Malaysia Mengklaim (Lagi) Budaya Indonesia

August 27th, 2009 | News

Tari Pendet

Entah sudah berapa banyak produk budaya dan kesenian negeri ini yang diklaim oleh negara lain, terutama Malaysia. Sebut saja Reog Ponorogo, kain batik, angklung, rendang, Rasa Sayange, hingga terakhir, Tari Pendet yang jelas-jelas milik rakyat Bali. Untungnya baru saja Norman Abdul Halim, produser film dokumenter Malaysia, meminta maaf atas klaim batik dan tari pendet serta menghentikan iklan Enigmatic Malaysia di Discovery Chanel.

Menurut saya, hal ini sebenarnya bisa “dimaklumi” mengingat penduduk Malaysia dulunya adalah orang Indonesia yang kemudian terpisahkan karena imperialisme. Jadi “wajar” bila budaya Indonesia diamalkan di Malaysia dan diturunkan ke generasi mereka selanjutnya. Yang jadi masalah adalah ketika budaya tersebut tidak di-acknowledge dengan jelas sebagai budaya milik Indonesia. Kedua, budaya tersebut dimanfaatkan hanya untuk kepentingan intern Malaysia. Ini tentu tidak bisa dibenarkan.

Dilihat dari sejarahnya, selepas masa Soekarno, hubungan Indonesia-Malaysia sebenarnya relatif mesra. Malaysia juga sangat menyadari bahwa mereka membutuhkan Indonesia. Namun sejak Mahathir Mohamad mencanangkan slogan “Malaysia boleh“, orang-orang Malaysia kemudian menjadi lebih eksklusif dan tidak mau lagi “disamakan” sebagai rumpun Melayu/Indonesia. Satu-dua kasus, orang-orang Indonesia di Malaysia pernah membuat masalah, namun hal ini terlalu dibesar-besarkan. Akibatnya, orang Indonesia kemudian dicap inferior, sampai muncul istilah ejekan “indon“.

Media juga sebenarnya berperan dalam membuat urusan bertetangga ini menjadi kian memanas. Tengok kasus pulau Sipadan-Ligitan. Walaupun dalam sengketa, berdasarkan Undang-undang, kedua pulau itu bukan milik Indonesia—-kendati Indonesia akan diuntungkan seandainya kedua pulau tersebut jatuh ke tangan Indonesia. Namun yang terjadi, media menulis seolah-olah kedua pulau tersebut hilang dari genggaman kita. Tentu saja hal ini menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat.

Apapun itu, harusnya kasus semacam ini bisa menjadi peringatan. Bangsa ini sepertinya kurang bersyukur. Sudah diberi Tuhan 17 ribu pulau lebih, namun sampai sekarang masih banyak yang belum dinamai. Kita punya begitu banyak kesenian dan tarian yang mempesona, namun tak banyak dari kita yang mau mempelajari dan melestarikan. Papan-papan penunjuk jalan di Jogja banyak yang dituliskan dalam aksara Jawa, tapi berapa banyak anak muda sekarang yang bisa membaca “hanacaraka” itu?

Pemerintah sudah tentu harus bertindak cepat, tegas, namun juga smart. Berbagai produk kesenian dan budaya kita musti didata dan didaftarkan hak miliknya agar tak perlu lagi kecolongan di kemudian hari. Kedua, kita juga tidak boleh kalah dalam memasarkan Indonesia di luar negeri. Harapannya, tentu saja agar orang asing lebih “nyantol” dengan tarian, masakan, maupun produk budaya kita lainnya. Kalau tarian ini, atau kesenian itu, sudah dikenal orang asing, maka sulit bagi bangsa lain untuk mengklaim budaya tersebut sebagai miliknya. Pemerintah juga tidak boleh merasa inferior, karena sesungguhnya bukan kita yang membutuhkan bangsa lain melainkan bangsa lain yang membutuhkan Indonesia.

Untungnya, kasus-kasus pencurian budaya semacam ini juga memberikan blessing in disguise buat kita. Sejak batik diklaim negara sebelah, sekarang banyak instansi yang mewajibkan penggunaan seragam batik di hari-hari tertentu. Anak muda pun tak lagi canggung mengenakan batik karena desain dan motifnya terus berkembang menyesuaikan jaman. Teman-teman di luar negeri pun kian bersemangat dalam mempromosikan budaya Indonesia kepada orang asing. Banyak orang Indonesia yang sebelumnya cuek dengan budaya Indonesia, kini menjadi lebih peduli terhadap nasionalisme dan identitas bangsa ini.

Saya sendiri bangga dan bahagia menjadi bangsa Indonesia. Negeri ini memang masih jauh dari ideal. Namun perjalanan bangsa ini sudah menorehkan sejarah panjang. Kita memperjuangkan sendiri kemerdekaan kita. Beragam suku dan golongan berhasil disatukan dengan susah payah. Seperti kata Hillary Clinton, Indonesia adalah model dunia masa depan, dimana demokrasi, modernitas, dan Islam berada dalam satu wadah yang harmonis. Kita memang masih berkutat soal korupsi, pengangguran, kemiskinan, dan keamanan. Tapi negeri ini punya potensi untuk menjadi besar dan superpower di masa depan. Dan banyak bangsa yang iri denggan potensi yang kita punya.

Sebagai catatan dan renungan akhir, jangan sampai kasus semacam ini justru menjadi maling teriak maling. Kita mengeluh negara lain membajak kekayaan negeri ini. Sementara di sisi lain kita lupa bahwa pembajakan di negeri ini sebenarnya masih cukup tinggi. Jangankan produk software atau musik luar negeri, karya bangsa sendiri saja masih sering dibajak. Bukankah itu juga sesuatu yang cukup memalukan? Ingat bahwa Indonesia adalah bangsa yang bermartabat dan berwibawa.

Merdeka!

Share on Facebook

Possibly Related:

Trackbacks/Pings

  1. liska febyant
  2. Malaysia Mengklaim (Lagi) Budaya Indonesia « Aysahdviers's Blog
  3. Comments

  4. Arman

    pegimane seh… tari pendet itu dari malaysia
    angklung, rendang, reog, batik, semuanya dari malaysia kok

    nggak cuma itu, kelapa sawit, batubara, minyak, gas
    semuanya aslinya dari malaysia, bukan indonesia

    Pokoke semua malaysia deh…
    Yg bukan dr malaysia cuma satu, yaitu orang baek-baek…

  5. dido

    Dasar Malingsia…

    Kita tahu persis bahwa Noordin Top dan Azahari adalah orang Malaysia yang menebar teror di negeri ini. Dan aparat kita juga yang terpaksa membereskan. Di dunia IT, orang mengenal JavaScript, bukan JohorScript atau PenangScript. Hahaha…..

    Malaysia truly Indonesia ….

  6. Poside

    Baeklah, biar langsung beres, klaim balik aja. Malaysia milik Indonesia. Beres.

  7. Anonymous

    Malaysia kembali mengklaim kekayaan budaya Indonesia. Untuk tarian saja, ini adalah kasus yang keempat, setelah “Tari Piring” dari Sumatera Barat, “Tari Reog Ponorogo” dari Jawa Timur dan “Tari Kuda Lumping” yang juga dari Jawa Timur. “Tari Pendet” dari Bali diklaim dengan dijadikan iklan pariwisata Malaysia.

    Namun amat disayangkan ditengah situasi ini sejumlah aparat pemerintah saling menyalahkan atau sibuk membela diri, tetapi tidak ada yang melakukan langkah nyata.

