The Economics of Cristiano Ronaldo

June 13th, 2009 | News

The Economics of Cristiano Ronaldo

Jual beli pemain bola mirip-mirip dengan jual beli saham. Membeli pemain di peak performance bisa dibilang bad timing, sama seperti membeli saham di harga tertingginya. Membeli pemain di puncak permainannya memang bisa jadi pisau bermata dua. Di satu sisi, ia mungkin bisa berpotensi mendongkrak prestasi klub barunya. Tapi di sisi lain, ia pasti dibanderol dengan harga premium melebihi harga wajarnya.

Setelah mendapatkan Kaka seharga £56 juta kini Madrid menggaet Ronaldo di harga £80 juta. Jumlah yang sebenarnya luar biasa fantastis, sekalipun untuk seorang pemain top kelas dunia. Pembelian ini konon memberikan keuntungan bersih sekitar £67,5 bagi Glazer family, pemilik Manchester United. Untuk ukuran sebuah klub sepakbola—-apalagi di jaman krisis seperti sekarang—-angka tersebut tentu saja luar biasa.

Menurut penelitian Stefan Szymanski (Cass Business School, London), korelasi antara transfer pemain dengan peringkat klub di liga sebenarnya hanya sekitar 16% saja. Sebaliknya, pengeluaran untuk membayar gaji korelasinya cukup signfikan, sekitar 92%. Makin tinggi klub berani membayar pemainnya, biasanya makin tinggi pula peringkatnya di liga. Namun, berapa besar jumlah yang dibayarkan dalam bentuk transfer fee rasanya tidak terlalu memberikan kontribusi signifikan.

Sayangnya para manajer dan pemilik klub rasanya jarang membaca jurnal dan riset ilmiah semacam ini. :)

Jujur saja, saya fans Real Madrid sejak sekitar tahun 1996—-bukan seperti kebanyakan orang yang baru kenal Madrid di era Galacticos. Di musim 1996 itu Madrid masih diperkuat Santiago Canizares, Fernando Hierro, Manuel Sanchis, Fernando Redondo, Ivan Zamorano, disusul kemudian masuknya Roberto Carlos, Clarence Seedorf, dan duo Predrag Mijatovic-Davor Suker. Di masa itu, Guti dan Raul Gonzales masih sama-sama debutan.

Tapi sepanjang yang saya tahu, sejarah Real Madrid memang selalu unik. Selain punya prestasi segudang, Madrid juga punya rekor panjang dalam hal pembelian pemain yang memecahkan rekor transfer. Tak sedikit transfer pemain yang dilakukan secara cukup kontroversial, seperti Luis Figo yang dicomot dari Barcelona atau David Beckham dan Kaka yang sebelumnya dianggap banyak orang “untouchable” di klub masing-masing. Selain itu, baik pemain maupun pelatih sama-sama punya turnover tinggi di Madrid.

Tetap saja, Real Madrid tidak pernah kapok membeli pemain dengan harga premium. Nampaknya, Madrid selalu punya cara untuk meng-cover pembelian itu—-entah dari kontrak hak siar, penjualan merchandise, atau pertandingan persahabatan. Dampak negatifnya, pemain binaan akademi sendiri seolah jadi anak tiri. Sebut saja Roberto Soldado atau Juan Manuel Mata yang malah berkembang (dan berlipat ganda harganya) di klub lain. Akibatnya, setelah era Raul dan Casillas, tidak ada lagi icon Madrid yang bisa dibanggakan.

Memang benar bahwa pasar transfer pemain bola bisa dibilang irasional. Di pasar ini, tujuan jual-beli pemain tidak selalu untuk profit maximization. Bisnis pada umumnya biasanya selalu sengit dalam kompetisi. Kesalahan setitik saja bisa berujung kebangkrutan. Tapi bisnis sepakbola berbeda. Kerugian atau kesalahan fatal pun jarang berujung pada kebangkrutan, merjer, atau akuisisi oleh klub lain. Sekalipun mereka punya rasio utang yang tinggi, rasanya tak ada yang perlu dikuatirkan.

Irasionalitas lain biasanya juga nampak pada posisi pemain yang dijualbelikan. Penyerang dan pemain tengah lazimnya dihargai jauh lebih mahal daripada penjaga gawang dan pemain bertahan—-walaupun baik penyerang dan penjaga gawang memegang peranan sama pentingnya. Selain itu, pemain dari negara sepakbola (seperti Brazil, Argentina, Italia, Spanyol, Portugal) cenderung dihargai lebih mahal daripada pemain dari negara “asing” seperti Mesir atau Albania misalnya.

