnya minim nich (20-40jt)

    matur nuwun.

  107. tono

    lam kenal nih, investasi sahan dibedakan jadi berapa macam cih mas nof? kok banyak instilah kek gitu

  108. Army Lubis

    Asswrwb.
    Saya sangat senang mas Nofie buka blog seperti ini karena masalah instrumen finansial di negeri ini msh sangat awam bagi masyarakat kita termasuk saya, walaupun saya sudah terjun ke dunia ini sejak tahun 1997 (khususnya options dan saham, bahkan buka usaha options & stock training) tapi saya tetap merasa msh banyak kurangnya dan saya terus belajar tanpa merasa takut dan malu. Saya ingin usul ke mas Nofie, kalau boleh tolong dijaring anak-anak sekolah sejak SMP hingga SMU untuk belajar sejak dini tentang dunia Investasi (terutama Saham & Obligasi) agar anak-anak Indonesia tidak ketinggalan dengan anak-anak bangsa lain dan kelak bila mereka tumbuh dewasa tdk akan menjadi koruptor spt yg banyak kita saksikan pada generasi tua saat ini, smg anak-anak Indonesia di masa yad akan menjadi Investor-investor ulung dunia yang tumbuh dari negara kita ini. Caranya bagaimana, mas Nofie-lah yg lbh tau dr saya mgkn slh satunya bs dgn membuka blog khusus anak-anak untuk itu dsbnya. Maaf mas terlalu panjang dr saya. Maju terus Investor Muda Indonesia. Salam !

  109. lala

    Asswrwb.
    pak nofie, prediksi pasar 2009 gmn?
    kpn waktu yg tepat untuk mulai?

  110. aira

    tolong dong ajari aku untuk mengenal sentimen pasar?

  111. qie...rizki

    As….

    jujur, saya buta banget masalah investasi,…tapi saya sangat tertarik dengan segala jenis investasi,..yang saya lebih minati adalah invest di forex,…so bang nofie bisa kasih gambaran cara bermain di forex?…juga cara2 pemula berinvest di forex?….dan sebenar nya dana yang mayoritas depositkan itu berapa?…makasih

    wass….

  112. fuddin

    Kunjungi http://www.depositekstra.com/?ref=91
    Dengan Reward Cash dan Sharing Royalti Profit Memberikan Penghasilan Tiada Batas Untuk Selamanya.

    Anda Akan memiliki Aset 24 Jam Penuh Dan Disaat Anda Sedang Tidur Atau Sedang Jalan-Jalan Uang Akan Mengalir ke Rekening Anda Dengan Cepat !

  113. qie...rizki

    ass…

    mas nofie,.. sbenernya saya mengharapkan jawaban mas nofie secepatnya,..tapi berhubung mas nofie sibuk saya lontarkan lagi pertanyaan,….kali ini saya mau buat perumpamaan, misalkan:

    Ada seseorang yg menpunyai dana yg ckp besar (Investor) dan akan menginvestasikan seluruh dananya ke suatu perusahaan properti ( Hotel & Apartment ).
    Pertanyaannya : Termasuk jenis investasi apakah perumpamaan diatas tadi, dan bagaimana cara memulainya.
    Terima kasih, tolong segera dijawab. Saya sangat membutuhkan bantuan mas Nofie.
    Sekali lagi terima kasih.

    wass……

  114. icha

    ass…kak nofie bisa minta tolong kirimin daftar nama perusahaan yang membagikan deviden peride februari sampai juli 2007..tolong bangets kak buat tugas akhir and bisa minta tolong minta situs or web yang nampilin perkembangan harga saham sekitar tanggal pengumuman deviden. udah itu aja mas bisa dijawab or dikirim secepatnya mas

  115. rahmat adi

    bagus sekali informasinya,.cukup lengkap,..
    mau tanya neh, klo sekarang (saat2 resesi dan saat krisis keuangan global) kira2 investasi yang paling baik apa? saham, obligasi, atau deposio??
    trima kasih atas info nya,..