    Pihak DPR menyerang pemerintah dengan argumentasi “tidak mendaftarkan HAKI” dan “tidak melakukan inventarisasi data budaya Indonesia”. Anggota Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendra bahkan bereaksi berlebihan dengan meminta pemerintah mengambil sikap tegas meminta Duta Besar Malaysia pulang kampung ke negaranya terkait klaim Malaysia atas tari Pendet.

    Sementara itu, pihak eksekutif sibuk melakukan pembelaan diri. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengecam keras tindakan Malaysia dan mengirimkan surat teguran keras serta memanggil Dubes Malaysia untuk RI. Sementara itu, Departemen Luar Negeri (Deplu) sibuk menjadi juru bicara Malaysia dengan mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak terprovokasi dengan isu ini.

    Apakah kegerahan masyarakat terhadap isu ini berlebihan? Tentu saja tidak. Kisah Tari Pendet hanyalah kelanjutan dari kisah-kisah sebelumnya.. Sudah banyak kekayaan budaya indonesia yang dicuri, diklaim atau dipatenkan oleh negara lain, seperti Batik Adidas, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, Ukiran Jepara, Kopi Toraja, Kopi Aceh, Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayang Sayange, dan lain sebagainya. Pertanyaan yang lebih relevan adalah “apa yang harus kita lakukan agar hal ini tidak lagi terjadi”.

    Yang kita butuhkan sekarang bukanlah sikap saling menyalahkan atau sekedar pembelaan diri, tetapi langkah nyata.

    Di satu sisi saya begitu kecewa dengan upaya pemerintah. Namun di sisi lain, saya terkesan dengan upaya sejumlah anak muda yang terus berupaya untuk mencegah hal ini untuk terus terjadi. Mereka (Indonesian Archipelago Culture Initiatives atau IACI) telah melakukan sesuatu. Teman-teman dapat melihat upaya mereka di situs http://budaya-indonesia.org/. Mereka melakukan proses pendataan budaya indonesia dalam situs tersebut. Selain itu, mereka juga mengupayakan langkah perlindungan hukum atas kekayaan budaya Indonesia.

    Saya pribadi sangat apresiatif dengan langkah nyata tersebut. Selain itu, saya menghimbau kepada rekan-rekan sekalian untuk membantu perjuangan anak muda ini agar kisah Batik, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, dan lain sebagainya tidak kembali terulang.

    Setidaknya ada 2 bantuan yang dapat kita berikan untuk perjuangan tersebut:

    1. mendukung upaya perlindungan budaya Indonesia secara hukum. Kepada rekan-rekan sebangsa dan setanah air yang memiliki kepedulian (baik bantuian ide, tenaga maupun donasi) di bagian ini, harap menggubungi IACI di email: office@budaya- indonesia. org

    2. Mendukung proses pendataan kekayaan budaya Indonesia. Perlindungan hukum tanpa data yang baik tidak akan bekerja secara optimal. Jadi, jika temen-temen memiliki koleksi gambar, lagu atau video tentang budaya Indonesia, mohon upload ke situs PERPUSTAKAAN DIGITAL BUDAYA INDONESIA, dengan alamat http://budaya-indonesia.org/ Jika Anda memiliki kesulitan untuk mengupload data, silahkan menggubungi IACI di email: office@budaya-indonesia.org

    Sekarang bukanlah saatnya untuk saling menyalahkan atau sekedar pembelaan diri, tetapi melakukan sesuatu yang nyata.

    - Lucky Setiawan
    nb: Mohon bantuanya untuk menyebarkan pesan ini ke email ke teman, mailing-list, situs, atau blog, yang Anda miliki. Mari kita dukung upaya pelestarian budaya Indonesia secara online.

  8. belajar trading saham

    salam…
    lebih ironis lagi, setelah mereka dengan leluasa membajak karya anak bangsa negeri ini, mereka juga kerap ‘membajak’ para pengadu nasib asal negara kita dengan tanpa perasaaan. kasus Siti Hajar semakin menambah panjang daftar penderitaan TKI di negeri jiran…semoga ke depan kita bisa melangkah bersama mencari solusi terbaik untuk masalah yang krusial ini…

  9. sasty

    kunjungan pertama nih…..

    ‘MAJU’ untuk Indonesia!! ^_^
    yah setidaknya rakyat Indonesia harus lebih peduli terhadap kebudayaannya sendiri kalo nggak mau direbut apalagi dimaling negara lain. Bersama pemerintah kita bahu-membahu mempertahankan budaya negara kita.

  10. malingdariindon

    Gimana kalo kita klaim balik kalo ROCK MALAYSIA itu punya Indonesia hehe

    … panas gerimis …panas gerimis ..mengundaang ha ha ha ha…

  11. joni

    Forward dari teman:

    Kamis, 27 Agustus 2009 | 12:20 WIB
    Oleh Prayitno Ramelan

    Kemarahan masyarakat Indonesia terhadap Malaysia yang menggunakan tari pendet dalam sebuah iklan pariwisata berimbas kemana-mana. Tari Pendet diketahui muncul dalam sebuah iklan promosi yang diproduksi rumah produksi KRU Sdn Bhd.

    Rumah produksi itu membuat enam film dokumenter Enigmatic Malaysia yang disiarkan di 23 negara di seluruh dunia. Pihak KRU menegaskan, mereka memang memproduksi program Enigmatic Malaysia, tetapi iklan promosi dibuat oleh Discovery Channel yang bermarkas di Singapura.

    “Iklan promosi serial dokumenter Enigmatic Malaysia bukan dibuat kami tapi dibuat sendiri oleh Discovery Channel,” kata Presiden dan CEO Group KRU Sdn Bhd Norman Abdul Halim di KBRI Kuala Lumpur. Norman selanjutnya mengatakan “Kami baru tahu bahwa ada protes dan kemarahan rakyat Indonesia atas promosi itu kemarin ketika wartawan-wartawan Indonesia menghubungi saya. Kami telah menghubungi Discovery Channel kemudian mereka telah menarik promosi itu dan menggantinya dengan yang baru,” kata Norman.

    Masalah menjadi serius dalam kaitan hubungan diplomatik kedua negara. Presiden SBY mengaku, baru kali ini selama pemerintahannya, merespons secara langsung isu kebudayaan yang diklaim Malaysia. “Untuk pertama kalinya sejak lima tahun ini saya beri pernyataan terkait ini,”katanya.

    Menurut presiden, klaim kebudayaan milik Indonesia oleh Malaysia, seperti tari pendet, bukan merupakan kejadian yang pertama kalinya. “Dengan semangat, kita ingin menjaga hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia, berkaitan dengan isu tari pendet yang menjadi bagian dari iklan di Malaysia, ke depan Pemerintah Malaysia harus memberikan atensi, memelihara hubungan baik kita,” ujar Presiden SBY dalam keterangan persnya di Kantor Kepresidenan, Jakarta Selasa (25/8).

    Menbudpar Jero Wacik mengatakan, saat ini pihak rumah produksi pembuat iklan pariwisata Malaysia telah mengirimkan surat permintaan maaf secara tertulis. Namun, ujar dia, permintaan maaf yang hanya melalui surat elektronik itu tidak bisa diterima begitu saja. “Saya sudah terima (permintaan maafnya) tapi saya tidak mau terima. Saya mau dengar dari pemerintahnya dulu.”

    Nah, fakta diatas adalah kasus dalam masalah budaya dan pariwisata. Dimana Malaysia kita pandang sebagai negara yang sering berbuat seenaknya kepada Indonesia. Istilah serumpun nampaknya tidak ada artinya diantara kedua negara. Sejarah pernah merekam sebuah konfrontasi fisik militer kedua negara. Hal ini kadang sulit dihilangkan, bahkan Malaysia sering agak merendahkan Indonesia, walau dibelakangnya tetap ada rasa takut dan was-was. Penulis pada saat masih aktif bertugas selalu berhati-hati pada bidang militer apabila berurusan dengan militer Malaysia. Senyum manis dimuka mereka belum tentu berarti manis dan tulus dihati, inilah sedikit pengalaman masa lalu.