Betapapun, Madrid adalah klub dengan bentuk demokrasi populis yang unik. Real Madrid dimiliki oleh sekitar 70 ribu socios, bukan oleh pemegang saham. Florentino Perez dipilih oleh mereka dan sudah tentu pembelian Kaka dan Ronaldo adalah cara untuk menjawab amanah mereka. Tentu “wajar” kalau pembelian pemain seringkali tidak masuk di akal. Siapapun presidennya, apapun akan dilakukan demi memuaskan fans, sponsor, dan media setempat. Padahal Perez tentu masih ingat bahwa Galacticos bentukannya di era 2003-2006 tidak banyak memberi prestasi.

Tapi itulah Real Madrid. Mereka tak melulu mengejar uang. Ada kebanggaan, gengsi, dan prestise yang seringkali harus dinomorsatukan. Madrid tahu bahwa brand mereka terlalu kuat untuk bangkrut begitu saja. Madrid selalu punya cara untuk mengembalikan return on investment mereka. Inilah yang mungkin menjelaskan mengapa uang £80 juta sekalipun dianggap lumrah hanya untuk seorang pemain. Inilah the economics of Cristiano Ronaldo.

Sementara untuk Manchester United, ada “teori” yang mengatakan bahwa pemain yang cemerlang lalu meninggalkan Theatre of Dreams tidak akan pernah bisa mendapatkan kesuksesannya kembali. Sebut saja George Best, Lee Sharpe, Jaap Stam, Andrei Kanchelskis, bahkan David Beckham sekalipun. Best, Kanchelskis, Beckham—-dan sekarang Ronaldo—-bahkan sama-sama menggunakan nomor punggung “keramat” 7. Menarik untuk ditunggu siapa incaran Ferguson untuk mengganti CR7. Tapi yang juga tak kalah seru adalah menyimak bagaimana dua matahari terbit di Bernabeu nanti.

Hala Madrid!

Share on Facebook

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

  1. mau apa lagi? » Blog Archive » bye Ronaldo(?)
  2. liska febyant
  3. Comments

  4. pensiun kaya

    salam kenal pak..
    ternyata kapitalisme mulai merambah dunia bola juga ya…siapa yang punya uang banyak, akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan pemain incarannya. masih ingat Man City yang bernafsu mendatangkan Kaka dari Milan? ternyata ADUG yang merupakan grup usaha besar di Timur Tengah yang notabene berkantong tebal ada di belakangnya. kapan ya pemain Indonesia ditawar dengan harga tinggi?:-)
    Salam

  5. BudiTyas

    Harusnya yang dikorelasikan adalah transfer, gaji, dan pendapatan klub, bukan prestasi klub. Kemaren2 juga real madrid secara prestasi kurang mentereng, tp berbekal los galacticos, banyak iklan yg masuk.

  6. birojasa

    inilah yang dinamakan industri sepak bola..sudah tidak bisa di bedakan antara sport dengan bisnis..

  7. keano

    gw fans ManUtd, jujur aja gw jd ingat wktu prtma x CR dtg ke Old Trafford, msh cupu n kurus.. wktu itu Fergie di kritik krn mmbeli pemain yg bru 18th n tdk terkenal dng hrga 12 jt pounds…. tapi debut dy melawan Bolton Wanderers bulan Agustus 2003 membungkan kritikan tersebut…

    klo inget itu smua rsanya BERAT bgi gw tuk LEPAS Cristiano,, tp hidup harus berjalan… ada masa depan dengan pemain yang dan mungkin memiliki loyalitas yg lebih kepada MU, klub yg membuatnya berkembang menjadi pesepakbola “terbaik” di dunia…

    waDuh gw Mlah CurHat ya… whwhwhweee

  8. bintar

    menanti pemain nasional indonesia (diperbincangkan) jadi tema international seperi ini …

  9. ferdie

    Salam Kenal Mas Nofie, bukunya di gramed laris manis
    hehe bisa saja mengkaitkan pasar modal dengan dunia bola. Mas Nofie memang paling bisa kalo buat ide-ide unik, hehe, kapan yah pemain Indonesia bisa dapet nilai transfer segede gitu ? =P