    NB: Please jawab,.karena ini untuk tugas saya

  116. Brian

    ^^ Secara eksplisit udah ditulis sama beliau kok. Bisa dibaca tuh mas di postingan terbarunya: http://nofieiman.com/2008/12/peluang-investasi-di-tahun-2009/

  117. Kin

    Setelah baca blog ini aku jadi ikut tertarik dengan namanya saham, biasanya saya invest emas. Ada yang mau saya tanya Bang…
    1. Kira-kira lebih menguntungkan yang mana invest saham atau emas?
    2. Pada saat kita membuka account deposit misalnya Rp. 10 juta, apakah pada saat kita membeli saham kita harus mengeluarkan uang lagi atau cukup menggunakan uang yang kita deposit?
    3. Apakah deviden yang kita dapat dipotong oleh pihak sekuritas?

    terima kasih sebelumnya

  118. jepwk1

    alo mas nofie,

    lam kenal skaligus mo nanya nih.. (maklum masih awam banget)
    1. Dividen dibagikan oleh perusahaan bagi pemegang saham yang telah berumur minimal 1 periode pembagian dividen (msl : 1 tahun) atau bagi siapapun pemegang saham prshn tsb gak peduli baru dibeli 1 bulan yl?

    2. saya masih bingung yang dimaksud dalam angka dividen itu perlembar atau per lot saham ya, mas?

    pliz dijawab ya, coz saya tertarik bahasannya khususnya investasi longterm.
    thanks, mas.

  119. Nofie Iman

    Dividen bisa dibagikan satu, dua, atau beberapa kali dalam setahun — tergantung pada kebijakan manajemen saat itu. Tidak masalah bila Anda memiliki saham tersebut kurang dari 1 bulan, selama Anda memperhatikan kapan tanggal cum/ex pembagian dividen. Angka dividen biasanya per lembar, bukan per lot saham.

  120. Sumahan

    mas novie punya YM ga?ID nya dunks..biar bisa chat :)atau bisa add saya di imel saya
    thx

  121. Hassan Abdulah

    mas, kalo uang saya cuma 5 juta kira2 sebaiknya saya menjadi nasabah dari perusahaan apa ya? saya sangat ingin sekali berinvestasi dalam bentuk saham. Mungkin kalo uang saya sangat banyak saya akan bikin perusahaan sendiri. hhehehehehe..

    terimakasih banyak

    wassalam

  122. DE

    “Huuu enak banget punya bloomberg terminal”…

    Ada teman saya ngedumel begitu. Tenang bos. :) Bila anda tidak punya akses ke bloomberg terminal yang mahal itu, dari web anda pun bisa buka chartnya dan disertai basic TA indicator.

    http://www.bloomberg.com/apps/cbuilder

    Bloomberg menyediakan chart yang lebih lengkap dibanding yahoo finance, namun aturan kodenya agak berbeda sedikit, misalnya:

    Untuk indeks (tambahkan “:IND” diakhir code) cobalah bbrp dibawah ini:
    CLSPAUNE:IND >> McCloskey Coal
    USCRWTIC:IND >> US Crude West Texas Intermediate (minyak mentah)
    PAL2MALY:IND >> Crude palm oil
    USDIDR:IND > USDIDR
    MBAVREFM:IND >> Indeks Mortgage Application (naik nih! bunga turun sih)
    JCI:IND >> IHSG
    JAKFIN:IND >> Indeks finance
    JAKMINE:IND >> Indeks mining
    DJUSCL:IND >>Indeks DJ Coal
    VIX:IND >> Index volatilitas market (turun nih! market udah rada tenang dikit)
    INDU:IND >> DJIA
    SPX:IND >> S&P500

    Untuk stock (tambahkan “:IJ” diakhir code untuk saham indonesia, “:US” untuk saham wallstreet):
    BTU:US >> Peabody
    PTBA:IJ
    TLKM:IJ, dst..

    Untuk kode negara lihat di:

    http://www.bloomberg.com/apps/data?pid=exchangelist

    Pada tool ini anda bisa mem “plot” misalnya harga cpo thd AALI, atau USDIDR terhadap JCI, atau Dow thd VIX, dst. Untuk code-code yang lainnya, silahkan googling sendiri ya. JANGAN MALAS!! :) udah gratis, masa minta disuapin juga.. capede.. hehehe

    Regards,
    DE

    Contoh chart:
    Perbandingan harga AALI thd CPO. Terlihat AALI overshoot banget kemarin.

    Contoh 2:
    Perbandingan harga kontrak coal (CLSPAUNE:IND) dan saham-saham tambang batu-bara.

  123. nelaiyan

    Seperti rekan2 yg lain, saya juga sudah siapin 2 Ember cadangan nih buat nampung buangan hehehe …

    Dalam kondisi seperti ini, saya pilih yang benar2 bagus.

    Buat perbandingan saja, Screening saya :

    Past performance criteria :

    1) .. Long Term Debt/Equity mendekati NOL … Perusahaan kayak gini jelas tahan gempa dan lebih punya flexibilitas dalam financing ke-depannya.

    2.).. 3 tahun terahir rata2 EBITDA margin diatas 20%.