    Penulis pada tahun 1992, saat berpangkat perwira menengah mendapat tugas dalam sebuah Satuan Tugas Udara (Satgasud) sebagai perwira intelijen dalam Latihan Bersama antara TNI dengan Tentera Darat Malaysia. Sebagai home base pasukan TNI ditetapkan di Pangkalan TNI AU Medan (Pangkalan Aju) dan Pulada (Pusat Latihan Tempur Tentera Darat Malaysia) di Johor Bahru.

    Saat geladi Posko, personil Satgasud serta Kelompok Komando Batalyon 328 Kostrad bersama Kelompok Ranger Tentera Darat Malaysia berkumpul bersama di Pulada. Dari TNI AD, pimpinan komando dibawah kendali Letkol TNI Prabowo Subijanto. Satgasud dan Pokdo Kostrad mengikuti briefing dan persiapan penerjunan dan penyerangan di Pulada dari Kelompok Komando Tentera Darat Malaysia.

    Skenario latihan, Satgasud TNI AU mendapat tugas untuk menerjunkan batalyon 328 disebuah DZ (dropping zone) yang telah ditetapkan, dimana Pasukan Ranger Malaysia juga akan diterjunkan di tempat yang sama dengan pesawat Tentera Udara Diraja Malaysia. Setelah mendarat maka kedua pasukan masing-masing bergerak menuju kesasaran tertentu, bertanding kecepatan untuk melakukan penyerangan. Sasaran dikatakan markas musuh yang diperkuat dengan tank.

    Saat di Pulada, penulis yang bertanggung jawab memberikan informasi intelijen tentang DZ, baik cuaca, medan, koordinat, elevasi, arah angin, kondisi serta panjang DZ, dan musuh, berdiskusi dengan Letkol Prabowo dan staf intel batalyon. Karena yang menentukan DZ dari Malaysia, penulis sangat mewaspadai dan ragu tentang kondisi DZ yang mereka sebutkan panjangnya 4,5 km.

    Prabowo juga agak mengkhawatirkan, karena pihak TNI yang sama-sama buta terhadap kondisi DZ, tidak diijinkan meninjau. Pesan Letkol Prabowo saat itu, mohon dalam menerjunkan pasukan benar-benar dihitung agar pasukannya selamat dan tidak jatuh korban. Jatuhnya korban dalam latihan antar negara jelas akan mencemarkan nama baik.

    Pada hari H-1, Satgasud bergeser ke Lanud Medan untuk persiapan penerjunan. Pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB sesuai skenario, diberangkatkan satu tim Dalpur (Pengendali Tempur dari Den Bravo, Paskhasau), dengan pesawat F-27, diterjunkan ke DZ di daerah Johor Bahru. Penulis yang bertanggung jawab dalam memberikan informasi DZ, menekankan kepada Dalpur agar melaporkan DZ setelah mendarat.

    Yang agak dikhawatirkan adalah gagalnya hubungan komunikasi. Alhamdulillah komunikasi lancar. Dari laporan Dalpur, ternyata benar kecurigaan semula, panjang DZ yang dikatakan Kolat (komando Latihan) Malaysia sepanjang 4,5 km ternyata panjangnya hanya 1,5 km. Kemudian tidak pernah disebutkan data adanya rawa-rawa dimana terdapat potongan pohon yang mirip tombak.

    Dari laporan intelijen tersebut, dilakukan perubahan skenario penerjunan. Penulis menyarankan ke Dan Satgasud agar pasukan tidak diterjunkan dalam satu “run” (satu kali) tetapi disesuaikan dengan tanda tutup penerjunan yang dipasang oleh Dalpur.

    Karena ini latihan, kesepakatan antara Satgas kedua negara akan kita langgar demi keselamatan pasukan. Toh ini bukan perang, pikir penulis saat itu. Kalau kondisi pertempuran sebenarnya, untuk menghindari jatuhnya korban pesawat tertembak senjata penangkis serangan udara, tanpa kompromi penerjunan tetap harus dilakukan dalam satu run.

    Pada jam lima pagi hari, lima Hercules TNI AU “airborne” dari Lanud Medan menuju ke DZ di Johor, mengangkut pasukan Yon-328. Penerjunan disaksikan oleh Deputy Operasi Kasau di sasaran. Pada saat penerjunan pasukan, tiga Herky (Hercules) long body terpaksa menerjunkan dalam tiga run, dua Herky dalam dua run.

    Setelah pasukan mendarat, Alhamdulillah, Satgasud mendapat laporan semua anggota yang diterjunkan selamat. Ternyata AU Malaysia juga tidak melakukan penerjunan dalam satu “run” seperti rencana saat geladi, mereka melakukan dalam dua run.

    Dikisahkan, pasukan Yon-328 dalam menuju sasaran rutenya berbeda dengan pasukan Ranger Malaysia. Pasukan kita diarahkan rute sulit melalui pegunungan, sementara Ranger medannya relatif rata. Yang tidak mereka ketahui ternyata di gunung itu banyak penduduk Indonesia asal Jawa, sehingga mereka justru menjadi pandu pasukan TNI. Akhirul cerita, pasukan TNI ternyata lebih cepat sampai di sasaran dan mampu menemukan dan melumpuhkan Tank yang ternyata juga dipendam. Itulah keampuhan fisik anggota Yon-328 dan kerjasama dengan penduduk.

    Keberhasilan penerjunan dan penyerangan ternyata berbuntut panjang, seluruh pejabat Satgasud mendapat teguran Deputy Operasi, karena menerjunkan tidak sesuai dengan rencana semula. Kamipun menjelaskan, AU Malaysia juga menerjunkan tidak dengan satu run. Dapat dibayangkan apabila informasi terakhir dari Dalpur tidak masuk, keputusan yang diambil Komandan Satgasud salah, maka dua pertiga pasukan kita diperkirakan akan jatuh kedalam rawa bertombak tadi, entah berapa korban akan jatuh dari pasukan kebanggaan kita itu. Yang jelas dalam latposko, tentera Malaysia itu tidak jujur, menyembunyikan dan menyesatkan data yang sebenarnya. Alhamdulillah, Allah Swt masih melindungi Satgasud dan anggota Yon-328.

    Nah, pelajaran apa yang didapat dari kisah diatas?. Kesimpulannya adalah, kita memang harus lebih berhati-hati apabila berhubungan dengan Malaysia. Dalam latihan bersama saja mereka menyesatkan data. Rupanya tetap saja ada rasa persaingan mereka, kecemburuan, kurang jujur dan selalu ada upaya memanfaatkan.

    Kasus klaim budaya adalah contoh jelas agar kita harus lebih waspada, kasus Sipadan Ligitan adalah bukti bahwa kita dikalahkan mereka di forum internasional, kasus Ambalat yang mereka serempet-serempet membuat kita tidak suka, belum lagi kasus-kasus TKI yang diperlakukan semena-mena. Dan kita makin dibuat kesal karena dua tokoh teroris yang mengacak-acak kita juga berasal dari Malaysia. Di sinilah semestinya kita mengadakan introspeksi, apa mereka yang terlalu pintar atau kita yang tidak pandai?.

    Malaysia selalu memandang Indonesia sebagai rival yang paling menakutkan baik dari segi politis, militer dan geografis, yang dianggap memelihara pasukan besar diperbatasan. Mereka melakukan hal yang lebih.