  10. didut

    kalau dari sisi pengembangan sepakbola MU akhirnya mempunyai dana untuk membangun ronaldo atau beckkham yang lain dan madrid …saya lebih suka jaman suker-man dulu :P

  11. writer_wannabe

    bung Novie, saya sangat senang membaca tulisan-tulisan anda. Saya bahkan sudah mem-bookmark blog anda ini di toolbar firefox saya. Anda selalu bisa menyajikan artikel yang tidak hanya menarik dibaca, tetapi juga berisi dan cerdas. Saya ingin suatu saat bisa menulis sehebat anda. Bung, bagaimana kalau sekali-sekali anda menulis tentang tips-tips atau langkah-langkah yang biasa anda lakukan dalam membuat artikel. Saya yakin anda bisa menjelaskannya dengan gamblang dan tentunya itu akan menjadi masukan yang baik sekali sekaligus menjadi sumber semangat dan motivasi untuk penulis-penulis pemula seperti saya. Ok bung, ditunggu ya tips-tips nya.

  12. Zelda

    CR7 is a great player. He can show soon, if he is worth the money.

  13. Ardhi

    Formasi 4-3-3 Real Madrid 1996/1997 besutan Fabio Capello masih terngiang-ngiang sampai sekarang:
    Bodo Illgner – Roberto Carlos – Rafael Alkorta – Fernando Hierro – Christian Panucci – Fernando Redondo – Clarence Seedorf – Jose Emilio Amavisca – Raul Gonzalez – Davor Suker – Pedja Mijatovic

    Untuk Manchester United, kostum bernomor punggung 7 bagi saya (sampai saat ini) hanya bertuliskan satu nama, Cantona.

    Salam! :)

  14. Zuchrivious

    Cantona dan Beckham masih terhitung sukses sekarang.. sebagai bintang iklan :D
    bicara sepakbola sebagai bisnis memang tak melulu bicara perihal dalam lapangan, saya rasa kemampuan untuk ‘menjual’ CR9, Kaka, Benzema, atau bintang lainnya menjadi senjata ekonomi yang kuat bagi Real Madrid, setidaknya meski penampilan mereka besok melempem, ‘kinerja’ mereka secara bisnis masih bagus.

  15. Sam de Lukes

    u are right Zelda

  16. MacFamous

    bosa jadi harga termahal juga untuk sebuah pembelian .. ;)

  17. eri-communicator

    Harga yang pantas untuk kehebatan dan aksi ronaldo dilapangan, kita tunggu aksi ronaldo selanjutnya di Real madrid..

  18. bali Florist

    spa lagi nh yang akan di bli oleh real madrid,,,,

  19. siais

    wah coba ada di Indonesia yah…

  20. toim

    kita liat aja apa galactico II ini bs menandingi kedahsyatan barcelona…

  21. Toko Kaos Online

    Pembelian2 mahal itu semoga dapat memicu prestasi di lapangan dan mendongkrak bisnis Madrid.

  22. annas nashrullah

    selamat ber-ramadan, kawans
    semoga bisa menginspirasi di 11 bulan lainnya untuk berbuat baik dan menjadi lebih baik lagi.. Minal Aidinh Wal Faizin, Aminin..
    -BakuDara.Com-

  23. Yodhia @ Blog Strategi + Manajemen

    Great story.

    Salah satu pertandingan terbaik yang saya kenang dari Real Madrid adalah ketika mereka bertanding melawan Liverpool dalam final Champion Cup tahun 1981.

    Sebagai fan Liverpool, saya senang ketika kala itu mereka menaklukkan RM dengan skor 1 – 0 lewat gol dramatis Alan Kennedy pada menit 82.

    Tahun 80-an adalah tahun kebesaran Liverpool.

  24. Jauhari

    Kalau masalah MADRID asal bukan BARCA yang jadi berita :D

  25. nenyok

    Salam
    Waduh dah lama saya ga kesini, ga nyadar sudah 3 bulan lebih, saya suka bola terutama euro cup, bener2 cuma menikmati sebagai penonton, paling terbengong-bengong melihat nilai transfer yang fantastis sambil berpikir jauh banget sama pemain kita, di kita denger jumlah transfer sekitaran 50 jt aja rasanya udah gede banget, hebat ya olahraga memang sudah jd industri yang menjanjikan.

  26. yonca

    anyway IHSG 1600 sangat mungkin, tapi ngga usah di pusingin sekarang lah, tunggu signal-nya dulu baru nanti kite bahas…

Looking forward to hear your thoughts.