    3.) .. Dividen Yield lumayan .. kalo bisa diatas 3%.

    4.) .. EV/EBITDA sekecil mungkin, kalo bisa dibawah 8.

    5.) .. CAGR EPS dan sales 3 tahun terahir di atas 20%, sukur2 25%.

    6.) .. kriteria subyektif : Management-nya bisa dipercaya!!!

    Future Criteria :

    1.) CAGR EPS dan sales 3 tahun “KEDEPAN” masih bagus, kalo bisa di atas 20%.

    2.) Asal PEG disekitar 1.2 saja lah.

    3.) Kalo sempat ngitung DCF, paling ngga ada margin of safety 40%.

    Mari berburu saham bagus …

    http://www.IDsaham.com

  124. bro

    Ada yang tertarik BLTA? Ini analisis saya:

    1. Harga minyak menyentuh dibawah $40/barrel.

    - Dengan menurunnya harga minyak, maka ini akan menguntungkan BLTA karena bunker cost menjadi menurun. (komponen bunker cost BLTA sekitar 22%)
    - Komponen biaya bahan bakar sekitar 35-40% dari total biaya operasi (untuk spot rate)
    - Dengan menurunnya harga minyak yang sudah hampir mencapai bottom, kemungkianan besar para spekulan dan consumer akan beraksi mengkoleksi minyak. (saya perkirakan akan roller coaster untuk jangka pendek) – perlu anda ketahui bahwa ada hubuangan erat antara harga minyak dan nilai US$.

    2. Menurunnya suku bunga the FED yang mendekati 0 % dan diikuti oleh negara2 besar lainnya untuk menurunkan suku bunga.

    - Hal ini akan mengakibatkan meluapnya “Lautan Dana” sehingga akan mendorong pertumbuhan ekonomi dunia (rencana expansi BLTA mungkin akan jalan lagi di 2009, walaupun blue print nya sudah jelas sampai 2-3 tahun mendatang)
    - Biaya bunga pinjaman akan menurun (akan mengurangi beban biaya bunga BLTA)
    - Beban keuangan Q3 08 = Rp.1613.2 Mil, sedang hutang BLTA Q3 08 = Rp. .3515.8, artinya secara kasar BLTA membayar beban keuangan sekitar 45.88% (wow !!…saya perkirakan beban bunga sebenarnya sekitar 30% an, mungkin ada beban keuangan lainnya yang dimasukan ke account ini). Dengan menurunnya suku bunga LIBOR dan SIBOR serta SBI maka besarnya interest saving akan cukup lumayan besar untuk BLTA.
    - FED menurunkan bunga ke hampir 0% : banyak yang melakukan refinancing di mortgage loan tapi money market ambles nggak tertolong.

    3. KURS

    - Jangan anda terpancing dengan melemahnya US$ saat ini, jika strategi penurunan bunga FED berhasil dan injeksi dana ke sektor industri sanggup menggerakan ekonomi secara berlahan2 maka dalam 2009 US$ akan menguat. Demikian juga kebutuhan US$ Q1 09 oleh korporasi Indo akan meningkat serta situasi mendekati pemilu 2009 akan melemahkan rupiah. (pelemahan rupiah akan menguntungkan BLTA)
    - Perhatikan S$, mahluk yang satu ini cenderung akan menguat terhadap rupiah (paket stimulus pemerintah Singapore yang menginjeksi dana langsung ke korporasi akan membuat mata uang jiran kita ini menguat)
    - Karena BLTA dual listing di Singapore, faktor S$ tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

    4. Tanker rate

    - Walaupun BLTA tidak bisa dinilai dengan BDI/Baltic Exchange Dry Index (salah kamar), perlu anda ketahui bahwa Baltic index sudah seminggu ini naik terus, didominasi oleh ore carriers (adanya demand yang naik dari China)……..apa ada sinyal2 membaiknya permintaan/ekonomi ?
    - Drewry and Clarkson (chemical tankers) : rate rata2 Q1-Q4 cenderung stabil (fluctuate tapi tidak separah BDI) Tapi diperkirakan menurun tahun 2009 dan naik lagi di 2010.– sebagian besar pendapatan BLTA didapat dari Chemical tankers.
    - Oil tankers : saya ambil data dari Teekay tankers (sebagian besar adalah oil tankers), Tanker rate pada paruh akhir dari Q4 naik signikan (winter rally). spot rate Aframax (TCE) sekitar $60-65, Q1 sekitar $40, Q2 sekitar $50. Sedang Suezmax, Q1 sekitar $60, Q2 sekitar $80
    - Gas tankers dan FPSO : kedua mahluk ini termasuk long term contract…aman2 aja.