    Dari empat Divisi Tentera Daratnya, yang masing-masing Divisi terdiri dari dua Brigade, dua dari empat divisi tersebut ditempatkan disekitar teluk Malaya, sementara Divisi ke-3 bertugas untuk mempertahankan wilayah Kalimantan Utara. Hanya Divisi ke-4 yang bertugas mempertahankan sekitar wilayah Brunei. Itu artinya Malaysia selalu bersiap dan memandang Indonesia sebagai ancaman.

    Indonesia negara yang cinta damai, tidak memandang Malaysia sebagai ancaman, sebagai pengganggu mungkin ya. Oleh karena itu, dengan sudah turun gelanggangnya Bapak Presiden, kita semua wajib juga memikirkan dengan cermat tentang Malaysia ini, agar kita tidak kecolongan lagi. Kalau tidak mau diakali dan dibodohi Malaysia, ya kita harus lebih pintar dari mereka, berbuatlah, jangan hanya marah-marah saja. Begitu bukan?.

    PRAYITNO RAMELAN, adalah purnawirawan TNI yang menjadi Guest Blogger Kompasiana.

  12. snydez

    wah baru tau kalo Sipadan Ligitan itu bukan pulau Indonesia, berdasarkan UU apa mas?

  13. Nofie Iman

    Menurut UU 4/PRP/1960 tentang negara kepulauan, Sipadan-Ligitan memang bukan wilayah Indonesia. Walaupun kalau keduanya menjadi milik Indonesia, kita juga yang untung.

  14. irzan

    Mungkinkan Noordin gak top intelejen malaysia?

    Pengeboman Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton Jum’at (17/7) disinyalir didalangi oleh intelegen asing yang sengaja disusupkan di Indonesia. Salah satunya adalah teroris kawakan bernama Noordin M. Top. Banyak pihak dan pengamat menduga Noordin M. Top sengaja disusupkan ke Indonesia untuk menganggu keamanan dan perekonomian Indonesia.

    Dari beberapa komentar pengamat dan elitis di negeri ini terangkum, Noordin M. Top sengaja disusupkan oleh Malaysia untuk melakukan serangkaian pengeboman di Indonesia.

    Berikut beberapa alasan yang mendasari dugaan Nurdin M.Top sebagai Inteligen Malaysia
    1. Noordin M. Top warga negara Malaysia
    2. Salah seorang teroris yang berhasil dilumpuhkan dan terbunuh di Indonesia yakni Dr. Ashari juga merupakan warga Malaysia.
    3. Pembantu terdekat atau tangan kanan Noordin M. Top yang bernama Zulkifli juga merupakan warga Malaysia
    4. Noordin M. Top dan jaringan teroris lainnya tidak pernah melakukan pengeboman di wilayah Malaysia, padahal malaysia juga bertebaran lokasi maksiat seperti Genting Highland dan lainnya
    5. Noordin M. Top dan jaringan lainnya tidak pernah melakukan pengeboman diwilayah Malaysia yang lokasinya merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi turis-turis asing.
    6. Pengamanan Hotel dan lokasi-lokasi strategis di Malaysia relatif longgar dibandingkan dengan pengamanan hotel di Indonesia yang setiap melewati pintu pasti akan digeledah habis. Mengapa dengan pengamanan yang begitu longgar para teroris tidak berminat menggunakan Malaysia sebagai lokasi teror?
    7. Aparat kepolisian di Malaysia tidak terlalu tertarik untuk menyelediki keterlibatan Noordin M. Top sebagai dalang teroris di Indonesia, fakta ini bisa dilihat tidak ada upaya dari aparat kepolisian selama ini untuk mendalami hubungan Noordin M.Top dengan keluarganya di Malaysia. Bayangkan dengan kebijakan Pemerintah Indonesia, dugaan seseorang yang dituduh sebagai teroris maka saat itu juga aparat keamanan akan mengamankan keluarga teroris yang dituduh.
    8. Pemerintah Malaysia belum pernah melakukan pendekatan kepada keluarga Noordin M. Top agar keluarga Noordin M. Top mengimbau secara luas melalui berbagai media agar Noordin M.Top tidak lagi membunuhi orang di Indonesia.
    9. Mendagri Malaysia Hishammuddin Hussein seperti dimuat diharian Kompas selasa (21/7) menyatakan belum ada petunjuk yang nyata Noordin M Top, warganegara Malaysia, berada di balik dua bom bunuh diri di Jakarta. Apakah Mendagri Malaysia sudah melakukan investigasi lengkap hingga mampu mengeluarkan pernyataan sepenting ini, lebih cepat daripada pihak berwajib di Indonesia? Apakah badan intelijen dan kepolisian Malaysia lebih hebat daripada BIN dan Kepolisian Indonesia, sehingga Malaysia sudah tahu Noordin M Top tak terlibat pengeboman Marriot-Carlton II pada 17 Juli 2009? ( analisis fadjroel rachmanl )
    10. Adanya upaya perebutan pengaruh saat menjamu Manchester United (MU). Malaysia hendak membuktikan bahwa negaranya lebih aman dari Indonesia. ( analisis Anggota Komisi I DPR RI Ali Mochtar Ngabalin )
    11. Sumber dana operasional Noordin M. Top diduga berasal dari luar Negeri
    12. Saat ini Indonesia sedang giat-giatnya mempromosikan kunjungan wisata Indonesia, dan jika ini sukses dampaknya akan mempengaruhi kunjungan wisata ke Malaysia. Salah satu upaya untuk menghancurkan pariwisata Indonesia adalah dengan melakukan pengeboman dilokasi yang identik dengan tamu asing.

    Alasan diatas masih sebatas pendapat dan dugaan dari berbagai pihak, dan tugas negaralah untuk mengungkap misteri yang belum terungkap selama ini.

  15. Hamid

    Indonesia harus lebih waspada terhadap ”malingsia”!Bisa jadi mereka balas dendam,karena Kita dulu pernah konfrontasi dg mereka.Proud to be indonesian.Merdeka.

  16. el

    blm puas buk…..mengklaim trz….?buat budaya ndri po’o.. ga’ jiplak trz..
    tar dimarahin bu guru lho…
    buat pemuda indonesia blz malaysia dg karya2 hebat kita
    THEY HAVE COPY OUR STYLE!!!!!!!
    maklumin aj kita mank punya banyak budaya yg mank negara laen ga’ punya….

  17. nenyok

    Salam
    Sayangnya reaksi yang diberikan bangsa kita selalu didominasi oleh ekspresi Marah, jd membabi buta kemana-mana, bakar bendera lah, sweeping mahasiswa malay lah, saya setuju drpd uring-uirngan ga karuan lebih baik tunjukkan eksisitensi aja lah, jangan mudah terpancing, ya disisi lain emang efeknya kita jd terkenal juga tuh gara2 iklan mereka, tp knp siy kita ini selalu begitu ya, setelah merasa kecolongan baru deh aware :D

  18. Achmad Wildan

    sapa bilang sempadan-ligitan bukan indonesia punya,.. kita ada hak,..
    ini dapat kita lihat dari surat perjanjian antara Indonesia dan Malaysia dimana waktu itu President Soeharto dan Mahatir klu gak salah. di situ dapat dilihat perjanjian di antara Malaysia dan Indonesia untuk tidak mengganggu dan membina aktiviti pembangunan setelah 5 tahun kedepan. tetapi malaysia melakukan tindakan pembangunan dan sehingga dapat mengklaim bahwa mereka memang lebih dulu memiliki.

    Jadi untuk pelajaran, jangan begitu percaya dalam setiap perjanjian. tetapi membuat perjanjian dengan pemantauan dari pada setiap tindakan-tindakan dari dua belah pihak.
    :D

  19. Anonymous

    http://www.topix.com/forum/world/malaysia/T8UNFGIST9IT5CAQQ

  20. yazgülü

    Hussein seperti dimuat diharian Kompas selasa (21/7) menyatakan belum ada petunjuk yang nyata Noordin M Top, warganegara Malaysia, berada di balik dua bom bunuh diri di Jakarta.

  21. yonca

    Noordin M. Top dan jaringan lainnya tidak pernah melakukan pengeboman diwilayah Malaysia yang lokasinya merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi turis-turis asing.?

  22. Iman Brotoseno

    Konon gempa yang kemarin juga diklaim oleh Malaysia…

  23. Lisette

    Diserial Enigmatic Malaysia juga sering membahas Keris.. apa memang Keris juga dari Malaysia dan bukan dari Indonesia ya?

  24. heran

    patut pun kena gempa ;p

  25. Mengembalikan Jati Diri Bangsa

    Jelas kita akan marah kalau ada bangsa lain mengklain budaya milik kita, jeleknya mereka tidak merasa melakukan itu dan membantahnya.

  26. Mahathir

    Angst is a gift.too much anger will lead you to stupidity. You can yell or you can scream your lungs out but your malaysian counterpart is only smiling. they’ve already known that they have won the battle by looking at how indonesian behave. To be honest, most Malaysian thinks ‘BENDERA’ is a joke and their claims to attack malaysia on 8th/9th Oct is a big joke. Nobody in Malaysia take bendera seriously. Buluh runcing, kebal and even black magic. whats next? black magic is not even an Islamic teaching.Come on Indonesian. Try to ask yourself why Malaysian always looked down on indonesian. It is not just Malaysian but the whole world treats Indonesian as third class citizen or low class human beings. try to go out to Makkah, Saudi Arabia, Dubai or anywhere and ask the people there about Indonesia and Malaysia. Malaysian are a respected group in this countries compares to Indonesian. To them indonesian is a second class group like Pakistanis, Indian and Bagladeshis. If you take everythings to the street you are not gonna achieve anything. All Indonesian should boycott ‘BENDERA’ as they only want cheap publicity stun. To Malaysian, they’re are only a bunch of jokers and laughing stocks. you should ashame of yourself1 Wake up Indonesian!! Develope your country first, provides more job opportunities, eradicates poverty and invest on human capital. if you suceed, then you can start thinking of attacking another country.ha.ha.

  27. ImaN

    “Welcome to Indonesia” itulah kata pertama yang selalu saya ucapkan ketika teman2 dari luar negeri berkunjung dan bertanya segala hal tentang indonesia, mereka tidak terlalu mempermasalahkan tentang segala hal yang diklaim malaysia , namun ada hal yang menjadi ganjalan di hati ketika salah satu teman dari jepang bertanya ” sepertinya banyak remaja yang bergaya harajuku (cosplay , kimono atau apapun namanya) ya disini?” dengan wajah bangga yang menunjukan bahwa promosi kebudayaan nya sudah dapat diikuti remaja indonesia. saya bertanya ” apa kamu ga marah ketika baju tradisionalmu di pakai remaja indo? dia bilang “tidak’ tidak ada alasan untuk saya untuk marah selama mereka masih menyebutnya kimono (bukan kebaya atau apapun), malah saya bangga mereka menyukainya “sebagaimana remaja dijepang”.ada perasaan aneh di hati saya ketika tahu dia tidak marah, ternyata dia menerangkan bahwa disana setiap remaja masih menjunjung tinggi adat dan kebudayaannya bahkan tidak malu untuk memakai baju adatnya. namun hal ini tampaknya sangat terbalik dengan kita dimana orang indonesia sekarang lebih memilih kebudayaan orang lain ketimbang budaya sendiri baik itu mulai dari berbagai macam adat kebudayaan sampai dengan makanannya, maka tidak lah aneh apabila akar kebudayaan kita semakin rapuh (masa orang sunda tapi tidak bisa berbahasa sunda kan aneh). sekilas cerita diatas membuat saya berpikir mengenai segala klaim malaysia ini apakah semua kesalahan mereka? atau apakah mayoritas orang indonesia berprinsip ” ada tak dipelihara, diambil orang tak rela “. apabila iya tidaklah aneh pabila untuk mendapat sumber asal muasal kebudayaan kita sendiri pun harus kita cari diperpustakaan di salah satu universitas di den hag, belanda. aneh kan. tanpa bermaksud mengecilkan hati teman indonesiaku tercinta, lebih baik kita renungkan dulu apa yang terjadi sekarang, apa yang sebenarnya terjadi dengan bangsa ini, apa begitu tidak pedulinya kita akan masa depan generasi kita. (saya tidak menampik sayapun sering begitu ketika saya lebih memilih salad dengan thousand island nya ketimbang lotek buatan ibuku ; yang ternyata lebih enak (bukan promosi lho!!) , menonton konser musik ketimbang pagelaran wayang golek (yang tenyata lebih memberi nilai moral ketimbang jingkrak2 plus ricuh di konser musik). hal ini karena sejak dini lingkungan saya didik untuk seperti itu dengan alasan “menjadi seniman sunda ga ada duitnya” memang seperti makan buah simalakama jadinya. (banyak banget komen nya ya dah ah ). akhir kata buat temen2 jangan lupa asal usul nya ya . en jgn lagee dech kecolongan kyk kemaren pas malaysia klaim budaya kita baru kayak kebakaran jenggot. insyaallah jika budaya kita akarnya udah kuat dipegang oleh bangsa, negara yang copycat kayak malaysiapun akan berpikir dua kali tuk ngobok ngobok(kayak lagunya joshua dech).

  28. alem sohbet

    Malaysian but the whole world treats Indonesian as third class citizen or low class human beings. try to go out to Makkah, Saudi Arabia, Dubai or anywhere and ask the people there about Indonesia and Malaysia

  29. all !

    udah dech malaysia tu namanya dah buruk sangat,coba awak semua tengok pasal kejadian bom bali,pihak discovery channel membuat film tentang bom bali dimana di situ di jelaskan bahwa jaringan pembom itu adalah dari pihak malaysia.

    udah malaysia dah di cap sebagai negara teroris kok,dunia dah tau…

  30. yuana

    agar budaya kita tidak di klaim negara sebelh lagi…………….
    seharusnya………
    kita lebih memperdalam budaya kita……..
    kita harus melestarikan budaya kiata
    jamgankan melestarikan…..
    mengenal saja kita sudah tak mau…..
    giliran budayanya diklaim kita hanya bisa ribut….

  31. Indon

    Loh pak…. semua yang bapak sebutkan kan yang punya adalah budak-budak orang Malaysia itu. yah boleh dong orang malaysia yang memperbudak tersebut menyebut itu milik mereka….

    yang salah sendiri exportnya budak….,

  32. Indon

    Budak kok protes…. gimana sih pak..

  33. Indon

    emangnya bangsa Indon itu punya harga diri?…. tepuk dada tanya selera pak….