    5. Strategy BLTA

    Strategy ini di-implementasikan sejak 2003 dan sanggup membawa BLTA keposisi saat ini (Ranking No.3 didunia) :
    - Ekpansi lewat hutang (dengan memperhatikan demand)
    - Rich in cash. (cash flow sangat positif dan kuat)
    - Komposisi revenue : 50% kontrak jangka panjang dan 50% sport rate (kotrak jangka panjang artinya : semua ongkos bahan bakar, crew kapal dan biaya pelabuhan akan dibayar oleh customers) – komposisi ini sangat potent dalam situasi bearish.
    - Buy back saham jika harga dibawah fair value kemudian dijual lagi.
    - Sale and lease back strategy : salah satu bentuk financing.
    - Jual beli kapal (untuk peremajaan) – armada BLTA saat ini termasuk relative baru dan memenuhi stardard dunia.

    6. Gelagat analyst asing/aseng.

    - Juli 2008 : sekuritas A : harga BLTA : di down grade dari Rp.2400 ke Rp.1900 (alasannya : biaya bunker cost tinggi dan biaya bunga tinggi)
    - Oktober 2008 : sekuritas A : downgrade lagi ke Sell (alasanya : situasi ekonomi tidak mendukung dan permintaan tanker kimia menurun), tapi dengan rekomendasi Buy pada harga Rp.730.
    - Awal Nopember 2008 : sekuritas B rekomendasi Buy dengan target price Rp.900. (dia katakana harga BLTA terlalu murah) – pada waktu riset dikeluarkan, harga BLTA Rp.500.
    - Akhir Nopember 2008 : sekuritas B : tetap rekomendasi Buy dengan target price Rp.900. (dia katakana BLTA Gearing sudah menurun) – catatan : harga Rp.900 didapat dengan menghitung RNAV BLTA dengan discount 40% dari harga kapal dan discount 50% lagi dari harga valusasi. Harga valuasi menurut RNAV setelah discount 40% adalah Rp.1807/saham, setelah didiscount lagi 50% maka sekuritas B keluarkan angka valuasi Rp.900)

    Komentar saya :

    - Situasi makro saat ini sepertinya memihak kepada harga BLTA untuk maju terus.
    - Pendapatan BLTA stabil karena long term contract sedang spot rate merupakan extra bagi BLTA.
    - Bunker costs : sekarang harga minyak turun jadi bunker cost menurun (spot rate)
    - Biaya bunga : FED menurunkan bunga maka SIBOR/LIBOR/SBI akan menurun (BLTA harus bisa memanfaatkan situasi saat ini untuk refinancing debts, yaitu mengambil dana dari “Lautan Dana Murah” terus dibayarkan ke hutang2nya saat ini (ini agak susah carinya tapi who knows)
    - Melihat besarnya laba usaha dan beban bunga, maka penurunan beban bunga menjadi amat krusial bagi kinerja BLTA di 2009. Sale and Lease Back chemical tankers serta penurunan hutang BLTA akan menjadi pendorong harga saham BLTA.
    - Valuasi haga BLTA pakai discount gede2an : ini strategi si analyst agar valuasinya dengan mudah tercapai/tidak meleset jauh, setelah tecapai maka dia akan keluarkan riset terbarunya lagi …..jadi harga BLTA sekarang mengandung “berlian” jika beli dengan harga dibawah Rp.900.
    - BLTA sekarang lagi dalam posisi “unlocking its real value”
    - Apakah Rally 3 hari berturut2 adalah pergerakan palsu atau technical rebound ? – saya nggak berani jawab karena saya bukan orang pasar dan tidak dekat dengan BD. Dan juga BLTA belum mengumumkan hasil Sale and Lease back sisa chemical tankersnya ke media cetak.
    - BLTA masih mempunyai satu senjata pamungkas : Buy Back sampai 13 Jan. 09 (apakah dia mulai melaksanakan pada awal Januari – untuk memanfaatkan January effects ?)
    - Kalau anda tertarik dengan P/E maka anda bisa lihat data2 P/E BLTA sebagai berikut :
    Rata2 P/E 2006 sekitar 12.5 (terendah 9 tertinggi 16)
    Rata2 P/E 2007 sekitar 10.2 (terendah 6.5 tertinggi 14)
    Rata2 P/E 2008 (Jan-Agustus) sekitar 13 (terendah 12 tertinggi 14)
    P/E mulai September – Desember 2008 anjlok terjun bebas sampai level terendah dibawah 4 – kepanikan pasar (sepertinya BLTA nggak ada harganya) – lebih seru lagi kalau dibandingkan dengan peers BLTA…hehehe (siapa mau posting P/E peers BLTA ?)