  34. love indonesia

    hey malay gg usah hina-hina negara orang, liat dlu negara kamu,
    1.kata.a negara islam, tpi d liat” di demografi.a paling banyak yang menganut agama tionghoa tradisiona
    2.ngomong weh ka indonesia negara indon bari manehanana naon nga-klaim angklung, angklung teh boga urang sunda nfgart teu!!!!!!! sok tingali negara maneh boga sabaraha bahasa,, ahh maneh mah bahasa nu dipake ge menang nyontek ti batur, mun teu make bahasa melayu, make bahasa inggris, kabehan ge geus apal bahasa melayu teh ti indonesia, sok tingali ka sejarah indonesia indonesia teh awalna make bahasa melayu tapi acan bener aturanna jadi disampurnakeun make bahasa indonesia, bahasa maneh mah teu beraturan, maneh mah euweuh ka era pisan, geus gawena maok nu batur, jeung ka bisa teh, ngahina nu batur. sok tingali nagara maneh, alus kitu, da heunteu, geus leutiksuka mencuri dan mengaku-ngaku budaya negara oranglain, bisa-bisa nama negara kamu diganti jadi MALINGSIA bukan “malaysia” alunya ngaranna!!!!!!!!!!!!!! geus weh ganti ngaranna jadi MALINGSIA

  35. love indonesia

    hy MALINGSIA eh kamari Lee Min Ho kaditunya, urang apal lee min ho rek naon kaditu, lee min ho ter watir ka nagara maneh, ceuk lee min ho teh (aduh MALINGSIA nanaonan ngaku-ngaku kabudayaan nagara lain, maneh teh geus diomongkeun ku kabeh nagara geus weh ari teu boga nanaon mah cicing we!!!!!!!!!!!!!!!)

  36. malaysia HATERS

    malaysia………… gmana kbarnya???????/ namanya udh di ganti belum jadi “MALINGSIA”, ITU kan cocok banget buat kelakuan kamu yang kerjaannya maling punya negara orang lain….. tapi, sbenarnya kamu punya harga diri gk sih??????? katanya negara islam, tapi kok kerjaanya maling punya negara lain sih?????? terus gak malu apa,udah ngambil kebudayaan orang,eh malah ngejelek-jelekin negara orang lain????? mustinya kamu tuh koreksi diri sendiri, udah bener pa blm???? kalo negara kamu udh bener,baru boleh…..
    eh,ktanya wktu visit malaysia ada tari pendet ma wayang kulit, mw promosiin INDONESIA????? mkasih ya,,, tp kok ada di visit malaysia ya???? selain itu, masih bnyak lgi kan yg udh di ambil….. emangnya di malaysia gk ada apa-apa y?
    my friends say”ya iya lah, gk ada apa-apa orang malaysia sempit gtu….

  37. Indonesian nation

    hi malaysia (maling sia), kumplitnya……..
    jadi manusia tuch musti punya lebih dari sudut pandang dong !
    bisanya nyuri budaya negera lain, emang sich budaya – budaya di malaysia tuch cuma dikit……..
    jadinya ngambil budaya negara lain dech !!!!!!!!!!!! cz, kalau malaysia punya budaya yang banyak ngapain ng-klaim budaya bangsa lain ??????
    ich, gak tau malu banget sich!

    Kita urut :
    1. noordin m top tuch dari mana sich?
    2. katanya negara islam, kq tempat psk”ny bnyk bget?????
    3. katanya negara islam, kq manohara disiksa sich?????
    4. katanya negara islam, kq pekerja Indonesia pada disiksa sich ????
    5. katanya negara islam, kq lebih banyak agama tionghoa ????
    6. katanya turut serta PBB, kq kapalnya masuk ke wilayah Indonesia terus sich????

    malaysia tuch cocoknya bukan dipertuan agong tapi dipertuan bagong……….

    kalau malaysia itu negara Islam, koq pelajar – pelajar luar negeri yang sekolah di malaysia dipalakkin terus sich !!!!

    Eh malaysia, bahasa kamu yang sebenarnya itu apaan sich ?
    english atau melayu…….
    English kan bahasanya Inggris,
    Melayu berasal dari Indonesia,
    terus jadinya bahasa kamu apa???

    Eh, berani-beraninya sich ngklaim batik itu budaya malaysia? Rasain tuch UNESCO bilang batik budaya Indonesia….

    kamu tau gak hari batik itu hari lahirku, enak aja kamu ngklaim batik budaya kamu…..
    Huuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhh……………..

    Kita urut apa yang malaysia klaim dari INDONESIA ….
    1. batik
    2. rendang padang
    3. keris
    4. lagu rasa sayange
    5. bunga rafflesia Arnoldi
    6. tari pendet
    7. reog ponorogo
    8. kuda lumping
    9. angklung
    10. wayang kulit

    Miskin banget sich? ya iyalah malaysia sempit gitu…
    Pola pengklaimannya dilakukain di momentum formal kenegaraan lagi. Seperti lewat media promosi ‘Visit Malaysia Year’ yang diselipin kebudayaan nasional Indonesia.

    buat malaysia :
    1. berhenti ngklaim budaya negara lain dong !

  38. perth

    eh tau tak kalau malaysia itu negeri bagong!

  39. setan@kuburan.com

    Tuan : makam anjingku mau aku pindahin ke malaysia ah………
    Anjing : iya tuanku, saya ini kan hanya sampah untuk tuanku…….
    Tuan : karena kau sampah, lebih baik makammu aku pindahkan ke malaysia, karena semasa kau hidup kau hanya menyusahkkan orang banyak.
    Anjing : maafkan tuanku, aku tak pernah menyadari bahwa aku ini membuat susah orang banyak…..
    Tuan : terlalu banyak yang kau ambil dariku, mana mau aku memaafkanmu…
    Oleh karena itu, kuburanmu lebih baik aku pindahkan ke malaysia.

    Tuan Indonesia
    Anjing Malaysia,

    malaysia edan,
    malaysia gelo,
    malaysia serakah,
    malaysia maling sia,

    semua yang jelek pasti malaysia punya………

  40. malaikambe !

    intiinya !!
    malaysia tuh blom ppuas sm kbudayaan sndriii !
    mau mngkLaiim hak cipta org laiin !
    biikiin maLu..
    gag bermoraL..
    brpiikiran pendek !
    negara segede upiil mw ambiil kebudayaan INDONESIA ! emank cuukup?
    bawa baLiiik tuh mahasiswa2 malaysia yg carii kepiintaran d Indonesia..
    nyari pendidikan aj d Indonesia, sok pula mengKlaaim hak patEn INDONESIA..

    ayo anak INDONESIA yg bermoral tinggi..
    marii kiita jaga kebudayaan INDONESIA..
    ciinta INDONESIA..

  41. yazgulu

    Karena yang menentukan DZ dari Malaysia, penulis sangat mewaspadai dan ragu tentang kondisi DZ yang mereka sebutkan panjangnya 4,5 km.

  42. anick

    yach,,
    bgitulah,,
    org g punya kretifitas sndiri…
    bsa nya cma ngeklaim doank…

    tp sbenernya Qta jga slah kok,,
    cz terlalu trbuai budaya asing,,
    smpe2 lpa ma budayanya ndiri,,,,

    ayolh mulai skarang Qta instropeksi diri,,

    MARI LESTARIKAN BUDAYA INDONESIA…..

  43. Saia malu sbg indonesian

    Wah wah semua pada ribut sendiri.. pada dasarnya orang malaysia dan indonesia tuh sama koq..
    Sama-sama gak tau diri.. sama-sama gak tau malu.. sama-sama maling..
    Sama-sama bejat.. sama-sama memalukan..
    ketika saya di luar negri dan ditanya ‘darimana?’ sebenarnya saya MALUUU sekali menjawab dari Indonesia.. hanya saja krn terpaksa..

    Wahai orang2 Indonesia.. bercerminlah sebelum mencacat orang lain..
    Semua masalah ini sebenarnya krn kelalaian kita sendiri bukan semata kesalahan orang lain.. INGAT!! kejahatan ada karena adanya kesempatan
    Kalau kita udah powerfull (paling enggak scr interen) gak mungkinlah di Begini Begituin sama negara Lain.. Kan ga mungkin serigala menggigit singa..