    Apakah second Hat Trick terjadi lagi – artinya harga digiring diatas Rp.1000 ?

    Saya cuma “Pemulung” saham BLTA yang dibuang investor yang panik dan akan saya jual di pertengahan tahun 2009 dengan mengharapkan dividend (the worst case)….kalau sampah BLTA tersebut ternyata ada “Berlian” nya, itu namanya Blessing ….. saya tidak ngajak2 tapi saya cuma sharing dan belajar…jadi kalau apa yang saya posting nggak ada “extra”nya, yach maafkan saya…mohon anda mengerti……terima kasih !!! and May God guide all of us.

  125. Investasi Saham

    Tidak mudah berinvestasi saham, karena saham unggulan pun bisa turun. Semoga investasi saham 2009 bisa bullish.

  126. john

    You should consider comparing stocks’ DPR (dividend/price ratio) vs RFRR (Risk free rate of return) or simply the average bank deposit rate + 1% spread.

    Dividend/Price Ratio should NEVER be allowed to go above RFR ratio. (otherwise it’s undervalued)

    Example:
    Let’s say a stock price is 1000. The dividend forecast is around 100. That makes the DPR = 100/1000=10%. while the current risk free rate of return (RFRR) is only at 8%

    You see the DPR is higher than the current RFRR. So, the stock price MAY adjust itself to have 8% DPR, means the stock price’ fair value would be around 100/8% = 1250. So the stock may advance around 25% from 1000 (to 1250) usually until the dividend is paid.

    Let’s say for other stock, the dividend forecast is only 10. That makes the DPR = 10/1000=1%, this means the stock price is way too high compared to its dividend. So the stock price MAY plunge to 10/8%= 125 at worst, usually soon after the dividend is paid.

    Case 1:
    BUMI. On June 2008, BUMI price was 8000. The announced
    dividend was 111, and RFRR is, let’s say, 8%. The simple calculation would be 111/8% = 13xx. That’d be the fair value of BUMI.

    Case 2:
    INCO. On Nov 1, 2007, INCO announced
    that it’d pay a dividend of $1 or around IDR 9000. INCO was 100k/share. The RFRR is 8%, so INCO had a chance to rise to 9000/8% = 112k before the dividend is finally paid. But the nickel price was already plunged at that time, so the next dividend forecast fell, and so did the price. The latest dividend cmiiw was around $0.2, that makes current fair value of INCO is around 25xx.

  127. john

    Company valuation simpy = Present value of expected streams of earning after discounted of cost of capital (setelah dikurangi biaya modal/bunga)
    Pengertian earning di sini adalah net (laba bersih)

    Di sini sebagai contoh saya ambil penghasilan 10 tahun, pada kenyataannya tergantung mau hitung berapa tahun, ini hanya untuk memudahkan perhitungan.
    Misal proyeksi laba bersih perusahaan A =
    tahun 1 = 100milyar
    tahun 2 = 125milyar
    tahun 3 = 140milyar
    Tahun 4 s/d 10 = 150milyar.
    Cost of capital (pendekatan bunga di sini = bunga pinjaman) kita anggap = 15%
    Jumlah saham beredar =500 juta lembar.

    Maka nilai prsh =
    Thn 1 = 100m/(1,15)^1 = 87m
    Thn 2 = 125m/(1,15)^2= 95m
    Thn 3 = 140m/(1,15)^3 = 92m
    Thn 4 = 86m dst
    maka total present value s/d tahun ke 10 = 684miliar.

    Harga saham sendiri secara sederhana = nilai perusahaan/jumlah saham beredar. Jadi nilai saham prsh A/lembarnya= 684m/500jt = 1368

    Pada kenyataannya biaya bunga tidak flat setiap tahunnya, begitu juga memprediksi laba (apalagi berbasis komoditi :) tidak mudah.

    Menggiurkan sekali, kalau investasi saham bisa menghasilkan deviden sebesar bunga deposito.

  128. ROGER

    metode buat ngitung2 DCF…

    1. Ambil Cash Flow (CF) terakhir dan asumsikan growth CF nya

    2. Dari setiap tahun CF hasil perhitungan ini dicari NPV, trus nanti dijumlah berapa.

    3. Hasil penjumlahan tinggal dibagi jumlah saham sekarang, jadi lah harga intrinsik saham bersangkutan.

    catatan:

    disini lebih banyak variasi nya.

    1. discount rate

    2. mau itung 5 tahun atau 10 tahun?

    3. growth CF nya mau sama selama 10 tahun (atau 5 tahun) atau mau dipake sekian % di 5 thn pertama dan berubah sekian % lagi di 5 thn berikutnya?

    4. kalo cash flow negatif malah bingung sendiri nantinya

    contoh ngitung JSMR:

    1. EPS sekarang diasumsikan tumbuh berapa % sampe 10 thn ke depan

    2. Asumsi nya bisa ambil dari history 5 thn terakhir aja

    3. EPS 2017 = EPS 2008 * (1 + 15%)^9

    15% itu asumsi tertinggi, kalo rendah bisa 10% bisa 5% (kalo dibuku sih yang growth kurang dari 10% nggak dianjurkan untuk dihitung, buang2 waktu aja).

    4. Harga Intrinsik = EPS 2017 * P/E

    P/E ini juga ambil dari asumsi selama ini rata2 saham diperdagangkan berapa kali lipat dari EPS nya, sekali lagi liat dari history aja asumsi nya.

    buat JSMR dapet asumsi

    growth = 10%
    P/E = 12

    dapet harga 1150an

    Nah dibuku selese di sini aja, tapi menurut gw harganya nanti jadi terlalu tinggi dan itu kan di thn 2017, jadi gw tambahin sendiri (terserah mau percaya nggak hehehehe) harga di thn 2017 ini kalo dinilai pake duit sekarang berapa?pake NPV ngitungnya….

    pake discount rate 14.5%, uang 1150 di thn 2017 ini sebenernya cuma bernilai 300an aja…

  129. gudangilmuinvestasi

    Jika anda secara SERIUS tertarik untuk belajar mengenai bagaimana
    berinvestasi saham dan berbisnis seperti para ‘guru’ melalui
    buku-buku/ Video / MP3 ini seperti:

    * benjamin graham : graham newman fund
    * phillip fisher
    * warren buffett : berkshire hathaway
    * peter lynch : fidelity magellan
    * joel greenblatt : gotham capital
    * seth klarman : baupost group
    * mohnish pabrai : pabrai fund
    * john templeton : templeton fund
    * tweedy browne : tweedy browne
    * george soros : soros quantum fund
    * dan value oriented fund manager lainnya

    silahkan kunjungi situs: http://gudangilmuinvestasi.blogspot.com

    dan silahkan pesan DVD ebooks dan audio/video terbaru nya yang murah
    daripada menghabiskan waktu, biaya, dan tenaga untuk mencarinya
    selain itu didalamnya topiknya sangat beragam dan terstruktur sehingga
    anda tidak perlu pusing lagi mengkategorikannya, seperti :

    * accounting financial valuation
    * value investing
    * banking
    * basic stocks and investing
    * behavioural finance
    * business competition
    * corporate value
    * dividend investing
    * economics : keynes, adam smith
    * fix investment
    * general investing topics
    * growth investing
    * hedge fund
    * index investing
    * market history
    * math and probability
    * mutual fund
    * portfolio management
    * real estate / REIT
    * risk management
    * special situation investing
    * speculation
    * trading

    Attn : hanya untuk investor yang SERIUS !

    cheers
    learning only from the best !
    http://gudangilmuinvestasi.blogspot.com

  130. sandra

    maen saham tuh enakan pake broker orang… kenapa?

    kan anda investor..nasabah..apalagi klo dana yang di spend itu gede..kan anda Raja-nya (nasabah adalah raja), masa anda juga yang ngerjain kerjaannya broker untuk order Beli dan Jual??

    truss..kayaknya kurang afdol klo kerjain sendiri..lebih keren tuh..sebelum trading ngobrol2 dulu ama brokernya..tanya2 ada info apa…minta rekomendasi..truss klo anda masih single, truss brokernya cewek cakep and single juga..wahhhhh..bisa cocok tuh…

    truss…klo misalnya anda beli saham…truss turun…at least anda bisa berbagi sedih dan kesal dengan broker anda..dijamin dia pasti gak nolak klo anda telpon buat curhat..even sampe jam 1 tengah malem…coba klo misalnya maen sendiri…gak punya bini…masa curhat ke bokap n nyokap? paling curhatnya ama tukang pijet langganan aja dehh… :)

    yah gitu deh…trading itu gak ada seninya klo cuma ketik sendiri…seninya adalah dimana anda harus angkat telpon dan teriak..” Belii….Jualllll…Cabutt dulu gak jadi!!…ehhh..pindahin harganya!!!”…and sometime bisa juga teriak ke broker anda..” Yessssss!!!!….klo gak Ohhhhh Tidakkkk!!….trusss …heyyy…pelan amat sih loe?…gimana sih lo..kok gak laku?”…

    ane rasa yah gini lah yang disebut seni dalam trading … :)

    yang banyak broker cewek cantik tuh di Trimegah pusat, Reliance Jogja, DBS Vickers Thamrin, Hortus Danavest Puri dan Valbury Securities Bandung…boleh cek deh…

    avoid Danareksa….batangan semua coy.. tapi coba ke danareksa megamal pluit! itulah calon bini ideal! (ita?)