    Jadi Bagi aktivis2 indo JGN cuma aktif mulutnya doank donk!
    Dan bagi para petinggi2 NGR.. JGN pada korupsi duit rakyat! Wong negara udah kere masih juga dikorupsi.. entar kalau udah tajir nih ‘negri kampung’ baru dah suka2 situ..

  44. nawa elquds

    buat Malaysia, mari bersaing secara sehat. Tunjukkan kreatifitasmu kalau memang ingin dikenal dunia sebagai negara yang kaya akan budaya.
    so TALK LESS do MORE !

  45. unna dharma

    mas mba.. celana dalamnya dijaga..
    mbok di klaim.. hehehe..

    ah, kita kan sodara, kalo butuh ngomong dong, kita bantu kok.. jangan curi-curi gitu..

  46. Wilson

    malaysia : maling budaya indonesia

  47. Tifanny Yunita

    Sebenernya sich itu jga salah kita, kita slalu gak pernah perhatiin budaya kita sendiri. seharusnya kita lestarikan mulai dari sekarang biar yang lain gak ikut ke ambil.And kita gak boleh kayak negara lain yang slalu nge-KLAIM negara lain, kita harus jadi negara kita sendiri krn budaya bangsa kita da beragam macam budaya yg tak terhitung

    BANGKIT INDONESIA……………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  48. zee vorchaust

    heh malaysia anjing !!
    g puas ya maen ambil bae dari indonesia
    asl lu tau aja ya lu tuh g lebih dari kotoran babi
    malu atuh !!
    lu bisa apa ??
    kalau mau gue bisa bunuh satu persatu manusia dari tanah asli malaysia
    lu tau !! indonesia sakti2 punya wali songo,lu punya apa ??
    saye saye bahasa paan tuh?? ga gaul !!
    ngising bai dipit ning rai ayam
    dasar iri kirik
    sok gw tantang malaysia untuk perang juga berani
    GANYANG MALAYSIA !!
    hhhahaha
    saya mah malu jadi PLAGIATOR
    dasar anjing kampungan
    heh bilangin ya kalo mau nghancurin indo smbyi2
    lu kirim nurdin tangtop
    krim lg aja nurdin m pang , m ber
    apaan tuh??itu atas nama agama??emang kalian punya agama??harus ny malu atuh kalau punya agama mah
    sadar hidup tuh g selamanya di dunia
    lu bakal bertemu ma yang namanya mati
    tau ga sih lo??olimpiade sains itu bayak juara dari indonesia
    gini ajah
    kirim atlet silat terbaik dari negara ANJING lo
    sini lawan pesilat indonesia
    pastilu mewek deh minta ngempeng ma ibu lu
    eh betewe
    arti lambang bendera n warna malaysia tuh apa sih JING??
    g jelas banget
    liat indonesia
    MERAH PUTIH warna bendera tergagah
    merah darah ku putih tulang ku
    malay paan tuh??
    mau ikutan bendera amerika??
    ahhahahahahaha ga gaul
    ngJIPLAK ajah lu bangsat
    dasar negara TAI ANJING BANGAT KEPARAT
    INDONESIA BERBEDA DENGAN MALAYSIA SAMPAI KIAMAT PUN AKAN TETAP BERBEDA !!!
    AKU CINTA INDONESIA APA ADANYA

  49. malaysian girl

    lahhhh… kenapa harus marah kalau dipanggil indon? indon tu cuma singkatan kepada indonesia. bukan ejekan seperti yang kamu panggil kepada kami, maling (atau apa saja). kamu panggil kami malay, ada kami kisah? kenapa harus rasa inferior dengan panggilan itu sedangkan kalau kamu semua rujuk dalam kamus bahasa malaysia tak ada pun maksud ejekan di sbealik perkataan indon. kalau kamu boleh panggil amrik, malay, jadi kami tak boleh panggil indon? kalau dipanggil indo boleh tertukar dengan indochina pula. cukup-cukup la pergaduhan ini. bikin kepala pening!!!

  50. stangie

    COME ON! Jangan terlalu di bodoh2i media, Iklan itu dibuat discovery channel di singapura. Malaysia sama sekali tidak ikut campur dalam pembuatannya. TAPI MEDIA INDONESIA TERKESAN MENUTUP MATA atau mungkin memang udah tuli, masih saja terus2an bilang kalo itu iklan tourism malaysia. HELLO? yang seharusnya kita marah2i itu ya discovery channel. Jero wacik juga sama gobloknya pake nuntut permintaan maaf dari malaysia. SO IGNORANT! jangan lupa kalau tujuan media adalah mencari uang sebanyaknya! selagi beritanya hot mereka akan terus siarkan walaupun tidak benar!

    Tau sepak takraw? sepak takraw berasal dari thailand! nama aslinya adalah tuck-rouw! tapi thailand tidak pernah mempermasalahkan malaysia yang memasukkan sepak takraw kedalam iklan promosi wisata!

    Batik malaysia berasal dari terengganu dan motifnya sangat berbeda dari batik jawa. Wayang malaysia bukan berasal dari jawa tapi dari thailand. BTW thailand tidak pernah mempermasalahkan ini! mereka lebih matang dalam berpikir!

  51. stangie

    Lagu rasa sayang telah ada di malaysia sejak awal 1940an!! dan lagu ini telah menjadi lagu rakyat! lagipula rasa sayange adalah lagu anonim! tidak ada salahnya mereka memakai lagu itu! toh malaysia tidak mengklaim lagu tersebut! ADA BUKTI KALAU MALAYSAI MENGKLAIM? TIDAK ADA! lagi2 media membodohi anda!

  52. stangie

    lagu rasa sayange

  53. stangie

    http://www.youtube.com/watch?v=KHuxMKRk_Yc

  54. ve

    hhhhhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    wlaupun thailand gak comment ttg itu. tapikan intinya malysia JIPLAK budaya thailand kan????????????????????
    gak malu pa??????? taruh mana tu muka??? dah tahu JIPLAK malah sok benar…
    hhhhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

  55. Hero

    Emang Tuh Muka Tebal..Muka Tembok, Tapi Kasihan juga.. Udah kasih ajah yang Dia Mau.. Udah Tuh Lu Ambil..Lu Promosi in, Yang terkenal yang Buat.. bukan lu Yang Promosi..

    Dasar biasa Deh..Kl Adik kecil mau nya Ambil Kakaknya Punya.. Krn Nora ngaku-ngaku situ punya Weeeeeeeeeeee….

  56. lismul smti padang

    ya mo gmana lagi,, negara miskin kyk maliangsia tu gag punya kebudayaan sdikitpun,,
    ya otomatis dia tepaksa nyuri,,,,

    tp klo dia minta suaka,, pasti dikasih,,
    tp suaka marga satwa liar,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    hahahahahahahaahahahahahahahahahhahhhhahahaahahahahaah

  57. Michelle

    Emang Tuh Muka Tebal..Muka Tembok, Tapi Kasihan juga.. Udah kasih ajah yang Dia Mau.. Udah Tuh Lu Ambil..Lu Promosi in, Yang terkenal yang Buat.. bukan lu Yang Promosi..

    Dasar biasa Deh..Kl Adik kecil mau nya Ambil Kakaknya Punya.. Krn Nora ngaku-ngaku situ punya Weeeeeeeeeeee….