    UBS sekuritas di sudirman rata2 cantik asli….manis masih pada muda belia semua

    Valbury pluit ada yg cantik.

    DI LG Pluit di LT 2. juga ada 2 org yg Cakep dan masih muda, kayaknya sih belum Married.

    but musti modal gede. gak usah deh yang sekelas UBS yang Guuedee itu…coba aja ke Bahana Securities yang di plaza bapindo…bisa gak masuk ke gallery-nya?? nasabah yang ecek aja cuma disuruh liat layar di Lobby…

  131. Agung Widyatmoko

    saya ingin nabung di saham 500rb tiap bulan boleh gak pak? tolong balas ke email saya. terima kasih

  132. yuanda

    mas, apa utuk anak seumuran sma, bsa blajar saham…?

  133. judeva

    Siapa ya…Brokerage di sby yg bonafide dan kinerjanya bagus ?

  134. uti

    mas, mau tya
    apakah peredaran unit ETF dibursa cukup signifikan ?

  135. uti

    mau tya lg, bagaimana perkembangan ETF selama ini ? (tlg digambarkan ya, bisa dengan tabel or grafik)

  136. soul

    hloooooooooooooooooooooo
    aku mau tanya inves disaham apa keuntungannya
    kalau mau ikut inves disaham aku harus cari broker apa yang baik di daerah smg
    dan kiat kiat apa yang hrs aku lakukan

  137. min

    saya hanya punya dana 5juta apakah saya bisa ikut main saham? gimana caranya karena saya sebagai pemula? dibalas y

  138. Nofie Iman

    Bisa. Indo Premier kalau tidak salah membolehkan mahasiswa untuk membuka account saham dengan deposit hanya Rp 2 juta. Mengenai cara-caranya sudah diulas di atas.

  139. ick-dick

    Baiklah, saya akan lebih detil menjelaskan tentang pendapat saya ttg pilihan saya.
    pertama saya sangat menganjurkan saudara2 untuk membaca ini:

    http://iamthewitness.com/books/Andrew.Carrington.Hitchcock/The.History.of.the.Money.Changers.htm

    it is a very very good and long read, saya sangat menikmati setiap detik dari artikel tersebut, saya berani jamin saudara2 yang blum membaca artikel itu akan membuka pikiran anda. Baca dan cerna dengan hikmah.

    saya akan memulai dengan introduction,
    Kalau kita belajar dari sejarah, United States as much as I hate to admit it, it is a country fills with great spirit. Amerika sejak independent sudah mengalami badai dan krisis yang menempa Amerika menjadi United States of America today, the Global financial and military superpower.

    anda bisa melihat krisis2 sekilas dari sini
    http://www.cnbc.com/id/28993790/

    apa yang didapatin saya, despite of what most people said the crisis today is different, I beg to differ bahwa ini hanyalah salah satu crisis2 yang akan berlalu dan membuat Amerika lebih cemerlang. Buat yang awam, sebenarnya crisis itu hanyalah manipulasi2 dan di-engineered oleh segelintir2 group2 elite yg dikenal sebagai ILLUMINATI atau orang2 yang hendak mendorong agenda GLOBAL WORLD ORDER. anyway enough of that la, bagi yang tidak mau melihat gambaran besar dari cara dunia ini bekerja gpp, let’s get back to fundamental.
    intinya, US economy will be the first to recoup. The question is, do you want to ride with it? stupid question yes? kita harus berpikir satu langkah ke depan yes? the real question is, HOW DO I TAKE ADVANTAGE OF AMERICAN ECONOMIC RECOVERY?? kita harus berpikir satu langkah ke depan yes?