  58. blengkos

    malaysia emang salah…
    tapi yg lebih penting, orang JAKARTA & JAWA sering memprovokasi…
    padahal saya masih sering berhubungan saudara2 di Johor, tapi media di JAKARTA & JAWA itu memprovokasi supaya seluruh masyarakat Indonesia membenci Malaysia…
    saya sebagai orang Melayu Bengkalis merasa malu… sudah lama kami hidup damai, tapi provokasi orang-orang JAKARTA & JAWA membuat kami khawatir…
    kenapa kalo tari pendet, batik, atau reog diklaim, kalian marah??? tapi kalau tari zapin, senandung kipas, atau joget yang diklaim, kalian diam???
    apa karena batik dan reog itu adanya di JAWA sehingga harus dijaga??? tapi karena kami adanya di SUMATERA dan kami orang MELAYU maka kami dikucilkan???

    ingat, INDONESIA BUKAN JAKARTA DAN JAWA!!!

  59. JabesCulture

    wah mas nofie kayanya terlalu berat ngangkat masalah ini karena bukan apa, masih banyak kita yg bisa lebih bijak dalam menentukan sikap. Malaysia & Indonesia adalah satu rumpun, kita itu “serupa tapi tak sama”.

    Kita bilang mereka miskin budaya, mereka bilang kami negara kaya
    Kita bilang kami kaya budaya, mereka bilang kalian masyarakat kelas dua
    padahal dulu kita adalah karib dengan malaysia sehingga begitu banyak orang malaysia yg mengemban pendidikannya d Indonesia untuk bisa memajukan negerinya, tapi lucunya sekarang lebih banyak pemuda/i Indonesia mengejar gelar d malaysia…

    Siapakah yg salah???
    Saya bukan orang yg mampu menari jaipong, bukan orang yg betah menonton wayang, tidak hafal melantunkan lagu Rasa Sayange walaupun saat ini saya mulai menyukai pakaian batik karena sdh mulai d modernisasi. Lalu apakah saya cinta Indonesia, jawabannya YA karena saya lahir d Indonesia dan saya mengabdi bagi Indonesia.

    Lalu saat berita tentang pengakuan malaysia akan tari bali saya sedikit kaget lalu pemberitaan pun semakin gencar namun bukannya saya tidak bela negara tapi saya sedikit kagum dengan pencitraan tari bali sebagai slogan TRULY ASIA (karena tarian itu terfokus dengan back sound malaysia TRULY ASIA)

    saya sedikit setuju dengan kritik pedas dari Mahathir “you should ashame of yourself1 Wake up Indonesian!! Develope your country first, provides more job opportunities, eradicates poverty and invest on human capital.” Terkadang saya sering lebih memikirkan Action nya (karena takut dibilang orang NATO) tapi resault saya malah worthless act… Mungkin lebih baik saya cari (seek) caranya dulu, diskusikan (talk/discuss), baru eksekusi (action)

    kalaupun saya tidak bisa menjadi presiden paling tidak saya berjanji akan selalu setia dan membela NKRI, mari kita bersama2 membangun bangsa kita, menghadirkan peluang kerja, menghapuskan kemiskinan, dan mengivestasi tenaga kerja yg handal.
    Memang malaysia lebih miskin dalam budaya tapi kita bisa belajar dari perkembangan negara yg kini lebih mengungguli kita

    Maju Negaraku, Maju Indonesia

  60. Prasta

    Indonesia sangat luas…… pun ditambah keragaman suku, budaya, seni dan daya tarik lainnya yang demikian banyak. Jika saja, semua mampu memiliki kesatuan pandangan tentang “kekayaan” itu, termasuk bagaimana memaknai keragaman itu, niscaya kita tak perlu khawatir saat melihat negara lain menayangkan budaya kita. Satu contoh kecil, masyarakat Bali, saya sudah hampir 14 tahun tinggal di Bali. Tidak ada perubahan cara mereka menjaga budayanya. Tiap minggu disetiap balai desa ada latihan tari gratis dan diikuti hampir seluruh anak yang ada di tempat itu. Kegiatan yang diadakan di setiap desa mewajibkan masyarakatnya menggunakan pakaian adat. masyarakat diatur dengan adat, sehingga budaya mereka terjaga dengan baik. meskipun Bali menjadi daerah tujuan utama di Indonesia, tapi saya selalu melihat pertunjukan wayang yang penuh dengan anak-anak muda, lagu bali yang selalu berkembang, baju adat yang selalu dipakai, tari bali yang gamelannya terdengar tiap minggu……. bahkan di sekolah2 pun kegiatan extra kurikulernya sarat dengan budaya, ada me-GONG, tari, Me-KIDUNG, Me-SATUA bahasa Bali dll. Jika di semua wilayah Indonesia bisa seperti ini…… Waaaahhhh……. kapan yaaa…??????

  61. Nasionalisme

    Berikut dari isi pernyataan “GANYANG MALAYSIA” : 2.242 member

    Yah, bukanny mau merendahkan bangsa Malaysia, tp kenyataannya KAMI LEBIH BAIK…KAMI LEBIH HEBAT…KAMI LEBIH DARI MALAYSIA!!!, krn alasan2 berikut :

    1. Kami lebih besar, dan merupakan negara terbesar di Asia Tenggara.

    2. Jumlah penduduk kami lebih banyak, dan kami bangga akan hal itu!!!

    3. Ambil saja Sipadan dan Ligitan, kami masih punya puluhan ribu pulau…HAHAHA!!!, mau lagi, silahkan ambil…

    4. Haduh, kasian yah Malaysia, kagak punya tradisi tersendiri….uuppppssss, malah ambil Batik ama Angklung Indonesia….pulau SIPADAN hasil curiannya dari Indonesia juga dibangga2kan. kami masih punya banyak kok di Indonesia…tenang saja…mau SOTO??, NASI GORENG??, RENDANG??…apa???…mau apa???…silahkan…

    5. Tetangga kita itu PEMALAS!!!, so mereka sewa org2 Indonesia buat cuci piring, ngepel, dsb…

    6. Well, at least kita pernah ada Presiden Wanita..haha!

    7. haduh, MALAYSIA itu d mana yah?

    8. liat aja nama Ibukotanya, wakakakaka…

    9. Bahasa Melayu = Bahasa Indonesia yg salah!!! (jangan ditiru teman2!!!)…bayangin aja… pintu darurat di pesawat dinamakan Pintu panik-panik…wakakakaka

    10. Bali di mana yaaa???

    11. haduh, siapa org Malaysia kagak taw Sheila On 7, Ungu, Padi, Krisdayanti, Agnes Monica, Titik Puspa, dll…dan kita hanya tau Siti Nurhaliza…wakakakaka

    12. oia, kami itu INDONESIA, bukan INDON, jadi STOP PANGGIL KAMI INI INDON!!!

    13. Coba hitung negara d dunia yg d dalam benderanya ada bulan / bintang, dan bandingkan negara di dunia yg merah putih (hmmm….cuma Indonesia & Monaco tuh!!!)..HAHA!

    14. Udah berapa banyak situs Malaysia yg dibajak org Indonesia?… :)

    15. Peraih medali PERAK malaysia lee chong wei sangat dielu2kan,padahal dia cuman dapet PERAK!!! sampai2 dikasih gelar datuk lee chong wei.ternyata sewaktu diwawancarai DIA GAK BISA BAHASA MELAYU!!!DIWAWANCARAI JAWABNYA MAKE BAHASA CINA!!!ckckckckck udah dikasih gelar datuk eh taunya bahasa negri sendiri aja gak bisa….malu2in

    16. Indonesia sering juara di Olimpiade Fisika, Matematika, Kimia, Biologi. Cina adalah saingan terberatnya. Malaysia mana ya???

    17. bilangnya udah bisa bikin pesawat tanpa awak. padahal…….yg bikin org2 dari Dirgantara Indonesia tuhhhhhh!! malu deh ah!!
    Contact Info :
    http://www.malingsia.com/

Looking forward to hear your thoughts.