    i will spare all the financial calculation, tapi saya akan bagi pikiran saja skenarionya. pada waktu US economy recover, sektor mana yang paling cepat recover along with it. Saudara2 tau, bisnis itu bagai perang, perang memerlukan resources, seperti bisnis memerlukan cash, credit untuk expansion dll. Sekarang saya nanya saudara, sektor mana yang paling banyak koneksi dan power untuk menghimpun duit dari masyarakat paling cepet? correct, BANKS HOLDING. Most people will go with commodities and energy sector, that is correct too, ga ada yang salah. saya juga mikir dengan recovery ekonomi amerika, inflasi akan sangat tinggi sehingga lbh bonafit menyimpan bahan2 darpada uang kertas. tapi yang most people didn’t realise, harga2 energy, commodities itu sebenarnya sangat suka dimanipulasi. honestly speaking, yang ‘menjatuhkan’ harga minyak sekarang juga siapa? dan siapa yg punya duit, power, bargain power untuk menjatuhkan harga tsb suka2? kita mikir paling gampang saja, amerika sebagai negara kapitalis akan tetap membutuhkan BANK. kenapa saya memilih Bank karena sekarang sektor2 finansial yang sudah sengaja di attack dan di short oleh bandar2 pasar sehingga valuasi mrk paling murah dan lbh bisa disesuaikan. saya jujur masih tidak berani memvaluasi sektor2 energi seperti minyak karena itu bidang yg tidak kelihatan, kita tidak tahu percis berapa banyak sisa cadangan mrk dan resiko di nasionalisasi pemerintah daerah tsb.

    saya tertantang untuk membawa topik ini karena saya tidak mau saudara2 tergiur ttg saham citigroup yang menyesatkan. saya juga tidak berani melarang saudara2 yang tertarik untuk membeli citigroup, tapi memangnya bank2 di amerika hanya ada citigroup? Saya adalah seorang investor, saya membeli perusahaan yang saya suka dan bangga kalau saya memiliki perusahaan yang sebagai captain of the industry, berkualitas apalagi ketika saya mendapatkan harganya paling murah dalam 20 tahun lagi. betul sekali2 bapak2, Bank yang saya bet dengan 1/2 harta saya ada WELLS FARGO.
    http://www.cnbc.com/id/29511488?slide=12

    saya dan kolega2 saya sependapat kalau bidang yg paling bagus dijalankan di amerika sekarang ada bisnis perbankan. Bank2 yang baru dan bersih di buku mrk akan make a killing di jaman krisis ini skrng karena mrk mempunyai bargaining power yg kuat terhadap nasabah2 amerika. Mrk bisa memanfaatkan FED rate 0-0.25% dan menyalurkan kredit dengan rate 4%-5%. Bayangkan saja berapa banyak untungnya NET INTEREST MARGINNYA! duh saya mikir, betapa enakya kalau saya bisa bisa dan mampu membuka bank di amerika juga skrng. loh?? WHY NOT? setelah saya membaca dan riset ttg bidang perbankan di amerika, saya seperti mendapat EUREKA ! DOH??? tidak perlu effort yg banyak untuk riset2 di http://www.sec.gov dan email2/telpon2 ke investor relations US banks. wong hanya duit interlokal. Nah sekarang saya mempunyai visi, ketika saya berkunjung ke amrik waktu ekonomy recover saya akan sangat bangga bahwa saya mempunyai saham di Bank terbesar dan terbaik di Amerika and i get it for a bargain, the lowest price in 20 years. Once in a lifetime opportunity? I don’t know, but i am willing to take my chance kalau kita belajar dari sejarah warren buffett make a killing dari American Express.

  140. alul

    mas nofie,setelah saya baca artikelx mas saya tertarik untuk bljar SAHAM tpiaya tanyakan brpa sih dana awal yang hrus dikeluarkan dan saya juga prnah mendengar bahwa dgn dana satu juta katae bisa, apa bener…tolong donk infonya krna saya sangat awam sekali dgn dunia INVEST maupun SAHAM….thankx…!!!!!

  141. fazzayafuzzu

    wah, infonya bagus banget tu mas….
    bagi yang minat invest saham di blog saya aja… hehehe…
    salam kenal ya…

  142. riauku

    nice artikel, wah saya jadi tertarik neh mengais rezeki di saham, kira2 untuk pemula seperti saya kalo mau pilih saham, kombinasinya saham bidang apa saja ya? kira2 kalo punya 20 juta bisa dapat berapa LOT? thanks

  143. Suliani

    salam knl. mas nofie saya berminat untuk ikut main saham. bg saya pemula kalo mau pilih broker yg baik n saham yang bagus yg mana? trims

  144. Training Saham

    Untuk yang ingin belajar tentang pasar modal USA / NYSE, Nasdaq.. Saham.. Option.. dan seluk beluknya..
    Join Training Saham

Looking forward to hear your thoughts.